Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Kakek dan Nenek


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Jeri kini perlahan memasuki sebuah pekarangan rumah yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Ray karena hanya membutuhkan waktu 15 menit saja untuk tiba.


"Kapan kamu membeli rumah ini? Bukankah kamu baru memutuskan pindah semalam?" Tanya Keyrani sembari turun dari mobil dan memperhatikan sekitar rumah itu


"Aku memang sudah lama membeli rumah ini, hanya saja aku terlalu nyaman tinggal di kontrakan kemarin makanya aku tidak pernah pindah" Jawab Jeri menjelaskan


Sudah hampir 1 tahun sejak ia membeli rumah ini dan merenovasi nya kembali, namun karena rumah itu terlalu besar sementara dirinya sendiri membuatnya malas untuk pindah ke rumah itu.


"Ayo masuk" Ajak Jeri kemudian sembari merangkul pundak Keyrani


"Wooaahhh.. Bukankah ini terlalu besar untuk kamu tinggali sendiri" Ujar Keyrani terpana saat memasuki rumah itu


"Jadi? Kamu beneran tidak berniat tinggal denganku?" Tanya Jeri sekali lagi menawarkan Keyrani


"Dan lagi jawaban ku tetap sama, aku tidak mau" Jawab Keyrani yakin


Jeri menghela nafasnya panjang dengan raut wajah cemberut "Dasar bucin, apa kamu tidak merasa kasihan denganku?" Ujar Jeri memelas


"Tidak. Jadi berhenti memasang wajah kasihan seperti itu. Lebih baik kamu mencari pacar yang bisa kamu ajak hidup bersama" Tolak Keyrani yakin


"Mencari pacar tidak semudah yang dipikirkan Key.." Keluh Jeri


"Ayolah Jer... Sekarang kamu sudah berumur, kamu juga kaya, dan wajahmu lumayan. Jadi apa lagi yang kamu khawatirkan?"


"Lumayan kamu bilang? Aku bahkan lebih tampan dari pada kekasihmu itu" Imbuh Jeri dengan pedenya


"Hmm.. Hmm.. Terserah kamu" Balas Keyrani tidak terlalu ingin melanjutkan perdebatan yang nantinya pasti akan memakan waktu yang lama


Jeri hanya tersenyum kecil melihat reaksi Keyrani yang pasrah. Hingga kemudian ia tiba-tiba teringat sesuatu yang merupakan tujuan utamanya membawa Keyrani ke rumah barunya itu.


"Oh iya, aku baru ingat. Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu" Ujar Jeri lalu menarik tangan Keyrani naik ke lantai atas


Keduanya masuk ke dalam kamar utama yang sepertinya kamar yang akan dipakai oleh Jeri. Keyrani duduk di kasur sementara Jeri berjalan ke arah lemari dan mengeluarkan sebuah album dari sana.


"Apa itu?" Tanya Keyrani penasaran


"Ini album masa kecilku" Jawab Jeri menyerahkannya pada Keyrani


"Tapi kenapa ada disini?"


"Dulu aku pernah ke rumah ini, kebetulan album ini aku bawa jadinya aku taruh disini" Jawab Jeri mengingat kembali

__ADS_1


Keyrani hanya mengangguk kecil kemudian membuka album tersebut. Tepat saat ia membuka album tersebut, pupil nya seketika bergetar karena tersentak kaget.


"Ini bukannya mama?" Tanya Keyrani dengan suara yang bergetar tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya


"Iya" Jawab Jeri mengangguk


Rasanya Keyrani akan menangis sekarang juga. Sejak kepergian ibunya, ia hanya memiliki satu fotonya saja. Mengingat ibunya pergi dari sejak ia berumur 10 tahun membuatnya hanya memiliki sedikit kenangan dengan ibunya. Belum lagi, saat ibu tiri dan saudara tirinya yang selalu membuang atau bahkan membakar barang-barang peninggalan ibunya membuatnya semakin tidak memiliki kenangan dengan ibunya.


"Kamu ingat dulu aku pergi saat kamu masih dirawat dirumah sakit. Ini salah satu alasan aku pergi, karena aku meninggalkan terlalu banyak kenangan di rumah itu. Jadi aku memutuskan kembali dan akhirnya mengambil album ini"


"Ini ..?" Tanya Keyrani menunjuk foto ibunya bersama dengan seorang wanita dan laki-laki


"Ini Kakek dan Nenek kamu" Ujar Jeri memperkenalkan ayah dan ibunya


Keyrani menatap keduanya lekat. Entah bagaimana perasaannya sekarang, ini pertama kalinya ia melihat wajah kakek dan neneknya.


"Kamu ingin bertemu dengan mereka?" Tanya Jeri tiba-tiba


"Aku tidak tahu" Jawab Keyrani bingung


Ada rasa takut yang dirasakan Keyrani. Mengingat Ibunya pergi dari rumah karena tekanan kedua orang tuanya. Membayangkannya saja membuat Keyrani, seketika mengurungkan niatnya untuk bertemu keduanya.


"Kenapa?" Tanya Jeri melihat perubahan raut wajah Keyrani


"Mereka tahu. Itu terjadi saat kamu dirawat di Negara S" Jawab Jeri berdecak


"Bagaimana tanggapan mereka?"


"Kaget. Mereka benar-benar ingin bertemu denganmu. Tapi aku tahu, kamu pasti belum siap bertemu mereka terutama setelah mendengar cerita tentang ibumu, karena itu aku akan memberimu waktu untuk memikirkannya. Jika kamu siap, kamu bisa mengatakannya kepadaku"


"Dan juga, kamu tidak perlu terlalu khawatir. Karena mereka benar-benar jauh berbeda dengan yang aku kenal dulu" Sambung Jeri kemudian


Keyrani hanya mengangguk lalu kembali membuka satu persatu foto yang ada di album tersebut.


...***...


Sekitar pukul 3 sore, Jeri dan Keyrani tiba di rumah Ray, setelah menghabiskan waktu seharian di rumah baru Jeri.


Dan seperti biasa, Ray yang sudah sedari tadi risau menunggu Keyrani. Kini duduk di sofa dekat jendela kamar Keyrani, menunggu kepulangannya.


"Kamu menungguku?" Tanya Keyrani saat masuk ke dalam kamar dan mendapati Ray disana

__ADS_1


"Kalian dari mana saja? Kenapa baru pulang?" Tanya Ray menghampiri Keyrani


"Jeri akan pindah"


"Pindah?" Tanya Ray dengan alis bertaut


"Iya. Aku baru saja menemaninya ke rumah barunya" Balas Keyrani


"Jadi kapan dia pindah?" Tanya Ray kembali dengan raut wajah antusias mendengar kabar tersebut


"Besok? Lusa? Aku tidak tahu, yang jelas dia akan pindah" Jawab Keyrani kurang yakin "Dan juga dia meminta ku untuk pindah dengannya" Sambung Keyrani tiba-tiba membuat Ray sontak menatapnya tajam


"Kamu setuju?"


Keyrani tertawa kecil melihat reaksi Ray yang begitu menggemaskan "aku baru memikirkannya" Jawab Keyrani kembali iseng


"Tidak.. Tidak.. Tidak ada yang perlu dipikirkan. Kamu tidak boleh pindah, jadi tidak perlu memikirkannya lagi" Tegas Ray tidak setuju


"Itu keputusanku bukan keputusan kamu" Balas Keyrani kemudian berjalan keluar kamar sembari tertawa


"Key... Pokoknya kamu tidak boleh pindah. Kalau kamu tetap pindah, aku juga ikut pindah denganmu" Teriak Ray mengejar Keyrani yang kini menuruni tangga


"Pindah? Siapa yang ingin pindah?" Sela Jeri mendengar penuturan Ray


"Keyrani bilang kamu mau pindah. Kalau begitu silahkan pindah, tapi aku tidak mengizinkan Keyrani ikut denganmu" Jawab Ray beralih pada Jeri


Kening Jeri mengerut mendengar penuturan Ray "Oh.. Aku memang berniat untuk pindah. Kalau soal Keyrani bukankah itu keputusannya" Ujar Jeri ikut mengisengi Ray


"Kalau begitu, aku akan ikut pindah kalau dia pindah" Putus Ray kekeh tidak ingin berpisah dengan Keyrani


Jeri menghela nafasnya sembari menggelengkan kepalanya "Dasar bucin" Gerutunya kemudian pergi meninggalkan Ray yang masih memasang wajah seriusnya


Jeri turun menghampiri Keyrani yang saat ini tengah berada di dapur sembari tertawa melihat tingkah lucu Ray.


"Dia bilang, dia ingin ikut pindah" Ujar Jeri tertawa saat tiba di dekat Keyrani sembari menunjuk Ray yang berjalan mengikutinya dari belakang


"Apa ini? Kalian mengerjaiku?" Tanya Ray melihat keduanya yang sedari tadi selalu tertawa


Jeri kemudian mengangguk mengiyakan "aku hanya ikut permainannya" Ucap Jeri menunjuk Keyrani yang menjadi dalang semua ini


"Oke.. Oke.. Aku minta maaf. Aku hanya sedikit bercanda.. " Ujar Keyrani mengakui

__ADS_1


"Nggak lucu Key.. " Ujar Ray kemudian berlalu pergi meninggalkan keduanya yang masih tertawa


__ADS_2