
"Keyrani mana kak?" Tanya Rian saat melihat Jeri pulang sendiri
"Kabur" Jawab Jerri masih dengan wajah kusut nya
"Kabur bagaimana kak?"
"Takut kena marah. Emang gitu anaknya suka kabur kalau buat masalah. Udah biarin aja" Jawab Jeri pasrah dengan kelakuan Keyrani
"Ini tasnya gimana?" Tanya Rian kembali sembari mengangkat tas Keyrani yang tadi disimpannya
"Hmm. Kalau bisa kamu bawain, kan kalian satu kampus"
"Oh bisa kak" Jawab Riang girang karena bertambah lagi alasannya untuk bertemu dengan Keyrani
...***...
Sementara itu di sisi lain, Keyrani yang baru saja tiba di rumah segera memarkirkan motornya dan berjalan masuk sembari memutar-mutar kunci motornya.
"Keyrani" Panggil Devi menghentikan langkah Keyrani saat ingin menaiki tangga
Keyrani kemudian berbalik sembari mengangkat kedua alisnya "Kenapa?" Tanyanya kemudian
"Mana uang yang kamu janjikan?" Tagih Devi mengangkat tangannya
Keyrani membuka mulutnya sembari menepuk jidatnya "Kok bisa lupa aku" Gumam Keyrani menundukkan wajahnya
"Kenapa? Ngga punya? Makanya jadi orang jangan sok. Belagu banget pake acara mau bayarin utang orang" Ujar Devin dengan raut wajah sinisnya
"Santai aja sih, yang bilang nggak punya uang siapa?" Balas Keyrani kemudian merogoh kantongnya mencari ponselnya "Sabar dikit kek" Ujarnya kemudian berjalan keluar untuk menelpon Ray
"Halo" Sahut Keyrani saat Ray mengangkat panggilannya
"Iya, uang yang kamu minta lagi diantar. Cash kan yang kamu mau?"
"Tau aja kalau Aku mau minta uang hehe" Ujar Keyrani cengegesan
"Iyalah, Aku sudah siapin dari tadi siang. Kamunya aja yang lupa" Tegur Ray
"Iya deh iya.. Maaf.. " Balas Keyrani pasrah karena dirinya memang pelupa dan teledor "Kalau gitu aku matiin yah, nanti aku hubungin lagi. Bye Muachh" Ucap Keyrani mematikan sambungan teleponnya dan tak lupa memberikan kecupan jarak jauhnya <3
__ADS_1
Ray yang sedari tadi berbaring di kasurnya segera bangun terduduk karena ulah Keyrani yang tidak terduga itu "Nggak bisa gini" Ujar Ray segera turun dari kasurnya kemudian berjalan ke arah meja dan meneguk segelas air kemudian kembali ke kasurnya berbaring dan menutup wajahnya dengan selimut.
Namun sepersekian detik kemudian ia kembali membukanya dan mengipas-ngipas bajunya yang terasa begitu gerah. Hingga kemudian ia memutuskan untuk pergi ke kolam renang untuk berendam sejenak.
Sementara itu Keyrani si biang keroknya kini mondar-mandir di depan rumahnya menunggu orang suruhan Ray.
Tak berselang lama kemudian, sebuah mobil sedang hitam berhenti menampakkan Jhon yang kini turun dari mobil sembari membawa koper ditangannya.
"Silahkan Nona" Ujar Jhon bersikap sopan di depan wanita bosnya kemudian menyerahkan koper tersebut
"Ini kok besar banget? Kan cuma 200 juta" Tutur Keyrani heran dengan koper besar di hadapannya itu
"Disini ada 500 juta Nona" Jawab Jhon yang sontak membuat Keyrani terkaget karena ini dua kali lipat dari apa yang dimintanya
"Kok 500 juta. Aku cuma minta 200 juta. Sisanya balikin aja, Aku nggak butuh" Tutur Keyrani meraih koper tersebut dan berniat membukanya
Namun dengan sigap Jhon menahan tangannya "Tolong jangan menolaknya, Tuan akan marah pada saya jika Nona menolaknya" Ujar Jhon mencari alasan meski sebenarnya memang fakta
Keyrani menghela nafasnya pasrah kemudian mengurungkan niatnya "Yaudah uangnya aku Terima" Ucap Keyrani kemudian meraih koper tersebut
"Kalau begitu saya pamit pulang" Pamit Jhon sedikit membungkuk kemudian berlalu memasuki mobil
Sementara Keyrani kini masuk ke dalam rumah dan segera menghampiri Devi yang masih memasang wajah sombongnya "Nih uang yang kamu minta" Ujar Keyrani mengeluarkan uang 200 juta dari koper tersebut
"Bukan urusan Kamu. Impas kan sekarang, jadi berhenti mengganggu Lisa lagi" Tutur Keyrani kemudian pergi meninggalkan Devi yang kini berenggut kesal
...***...
Keesokan paginya, Keyrani berangkat ke kampus dengan mengendarai motor pribadinya. Membuatnya terlihat begitu keren karena jaman sekarang sudah jarang ada cewek yang panas-panasan dengan naik motor jika sudah memiliki mobil.
Sebelum ke kelas Keyrani memutuskan mampir di ruangan dosen kesayangannya itu sembari membawa tas di tangannya.
Tok.. Tok.. Tok..
Ketuk Keyrani sebelum akhirnya masuk ke dalam ruangan. Namun tidak menjumpai siapa pun di dalam ruangan.
"Oh, orangnya nggak ada" Ujar Keyrani meletakkan tas tersebut di atas meja kemudian duduk di kursi menunggu kedatangan Ray
Hingga kemudian tak berselang lama, pintu ruangan terbuka menampakkan Ray yang sedikit kaget dengan kehadiran Keyrani yang tiba-tiba diruangannya.
__ADS_1
"Kamu disini?" Tanya Ray menghampiri Keyrani sembari menjulurkan tangannya dan meletakkannya pada pinggang ramping Keyrani kemudian mengecup keningnya pelan <3
"Aku mengembalikan ini" Jawab Keyrani kemudian membuka tas tersebut yang berisi sisa uang kemarin
Ray mengeryitkan alisnya "Kenapa dikembaliin" Ujarnya dengan nada suara yang kemabli datar
"Aku nggak butuh Ray. Uang sebanyak ini mau aku apain"
"Kamu pake shoping, jalan-jalan sama temen kamu. Terserah kamu, lagian uang segini nggak berarti buat aku" Ujar Ray karena memang 300 juta bahkan tidak menyentuh 1% dari kekayaannya
Keyrani menghela nafasnya pasrah kemudian meraih 1 lembar uang seratus dari dalam tas "Aku ambil ini aja buat beli bakso di kantin. Segini uda cukup buat makan 6 orang" Cetus Keyrani kemudian.. Cup
Keyrani mengecup pelan pipi Ray kemudian bangkit dari duduknya dan segera berlari meninggalkan ruangan sebelum Ray memaksanya menerima semua uang tersebut.
"Resiko punya pacar kaya gini nih" Gumam Keyrani menggelengkan kepala pasrah dengan sikap Ray
Sementara Ray yang tadinya memasang wajah datarnya kini menyandarkan dirinya di sofa sembari tersenyum karena perlakuan manis dari Keyrani yang membuatnya sekali lagi kelimpungan.
...***...
Di sisi lain, tersangka yang membuat Ray salah tingkah kini memasuki kelas dengan santainya tanpa beban sedikit pun.
"Tas kamu mana?" Tanya Rani yang sudah berada di dalam kelas dan melihat Keyrani datang tanpa membawa tas ataupun buku
"Wah.. Kok bisa lupa yah Aku" Cetus Keyrani kembali tersadar mengingat tasnya yang tertinggal di bengkel Jeri gara-gara kabur
"Dasar pikun. Kok bisa sih orang kuliah nggak ingat bawa buku" Omel Rani kepada Keyrani yang dengan santainya duduk di kursinya tanpa memikirkan tasnya
"Yaudah, pinjem buku kamu aja" Ujar Keyrani menarik buku Rani
Hingga tiba-tiba kelas menjadi riuh karena kedatangan seorang pria yang kini berdiri di depan kelas sembari menenteng tas Keyrani.
Rani yang menyadarinya segera menyenggol lengan Keyrani "Ada yang nyariin tuh" Ujar Rani sembari mengangkat alisnya satu iseng
"Tas aku" Ujar Keyrani antusias sembari bangkit dari duduknya menghampiri Rian yang saat ini menunjukkan smirk nya melihat tingkat Keyrani
"Baik bener, pake acara dibawain lagi" Tutur Keyrani meraih tasnya "Makasih yah" Sambungnya lagi
"Iya. Sama-sama" Jawab Rian "Lagian kamu pake acara kabur segala"
__ADS_1
"Gimana nggak kabur, muka Jeri udah kayak mau nerkam orang. Ihhh.. Ngeri" Celetuk Keyrani mengusap lengannya merinding karena memikirkan Jeri yang marah
"Ada-ada aja kamu. Aku balik dulu ke kelas" Ujar Rian dengan tangan naik mengusap kepala Keyrani membuat semua yang melihatnya ikut salah tingkah dan baper kecuali Keyrani.. Pastinya. Yang kini memasang wajah tidak perduli dan kembali ke tempatnya sembari memeluk tasnya erat tanpa menghiraukan tatapan-tatapan iri mahasiswa lainnya.