
Sudah hampir satu jam lamanya, Keyrani dan Sean duduk di Rooftop hotel sembari berbicara memperhatikan langit malam yang semakin lama semakin ramai akan bintang-bintang.
"Sejak kemarin aku penasaran, mengapa kamu hanya menggunakan satu anting-anting saja? Apa itu termasuk fashion?" Tanya Sean penasaran
"Oh ini.. Ini pemberian dari Om aku. Dan sampai sekarang aku tidak tahu kenapa dia hanya memberiku satu dan anehnya lagi anting ini tidak bisa aku buka" Jawab Keyrani memegang antingnya itu
"Ini tidak terlihat seperti anting-anting apada umunya, ukirannya terlihat begitu unik dan khas" Ujar Sean memperhatikan anting Keyrani lekat
"Iya. Ray juga sempat mengatakannya padaku. Kalau anting ini terlihat begitu unik, sepertinya ini berhubungan dengan keluargaku"
"Hmm.. Kalau boleh tahu, sudah berapa lama kalian berpacaran?" Tanya Sean sedikit ragu namun penasaran
"Sepertinya belum genap satu tahun" Ujar Keyrani kurang yakin karena ia tidak pernah menghitungnya bahkan memikirkannya sama sekali
"Tapi meski begitu, Ray adalah teman masa kecilku. Meskipun aku baru bertemu dengannya kembali tahun ini" Sambung Keyrani
"Jadi bisa dibilang, hubungan lama bersemi kembali" Gurau Sean menyenggol bahu Keyraji
Keyrani hanya menunjukkan smirk nya kemudian balik menatap Sean "Bagaimana denganmu?" Tanya Keyrani balik
"Aku?" Tanya Sean menunjuk dirinya yang kemudian diangguki oleh Keyrani
"Ada apa denganku? Aku bahkan tidak memiliki pacar, jadi apa sebenarnya yang kamu tanyakan?" Tanya Sean
"Aku hanya penasaran, bagaimana bisa orang tampan seperti dirimu tidak memiliki pacar" Jawab Keyrani meluruskan pertanyaannya
"Justru karena aku tampan, aku jadi tidak suka menjalin hubungan. Karena aku sadar, mereka hanya tertarik pada fisik dan hartaku namun tidak pernah sekalipun berniat melihat ke dalamnya" Ujar Sean lirih
Keyrani menghela nafasnya panjang "Ternyata jadi orang tampan tidak semulus yang aku pikirkan" Timpal Keyrani
"Key... " Panggil Sean sedikit ragu
Keyrani kemudian berbalik dengan kedua alis terangkat "Ada apa? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Keyrani kemudian
Sean terdiam sejenak karena ragu mengeluarkan isi pikirannya.
"Jika seandainya aku bertemu denganmu lebih dahulu dari Ray, apa ada kemungkinan kamu bisa menyukaiku?" Tanya Sean pada akhirnya
__ADS_1
Keyrani terdiam kaget mendengar pertanyaan Sean yang begitu tiba-tiba.
"Aku tidak tahu. Tapi mungkin saja. Karena lihatlah wajahmu siapapun yang melihatmu pasti akan jatuh dalam sesaat" Balas Keyrani berandai-andai
"Bagaimana denganmu?" Tanya Sean kembali
"Aku.. " Belum sempat Keyrani menjawabnya ponselnya tiba-tiba saja bergetar di kantongnya
Dengan sigap Keyrani segera meraih ponselnya kemudian mengangkatnya setelah melihat nama Ray di layar ponselnya.
"Kamu dimana?" Tanya Ray to the point tepat setelah Keyrani mengangkat panggilannya
"Aku di Rooftop hotel" Jawab Keyrani jujur
"Apa yang kamu lakukan disana? Tunggu aku, aku akan kesana" Ujar Ray
"Tidak.. Tidak.. Kamu tidak perlu kesini. Biar aku yang kesana" Cegah Keyrani karena tidak ingin jika Ray bertemu dengan Sean
Keyrani kemudian menutup panggilan teleponnya kemudian menyimpan ponselnya kembali di saku celananya.
"Aku harus pergi. Sebelum Ray datang ke sini mencariku" Ujar Keyrani bangkit dari duduknya
Keduanya kemudian kembali, dengan pembicaraan yang terhenti begitu saja. Membuat Sean hanya bisa pasrah, meski dirinya begitu penasaran dengan jawaban Keyrani.
Sean mengantar Keyrani kembali ke lantai kamarnya, sementara dirinya turun ke lantai dasar karena kamarnya berada di lantai dasar.
...***...
Keyrani kemudian kembali ke kamar, mendapati Ray yang kini berjalan mondar mandir menunggu kedatangannya dengan raut wajah khawatirnya.
"Apa yang kamu lakukan di Rooftop jam segini? Bukannya kamu hanya mengatakan akan kamar Lisa?" Tanya Ray tepat setelah ia melihat Keyrani masuk ke dalam kamar
"Aku bertemu dengan Sean" Jawab Keyrani jujur sembari meletakkan ponselnya di meja berniat untuk mandi
"Sean? Apa yang kalian lakukan? Berdua? Di jam seperti ini? Dan itu di Rooftop hotel?" Ujar Ray menghujani Keyrani dengan semua pertanyaannya
Keyrani berbalik kemudian menatap Ray "Berhenti berprasangka negatif tentangku dan Sean. Kami hanya berteman. Dan aku bertemu dengannya hanya untuk berpamitan. Itu saja tidak lebih" Jawab Keyrani mempertegas kembali hubungannya dengan Sean yang selalu disalahpahami
__ADS_1
"Pamit? Apa hubungan kalian seistimewa itu sampai kamu harus menemuinya hanya untuk sekedar berpamitan" Tanya Ray kembali masih dengan nada menuntutnya
"Cukup Ray.. Aku sudah katakan kami hanya berteman dan wajar bagi seorang teman untuk saling berpamitan. Hentikan semua pikiran-pikiran negatifmu tentangku. Aku ingin mandi" Ujar Keyrani sebelum akhirnya berjalan masuk ke dalam kamar mandi
"Key.. " Panggil Ray namun Keyrani sudah masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Ray yang kini menggaruk gusar rambutnya
...***...
Lagi-lagi Ray termakan emosinya sendiri, berulang kali ia meyakinkan dirinya berusaha untuk tidak merasa cemburu. Tapi tetap saja ia tidak bisa menahannya untuk tidak merasa marah akan kehadiran Sean.
Ray kemudian memutuskan untuk keluar dari kamar dan berniat turun menuju ke bar yang ada di hotel tersebut. Yang tentu saja bar ini hanya berisi minuman saja tidak lebih.
Ray duduk di meja bartender sembari meneguk minuman yang telah di pesannya.
"Kamu tidak akan bisa menikmati rasanya jika langsung meneguk nya seperti itu" Ujar seseorang tiba-tiba dari arah belakang Ray
Ray kemudian menoleh ke arah suara tersebut berasal "Sean.." Ujar Ray sontak berdiri namun Sean kini duduk di samping
"Duduklah, aku tidak mempunyai niat apa-apa. Aku sama sepertimu, datang untuk minum" Ujar Sean menuang minuman pada gelasnya dan meneguk nya pelan
Ray kemudian mengikuti perkataan Sean dan duduk kembali di kursinya, namun masih dengan sorot pandangan kesal menatap Sean.
"Aku tidak tahu apa yang membuatmu menatapku seperti itu. Tapi bukankah seharusnya aku yang menatapmu seperti itu?" Ujar Sean peka akan pandangan Ray dan balik membalas tatapannya
"Kamu menyukai Keyrani kan?" Tanya Ray kemudian
"Iya. Aku menyukainya" Jawab Sean yang sontak membuat Ray mencengkeram erat kerah bajunya
"Setidak percaya ini kamu dengan hubungan kamu dan Keyrani" Tutur Sean santai
"Hentikan omong kosongmu itu" Ketus Ray
"Seharusnya kamu lebih percaya akan hubungan kalian dan lagi bukanlah seharusnya kamu menginteropeksi dirimu sendiri. Kamu berpacaran dengan Keyrani tapi berani membawa gadis lain" Ujar Sean tajam dengan tatapan meremehkan
Mendengar ucapan Sean, emosi Ray semakin meluap. Karena ternyata Sean mengetahui alasan pertengkarannya dengan Keyrani dan tanpa sengaja tangan kanan Ray naik memukul wajah Sean.
Tak ingin rugi begitu saja, Sean berdiri dan segera membalas kembali pukulan Ray membuatnya jatuh tersungkur di lantai.
__ADS_1
"Aku hanya memperingatimu sekali. Gadis seperti Keyrani, kemanapun dia pergi. Dia akan selalu menjadi incaran pria lain dan bukan hanya aku. Jadi sebaiknya jaga baik-baik dia disisimu, karena jika tidak. Orang pertama yang berurusan denganmu adalah aku. Karena aku sudah menaruh hati padanya" Ujar Sean mengancam dengan nada penuh penekanan sembari mencengkram kerah Ray
Namun sebelum Ray membalas perkataannya, Sean segera melepas cengkaramannya dan berbalik pergi meninggalkan Ray dengan tangan yang masih terkepal. Sementara Ray hanya bisa diam menahan emosi, hingga tanpa sadar tangannya terkepal memukul lantai.