Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Frustasi


__ADS_3

Tanpa sadar Keyrani tertidur dalam pelukan Ray saat berusaha membujuknya. Dengan pelan Ray membaringkan nya di kasur dan menutupinya dengan selimut. Menatapnya sejenak, kemudian beranjak pergi meninggalkan kamar dan turun ke bawah.


Sesampainya di bawah, Ray mendapati Rian di dapur yang saat ini tengah duduk sembari memutar-mutar gelas minumannya.


Ray duduk di kursi dekat Rian, kemudian meraih minuman di depannya dan menuang nya pada gelas.


"Bukankah Kakak terlalu berlebihan?" Tanya Rian memulai pembicaraan dan memecah keheningan diantara keduanya


"Kamu tidak bisa berkata seperti itu, dihadapan orang yang pernah kehilangan" Jawab Ray


"Bukan hanya Kakak yang kehilangan" Balas Rian


"Rian.. " Ray meraih kerah baju Rian menatapnya tajam yang juga dibalas tatapan tajam oleh Rian


"Kenapa? Memang benar yang aku katakan. Bukan cuma Kakak yang kehilangan, Aku juga" Tutur Rian dengan penuh penekanan


"Aku merasa frustasi saat aku tidak bisa menemukan Keyrani. Aku hampir kehilangan kewarasan ku. Aku tidak perduli jika dia  tidak menyukaiku dan hanya menganggapku sahabat, tapi Aku tidak bisa jika harus kehilangan dirinya Kak... Aku benci saat diriku tidak bisa berbuat apa-apa... " Sambung Rian dengan suara bergetar yang kini memegang pundak Ray sembari menunduk yang mungkin air matanya sudah mengalir


Bukan hanya Ray yang merasa terpukul akan kejadian yang lalu. Rian juga merasakan hal yang sama. Terpukul dan tersiksa karena tidak bisa bertemu dengan Keyrani. Setiap hari dirinya berada di bengkel Kak Jeri berharap jika sewaktu-waktu Jeri datang ke bengkel tersebut.


Namun hari perlahan berlalu, tanpa ada kabar sama sekali yang didapatnya. Dirinya hanya bisa duduk meratapi dirinya yang tidak berguna, karena tidak mampu menemukan Keyrani.


Ray terdiam. Dirinya tahu betul apa yang dirasakan oleh adiknya kini. Rasa sakit dan ketidakberdayaan karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk orang yang dicintai.


"Biarkan aku disini Kak... Aku tahu Kakak merasa risih dan kesal dengan kehadiranku disini, tapi biarkan Aku tetap disini Kak. Biarkan aku berada di samping Keyrani hingga aku merasa lelah dan pergi atas kemauan ku sendiri. Karena aku tahu, aku tidak akan pernah bisa masuk di antara hubungan kalian" Ujar Rian masih dengan suara bergetar


Rian lebih memilih menahan sakit dan perih karena melihat orang yang dicintainya bersama dengan orang lain. Ketimbang tidak bisa melihatnya sama sekali.

__ADS_1


Ray yang tadinya ingin memperingati Rian untuk menjauh dari Keyrani dengan terpaksa mengurungkan niatnya. Hatinya ikut merasakan sakit melihat kondisi Rian.


Ray meraih tangan Rian dan memeluk dirinya. Menepuk punggungnya untuk sekedar menghiburnya. Dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa akan ada hari dimana keduanya akan saling mencintai gadis yang sama. Merasakan sakit yang sama karena kehilangan orang yang disayangi. Dan salah satu diantara keduanya harus menelan pahit karena cinta yang tak terbalaskan.


Tak jauh dari tempat keduanya, Keyrani yang tadinya terbangun karena merasa haus menghentikan langkahnya saat mendekati dapur karena tiba-tiba mendengar penuturan Rian yang kini menangis di pelukan Ray.


Rasa bersalah menyelimuti dirinya karena telah menjadi penyebab renggang nya hubungan Kakak Beradik ini. Entah apa yang istimewa dari dirinya hingga membuat kedua pria ini menyukainya. Bahkan meneteskan air mata mereka saat kepergian dirinya. Yang bahkan tidak pernah ia lakukan pada dirinya sendiri.


Keyrani mengurungkan niatnya ke dapur kemudian kembali naik ke kamar karena tidak sanggup berhadapan dengan keduanya untuk saat ini.


...***...


Waktu perlahan berlalu, Keyrani masih diam di tempat tidur tidak berniat keluar dari kamar untuk saat ini. Beberapa kali ia bangkit dan berdiri di dekat jendela, kemudian kembali lagi berbaring di kasur menunggu kedatangan Ray.


Hingga tak berselang lama kemudian, pintu kamar terbuka menampilkan Ray yang masih menunduk dengan raut wajah murung.


"Hmm.. " Gumam Keyrani


"Kamu tidak akan meninggalkanku bukan?" Tanya Ray tiba-tiba membuat Keyrani berbalik ke arahnya, menatapnya lekat kemudian mengelus rambut Ray pelan


"Tidak akan. Kamu tahu itu" Jawab Keyrani yakin dengan hatinya


Ray tahu akan hal itu. Tidak ada keraguan dalam dirinya untuk Keyrani. Tapi tetap saja, rasa takut masih menggerogoti hatinya. Takut jika sewaktu-waktu Keyrani berpaling darinya. Terutama setelah dirinya mengetahui, perasaan Rian yang ternyata begitu dalam untuk Keyrani.


Belum lagi, Ray kembali di hadapkan oleh rasa dendam yang masih tersimpan di hatinya. Dirinya masih belum berhasil membalaskan rasa sakit yang diterimanya akibat ulah dari Ibu tirinya.


Jika bukan karena rasa dendam ini, mungkin dari sejak lama Ray sudah meresmikan hubungannya dengan Keyrani. Menjadikannya satu-satunya perempuan dalam hidupnya.

__ADS_1


Namun, dirinya benar-benar tidak berdaya. Rasa sakit dan trauma yang dialaminya semakin hari semakin besar. Dirinya tidak akan bisa bernafas dengan lega jika belum bisa membalaskan rasa sakit yang dialami orang tuanya.


"Maafkan Aku Key. Jika bukan karena... "


"Cukup Ray. Aku tahu. Kamu tidak perlu meneruskannya lagi. Aku akan tetap berada di sisimu" Potong Keyrani paham jika kekasihnya ini dilema karena rasa dendam yang masih tersimpan di hatinya


"Aku tidak akan melarangmu. Lakukan apapun yang kamu mau, selama itu sesuai dengan kata hatimu" Sambung Keyrani kemudian


Mendengar penuturan Keyrani, Ray semakin mengeratkan pelukannya membawa Keyrani masuk ke dalam dekapannya.


"Aku tidak akan menundanya lagi" Batin Ray yang selama ini selalu menunda rencananya untuk membalas ibu tirinya.


Dari sejak kencan pertama yang dilakukannya dengan Keyrani, dirinya sudah berniat untuk memulai rencananya hanya saja ia tidak pernah menyangka akan dihadapkan pada keadaan seperti itu membuatnya begitu terpukul hingga melupakan semua rencananya.


...***...


Waktu menunjukkan pukul 9 malam saat Ray terbangun dari tidurnya, sementara Keyrani masih tetap terlelap di sampingnya.


Ray bangkit dari tidurnya kemudian berjalan ke arah ruang kerjanya. Meraih ponsel yang ada di meja kemudian menghubungi asistennya Jhon.


"Bagaimana persiapanmu?" Tanya Ray kemudian saat panggilannya terhubung


"Sudah siap Tuan. Rapat pemegang saham akan diadakan besok sesuai keinginan Tuan" Jawab Jhon dari seberang


"Bagaimana dengan Leon?" Tanya Ray karena belum mendapatkan informasi apapun terkait saudara sepupunya


"Seperti dugaan Tuan. Leon menggelapkan beberapa dana perusahaan dan juga orang yang kita tempatkan disisinya sudah mendapatkan beberapa bukti akan kelainan dalam dirinya" Jawab Jhon sebelum akhirnya Ray memutus panggilannya

__ADS_1


Sudut bibir Ray naik mendengar penuturan Jhon. Meski dirinya masih menyimpan video Leon yang lalu, tapi tetap saja semakin banyak bukti akan semakin memberatkannya sehingga Leon atau pun Ibunya tidak akan memiliki kesempatan untuk membantah lagi.


__ADS_2