
Mobil yang dikendarai oleh Jhon perlahan memasuki sebuah gerbang rumah yang sudah tidak asing lagi bagi Ray. Sejak kepergiannya 11 tahun yang lalu, Ia sudah tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di rumah tersebut. Rumah dengan begitu banyak kenangan yang dilaluinya bersama Ibu maupun Ayahnya yang telah lama pergi.
Ray keluar dari mobil sembari memperbaiki pakaiannya, sembari memperhatikan sekitar rumah yang tampak tidak berubah.
"Brian kembali Ma, Pa" Batin Ray sebelum akhirnya melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah diikuti oleh Jhon dari belakang
Keduanya masuk ke dalam rumah yang mana di dalam rumah sudah terdapat pak pras yang sudah sedari tadi menunggu kedatangan keduanya.
Menyadari kedatangan Ray, dengan sigap Pak Pras bangkit dari duduknya kemudian menyambut kedatangan Ray sembari mungsap matanya yang tampak berkaca-kaca karena terharu. Anak 12 tahun yang dulu dianggapnya hilang bahkan meninggal kini berdiri di hadapannya dengan identitas yang baru.
Ketiganya kemudian duduk di sofa. Sementara itu, Elsa yang mendengar kedatangan Pak Pras segera bergegas turun ke ruang tamu untuk menyanbutnya.
Namun pandangannya teralihkan pada sosok pria yang tidak asing baginya yang kini berbincang dengan Pak Pras, pengacara ahli waris suaminya.
"Ada apa ini? Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Elsa heran saat menghampiri ketiganya dan menatap ke arah Ray yang kini menatapnya dengan sebuah smirk di wajahnya
"Duduklah dulu" Balas Ray mempersilahkan Elsa untuk duduk di sofa sebelum memulai pembicaraan
"Itu benar, silahkan Ibu duduk dulu karena sepertinya pembicaraan hari ini akan memakan waktu lama" Sambung Pak Pras
Elsa akhirnya memutuskan duduk di sofa, dengan raut wajah bingung sekaligus khawatir.
"Seperti yang Bu Elsa ketahui, seluruh harta kekayaan dari Pak Delon akan diwariskan pada anak kandungnya Brian Carlos Redwoof. Tapi karena insiden 11 tahun yang lalu, dimana Brian tiba-tiba saja menghilang sehingga seluruh harta warisan diberikan pada Ibu sebagai perwakilan untuk mengurusnya"
Elsa mendengarkan dan mencerna satu per satu kata-kata Pak Pras yang semakin membuatnya merasa tidak nyaman "Iya. Bukankah kita sudah membahasnya. Jadi untuk apa lagi Pak Pras datang mengungkitnya?"
__ADS_1
"Benar yang Bu Elsa katakan. Tapi beberapa waktu lalu, aku mendapat kabar bahwa Brian masih hidup" Jawab Pak Pras menatap Ray
Elsa mengikuti arah pandangan Pak Pras, keningnya mengkerut seolah bisa menebak apa yang akan Pak Pras katakan selanjutnya.
"Dia adalah Brian Carlos Redwoof. Anak kandung dari Pak Delon Redwoof" Sambung Pak Pras sedikit terisak karena Delon merupakan sahabat karibnya dan dengan alasan itulah Delon memberikan kepercayaan pada Pak Pras untuk menjadi pengacara ahli waris nya
Deg.. Jantung Elsa tiba-tiba terpacu mendengar penuturan Pak Pras sembari menunjuk Ray kaget karena sejak pertama kali bertemu dengan Ray dirinya sudah tidak merasa asing dengan wajahnya.
"Sebaiknya aku memperkenalkan diriku sendiri. Aku adalah Brian, anak yang 11 tahun yang lalu pergi dari rumah ini" Sahut Brian menatap tajam Elsa
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu? Bagaiman jika kamu hanya mengarang demi mendapatkan harta warisan suamiku?" Tanya Elsa sedikit kesal
"Tentu saja aku punya bukti, Brian memiliki tanda lahir di bahu sebelah kanannya" Jawab Ray menurunkan bajunya memperlihatkan tanda lahir tersebut
"Iya. Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali" Sahut Pak Pras mengingat kembali
Elsa tertegun. Lidahnya keluh tak sanggup berucap. Anak yang 11 tahun lalu ingin dia singkirkan kini duduk di depannya berniat merebut semua darinya.
"Sepertinya kedatanganku membuatmu sedikit syok, untuk itu aku akan memberimu waktu sebelum kamu mengembalikan semua yang sudah kamu ambil dan nikmati selama ini"
"Tidak.. Aku adalah istri sah dari ayah kamu" Sela Elsa
"Lalu kenapa? Aku adalah anak kandungnya. Jadi sebelum aku bersikap kasar sebaiknya kamu segera pergi dari rumah ini. Karena jika tidak, kamu juga akan kubuat mendekam di penjara" Ujar Ray mengancam dengan sorot mata tajam
"Apa maksudmu?" Tanya Elsa bingung karena selama ini dirinya selalu menjaga reputasinya dan tidak berbuat sesuatu hal yang salah
__ADS_1
"Aku masih menyimpan bukti penyebab kecelakaan ayahku" Jawab Ray membuat Elsa terperanjak kaget di tempatnya "Jadi sebaiknya, segera turuti semua permintaanku dan keluar dari rumah ini" Sambung Ray masih dengan suara mengancam
"Ini tidak mungkin.. " Gumam Elsa syok sembari menggelengkan kepalanya tidak percaya
Sementara Ray kini bangkit dari duduknya fiikuto oleh Jhon "Aku akan memberimu waktu 3 hari., lewat dari jangka waktu itu jangan salahkan aku jika tidak sungkan dan tidak melihat hubungan di antara kita" Ujar Ray sebelum akhirnya beranjak pergi keluar dari rumah
"Maaf Bu. Untuk masalah ini saya tidak bisa membantu, karena semua harta milik Pak Delon jatuh pada tangan Anaknya Brian. Jadi sebaiknya Ibu menuruti keinginannya" Ujar Pak PPasras menasehati sebelum akhirnya bangkit juga dan meninggalkan Elsa yang masih tertegun kaget di tempatnya tanpa membalas perkataan keduanya
"Aaarrgghhhh" Teriak Elsa kesal dengan nafas yang perlahan memburu dan mata yang memerah karena emosi
Semua pertanyaannya selama ini kita terjawab setelah Ray mengungkapkan identitasnya. Termasuk masalah Leon yang tiba-tiba saja terungkap di khalayak umum yang pastinya merupakan ulah dari Ray.
...***...
Sementara itu di sisi lain, Leon yang saat ini berada di penjara, sama sekali tidak disambut dengan baik oleh tawanan yang lain. Hal ini bermula, ketika seseorang diantara mereka menyebarkan berita bahwa Leon ditahan karena melakukan pelecehan kepada wanita baik dari kalangan anak-anak hingga remaja.
Tentunya hal ini membuat para tawanan merasa jijik dan emosi hingga memanggil Leon sebagai penjahat kelamin. Karena sebagian besar dari mereka masuk ke penjara karena kasus yang sepele yakni mencuri.
Untuk itu, tak jarang dari tawanan yang memiliki kasus yang sama, bolak balik masuk ke rumah sakit karena luka yang diterimanya. Khususnya pada bagian alat kelaminnya, karena para tawanan tidak ingin jika orang tersebut bebas dan melakukan kejahatan yang sama lagi.
Seperti yang di alami Leon, yang kini meringkuk di dalam kamar mandi karena ulah dari beberapa tawanan yang memukulinya pada saat mandi, mengingat para tawanan mandi dalam satu ruangan sehingga Leon tidak bisa dengan begitu saja menghindar.
"Aaarrhghhh... " Teriak Leon histeris
Baru 1 minggu sejak dirinya masuk ke penjara dan ia sudah mengalami hal seperti ini. Entah apa lagi yang akan terjadi kepadanya mengingat waktu hukumannya 2 tahun penjara, terasa singkat namun lama saat menjalaninya
__ADS_1