Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Mencari


__ADS_3

Ray segera berjalan menuju ke ruangan pengawasan CCTV hotel di ikuti oleh Jeri di belakangnya. Keduanya memasang raut wajah serius. Meski keduanya berasa khawatir, keduanya memilih mengesampingkan nya terlebih dahulu karena keselamatan Keyrani adalah fokus utama keduanya.


"Dia memang meninggalkan hotel pukul 8. Selain itu tidak ada yang aneh" Ujar Jeri menatap ke layar memperlihatkan Keyrani yang menaiki taxi


"Cari tahu tujuan taxi itu dan kirimkan kepadaku. Dan juga lacak ponsel Keyrani" Perintah Ray pada Jhonny sebelum akhirnya berlari meninggalkan ruangan begitu pun dengan Jeri


Keduanya segera meninggalkan hotel dengan mengendarai mobil yang berbeda untuk mempercepat pencarian.


...***...


Sementara itu, di sebuah ruangan yang terlihat begitu mewah seorang gadis yang tak lain adalah Keyrani tengah berbaring tak sadarkan diri di kasur dengan seorang pria yang duduk di dekatnya yang tak lain adalah Sean dalang dibalik semua ini.


"Maafkan aku Key.. Aku terpaksa berbuat seperti ini. Aku benar-benar tidak rela jika kamu menghabiskan seluruh hidupmu bersama pria seperti Ray. Dia tidak pantas untuk dirimu" Ujar Sean perlahan mengelus wajah Keyrani lembut dengan mata penuh obsesi


Dari awal Sean tidak pernah berniat menikah dengan gadis mana pun karena dihatinya Keyrani sudah menjadi satu-satunya gadis yang ia cintai. Ia tidak pernah benar-benar merelakan Keyrani bersama dengan Ray. Khususnya setelah mengetahui semua masa lalu buruk Ray.


Tok... Tok.. Tok..


"Tuan... " Panggil seorang pria dari balik pintu


Sean yang mendengarnya segera bangkit dan keluar dari kamar dengan langkah pelan, jika saja dirinya membangunkan Keyrani.


"Ada apa?"


"Mereka sudah mulai bergerak tuan" Ujar pria tersebut masih dengan kepala menunduk


"Biarkan saja. Mereka tidak akan menemukan apapun, kecuali kamu membuat kesalahan" Tutur Sean dengan suara penuh penekanan dan menatap tajam bawahannya itu


"Tuan tidak perlu khawatir. Semua CCTV termasuk saksi sudah dibereskan"


"Pergilah" Pinta Sean tajam


Sean kemudian berbalik dan kembali membuka pintu kamar tersebut untuk memeriksa keadaan Keyrani namun memilih tidak masuk jika saja ia tiba-tiba sadarkan diri karena terlalu banyak gerakan.


Setelah dirasanya aman, Sean kembali menutup pintu kamar tersebut. Tak lupa ia mengunci pintu kamar tersebut. Namun belum selesai ia memutar kunci tersebut, ia tiba-tiba membukanya kembali dan masuk ke dalam kamar.


Sean berjalan perlahan mendekati Keyrani dan duduk di dekatnya. Tangannya naik mengusap wajah Keyrani yang terlihat berkeringat.


"Kamu sudah sadar?" Ujar Sean tersadar karena posisi tidur Keyrani yang berubah dari sejak ia meninggalkan kamar

__ADS_1


Keyrani terbangun bertepatan saat Sean keluar dari kamar dan tanpa sengaja mendengar percakapan Sean dan bawahannya tadi.


"Kenapa aku disini? Apa yang kamu lakukan?" Tanya Keyrani segera menjauhkan dirinya dari Sean dengan tatapan meminta penjelasan


"Bukankah wajah jika aku membawa calon istriku pulang" Ujar Sean dengan smirk


"Calon istri? Apa maksudmu Sean? " Tanya Keyrani mencoba mencerna semuanya


"Key... Lupakan Ray dan datanglah padaku. Aku bisa memberikan semuanya sama seperti Ray. Aku benar-benar sangat mencintaimu.. Hmmm.. " Tutur Sean menggenggam erat tangan Keyrani


"Tidak... Apa yang kamu lakukan.. Aku ingin pulang.. " Ujar Keyrani segera turun dari kasur namun tentu saja segera di tahan oleh Sean yang sontak menarik tangannya kembali ke kasur


"Biarkan aku pergi Sean.. " Ujar Keyrani berontak saat Sean memeluknya


"Diam" Teriak Sean mengeratkan pelukannya sembari mengelus rambut Keyrani


Dalam pelukan Sean, Keyrani berhenti melawan dan pasrah menerima perlakuannya. Air matanya jatuh tak tertahankan, perasaannya dipenuhi rasa takut dan kecewa. Ia benar-benar tidak menyangka, Sean akan berubah dan terobsesi pada dirinya.


"Istirahatlah.. Aku akan kembali lagi nanti" Ujar Sean perlahan melepas pelukannya kemudian pergi meninggalkan Keyrani yang kini menunduk dan membekap mulutnya berusaha menahan tangis


"Aku akan menunggumu Ray.. " Gumam Keyrani yakin akan Ray yang akan datang menyelematkannya dan memilih mengikuti permainan Sean hingga Ray datang


...***...


"Kalian telah salah mencari musuh" Ujar Ray tajam sembari mengeratkan pegangannya pada setir mobil


Perasaan amarah yang sejak dulu sudah tidak pernah ia tunjukkan, kini terlihat dengan begitu jelas dari sorot matanya.


Dengan cepat ia segera tiba di alamat tersebut. Sebuah Restoran mewah yang merupakan tempat paling mungkin melakukan penculikan khususnya di ruangan VIP.


"Bagaimana?" Tanya Ray setelah mendapati Jeri yang ternyata telah tiba lebih awal di tempat tersebut


"Semua rekaman CCTV sudah mereka hapus" Ujar Jeri


"Aku tidak akan pergi tanpa mendapat informasi dari tempat ini. Bahkan meskipun tanpa rekaman CCTV itu, akan kubuat mereka mengungkapkannya" Ujar Ray tajam menatap restoran tersebut


"Tentu saja. Semuanya sudah aku atur sebelum kedatanganmu" Ujar Jeri santai namun masih dengan nada seriusnya


"Semua yang ada di restoran itu termasuk tamu adalah bawahannku, aku sudah mengatur semuanya sebelum kamu datang. Jadi tidak akan ada yang akan curiga dengan apa yang kita lakukan di dalam" Ujar Jeri menjelaskan semua persiapan yang dilakukannya sejak ia menerima alamat tersebut

__ADS_1


"Seperti yang diharapkan" Ujar Ray mengakui


Meski dirinya sudah lama berkelut di dunia hitam, tapi pengalamannya masih di bawah ketimbang Jeri. Kecepatan analisis dan perencanaan Jeri jauh lebih cepat dari pada dirinya.


Tak ingin berlama-lama, keduanya segera masuk ke dalam restoran yang kemudian di arahkan memasuki salah satu ruangan VIP yang merupakan ruangan tempat Keyrani terakhir kali.


"Sesuai perintah tuan, semua karyawan telah dikurung di ruangan sebelah dan dia manager restoran ini" Ujar salah satu bawahan Jeri sembari menunjuk salah seorang yang kini duduk dengan kaki terikat dan mulut yang tertutup lakban


"Bagaimana dengan pemiliknya?" Tanya Ray menatap ke arah Jeri


Jeri tidak menjawab dan hanya memperlihatkan smirk di wajahnya yang artinya dia sudah mengurus semuanya.


Ray berjalan mendekatinya dengan sorot mata tajam penuh intimidasi dan melepas lakban tersebut dari mulutnya.


"Ka..lian si..si..apa?... " Tanyanya penuh takut dan suara yang bergetar karena kaget


"Kamu tidak perlu tahu dan kamu hanya perlu menjawab semua pertanyaanku dengan jujur tanpa terkecuali" Pinta Ray tajam kemudian mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Keyrani


"Liat baik-baik. Dia adalah salah satu tamu VIP di restoran ini tadi pagi. Atas nama siapa ruangan ini dipesan?" Tanya Ray


"Ada banyak tamu di restoran ini.. Aku tidak mungkin mengingat wajah mereka semuanya" Jawabnya mengelak


Mendengar hal tersebut, membuat Ray emosi dan mematahkan satu pernah satu jari tangannya membuatnya berteriak kesakitan


"Aaakkkhhhhh..." Teriak pria itu kesakitan


"Katakan sejujurnya, sebelum semua tulang di tubuhmu aku patahkan satu persatu" Ancam Ray bersiap mematahkan jari-jarinya yang lain


"Berhenti.. Aku akan mengatakannya.. Dia memang salah satu tamu di restoran ini. Semua reservasinya di pesan oleh seorang wanita" ujar manager tersebut sembari menahan rasa sakit di tangannya


"Wanita? Katakan dengan jelas"


"Ruangan ini memang dipesan oleh seorang wanita, namun dia tidak memakai namanya melainkan nama seorang pria, Sean" Ujar manager tersebut menjelaskan


"Aku hanya mengetahui hal tersebut. Aku tahu aku salah. Aku dibutakan oleh uang" Tutur manager itu kembali dengan penuh penyesalan


"Lacak keberadaan Sean" Perintah Ray tegas kepada Jhonny


Dari awal baik dia dan Jeri sudah menduga hal ini. Hanya saja, pergerakan lamanya membuat Sean memanfaatkan hal tersebut dan bergerak lebih cepat dari dirinya.

__ADS_1


"Pergilah.. Urusan disini biar aku yang menyelesaikannya. Aku akan menyusulmu setelah membereskan semua ini" Ujar Jeri menatap manager itu layaknya hewan buruan di hutan


__ADS_2