El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
97. Hadapi atau Hindari III


__ADS_3

Inuya membawa Tazuya kesebuah sisi lain dari Museum untuk menenangkan emosinya yang masih belum stabil karena provokasi dari Rough Polly. Walau Inuya mengatakan bahwa ini adalah perintah dari Rigel, namun Tazuya menolaknya dengan berdalih bahwa ia bisa mengontrol kekuatannya dan meminta untuk mempercayainya


“ Tunggu disini sambil tenangkan dirimu ! “ Ujar Inuya


“ Oi Tunggu ! Aku akan-“


“ Ini perintah dari Tuan Rigel karena kamu hampir saja membuat identitasmu terbongkar didepan umum ! Jadi tunggulah disini sambil menenangkan emosimu ! “ Jelas Inuya sambil meminta Tazuya untuk tetap tenang


“ Tenang ?! Bagaimana aku bisa tenang jika dia masih ada disini ?! “ Tanya Tazuya yang tidak terima untuk tidak diikut sertaka dalam pertarungan


“ Hei ! Itu adalah perintah dari Tuan Rigel ! Kau dengan bodohnya hampir membocorkan identitasmu didepan umum karena kekuatanmu ! Jadi tetaplah disini sambil kamu merasa bisa tenang ! Soal wanita itu... percayakan dan serahkan semuanya kepada kami ! “ Ujar Inuya dengan nada jengkelnya kepada Tazuya


“ Wanita itu sebenarnya punya urusan denganku dan itu belum selesai ! Mana bisa aku membiarkan dia lari begitu saja untuk bertarung dengan yang lain ! “ Gerutu Tazuya


“ Ayolaaah ! Itu yang mengatakan Tuan Rigel loooh~ bukan aku ! Lagipula masih banyak orang-orang yang berkeliaran ditempat ini ! Bisa celaka jika ada yang melihatmu dan mulai mencurigaimu ! “ Ujar Inuya


“ Aku adalah calon Alpha ! Dan... huuuuuf... maaf jika aku selalu bertindak egois dan rasa kepedulianku terhadap kalian membuat dirimu melihat aku sangat egois ! “ Sahut Tazuya yang langsung menurunkan nada bicaranya karena ia sadar jika semua orang sebenarnya sangat mengkhawatirkan dirinya


“ Kami tidak hanya menyalahkan dirimu... aku dan yang lain... termasuk Tuan Rigel sebenarnya sangat peduli dan khawatir denganmu ! Jadi cobalah untuk patuh dengan peringatan orang lain jika itu ada hubungannya demi kebaikanmu ! “ Jelas Inuya sambil meyakinkan Tazuya untuk tidak bertindak egois


“ Inuya ! Kamu... “


“ Oke ! Kalau begitu aku pergi dulu yaaa ! Mantap- mantaplah disini sampai kamu sudah merasa tenang bersama DECA-I “ Ujar Inuya sambil melihat DECA-I yang baru saja datang menghampiri mereka


“ Hohohohoooooooooo~ Aku dataaaaaaaang~ “ Sahut DECA-I dengan nada kegirangannya


“ Baik ! Aku percayakan dengan kali- “


( BUUUUUUUUUUM ! )


“ A- Apa itu ?! “ Tanya Tazuya yang panik saat mendengar suatu ledakan dari dalam Museum


( BUUUUUUUUUUUUUM )


“ Dari atas ! “ Ujar Inuya yang sadar jika ledakan tersebut berasal dari atas mereka


Tiba-tiba, langit- langit dinding diatas mereka jebol dan terlihat Ataru tiba-tiba terjatuh tepat didepan mereka karena serangan dari SISTER yang sangat keras. Ataru memperingatkan Inuya dan Tazuya untuk berhati-hati karena Rough Polly tidak hanya mengandalkan SISTER untuk bertarung melawan mereka


( BRAAAAAAAAAAK ! )


“ Ataru ! “


“ Hati- hati ! Wanita itu... sebenarnya tidak mengandalkan robot gila ini saja untuk mengalahkan kita ! “ Ujar Ataru yang berusaha untuk bangkit


“ Apa ?! “ Inuya dan Tazuya terkejut mendengar apa yang dikatakan Ataru


“ Hah ! Ternyata disini sisanya ! “ Ujar Glabe sambil turun keruangan tersebut bersama dengan SISTER


“ Oh tidak ! Lagi- lagi dia ! “ Ujar Tazuya sambil memeluk DECA-I


“ Heeeeei~ kalian rindu denganku~ aku rasa tidak ! Yaaaa lupakan saja deeeeh~ bisakah kita langsung saja bertarung ! Aku tidak sabar untuk membuat kalian babak belur sama seperti kedua teman perempuan kalian diatas sana ! “ Ujar Glabe sambil menunjukan Ryuga dan Jubei yang sudah dikalahkan olehnya dengan muda


“ Dua teman perempuan ? Okeee~ untuk yang memakai Battlesuit berwarna Pink itu sebenarnya dia adalah seorang laki-laki ! “ Celetuk Inuya sambil mengatakan jika Ryuga Mangetsu bukanlah seorang perempuan hanya karena memakai Battlesuit berwarna Pink


“ Mau laki- laki atau perempuan aku tidak peduli ! Dia memberikan pertarungan yang buruk jika dikatakan sebagai petarung yang jantan ! “ Ejek Glabe


“ Heh ! Kau bicara begitu seolah merasa paling tangguh saja yaaa~ “ Celetuk Tazuya


“ Baiklah ! Kelihatannya Rough benar- benar payah dalam membujuk pihak musuh untuk berbuat baik dengan kami ! Tapi jika kalian mau tahu akan alasan kami... aku akan langsung keintinya saja ! “ Ujar Glabe sambil mengeluarkan pedang listrik kearah mereka bertiga


( ZZSSSSSH )


“ Beritahu kami dimana Energateez ! “ Tanya Glabe yang bersiap untuk untuk menyerang mereka


“ Jadi kau memaksa kami untuk tahu dimana ia sekarang berada ? “ Tanya Ataru


“ Jangan pura- pura jadi bodoh ! Aku tahu kalian pasti sedang menyembunyikannya disuatu tempat ! Jika kalian peduli dengan nyawa kalian... lebih baik beritahu kami... DIMANA ENERGATEEZ DAN TUAN MUDA DULLART ! “


Glabe bersama dengan SISTER melesat cepat kearah mereka bertiga sambil bersiap untuk menyerangnya. Namun Tazuya yang masih belum stabil untuk mengontrol emosinya langsung menggunakan Psikokinesisnya dan mendorong kedua musuh tersebut dengan kuat sampai menembus keruangan lain


“ Ataru ! A- “


“ HAAAAAAAAAAH ! “ Tazuya langsung menggunakan Psikokinesisnya untuk mendorong Glabe dan SISTER dengan kuat


( WUUUUUUUUUUUSSSH )


“ UWAAAAAAAAAAAAAAAAAA “


( BRAAAAAAAAAAAK !!! )


Disaat Rigel sedang menghadapi Rough Polly, ia tiba- tiba merasakan kontak spiritual Tazuya yang masih belum stabil dan kembali menggunakan Psikokinesis dalam sekala yang cukup besar. Yang membuat Rigel kehilangan konsentrasi untuk sesaat karena khawatir jika ini akan semakin membuat orang yang disekitarnya mereka mulai mengetahui identitas rahasia mereka berlima


( TRAAAAAANG! TRAAAAAAAAANG! )


“ Uwaaa ! Getaran apa lagi ini ?! Ini lebih kuat dari yang sebelumnya ! “ Ujar Rough Polly yang panik dengan getaran yang dihasilkan dari Psikokinesisnya Tazuya


“ Tazuya ! “ Ujar Rigel dengan ekspresi kecemasannya


“ Jadi itu karena si kecil itu ? Heh ! Dia memang susah ya untuk dikendalikan~ itu karena dia tidak hanya terlahir sebagai Kazenoid Pria pertama didunia... tapi aku bisa melihat jika darahnya Anodyne Trueax benar- benar mengalir deras dalam dirinya ! “ Gumam Rough Polly yang menyadari bahwa getaran tersebut berasal dari Tazuya


“ Heh ! Kau bicara seperti itu sepertinya karena kau sudah merasakan seberapa besar kekuatannya bukan ? “ Tanya Rigel sambil mengeluarkan Anthemusa dan bersiap untuk kembali menyerang Rouh Polly


( SYAAAAAAT! TRAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! )


“ Tentu !  Dan kuakui itu benar- benar luar biasa ! Aku suka kemampuanya ! “ Puji Rough Polly sambil terus menyerang Rigel


( SYAAAAAAT! SYAAAAAAT! SYAAAAAAAAT! TRAAANG! TRAAAAAANG! )


“ Dia sangat menarik jika kami jadikan dia buah tangan untuk dibawa pulang ! Akhirnya target kami semakin banyak dan semakin menantang ! “ Ujar Rough Polly sambil terus  menyerang Rigel


( TRAAAAANG! TRAAAANG! SYAAAAAT! TRAAAAAAAAAANG! )

__ADS_1


Sementara itu, Glabe bersama dengan SISTER berusaha untuk bangkit pasca didorong oleh Tazuya dengan Psikokinesisnya. Sambil bertanya tentang kekuatannya Tazuya, ia langsung disambut Inuya yang dengan cepat bergegas untuk melumpuhkannya dengan Labeja


“ Tadi itu apa ? Tadi itu apa ? “ Tanya SISTER


“ Psikokinesis ya ?! Atau ini kekuatan Fighter ?! Untuk Psikokinesis standar para Kazenoid terkuat ini benar- benar gi- “


“ GELSEMIUM : VENOM ! “


“ SISTER !!! “


“ Awas kau !!! “ SISTER langsung menyerang Inuya dengan Buds-Dronenya


“ AH ! “ Inuya terkejut melihat serangannya SISTER


( BUUUUUUUUUUUUUUUUUMMMM !!! )


Beruntungnya semua serangan tersebut dihentikan oleh Tazuya yang menggunakan kemampuan Perisai Mental-nya kearah Inuya. Walau berterima kasih dengan aksinya, Inuya masih tidak senang karena Tazuya tidak mendengarkan perintah dari Rigel. Saat Ataru kembali membantunya, Inuya meminta Tazuya untuk bergegas menolong dan memeriksa kondisi Ryuga dan Jubei yang masih berada disekitar area Toilet


“ Perisai Mental ! “ Ujar Glabe yang frutrasi melihat aksinya Tazuya


“ Terima Kasih ! Tapi tolong satu hari ini saja kamu patuh dengan apa yang dikatakan Tuan Rigel demi keselamatanmu ! “ Sahut Inuya sambil memberi peringatan kepada Tazuya


“ Itu benar Tazuya-kun ! Percayakan dengan kami ! Lebih baik kamu bergegas untuk memeriksa kondisi Ryuga-san dan Jubei-chan diatas ! “ Ujar Ataru


“ Baik ! Kuserahkan kepada kalian ! Ayo DECA ! “ Tazuya yang setujuh dengan apa yang dikatakan temannya langsung bergegas untuk pergi mencari Ryuga dan Jubei


“ Bagaimana Tuan ? Apa kita bisa melanjutkan pertarungan kita ? “ Tanya Ataru sambil mengeluarkan tongkat sabitnya


“ Tentu saja ! Jadi kalian pikir teman kecil kalian berpikir akan bosan jika hanya diperintahkan untuk membantu sisanya diatas tanpa harus bertarung ? Jangan cemas~ nanti dia merasakan keseruan yang akan datang disana “ Ujar Glabe dengan senyuman liciknya sambil kembali mempersiapkan pedangnya


*****


“ DECA-I ! Periksa apa ada orang lain yang masih ada disekitar ruangan itu “ Perintah Tazuya kepada DECA-I untuk mengecek ruangan disekitar mereka sebelum mencari Ryuga dan Jubei


“ Akan kuperiksa dengan sensorku “


( DECA-I memeriksa situasi dengan sensornya )


“ Ahaaa~ tidak ada siapa- siapa disanaaa~ semuanya aman ! “ Ujar DECA-I


“ Bagus ! Ayo ! “ Ajak Tazuya


Tazuya dan DECA-I sampai ketempat dimana Ryuga dan Jubei berada dan iapun langsung menghampiri mereka untuk memeriksa kondisi mereka berdua. Saat sang pemuda bertubuh kecil tersebut mendekati mereka, Ryuga yang bisa merasakan ada sesuatu bahaya dari bawah bertanya kepada Tazuya tentang situasi dibawah


“ Aaaaah~ itu mereka ! “ Ujar DECA-I sambil melihat Ryuga dan Jubei


“ Ryuga ! Jubei ! “


“ Tazuya ! DECA-I ! “


“ Hideyuki ! Apa yang... baru saja terjadi dibawah ?! “ Tanya Ryuga yang berusaha untuk bangkit


“ Kecelakaan kecil ? “ Tanya Jubei


“ Tidak~ tidaaak~ itu bukan kecelakaan kecil Hideyuki ! “ Ujar Ryuga sambil berusaha untuk bangkit


“ Maaf~ aku benar- benar tidak punya pilihan selain menyingkirnya menjauh dari orang- orang disekitar ! “ Sahut Tazuya sambil mengusap kepala belakangnya


“ Jadi kamu menggunakan itu untuk melindungi Inuya dan Ataru-kun ? Tazuya... kamu harus tahu bagaimana cara mengontrolnya agar tidak bikin kepanikan lagi ! “ Tegur Jubei dengan nada sedikit paniknya


“ Okeee~ okeee~ tenang Jubei ! Nah ! Jadi situasi sekarang bagaimana Hideyuki ? “ Tanya Ryuga sembari menenangkan Jubei untuk tidak panik


“ Agak kacau ! Terlebih sekarang Tazuya sedang menghadapi sang ketua dari Prajurit Elit bersama dengan robot cantiknya ! Tapi kalau menurutku... kita harus- “


( SRRRRK! SRRRRK! SRRRRK! )


“ Hmm ? “ Jubei tiba- tiba mendengar suara sosok yang merayap dibelakang mereka


( SRRRRK! SRRRRK! SRRRRK! )


Saat Tazuya dan Ryuga membicarakan taktik mereka untuk jadi penyerang pembantunya Rigel beserta Inuya dan Ataru, Jubei tiba- tiba mendengar suara merayap yang cukup jelas dari arah belakang mereka


“ Hei ! Kalian dengar sesuatu ? “ Tanya Jubei dengan nada penasaran dan curiganya


“ Hm ? “


“ Suara apa ? “ Tanya Ryuga


“ Se- sesuatu... yang merayap ! “ Ujar Jubei yang masih berusaha untuk mendengar suara tersebut


“ Merayap ? Apa menurutmu ada hewan raksasa yang lepas dari tempat in- “


“ Dengar seksamaaaa Tazuya ! Aku barusan mendengar ada sesuatu... yang merayap di belakang kitaaaa ! Ini bukan sembarang hewan liar ! Dan aku rasa dia datang dari- “


( TEEEEP ! )


“ ITU MAKSUDKUUUUUU ! “ Ujar Jubei berteriak saat ada robot laba- laba seukuran bola sepak yang memiliki satu mata muncul dihadapan mereka


“ A- APA ITU ?! “ Tanya DECA-I dengan nada ketakutannya


“ Hideyuki ! Mereka... mereka... ternyata mengirimkan ini... kepada kita ! “ Gumam Ryuga saat mereka melihat robot laba- laba besar tersebut peralahan keluar satu persatu berkat medali teleportasi


“ Sebanyak ini !!! “ Gumam Tazuya yang mulai panik melihat robot laba- laba tersebut mulai mengelilingi ruangan tersebut


Disaat yang bersamaan dimana Tazuya beserta dengan DECA-I, Ryuga dan Jubei didatangi robot laba-laba besar, Inuya dan Ataru sedang melanjutkan pertarungan mereka melawan Glabe dan SISTER. Alarm SISTER kemudian berbunyi dengan menandakan jika robot laba- laba yang telah dikirim oleh Galaztis sudah dikirim sesuai dengan rencana


( TRAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! )


“ Ah ! Kapten Glabe ! “ Panggil SISTER sambil merasakan alarmnya mulai berbunyi


“ Hmmm ! Sudah mulai ternyata ! “ Gumam Glabe

__ADS_1


“ Mulai ? Apa maksudmu ? “ Tanya Inuya


“ Tidak adaaa~ lagian itu juga tidak ada gunanya jika kalian mau tahu~ “ Jawab Glabe dengan santainya sambil melanjutkan pertarungan mereka


( TRAAANG! TRAAAANG! )


“ Ah ! “ Teriak Inuya yang terkena serangan dari Glabe


( BRUUUUUK ! )


“ Makanya ! FOKUS ! “ Ejek Glabe sambil bersiap untuk menyerang Inuya bersama dengan SISTER


“ HOU OP : VERTRAAGD ! “ Ataru bergegas menggunakan teknik slow-mo untuk menghentikan serangan Glabe dan SISTER


( SRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING )


“ A- A- PA I- INI ?! “ Tanya Glabe yang sadar sepenuhnya jika gerakannya diperlambat oleh Ataru


“ Robotnya ! Inuya-kun lakukan sekarang ! “ Perintah Ataru kepada Inuya untuk menyerang SISTER


“ Heracleum : COLLISION !!! “ Inuya segera bangkit dan dengan cepat langsung meninju SISTER dengan kuat sampai melemparnya keluar Museum


“ Cela- “


( BUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUMMM )


Sementara itu, Tazuya dan yang lainnya diserang oleh serangan laser dari kumpulan robot laba-laba tersebut secara membabi buta. Walau SISTER telah dikalahkan oleh Inuya dengan pukulannya, namun ketiga puluh robot-robot tersebut masih bisa aktif dikarenakan semua dikendalikan oleh Galaztis dari jauh


(ZYUUUNG! ZYUUUUNG! ZYUUUUNG! ZYUUUUUNG! ZYUUUUUUNG! )


“ Uwaaaaaaaaaaaa~ ini makin lama makin banyaaaaaak~ “ Keluh Tazuya sambil berlari menghindari robot tersebut


(ZYUUUNG! ZYUUUUNG! ZYUUUUNG! ZYUUUUUNG! ZYUUUUUUNG! )


“ Ini tidak ada habisnyaaaa ! “ Keluh Jubei yang tetap memanah kearah semua robot-robot tersebut


“ Hyaaaah ! Hyaaaah ! “ Ryuga berusaha menembak dengan sihirnya


( BLAAAR ! BLAAAAR! )


“ Oh’ ho ! Oh’ ho ! Oh’ ho !  Sepertinya mereka semua memiliki program regenerasi yang super cepat ! ” Ujar DECA-I sambil memperhatikan robot tersebut bisa regenerasi walau sudah dihancurkan oleh Jubei dan Ryuga


( SYAAAAAAAT! )


“ Hah ! “ Ryuga yang panik melihat robot tersebut melompat kearahnya langsug menggunakan perisai sihirnya untuk melindungi diri mereka dari robot tersebut


( BUUG! BUUG! BUUUG! BUUUG! BUUUG! )


“ Ciiiiih ! Bisakah mereka memakai metode yang tidak se-ekstrim ini ! “ Keluh Ryuga yang juga takut dengan laba-laba


“ Sepertinya ini tidak mempan jika hanya dikalahkan dengan ditembak ! “ Ujar Jubei yang jadi semakin panik


“ Kalau begini aku memang tidak punya pilihan ! KUSANAGI ! “ Tazuya memutuskan untuk mengeluarkan Possessionnya untuk mengalahkan robot-robot tersebut


“ Hei ! Hati-hati untuk menggunakan kekuatanmu ! “ Peringat Ryuga


“ Jangan cemas ! Ryuga bukakan perisanya ! “ Perintah Tazuya


“ Baiklah ! “ Ujar Ryuga


“ Jubei ! Jangan panik ! Tetaplah disamping Ryuga dan anggap saja semua robot ini adalah hewan liar yang sering diburuh ! Jadi jangan panik ! “ Gumam Tazuya kepada Jubei


“ Ummm... okeee “


“ DECA-I ! Beri aku bantuan dengan memberikan serangan listrikmu kearah mereka agar kami bisa mengalahkannya dengan mudah ! “ Perintah Tazuya sambil bersiap untuk menyerang robot tersebut


“ Kau bisa mengandalkanku~ “ Ujar DECA-I


“ Kita mulai ! 5... 4... 3... 2... 1 ! “


Ryuga dengan cepat membukakan perisai sihirnya dan Tazuya beserta dengan DECA-I dengan cepat pergi kearah kerumunan robot-robot tersebut. DECA-I langsung melancarkan serangan kejutan listriknya ke arah robot laba- laba tersebut untuk mematikan sementara sistem serangan dan pelacak mereka


( ZYAAAAAAAAAAASSSSH ! )


“ Haaaaaaaaaaaah ! “ Tazuya langsung mengarahkan Kuro Kusanagi kearah para robot tersebut


( SYAAAAT! SYAAAAT! SYAAAAT! SYAAAAAT! )


“ Ayo Jubei ! “


“ Yaaaaa ! “


( SYAAAAT! SYAAAAT! SYAAAAT! SYAAAAAT! )


“ Uwaaaa ! “ Teriak Tazuya yang hampir terkena serangannya Jubei


“ Jubei ! Jangan gunakan panah peledak yang skala besar ! Atau Hideyuki dan DECA bisa terkena serangan itu “ Ujar Ryuga


“ Jangan khawatiiiiiir~ Maafkan aku ! “ Sahut Jubei sambil menggantikan serangannya


Dikapal induk, Galaztis yang memperhatikan semua pertarungan mereka cukup senang melihat usaha mereka untuk mengalahkan robot-robot tersebut. Hal ini ia memutuskan untuk menciptakan sesuatu yang menyenangkan untuk mereka bertiga demi memuaskan semangat pertarungan mereka


“ Ohohoho~ sepertinya mereka sangat menikmatinyaaaa~ okeeee~ jika mereka tertarik untuk kembali bertarung maka aku akan buat suasananya kembali menegangkan ! “ Ujar Galaztis sambil tersenyum melihat mereka berempat


Galalztis mengaktifkan tombol merah dikeyboardnya. Seketika semua robot laba-laba tersebut berkumpul menjadi satu dan membentuk sesuatu yang cukup mengerikan didepan mereka


“ A- Apa-apaan ini ?! “ Tanya Jubei yang terheran-heran


“ Oooooh Tidaaaak ! “ Gumam Tazuya yang terkejut melihat apa yang ada didepannya


*****

__ADS_1


__ADS_2