
Dua hari kemudian pasca pertarungan Atraco dan pihak Thetoid dengan V-FIGHTER, terlihat Argus sedang berjalan
menuju ruang laboratorium untuk menamai sang kepala labor tersebut. Di laboratorium, terlihat sang kepala laboratorium sedang melakukan percobaan untuk inovasinya menciptakan kapsul teleportasi yang bisa digunakan jika portal dimensi sedang tidak bisa dipakai atau mengalami suatu kerusakan
“ Pengembalian dimulai ! Memulai penghitungan mundur! 5. . .4. . . 3. . .2. . .1 ! “
( Zyiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnng )
“ Hah ! Bagaimana ? “ Kata si kepala Labor
“ Hei ! Apa-apaan ini ?! Kenapa kepalaku seperti ini ?! Ini adalah penghinaan !” Gerutu yang prajurit saat
menyadari posisi kepalanya menghadap kebelakang
“ Aaaahhh lagipula kamu juga tidak setampan yang aku lihat. Makanya posisi itu bagus untuk orang jelek seperti
dirimu ! “ Ledek sang kepala labor
“ Apaaaaaaaaaaaa ?! “
“ Yayayaya. . .cih. . .dasar mulut besar ! Kukembalikan kau sedia kala ! “
( Zyiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )
“ Nah lihat ! Kembali dengan posisi lama tanpa mengubah kejelekanmu ! “
Disaat sedang melakukan percobaan kapsul tersebut, Argus kemudian memasuki laboratorium. Ia melaporkan kepada sang kepala tentang kondisi ketiga robotnya yang dalam keadaan rusak parah, serta memintanya untuk mencari pengganti robot tersebut dalam misi pencarian Dullart
“ Pak Kepala Tom Louss ! “ Panggil Argus sambill memanggil nama aslinya
“ Ah. . .Jenderal ! Se. . .selamat datang, Jenderal Argus. Apa ada yang bisa dibantu disini ? “ Sambut Pak Kepala Louss
“ Ikut aku. Tolong perbaiki EVA-Q8, Melee-Function dan Mag-Ni5. Mereka benar-benar dalam kondisi yang sangat tidak bagus. Nah, lihatlah “ Jelas Argus sambil membawa Pak Louss ke ruang portal dimensi sambil menunjukan keadaan ketiga robot tersebut
“Astagaaaaaaaaaaaaaaa~ robot-robotkuuuuu ! Apa yang terjadi dengan adikaryaku haaaaaahhhh~ ?! Tadi B.R.O dan sekarang iniiiiiiiiiiiii~ “ Teriak Pak Louss yang panik saat melihat kondisi ketiga robot ciptaannya
“ Nanti kuceritakan. . . apa disini masih ada robot yang bisa dipakai dalam pertarungan ? “ Tanya Argus
“ Aaah. . .Pangeran Morsdantaque meminta untuk mengirimkan 30 B.R.O Killer Type bersama 15 robot pekerja untuk dibawa ke planet Gaa-Naz untuk misi mengambil beberapa sumber daya alam diplanet tersebut. Kabarnya sih. . . planet itu akan dikuasai untuk kepentingan sumber daya alam demi mencari bahan baru untuk menciptakan senjata baru. Untuk robot yang tersisa. . .hmmm. . . EVA series tipe Prototype masih ada bisa digunakan dalam misimu. Oh. . .anda juga bisa membawa GIGANTE bersamanya” Jelas Pak Louss sambil teringat beberapa robot yang telah dibawa dan yang bisa digunakan untuk misinya
“ Hmmm. . . Proto-EVA dan GIGANTE itu sudah cukup. Aku belum ingin menggunakan B.R.O Killer Type. Apa menurutmu mereka bertiga bisa diperbaiki dan diperbaiki jadi tingkat V-2.0 ? “ Argus bertanya tentang kondisi EVA-Q8 dan yang lain
“ Jika anda meinginkannya semuanya beres ! “ Kata Pak Louss dengan senyuman bangganya
Tidak lama kemudian, Pangeran Gretue tidak sengaja melihat mereka berdua dan memanggil Argus untuk pergi keruangan pribadinya karena ada yang ingin ia bicarakan sesuatu kepadanya. Sambil pergi, Argus meminta Pak Louss untuk mempersiapkan apa yang ia minta dan memberikan catatannya kepadanya
“ Argus ? Tom Louss ? “
“ Pangeran Gretue ! Senang bisa bertemu dengan anda ! “ Sambut Argus saat Gretue memanggilnya
“ Ah yaaa. . .senang bertemu dengan anda, Pangeranku ! “ Kata Pak Louss yang ikut memberikan hormat kepadanya
“ Bagaimana dengan misimu, Argus ? “ Tanya Gretue
“ Yaaa seperti itulah. Ada masalah yang tidak begitu kecil “ Jawab Argus sambil melirik kearah ketiga robotnya
“ Aaaah. . . begitu ya. Malang sekali mereka. Kelihatannya mereka baru saja dikalahkan oleh orang yang cukup
tangguh, ya ! “ Kata Gretue sambil melihat kondisi EVA-Q8, Melee-Function dan Mag-Ni5
“ Ya. Begitulah ! “
“ Ikut aku keruanganku. . . ada sesuatu yang ingin kubicarakan bersamamu. Ayo, L’Eislee Argus ! “ Ajak Gretue kepada Argus
“ Baik, Pangeran. Nah, Pak Louss, tolong persiapkan ini semuanya. Aku akan datang 2 jam yang akan datang “ Perintah Argus sambil memberikan sebuah catatan kepada Pak Kepala Louss
“ Siap Jenderal ! “
Argus memasuki ruang pribadi milik Gretue. Ruang milik Gretue bisa dikatakan sama besarnya dengan ruang milik Zozo. Dan diruangan tersebut terdapat sebuah meja kerja, monitor, sofa panjang, beserta jendela luar yang sangat besar. Disebelah meja kerjanya terdapat sebuah pintu yang menghubungkan kamar tidurnya
“ Ini tehmu dan keripik bunga Olivanya “ Gretue menawarkan teh dan keripiki untuknya
“ Terima kasih, Pangeran “
“ Ah. . . berapa kali aku harus memberitahumu untuk jangan panggil aku Pangeran. Kita sudah bertemu sejak masih anak-anak. Cukup panggil aku Gretue “ Kata Gretue sambil menungankan tehnya
“ Yaaaa. . . itu karena kita berada di area kemiliteran. Terlebih juga, kamu mendapatkan kedudukan istimewah sama
seperti Morsdantaque dan juga Tuan Muda Dullart “ Jelas Argus
Saat mereka berdua meminum teh mereka, Gretue bertanya tentang misinya dan keberadaan Dullart. Argus menceritakan semua perkembangan misinya serta tentang V-FIGHTER dan Rigel Orionis
“ Jadi. . . bagaimana dengan misimu. . .dan juga Dullart ? “ Tanya Gretue
“ Ada sedikit kendala. Seperti yang kamu tahu, 4 B.R.O, EVA-Q8, Melee-Function beserta Mag-Ni5 mengalami kerusakan yang parah karena mereka diserang oleh Prisman Beta dan kelima anak buahnya untuk melindungi Tuan Muda “ Jelas Argus
“ Anak buah ? Aku baru tahu jika Prisman Beta mau kerjasama dengan Prisman Beta lain. Mereka sangat individualis dan kurang suka bergaul satu sama lain. Yang mereka fokuskan adalah misi mereka dan tuan mereka “ Kata Gretue sambil mengingat Prisman Beta yang ia tahu
“ Tidak tidak. Mereka bukanlah Prisman Beta. Mereka lebih tepatnya adalah seorang Fighter “ Kata Argus
“ Fighter ya. Hmmm. . . aku pernah bertemu dengan salah satu Fighter di dimensi ke-4. Tidak begitu kuat dan juga
agak ramah. Aku tidak menyangka ada Prisman Beta yang mau kerjasama dengan Fighter dan juga menjadi Fighter “
__ADS_1
“ Ya. Seperti itulah. Mereka cukup tangguh walau masih dikatakan sebagai pemula “
Saat mereka terdiam sesaat, Argus akhirnya bertanya soal pertengkaran Zozo dan Morsdantaque beberapa minggu yang lalu. Ia menduga bahwa alasan Dullart melarikan diri karena ia tidak siap untuk menjadi penerus Zozo selama Morsdantaque masih ada
“ Mungkin kamu sudah tahu kejadian dimana Kaisar dan Morsdan bertengkar tentang pengangkatan Dullart sebagai
penerus kekaisaran. Kalau menurutku, Dullart belum siap untuk menjadi kaisar baru penerus Kaisar Zozo, apalagi jika Morsdan masih ada dan tidak mau menerima keputusan beliau. Mengingat posisi dia saat ini jauh lebih rendah dari Morsdan “ Jelas Argus
“ Dan dia meminta bantuan Fighter untuk mengalahkan Morsdan. Tapi dengan Prisman. . .itulah yang agak kucemaskan ! Aku cemas jika ini hanya trik untuk mendapatkan informasi tentang kita dan mencari kesempatan untuk menghancurkan kita semua ! “ Kata Gretue sambil mengingat tentang para Prisman
“ Tapi masalah. . .Fighter itu adalah anak buahnya. Dan kata Prisman itu ia sudah tidak terikat oleh siapapun “
“ Kamu yakin soal itu, Argus ? “ Tanya Gretue dengan matanya yang melebar saat mendengar penjelasannya
Tanpa mereka sadari, didalam ruangan tersebut, Spidaro kiriman Morsdantaque untuk memantau semua percakapan. Dari pesawat di Planet Gaa-Naz, Morsdantaque bersama dengan Letnan Galaztis melihat semua percakapan mereka diruangannya. Sambil menatap mereka dengan dingin dan senyum menyeringainya yang licik, Morsdantaque melihat file tentang bumi yang diretas oleh Rough Polly dari file milik Zozo. Ia menjadi sangat tertarik untuk mengincar bumi sebagai target planet yang ingin ia taklukkan
“ Heh. . . begitu ya. Aku tidak menyangka Jenderal Argus menggunakan cara yang sangat menyedihkan untuk mencari si Dullart “ Ejek Morsdantaque
“ Hmmm bagaimana dengan file yang kamu curi dari Kaisar ? “ Tanya Galaztis
“ Bumi ya. . . hmmm. . .sepertinya sangat menarik. Planet yang benar-benar layak untuk dihuni dan banyak sumber
daya yang berlimpah. Ini adalah salah satu Planet yang layak untuk dihuni dan dijadikan koleksi. Sangat sayang jika ini dihancurkan “ Jelas Moesdantaque
“ Ide yang bagus. Apa kita akan melakukannya sekarang ? “
“ Tentu saja tidak. Karena aku akan melakukannya saat aku berhasil melakukan urusan kita yang belum selesai “ Kata Morsdantaque sambil memikirkan Zozo
*****
Sore harinya dikota Shinjitsu
Terlihat Oxtoroo dan Swift Polly akhirnya menyewa sebuah apartemen kecil yang letaknya tidak jauh dari SMA Internasional Shinjitsu saat mendapatkan izin dari Argus untuk pergi kekota untuk melakukan misi observasi mereka. Sementara pesawat mereka masih terletak disuatu bukit dan diaktifkan sistem kamuflase agar tidak dilihat oleh orang yang melintas disekitar area tersebut
“ Fyuh. . .syukurlah kita bisa menyewa tempat ini ya, Polly-chan “ Kata Oxtoroo
“ Yah. Aku menyesal karena kita menyewa hotel itu. Syukurlah kita membawa Neuralter untuk mengelabui nyonya
penjaga meja depan untuk melupakan check in dan check out kita yang terbengkalai “ Jelas Swift Polly sambil memperhatikan Neuratler ditangannya
“ Kamu memang cepat tanggap seperti biasa, Polly-chan “
“ Yaaa. . . yaaa. . .yaaaa. Harusnya kamu bersyukur karena mendapatkan partner misi seperti diriku “ Kata Swift
Polly dengan sombongnya sambil berkaca dikamar mandi
Oxtoroo berpikir sesaat. Karena mereka mendapat izin untuk tinggal dikota, Oxtoroo mencari kesempatan untuk berkencan dan bersenang-senang bersama Swift Polly sembari melakukan misi observasi mereka
“ Ya ? “
“ Umm. . . seperti yang kita tahu. . .kita sudah saling mengenal sejak masih remaja. Dan waktu itu. . .kita lumayan
sering menghabiskan waktu kita berduaan di kafe. Ah ya. . . akan sangat membosankan jika kita tetap berfokus dengan misi tanpa melakukan sesuatu yang menyenangkan hati kita. Jadiiii- “
“ Kota ini banyak sekali tempat bersenang-senang yang bisa kita kunjungi. Jadi maksudmu, kamu ingin kita berkencan sembari observasi ? “
“ Ah. . . eee yaaaa. . . ehehehe, bisa dikatakan ini kencan jika- “
“ Selama kamu yang bayar semua ? Oke ! Aku mau ! “
“Aaahhh. . .oke okeeee~ Siap Polly-chan~”
Saat Swift Polly pergi kekamar mandi untuk merias dirinya, Oxtoroo dengan wajah pasrah melihat isi dompetnya saat mendengar perkataan Swift Polly bahwa ia harus membayar semuanya
“ Apa ini akan cukup ? “ Gerutunya dalam hati
Oxtoroo dan Swift Polly menghampiri suatu kafe yang tidak jauh dari apartemen yang mereka sewa. Mereka terlihat memesan sebuah cocktail berwarna biru dan ungu. Disana, mereka berbicara tentang situasi disekitar mereka serta tentang Rough Polly dan keluarga mereka
“ Bagaimana menurut tentang tempat ini ? “ Tanya Oxtoroo sambil melihat-lihat suasana disekitar kafe
“ Bagiku. . . tidak ada yang spesial disini “
“ Kamu tahu. . .ini mengingatkan kita waktu kita masih sekolah dulu ya~ Sudah lama sekali kita tidak bersenang-senang berduaan sejak kita masuk ke militer “
“ Lebih tepatnya~ hmmmm... kita sering seperti ini sejak kamu putus dengan Rough “ Jelas Swift Polly sambil mengingat awal pertama kali mereka berhubungan
“ Jadi bagaimana hubunganmu dengan dia ? Apa kamu akhirnya berdamai dengan kakakmu ? “
“ Berdamai ? Hah ! Kenapa aku harus berdamai dengan orang yang menghancurkan hidupku karena aku dituduh membongkar semua kebohongannya yang membuat ia begitu populer disekolah ?! Kau mau tahu apa yang terjadi setelah itu seminggu kemudian, aku diusir dari rumah karena ayahku termakan oleh kebohongannya “ Jelas Swift Polly dengan nada kesalnya
“ Apa ? Pak Prior dan Ibu Leslee mengusirmu ? Sudah berapa lama kamu tidak menemui mereka ? “ Tanya Oxtoroo yang kaget saat mendengar perkataan Swif Polly
“ 13 tahun ! Aku masih keberatan untuk menerima maaf mereka. Kamu sendiri bagaimana dengan keluargamu, Oxto ? “
“ Ah. . . sebulan yang lalu, aku menerima pesan suara dari ibuku. Ia mengatakan bahwa adik keenamku sudah menikah. Kusimpulkan saja bahwa beliau menginginkan aku menikah secepat mungkin itu karena semua
adikku sudah menikah. Ia mengatakan untuk berhenti menggoda prajurit perempuan lainnya dan jangan mengalah terus. Karena kalau sisi mengalahmu kebablasan kamu tidak ada bedanya dengan sebuah keset “ Kata Oxtoroo
“ Begitu ya. Kupikir dirimu yang
selalu bahagia ini tidak punya masalah apa-apa yaaa “
“ Hei, tidak semua orang yang super happy itu tidak memiliki beban looh “ Gerutu Oxtoroo
__ADS_1
Tidak lama kemudian, mereka tidak sengaja melihat Sandy dan Karin bertengkar didalam kafe. Mereka bertengkar kemungkinan besar karena Sandy marah besar kepada Karin yang memiliki perasaan kepada Tazuya. Oxtoroo tidak sengaja melihat pertengkaran mereka dimana Karin melepaskan cengkraman Sandy dan keluar dari kafe dengan kesalnya. Sambil melihat mereka, Oxtoroo bertanya kepada Swift Polly apakah dia berubah menjadi seperti Sandy jika ia pacaran dengan seseorang
“ Berisik sekali ! “ Gerutu Swift Polly
“ Ya. Karena ada pasangan muda manusia yang bertengkar dikafe ini. Biasalah, karena cemburu “ Ejek Oxtoroo sambil melihat kearah Sandy dan Karin
“ Oh ya, Polly-chan. Errr. . .apa menurutmu, semua laki-laki itu akan berubah jika menjalin hubungan dengan wanita
yang ia sukai ? Maksudku. . .eeeh. . .aku tahu semua orang akan berubah, termasuk jika ada seseorang yang menyukai orang lain. Aku hanya takut jika aku akan berubah menjadi seperti orang itu dan wanita yang aku sukai akan meninggalkannya. Bagaimana menurutmu, Polly-chan ? “ Tanya Oxtoroo sambil panjang lembar menjelaskan pertanyaannya
“ Nah. . .soal berubah atau tidaknya itu urusan individu. Aku bukanlah orang yang mampu merubah seseorang. Jadi
yaaa. . . jika kamu merasa kamu perlahan menjadi orang buruk, berubahlah menjadi yang lebih baik jika kamu tidak ingin kehilangan orang yang kamu cintai ! Apalagi kamu adalah tipe yang cepat sadar akan kesalahan. Bukan tipe pria yang keras kepala seperti pria lain pada umumnya, yang selalu pegang teguh dengan “paradigma pria sejatinya” tapi kenyataan mereka adalah pria kecil yang sok kuat “ Kata Swift Polly sambil tersenyum sedikit sambil menatap cocktailnya
“ Begitu ya. Jadi. . .kira-kira siapa cowok yang kamu diam-diam suka sebenarnya? “ Goda Oxtoroo saat melihat
ekspresi yang perlahan menjadi sedikit tersipu malu
“ Ah. . .umm. . .itu. . . rahasia ! Dan kamu tidak ada hak . . . untuk mengetahuinya ! Eeeeh. . . biasakah kita selesaikan ini, kita jangan melupakan misi kita ! “ Kata Swift Polly sambil malu-malu
“ Oke~ Jika itu maumu, Polly-chan~ “
Sambil meminum Cocktailnya, wajah Swift Polly terlihat masih memerah dan memikirkan perkataannya Oxtoroo dan dirinya tentang pria yang ia sukai. Tanpa mereka sadari, dari balik jendela luar kafe, Zi tidak sengaja melihat mereka saat berjalan dari tempat teman sekantornya. Mengetahui Oxtoroo dan Swift Polly berada di Shinjitsu, Zi langsung menghubungi Ramone Gracia tentang keberadaan mereka
*****
Malam harinya, ditaman kota, Oxtoroo dan Swift Polly mendapat panggilan dari Argus melalui tablet mereka saat sedang duduk santai ditaman kota. Argus mengatakan bahwa EVA-Q8 dan kedua robot lainnya sedang diperbaiki oleh Pak Kepala Louss dan membutuhkan beberapa hari untuk meng-upgrade sistem mereka. Walau demikian, Pak Louss berserta Pangeran Gretue memberikan dua robot pengganti yang sama kuatnya dengan ketiga robot
tersebut bersama dengan beberapa persenjataan dan perbekalan untuk mereka
“ Jadi begitu, Jenderal. Haaah . . . Apa tidak ada robot pengganti untuk mereka bertiga ?” Tanya Swift Polly
“ Tentu. Pak Kepala Louss memberikan kita Proto-EVA dan GIGANTE untuk misi pencarian Tuan Muda. Dan untungnya, Pangeran Gretue memberikan kita beberapa tambahan senjata dan perbekalan untuk misi. Juga. . .dia memberikan kita tiga lencana teleportasi untuk misi dibumi. Jadi jika kita ada masalah, kita bisa lari menggunakan ini “ Jelas Argus sambil menunjukan lencana teleportasinya
“ Oh. . . lencana itu. Tumben sekali Pak Louss dengan baiknya mau menyelesaikan salah satu proyekmu yang belum selesai, Polly-chan “ Kata Oxtoroo saat ia melihat lencana tersebut
“ Yaaa. . . tidak ada hujan dan badai, Pak Louss tiba-tiba menjadi orang yang agak murah hati “ Kata Swift Polly
“ Apa kalian masih dikota itu ? “
“ Ya. Kami masih ada disini, dan menyewa sebuah apartemen untuk tinggal sementara disana “ Lapor Oxtoroo
“ Bagus ! Sebentar lagi aku akan kembali ke pesawat TSP. Dan menggunakan lencana ini untuk pergi kekota itu “
“ Baik, Jenderal ! “
Argus kemudian mengakhiri percakapannya dengan kedua anak buahnya. Ternyata, Argus sudah berada diruang portal dimensi. Terlihat Pak Louss beserta prajurit disana mempersiapkan portal tersebut dan meletakan sebuah peti besar yang siap dikirim ke planet Bumi untuk misinya
“ Membuka portal dimensi dalam hitungan mundur 5. . . 4. . .3. . .2. . .1 ! “
(Zyiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnng)
“ Portal dimensi telah dibuka, Pak ! “
“ Baiklah, Jenderal. Semua sudah siap ! “ Kata Pak Kepala Louss
“ Bagus ! Baiklah, aku akan-“
“ Argus ! “ Panggil Gretue yang tiba-tiba muncul dipintu ruangan tersebut
“ Ya, Pangeran Gretue “
“ Semoga sukses ! “ Kata Gretue kepada sahabat lamanya sebelum kembali kebumi untuk melanjutkan misinya
“ Ya. Terima kasih. Aku pergi dulu ! “
Saat portal mulai terbuka, Argus berjalan menuju portal tersebut dan bersiap untuk kembali ke pesawat TSP. Sementara itu, Oxtoroo dan Swift Polly bersiap untuk pergi ketempat selanjutnya sambil mengecek keberadaan robot Spidaro yang mereka kirim kepelosok kota
“ Apa ada kabar dari Spidaro ? “
Tanya Oxtoroo
“ Untuk sementara, belum “
Tiba-tiba, sebuah mobil muncul dari hadapan mereka. Ternyata, itu adalah mobil dari Hassan, Rocco dan Chuckles. Ramone Grace mengutus mereka bertiga untuk menghadapi pihak Thetoid, dikarena mereka tidak mau melanjutkan kerjasama mereka setelah kekalahan mereka melawan Rigel dan V-FIGHTER
“ Ketemu juga kalian ! “
“ Hei hei heeeiii~ Ternyata kalian berdua masih sempat juga ya berkencan ria di kota ini, hehehe ! “ Kata Chuckles
“ Kalian bertiga. . . “
“ Kalian masih ingat dengan urusan kita ‘kan. Aku datang untuk mempertanyakan tentang keseriusan kalian semua
dengan kerjasama ini. Karena Ramone Grace, tidak puas dengan usaha kalian ! “ Kata Hassan dengan tegas sambil menodongkan pistol laser kearah mereka
“ Apa ?! “
Sesampainya di pesawat TSP, Argus kemudian merasakan sesuatu yang aneh yang terjadi dengan Oxtoroo dan Swift Polly. Ia memutuskan untuk mengecek keberadaan mereka di kota Shinjitsu dan dengan cepat menggantikan seragam militernya dengan pakaian penduduk bumi
“ Perasaan ini. . .Oxtoroo. . .Swift Polly “ Gumamnya dalam hati
*****
__ADS_1