
Tazuya dan Ataru berhasil keluar dari ruangannya Morsdantaque untuk bergegas mencari keberadaan Inuya dan yang lain sambil mengaktifkan program kamuflase mereka. Sambil bersembunyi disuatu lorong, Tazuya berusaha untuk menghubungi Energateez dan DECA-I untuk melacak keberadaan ketiga teman mereka saat ini
“ Energateez ! DECA-I ! Masuk ! “ Panggil Tazuya dengan alat komunikatornya
( Bzzzz ! Bzzzz ! Bzzzz ! )
“ Oh’ho ! Mereka juga tidak mengangkat panggilanku ! “ Ujar Ataru yang berusaha untuk membantu menghubungi Energateez dan DECA-I
“ Aah ! Celaka ! Apa jangan-jangan mereka tertangkap ?! “ Kata Tazuya dengan nada paniknya
“ Hmmm ! Apa kamu sudah menghubungi Tuan Ri- “
( ZAAAAAASH ! )
“ GAAAH ! “ Rintih Ataru yang tiba-tiba terkena sebuah lemparan capit listrik
“ Ataru ! Ah ! Si- siapa ?! “ Tazuya mulai panik karena ada seseorang
“ Heh ! Kalian pikir itu akan mengecoh kami ! “ Ujar Glabe yang menyadari keberadaan mereka
Tazuya terkejut karena Glabe bisa menyadari keberadaan mereka walau sudah memakai program kamuflase untuk membuat orang disekitarnya tidak melihat mereka. Sambil melihat sang prajurit elit tersebut dengan tangannya yang diperban, Tazuya memuji akan betapa kuatnya insting darinya yang dapat mencari keberadaan mereka
“ Woah! Ternyata... memang benar kamu ! Aku sudah menduga kau memang memiliki insting yang kuat untuk mencari keberadaan kami ! “ Ujar Tazuya sambil menunjukan dirinya kepada Glabe
“ Dan itu adalah salah satu yang membuatku menjadi Prajurit Elit ! Sama seperti dirimu yang memiliki kemampuan Kazenoidmu yang membantumu menjadi El-Fighter ! Juga~ aku yakin si pirang tersebut juga pasti dibantu dengan kemampuan dan statusnya sebagai Dewa Kematian ! “ Jelas Glabe yang balas memuji kepada Tazuya dan Ataru
“ Tanganmu... aku bisa melihat kau sedang mengalami pertarungan yang besar dengan seseorang ! “ Tanya Tazuya yang memperhatikan tangannya Glabe
“ Hmmm~ tidak juga ! Ini karena keteledoranku “ Gumam Glabe dengan santai sambil memperhatikan tangannya
“ Jadi yang kau maksud itu adalah itulah yang membuatmu istimewah ? “ Tanya Ataru yang kembali bangkit pasca diserang olehnya
“ Itu benar ! Aku bahkan sudah sangat istimewah bahkan sejak sebelum aku menjadi prajurit elit ! Keluargaku adalah orang yang paling ditakuti di Theta... kami selalu melakukan apa yang kami mau dan mampu merasakan kehadiran sang pengganggu ! Karena itulah kenapa aku direkrut secara khusus oleh Pangeran Morsdantaque dan langsung diangkat menjadi ketua dari para Prajurit Elit ! “ Jelas Glabe sambil teringat akan keluarganya dan momen dimana ia direkrut oleh Morsdantaque
“ Okeee~ kelihatannya kamu benar-benar punya dedikasi yang tinggi untuk keluargamu “ Celetuk Tazuya
“ Karena itu... bagiku menghadapi kalian adalah suatu perkara yang mudah ! Aku sudah banyak menghadapi orang-orang seperti kalian... terlebih karena kalian masih anak-anak ! Jadi akan sangat mudah bagiku... untuk mengalahkan kalian ! “ Lanjut Glabe yang menantang mereka untuk bertarung
“ Orang gila ini ! “ Geram Tazuya yang merasa tertantang olehnya
“ Ooouuu~ Jadi kau meremehkan kami atau masih penasaran dengan kami ?! Jika kau dekat dengan Pangeranmu itu... kenapa kau tidak datang untuk membantunya jika kau merasa paling diandalkan oleh dia ?! “ Tanya Ataru yang bersiap siaga untuk menghadapi Glabe
“ Heh ! Pangeranku sedang menghadapi pertarungan serius dengan adik tercintanya ! Dan kami tidak ada hak untuk membantu beliau karena itu adalah urusan kekaisaran... sementara itu kami harus mengurus beberapa orang... yang akan mengganggu jalannya pertarungan ! “ Kata Glabe sambil mengeluarkan pedang listriknya
“ Baik ! “ Tazuya dengan sigap langsung mengeluarkan Kusanagi
( ZAASH ! )
“ AAAHH ! “ Glabe tiba-tiba diserang oleh seseorang yang menembaknya dengan Pistol Electrilock dari belakang
Ternyata itu adalah Energateez bersama dengan DECA-I dan Boo-Boo sang robot pendampingnya Energateez. Glabe yang menyadari kedatangannya langsung menyambutnya dan ia sudah menduga jika mantan rekannya tersebut pasti juga ikut membantu pihak El-Fighter untuk memasuki Kapal Induk
“ Energateez ! DECA-I ! “ Kata Tazuya yang melihat kedatangan mereka bersama dengan Boo-Boo
“ Maaf atas keterlambatanku “ Ujar Energateez
“ Hooo ! Aku sudah menduga... kau juga membantu mereka... Ene ! “ Sambut Glabe
“ Aku pikir kau masih mengharapkan aku kembali bersama kalian ! “ Gumam Energateez
“ Kau pasti akan kembali... kalau dia ada disini ! “ Ujar Glabe sambil mengaktifkan sinyalkan kepada Meteoralez untuk membantunya
Saat Glabe menyalakan sinyal tersebut di jam tangannya, ia melihat jika Meteoralez tidak menanggapi sinyal tersebut yang menandakan jika Meteoralez sedang menghadapi masalah dalam menangani lawannya. Ia tidak sadar jika Meteoralez dan Galaztis sebenarnya sudah dikalahkan oleh Argus
“ Heh ! Sepertinya dia sangat sibuk sampai-sampai dia tidak menanggapi panggilamu ! “ Ujar Energateez yang bersiap untuk menghadapi Glabe dan membantu Tazuya dan Ataru
“ Jangan sombong ! Kau lupa aku ini siapa hah ?! MAJU KAU KALAU BERANI ! “ tantang Glabe kepada mereka bertiga
“ SIAPA TAKUT ! “
Energateez dan Tazuya secara bersamaan langsung berlari kearah Glabe untuk menyerangnya. Glabe menyadari jika Tazuya juga ikut menyerangnya dari belakang dan seketika saat kedua serangan itu mulai mengarah kepadanya, Glabe dengan refleks langsung menghindari kedua serangan tersebut. Tazuya yang melihat itu langsung dengan cepat menyerang Glabe dengan Kusanagi dan dibantu dengan tembakan yang dibantu oleh Energateez dan Ataru
( SYAAAAT ! )
“ Hmph ! “ Ataru yang melihat Glabe menghindar langsung memberikan tembakan kepadanya
( ZYUUUNG! ZYUUUNG! ZYUUUNG! )
“ Kau pikir- “
“ SEKARANG ! “ Tazuya dan Energateez kembali langsung menyerang kearah Glabe
( SYAT ! SYAT ! SYAT ! SYAT ! SYAT ! )
“ HYAAAAAAAAH ! “ Glabe kemudian mengarahkan pedang listriknya kearah mereka berdua
( TRAAAAAAANG ! )
“ Heh ! Boleh juga kau Ene ! “ Ujar Glabe dengan nada remehnya
( TRAAAANG! TRAAAANG! TRAAAANG! )
Tazuya dan Energateez berhasil menangkis beberapa tebasan dari Glabe. Ataru kemudian muncul dari belakang dan langsung memberikan tendangan yang cukup kuat dari atasnya saat sang kapten dari prajurit elit tersebut mulai lengah
( DUAAGH ! BRUUUUK !!! )
“ Hyahaaa~ bagus Fighter ! “ Puji Energateez dengan penuh semangat
“ Itu hebat~ Itu hebat~ “ Kata Boo-Boo dan DECA-I yang penuh kegembiraan secara bersamaan
“ Hah ? “ Ataru merasakan sesuatu yang aneh dari ventilasi yang ada didekatnya disaat yang bersamaan Tazuya melirik kearahnya dan menduga jika Ataru merasa ada sesuatu yang ganjal disekitar mereka
Ataru kemudian merasakan adanya sesuatu yang datang dari ventilasi kapal induk yang ada disekitar mereka. Tiba-tiba, ratusan Mini-Me Legs muncul dari kedua ventilasi tersebut karena merespon dari sinyal yang diberikan kepada Glabe dari jam tangannya
__ADS_1
( BUUUUM !!! ZAAAAAAASSSHH !!! )
“ Oh tidak ! Ini lagi ! “ Kata Tazuya dengan nada paniknya
“ Kkkh ! Kau pikir aku akan dengan mudahnya tunduk kepada kalian ! Jangan berbangga dulu ! “ Ujar Glabe yang berusaha untuk bangkit dengan nada kegeramannya sambil mengendalikan ratuan Mini-Me Legs kearah mereka berlima
“ AWAS !!! “ Teriak Energateez untuk menghindari dari robot tersebut
( ZAAAASSHHH!! ZAAASSSH!!! ZAAAAASSSH!!! ZAAASSSSH!!! )
“ HIYAAARGH ! “ Glabe mengerahkan Mini-Me Legs kearah Tazuya
“ Ah ! “ Tazuya yang terkejut langsung menangkis ratusna Mini-Me Legs dengan Shiro Kusanaginya
( TRAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! )
“ Kkkh ! Ini terlalu cepat dan banyak ! “ Tazuya mencoba konsentrasi untuk menggunakan Perisai Mentalnya demi melindungi diri dari serangan Mini-Me Legs
( TRAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! )
“ Lambat ! “ Teriak Glabe yang muncul dari belakanganya bersiap untuk menebas Tazuya
“ Cela- “
( ZAAAAAAAAAAAAAASSSSHH )
Disaat yang bersamaan, Dullart dan Morsdantaque masih melanjutkan pertarungan mereka dan terlihat Morsdantaque masih dibantu oleh sang brigadi. Walau sempat mengalami kewalahan untuk menghadapi mereka berdua, Dullart untuk sementara ini berhasil mengalahkan sang brigadir tersebut
( SYAAAAAT! TRAAAAANG!! TRAAAAAANG!! TRAAAAAAANG!! TRAAAAAAANG!! )
“ Maafkan aku ! HIYAAAAH ! “ Ujar Dullart kepada sang Brigadir sebelum menebasnya
( ZAAAASH ! )
“ Agh ! “ Rintih sang Brigadir
“ Sekarang sisanya kau ! “ Kata Dullart sebelum melanjutkan pertarungan mereka
“ Kkh ! “
( TRAAAAANG!! TRAAAAAANG!! TRAAAAAANG!! )
“ Hei kau ! Bangun ! “ Panggil Morsdantaque sambil menggerakan tangannya untuk mengendalikan si Brigadir tersebut dan memaksanya untuk bangun
“ Kkkh ! B- Baik Pa- Pangeranku ! Aku masih... ingin bertarung ! “ Ujar sang Brigadir yang masih mengalami kesakitan karena cideranya
“ Hmph ! Bagus ! “ Kata Morsdantaque dengan senyuman kejinya
“ Apa yang kau lakukan dengannya ! “ Tanya Dullart dengan nada amarahnya saat melihat aksinya Morsdantaque
“ Aku sengaja membawanya sebagai pengingat seperti inilah jika kau gagal ! AYOO !! “ Jelas Morsdantaque yang langsung saja mengaja sang Brigadir untuk menyerang kearah Dullart
( TRAAANG!! TRAAANG!! TRAAAANG!! TRAAANG!! )
“ Haaaah ! “
“ Kkkh ! Kaaaau- “ Dullart mendapatkan serangan bertubi-tubi dari Morsdantaque dan sang Brigadir
( SYAAAAT!! SYAAAAT!! TRAAAAANG!! SYAAAAT!! )
“ Aku... adalah... penerus sebenarnya dari Zozo ! Walau kau ingin... menebasku dengan sesuka hatimu... dan berusaha untuk memutilasiku... aku akan terus mengejarmu... dan mengalahkanmu demi masa depan !!! “ Dullart mengaktifkan aliran listrik bertegangan tinggi dari mata tombak tersebut dan bersiap untuk menyerang kearah Morsdantaque
“ Hmph ! Cobalah ! Kalau kau bisa ! “ Jawab Morsdantaque yang mengaktifkan aliran listrik dari pedangnya dan bersiap untuk menyerang Dullart
“ HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH !!! “
( BUUUUUUUUUUUUUUUMMMM !!! )
*****
Glabe berhasil mengalahkan Tazuya, Ataru dan Energateez dengan menyerangnya secara bertubi-tubi dengan ratusan Mini-Me Legs yang membuat Tazuya gagal berfokus untuk menggunakan Perisai Mental dan Psikokinesisnya
“ Heh ! Mudah ! Sudah kubilang mengalahkan kalian memang adalah sesuatu yang mudah untukku ! Aku sudah berpengalaman menghadapi bocah keparat sejak dulu ! “ Ejek Glabe kepada Tazuya dan yang lainnya yang sudah terkapar
“ Bahkan jika kau dibantu oleh Ene pun kalian juga tidak bisa mengalahkanku ! Sungguh menyedihkan ! “ Lanjut Glabe smabil memperhatikan Energateez dan Boo-Boo
“ Oh hey Kapten~ jadi sudah selesai urusanmu dengan mereka ? “ Tanya Rough Polly yang baru saja sampai ketempat mereka
“ Kau sendiri sudah selesai dengan urusanmu kepada si Fighter yang tadi ?! Karena tidak ada yang membantuku jadi aku terpaksa menggunakan Mini-Me Legs untuk mengalahkan mereka semua dengan cepat ! “ Glabe balik bertanya kepada Rough Polly tentang Inuya dan yang lain dengan nada jengkelnya
“ Oi ! “ Panggil Ataru yang kembali sadar pasca dikalahkan oleh Glabe
“ Haaaah~ masih bisa bangkit ?! “ Tanya Glabe dengan nada remehnya
“ Aku ini Dewa Kematian ! Tidak peduli seberapa besar serangan yang kudapatkan dari kalian... aku tidak bisa mati dengan serangan itu ! “ Jelas Ataru
“ Ooooh~ begitu ! Jika itu apa yang kau katakan... itu sangat menarik ! “ Gumam Rough Polly yang kemudian mengerahkan Mini-Me Legs untuk menahan Ataru kedinding
( ZAAAAAAAAAASSSH !!! )
“ Kkkh ! Agh ! “
Mendengar perkataan Ataru membuat Rough Polly mengerahkan ratusan Mini-Me Legs kearah Ataru untuk menahan gerakan sang Dewa Kematian tersebut. Rough Polly menjadi tertarik dengan Ataru dan merasa jika ia lebih pantas untuk dijadikan “buah tangan” untuk mereka dari bumi ketimbang Ryuga dan Tazuya
“ Ehehe~ mendengar perkataanmu itu membuatku penasaran seperti apa rasanya berteman dengan Dewa Kematian ! “ Ujar Rough Polly
“ Oi ! Oi ! Apa kau juga berniat untuk menjadikannya sebagai buah tanganmu ? Kau sudah ada si Spezialist dan bocah Kazenoid itu ! Dan sekarang kau ingin menambahnya dengan dia ! “ Tanya Glabe dengan nada jengkelnya
“ Aaaaah~ tentu ! Tidak ada salahnya kan~ “ Jawab Rough sambil tersenyum kepada Ataru yang juga memberikan senyuman menyeringai kepada mereka berdua
“ Apa ?! Apa ada sesuatu yang- “
( BUUUUUMMM ! )
__ADS_1
“ AAAAH !!! “
Glabe dan Rough Polly tidak menyadari jika ada bom cahaya yang dilempar oleh seseorang tepat dibawah Mini-Me Legs dan Ataru. Yang membuat Ataru akhirnya bisa terbebeas dari cengkraman ratusan robot kecil tersebut
“ Si- siapa yang mengarahkan bom Cryztalize kesini ?! “ Tanya Rough Polly sambil mengusap kedua matanya
( ZYUUUUNG! ZYUUUUNG! ZYUUUUUNG! )
“ Dibalik dinding itu ! “ Glabe menyadari ada seseorang yang menyerang mereka dari belakang dan berusha untuk mencaritahu siapa pelakunya
( BRUK ! )
“ Ough !! “ Glabe jatuh tersungkur oleh Energateez yang baru saja sadar denga menggunakan kakinya
“ Hyaaaah ! “ Rough Polly diberi sengat oleh Boo-Boo dan DECA-I
“ Bagus ! Tepat pada waktunya ! Ayo DECA-I ! “ Kata Ataru yang langsung menghampiri Tazuya dan berusaha untuk mengevakuasinya dengan menghindar dari Glabe dan Rough Polly
“ Masih bisa berdiri kan ? Ayo kalahkan mereka ! Kalau kau merasa masih mampu bertarung ! “ Ternyata sosok yang menyelamatkan Ataru ialah Sampson dan ia langsung menghampiri Energateez untuk membantunya segera bangkit
“ Sa- Samp-san ! “ Ujar Energateez yang senang melihat kedatangan sahabatnya
“ Sudah ! Tidak ada waktu banyak untuk bernostalgia ! Kau harus hadapi mereka sebelum mereka mengacaukan pertarungan antar dua pangeran ! “ Kata Sampson
“ Heh ! Percaya diri sekali kau bilang jika Ene bisa mengalahkan kami berdua ! Aku puji kau memang masih punya rasa kepercayaan dengan mantan sahabatmu itu ! “ Ujar Glabe kepada Sampson
“ El-Fighter ! Mereka akan kesana ! “ Kata Rough Polly yang berusaha untuk bangkit sambil bersiap untuk menembakkan Ataru dan Tazuya dengan senjata laser dari gauntletnya
( ZYIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING ! )
“ Oh tidak ! “ Energateez yang melihat itu langsung mengaktifkan sinyal pemanggil disaat yang bersamaan Glabe langsung menyerang kearah ia dan Sampson
“ HIYAAAAAAAAAAH ! “
( TRAAAAAAANG ! )
“ Cepat juga kau sadar akan seranganku ! “ Puji Glabe akan kecepatannya Energateez yang langsung menahan pedangnya Glabe dengan gauntletnya
“ Kau ingat semua prajurit elit Morsdantaque mendapatkan modifikasi biologis dengan “memperbaiki DNA” untuk pertahanan dan kecekatan dalam pertarungan ! Dan aku adalah salah satu yang mendapatkan itu ! “ Jelas Energateez sambil mendorong Glabe dengan tendangannya dengan sangat kuat
( DUAGH ! BRAAAK ! )
“ AWAAAAAAAAAAAASSSS ! “ Teriak Energateez kepada Ataru
Energateez berusaha untuk menghentikan Rough Polly dengan mendorongn tubuhnya. Rough Polly yang mendengar teriakannya langsung melepaskan serangan tersebut dan Ataru langsung menghindari serangan laser tersebut yang membuat laser itu mengenai kaca Kapal Induk
( BUUUUUUUUUUUUMMM !!! )
Ledakan dan serangan yang dihasilkan laser tersebut sangat kuat sehingga kaca Kapal Induk tersebut langsung jebol dan menyebabkan udara dari luar Kapal Induk langsung menyembur kedalam ruangan
( WUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUSSSSSHHH )
“ Eeeeggggh ! Sialaaaaan ! “ Ataru berusaha keras untuk membuat dirinya dan Tazuya tidak terlempar dari lubang kaca jendela tersebut
“ Heh ! Begitu rupanya ! “ Rough Polly mendapatkan ide untuk menembakkan laser tersebut kearah jendela tepat didekat Ataru untuk membuatnya terlempar dari Kapal Induk
“ Kaaau ! “ Energateez berusaha untuk menghentikan aksinya Rough Polly dengan merebut paksa gauntlet miliknya
“ Ah ! Kkkh ! Beraninya ka- kaaauu ! Minggir ! Minggir ! “ Rough Polly dengan kesal berusaha untuk menyingkirkan Energateez yang menahan tubuhnya untuk menembak kearah Ataru dan Tazuya
“ Rough ! Cih ! Sialan kau En- “
( ZAAAAAAAAAAAAAAAASH ! )
“ Aaaaaaah ! “ Boo-Boo memberikan sengatan listrik kepada Glabe untuk melumpuhkan pergerakannya
“ Ah ! Mereka datang ! “ Ujar Sampson yang menyadari datangnya kapal kecil TSP-03 yang datang melalui portal teleportasi dari sinyal di jamnya
“ Eeeeghh ! LEPASKAN AKU CEBOL SIALAN ! “ Teriak Rough Polly yang berusaha mendorong kepala Energateez
“ SAMPSON ! MEREKA DATANG ! CEPAT BAWA MEREKA LARI ! “ Perintah Energateez saat ia melihat sinyal kapal TSP-03 mendekati jendela tersebut
“ Apa ?! Bagaimana dengan- “
“ CEPAT ! BAWA MEREKA BESERTA BOO-BOO DAN SI KEPALA TV KUNING ITU !!! PERCAYAKAN KEPADAKU UNTUK MENGHADAPI MEREKA ! “ Lanjut Energateez kepada Sampson
“ Ene-tan ! “
Walau sedikit ragu akan apa yang dikatakan oleh Energateez karena ia masih menganggap dirinya lemah dan tidak berguna, Sampson memutuskan untuk mempercayai perkataan Energateez dan langsung berlari kearah Ataru untuk memintanya melompat keluar dari jendela Kapal Induk
“ Errrgh ! Itu ! TSP-03 ! Me- merekaaaaa “ Rough Polly sangat kesal saat mengetahui kedatangan Swift Polly dan Oxtoroo yang menggunakan TSP-03 untuk menyelamatkan mereka
“ Oi Fighter ! Kapal mereka sudah kemari ! Ayoo ! “ Ajak Sampson kepada Ataru untuk lari meninggalkan Kapal Induk
“ Ah ?! Mereka disini ?! Ta- tapi kita belum- “
“ Jangan cemas ! Ini belum terlambat ! Kita akan bicarakan cara lain ! CEPAT ! “ Ujar Sampson yang memintanya untuk pergi ke pesawat TSP-03 sambil keluar dari Kapal Induk
“ AWAS KALI- AGH ! “
“ CEPAT PERGI !!! “ Teriak Energateez kepada Ataru sambil berusaha untuk menahan Rough Polly
Melihat tidak ada cara lain untuk menghindari kejaran mereka membuat Ataru mau tidak mau mengikuti arahan Energateez dan Sampson untuk mengevakuasi Tazuya dari kejaran para Prajurit Elit. Ataru yang membawa Tazuya dan DECA-I langsung melompat keluar dari Kapal Induk dan akhirnya mendarat ke pintu belakang bagian pesawat TSP-03 dimana disana Oxtoroo dan Sampson sudah menunggu mereka
“ Bagus ! “ Ujar Oxtoroo yang berhasil menangkap tangan Ataru
“ Maafkan kami ! Tapi ini tidak akan lama ! “ Kata Samspon kepada Ataru
“ Cepat bawa temanmu keruang kesehatan ! “ Oxtoroo mengajak Ataru untuk membawa Tazuya keruang kesehatan
“ Yaaa ! “
Sementara itu, pertarungan antara Dullart dan Morsdantaque akhirnya telah usia dimana Dullart akhirnya kalah telak darinya. Walau demikian, Morsdantaque mengakui jika Dullart sudah berusaha keras untuk bisa bertahan dari pertarungan mereka berdua dan mampu membuatnya kelelahan
__ADS_1
“ Haaaah ! Haaaah! Sudah selesai ?! Hmph ! Tadi itu... lumayan seru ! Kau adalah segelintir orang-orang yang mampu membuatku kelelahan dalam pertarungan ! Walau terkesan sia-sia kau menantangku... kuakui itu sangat menyenangkan ! Wahai Adikku ! Kau sudah berusaha dengan sangat baik ! Karena kenekatanmu ! “ Ujar Morsdantaque kepada Dullart yang terkapar dan tidak sadarkan diri
*****