El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
134. No Time To Waste (Think About Quick Action now ! )


__ADS_3

Di Kota Shinjitsu, terlihat beberapa kelompok militer dan kepolisian sedang bahu membahu membantu satu sama lain untuk mengevakuasi beberapa masyarakat disekitar serta membantu untuk menghentikan beberapa tentara Thetoid yang menggunakan senjata


“ Cepat ! Cepat ! Cepat ! “


“ Mereka disini ! “ kata salah satu tentara militer yang melihat kemunculan tentara Thetoid dengan medali teleportasi mereka


( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )


“ Ambil posisi kalian ! “ Perintah Denzell yang meminta para tentara untuk bersiap


“ Para musuh sudah datang ! “ Salah satu tentara Neo-Asia melapor kedatangan tentara Thetoid dengan nada paniknya


“ Kita juga harus bersiap ! Ayooo !!! “


Tiba-tiba, tentara Thetoid langsung mengerahkan serangan tembakan laser dari tongkat mereka kearah para tentara dan polisi yang ada disana. Para tentara militer yang menggunakan robot petarung menjadi kesulitan untuk menolong mereka saat mengetahui rekan mereka yang dibawah ikut diserang


“ Tembak ! “ Dengan tenang Denzell memberi perintah untuk menyerang


(ZYUUNG! ZYUUNG! ZYUUUNG! ZYUUUNG! )


“ Cela- “


( BUUM! BUUM! BUUM! BUUM! BUUUM! )


“ Uwaaaaaaaa !!! Aaaaaaahh !!! “


“ Cih ! Alien sialan ini !!! “ Geram salah satu pilot robot


“ Hati-hati ! “ teriak salah satu dari mereka kepada rekannya yang menjadi target dari robot milik Thetoid


“ A- “ Sang pilot malang tersebut tidak sempat untuk menghindar dan akhinrya mati terbunuh oleh serangan robot tersebut yang membuat robot petarungnya meledak


( ZYUUUUUUUUUNG ! BUUUUUMM ! )


“ Tidak ! “


“ Tetap fokus !!! “


Disaat yang bersamaan, Superbia-07 akhirnya telah sampai kekota Shinjitu dengan menggunakan program teleportasi. Melihat kekacauan yang ada dibawah membuat Pak Louss tanpa berpikir panjang menggunakan Astraser dengan skala 30% untuk menghentikan pertempuran tentaranya Denzell dan tentara Neo-Asia


“ Komandan ! Lihat ! “ Sang kadet memanggil sang Komandan sambil menunjuk Superbia-07


“ Ah ! Itu ?! Oh tidak ! Ini pesawat yang waktu itu ! “ Sang Komandan terkejut saat dia mengingat Superbia-07 yang pernah menyerang Shinjitsu beberapa hari yang lalu


( ZYUUUUUUUUUUNG ! BUUUUUUUUUUUUUMMM !!!  )


“ Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh !!! “ Tentara kedua belah pihak terkejut dan terpental akan serangan tersebut


“ Serangan ini ? Seperti dengan serangan Astraser ?! “ Denzell yang terkejut melihat serangan tersebut langsung melihat keatas dimana Superbia-07 sudah berada diatas Kota


“ Kolonel Denzell ?! Itu Superbia-07 ! “ Ujar sang tentara yang panik


“ Tapi kenapa pesawat itu juga menyerang kita ?! “ Tanya salah satu tentara Thetoid


Didalam Superbia-07, Pak Louss tertawa terbahak-bahak dengan nada kegilaannya saat melihat kekacauan yang dia ciptakan di Kota Shinjitsu dengan laser Astraser


“ Nyahahahahahahaaaaaaaa~ mereka benar-benar berkeliaran seperti anak ayam tanpa induk ! Tidak kusangka Kolonel Denzell bisa menjadi panik seperti itu “ Ejek Pak Louss dengan nada kegirangannya


“ Pak ! Kurasa ini berlebi- “


“ Sampson ! Kerahkan Claw Drone kearah mereka ! “ Perintah Pak Louss yang bersiap untuk kembali mengerahkan Astraser dan Claw Drone secara bersamaan


“ HEEEEEIII !!! HENTIKAN PAK TUA GILAAA !!! “ Teriak Jubei sambil memukul kepala Pak Louss


( DUAGH ! )


“ Oi oi anak muda !!! Berani beraninya kau memukul kepala orang tua seperti itu ! Apa kau tahu namanya sopan santun hah ?!  “ Gerutu Pak Louss yang tidak terima dipukul oleh Jubei


“ Habisnyaaaaa~ itu tidak akan menyelesaikan apa yang ada dibawah sana ! Lama-lama kotanya bisa hancur karena anda ! “ Jelas Jubei dengan nada paniknya


“ Heh ! Kan bisa dibangun ulang lagi kan ? Bukan masalaaah~ lagian yang bangun ialah umat kalian juga ! Dan Kota ini tidak sebagus apa yang kulihat ! “ Celetuk Pak Louss yang hanya dijawab Ryuga dan Jubei dengan wajah cemberutnya


( BUUUUUMMM !!! )


“ Apa kalian tidak punya senjata lain yang tidak harus menyebabkan kekacauan besar dikota ini ?! “ Tanya Ryuga kepada Pak Louss dan Sampson


“ Ah ! Lihat ! “ DECA-I menunjukan gedung ARISE kearah monitor


“ Ada apa ? “ Tanya Ryuga


“ Me- mereka bertarung mendekati gedung ARISE ! “ Ujar Jubei


Mendengar nama gedung tersebut, Ryuga menyadari bahwa itu adalah gedung cabang perusahaan dari Tsuki Entertaiment dan Hugo berada disana untuk mengadakan rapat kerjanya karena Hugo tidak menyangka bahwa Tentara Theta akan melakukan pertarungan disekitar gedung tersebut


“ Oh tidak ! Jangan bercan- “


( BUUUUUUUUUMMM !!! )


“ Rombongan Ataru-san bertarung melawan Rough Polly didekat sana ! OH TIDAK ! MEREKA BERTARUNG DENGAN SANGAT GILA DISANA ! “ Jubei melihat pertarungan Ataru vs Rough Polly dan salah satu serangan mereka akan mengenai gedung tersebut


“ Cih ! CELAKA ! “


Ryuga bergegas menggunakan teleportasi Battlesuitnya untuk berpindah ke gedung ARISE. Baik Ataru dan Rough belum menyadari akan kedatangan Ryuga. Hugo yang sedang ingin memulai rapat melihat pertarungan tersebut dan meminta kepada semua petinggi industri hiburan untuk meninggalkan ruang rapat tersebut


( SYAAAT! SYAAAAT! SYAAAAAT! SYAAAAAT! )


“ Sial ! Kalau terus begini “ Gerutu Ataru sambil memperhatikan gedung ARISE


“ CEPAT ! CEPAT ! LARI DARI SINI ! “ Hugo mengajak para petinggi untuk lari meninggalkan ruang rapat


“ Heh ! Apa yang kamu perhatikan hah ?! “ Panggil Rough Polly yang mengerahkan serangan kearah Ataru dengan pedang FYBER SONIC-nya


“ Kaaau “ Ataru langsung mengeluarkan tongkat sabitnya


“ DELTA !  TUNG- “


“ HAAAAAAAAAAAAAAAHHH !!! “ Ataru dan Rough sama-sama menyerang satu sama lain dengan teknik yang cukup kuat


( TRAANG! BUUUUUUUUUMMMM ! )


“ Kkkh ! “ Ryuga yang tidak sempat memanggil Ataru langsung mengeluarkan sihir pelindung terkuatnya untuk melindungi orang yang masih berada didalam ruangan rapat tersebut dari serpihan serangan mereka


“ TOICHOS PETRA ! “


“ Hah ? “ Hugo terkejut saat mendengar nama mantra tersebut

__ADS_1


( BUUUUUUUMMM !!! )


Hugo yang pada awalnya berniat untuk melarikan diri kemudian terhenti saat mendengarkan nama mantra sihir tersebut dan menoleh kearah Ryuga yang menggunakan Battlesuit lengkap dengan helm


“ Tu- Tuan Hugo ! “ Ryuga memanggil ayahnya dengan namanya demi tidak dicurigai identitasnya


“ Hn ? “ Hugo tidak menjawab apapun dan masih curiga dengan Ryuga


“ Anda baik-baik saja ?! Tolong... segera menghindar dari tempat ini ! Jangan cemaskan kami... karena kami baik-baik saja “


Mendengar perkataannya dan melihat situasi digedung tersebut sedang tidak bagus, Hugo mau tidak mau harus meninggalkan tempat dan melindungi yang lain demi keselamatan mereka bersama


“ Semoga berhasil... dan tolong... jangan mati “  Kata Hugo dengan nada pelan kepada si calon Gamma tersebut


Mendengar hal itu, Ryuga kaget dengan mengangkat kedua alisnya dan tidak berkata apa-apa. Namun Ryuga merasa lega karena dia masih bisa merasakan jika Hugo masih menyayanginya walau konflik ayah-anak yang sedang mereka hadapi


“ Hnnn “


“ Ryuga-kun~ ayo cepat kembali~ “ Jubei berbisik ke Ryuga dan memintanya untuk kembali ke Superbia-07 dengan medali teleportasinya Sampson


“ Yaa Ryuga-san ! Kembalilah ! Aku baik-baik saja ! “ Gumam Ataru yang menggunakan kontak telepatinya sambil bertarung melawan Rough Polly


“ Baiklah ! “ Jawab Ryuga yang langsung masuk kedalam teleportasi tersebut dan kembali ketempatnya Jubei


( ZAAAAAAAAAASSSHHH !!! )


“ Fyuuh~ tadi itu hampir saja yaaa “ Kata Jubei yang lega akan aksi cepatnya Ryuga


“ Yaaa~ kuharap dia tidak mencurigaiku “ Gumam Ryuga yang masih memikirkan Hugo


“ Siapa ? Ayahmu ? “ Tanya Jubei


“ Sudah pasti... dari perkataannya... itu membuat aku penasaran apakah beliau selama ini tahu soal identitas rahasiaku ? “ Pikir Ryuga tentang Hugo


“ Hmm~ “


Jubei kemudian melihat situasi Kota Shinjitsu dari alat komunikasinya. Gadis berambut biru tua tersebut bisa melihat situasi di kota menjadi semerawut dan pihak kepolisian beserta pihak militer kesulitan untuk mengontrol situasi pertarungan dan evakuasi


“ Kelihatannya aku tahu apa yang harus kita lakukan sekarang ! “ Kata Jubei sambil memperhatikan situasi


“ Aku bisa merasakan jika kamu saat ini memikirkan langkah yang bijak ! “ Gumam Ryuga dengan nada bangganya kepada Jubei


“ Pak Ilmuan~ Sampson-san~ kita turunkan pesawat ini ? Kurasa daripada kita tidak melakukan apa-apa disini... aku yakin di pesawat ini pasti kalian memiliki persenjataan yang bisa membantu melawan tentara Theta tanpa harus menghancurkan kota “ jelas Jubei tentang niatnya untuk mengajak mereka berdua membantu menyelamatkan yang ada dikota


“ Tentu saja ! Kami memiliki fitur “Rain Laser” dan “Hail of light”... skala kecilnya bisa diatur bahkan sekecil peluru pistol ! Kurasa ini yang tidak separah dengan Astraser “ Jelas Sampson


“ Eh he ! Aku tidak yakin itu adalah ide yang bagus ! “ Protes Pak Louss


“ Walau demikian... itu bisa dihindari mereka dan menjadi alat pengecoh untuk para tentara Theta ! Dan setidaknya itu tidak seheboh dengan Astraser itu “ Gumam Ryuga sambil membandingkan ketiga senjata tersebut


“ Itu benaaaar~ jadi tidak masalah kita menggunakan itu untuk menghentikan yang ada dibawaah~ “ Kata DECA-I dengan nada kegirangannya


“ Okeee~ jika kalian bilang begitu aku tidak punya pilihan lain ! “ Keluh Pak Louss yang memutuskan untuk mengikuti permintaan Ryuga dan Jubei


“ Bagus ! Sampson... ayo kita kebawah ! “ Ryuga mengajak Sampson untuk mengarahkan Superbia-07 kebawah Kota


“ Baik ! Ayo kita lakukan ! “


*****


“ Aaaah ! Pesawat apa ini ?! “


“ Apa itu bagian dari bala bantuan Alien ini ? “


( ZAAAAAAAAAAAAAAAASSSSSHHHHH )


“ Uwaaaaaaaaaaaaaaa !!! “


“ Aaaah ! Celaka ! Kolonel ! “


“ Pak Louss sialan itu ! Sepertinya kegilaannya kembali kumat ! “ Gerutu sang tentara Theta


“ Uwaaaaaaa~ jika benar ini sangat tidak lucu !!! “ Keluh salah satu tentara yang berusaha untuk menghindar


“ Tidak ! Ini “ Kolonel Denzell bisa mengetahui jika Pak Louss juga sebenarnya berpihak kepada El-Fighter


“ Levirra ! Kerahkan B.R.O Mass-production type sekarang ! “ Denzell langsung menghubungi Letjen Levirra untuk mengeluarkan robot petarung mereka di Shinjitsu


“ Apa ?! Bukan’kah robot-robot itu akan digunakan untuk- “


“ Cepat ! Keluarkan saja ! Hentikan Superbia-07 sebelum jadi menggila ! “ Potong Denzell yang meminta Levirra untuk bergegas


Tanpa menanyakan pertanya lagi, Levirra mengerahakan puluhan B.R.O Mass-production untuk menyerang kearah Superbia-07. Tim Jubei yang berada didalam pesawat memperhatikan robot-robot tersebut datang menghadapi mereka secara bersamaan


“ Oh’ho ! Itu B.R.O Mass-production ! “ Ujar Sampson


“ Naaaah~ itu semua adalah kesalahan kalian berdua ! Kalian para Fighter sialan harus bertanggung jawab soal ini ! “ Gerutu Pak Louss sambil menyalahkan Jubei dan Ryuga


Dengan santai Ryuga menjawab “ Jadi anda menyalahkan kami sebagai Fighter ?! Perlu diketahui... aku belum sudi menerima diriku sebagai “Fighter” karena aku adalah Spezialist pertama yang mejadi Fighter ! Karena Fighter sebenarnya bukan yang harusnya mereka takuti... tapi Spezialist ! “ Jelas Ryuga dengan senyum bangganya sambil mengeluarkan persiai Anthosnya


“ Okeee~ tapi aku disini bukan apa-apa dari kalian “ Jelas Jubei dengan nada pesimisnya saat menjawab pernyataannya Ryuga


“ Tidak masalah Jubei ! Semua orang bisa bertarung dengan caranya ! “ Ryuga tersenyum memberi semangat kepada Jubei untuk tidak pesimisi dengan V-FIGHTER lainnya


“ Mereka mendekat ! “ Sampson melihat B.R.O Mass-production mulai mendekati mereka


“ Ayoo ! “


“ Aaaa~ aku ikuuuut~ “ DECA-I memutuskan untuk ikut bersama dengan Ryuga dan Jubei ketimbang tetap berada di Superbia-07


Ryuga dan Jubei keluar dari Superbia-07 untuk menghadapi B.R.O Mass-production yang mendekati pesawat tersebut. Levirra yang melihat kedua Fighter muda tersebut langsung memerintahkan robot tersebut untuk menyerang mereka


“ Mereka datang ! Serang !!! “ Perintah Levirra kepada B.R.O Mass-production yang langsung mengerahkan pistol laser kearah Superbia-07


( ZYUUUNG! ZYUUUNG! ZYUUUUNG! ZYUUUUNG! ZYUUUUNG! )


“ Haaaaah ! “ Ryuga menggunakan sihirnya untuk melindungi mereka dari serangan tersebut


( SRIIIIIIIIIIIIIING )


“ Jubei ! Sekarang ! “


“ Arrow Trick : Rain of Explosion ! “ Dengan cepat Jubei mengerahkan Estrellanya dan menciptakan hujan panah ledakan kearah robot petarung tersebut


( ZAAAAAAAAAAAAAAAAAAAASSSSHH ! BUUUMMM ! BUUUMMM ! BUUUMM )

__ADS_1


“ Bagus ! “ Puji Ryuga kepada Jubei


“ Jangan coba-coba untuk menghina kami ! “ Kata salah satu B.R.O Mass-production yang bersiap untuk menyerang mereka dengan pedang “Heat Saber”-nya yang diikuti oleh beberapa B.R.O Mass-production lainnya


( SYAAAAAAAAAAAAAAT !!! )


“ Oh tidak ! Mereka datang ! “ Jubei terkejut saat melihat robot-robot tersebut berhasil menghindari semua serangannya


“ MAJU KALIAN !!! EKRIXI PEDIO ! “ Tantang Ryuga sambil mengeluarkan salah satu sihir andalannya kepada robot-robot tersebut dengan menciptakan perisai disekeliling Superbia-07


“ AWAS !!! “ Jubei teriak panik saat melihat robot-robot B.R.O Mass-production melesat


( BUUUUUUUUUUUUMMM !!!! BUUUUUUUUUMMMM !!! )


Teknik sihir pelindung Ryuga berhasil membuat beberapa robot B.R.O Mass-production hancur karena ledakan perisai tersebut


“ Ah ! Apa ?! Berhenti ! “ Levirra yang terkejut melihat serangannya Ryuga memerintahkan kepada B.R.O Mass-production untuk berhenti dan tidak mendekati Superbia-07


“ Vilken Otur... tidak ada waktu untuk kaget ! “ Ejek Ryuga dengan senyuman bangganya


“ Kau menantang kami ?! Kau menantang kami ?! Berani sekali kau ! Berani sekali kau ! Kau akan menerima akibatnya wahai manusia lemah ! “ kata para B.R.O Mass-production yang tidak terima akan ejekan dari Ryuga dimana perkataan mereka dibalas dengan Ryuga dengan menyerang salah satu dari mereka dengan perisai Anthos


( ZYUUUUUUNG! BUUUUUUUUM! )


“ Kelihatannya itu tidak cukup membuat kalian percaya jika aku bukan sembarang manusia ! “ Kata Ryuga sambil menangkap kembali perisainya tersebut yang membuat robot-robot tersebut semakin geram mendengarnya


“ Tidak bisa dimaafkan ! Tidak bisa dimaafkan ! “


“ Heh ! Berisik sekali ! Ayo nak Spezialist~ kita harus segera memulai pertarungannya !” Gumam DECA-I sambil bersiap mengeluarkan senjata lasernya


“ Ryuga-kun ! Aku ikut ! “ Jubei memutuskan untuk ikut membantu Ryuga


“ Jubei ! Aku- “


“ Aku selalu berada dibelakang ! Tapi kalian membutuhkan aku ! Aku tidak akan berpaling dari kalian semua ! “ Lanjut Jubei yang bersih keras untuk membantu Ryuga dalam menghadapi B.R.O Mass-production


Ryuga terdiam sesaat dan kemudian dia berkata “ Jubei ! Aku mempercayaimu ! “ menandakan bahwa dia menerima pertolongan dari Jubei dan juga DECA-I


“ Ayo !!! “


“ Majulah ! B.R.O Mass-production ! Serang mereka !!! “  perintah Levirra kepada para robot petarung tersebut untuk menyerang mereka bertiga


( Zyuuung ! Zyuuung! Zyuuuung! Syaaaat ! Syaaaaat !  Zaaaassssshh !!! )


Ryuga bersama dengan Jubei dan DECA-I melakukan perlawanan dari jarak jauh dengan menembakan serangan mereka masing. Melihat mereka bertiga melakukan perlawanan terhadap para robot petarung tersebut, Sampson memutuskan untuk mengikuti mereka untuk melakukan perlawanan kepada B.R.O Mass-production


( ZYUUUUUUUUUNG!!! ZYUUUUUUUUUNNG!!! )


“ Hei anak muda ! Apa yang kau lakukan ?! “ Tegur Pak Louss dengan nada paniknya


“ Kita berada dipihak mereka bertiga ! Kita sama-sama tidak menyetujui kebiadaban dari Pangeran Morsdantaque untuk menguasai planet asal kita ! Aku juga harus melakukan sesuatu agar aku tidak terus kepikiran tentang Ene-tan di Kapal Induk !  “ Jelas Sampson yang bertekat untuk membantu yang lain dari kejauhan


“ Okeee~ kelihatannya anda masih berusaha untuk menutupi kelemahan dan pesimismu dengan berusaha untuk membantu mereka yaaa “ Celetuk Pak Louss


“ Ayo pak ! Kita tidak ada waktu untuk pesimis ! Atau kita semua akan mati sia-sia dengan cara konyol dikota asing ini ! “  Tegur Sampson


“ Okeee okeee~ aku juga tidak mau mati konyol ditempat ini ! Yahuuuuuuuuuuuuu~ “ dengan penuh semangat Pak Louss akhirnyan ikut membantu Sampson untuk mengalahkan para robot B.R.O Mass-production


( Zyuung! Zyuuung! Zyuuuung! Zyuuuung! )


“ Sampson dan Pak Ilmuan itu kelihatannya mau membantu kita ! HAAAAH ! “ Gumam Ryuga sambil melemparkan Anthos Delfini kearah robot petarung tersebut


( DRAAAAAAG ! DRAAAAAG ! DRAAAAAAG ! )


“ Sepertinya Pak Louss beserta asistennya telah memilih keputusan yang salah dalam bertarung “ Gumam  Levirra yang melihat aksi dari Sampson dan Pak Louss memutuskan untuk mengerahkan tambahan  B.R.O Mass-production


( Sriiiiiiiiing ! )


“ Maju ! B.R.O Mass-production ! “


Disaat yang bersamaan, Ataru bersama dengan Oxtoroo dan Swift Polly masih melanjutkan pertarungannya melawan Rough Polly dan SISTER V2.0. Ataru berusaha untuk bertarung dengan menghindar dari tempat keramaian


( TRAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAAAANG! )


“ Oh tidak ! Bocah El-Fighter itu ! Dia mulai menjauh ! “ Oxtoroo berusaha untuk mengejar Ataru dan Rough Polly


“ Oxto ! Tunggu ! “ Swift Polly berusaha mencegat Oxtoroo untuk tidak mengejar mereka berdua


( ZYUUUUUNG ! )


“ Ah ! “ Oxtoroo dan Swift Polly menghentikan langkah mereka saat SISTER V2.0. menembaki mereka dengan laser


“ Beraninya kalian lari dari pertarungan ! “ Geram SISTER V2.0. yang kembali menembaki mereka berdua dengan rasa frutrasinya


( ZYUUUUNG ! ZYUUUUNG ! ZYUUUUUUNG ! ZYUUUUUUNG ! )


“ Sudah kubilang jangan kejar mereka !!! “ Tegur Swift Polly sambil berusaha untuk melakukan perlawanan dengan menggunakan ION-BLASTER kearah SISTER V2.0.


( ZYUUUUUUUUUUUUNG ! BUUUUUUUUM !!! )


“ Heh ! Kalian berdua akan merasakan akibatnya ! “ Gumam SISTER V2.0. yang berhasil menghindari ION-BLASTER dan langsung mengeluarkan keempat tangan tambahannya untuk menyerang kearah Oxtoroo dan Swift Polly


“ Ooooh~ celaka ! “ Gerutu Oxtoroo


Rough Polly memperhatikan situasi dan dia memutuskan untuk melakukan rencana liciknya untuk membuat Ataru kerepotan menghadapinya


( TRAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAAAAANG! )


“ Hmmm~ sayang sekali yaaa~ aku sangat menyayangkan karena si rambut magenta itu tidak mau membantumu ! “ Ledek Rough Polly yang menahan tongkat sabitnya Ataru


“ Ada apa ?! Apa kau tiba-tiba mulai bosan dengan pertarungan ini ?! “ Tanya Ataru yang kembali menyerangnya


( TRAAAAAANG! )


“ Sedikit~ karena itulah... sisi seru dalam pertarungan kita... akan dimulai ! “ Jelas Rough Polly sambil mengarahkan “FYBER SONIC KICK” kearah Ataru dan menendangnya kebawah Kota Shinjitsu dengan kuat


( SYAAAAAT ! )


“ Ah- “


( DUAAAGH ! BUUUUUUUUUUUUUUMMMM !!! )


“ Sudah saatnya kita akan memulainya “ Ujar Rough sambil mengeluarkan ratusan Nanobot dari sebuah termos besar yang dia bawa untuk pertarungan


*****

__ADS_1


__ADS_2