
Jubei terlihat bersembunyi didalam lemari besi disuatu ruangan yang tidak terkunci di Superbia-07. Terlihat, beberapa Eyenion sedang melacak keberadaanya dan Jubei berusaha untuk tidak membuatnya terlacak dari sela kecil lemari tersebut
“ Celaka. . .celaka . . . mereka masih berada disini. . . mana ada banyak pula ! Ayoo. . . cepaat. . .pergilah dari sini ! “
Jubei mencoba untuk mengontak Tazuya dengan kontak telepatinya. Saat berhasil mengontak pemuda bertubuh kecil tersebut, Tazuya mengatakan kepada Jubei bahwa ia tertangkap oleh Swift Polly dan Oxtoroo. Ia juga meminta Jubei untuk tidak panik dan mencarinya karena ia tidak ingin Jubei juga tertangkap dan tetap bersembunyi agar pihak Thetoid tidak mencari Dullart di ruang pengontrol senjata
“ Tazuya ! Kamu dimanaaaa ? “
“ Suara ini. . .JUBEI ! Jubei ! Kamu baik-baik saja ?! “ Tazuya bertanya saat mengenal suara Jubei dari kontak spiritualnya
“ Ah ya. . . tapi aku sedang bersembunyi disuatu ruangan dan beberapa robot bola mata itu belum pergi dari sini. Bagaimana denganmu ? “
“ Sayangnya. . . mereka menangkapmu. Tapi aku tidak ditahan diruang lain. . .aku.. . . berada diruang semacam
pemantau. Disini aku hanya dijaga oleh si alien wanita yang berbaju putih itu “ Jawab Tazuya sambil memperhatikan ruang pemantau dan Swift Polly
“ Haaaah. . . jadi. . . jadi bagaimana ?! Apa yang aku harus lakukan sekarang ? “
“ Tetapla disana. Karena temannya si alien wanita itu sepertinya juga sedang mencari keberadaanmu karena robot itu mengalami kesulitan untuk menemukanmu. Karena jika kamu tetap bersembunyi maka tidak ada satupun dari mereka yang akan mencari Dullart-san “ Jelas Tazuya
“ Jadiii. . . . “
Tiba-tiba, koneksi kontak telepati Jubei terputus karena Jubei tidak sengaja mendengar ada yang datang didekat ruangan tersebut. Ternyata itu adalah Proto-Eva, yang sedang menanyakan Eyenion keberadaannya. Saat mendengar penjelasan dari salah satu Eyenion yang mengatakan bahwa Jubei belum ditemukan, Proto-Eva sangat
kesal mendengarnya, dan akhirnya memutuskan untuk mengecek ruangan tempat Jubei bersembunyi dengan membuka paksa lemari yang ada didalamnya
“ Apa ?! Robot-robot sialan ! Bodoh sekali kalian semua tidak bisa mencari dia kesegala arah ! Apa kalian sudah
mengecek ruanga ini ?! “
“ Sudah dicari. Sudah dicari. Dia tidak ada. Dia tidak ada. Dia tidak ada “ Kata para Eyenion
“ Sini ! Biar kucari dia ! “
“ Haaaaaa “ Jubei mulai panik saat robot tersebut kembali masuk keruangan itu
Saat Proto-Eva mulai membuka paksa pintu lemari tersebut satu per satu dengan kasar, Jubei melihat bahwa ia tidak ada pilihan lain selain melakukan perlawanan walau ia masih ragu apakah ia mampu untuk mengalahkan robot tersebut
( Brak ! )
“ Haaaaaaaaaai semua~ “ Sambut Jubei dengan nada ceria dan senyuman kecemasannya
“ KETEMU KA- “
“ HAAAAH ! “
( Zyuung ! Blaaaar ! )
“ Aaaaah ! “ Rintih Proto-Eva yang terlempar oleh serangan dari pistol mini-laser
“ Tangkap dia ! Tangkap dia ! Tangkap dia ! Tangkap dia ! “
( Zyuuung ! Zyuuung ! Zyuuung ! Zyuuuuung ! )
“ KEJAR DIA ! JANGAN SAMPAI DIA KELUAR DARI PESAWAT ! “ Perintah Proto-Eva kepada para Eyenion
Jubei kemudian berusaha lahir secepat mungkin dan berusaha untuk kembali mengontak Tazuya dengan kontak telepatinya. Tiba-tiba, ia tidak menyadari bahwa Oxtoroo sedang berjalan diarah yang sama dengannya. Karena tidak konsentrasi dengan apa yang ada didepannya, Jubei tidak sengaja menabrak Oxtoroo yang sedang menuju ruang pengontrol senjata, yang membuat ia terjatuh
“ Tazuya ! Tazuya ! Tazuya ! Kumohon tolong terima- “
“ AH ! “
( BRUGH ! )
“ Ouuuuuuuuuuuuu “
“ Aauuuuhh. . .Hah ! “ Jubei kaget saat ia menyadari bahwa ia menabrak salah satu petinggi militer Theta dan ia langsung berlari menghindarinya
“ Kejar dia ! Kejar dia ! Kejar dia ! Kejar dia ! Eh. . . Penasehat Oxtoroo ! Penasehat Oxtoroo ! Penasehat Oxtoroo ! “
“ Ah. . .Penasehat Oxtoroo ?! “ Kata Proto-Eva yang kaget melihat Oxtoroo masih tersungkur dilantai pasca tidak sengaja menabrak Jubei
“ Proto-Eva ! Dari. . .Mana saja kamu ! Kenapa Kamu melepaskan wanita itu lari ! Kejar dia ! Aku . . .akan mencari Tuan Muda di ruang pengontrol sistem persenjataan ! “ Oxtoroo memperingatkan Proto-Eva dan para Eyenion untuk segera mencari Jubei saat ia dibantu robot tersebut untuk berdiri
“ Siap pak ! Maaf atas keteledoranku ! Ayo, Eyenion ! “
Dari dalam ruang pengontrol sistem persenjataan, Dullart dan DECA-I masih berusaha untuk meretas sistem tersebut secara penuh agar Sampson dan Pak Louss tidak bisa menggunakan sisa Claw Drone dan Astraser untuk mengalahkan Rigel dan yang lain. Tidak lama kemudian, Oxtoroo akhirnya sampai keruangan tersebut dan menyadari bahwa pintunya terkunci
“ Ah. . . apa. . .te. . .terkunci ! Heeeei ! Halloooooo ! Apa ada orang didalam ?! Apa benar disana ada Tuan Muda
Dullart ?! Ayo jawab akuuuuu ! “ Panggil Oxtoroo dari luar sambil mengetuk pintu tersebut dengan kuat
“ Celaka ?! Suara itu. . . “
“ Penasehat Oxtoroo ! “ Jawab Dullart dengan nada berbisik
“ Dullart. . . bagaimana ini ?! “ Tanya DECA-I dengan penuh kepanikan
“ Heeeeeeii. . .apa ada orang didalam ! Ayoo ! Buka ! Buka pintunya ! Uuuuggghhh. . . apa disana benar-benar ada Tuan Muda Dullart ? Ayooo . . . .Jawaaab. . . .akuuuu ! “ Kata Oxtoroo sambil berusaha membukakan pintu itu dengan paksa
“ Jangan cemas ! Dia tidak akan bisa masuk kesini ! Ayo fokus ! Kita tidak punya waktu yang banyak, robot kecil ! “
Kata Dullart yang berusaha untuk menenangkan DECA-I yang mulai cemas akan
kedatangan dari Oxtoroo
“ . . . . “
“ DECA-I ! “
“ Ah. . .ya ! Baik ! “
Dullart dan DECA-I kembali melanjutkan tugas mereka untuk meretas sistem persenjataan. Dari luar, Oxtoroo masih berusaha untuk membukakan pintu tersebut baik dengan paksa dan mencoba memasukan beberapa kode pengaman yang ia tahu. Sementara itu, Sampson sedang berusaha untuk mencoba mengambil ahli kendali Drone tersebut dari ruang kendali pesawat
“ Ah . . . ditolak ! Jenderal. . .Pak Louss. . . bagaimana i-“
“ Sini ! Biar aku yang mencobanya ! Sana kendali pesawat dan Drone !“ Kata Pak Louss yang langsung menyingkirkan Sampson
“ Swift Polly. . . dimana anda ? “ Tanya Argus dari alat komunikasinya
“ Ruang pemantau. Sedang bersama dengan Alpha ini. . . dia sudah tertangkap ! “
“ Bawa dia ke ruang tahanan sementara ! Bantu Oxtoroo untuk membuka paksa ruang sistem persenjataan sekarang. Sepertinya Tuan Muda sengaja mengubah kode pengaman pintu tersebut. Cepat, laksanakan ! “
“ Baik, Jenderal ! Ayo, cebol ! Ikut aku ! “
“ . . . . “ Tazuya terdiam sambil menatapnya dengan tajam
“ Ah ! Apa ?! Kenapa. . . tubuhku terasa . . . agak berat dan susah bergerak ! “
Tazuya secara diam-diam menggunakan Psikokinesisnya untuk menghentikan pergerakan Swift Polly. Di ruang kendali, Sampson kemudian melihat bahwa ada satu Drone lagi yang berhasil dikalahkan oleh pihak militer Neo-Asia yang dibantu dengan Rigel Orionis. Mendengar laporan dari Sampson, Pak Louss menjadi panik
( Biiip ! Biiiip ! Biiiip ! )
“ Pak, sepertinya Drone kedua yang ada dibawah kembali dihancurkan oleh mereka !” Lapor Sampson
“ Apa ?! Sialan! Cih. . . aku tidak menyangka akan bisa merepotkan seperti ini. Kalau memang tidak bisa, aku akan
menghukum mereka yang ada dibawah dengan Astraser ! “ Kata Pak Louss dengan penuh kepanikan
“ Jadi. . . kita pakai Astraser ? “ Tanya Sampson
“ Tahan sebentar ! Tetaplah fokus untuk mengontrol tiga Drone yang ada dibawah !” Kata Argus kepada Sampson dan Pak Louss
Dari bawah, terlihat Rigel mulai kelelahan karena ia sudah banyak mengerahkan tenaganya untuk menghancurkan Drone yang kedua. Namun, ia bangga karena pihak militer Neo-Asia mau membantunya untuk menghancurkan Claw Drone tersebut
“ Fyuuuh ! Hancur juga satu lagi ! Kerja yang bagus, Tuan Kapten ! “ Puji Rigel melalui alat komunikasinya kepada
sang Kapten
“ Ya, Tuan Delta El-Fighter. Ayo. . . kita lanjutkan ! “
“ Ya ! “
Rigel kembali bangkit, dan seketika melihat Inuya, Ryuga dan Ataru yang masih bertarung melawan GIGANTE. Sebelum kembali melanjutkan tugasnya, Rigel memberikan semangat kepada Inuya dan yang lain untuk tetap fokus melawan robot tersebut
“ Anak-anak. . . semoga berhasil. Ayo. . . kita lakukan ! “
*****
Inuya bersama dengan Ryuga dan Ataru masih berfokus melawan GIGANTE. Pertarungan mereka menjadi semakin sengit saat robot tersebut berusaha untuk membuat dirinya tidak lengah pasca melihat Drone kedua telah dihancurkan
“ Second Sting : Heracleum ! Hyaaaaaaaaaaaahhhhhh ! “
( Buuuug ! Buuuug ! Buuug ! Buuuug ! Buuuug ! )
“ Terima iniiiiiiiiiiii ! “
“ Oh Oh ! “
( BRAAAAAAAAAAAAAAAKKKK ! )
GIGANTE berhasil menghindari serangan dari Labeja milik Inuya. Yang membuat senjata tersebut mengenai trotoar, menciptakan getaran yang dahsyat dan retakan yang besar dijalan tersebut. Ataru kemudian menyerang GIGANTE dengan Spirit Pistol. Disaat yang bersamaan, Ryuga mengajak Inuya untuk menggabungkan teknik Fighter Possession mereka
( Zyuuuung ! Zyuuung ! Zyuuuuung ! Zyuuuuuung ! )
“ Menyerahlah ! Itu ! Tidak! Akan ! Mempan ! “ Kata GIGANTE yang membalas serangan Ataru dengan menembak kearah mereka bertiga dengan pistol lasernya
“ Kau yakin ! “
( Zyuuung ! Zyuuung ! Zyuuuung ! )
__ADS_1
“ Sombong ! Juga ! Si Merah ! Ini ! “ Gerutu GIGANTE
“ Beta ! Ayo. . . kita gabungkan serangan Fighetr Possession kita untuk mengalahkan makhluk itu ! “
“ Kamu yakin ini akan berhasil ? “ Tanya Inuya
“ Kita coba saja ! “
Inuya menjawab ajakan Ryuga dengan anggukan dan kemudian bangkit untuk menyiapkan Labejanya. Mereka
berdua melihat kearah GIGANTE yang sibuk menyerang Ataru dengan pedangnya, dan Ataru terlihat mulai mengalami kesulitan untuk menghadapi robot tersebut dikarenakan salah satu Claw Drone mulai menembak kearahnya
“ Inuya-kun ! Ryuga-san ! Tolong aku ! “ Kata Ataru melalui kontak telepati mereka
“ Ayo ! Kita lakukan !
Ryuga dan Inuya secara bersamaan berlari kearah mereka berdua dan langsung mengeluarkan teknik mereka
“ Third Act : Troubled Vision ! “
“ Ataru. . . Menyingkir ! “ Panggil Inuya melalui kontak telepatinya
Ataru yang mendengarkan peringatan Inuya langsung menyingkir dari GIGANTE. Ryuga menciptakan ilusi disaat yang bersamaan ia melemparkam buckler tersebut kearah GIGANTE. Lalu, ia melemparkan buckler lainnya kearah Inuya, yang membuat ia menghilang dan berubah menjadi cahaya yang berbentuk kerumunan lebah
“ Ah ! Apa-apaan ini ?! Kemana dia ?! “ Kata GIGANTE yang kebingungan karena pengaruh dari Troubled Vision
“ Bagus ! Sekarang ! “
Kerumunan lebah tersebut kemudian kembali membentuk Inuya, bersiap untuk menyerang GIGANTE
“ Inilah yang namanya Convergence : Swarm ! “ Kata Ryuga saat ia mengembalikan Inuya kembali kedirinya
“ Second Sting : Heracleum !”
“ BETA ! BELAKANGMU ! “ Teriak Ataru saat melihat ada Claw Drone dari atas Inuya yang bersiap untuk menembaknya
( Zyuuuuuuuuuuunnng ! )
“ TWEEDE : HOU OP ! “
Ataru langsung menggunakan Tidjbrekernya untuk menghentikan serangan laser tersebut yang sedikit lagi mengenai Inuya. Mendengar panggilan Ataru, Inuya kaget dan menghentikan serangannya. Lalu ia melihat kebelakang bahwa ia hampir saja mati karena laser Drone tersebut
“ Ah ! “ Inuya kaget saat melihat kedatangan laser tersebut dan langsung menghindarinya
“ Drone ! “ Kata GIGANTE yang langsung ikut menghindari serangan tersebut
“ Uuuuh. . . bagus. . .ONTKETEND ! “ Ataru kemudian melepaskan tekniknya dan seketika laser tersebut
langsung mengenai trotoar dan menciptakan serangan yang cukup besar
( BUUUUUUMMMMMMM ! )
“ Sial ! Mereka menghindari lagi ! Jangan berbangga dulu kalian ! “ Gerutu Sampson sambil memukul monitor yang ada didepannya
“ Tuan muda. Tuan muda. Mungkin. Dia bersembunyi. Diantara mereka “ Kata GIGANTE saat pandangannya terpusat kearah kerumunan penduduk yang dievakuasi dan berpikir Dullart bersembunyi diantara mereka
Inuya dan yang lainnya melihat Drone tersebut kembali bergerak kearah mereka. Melihat orang disekitar jalan masih agak ramai, Inuya meminta kepada pihak kepolisian untuk mempercepat proses evakuasi
“ Celaka ! Pak Polisi ! Percepat evakuasi ! “ Panggil Inuya kepada sang petugas kepolisian
“ Ya ! Ayo cepat-cepat ! Menghindar dari sini ! “
“ Cepat lari ! Robot besar itu menuju kemari !!! “ Kata salah petugas kepolisian kepada para penduduk
“ Kalian masih menantang kami. . . baiklah. . . lawan aku kalau berani ! “ Tantang Inuya
“ Oi. . . Beta . . . kau mau apa ?! Hei !! “ Panggil Ryuga saat melihat Inuya mulai berlari kearah Claw Drone
“ Kalian berdua. . . jangan biarkan robot itu menyerang penduduk ! Hentikan dia!!! Aku . . . aku punya ide gila
untuk menghentikan senjata ini ! “ Kata Inuya melalui kontak telepatinya kepada Ryuga dan Ataru
“ Ayo. . . Gamma ! Hentikan dia dulu. . . situasi semakin kacau “ Ajak Ataru untuk menghentikan GIGANTE dan
mempercayakan Inuya untuk mengatasi Claw Drone
“ Baiklah ! “
Inuya berlari kearah Claw Drone yang ingin menembak kearah mereka bertiga. Rigel yang bersama dengan pilot Neo-Asia masih terlihat bekerjasama untuk menghentikan salah satu Claw Drone. Disaat Rigel ingin menggunakan Ice Torpedo untuk menghancurkan Drone yang ada didepannya, tiba-tiba, ia mendengar suara sang Beta pendahulu yang sekaligus rekan El-Fighternya, Rikka. Mengatakan kepada Rigel bahwa Inuya bertindak seorang diri untuk menghentikan salah satu Drone dengan nekatnya
( Buuum ! Buuuum ! Buuuuum ! Buuuuuum! )
“ Gunakan Distraction Smoke Bomb untuk menghalang pendeteksi senjata itu ! “ Perintah sang Kapten kepada semua pilot
( Buuuuuuuuuuuuummmm ! )
“ Sialan ! Peledak pengacau ! “ Gerutu Sampson saat melihat Claw Drone tidak bisa melacak targetnya
“ Sekarang, El-Fighter ! “
“ Rigel ! Inuya ! Dia bertindak seorang diri untuk menghancurkan Drone itu sendirian ! “ Kata suara dari Rikka
“ AH ! Apa ?! Inuya ?! “ Rigel tiba-tiba berhenti saat mendengar suara dari Rikka
“ Sekarang ! “ Melihat ada kesempatan, Sampson kemudian mengaktifkan laser untuk menembak Rigel
“ EL-FIGHTEEEERRR . . . HATI-HATI ! “
“ Celaka ! ICE TORPEDO ! “
( Zyaaaaaaaaaattttt! BUUUUUUUUUUUUUUUMMMM ! )
Beruntungnya, Rigel berhasil mengambil tindakan cepat saat mendengar panggilan dari sang Kapten, dan iapun langsung melemparkan Anthemusa kearah Drone tersebut. Alhasil, Drone tersebut akhirnya meledak menjadi serpihan es yang halus. Sementara itu, Drone yang lain berusaha untuk menembak Inuya yang lari menuju arah Drone tersebut, sambil mempersiapkan Labeja-nya
“ Second Sting : Heracleum !”
“ Percuma ! Itu tidak akan mempan ! “ Kata Sampson sambil bersiap untuk menembakan laser kearah Inuya
“ Alternate : Heracleum ! COLLISION ! Haaaaaaaaaaaaaaahhh ! Hyaaaaaaah! “
( DUAGH ! BUUUUUUUUUUUUUM ! )
Inuya meninju Claw Drone tersebut dengan Labejanya. Tinjuan tersebut menciptakan dentuman yang sangat kuat, bahkan terlempar kearah Superbia-07. Alhasil, karena tabrakan dari Drone tersebut, semua orang yang ada didalam pesawat terjatuh dan terpental karena kuatnya lemparan tersebut dan pesawat tersebut mengalami kerusakan dibagian depan pesawat yang hampir mengenai ruang kendali pesawat
“ Uwaaaaaaaaa ! “
“ Aaaaaaaaaaahh !!! “
“ Ah. . . apa-apaan itu barusan ?! “ Kata Tazuya yang panik dan jatuh disaat yang bersamaan
“ Uwaaaaaaaa ! Sialaaaan ! Apa pesawat ini baru saja menabrak sesuatu dikota ?! “ Kata Jubei yang mulai panik
“ Uwooo ! Dullart. . . sepertinya ini- “
“ Ya. . . Ada salah Drone yang terlempar dan menancap ke pesawat ! “ Kata Dullart sambil memperhatikan layar monitor tersebut
“ Apuaaaaaaahhh. . . .siapa sih yang menancap Drone itu. . . ke- “
“ Hentikan, Tuan Muda ! “ Kata Oxtoroo sambil mengarahkan pistol kearah mereka berdua
Disaat mereka sedang berusaha kembali untuk meretas sistem persenjataan, Oxtoroo tiba-tiba bisa membukakan pintu ruangan tersebut dengan cara menembakan tombol pengaman tersebut yang membuat sistem keamanannya terganggu dan bisa terbuka
“ Oxto ! “
“ Celakaaaaaaaaaaaaaaaaaaa “ Bisik DECA-I dengan kepanikan
“ Maaf Tuan Muda. Tapi jika anda berani bergerak dan berusaha lari dari kita, aku tidak akan segan menggunakan ini untuk menghentikan anda ! “ Peringat Oxtoroo dengan nada tegasnya
*****
Dari kota, semua orang disekitar terdiam saat melihat aksi Inuya yang meninju Drone tersebut dan melemparkannya kearah Superbia-07. Claw Drone yang ditinju Inuya menancap di pesawat, dan tidak bisa berfungsi karena kerusakan yang disebabkan gelombang kejut yang dahsyat dari Labeja
“ Woah. . . Namidashi. . . ini untuk pertamanya aku takjub dengan aksi nekatmu “ Kata Ryuga dengan ekspresi kagetnya
“ Yeah. . . baru kali ini melihat aksi nekatmu bisa menyelamatkan kita semua “ Kata Ataru
“ Hah ! Kalian lihat itu ! Bukannya itu sangat epik ! “ Kata Inuya dengan penuh semangat sambil menujukan Superbia-07
“ Celaka. Celaka. Jenderal. Pak Kepala Louss. Apa. Mereka. Selamat “ Kata GIGANTE sambil melihat kearah Superbia-07
“ Delta. . . robotnya. . .SEKARANG ! “ Ajak Ryuga saat melihat ada kesempatan untuk menyerang GIGANTE
“ Ok ! “
Melihat GIGANTE mulai lengah saat melihat Drone tersebut tertancap di Superbia-07, Ryuga dan Ataru mengambil kesempatan untuk menghancurkan robot tersebut secara bersamaan
( Zyuuuung ! Zyuuuuuuung ! Zyuuuuuung ! )
“ Kalian ! “ GIGANTE yang menyadari serangan tersebut langsung mengeluarkan mini-rocket launcher dari kedua
tangannya
“ Vierde : Verandering ! “ Ataru
menggunakan Tijdbreker untuk membuat serangan tersebut meledak sebelum mengenai
kearah mereka
“Haaaaaaaaaaahhhh “ Ryuga kemudian menyerang GIGANTE dengan kekuatan sihirnya
( Syat ! Syat ! Syat ! Syat ! )
__ADS_1
“ Aaaaah ! “
Saat diserang oleh Ataru dan Ryuga secara bertubi-tubi, GIGANTE tidak bisa fokus karena ia memikirkan Argus dan yang lainnya yang masih berada didalam Superbia-07. Disaat Ryuga dan Ataru bersiap untuk menyerangnya, GIGANTE kemudian mengeluarkan bom asap kearah mereka, dan langsung lari menuju ke pesawat tersebut
“ Ayo ! Fourth Act : Swan Lake ! “
“ Vierde : Verandering ! “
“ Convergence : FIRE- “
“ Bom. . . celaka ! “ Ataru terkejut saat ia melihat bom asap yang dikeluarkan GIGANTE dari lengannya
( Buuumm ! Buuuum ! Buuuuum ! )
“ Ah ! “
“ Uwaaaaaaaaaaa ! “
“ Gamma ! Delta ! “ Teriak Inuya
“ Sialan. . . robotnya ! “ Gumam Inuya saat ia melihat kearah GIGANTE
Inuya melihat kearah GIGANTE yang melesat dengan cepat menuju ke Superbia-07. Disaat ia ingin menghentikannya, ia dihentikan oleh Claw Drone yang tersisa. Beruntungnya, saat Claw Drone menembakan laser kearah Inuya, Ataru berhasil dengan cepat menggunakan Hou Op dan Verandering untuk menghentikan laser tersebut
“ Te. . .terima kasih. . .Delta ! “
“ Beta ! Mustahil untukmu mengejar robot itu! Serahkan kepada Alpha, Epsilon, Dullart-san dan si robot kecil untuk
“ Kata Ataru
“ Tapi. . . “
“ Hei ! Tugas kita belum selesai karena Drone itu masih ada ! Ayo. . . kita bantu pak Rigel “ Ryuga memberi peringatan kepada Inuya untuk fokus dengan apa yang disekitar mereka
“ Ba. . . baiklah ! “
Dullart dan DECA-I akhirnya berhasil kabur dari Oxtoroo berkat kekuatan kejutan listrik milik DECA-I. Yang membuat Oxtoroo tersengat listrik bertegangan tinggi dan tidak sadarkan diri didalam ruangan tersebut
“ Fyuh. . . hampir saja ! “
“ DECA-I ! Lacak Tazuya dan Jubei ! Dimana mereka ?! “
“ Tidak jauh dari sini. Kekiri ! “ Jawab DECA-I sambil mendeteksi keberadaan kedua remaja tersebut
Kedatangan mereka ternyata memancing kedatangan para Eyenion dan Proto-Eva yang sedang mencari Jubei.
Disaat mereka melihat para Eyenion menghadang jalan mereka, DECA-I langsung menghadapi mereka serangan kejutan listriknya, yang membuat para Eyenion berhasil dihentikan secara total
“ Hentikan mereka ! Hentikan mereka ! Hentikan mereka ! “
" Tu. . .Tuan Muda ? "
“ Eyenion ! Prototype-Eva “
“ Sesama para robot. . . aku ingin minta maaf kepada kalian karena harus melakukan INIIIII. . . . HYAAAAAAAAAAHHHH “
( ZYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAASSSS)
Dengan menggunakan kontak spiritual untuk melacak Tazuya, akhirnya Jubei sampai keruang pemantauan. Ia melihat pintu ruangan tersebut terkunci dari dalam, dan Jubei akhirnya menggunakan pistolnya untuk menghancurkan tombol pengamanan pintu ruangan tersebut
“ Ah. . . barusan tadi itu apa ?! Jangan bilang apa ini ulah temanmu yang melakukan ini ?! “ Gerutu Swift Polly sambil memperhatikan situasi di kota dari jendela
“ Ummm. . .mungkin ? “ Jawab Tazuya dengan senyuman menyeringainya
“ Oh tunggu. . . bukankah kamu harus mengecek apa penyebab kerusakan pesawat ini ? Kau masih ingin mengurungku dan membawaku ke pimpinan kalian ?! “ Lanjut Tazuya saat Swift Polly kemudian mendekatinya
“ Ya. . . kau akan jadi oleh-oleh yg bagus untuk-“
( DOOOOR ! )
“ Apa ?! “ Swift Polly dan Tazuya kaget saat melihat suara tembakan dari arah pintu keluar
“ Ketemu juga akhrinya ! “ Kata Jubei kepada mereka berdua
“ Ah. . . Jubei ? Kenapa kamu-“
“ Bagus ! Akhirnya aku bisa mendapatkan dua buah tangan untuk dibawa kehadapan kaisar ! Haaaaaahhh ! “
( Syaaaat ! Bug ! Bug ! Bug ! Bug ! Bug ! )
“ Hyaaaaaaaaaaaahhhh ! “ Tazuya akhirnya ikut bertarung melawan alien wanita tersebut untuk membantu Jubei
( Traaaaaaaaaaang ! )
Swift Polly menahan tebasan Kusanagi dengan Cyber-Glovenya. Lalu, Tazuya memberi kesampatan kepada Jubei untuk menembaki Swift Polly
“ Terima ini ! “
( BUUUUMMM ! )
“ Ah ! Sialan kaliaaaaaaaaaaan ! “
( PRAAAAAAAAAANNNG ! )
Disaat Swift Polly ingin menyerang Tazuya dan Jubei dengan Cyber-Glovenya, GIGANTE akhirnya muncul dengan menerobos masuk ke jendela luar ruang pemantau. Melihat kedatangannya, mereka bertiga terkejut. Swift Polly bertanya kenapa dia kembali, dan meminta GIGANTE untuk menangkap yang lain yang masih berada di Kota Shinjitsu
“ GIGANTE ! Apa yang kau lakukan ?! Tangkap Sang Prisman dan anak buahnya yang ada dibawah ! “ Perintah Swift Polly dengan tegas
“ Maaf. Kapten. Tapi. Aku. Bisa. Melihat. Bahwa. Si Kecil.Itu. Jauh. Lebih.Berbahaya. Dari.Mereka “ Kata GIGANTE sambil menganalisa Tazuya
“ A. . .Apa ?! “
“ Apa yang kau lakukan dengan Tuan Rigel dan yang lain ?! “ Tanya Tazuya sambil mengarahkan Kusanagi kearah mereka berdua
“ Oh ho ! GI. . GIGANTE ada disini ?! “ Kata Dullart yang tidak sengaja melihat robot tersebut saat sampai keruang pemantauan dan langsung bersembunyi dibalik lorong bersama DECA-I
“ Dan Tazuya. . . juga Jubei. .
.mereka terkepung ! “ Kata DECA-I dengan kepanikan
“ Oke. . . DECA-I, aku ingin kamu pakai sengatan listrikmu untuk melumpuhka GIGANTE dan Swift Polly. Disaat kita berhasil melakukannya, aku akan mengambil Cyber-Glove milik Swift Polly sebagai akses mengambil pesawat pengangkut yang ada dibawah ruangan ini “
“ Hmmm. . . ide yang bagus. Tapi. . . bagaimana aku harus mencapai kearah mere- UAAAAAAAAH. . .HEI HEI HEI APA YANG KAMU LAKUKAN ! “
“ AYO. . . LAKUKAAAAAAAANN ! “
( SYAAAATTT )
“ A. . .Apa i-“
( ZYAAAAAAAAAASSSS)
Dullart langsung menggambil “kaki”-nya DECA-I dan melemparkannya kearah robot tersebut. Tazuya dan Jubei yang melihatnya kaget, dan mereka menjadi lebih kaget saat melihat DECA-I mengeluarkan sengatan kejutan listriknya kearah Swift Polly dan GIGANTE
“ Hai Tampan . . . Haaaai maniiiiissss “ Kata DECA-I kepada Tazuya dan Jubei
“ DECA-I. . . itu berarti. . . “
“ Tazuya. . .Jubei. . .ayo kita- “
“ SIALAN. KALIAN ! “
( Zyuung ! Zyuuung ! Zyuuuung ! Zyuuuung ! )
GIGANTE berusaha menghentikan Dullart dan yang lain dengan menembakan senjata laser kearah mereka berempat sembari mengangkat tubuh Swift Polly yang masih tidak sadarkan diri
“ AWAS. KALIAN. “ GIGANTE kemudian meluncurkan peledak kearah mereka
“ CELAKA ! “
( Buuuuuuuuuuuuuuuuuuummmm ! )
“ Uwaaaaaaaaaaaaaaa “
Tazuya dan yang lain terlempar keluar karena peledak tersebut. GIGANTE kemudian melaporkan kepada Pak Louss beserta Jenderal Argus bahwa Tazuya berserta Jubei, Dullart dan DECA-I mendarat di sayap bawah Superbia-07
“ Jenderal. Pak Kepala. Si Bocah Fighter. Bersama Tuan Muda. Ada. Di bagian. Sayap. Pesawat “ Lapor GIGANTE
“ Mereka masih disini ! Kurang ajar ! Sampson. . . apa Claw Drone masih bisa di-“
( Buuuuuuuuuuuuuuuuummmm ! )
“ Ah. . . pak. . . kurasa Drone terakhir yang ada dibawah sudah dihancurkan semua oleh si Prisman Beta itu “
Lapor Sampson sambil memperhatikan situasi dikota dari layar
“ Hmmm. . . kalau begitu kita harus-“
“ PAKAI ASTRASER ! Serang mereka yang ada dibagian sayap pesawat, SEKARANG “ Pak Louss dengan paniknya memotong pembicaraan Argus dengan memerintahkan Sampson untuk menggunakan Astraser
“ Tunggu, pak. Bukankah sistem persenjataannya sedang diblokir ? “ Tanya Sampson
“ Lapor, Jenderal ! Sistemnya. . . sudah kupulihkan kembali “ Lapor Oxtoroo kepada Argus
“ Bagus ! Baiklah, Pak Louss ! Lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Ingat. . . jangan sampai terkena Tuan Muda “ Perintah Argus
“ BAGUS ! Sampson. . . Kerahkan Astrasernyaaaaaaaaaaaaaa ! “
“ Oh. . . oke. . . mengaktifkan Astraser, dimulai ! “
Bagian badan tengah Superbia-07 mulai berputar, dan kemudian mengeluarkan Astraser yamg siap untuk ditembak kearah Tazuya dan Jubei. Dullart yang melihat itu terkejut, dan memanggil Tazuya dan Jubei untuk bangkit dan menghindar dari serangan laser tersebut
__ADS_1
“ Ah. . . tidak ! TAZUYAAAAA. . . JUBEEEEEEIII !
*****