El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
60. True Feeling


__ADS_3

Tidak lama kemudian, Tazuya dan Inuya melihat Jubei yang baru saja datang ke cafetaria seorang diri sambil membeli yakisoba dan yogurt dingin botol rasa pisang. Melihat kedatangan Jubei membuat Tazuya langsung menemuinya untuk mengajak Jubei duduk kemeja mereka untuk membicarakan ajakannya Karin


“ Ah itu Jubei “ Kata Inuya yang melihat Jubei datang ke cafetaria sendirian


“ Bagus ! Berarti aku tidak perlu mencarinya kemana-mana “ Kata Tazuya yang senang karena ia bisa menemui Jubei secara langsung


“ Naaah sekarang bincangkan soal tadi sama Jubei “ Sahut Inuya kepada Tazuya yang beranjak dari mejanya


“ Jubei ! “ Panggil Tazuya


“ Ooooh ! Tazuya~ ada apa ? “


“ Bisa kita bicara sebentar ? Ada yang ingin kubicarakan denganmu...yaaa sesuatu yang bisa dikatakan cukup penting~ ayo kita kesana “ Ajak Tazuya kepada Jubei ketempat dimana Inuya duduk


“ Oke “


Tazuya mengajak Jubei meja tempat dimana Inuya memperhatikan mereka dari jauh. Sesampainya dimeja mereka, Tazuya langsung menceritakan tentang ajakan Karin dan Lindsey untuk keperluan tugas kuliah mereka


“ Jadi~ kita mau ngapain disini ? “ Tanya Jubei


“ Ini...Karin si teman masa kecilku barusan saja menelponku tadi~ ia bilang bahwa ia butuh aku dan juga kamu untuk tugas kuliah mereka “ Jelas Tazuya


“ Tujuannya ? “


“ Aaaaah~ Ummmm~ Katanya sih mau wawancara tentang aktifitas pelajar SMA...dan itu tugas dari pemberian dosennya. Dan salah satu temannya bilang bahwa ia tertarik untuk mewawancarai dirimu untuk jatahnya...jadi~ apa kamu mau Jubei ? Maksudku...apa besok kamu punya waktu luang untuk ikut menemui mereka berdua di Mall Cassa and Nova ? “ Lanjut Tazuya sambil bertanya akan kesiapan Jubei


“ Hmmmm~ apa besok kita ada latihan ditempat Pak Rigel ? Dan kenapa tidak Inuya atau yaaa~ yang lain seperti Ataru dan Ryuga-kun ? “ Tanya Jubei


“ Aku dan Ryuga ada aktifitas kami masing-masing di pusat kota...Ataru ? Nah kamu sendiri tahu’kan dia bukan orang yang mudah diajak untuk seperti itu ? Soal latihan kita~ tidak ada. Kita akan memulai latihan pada hari rabu sore kata Tuan Rigel “ Jawab Inuya


“ Hnggggg~ Okeee~ mumpung besok aku Free...aku mau ikut ! Yaaa jika memang tidak ada pilihan dan temannya tertarik denganku bukan dengan para cowok~ “ Kata Jubei yang langsung memutuskan keputusannya tentang ajakan Karin


“ Serius ? “ Tanya Tazuya


“ Ho’oh~ hanya untuk wawancara sih tidak masalah~ aku juga tidak ada aktivitas apapun besok sore~ jadi...aku terima ajakan temanmu itu “ Jelas Jubei


“ Bagus ! Aku akan memberitahu Karin bahwa kamu bisa ikut kesana ! Jadi kita berdua habis sekolah langsung kesana ya besok ! Karena itu tidak usah ganti pakaian karena nanti kita akan didokumentasi oleh mereka berdua~ oke ?! “ Jelas Tazuya sambil mengetik pesan untuk memberitahu Karin jika Jubei bisa ikut tawarannya untuk diwawancara


“ Siiip~ aku pergi dulu ya teman-teman~ Daaaah~ “


“ Yaaaaa ! “


Karin mendapatkan pesan dari Tazuya. Saat melihat isi pesannya, Karin menjadi senang karena Tazuya dan Jubei menerima ajakannya. Tidak lama kemudian, ia melirik kearah sebuah kelas dimana Sandy baru saja selesai mengikuti mata kuliahnya dan pemuda Amerika tersebut langsung menyapanya. Melihat Sandy datang menghampirinya, Karin langsung menghapus pesan dari Tazuya dan balas menyapanya


“ S-Sandy ! “ Karin kaget melihat Sandy menyapanya dan langsung menghapus pesan dari Tazuya


“ Hei Umida-chan...bagaimana harimu ? “ Tanya Sandy yang langsung menghampiri Karin dan Lindsey


“ Hmmmm~ lumayan~ tapi kami sebentar lagi ada kelas...jadi maaf siang ini aku tidak bisa pergi bersamamu ! Kamu lihat Pak Masami disana ? Beliau datang kemari ! “ Jelas Karin sambil menunjuk kearah Pak Masami


“ Aaaah ! Bad Timing ! Mungkin kamu bisa pergi bersamaku nanti sore ? “ Tanya Sandy


“ Kita lihat saja nanti ya~ “


“ Okeee~ semoga hari kalian menyenangkan ! “ Kata Sandy sambil pergi meninggalkan mereka berdua


“ Yaaaa ! “


Karin dan Lindsey sama-sama pergi kekelas Pak Masami. Saat berjalan Karin bernafas lega karena Sandy tidak mencurigainya yang barusan menelpon Tazuya demi membantu tugas kuliahnya. Dari taman kampus, SISTER terlihat masih berada disana sambil mengaktifkan sistem panggilannya dari matanya dan terlihat ia sedang menghubungi Rough Polly sambil memperhatikan Karin dan Lindsey


“ Jadi itu benar ! Mereka akan saling bertemu besok sore ! Saudariku~ hari ini kita bisa menyusun rencana kita ! Karena kita punya kesempatan besar untuk menangkap gadis demi memancing Alpha itu “ Ujar Rough Polly yang terlihat juga menghubungi Swift Polly untuk membincangkan rencana mereka


“ Kau yakin besok adalah waktu yang tepat untuk menjalankannya ? “ Tanya Swift Polly


“ Aku yakin begitu ! Ayo kita bicarakan sekarang ! “ Jawab Rough Polly dengan senyum kebanggaannya


“ Hmmm “


“ SISTER...tetap ikuti wanita itu ! Aku ingin melihat aktivitasnya ! “ Perintah Rough Polly sebelum mengakhiri komunikasinya


“ Dimengerti Nyonya “ Jawab SISTER dan iapun langsung pindah tempat duduk didepan kelasnya Pak Masami untuk memantau aktivitas Karin dan Lindsey sambil membaca buku dan menyamar menjadi Mahasiswi disana


“ Jadi itu artinya aku dan Sampson tidak diikutkan dimisi selanjutnya ? “ Tanya Oxtoroo kepada Swift Polly yang masih menghubungi Rough Polly


“ Sepertinya begitu ! Dari cara ia bicara dan melihat seperti apa rancangan misinya aku yakin dia tidak akan melibatkan para pria “ Jelas Swift Polly


“ Okeee~ kelihatannya kita dan prajurit elit pria lainnya tidak diperlukan dalam misi ini~” Celetuk Sampson dengan santai


“ Walau demikian...aku ingin kalian tetap memantau situasi melalui Spidaro ! Dia dan prajurit lain benar-benar sulit diprediksi...jadi aku ingin kalian berdua tidak lengah dalam situasi ini dan siapa tahu...kalian akan dibutuhkan dalam situasi tertentu “ Jelas Swift Polly


“ Okeee~ jika itu rencana kalian, kudoakan semoga semua berjalan dengan lancar “ Ujar Oxtoroo sebelum pergi meninggalkannya dan pergi kekamarnya dan Sampson


Sambil memperhatikan Oxtoroo pergi kekamarnya dan Sampson, Swift Polly menghela nafas dan perlahan memasang ekspresi bangganya terhadap pemuda tersebut. Swift Polly senang karena ia merasa Oxtoroo sudah bisa move-on dari perasaannya ke Rough Polly dan hubungan mereka yang membuat Swift Polly teringat masa lalunya pertama kali tahu dan bertemu dengan Oxtoroo


“ Hmmm~ dilihat dari caranya berbicara dengan Rough...kelihatannya dia sudah tidak lagi peduli akan hubungan mereka waktu itu “ Pikir Swift Polly


(Flashback On)


Beberapa tahun yang lalu, saat mereka masih berstatus siswa sekolah, Swift Polly terlihat menyelamatkan Oxtoroo yang dengan bodohnya terjatuh ditepi sungai di Planet utama galaksi Theta yang hampir membuat ia hanyut terbawa arus yang deras. Sehabis menyelamatkan pemuda tersebut, Swift Polly langsung mengomel kepadanya karena merasa Oxtoroo mengambil kesempatan untuk menggodanya pasca dibalik tenggelamnya ia disungai tersebut


“ Fuaaaaaaaaaaaaah ! Tenang-tenaaaang ! Aku akan membawamu ke daratan tepi sungai disana ! “ Ujar Swift Polly sambil membawa Oxtoroo yang masih keadaan panik karena tenggelam dan ia langsung melempar Oxtoroo saat mereka berhasil ketepi


( BRUK ! )


“ Uhuk! Uhuk ! Te-terima kasih~ A-a-a-aku tidak meyangka aku bisa diselamatkan cewek manis sepertimu ehehehe “ Jawab Oxtoroo yang berbaring ditanah dalam keadaan lelah


“ Iiiiiiiiiiish kau ini ! Bisa-bisanya kau menggodaku disaat aku menyelamatkanmu dari tenggelam disungai itu ! Dasar ! Hoooo~ atau jangan-jangan kau sengaja menjatuhkan dirimu kesungai agar kau bisa menggodaku ?! “ Tanya Swift Polly dengan kesal yang berpikir Oxtroo punya modus dibalik kecelakaan tadi dan bersiap untuk menendangnya


“ Uwaaaaaaaaaa~ bu-bukan bukan ! Aku benar-benar tidak bisa berenang kok ! Aku tadi tidak sengaja terpeleset ditepi sungai karena ada sesuatu yang ingin kuambil disana~ “ Jelas Oxtoroo yang panik saat melihat Swift Polly marah kepadanya dan berniat untuk menengangnya


“ Apa yang ingin kau ambil disana ?! “


“ Itu...hmmmm...kamuuu...adiknya Rough Polly ? “ Oxtoroo langsung bertanya kepada Swift Polly saat menyadari dia serupa dengan mantan pacarnya


“ OI ! Jangan seenaknya mengubah topik ! “ Tegur Swift Polly sambil mengepalkan telapak tangannya kearah Oxtoroo


“ Oke okeeee~ A-a-aku disini sedang mengambil sebuah fotoku dan Rough Polly yang tidak sengaja tertiup angin dan jatuh kesungai~ saat aku ingin mengambilnya tiba-tiba aku terpeleset...dan kelihatannya foto itu sudah jauh terbawa arus sungai “ Jelas Oxtoroo


“ Fotomu dan Rough Polly ? Hmmmm...jadi itu benar kau itu mantanya Rough ? “


“ Oh yaaa~ kelihatannya sudah banyak orang-orang yang tahu siapa aku~ bagaimana menurutmu tentang diriku setelah tahu bahwa aku adalah mantan dari Rough ? “ Tanya Oxtoroo dengan nada menggodanya

__ADS_1


“ Aku mau muntah melihatmu ! “ Gerutu Swift Polly dengan nada sarkastis


“ Terima kasih~ “ Balas Oxtoroo dengan senyuman menyeringainya


Oxtoroo dan Swift Polly kemudian duduk ditepi sungai sambil bercerita tentang kejadian yang menimpa Oxtoroo karena Rough Polly


“ Jadi kamu saudarinya Rough ? Pantas saja kenapa kamu mirip ! Apa kamu saudari kembarnya ? “ Tanya Oxtoroo


“ Euuuh~ tentu saja bukan ! Aku hanya adiknya saja dan kami hanya kebetulan terlalu mirip dengannya ! “ Jelas Swift Polly yang sangat jengkel disangka kembarannya Rough Polly


“ Yaaa maaf ! Aku hanya bertanya denganmu loh~ “


“ Jadiii~ jika kau sudah tidak lagi berhubungan dengan Rough...kenapa kau masih ingin mengejar foto itu ? “ Tanya Swift Polly


“ Sejujurnya aku ingin membakarnya sebagai pelampiasan kekesalanku dengan ulahnya~ tapi tiba-tiba itu terbawa angin dan mematikan korek apiku “ Jelas Oxtoroo sambil menghidup-matikan koreknya yang masih tidak bisa menyalah


“ Karena fotonya sudah hilang...sudah saatnya kau lupakan saja dia ‘kan ? “


“ Naaaah~ aku ingin foto itu kembali untuk pelampiasanku “ Ujar Oxtoroo


“ Carilah foto lain kalau kamu masih punya ! “ Gerutu Swift Polly


“ Yaaaa yaaaa~ “


( Hening sesaat)


“ Jadi...kau tahu apa yang membuat Rough Polly kesal akhir-akhir ini ? “ Tanya Oxtoroo dengan nada tenangnya sambil melirik kearah Swift Polly


“ Aku bicara tentang kebenarannya dan semua kebohongannya perlahan terbongkar yang membuat ia dijauhi oleh semua orang ! Dan ini membuat ia membohongi ayah dan ibu yang membuat aku diusir dari rumah karena mereka percaya bahwa aku yang memprovokasi suasana disekolah ! “ Jelas Swift Polly


“ Kamu sendiri kenapa ? apa yang membuatmu putus dari dia ? “ Tanya Swift Polly yang masih menatap sungai didepan mereka


“ Karena aku menegurnya dan memintanya untuk menyadari kesalahannya ! Yaaa jika kau sudah tahu seperti apa orangnya...kamu bisa tahu kenapa aku dan Rough Polly akhirnya putus “ Jelas Oxtoroo sambil menjelaskan alasan kenapa ia putus dari Rough Polly


“ Heh ! Ada-ada saja wanita itu ! “ Gerutu Swift Polly


“ Omong-omong...kelihatannya kamu itu berbeda dari dia ya~ Ummm...kurasa...aku sedikit tertarik untuk berteman dengan orang seperti dirimu “


Swift Polly terdiam sesaat pasca mendengar perkataan Oxtoroo dan kemudian ia mengatakan bahwa tidak ada salahnya jika mereka ingin berteman satu sama lain


“ Kalau sebatas teman...tidak ada salahnya ! Siapa namamu ? “


“ Oxtoroo ** “


“ Aku Swift Polly “ Jawab wanita tersebut sambil berjabat tangan dengan Oxtoroo


“ Senang bisa bertemu denganmu...aku berharap kita bisa berteman dan akrab satu sama lain dalam waktu yang cukup lama “ Jelas Oxtoroo


(Flashback Off)


“ Sebatas teman yaa~ kurasa itu bukan sebatas omong kosong ! “ Kata Swift Polly kepada dirinya sendiri sambil tersenyum saat mengingat pertemuan pertama mereka 13 tahun yang lalu  dan memperhatikan kearah tabletnya untuk menghubungi Rough Polly soal rencana mereka


*****


Sorenya di Asrama siswa SMA Internasional Shinjitsu, Tazuya dan Inuya terlihat sedang mengerjakan tugas dari Ibu Dubois tentang menerjemah potongan cerita di novel Bahasa Perancis yang juga dipantau oleh DECA-I yang penasaran akan apa yang mereka lakukan. Sambil membaca salah satu paragraf novel itu, Tazuya bertanya apa Inuya sempat naksir dengan seseorang namun itu malah berakhir bertepuk sebelah tangan


“ Lalu Margaretha menjawabnya dengan berkata “aku yakin kalian sangat cocok satu sama lain karena kalian dibuat untuk satu sama lain”...apa itu terjemahanmu ?” Tanya Tazuya sambil membaca hasil terjemahannya


“ Hmmmm...menurutku kalimat “kalian dibuat untuk satu sama lain” lebih tepatnya itu ialah “kalian diciptakan untuk satu sama lain”...menurutku terjemahan yang pertama itu agak sedikit kaku saja “ Jelas Inuya


“ Apa yang sedang kalian lakukan ? Apa itu tugas drama romantis ? “ Tanya DECA-I


“ Ummm~ ini adalah tugas menerjemah Bahasa Perancis disekolah...kami disuruh menerjemah potongan paragraf novel...novel romansa modern siih~ “ Jelas Tazuya sambil memperhatikan tabletnya


“ Kenapa kalian cari saja terjemahannya dari internet ? Itu lebih mudah daripada harus memikirkannya ! “ Kata DECA-I dengan polosnya


“ Tidak bisa ! Ini tugas untuk mengukur pengetahuan kami dalam menerjemah bahasa asing loh~ jadi kami tidak dibolehkan mencari terjemahannya dan disalinkan dari internet “ Jelas Tazuya


“ Walau demikian...itu bukan berarti kami tidak diperbolehkan dalam mengunakan kamus “ Lanjut Inuya


“ Aaaaah~ akan sangat keren jika kalian bisa menguasainya tanpa kamus...kalian bisa bicara sama orang Perancis dengan mudah~ “ jelas DECA-I dengan penuh ceria


“ Ahaha~ benar juga ! Aku dari dulu sangat ingin pergi keluar negeri “ Jawab Inuya sambil berpikir rasanya pergi keluar negeri


“ Pasti bakal seru ! “ Kata Tazuya


“ Hu’uh “


“ Ngomong-ngomong soal novel ini...ini membuatku penasaran tentang konsep percintaan dan naksir dengan seseorang “ Ujar Tazuya


“ Maksudmu ? “ Tanya Inuya yang masih memperhatikan tabletnya


“ Ini...apa kamu pernah naksir seseorang...dan sempat berpikir bahwa orang yang kamu taksir adalah pasangan masa depanmu ? “ Tanya Tazuya yang sedikit malu-malu untuk bertanya hal percintaan dengan Inuya


“ Tidak pernah ! Itu karena aku kurang paham menghadapi cewek “ Jawab Inuya dengan gerutuannya


“ Kelihatannya kamu masih marah akan apa yang kamu alami saat kita kelas 3 SMP dulu ya ? “ Tanya Tazuya yang teringat momen dimana Inuya dengan kesal menolak siswi yang ia taksir disekolah mereka


“ Aku tidak suka dipaksa untuk melakukan apapun atau menerima apapun ! Cewek waktu itu terus-terusan di dorong teman-temannya hanya karena dia selalu canggung dan tidak bisa berkata apa-apa saat didepanku “ Jelas Inuya


“ Hu’uh ? “


“ Lalu aku bilang kepada mereka untuk jangan sebut diri mereka sahabat sejati kalau kerjaan mereka bisanya mendorong sahabat mereka ! Aku berusaha minta maaf...tapi mereka mengutukku sambil bilang “suatu saat kamu akan jomblo abadi karena menolak seorang cewek” ...yaaa walau demikian setidaknya aku sudah minta maaf kepada mereka ! Terlebih mereka sekarang sudah beda sekolah dengan kita~ “ Lanjut Inuya tentang akhir dari permasalah ia dengan siswi lain saat duduk dikelas 3 SMP


“ Hmmm...baiklah jika memang sudah selesai “  Ujar Tazuya


Inuya kembali mengingat dimana Tazuya setiap kali bertemu dengan Karin dan membandingkannya dengan interaksinya dengan Haku. Yang membuat Inuya bertanya apakah Tazuya juga memiliki seseorang yang ditaksir diantara Karin dan Haku


“ Oh ya~ kira-kira...kamu bakal milih siapa ya ? Karin atau Haku ? “ Tanya Inuya yang langsung menanyakan inti dari topik pertanyaan yang ia lontarkan yang sontak membuat Tazuya kaget


“ Buuuh ! Apa ?! “ Tazuya yang kaget hampir menyemburkan minumannya ketablet mereka


“ Karena kau tadi bertanya tentang seseorang yang aku taksir...maka aku juga ingin tahu siapa yang kamu taksir diantara mereka berdua “ Jelas Inuya dengan nada santai dan sarkastisnya


“ Itu ? Aaaaaah soal itu...baaaaah jangan bodoh deh ! Aku hanya berteman dengan mereka ! Baik dengan Karin...maupun Haku ! “ Jelas Tazuya yang awalnya dengan nada tegas dan setengah panik perlahan menurunkan nada suaranya saat menyebut nama Haku


“ Heh ! Kau yakin ? Kalau disuruh pilih...kamu mau sama siapa hayoooo~ ? “ Goda Inuya dengan senyuman menyeringainya


“ Hah ! Terlalu cepat untuk memutuskan itu ! “ Ujar Tazuya dengan nada ketus


“ Okeee~ jika kamu berkata begitu~ jangan khawatir...aku tidak ingin memaksamu kok! Hanya ingin tahu apa kamu juga punya perasaan diantara Karin dan Haku ! Atau jangan-jangan...kau juga punya perasaan ke Sakura-san dan Jubei ? “ Jelas Inuya yang kembali berpikir kemungkinan Tazuya lebih menyukai Machiko dan Jubei

__ADS_1


“ Sudah deh ! Ayo fokus ke PR kita ketimbang bicara yang tidak penting ! “ tegur Tazuya


“ Okeee~ maaf sudah membuatmu jengkel karena pertanyaan tadi “ Ujar Inuya yang diikuti dengan DECA-I yang memasang wajah emoji bingungnya sambil celingak-celinguk kepada mereka berdua


“ Dasaaar kalian para anak laki-laki memang tidak menyenangkan bicara soal percintaan yaaa~ “ Ledek DECA-I


Keesokan harinya, setelah melewati hari-hari menyenangkan disekolah, memasuki jam pulang, Tazuya dan Inuya terlihat sedang menunggu Jubei didepan gerbang SMA Internasional Shinjitsu. Sebelum Jubei datang ketempat mereka, Ryuga dan Ataru menghampiri Tazuya dan Inuya sambil bertanya apa yang mereka lakukan didepan gerbang


“ Oi ! “ Panggil Ataru sambil menyapa mereka


“ Aaaah~ Kalian “ Inuya menyapa balik Ryuga dan Ataru


“ Ngapain kalian disini ? “ Tanya Ryuga yang selesai memberi pesan di smartphone kepada seseorang


“ Sedang menunggu seseorang untuk pergi ke Mall Cassa and Nova “Jawab Tazuya


“ Siapa ? “ Tanya Ryuga


“ Apa itu Jubei-chan ? “ Tanta Ataru yang bisa menebak siapa yang dimaksud Tazuya


Mendengar Tazuya dan Inuya akan pergi bersama Jubei tanpa mereka berdua, Ryuga sedikit terkejut dan dengan nada curiganya ia bertanya tujuan kemana mereka akan pergi bersama Jubei


“ Jubei ? Kalian mau ngajak dia kemana ? “ Tanya Ryuga dengan nada curiganya


“ Hmmm~ didengar dari cara kamu bicara kelihatannya kamu sedikit cemburu karena kamu pikir Tazuya mau bersenang-senang dengan Jubei ya~ “ Ledek Inuya


“ Hei ! Aku hanya bertanya loooh~ “ Jawab Ryuga sambil menaikan bingkai kacamatanya


“ Eeeeeh~ aku sebenarnya ingin pergi dengan Jubei karena permintaan dari Karin ! Itu loooh teman kecilku yang sempat kalian lihat beberapa hari yang lalu sebelum pergi kerumah Tuan Rigel ! Ia dan teman sekelasnya ingin mengadakan wawancara untuk tugas kuliahnya dan karena itulah kenapa mereka memilih kami “ Jelas Tazuya kepada Ataru dan Ryuga


“ Namidashi tidak ikut ? “ Tanya Ryuga


“ Tidak ! Aku tidak dibutuhkan oleh mereka “ Jelas Inuya


“ Heeeeeeeeeei~ Ma-maaf aku telat ! “ Sapa Jubei yang berlari menghampiri keempat V-FIGHTER


“ Aaaah Jubei ! Jadi kamu sudah siap ? “ Tanya Tazuya


“ Yaaaa~ kita pergi naik apa ? “


“ Tentu saja naik Bus. Baiklah kalau begitu kita langsung pergi saja supaya pulang nanti tidak keburu telat “ Ajak Tazuya


“ Yaaa ! “


“ Okeee~ kami pergi dulu yaaa~ “ Kata Tazuya kepada Inuya dan yang lain sambil pergi meninggalkan mereka


“ Yaaa ! Hati-hati dijalan ! “ Jawab Inuya


Tazuya dan Jubei langsung pergi menuju Halte Bus yang mengarah Mall Cassa and Nova. Didalam Bus, Tazuya mendapat pesan dari Karin bahwa ia juga akan segera menuju Mall dan meminta mereka untuk menemuinya di kafe Meat n’Cheese


“ Jadi~ kemana kita akan menemuinya ? “ Tanya Jubei saat mereka baru turun dari Bus


“ Di kafe Meat n’Cheese “


“ Okee ! Ummm nanti saat pulang kita mampir ke Amai Bakery yaa~ aku dengar Ayah dan Ibunya Inuya masih memberi diskon pada Galette rasa asin~ dan aku pengen banget belinya sebelum bulan April berakhir! “


“ Aaaah iyaya ! Mereka selalu memberi diskon pada Galette asin dibulan ulang tahunnya Inuya...jadi kamu belum puas dibawakan Inuya Galette setiap tanggal 1 ? “ Tanya Tazuya


“ Namanya juga kepengen looh~ “


“ Baiklaaah~ kalau kamu mau nanti akan kutemanin nanti ya ! “ Kata Tazuya yang setujuh dengan ajakan Jubei


“ Yoi ! “


“ Ah itu dia ! “ Tazuya kemudian melihat Karin dan Lindsey yang sedang menunggu mereka berdua


“ Heeei ! Akhirnya kalian datang juga rupanya “ Sambut Karin


“ Ho’oh~ kelihatannya kalian juga baru pulang dari kampus “ Kata Tazuya


“ Bisa kita kesana dan memulai wawancara kita ? Soal makanan nanti aku saja yang bayar “ Ajak Karin


“ Ah ! Ummm ! Be-benarkah ? Ka-kalau begitu terima kasih atas kebaikan kalian “ Kata Jubei yang terkejut dan langsung membungkukkan badannya


“ Ehehehee~ Yaaa~ “ Jawab Karin sambil terkekeh mendengar perkataan Jubei


Mereka berempat langsung memasuki Kafe Meat N’Cheese dan langsung memesan empat Chili Fries dan soda untuk mereka semua. Saat pesanan mereka datang, Karin dan Lindsey langsung memberi mereka pertanyaan tentang awal mereka masuk SMA Internasional Shinjitsu dan latar belakang mereka


“ SMA kalian adalah SMA bertaraf internasional paling bergengsi di Asia, disini kalian bisa masuk melalui jalur tes atau prestasi ? “ Tanya Lindsey


“ Dari tes dan juga sedikit tambahan dari jalur prestasi “ Jawab Tazuya


“ Aku dari jalur tes ehehe~ aku tidak memiliki prestasi yang mencolok dan awalnya aku ragu untuk mengikuti tes ini~ aku tidak menyangka aku bisa melewatinya “ Jelas Jubei dengan nada yang agak canggung


“ Menarik ! “ Kata Karin sambil merekam semua jawaban mereka


“ Jubei Fujieda, katanya kamu bukan berasal dari Shinjitsu. Kalau begitu asalmu dari mana ? “ Tanya Lindsey


“ Akuuu~ uuummm~ dari Desa Kijishi. Sebenarnya sih di hutan perbatasan Shinjitsu dan Kijishi...aku dan keluargaku tinggal di rumah komunitas para pemburu dan ada sekitar 4 orang memiliki peternakan dan perkebunan...yaaa salah satunya keluargaku “ Jelas Jubei


“ Apa yang membuatmu untuk bersekolah dikota ketimbang di Desa Kijishi ? “ Tanya Karin


“ Kamu juga Tazuya Hideyuki Iga...apa yang membuatmu memilih melanjutkan sekolah biasa ketimbang sekolah khusus bidang olahraga ? “ Tanya Karin


“ Itu karena...aku hanya ingin mengikuti jejak Kakak perempuanku dan merasakan bagaimana rasanya tinggal dikota...juga...aku tidak suka kehidupan di Desaku...ada alasan yang sulit untuk dijelaskan kenapa keluargaku dan para pemburu lain memutuskan untuk tinggal diperbatasan ketimbang di Desa itu “ Jelas Jubei dengan nada keraguannya


“ Hmmm...kalau aku...yaaaa...aku hanya kehilangan semangat melanjutkan Kendo sejak ayah dan ibuku meninggal ! Aku berusaha untuk kembali merasakannya dengan mengikuti perlombaan saat kelas 3 SMP...tapi tetap saja aku tidak bisa mengembalikannya...karena itulah kenapa aku ingin mencoba masuk sekolah biasa dan berusaha mencari aktifitas baru yang menyenangkan “ Jelas Tazuya dengan nada datarnya


Setelah merekam pertanyaan Tazuya, Karin terdiam sesaat sambil meminum sodanya. Melihat ia dan Lindsey memiliki waktu yang banyak untuk melakukan wawancara, Karin memutuskan untuk mengajak Tazuya kesuatu tempat dimana ia bisa berbicara sesuatu tanpa gangguang orang lain


“ Ummm Tazu-chii...bisa ikut aku sebentar ? “ Ajak Karin


“ Kemana ? “


“ Ikut saja~ tidak akan lama kok “ Kata Karin


“ Jangan lama-lama~ nanti waktu kita malah habis loh “ Ujar Lindsey


“ Iyaaa yaaa ! Tenang aja ! Kami ga bakal lama kok ! Ayo Tazu-chii ! “


“ Yaaa ! Jubei aku pergi dulu sebentar ya “

__ADS_1


Disaat yang bersamaan Tazuya mengikuti Karin kesuatu tempat, SISTER terlihat sedang memantau mereka berdua dari pagar pembatas dilantai dua bersama dengan Rough Polly


*****


__ADS_2