
“ Menyerangku... da-dari belakang... sialan... “
Glabe berhasil mengambil kelengahan Tazuya dengan menciptakan ledakan pada tebasan lasernya dan kemudian dengan cepat dia berlari kearah Tazuya dan menebasnya dari belakang. Sang Kapten dari Prajurit Elit Morsdantaque tersebut berhasil melukai remaja bertubuh pendek itu
( BRUK !!! )
“ Sialan ! Kau... ternyata bisa tahu... kelemahan Perisai Mental ini... “ Gerutu Tazuya dalam keadaan masih tertelungkup
“ Kamu itu masih anak-anak ! Sekuat apapun Perisai Mentalmu... tapi kamu masih belum bisa mengontrol sepenuhnya dari Perisai itu ! Anodyne Trueax lebih kuat darimu karena dia sudah pasti memiliki banyak pengalaman ketimbang dirimu ! Dan kau baru menemukan teknik itu dan mempelajarinya dalam beberapa bulan ! Jadi aku belum bisa menyetarakanmu dengan wanita gila itu ! “ Jelas Glabe tentang kelemahan dari Perisai Mental milik Tazuya
“...” Tazuya tidak berkata apa-apa dan hanya bisa mendengus serta mengeluarkan ekspresi kekesalannya
“ Tapi... aku cukup menikmati pertarungan kita tadi... dan kuakui kau memang anak yang berbakti dan penyayang dengan keluargamu ! Sungguh disayangkan... aku harus menghabisimu... karena ini sudah bagian dari perintah dari Pangeranku ! “ Gumam Glabe sambil bersiap untuk menusukan pedangnya keleher Tazuya
( SYAAAAT ! )
“ Kkkkh... “
Dengan sisa tenaganya, Tazuya menggunakan Psikokinesis untuk menahan pedang tersebut dengan sekuat tenaga
( SAAAAT ! )
“ Ah ! Kau ! “
“ Eeeerrghhh ! “ Tazuya dengan sekuat tenaga berusaha untuk menghentikan pedang tersebut
“ Cih! Dalam keadaan seperti ini kau masih saja... memaksakan diri... untuk melindungi dirimu ! “ Gumam Glabe yang berusaha untuk menggerakan tangannya untuk menancapkan pedang tersebut keleher Tazuya
“ Sudah kubilang’kan... aku... tidak akan mati disini... bukan hanya keluargaku saja yang menunggu ! Tapi teman-temanku... dan juga... orang-orang jahat yang ingin aku habisi... yang ada dikota ini !!! “ Teriak Tazuya sambil menahan pedang tersebut sambil teringat teman sekelasnya beserta orang yang membunuh kedua orang tuanya dan juga Sandy Miller
“ Hooo~ Jadi kau masih ada musuh lain dikota asalmu ?! “ Tanya Glabe yang masih kesulitan untuk menancapkan pedangnya keleher Tazuya
“ Y-yaaa... karena itu... aku akan... TERUS HIDUUUUUUUUUPP !!! “ Teriak Tazuya
“ CIH !! MATI SANA !!! “ Balas Glabe juga ikut kesal dengan Tazuya
( BUUUUUMMM !!! )
“ AGH ! “ Rintih Glabe karena telapak tangannya ditembak oleh seseorang dari pintu luar
“ A- Apa ?! “ Tazuya terkejut saat ada seseorang yang menyelamatkan hidupnya
Ternyata orang yang berani menembaki Glabe ialah Hobbs. Dia tidak sendirian dan terlihat bersama dengan rombongan prajurti elit milik Gretue lainnya
“ Hobbs ! Kalian... apa-apaan ini ?! Bisakah kalian menembaki keposisi yang tepat ?! “ Tanya Glabe dengan nada kekesalannya kepada Prajurit Elit milik Gretue tersebut
“ Kalau diperhatikan baik-baik... apa aku menembaki tanganmu karena aku ini penembak yang bodoh hah ?! Kau sendiri tahu’kan aku bukan sebodoh yang kau pikirkan bukan ?! “ Hobbs balik bertanya dengan nada tegasnya
“ Ah ! Kalian... heh... apa kalian serius dengan ini ?! Apa kalian tidak takut akan hukuman yang diberikan dari kedua Pangeran atas ulah kalian ?! “ Tanya Glabe dengan nada kecurigaannya kepada mereka semua
“ Anda ingat satu hal’kan Glabe... Prajurit Elit boleh menyerang seseorang jika mereka diperintahkan oleh Pangeran mereka “ Jawab Hobbs dengan nada tegasnya sambil mengarahkan senjatanya kearah
Mendengar perkataan dari Hobbs membuat Glabe sangat terkejut. Mereka menyerangnya karena perintah dari Gretue. Glabe sadar bahwa Gretue selama ini Gretue sebenarnya merencanakan untuk menjatuhkan Morsdantaque dan para Prajurit Elitnya dan membantu pihak Dullart dan El-Fighter
( BUUUUUUUMMM ! )
“ Ah ! “ Glabe dengan cepat menghindar dari serangan kedua dari Hobbs dan melepaskan Tazuya
“ Ternyata kalian berpihak dengan mereka ?! Kelihatannya Pangeran Gretue juga melakukan hal sama seperti kalian ! “ Ujar Glabe dengan nada kegeramannya sambil mengeluarkan ratusan Nanobot yang bersembunyi dibalik celah ruangan tersebut untuk menyerang kearah Prajurit Elit Gretue tersebut
( ZAAAAAAAAAAAAAAAASSSSHHH )
“ Oh’ho ! “ Eetch terkejut saat melihat ratusan Nanobot keluar dari celah ruangan
“ Jangan takut ! “ Pearly menenangkan Eetch untuk tetap tenang
“ Dua pilihan ! Kembali atau... mati ! “ Ancam Glabe kepada Prajurit Elit Gretue sambil mengarahkan Nanobot kepada Hobbs
“ Pearly ! “ Hobbs kemudian menembaki Nanobot tersebut sambil memberi perintah kepada Pearly untuk bertindak
( TAAAK ! BUUUUUUUUUUM ! )
“ Kkkkhh !! “
Pearly mengeluarkan bom khusus digunakan untuk mencegah Nanobot tersebut untuk menyerang mereka. Saat bom diledakan dan berhasil mengganggu penglihatan Glabe dan gerakan Nanobot, Borg dan Eetch langsung bergegas pergi untuk mengevakuasi Tazuya darinya sementara Hobbs dan Pearly mengurusi Glabe
“ Cepat ! Cepat ! “ Borg mengajak Eetch untuk bergegas mengevakuasi Tazuya
“ Sialan ! Kalian- “
( ZYUUUUUUNG ! BUUUUUMMM ! )
“ Kurang ngajar ! “ Geram Glabe yang mau tidak mau harus menghadapi Hobbs dan Pearly
Tazuya dievakuasi Borg dan Eetch menjauh dari Glabe untuk mengobati semua luka yang dia alami selama pertarunganya melawan Glabe
“ El-Fighter ! Cepat buka helmmu agar bisa mengambil nafas sebentar “ Eetch meminta Tazuya untuk melepaskan helm miliknya
“ Lukanya cukup dalam ! Tapi tidak berbahaya jika diobati dengan cepat “ Ujar Borg sambil memeriksa luka tebasannya Tazuya
“ Jangan cemas~ ini tidak akan sakit ! Seperti digigit nyamuk galaksi ! “ Gumam Eetch sambil mengaktifkan suntikan khusus untuk menyembuhkan luka tebasan
“ Aaaa~ Apa itu nyamuk galak- OUGH !!! Aaaaaaaah~ “ Tazuya tiba-tiba berteriak kesakitan saat Eetch memberikan suntikan kepunggungnya
“ Haaaa~ walau sudah jadi El-Fighter ternyata kamu masih takut disuntik yaaa~ dasar fisik lembek ! “ Celetuk Borg
“ Hei ! Hei ! Mana aku tahu kalau serasa ditusuk nyamuk galaksi bisa sesakit ini !! Jangan samakan Nyamuk dibumi sama yang ada diplanetmu dong ! “ Gerutu Tazuya kepada Borg dan Eetch
“ O-okeeee~ bagaimana dengan keadaanmu sekarang ? Sudah membaik ? “ Tanya Borg tentang reaksi dari obat tersebut kepada Tazuya
“ Hmmm~ lumayan~ “ Gumam Tazuya sambil merasakan keadaan tubuhnya saat ini
“ Benarkah ?! Bagus ! Ternyata ini manjur untuk manusia juga ! “ Kata Borg yang lega saat mengetahui obat yang diberikan berhasil menyembuhkan Tazuya
“ Apa ?! Manusia ?! Dia itu Kazenoid tahu ! “ Eetch berusaha untuk membenarkan perkataan Borg
“ Tidak ! Dia benar ! Aku manusia dengan kekuatan Kazenoid ! Sahut Tazuya kepada kedua prajurit elit tersebut
__ADS_1
“ El-Fighter... ambil nafasmu sebentar sebelum melanjutkan pertarungan ! Dan pikirkan cara untuk bisa mengalahkan Glabe ! Karena jika anda kembali menyerang tanpa persiapan... Glabe sudah pasti akan membunuhmu ! “ Ujar Borg sambil memberi semangat kepada Tazuya
“ Terlebih kamu sendiri memiliki posisi penting sebagai penyelamat umatmu ! Karena itulah kau tidak boleh memaksakan diri sampai-sampai nyawamu menjadi taruhan ! Terlebih juga... kau sendiri bilang masih ada musuh yang ingin sekali kamu hadapi dan habisi bukan ?! Aku bisa melihat bahwa musuh yang kau maksud setara berbahayanya dengan Pangeran Morsdantaque “ Lanjut Eetch
“ Yaaaa... Tapi... Si Glabe itu memiliki Nanobot dan FYBER SUIT yang luar biasa ! Aku yakin itu semua hanya bisa dipakai oleh level elit militer seperti kalian ! Ujar Tazuya tentang senjata yang dipakai oleh Glabe sambil bertanya tentang FYBER SUIT
Kemudian Tazuya teringat jika Eetch dan yang lainnya adalah bagian dari Prajurit Elit dan bertanya soal FYBERR SUIT “ Tunggu ! Kalian juga Prajurit Elit bukan ?! Jika itu benar maka kalian juga memiliki FYBER SUIT seperti mereka ! Apa kalian tahu sesuatu tentang apa yang ada didalam FYBER SUIT itu ? “ Tanya Tazuya kepada Borg dan Eetch
“ Kamu yakin ingin tahu apa kelemahannya ? “ Tanya Borg sambil mengeluarkan sesuatu dari saku seragamnya
“ Yaaa ! Apa itu ? “
Borgs mengeluarkan sebuah chip kecil sebesar uang logam “ Ambilah ini ! Metode untuk menggunakan ini di pertarungan agak sulit ! Karena itulah akan kuberitahu bagaimana cara menggunakan benda ini dipertarungan tanpa ketahuan olehnya ! “
Di kota Shinjitsu, Ryuga dan Jubei terlihat masih membantu beberapa pihak kepolisian dan militer bumi untuk mengalahkan beberapa tentara militer Theta yang berada dikota tersebut
( ZYUUUUNG! ZYUUUUNG! ZYUUUUUNG! ZYUUUUUNG! )
“ Cih ! Ini tidak ada habisnya ! “ Keluh Ryuga yang terus menyerang kearah B.R.O Mass production yang terus berdatangan dari Kapal Induk
( ZYUUUUUUUNG ! )
“ Celaka ! “ Ryuga yang panik adanya serangan laser yang besar langsung menggunakan pelindung sihirnya untuk melindungi tentara yang membantu mereka
( SYAAAAT! BUUUUUUUUMM ! )
“ Kkkh ! Seventh Act : Harpy Storm ! “ Ryuga menciptakan empat belas ilusi berbentuk makhluk Harpy dari perisai Anthos Delphini dan membuat mereka menyerang kearah robot pembunuh tersebut
( WUUUUUUUUSSSH ! SYAAAAT! SYAAAAT! SYAAAAAAT! SYAAAAAT! )
Dari kejauhan, Jubei yang memperrhatikan Dullart dan Morsdantaque di Kota Shinjitsu kemudian merasakan ada yang aneh dari FYBER SUIT milik Morsdantaque pasca berhasil dibuat jatuh oleh Dullart
“ Ah ?! Ryu- maksudku... Gamma ! “ panggil Jubei yang hampir menyebut nama Ryuga
“ Yaaa ?! Ada apa ?! “
“ Ada seseuatu yang aneh dengan- “
( BUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUMMM )
“ Aaaah ! “ Ryuga dan yang lainnya terkejut saat melihat Morsdantaque kembali bangkit dengan FYBER SUITnya kini berubah warna yang semula berwarna ungu tua kini dengan warna ungu dan hitam
“ Kolonel Denzell ! Pangeran Morsdantaque... “
“ Yaaa ! Sepertinya dia memutuskan untuk memaksakan dirinya dengan menaikan level kekuatab FYBER SUITnya diatas 70% ! “ Ujar Denzell sambil memperhatikan Morsdantaque kembali bangkit pasca diserang oleh Dullart
*****
Morsdantaque membuka matanya dan memberikan senyuman yang mengerikan terhadap Dullart. Baik Dullart dan Gretue bisa melihat jika Morsdantaque memutuskan untuk menggunalan FYBER SUIT melebihi batas ketentuan penggunaan tenaganya. Yang berpotensi akan membahayakan sang pengguna tersebut
“ Celaka ! “ Dullart terkejut melihat Morsdantaque kembali bangkit
“ Dullart ! Berhati-hati ! Morsdan telah melepaskan batas FYBER SUIT miliknya ! “ Gretue memberi peringatan kepada Dullart melalui alat komunikasi mereka
“ Kalian bermain dengan cara yang kotor yaaa~ aku sangat takjub dengan taktik busukmu itu Gree ! Karena itu... jika kau ingin bermain dengan cara yang kotor disaat lawanmu ingin melakukannya dengan cara yang adil... maka jangan salahkan lawanmu untuk melakukan hal yang sama ! “ Gumam Morsdantaque yang bersiap untuk menyerang kedua saudaranya
Morsdantaque memperhatikan dua saudaranya dan kemudian melirik kearah Gretue sebagai sasaran utamanya
( ZYUUUUUUUUUUUUUUUUUNG ! )
“ Celaka ! “ Dullart terkejut saat Morsdantaque dengan melesat terbang menuju Gretue dan bersiap untuk menebasnya
“ Ah- “
( SYAAAAT! ZAAAAAAAAAAAAASSSSSH ! )
Morsdantaque berhasil menebas Gretue yang tidak sempat menggantikan seragamnya dengan FYBER SUIT miliknya. Sang putra sulung tersebut berhasil melukai Gretue dengan sekali tebasan dan melemparnya tepat dipertarungan antara Inuya dan Rigel melawan Galaztis. Aksinya Morsdantaque sontak membuat mereka bertiga terkejut bukan main
( TRAAAAANG! DUAGH! DUAGH! )
“ AH !!! “ Inuya dan Galaztis dengan bersamaan menghindari Gretue
( BRUUAGH !!! )
“ Dia ! “ Rigel langsung melihat kearah Gretue yang terluka parah karena serangan dari Morsdantaque
“ Pangeran Gretue ?! Ke- kenapa ?! “ Galaztis terkejut saat melihat Gretue dalam keadaan terluka oleh serangan Morsdantaque
( SYAAAAAAAT ! )
“ Tuan Rigel ! “ Panggil Inuya yang terkejut melihat kedatangan Morsdantaque dengan kecepatan penuh
“ MATILAH ! GRETUE ! “ Teriak Morsdantaque yang penuh amarah sambil bersiap untuk membunuh Gretue
( DRAAAAAAAAAKKKK !!! )
“ Cih ! “
Tanpa berpikir panjang, Rigel langsung melindungi Gretue dengan kekuatan dari Anthemusanya untuk menciptakan perisai es dan kemudian perlahan membekukan tubuh Morsdantaque untuk menghentikan serangannya
“ P-prisman ! Kau... “ Gretue sangat bersyukur saat melihat Rigel berhasil menyelamatkannya
“ Kkkkkhh ! Kau pikir... KAU PIKIR INI MEMPAN HAH ?! “ Teriak Morsdantaque yang berusaha untuk membebaskan dirinya dari esnya Rigel
“ Inuya ! Cepat ! “ Gumam Rigel yang masih mencoba untuk membekukan Morsdantaque sambil memanggil Inuya dengan kontak telepatinya
Disaat Rigel bersuaha keras untuk menangkap Morsdantaque dengan Anthemusa, Inuya dari belakang untuk melumpuhkan sang Pangeran sulung tersebut dengan Labeja. Tiba-tiba...
“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHH !!! “ Morsdantaque berteriak dengan penuh amarah dan mengeluarkan energi listrik yang kuat untuk membebaskan diri dari es milik Rigel
( BUUUUUUUUUUUUUUUUUUMMMMMM !!!! )
“ Celaka ! “ Rigel berusaha untuk menahan diri dari tenaganya Morsdantaque
“ Eeeeerrgghh ! Hampir dekaaaat ! “ Inuya memaksakan dirinya untuk mendekati Morsdantaque dan melumpuhkanya
“ Ah ! Inu-“
__ADS_1
Rigel berusaha untuk memanggil Inuya untuk menghindar dari Mordantaque. Namun sayang, Morsdantaque yang menyadari kedatangan Inuya dan langsung menendanganya untuk menjauh darinya
( DUAAAAAAAGH !!! )
“ Agh !! “
( BRUAAAGHH !!! )
“ Hmmmm “ Galaztis yang memperhatikan hal tersebut agak ragu apakah dia harus membantu Morsdantaque atau melanjutkan pertarungannya melawan Inuya
“ Sekarang kalian berdua ! “ Sahut Morsdantaque yang kembali berfokus ke Gretue dan Rigel
“ HAAAAAH ! “ Rigel kemudian maju melawan Morsdantaque sebelum dia kembali mengincar Gretue
( TRAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! )
Disaat melawan Rigel, Morsdantaque bisa melihat Galaztis bergegas untuk membawa Gretue kedalam Kapal Induk dengan menggunakan medali teleportasinya untuk pergi keruang perawatan Kapal Induk. Disaat yang bersamaan, Dullart berhasil kembali keatas Kapal Induk dan langsung melakukan penyerangan terhadap Morsdantaque dan membantu Rigel
( ZAAAAAAAAAAASSSHHH ! )
“ Ah ! Gala- “
( SYAAAAAAT! TRAAAAANG! )
“ Heh ! Sampai juga kau ya ! “ Sahut Morsdantaque sambil menyambut kedatangan Dullart
“ Kau sudah kelewatan ! HAAAAAAH ! “ Jawab Dullart yang langsung menyerang Morsdantaque bersama dengan Rigel
( Ruang Perawatan Kapal Induk )
“ Cepat ! Rawat cideranya Pangeran Gretue ! “ Perintah Galaztis kepada perawat dan dokter yang ada disana
“ Apa ?! Pangeran Gretue ! Ada apa dengan dirinya ?! “ Tanya salah satu sang dokter
“ Sudah! Jangan banyak tanya ! Cepat lakukan ! “ Kata Galaztis dengan nada tegasnya sambil kembali membukakan portal teleportasi untuk kembali melanjutkan pertarungannya melawan Inuya
( ZAAAAAAAAAAASSSSHHH ! )
“ Eeeerggh ! “ Inuya berusaha untuk kembali bangkit pasca diserang oleh Mordantaque
“ Ayo ! Cepat bangun ! “ Galaztis menawarkan bantuannya untuk bangkit
“ Ah ? “ Inuya heran dengan tawarannya Galaztis
“ Cepat ! Kita harus selesaikan pertarungan kita dengan adil ! Aku yakin serangan tadi sebenarnya tidak membahayakan dirimu ! Jadi cepat... kita harus menyelesaikannya ! “ Jelas Galazitis
Mendengar penjelasan dari Galaztis membuat Inuya akhirnya menerima tawaran tangan dari Galaztis. Saat kembali berdiri, mereka langsung melanjutkan pertarungan mereka dengan Inuya memulai penyerangan terlebih dahulu
“ Ayo ! Kita lanjutkan ! “ Gumam Inuya yang langsung meninju Galaztis tepat diwajahnya
( DUAGH ! )
“ Yaaa ! “
( SYAAAT! DUAAAG ! )
“ Selesaikan pertarungan ini dengan adil ! Baru aku izinkan dirimu untuk membantu yang lain ! “ Balas Galaztis kepada Inuya
“ Hmph ! HAAAAAAH ! “
( SYAAAT! DUAAGH ! TRAAAANG! TRAAANG! TRAAAANG! )
“ Yaaa ! Ayo selesaikan dengan cepat ! Agar aku bisa membunuh Glabe dan kembali merebut apa yang telah dia ambil dariku ! “ Gumam Galaztis kepada Inuya dalam dirinya sendiri dan bertekat menyelesaikan pertarungan dengan cara apapun agar bisa menyelesaikan dendamnya dengan Glabe
( TRAAAAAANG ! )
“ Aku juga bisa melihat dirimu ingin bergegas membantu teman kecilmu itu yang masih menghadapi Glabe ! Aku yakin kau sebenarnya sudah bosan menghadapi kami ! Tapi mau bagaimana lagi~ ini adalah takdir kita ! Aku tidak peduli kau akan mati atau masih hidup setelah ini... aku hanya bisa berharap ini akan menjadi pertarungan terakhir kita ! Ayo... bertarunglah dengan serius ! “ Lanjut Galaztis sambil berpikir soal pertarungan mereka
( SYAAT! SYAAT! TRAAAAANG! TRAAAANG! )
Disaat yang bersamaan, dari kejauhan Jubei bisa melihat apa yang baru saja terjadi dari bawah dan tidak lama setelah itu, Ryuga memanggil Jubei untuk tetap fokus dalam pertarungan dihadapan mereka
“ JUBEI ! “ Panggil Ryuga dengan nada tegasnya
“ Ah ! “
“ Fokus ! Jangan khawatirkan mereka yang ada disana ! Cepat bantu aku ! “ Tegur Ryuga yang mulai kesulitan untuk menghadapi tentara robot B.R.O Mass Production
“ Ah ! B- Baiklah ! Maafkan a- “
( DUAAAAAGH ! BRUUKK ! )
“ Ataru-kun ! Ada apa ?! “ Panggil Jubei saat melihat Ataru terpental dihadapannya
“ Kurenai ! Apa kau disini untuk- “
“ Hei ! Lihat disana ! “ Ataru memotong perkataan Ryuga dengan menunjuk kearah tentara dan kepolisian militer yang masih dikendalikan oleh Rough Polly dengan Nanobot
“ Ah ?! Ada apa dengan mereka ?! “ Tanya Jubei
“ Dan ada apa dengan dirimu ?! “ Ryuga ikut bertanya kepada Ataru
“ Wanita Alien sialan itu... dia mengendalikan mereka semua... dengan Nanobot ! “ Jawab Ataru yang kembali berdiri yang membuat mereka berdua terkejut
“ Hah ! “
“ Tidak ! Mana Oxtoroo dan Swift Polly masih belum selesai menghadapi robot itu ?! “ Gumam Jubei yang panik sambil memperhatikan Oxtoroo dan Swift Polly yang dihajar habis-habisan oleh SISTER V2.0
“ Ehehehe~ sekarang kalian tidak punya cara untuk menghentikanku ! Kalau kalian ingin mencoba sekali lagi... sudah pasti mau tidak mau kalian harus membunuh mereka terlebih dahulu ! “ Ejek Rough Polly sambil mengeluarkan ribuan Nanobot dan mengepung mereka semua dengan tentara dan polisi yang dikendalikan olehnya
( ZAAAAAAAAAAAAAASSSSH ! )
“ Waktu kalian untuk memikirkan nasib kalian hanya 1 menit dari sekarang ! “ Ancam Rough Polly kepada mereka bertiga
“ Merepotkan saja ! “ Keluh Ataru
“ Hmmmm “ Ryuga berpikir dan merasakan ada sesuatu yang tersembunyi dibalik pertarungan mereka
__ADS_1
*****