
Dari luar pesawat Superbia-07, terlihat para pilot robot dan pesawat petarung milik militer Neo-Asia sedang kesulitan untuk mencari posisi kelima Claw Drone tersebut karena Drone tersebut masih menggunakan sistem kamuflase agar tidak bisa terlacak oleh mereka
“ Kapten ! Terlihat banyak serangan dari sumber yang tidak terlihat terjadi di berbagai titik ! “ Lapor sang pilot robot no.1 dari komunikasi robot tersebut
“ Juga aku melihat ada dua serangan laser misterius yang sedang menembak kearah sang El-Fighter dan ketiga Fighter misterius itu yang sedang mengalahkan robot asing yang disana ! “ Lapor sang pilot no.2
( Buuuuuuuuuuuummm ! )
“ Apa ?! “
“ Dari mana i-“
( Zyuuuuunngg ! Buuuuuuuuuummm ! )
“ Celaka ! “
“ Letda. Fang ! “ Teriak sang pilot no.3 saat melihat rekannya mati tertembak oleh serangan laser Superbia-07
Dari bawah, Rigel bisa melihat Superbia-07 telah menembak satu robot petarung milik militer Neo-Asia. Hal ini membuat ia meminta Inuya dan yang lain untuk segera cepat mengalahkan GIGANTE sebelum Drone dan pesawat tersebut akan menghancurkan seisi kota Shinjitsu
“ Ah. . . .sialan ! Anak-anak. . .kita harus cepat ! “
“ Ayooooooooooooooooooooo ! “
Inuya langsung melesat pergi kearah GIGANTE dan melompat kedepannya, bersiap untuk menyerang robot tersebut dengan Labeja-nya
( Bug ! Bug! Bug! Bug ! )
“ Nami- Eh. . . Beta ! Hati-hati ! “ Peringat Ryuga sambil
( Syat ! Syat ! )
“ Ah ! “ GIGANTE yang melihat serangan Ryuga langsung menghindarinya dengan mudah
“First Sting : Gelsemium !”
( DUAGH !)
GIGANTE langsung menahan serangan Inuya dengan tangannya. Inuya berusaha untuk membuat pukulannya mengenai GIGANTE. Namun, saat ia mencoba untuk kedua kalinya, GIGANTE dengan cepat menyerang Inuya dengan pukulannya, yang membuat ia terlempar dan mengenai Ryuga
“ Uagh ! Ah ! “
“ Beta ! Gamma ! Cih. . .ayo. . .Delta ! “ Perintah Rigel kepada Ataru
“ Ya ! “
Rigel menyuruh Ataru untuk membantunya dalam menyerang GIGANTE. Rigel menggunakan Icicle Blast untuk menyerang robot tersebut yang diikuti oleh Ataru yang menggunakan kekuatan manipulasi listrik dari tangan kanannya
( Zyuuung ! Zyuuung ! Zyuung ! Syat! Syat! Syat! Syaaaaat !)
“ AH ! “ GIGANTE Kaget saat Anthemusanya Rigel hampir mengenai dirinya
“ Second Step ! Icicle Blast ! “
( Buuum ! Buuum ! Buuum ! Buuum ! Buuuum ! )
“ Hyaaaaaaaaaaaaaahhhh ! “
( Zyaaaaaaaaaaaaaaasss )
“ Aaaaaah ! “
“ Woah, Akhirnya Ataru menggunakan itu disaat yang tepat ! “ Kata Inuya yang takjub dengan kemampuan Ataru
“ Yaaa. . .aku ingat terakhir dia menggunakan itu saat ia mengejutkan Golomanov-san karena dia mengomel didepannya tanpa alasan yang jelas “ Ryuga menambahkan
Di dalam Superbia-07, terlihat baik Argus maupun Pak Louss belum menyadari kedatangan Dullart beserta Tazuya, Jubei dan DECA-I. Sambil mengarahkan tangannya yang diubah menjadi Hand Laser, Proto-Eva akhirnya memberitahu kedatangan Dullart dan yang lain kepada Pak Louss. Mendengar hal itu, Louss dan Argus kaget. Sang kepala lab tersebut meminta kepada robot wanita itu untuk menghentikan aksi mereka
“ Ohh. . . tidak. . .ooooh. . . “ Kata Jubei yang mulai ketakutan akan kedatangan robot tersebut
“ Sssst. . . jangan panik. . .tetaplah berada diposisimu “ Kata Dullart kepada Jubei untuk tetap tenang
“ Dullart-san. . . bagaimana ini ?! “ Tanya Tazuya dengan nada dan ekspresi kecemasannya
“ Hmph. . . Pak Kepala Louss. . .Jenderal Argus. . . aku menemukan sesuatu yang tidak terduga didalam ruang
pengontrol sistem. Aku menemukan El-Fighter ada disini ! “ lapor Proto-Eva dari sistem komunikasinya
“ Oh. . . . benar-benar mengagetkan mereka bisa sampai masuk kesini “ Kata Argus sambil mendengarkan laporan
tersebut
“ Dan yang lebih penting, mereka bisa masuk kesini karen Tuan muda ada bersama mereka “ Lanjut Proto-Eva
“ APA ?! “ Mendegar lanjutan laporan Proto-Eva, semua orang dalam ruang kendali Superbia-07 terkejut
“ Dia ada disini ?! Celaka ! Proto-Eva, habisi El-Fighter dan tahan Tuan Muda sekarang juga ! “ Perintah Pak Louss dengan nada tinggi yang penuh kepanikan
“ Dimengerti, Pak “
Mengetahui mereka dalam bahaya, Dullart sudah bisa melihat bahwa mereka tidak punya pilhan selain melakukan perlawanan terhadap robot tersebut. Namun, mengingat tujuan mereka disini ialah menghentikan sistem dari Drone dan Astraser, Dullart meminta Tazuya dan Jubei untuk menangani Proto-Eva, sedangkan dirinya akan mencari cara untuk menghentikan Drone tersebut
“ Tazuya . . . Jubei. . . . kita tidak punya pilihan lain selain berbagi tugas. Kalian hadapi dia dan aku akan menangani sistem ini bersama DECA-I “ Jelas Dullart sambil melihat kearah sekitarnya
“ Anda yakin ? Kenapa anda ti-“
“ Tujuan kita disini ialah menghentikan persenjataan mereka. Jika kita tidak melakukan itu kota ini bisa porak-poranda karena pesawat atau senjata ini. Jadi percayalah denganku untuk menangani ini sedangkan kalian mengalahkan Proto-Eva agar ia tidak mengagalkan rencana kita “ Jelas Dullart
“ Baiklah. Siapa yang ingin kusingkirkan untuk yang pertama ? “ Kata Proto-Eva sambil memperhatikan sekitarnya
“ Dimengerti, Dullart-san ! “ Kata Tazuya sambil melirik kearah Jubei
Tazuya mengaktifkan kontak telepatinya kepada Jubei untuk memberinya arahan menyerang Proto-Eva. Proto-Eva berusaha untuk menangkap Dullart, namun aksinya berhasil dicegah Jubei dengan menembak kearah tangannya. Disaat yang bersamaan, DECA-I dengan diam-diam pergi menuju pintu untuk membukakan kode pengaman pintu tersebut
“ Celaka ! “
( Duagh ! )
Proto-Eva yang melihat itu terkejut. Tazuya melihat kelengahan Proto-Eva langsung menendangnya keluar dari ruang pengontrol senjata yang diikuti Jubei. Saat mereka bertiga berhasil keluar, Dullart dan DECA-I langsung mengunci pintu tersebut dan mengubah sandi pengaman pintu tersebut untuk membuat Proto-Eva dan Theotoid lainnya bisa memasuki ruangan tersebut
“ Bagus, DECA-I. Ayo. . .kita lakukan sekarang ! “ Ajak Dullart saat mereka berhasil mengeluarkan Proto-Eva dari ruang pengontrol
“ Tuan Muda ?! Sialan kalian anak-anak manusia ! “ Gerutu Proto-Eva yang berusaha bangkit
“ Jubei ! Kita berpencar ! “
“ Apa ? Eeeeeeehhh. . . tapi mau kemana ? “ Tanya Jubei dengan keraguan sambil melihat situasi disekitarnya
“ Kemana saja. Jika ada yang berusaha menangkapmu tembak saja mereka ! Usahakan untuk sering menggunakan kontak telepati untuk saling memastikan keberadaan kita. Ayo. . . kita pergi ! “ Kata Tazuya yang langsung lari meninggalkan Jubei dan Proto-Eva
Mendengar penjelasan Tazuya, Jubei mau tidak mau mengikuti perkataan Tazuya dan langsung meninggalkan robot tersebut
“ Mereka ? Cih. . .awas ya ! “ Gerutu Proto-Eva sambil melihat arah yang mena yang ingin ia tujuh
Dari dalam Superbia-07, pihak Morsdantaque sudah melihat aksi mereka secara diam-diam melalui Spidaro. Rough Polly bertanya apakah mereka harus membantu pihak Argus, namun Morsdantaque merasa mereka tidak perlu dibantu dan ingin menikmati usaha mereka untuk menghentikan pergerakan pihak V-FIGHTER
“ Pangeran. . .bagaimana ? “
“ Semakin menarik. Aku penasaran seperti apa usaha mereka untuk mencari Dullart. Yaaa. . . untuk sementara kamu cukup melihat seperti apa perkembangannya. Nikmati pertarungan mereka sembari kita menuju perjalanan pulang ke kapal induk “ Jelas Morsdantaque kepada Rough Polly
“ Baik pangeran “
Morsdantaque pergi menuju ruangan pemantau. Sambil menatap kearah kaca ruangan tersebut dan melihat pemandangan luar angkasa, ia kemudian mengeluarkan sebuah vial dari sakunya yang diberikan dari salah satu anak buahnya yang bekerja dibagian penelitian
“ Pangeran, sebentar lagi kita akan sampai ke kapal induk “ Lapor Meteoralez dari balik layar
“ Ya. . . akhirnya, aku bisa pulang juga “
*****
Proto-Eva mengecek hampir kesegala ruangan di Superbia-07 untuk mencari keberadaan Tazuya maupun Jubei. Saat selesai melacak Jubei di sebuah ruang penyimpanan senjata cadangan, ia tidak menyadari bahwa Jubei sebenarnya berada diruang tersebut, bersembunyi didalam sebuah peti besi yang kosong
__ADS_1
“ Fyuh ! Tapi sepertinya dia masih disekitar sini untuk melacak ruangan yang ada didepannya “ Kata Jubei dalam hati sambil mencoba mendengar suara dari balik ruangan tersebut
Disaat yang bersamaan dimana Proto-Eva pergi keruangan lain untuk mencarinya, Jubei kemudian menemukan sebuah pistol mini-laser dari dalam peti kecil. Saat dibuka Jubei, ukuran pistol tersebut lebih kecil dari ukuran telapak tangannya
“ Apa ini efektif untuk menembak dia ? “ Jubei bertanya-tanya dengan nada kebingungan
Jubei kembali mendengar Proto-Eva telah keluar dari ruangan yang ada didepan ruang penyimpan senjata cadangan. Mengetahui Proto-Eva meninggalkan ruangan tersebut, Jubei perlahan membuka pintu ruangan tersebut, mengintip dari dalam untuk memastikan situasi diluar sudah aman
“ Bagus ! “
Secara diam-diam, Jubei berusaha untuk keluar dari ruangan tersebut. Tanpa ia sadari, Proto-Eva sedang bersembunyi dibalik lorong yang tidak jauh darinya. Melihat Jubei segera pergi mencari Tazuya, Proto-Eva langsung keluar dan menembak Jubei dengan serangan kejutan listrik kepundak Jubei
( Zyaaaaaaaaaaaattt ! )
“ Aaaaah ! “
“ Ketemu kau ! Tidak ada yang bisa kau lakukan sekarang, gadis manusia ! “ Kata Proto-Eva saat ia berhasil melumpuhkan Jubei
“ Uuugggh . . . uuh. . . “
“ Katakan kepadamu kemana temankecilmu ?! “ Proto-Eva bertanya sambil mendekati Jubei
“ Cih ! Terima ini ! “ Jubei berusaha melawan dengan pistol mini-laser yang ia curi diruang penyimpan senjata cadangan
“ Ah ! “
( Zyung ! Buuuuuum ! )
Saat Jubei menembaki robot tersebut dengan pistol mini-laser, ia tidak menyangka bahwa senjata yang ia curi dengan ukurannya lebih kecil dari tangannya mampu melumpuhkan robot tersebut dan terpental cukup jauh darinya. Melihat hal itu, Jubei langsung lari meninggalkannya dan kembalu mencari Tazuya
“ Jangan bangga hanya karena kau bisa lolos dariku ! EYENION ! SERANG PENYUSUP ITU ! “
Proto-Eva kemudian mengaktifkan dua puluh robot Eyenion untuk mengejar Jubei dari ruang khusus penyimpanan para robot. Proto-Eva meminta mereka untuk berpencar untuk bisa mencari Tazuya dan Jubei dengan mudah
“ Serang dia ! Serang dia ! Serang dia ! Serang dia ! “
“ Hiiiiiiiiiiyy. . . apa-apa iniiiiii “ Teriak Jubei yang penuh kepanikan saat melihat kedatangan Eyenion
( Zyung ! Zyung ! Zyung ! Zyung ! Zyung ! )
“ Uwaaa. . . yaaaaaa. . . awas kalian robot jelek ! “
Saat para Eyenion menyerang Jubei dengan laser mereka, gadis berambut biru tersebut membalasnya dengan menembak mereka dengan pistol mini-laser tersebut karena itu terbukti lebih ampuh ketimbang pistol biasa. Disisi lain, sepuluh Eyenion lainnya berhasil menemukan Tazuya di sebuah lorong, dan langsung menembak kearahnya
“ Serang dia ! Serang dia ! Serang dia ! Serang dia ! Serang dia ! “
“ Uwoooo apa-apa iniiiii ?! Sialan kaliaaan ! “
( Syaaaaat ! Syaaaaat ! Syaaaat ! )
Tazuya berusaha menghindari serangan laser tersebut dengan Kusanaginya. Namun, ia mengalami kesulitan untuk menghancurkan tersebut dan terpaksa mencari ruangan yang bisa ia masuki untuk melindungi diri dari Eyenion. Disaat yang bersamaan, Oxtoroo dan Swift Polly sedang berada diruang pemantauan, berusaha untuk memanggil
Proto-Eva sembari melihat situasi dari luar pesawat. Saat mendengarkan laporan dari robot tersebut, mereka terkejut saat melihat Tazuya yang tidak sengaja pergi keruangan untuk mencari ruang tempat bersembunyi dari serangan Eyenion
“ Bagaimana, Proto-Eva ? “ Tanya Swift Polly
“ Celaka kapten ! Kita kehilangan jejak dia ! Mereka sedang berpen- Uwaaaa “ Saat melapor, Proto-Eva kembali ditembak oleh Jubei yang menyebabkan komunikasi mereka terputus
“ Haaaah. . .haruskah kita ikut membantu mereka ?! Merepotkan sekali ! “ Gerutu Swift Polly
“ Kayaknya kita tidak punya pilihan la- Ah ! “ Oxtoroo tiba-tiba terkejut saat melihat Tazuya datang keruang
pemantau dan menutup pintu tersebut sambil kelelahan
“ Eh ! “ Tazuya terkejut saat melihat Oxtoroo dan Swift Polly diruangan tersebut
“ Hallo ! “ Sambut Oxtoroo sambil tersenyum
“ Cela- “
( Zyuuung ! )
“ Uwaaaaa ! Ugggh ! “
“ Aku sangat tidak menduga kau bisa berada disini, bocah Fighter. Dan aku suka kami tidak perlu-perlu untuk mencarimu karena kamu datang dengan sendirinya kemari. Sungguh, aku kaget ! “ Ejek Swift Polly kearah Tazuya
“ Ooohhh. . . tidaaaak “
Diruang pengontrol senjata, Dullart dan DECA-I masih mencari kode untuk menghentikan Drone dan senjata satelit Superbia-07 tanpa harus menyebabkan kekacauan yang lebih di kota Shinjitsu. Dullart mengalami sedikit kesulitan untuk meretas sistem tersebut karena sistem persenjataan dalam Superbia-07 sebagian besar sudah diganti oleh Pak Louss saat dalam perbaikan pesawat
“ Aaaahh. . . celaka ! Dari tadi ini tidak bekerja ! “
“ Sepertinya Pak Kepala Louss telah menggantikan beberapa kode sistem persenjataan ini dengan kode yang baru. Terlebih, ia sudah memindahkan sistem kendali senjatanya berada diruang kendali pesawat. Dengan kata lain, ruangan ini tidak lagi dijadikan ruang pengontrol persenjataan jarak jauh. Mungkin ini untuk memudahkan sang pilot untuk menembak target dan bisa disinkronkan dengan baik. Karena dulunya, sistem kendali pesawat dan persenjataan satelit memiliki pengendali yang berbeda “ Jelas Dullart sambil meretas sistem persenjataan kepada DECA-I
“ Jadi. . . itu artinya kita tidak
dapat meretas ini ?! “ Tanya DECA-I dengan nada kepanikan
“ Tidak tidak. Bukan itu. Aku hanya menjelaskan bahwa sistem persenjataan satelit telah disatukan dengan sistem
kendali pesawat. Walau demikian, ruangan ini masih difungsikan untuk pemulihan sistem persenjataan. Karena itu, kita harus meretas sistem persenjataan ini untuk menghentikan sistem persenjataan yang ada diruang kendali tidak bisa difungsikan dan kita dapat mengendalikan sistem tersebut “ Lanjut Dullart
“ Ini bisa kunamakan sebagai sistem bercabang. Tidak kusangka para kaum Thetoid memiliki sistem persenjataan jarak jauh yang agak rumit untuk dijelaskan, ya~ “ Kata DECA-I pasca mendengar penjelasan dari Dullart
“ Hehe. . .yaaa begitulah. Terlebih dibagian pengembangan persenjataan militer dipimpin oleh orang yang dikenal
eksentrik dan sedikit paranoid “ Jawab Dullart
“ . . . . “
“ Nah, ayo DECA-I. Kita tidak boleh menyerah begitu saja. Jika tidak ini akan membuat repot Rigel-san dan yang lain “
“ Ya. . . ayo ! “
Dari luar Superbia-07, terlihat Rigel dan yang lainnya masih sibuk untuk menghentikan GIGANTE. Ia mendapatkan panggilan dari kapten militer Neo-Asia, mengatakan untuk menyerahkan semuanya kepada mereka dalam mencari dan menyerang Claw Drone milik Superbia-07
“ Haaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh ! “ GIGANTE mengeluarkan mini-rocket launcher untuk menyerang Inuya, Ryuga dan Ataru
“ Gamma ! “ Inuya memanggil Ryuga untuk menggunakan kekuatan sihirnya untuk melundugi mereka bertiga
( Buuum ! Buuuuum ! Buuuum ! )
“ Awas yaaaa ! Hyaaaah ! “ Teriak Ryuga sambil melemparkan Anthos Delfini kearah GIGANTE
( Braaaak ! )
“ El-Fighter. . . anda masih disana ? “ Panggil sang kapten dari Neo-Asia melalui komunikator milik Rigel
“ Ya. Ada apa ? “
“ Serahkan kepada kami untuk menghancurkan pesawat itu. Anda fokuskan perhatianmu mengalahkan robot itu “ Kata si Kapten
“ Jangan gila ! Kalian tidak tahu apa yang membuat kita semua kesulitan untuk menghentikan itu. Pesawat itu
memiliki senjata Drone yang tidak terlihat dan sulit untuk dilacak oleh teknologi kalian. Terkena sedikit saja kalian bisa mati. Jadi jangan nekat dan buang-buang nyawa anak buahmu ! “ Peringat Rigel kepada sang kapten
( Buuuuuuum ! )
“ Ayo ! Kita serang dia ! “ Perintah sang Kapten kepada prajurit mudanya
“ Hah ! Kalian menantang kami ! Seraaaaaaaaaaaaaang ! “ Teriak Pak Louss dari dalam Superbia-07
Pak Louss memerintahkan Sampson untuk menembakkan kelima Drone kearah para pilot tersebut. Alhasil, ini membuat makin banyak kekacauan dikota Shinjitsu karena serangan dari Drone tersebut
( Zyuuuung ! Zyuuuung ! Zyuuuung ! )
“ Celaka ! Jika begini terus kita
bisa musnah ! Uwaaaa ! “ Kata Inuya saat menyadari situasi semakin kacau
“ Dullart ! Kumohon cepatlah ! “
__ADS_1
Kata Rigel dalam hati sambil memperhatikan Superbia-07
*****
Sang kapten dan prajuritnya kemudian menembaki Superbia-07 dengan menggunakan Lance-laser milik robot petarung mereka. Tidak lupa, ia memerintahkan prajuit yang menjadi pilot pesawat petarung untuk menyerang pesawat tersebut
“ Tembak ! “
( Zyuuung ! Zyuuung ! Zyuuuung ! Zyuuuuung ! )
“ Hah ! Jangan sombong dulu kalian ! Sampson, tembak mereka dengan baik ! “
“ Baik, Pak ! “
Sampson membalas serangan mereka dengan mempercepat kecepatan Claw Drone tersebut untuk membuat para pilot Neo-Asia kewalahan untuk menghindairnya. Alhasil, karena serangan tersebut, Sampson berhasil menghancurkan semua pesawat petarung milik militer
Neo-Asia
“ Ah ! “
( Buuuum ! )
“ Ah . . . cela- “
( Buuuum ! )
“ Bintara Ahmed ! Sersan Kim ! “ Teriak sang pilot no.4
“ Cih. . . jangan sampai lengah Ini bisa gawat ! “
“ Serangan yang bagus, Sampson ! “ Puji Pak Louss dengan semangat
“ Baguslah anda memilih pilot andalan seperti dia “ Kata Argus
Sambil menembak kearah para pilot Neo-Asia, Sampson tidak sengaja melihat Rigel dan ketiga anggota V-FIGHTER sedang menghadapi GIGANTE melalui kamera salah satu Claw Drone
“ Itu. . . sang Prisman Beta dan anak buahnya ! “ Kata Sampson
Sampson kemudian mengarahkan salah satu Claw Drone kearah Rigel dan memberikan sinyal kepada GIGANTE
untuk menghindar karena ia akan menembaki Rigel dan yang lainnya dengan Claw Drone
“ Ah ! “ Ataru kemudian merasakan kehadiran Claw Drone kearah mereka berempat
( Zyuuuuuung ! )
“ TUAN RIGEL ! “ Teriak Inuya yang berusaha untuk menyelamatkan Rigel dari laser Claw Drone
“Cih ! Tweede : Hou Op ! “
( SRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNG )
“ Ah ! “
“ Sialan mereka ! Beku mereka sampai hancur ! ICE TORPEDO ! “ Rigel kemudian melemparkan Anthemusanya kearah Drone tersebut
( SYAAAAAAAATTTT ! BUUUUUUUMMMM ! )
Melihat Drone tersebut dihentikan oleh kemampuan Tidjbreker, Rigel langsung menghancurkan Drone tersebut dengan Anthemusa. Saat Anthemusa menyentuh Drone, tombak es tersebut langsung membungkus Drone dengan es yang tajam dan seketika membuat Drone tersebut meledak dan menjadi serpihan es yang halus. Karena efek dari serangan Anthemusa, laser dari Drone tersebut juga ikut hancur
“ Ah. . . syukurlah ! “ Kata Ryuga
yang terduduk karena lega akhirnya Rigel berhasil menghancurkan Claw Drone
( Zyuuuuung ! )
“ HYAH ! “ Ryuga langsung melindungi
dirinya dengan kekuatan sihirnya
( BRAAAK ! )
“ Jangan. Berbangga. Dulu ! “ Kata
GIGANTE sambil bersiap untuk menembakan laser kearah Ryuga
“ GAMMA ! HATI-HATI ! “ Peringat
Rigel
“ First act : Turbo!” Ryuga langsung mengambil tindakan dengan
“ TIDAK.BERGUNA ! “
GIGANTE berusaha untuk menahan serangan Anthos Delfini dengan lengan kanannya. Tanpa ia duga, Ryuga ternyata mengubah teknik pertamanya yang membuat Anthos Delfini berhasil membuat robot besar tersebut tumbang karena serangan tersebut
“ Alternate : Turbo ! SPIKE ! “ Ryuga langsung mengubah Anthos Delfini menjadi sebuah martil berduri untuk menyerang GIGANTE
“ AH ! “
( BRAAAAK ! )
“ Bagus, Gamma ! Beta ! Delta ! Serang dia ! “ Perintah Rigel
“ Ayooooooooooooooooooo ! “
Inuya dan Ataru kemudian menyerang GIGANTE secara bersamaan dengan Fighter Possession mereka. Disaat yang bersamaan, dari dalam Superbia-07, Pak Louss menjadi kesal saat mengetahui bahwa Rigel berhasil menghancurkan Claw Drone yang dilepaskan. Ia kemudian meminta Sampson untuk mengeluarkan sisa lima Claw Drone yang belum terpakai yang berada didalam Superbia-07
“ Sialan ! Sialan ! Sialaaaaaaaaaaaaaaaaaannnn ! “
“ Pak Louss, tenanglah. Masih ada
empat Drone lagi yang berada dibawah sana “ Kata Jenderal Argus yang dengan
tenang menenangkan Pak Louss
“E . . eeeeh. . . ini celaka ! Benar-benar celaka ! Kalau begini terus kita harus keluarkan lagi Drone yang masih ada didalam pesawat ! Sampson ! Lakukan ! “
“ Tapi pak. Bukan’kah- “
“ CEPAAAAAAAAT “
“ Ah. . . oke. . .ayo kita- Ah ! “
Sampson kemudian terkejut saat akses untuk mengaktifkan sisa Claw Drone didalam Superbia-07 ditolak. Saat ia melaporkan permasalah ini kepada Argus, sang Jenderal langsung memanggil Oxtoroo untuk segera pergi keruang pengontrol sistem untuk memeriksa permasalahan yang ada dalam sistem senjata tersebut
“ Ada apa ? “ Tanya Argus
“ Gawat, Jenderal. Sepertinya sistem persenjataan Claw Drone kita terganggu karena aksesnya terblokir “ Lapor Sampson
“ Celaka. . . .Oxtoroo. . .Swift Polly . . . Dimana kalian ? “ Argus bertanya kepada
“ Ah. . .aku sedang mencari keberadaan si El-Fighter yang bersembunyi di pesawat ini. Tapi untungnya, kami sudah menangkap sang Alpha yang kini ditahan oleh Swift Polly diruang pemantau “ Oxtoroo memberikan laporan
“ Bagus. Cepat keruang pengontrol sistem ! Kita sedang dapat masalah serius ! “
“ Ah. . . bukannya Proto-Eva diutus untuk menangkap Tuan Muda ? Mana dia ? “
“ Sepertinya dia lengah karena sibuk mencari Fighter itu. Sana . . . keruang pengontrol sistem dan hentikan Tuan
Muda ! Soal si Fighter itu serahkan kepada Proto-Eva ! “ Perintah Argus dengan nada tegas
“ Siap pak ! “
Oxtoroo dengan sigap langsung pergi menuju ruang pengontrol sistem persenjataan. Sementara itu, Dullart beristirahat sejenak karena ia lega telah meretas sistem pemblokiran Claw Drone, yang membuat Sampson untuk sementara tidak dapat menggunakan sisa Drone yang ada di Superbia-07. Setelah istirahat sejenak, ia
melanjutkan tugasnya untuk menghentikan sistem persenjataan tersebut
“ Fyuuuh ! Berhasil ! “
“ Akhrinya. . . kita bisa menghentikan mereka untuk mengeluarkan senjata lain untuk menghancurkan kota itu “ Kata DECA-I
__ADS_1
“ Ya. . . tapi kita harus cepat sebelum Pak Louss mengerahkan Astraser untuk menyerang Rigel dan yang lain. Ayo. . .kita lanjutkan ! “
*****