
Saat kembali bertarung melawan Rigel, Argus kemudian melihat kearah EVA-Q8 yang sudah tertebas oleh Tazuya. Melihat Argus mulai lengah saat melihat robot tersebut dikalahkan oleh Tazuya, Rigel mengambil kesempatan menyerang sang Jenderal tersebut
“ EVA ! “
“ Haaaaaaahhhh “
( Trang ! )
“ Hah ! Masih sempat juga kamu menangkisnya ! Kuakui kamu memang pantas menjadi seorang Jenderal ! “
“ Heh. . . bisa juga ternyata kamu memuji seseorang ya ! “
Saat Tazuya berhasil mengalahkan EVA-Q8, ia kemudian melihat kearah Buds-Drone yang menyerang Ataru dan Jubei. Mereka berdua bingung kenapa Drone tersebut masih berfungsi walau EVA-Q8 sudah dikalahkan oleh Tazuya. Malah Drone tersebut menjadi tidak terkendali dan menyerang mereka membabi buta. Yang membuat Ataru dan Jubei kewalahan untuk menghentikannya
“ Ah. . . aaah. . .apa-apaan ini ?! “ Teriak Jubei dengan kepanikan
“ Kenapa. . . benda ini masih berfungsi. . .agh. . . ! “Tanya Ataru yang hampir diserang oleh laser drone tersebut
“ Ah. . . uuuuhh. . . kenapa ini bisa- “ Tazuya dengan panik memerhatikan sekitarnya dengan kebingungan
“ TAZUYA ! Tubuhnya ! “
“ Ah ! “
( Zyuuung ! Zyuuunng ! Zyuuuung ! )
“ Agh. . . Sial ! Dasar keras kepala ! “
Dari kejauhan, Inuya melihat lengan EVA-Q8 perlahan bergerak sendiri. Lengan EVA-Q8 berkali-kali mengeluarkan senjata laser untuk menembaki Tazuya. Tazuya yang menyadari hal itu langsung menancapkan pedangnya ketelapak tangan tersebut, dan selanjutkan tepat dimata kanan robot tersebut. Yang membuat Drone tersebut akhirnya berhenti berfungsi dengan sendirinya dan terjatuh dijalan
“ Ah. . . fyuh. . .syukurlah “ Kata Jubei sambil bernafas lega
Melihat Tazuya dan yang lain telah mengalahkan EVA-Q8, dan ia tidak melihat tanda-tanda Swift Polly dan Oxtoroo akan datang untuk membantunya, ia tidak punya pilihan lain selain harus menghentikan pertarungan. Agar ia bisa menyelamatkan kedua anak buahnya dan dirinya yang mulai kelelahan
( Traang ! Traang ! Traang ! )
“ Sial ! “
( Traaaaang ! )
“ Ah ! “
( Bruuuk ! )
“ Haaaah. . .haaaah. . .haaaah. . .kelihatannya. . . kedua anak buahmu yang lain. . . tidak bisa datang untuk menolongmu ya ? “ Tanya Rigel yang kelelahan karena pertarungan mereka
“ Heh. . .yaaah. . .sepertinya. . .dan kelihatannya para manusia menyedihkan itu sudah tidak bisa dipercaya lagi untuk membantu kami ! Aku. . .sudah tidak punya pilihan lagi “
Argus mengeluarkan sebuah dadu yang diambil Oxtoroo saat bertemu dengan Chuckles dan Zi. Lalu, Argus melemparkannya kearah Rigel, dan mengeluarkan sinar yang menyilaukan pandangan Rigel dan para V-FIGHTER
“ Itu ! “
“ Selamat tinggal, Prisman-san. Senang bisa bertarung dengan kalian semua ! “ Kata Argus sebelum ia melemparkan dadu sinar tersebut
“ Ah ! “
( ZIIIIIIIIIIIINNNGGGGG )
“ Uwaaaaaaaa “
“ Ah. . . cahaya apa in- “
Argus langsung bergegas lari meninggalkan mereka berenam dan menghubungi Swift Polly untuk mengetahu dimana lokasinya. Di sebuah gang, Swift Polly terlihat bersama dengan Oxtoroo yang tangannya dibalut dengan perban. Saat mereka mendapatkan kontak dari Argus, sang Jenderal tersebut menanyakan keberadaan mereka, meminta untuk mengirimkan titik lokasi mereka saat ini serta mengaktifkan sistem teleportasi Mag-Ni5, Melee-Function dan EVA-Q8 untuk dipindahkan dipesawat mereka
“ Aku tidak menyangka akan mengalami ini ! “ Gerutu Oxtoroo yang bersandar disebelah Swift Polly
“ Tapi aku senang karena kamu cepat tanggap untuk menanganinya. . . yaaa~ kamu tahu. . . ini serasa seperti terkena luka bakar, Polly-chan “ Lanjut Oxtoroo
“ Heh. . .disaat seperti kamu masih- “
( Biiip ! Biiip ! )
“ Jenderal ? Bagaimana dengan- “
“ Swift Polly. . .Oxtoroo. . . dimana kalian ?! Berikan titik dimana. . . tempat kalian berada sekarang ! “ Kata Argus yang masih berlari dan mencari keberadaan mereka berdua
“ Ah. . . bagaimana dengan- “
“ Jangan banyak tanya ! Cepat ! Lalu. . .aktifkan sistem teleportasi ketiga robot itu dan pindahkan mereka kekapal kita ! “ Perintah Argus yang memotong pertanyaan Swift Polly
“ Baiklah ! Oxto. . .aktifkan sistem teleportasi sekarang ! “ Swift Polly menyampaikan perintah Argus kepada Oxtoroo
“ Ah. . .umm. . oke ! “ Jawab Oxtoroo yang langsung mengaktifkan jam tangannya untuk mengaktifkan sistem teleportasi ketiga robot tersebut
Swift Polly langsung memberikan titik lokasi mereka kepada Argus. Saat melihat titik lokasi tersebut, lega saat melihat bahwa Oxtoroo dan Swift Polly bersembunyi tidak jauh dari tempat ia saat ini
“ Begitu ya . Tidak jauh dari sini ! “
Cahaya dari dadu tersebut perlahan mulai meredup. Saat Tazuya dan yang lain membuka mata mereka, mereka menemukan Argus sudah lari meninggalkan tempat. Tazuya bertanya-tanya apakah mereka harus mencarinya, tapi Rigel meminta Tazuya untuk membiarkannya lari dan meminta mereka untuk menginvestigasi ketiga robot Theta yang rusak tersebut
“ Ahhh. . . dia lari ! “ Kata Inuya yang mulai pulih dari serangannya EVA-Q8
“ Tuan Rigel. . . bagaimana ini ? Apa kita harus mengejarnya ? “ Tanya Tazuya
“ Biarkan dia lari ! “
“ Haaah ? “
“ Anda yakin membiarkan lari begitu saja ? “ Tanya Ataru
“ Mereka disini untuk mengincar Dullart. Dan aku tidak menyangka mereka sampai-sampai bekerjasama dengan Atraco untuk mencarinya. Atraco juga tidak bisa mengejar kita, dan menurut pesannya DECA-I bahwa ia dan Dullart sudah sampai dirumahku dengan selamat. Keselamatan Dullart adalah yang terpenting “ Jelas Rigel
“ Ahh. . .syukurlah jika Dullart-san akhirnya selamat “ Kata Tazuya dengan nafas leganya
“ Nah anak-anak, ayo bantu aku bawa robot-robot ini kemobilku. Aku ingin menginvestigasi memori robot ini agar aku tahu apa tujuan mereka lebih lengkap “ Perintah Rigel
“ Baik tuan ! “
__ADS_1
Namun, disaat Tazuya dan yang lain ingin membawa ketiga robot tersebut kedalam mobil Rigel, disaat yang bersamaan, Oxtoroo berhasil mengaktifkan sistem teleportasi ketiga robot tersebut. Yang membuat ketiga robot tersebut menghilang dihadapan mereka sebelum Tazuya dan yang lain menyentuhnya
“ Ah ! “
“ Oh tidak. . . robotnya ! “ Teriak Jubei dengan panik
“ Sialan. . .sempat juga mereka memindahkan robot ini dengan teleportasi ! “ Geram Rigel
Tidak lama kemudian, Ataru melihat ada beberapa mobil wartawan yang sedang menuju ketempat mereka untuk mencari tahu info tentang pertarungan mereka. Rigel kemudian menyuruh Tazuya dan yang lain untuk menghiraukan robot tersebut dan bergegas untuk masuk kedalam mobilnya untuk kembali kerumahnya
" Eh. . . ada suara mobil . . . ada banyak mobil yang akan kesini ! “ Kata Jubei yang mendengar suara mobil yang
sedang menuju kemari
“ Apa itu mobil musuh ?! “ Tanya Inuya
“ Bukan ! Itu mobil milik para wartawan ! “ Jawab Ataru saat ia melihat siapa mereka dengan kemampuan penglihatan masa depannya
“ Celaka ! Anak-anak. . . cepat masuk kemobil ! Identitas kalian lebih penting daripada robot itu. Kita bisa melacak keberadaan mereka dengan cara lain. Cepat ! “ Perintah Rigel kepada mereka berlima
Tazuya dan yang lainnya bergegas masuk kemobil Rigel sebelum mereka diwawancarai oleh para wartawan tentang pertarungan mereka. Dari kejauhan, terlihat Ramone Grace memperhatikan mereka pergi meninggalkan tempat. Sambil mendengus kesal, ia akhirnya meninggalkan tempatnya sebelum ada yang tahu identitas aslinya
*****
Rocco dan Chuckles pergi kebelakang Museum untuk menyelamatkan Hassan. Mereka berhasil mengeluarkannya dengan pelontar api untuk melelehkan es tersebut. Pelontar api sendiri adalah satu-satunya senjata yang tersisa dimobil mereka karena saat itu, Chuckles dibekali senjata tersebut saat berjaga-jaga diluar mobil untuk menunggu Hassan. Rocco menceritakan apa yang terjadi dengan mobil mereka saat keluar dari museum. Tidak lama berselang, Ramone menghubungi Hassan untuk mengetahui perkembangan misi mereka
“ Jadi begitu. . . El-Fighter sialan itu menghancurkan mobil kita ?! Berani sekali dia ! “ Kata Hassan saat mendengar
semua penjelasan Rocco
“ Jadi soal misi kita. . .bagaimana
mau bicara dengan Boss ? “ Tanya Chuckles kepada mereka berdua
( Smartphone milik Hassan berbunyi )
“ Ya Boss ? “
“ Ohhh tidaaaak~ “ Gerutu Chuckles
“ Ssst. . .diam ! “
“ Kelihatannya kelompok Alien itu dikalahkan oleh El-Fighter dengan mudah! Menyebalkan sekali. . . mereka lemah dari yang aku duga ! Bagaimana dengan kalian ? Apa kalian mendapatkan apa yang aku suruh untuk cari di museum tersebut ! “ Tanya Ramone sambil menjelaskan keberadaan Argus dan komplotannya
“ Aaaah. . . kita juga. . .gagal. . hehehe“ Jawab Chuckles dengan senyum kecemasannya
“ Dan mereka berdua dengan bodohnya membuat mobil kami hancur karena lari dari El-Fighter ! “ Lanjut Hassan sambil mengingat perkataan Rocco dan Chuckles
“ Dasar ceroboh ! Bodoh sekali ! Kalian sama lemahnya dengan alien itu ! Sudah. . .cepat lari dari sana ! Aku
tidak akan menghabiskan waktuku untuk membebaskan kalian dari penjara jika kalian ditangkap karena kebodohan kalian ! Paham ! “ Jelas Ramone dengan kesal sebelum mengakhiri percakapannya dengan ketiga anak buahnya
“ Ya, Boss ! “
( Ramone mengakhiri teleponnya )
“ Ayo . . . kita pergi ! “
“ Jadiii. . . setelah kita mendapatkan Fighter Possession, apa yang harus kita lakukan ? “ Tanya Tazuya yang termenung menatap kelima Fighter Possession diatas meja
“ Bukan’kah Fighter Possession milik Tuan Rigel memiliki nama ? Jadiii. . .” Kata Jubei teringat akan Possession
Rigel yang memiliki nama yaitu Anthemusa
“ Mungkin kita harus memberi nama Possession ini ? “ Lanjut Ryuga “ Hmmmm. . . kita harus menamainya apa ? “ Tanya Tazuya
“ Yaaaa. . .kasih nama yang mudah diingat saja. Jangan kasih nama yang keren tapi malah susah diingat ! “ Jawab Inuya sambil melahap donatnya
Disaat yang bersamaan disaat Tazuya dan yang lain berdiskusi tentang nama Possession mereka, Rigel dan Dullart masuk keruangan pertemuan tersebut. Rigel mengatakan bahwa Possession sudah memiliki nama saat mereka terbentuk
“ Sebenarnya tidak perlu, anak-anak. Itu karena mereka sudah punya nama saat pertama kali mereka terbentuk menjadi Possession kalian “ Jelas Rigel saat ia memasuki ruangan tersebut
“ Mereka ? Ah. . .jangan-jangan . . . “
“ Sepertinya kamu cepat tanggap akan apa yang dimaksud, nak Ryuga. Fighter Possession sebenarnya bukanlah senjata biasa, itu karena senjata tersebut memiliki jiwa lain yang berada disenjata tersebut. Karena itulah, mereka memiliki nama mereka tersendiri. Jika kalian ingin tahu siapa mereka. . . kenapa kalian tidak tanyakan saja kepada mereka ? “ Jelas Rigel sambil melirik kearah Fighter Possession mereka berlima
“ Bicara. . .dengan mereka ? “ Tanya Tazuya yang bingung dengan penjelasan Rigel
“ Errr. . . halo semua. . . hehehe mereka tidak menjawab kita “ Kata Jubei yang mencobanya dengan menyapa semua Possession tersebut dengan keraguan
“ Aaaahhh Rigel-san. . . kamu tidak bercanda ‘kan soal itu ? Jika iya. . .apa ada cara untuk memanggil jiwa di senjata mereka ? “ Tanya Dullart
“ Baiklaaah. . .jika kalian benar-benar penasaran silahkan ambil Possession kalian masing-masing. Lalu, fokuskan kontak spiritual kalian untuk menghubungkan dengan Possession kalian “ Kata Rigel
“ Oookeee~ Naaah. . . ayo konsentrasi ! “ Kata Tazuya kepada mereka berempat
Tazuya dan yang lain mengambil Possession mereka, lalu memfokuskan kontak spiritual mereka ke senjata tersebut. Tidak lama kemudian, Tazuya dan yang lain berhasil memanggil jiwa Possession mereka, dan sontak kaget saat jiwa tersebut tiba-tiba keluar
“ Yehaaaaaaaaaaaaaaaaaa “
“ Uwaaaaaaaa Uh ! “ Teriak Tazuya yang kaget saat mendengar teriakan salah satu jiwa dari Possession
“ Ah. . . apa itu berhasil ? “ Tanya Inuya yang membukakan matanya saat mendengar teriak panik Tazuya
“ Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhh. . . . mereka. . . mereka. . .mereka. . .mereka disiniiiiii~ A . . . a. . .a . .apa benar ini yang anda maksud, Pak Rigel ? “Tanya Jubei yang panik saat melihat keenam jiwa Possession berdiri didepan mereka
“ Ya. . . akhirnya kalian semua bisa berhubungan dengan jiwa Possession kalian. Baiklah. . . silahkan langsung saja perkenalkan diri kalian “ Kata Rigel
“ Mereka berhasil ! Mereka berhasil ! Kereeeeenn~ “ Kata DECA-I dengan bangga sambil terbang kesana-kemari
diruangan tersebut karena kegirangan
“ Salam kenal, para calon El-Fighter~. Aku senang akhirnya kalian bisa memanggil kami dalam waktu yang sangat cepat. Perkenalkan, aku Kusanagi. Aku adalah jiwa Possession milik Tazuya Hideyuki Iga " Kata jiwa Possession yang berpakaian ala samurai berwarna hitam
“ Aaaah. . .uuum. . .salam kenal. . . Kusanagi “ Kata Tazuya yang agak kaku sambil bersalaman dengan Kusanagi
Kemudian, kelima jiwa Possession lain juga ikut dengan senang hati memperkenalkan diri mereka kepada Tazuya dan yang lain. Mereka adalah Labeja, Anthos Delfini, Tidjbreker dan Estrella
__ADS_1
“ Aaaah. . . Ryuga-kun. . . kira-kira yang mana jiwa Possession milikku ? “ Tanya Jubei sambil berbisik kepada Ryuga
“ Anda tidak perlu bingung, Nyonya muda~ Anda tidak perlu malu-malu untuk bertanya sesuatu kepada kami.
Perkenalkan. . .aku Estrella. Aku adalah Possession milik Jubei Fujieda~ “ Katajiwa Possession yang berpakaian ala pemburu kepada Jubei dan Ryuga
“ Dan kami adalah Anthos Delfini. Jika anda bertanya kenapa kami ada dua itu karena senjata milik Tuan Ryuga
Mangetsu adalah dua buah buckler. Jadi yaaa. . . biar tidak bingung, panggilaku Anthos dan dia adalah Delfini “ kata jiwa Possesion yang berupa peri dengan minidress ungu sambil memperkenalkan pasangannya yang menggunakan gaun berwarna pink
“ Hei you~ yang paling keren. Apa kamu adalah Possession milikku ? “ Tanya Ataru kepada jiwa Possession yang menggunakan armor berwarna merah dan hitam
“ Yaaaay~ Aku senang karena kamu cepat sekali menebaknya. Namaku Tidjbreker~ Ayo sini, tos dulu~ “
“ Aaah umm. . .oke oke “
( TOS ! )
“ Yaaaaaaaaaay~ “
“ Dan kamu pasti adalah jiwa Possession milikku “ Kata Inuya sambil melirik kearah jiwa Possession berupa peri kecil dengan motif lebah
“ Nada bicaramu sepertinya kamu mengharapkan sesuatu yang lebih gagah dariku. Apa kamu tidak suka aku ?! “ Kata si jiwa Possession dengan judesnya kepada Inuya
“ Ah. . .bukan itu ! Aku tidak
menyangka bahwa jiwa Possessionku adalah sesuatu yang super imut. Ehehehe. .
.siapa namamu ? “
“ Panggil aku Labeja ! “
“ Aaaah ya. . . salam kenal, Labeja-chan “ Kata Inuya sambil menawarkan jarinya untuk diajak bersalaman dengan Labeja
Melihat anak didikannya berhasil memanggil jiwa Possession, Rigel senang karena latihan yang mereka lalui selama dua minggu untuk membangkitkan Fighter Possession mereka masing-masing bersama dengan jiwa Possession mereka. Disaat mereka sedang asyik berbicara dengan jiwa tersebut, Rigel memanggil mereka untuk mengembalikan jiwa tersebut kedalam Possession mereka karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan kepada mereka
“ Baiklah kalian semua. Sudah saatnya untuk mengembalika jiwa itu kedalam Possession kalian masing-masing. Karena ada sesuatu yang ingin kukatakan kepada kalian di ruang pemantau “ Jelas Rigel kepada Tazuya dan yang lain
“ Sekarang ? “ Tanya Tazuya
“ Ya. Sekarang kembalikan mereka dulu ke Possession sebelum pergi keruang pemantau “ Kata Rigel sambil pergi
keruang pemantau bersama Dullart
“ Ya, Tuan ! “
*****
Diruang pemantauan, Rigel denganbangga mengucapkan selamat kepada V-FIGHTER atas latihan, kerja keras dan kerjasama mereka untuk membantunya dalam mengalahkan para musuh dan menyelamatkan Dullart. Rigel juga mengingatkan kepada mereka untuk bisa menyeimbangkan waktu antara tugas mereka sebagai calon El-Fighter dan jugasebagai pelajar. Karena menjadi El-Fighter tidak hanya berfokus akan tanggung jawab untuk mengubah masa depan dan nasib masyarakat didunia, tetapi mengubah nasib mereka masing-masing untuk kemasa depan yang lebih baik
“ Selamat anak-anak ! Semua latihan kalian selama dua minggu benar-benar membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Walau aku bisa melihat kalian mengalami kesulitan semasa latihan dan menghadapi robot
petarung tersebut, tapi aku sangat bangga dengan kerjasama kalian dan bisa mengikuti arahan yang kuberikan kepada kalian “ Kata Rigel kepada Tazuya danyang lain dengan nada bangganya
“ Ehe. . . itu karena kami belum bisa menghadapi mereka satu lawan satu tidak seperti anda, Tuan Rigel. Kami. . . yaaaa. . .belum sekuat anda “ Kata Tazuya
“ Itu benar. Anda lebih berpengalaman dari kami. Jadi. . . tolong bimbing kami dan selalu bersama kami
sampai kami semua layak menjadi penerus anda dan teman-teman anda “ Lanjut Inuya yang disetujui oleh Ataru, Ryuga dan Jubei anggukan dan senyuman
“ Ya. Jangan khawatir. Ini sudah tugas El-Fighter pendahulu untuk membimbing penerusnya sampai mereka bisa
menerima posisi mereka dan menyelesaikan latihan mereka. Aku juga menginginkan kalian bisa membagikan waktu kalian dengan baik sebagai pelajar, kehidupan pribadi kalian dan juga sebagai calon El-Fighter. Karena menjadi El-Fighter. . . itu tidak hanya cukup mengubah masa depan dunia, tetapi juga mengubah nasib dan masa depan kalian “ Lanjut Rigel
“ Ya, Tuan ! “
“ Maaf sudah merepotkan kalian semua. Aku benar-benar sangat tidak enak kepada anda karena harus bergantung dengan anak-anak ini. Karena itu izinkan aku bertarung bersama kalian untuk mengalahkan mereka “ Kata Dullart
“ Anda yakin ? Maksudku. . .bertarung dengan orang-orangmu sendiri ? Apa kamu tidak keberatan soal itu ? “ Tanya Ryuga
Saat Ryuga bertanya kepada Dullart, ia terdiam sesaat. Dullart memejamkan matanya, memikirkan kejadian sebelum ia melarikan diri dari pesawat induk, dimana Morsdantaque dan Zozo bertengkar dari balik layera karena Morsdantaque merasa dirinya lebih pantas menjadi penerus kekaisaran. Ia juga kemudian tidak sengaja mendengar rencana Morsdantaque untuk melakukan aksi pembunuhan berencana dan manipulasi publik untuk membuat ia diterima sebagai penerus kekaisaran Thetoid, dan kemudian Dullart ingat dimana ia diserang oleh beberapa robot pembunuh utusan Morsdantaque di portal dimensi
“ Ya. . . aku. . . tidak keberatan ! Karena ada seseorang yang sangat ingin kuhabisi dipihak itu ! Seseorang yang lebih berbahaya dari Zozo ! “ Jawab Dullart sambil mengingat Morsdantaque
“ Baiklah. Intinya kita akan bertarung bersama-sama untuk melawan ancaman yang akan mengacaukan kehidupan
orang disekitar sini. Aku mempercayaimu, Dullart, untuk bekerjasama dengan kami “ Kata Rigel sambil mengajak Dullar untuk berjabat tangan
“ Ya ! Terima kasih, Rigel ! “
“ Hmmm ! “
“ Baiklaaaaahhh~ karena untuk sementara belum ada serangan dari musuh, bagaimana kita rayakan ini dengan
makan malam bersama-sama ke Pizzarella Panic ? Pak Rigel, Dullart-san dan si robot ikut juga bersama kami~ “ Kata Jubei kepada mereka semua
“ Yeaaahhhh. . . boleh-boleh ! “ Kata Tazuya dengan semangat
“ Okeeeeeeeeeeeeeeeeee aku setujuh ! “ Inuya ikut-ikutan bersemangat
“ Akan lebih bersemangat jika Kurenai yang membayar kita semua ! “ Celetuk Ryuga sambil menunjukan tersenyum menyeringainya ke Ataru
“ Heeeei~ Bisa juga ya kamu bicara seperti itu, Ryuga-san “ Gerutu Ataru
“ Aaaahh. . . Tuan Rigel dan Dullart-san bisa ikut dengan kami ? “ Tanya Tazuya sambil mendekati mereka berdua
“ Uum. . .yaaa. . .tentu. . . aku sama sekali tidak percaya kalian akan mengajak kami untuk makan bersama diluar.
Baiklah. . .aku ikut. . . biar aku yang akan membayarnya “ Kata Rigel yang menerima ajakan V-FIGHTER
“ Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee “
“ Yeeeeeeeeyyyy Pizzaaaaaaaaaaa~ “ DECA-I juga ikut-ikut senang saat diajak V-FIGHTER
“ Okeeeeee~ Kalau Rigel-san yang membayarnya aku juga mau~ “ Kata Dullart dengan bahagia
“ Oe. . . Jangan mentang-mentang aku bayar kamu mau sepuasnya makan apa yang kamu mau disana sampai mau menguras dompetku ya ! “ Kata Rigel dengan nada jengkel
__ADS_1
Mendengar perkataan Rigel dan Dullart, Tazuya dan yang lain tertawa mendengarkan perkataan mereka. Akhrinya, V-FIGHTER bergegas pergi menggantikan battlesuit mereka dengan seragam sekolah mereka, sedangkan Rigel bersama dengan Dullart dan DECA-I mempersiapkan mobil digarasi sambil menunggu Tazuya dan yang lain
*****