El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
67. Aksi Bodohmu


__ADS_3

Keesokan harinya, Tazuya yang sedang bersiap untuk menggantikan seragam sekolahnya masih memikirkan kejadian yang menimpa mereka akhir-akhir ini yang disebabkan oleh ulah prajurit elit Mosdantaque. Saat sedang sarapan, Tazuya yang sedang menyantap roti isinya tidak sengaja melihat berita pagi tentang ledakan yang ada di gudang tua dermaga Shinjitsu dan terlihat ia dan V-FIGHTER lainnya tertangkap kamera saat mereka masuk kedalam mobil polisi untuk membawa Ryuga dan Jubei kerumah sakit. Hal ini membuat Tazuya sangat jengkel dengan apa yang baru saja dilakukan Karin kepadanya yang menyebabkan identitas mereka hampir ketahuan


“ Jadi itu benar kalian diculik alien ? “ Tanya Vladimir yang duduk disamping Tazuya


“ Itu...benar ! “ Kata Tazuya dengan nada keraguannya


“ Sudah kuduga ternyata yang menyerang kota kita itu beneran para alien ! Aku yakin mereka pasti adalah sosok yang sama yang menculikmu dan juga yang lain “ Ujar Kiko yang masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat dari televisi


“ Dan Ryuga Mangetsu...beserta Jubei Fujieda...mereka juga terluka karena serangan alien itu ! Aku penasaran apa yang membuat para Alien datang kemari dan menculik manusia digudang tua itu ! “ Ujar Vladimir


“ Aaaaah~ itu mengingatkan aku pada sebuah film lama tentang alien yang menculik manusia untuk dijadikan kelinci percobaan dalam menciptakan mutant ! Atau jangan-jangan mereka adalah Alien tipe parasit yang berusaha mencari tubuh yang sesuai untuk berkembang biak ! “ Ujar Kiko yang menjelaskan teori konspirasinya


“ Jadi maksudmu kau mau bilang jika Tazuya dan yang lainnya yang sekarang ini terinfeksi karena alien yang kamu maksud ?! “ Tanya Kenneth


“ Tidak tidaaak~ itu hanya sebuah teori ! Aaah tapi aku yakin Tazuya dan yang lainnya yang bersama kita ini adalah mereka yang asli ! Ma-maaf jika aku bikin kamu-“


“ Yaaa ! Jangan cemas ! Aku hanya ingin pindah tempat duduk kok ! “ Kata Tazuya yang memutuskan untuk pindah tempat ke meja taman belakang dengan ekspresi kesalnya


Melihat Tazuya yang dianggap tersinggung dengan perkataan Komarih alias Kiko membuat Vladimir dan Kenneth langsung menatapnya dengan ekspresi jengkelnya karena merasa Kiko tidak ikhlas minta maaf kepada Tazuya


“ Hei ! Ja-jangan menatapku seperti itu ! “ Kata Kiko


“ Kurasa minta maafmu itu tidak ada kesan kau serius dengannya ! “ Ujar Kenneth dengan nada jengkelnya


Inuya yang baru saja turun dari lantai dua tidak sengaja mendengar pembicaraan Kiko dengan Vladimir dan Kenneth. Saat mengambil sarapannya didapur, Inuya melihat Tazuya yang duduk sendirian di meja taman belakang yang berada di belakang ruang makan dengan raut wajah kesannya sambil melihat kearah sarapannya sendirian


“ Hei ! Ada apa ?! “ Tanya Inuya yang menghampiri pemuda pendek tersebut sambil menutup pintu penghubung taman belakang agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka


“ Hmmm “ Tazuya hanya menjawab dengan mendengus jengkel


“ Kelihatannya kau masih kesal atas kejadian kemarin ya ? Kau kesal karena Alien itu...atau karena aksinya Karin ? “ Tanya Inuya sambil duduk dihadapan Tazuya


“ Yaaa...yang kedua itu yang masih membuatku kesal ! “ Jelas Tazuya yang perlahan memakan sarapannya dengan kesalnya


“ Kau tidak bisa terus-menerus membenci aksinya ! Dia melakukan itu karena dalam kondisi panik ! Yang jelas dia juga masih tidak tahu kalau kita adalah El-Fighter ! “


“ Tapi karena aksinya...kita hampir ketahuan di televisi ! Aku tidak yakin dia melakukannya karena memang peduli...tapi karena ingin mencari muka didepan umum ! Aku sudah memperingatkannya ! Tapi dia tidak mau mendengar ! “ Jelas Tazuya dengan nada tegasnya


“ Dia melakukan itu tidak mungkin karena dia ingin mencari ketenaran ! Aku memang tidak tahu seperti apa cewek itu...tapi jujur saja Tazuya...jika aku bukan seorang Fighter dan diculik oleh seseorang...saat aku dibebaskan oleh Fighter aku sudah pasti akan berlari kepetugas kepolisian dan melapor kejadian tersebut karena panik ! “ Ujar Inuya


“ Jangan samakan situasi diculik Alien dengan diculik manusia biasa ! Diculik manusia biasa pihak kepolisian bisa menanganinya...tapi jika diculik alien maka-“


“ Kau tidak bisa terus menerus menyalahkan Karin ! Aku tahu didunia ini tidak semua orang itu terlihat benar-benar baik seperti malaikat dan aku selalu komplen soal apa yang ada disekitarku! Tapi itu bukan artinya aku tidak maksudku kita harus berburuk sangka dengan orang lain ! Aku bukan memaksamu untuk berterima kasih dengannya...aku hanya tidak suka ada seseorang yang berburuk sangka dan langsung mengecap aksi orang tersebut dengan hal-hal negatif ! “ Jelas Inuya dengan nada tegasnya


“ Inuya “


Mendengar penjelasannya Inuya, Tazuya tahu bahwa apa yang dikatakannya itu benar. Tazuya menyadari bahwa ia salah karena sudah berburuk sangka dengan Karin hanya karena Tazuya selalu mengenal sebagai cewek kaya yang menyebalkan dan selalu cari perhatian


“ Kamu benar...Inuya “


“...”


“Tadi itu...aku hanya tersulut oleh kepanikan karena takut identitas kita sebagai El-Fighter diketahui oleh publik ! Karena itu aku pikir jika Karin tahu identitas kita dan sengaja melakukan itu demi kepentingan dirinya sendiri ! Menurutmu apa yang lain sudah tahu identitas kita karena berita ditelevisi itu ? “


Inuya melihat sekilas dari balik balkon aktivitas para siswa kelas 1-LA-A yang sibuk dengan aktivitas mereka sendiri


“ Sepertinya belum “


“ Begitu “


“...”


“Kurasa nanti sore aku akan menelpon Karin untuk berterima kasih kepadanya karena dia mau membantu kita ! Juga...terima kasih karena telah memberiku nasehat dan perhatian denganku...Inuya “


“ Yaaaa “ Jawab Inuya dengan singkat sambil meminum teh


“ Jadi sudah selesai kalian berdebatnya ? “ Tanya Ataru yang tiba-tiba muncul dengan penyiram tanaman yang sontak bikin Tazuya dan Inuya terkejut


“ ATARU ?! “ Tazuya dan Inuya sama-sama terkejut melihat Ataru


“ Aaaaah~ jadi kau dari tadi mendengar apa yang kami bicarakan barusan ? “ Tanya Tazuya yang kaget saat melihat Ataru yang tiba-tiba muncul ditaman tersebut


“ Hei ini adalah jadwalku untuk menyiram tanaman disekitar asrama kita ! Karena mendengar kalian berbicara disini makanya aku sempat-sempat mendengar apa yang kalian bicarakan “ Jelas Ataru dengan santainya sambil menunjuk ketanaman yang ia siram barusan


“ Kau tidak sarapan ? “ Tanya Inuya


“ Tentu saja tidak ! Aku roh dan aku tidak bisa memakan makanan makhluk hidup ! Kecuali minum dan menyantap ambrosia ! Yaaa walau demikian makan bukanlah sesuatu yang penting bagi roh seperti kami ! Kecuali para roh jahat yang mengkonsumi roh makhluk hidup atau emosi orang lain !  “ Jelas Ataru


“ Ambro-apa ? “ Tanya Tazuya


“ Ambrosia ! Makanan khusus untuk golongan roh baik dan roh netral seperti kami “ Kata Ataru


“ Oh yaaa~ sesuai dengan apa yang kudengar dari internet yang konon itu juga bisa memperpanjang umur tanpa mengalami penuaan yang cepat jika dimakan oleh para makhluk hidup ! “ Jelas Inuya sambil mengingat apa yang pernah ia cari di internet akhir-akhir ini


“ Aaah begitu ya “


“ Hei ! Kalian dari tadi belum menghabiskan sarapan kalian dan tidak baik loh jika makanan itu berakhir dibuang dalam tempat sampah ! Ayo cepat habiskan ! “ Tegur Ataru


“ Yaaaaa yaaaaa ! Kau sendiri selesaikan tugas menyiram tanamanmu sekarang ! “ Ujar Inuya kepada Ataru


“ Jangan khawatir~ aku bukanlah sosok yang pelupa dan mubazir seperti yang lain ! “ Gerutu Ataru yang langsung melanjutkan tugas paginya


Tazuya dan Inuya bergegas menghabiskan sarapan mereka dan langsung pergi kekamar mereka berdua untuk menyiapkan perlengkapan sekolah mereka

__ADS_1


“ Nah DECA...kami pergi sekolah dulu ya~ “ Kata Tazuya kepada DECA-I yang baru saja mengaktifkan dirinya dari mode “tidur”-nya


“ Huaam apa ? Heeei aku baru saja bangun dari tidurku ! Apa tidak terlalu kecepatan untuk pergi kesekolah ?! “ Tanya DECA-I


“ Ini sudah jam 7.20 loh~ apa kau tidak bisa bangun lebih cepat dari kami ? “ Tanya Inuya


“ Pemilikku selalu bangun dijam begini jadi ia selalu menyetel jam bangunnya ya jam begini “ Ujar DECA-I


“ Okeee~ kami pergi dulu yaaa~ Byeee” Tazuya berpamitan ke DECA-I untuk pergi kesekolah bersama Inuya


Dirumah sakit, terlihat sang dokter yang menangani Ryuga sedang memeriksa kondisi luka yang ia alami kemarin malam. Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Kokoda Natsume datang untuk menjenguknya dan masuk kekamar rawat inapnya


“ Selamat Pagi Tuan Ryuga “ Sapa Kokoda


“ Kokoda-san ! “


“ Bagaimana kondisi anda ? “ Tanya Kokoda sambil mengeluarkan botol minuman jus dari kantong plastik


“ Yaaa lumayan~ dokter bilang bahwa aku bisa meninggalkan rumah sakit besok “ Jelas Ryuga


“ Begitu ? Baguslah aku senang mendengarnya “ Ujar Kokoda yang lega saat mendengar berita tersebut


“ Apa anda disini bersama-“


“ Yaaa, beliau ada disini “ Sahut Kokoda yang tahu jika Ryuga ingin mengatakan bahwa ayahnya juga datang bersamanya


“ Sudah kuduga ! “ Jawab Ryuga dengan nada pasrahnya


Kokoda mempersilahkan Hugo masuk keruangannya dan langsung pergi sambil menjaga ruangan tersebut dari luar


“ Ayah ! “ Kata Ryuga yang masih dengan nada pasrahnya karena ia tahu bahwa ia akan dimarahi oleh Hugo


“ Ayo kita bicara tentang aksi bodohmu kemarin malam ! Hanya antara seorang ayah dan anaknya! “ Kata Hugo dengan nada tegasnya


*****


Di SMA Internasional Shinjitsu, Tazuya dan Inuya berpapasan dengan Jubei yang baru juga baru datang dan ingin pergi keruang loker kelas 1 di gedung Bahasa. Tazuya dan Inuya bisa melihat Jubei menjadi semangat seperti biasa dan bertanya akan luka yang ia alami semalam


“ Heeeeeeeeeeeii~ “


“ Jubei ! Kelihatannya kamu bersemangat sekali hari ini “ Ujar Tazuya


“ Jangan terlalu bersemangat~ nanti lukamu semakin parah looh~ “ Sahut Inuya


“ Eeeeeh~ jangan khawatir~ aku tidak apa-apa kok~ ini bukan perkara yang perlu dicemaskan ! “ Kata Jubei yang akhirnya ikut mereka berdua yang berjalan menuju kelas mereka


“ Lagipula pecahan kaca yang mengenaimu juga cukup besar dan kamu sendiri juga hampir disuruh dirawat di Rumah Sakit karena itu “ Kata Tazuya


“ Aaaaah~ itu bukan masalah besar~ waktu di desa dan hutan aku sering terjatuh dan cidera saat berburu dengan ayahku dan rombongan teman-teman~ dan juga ini bukan pertama kalinya aku cidera karena terkena pecahan material “ Jelas Jubei sambil mengingat beberapa cidera yang ia alami saat ia masih kecil dan tinggal di perbatasan desa Kijishi dan hutan Kijishi


“ Iyaaap ! Bahkan aku juga sering yang namanya memanjat pohon dan berusaha untuk melompati pohon satu ke pohon lain jika dahannya dekat dengan satu pohon lain ! Itu sangat menyenangkan~ tapi tidak saat kamu dikejar babi hutan “ Jelas Jubei tentang pengalaman lainnya berburu bersama teman-temanya


“ Pantas saja dia cepat tinggi ya “ Keluh Tazuya yang mengeluh akan perbedaan tingginya dengan Jubei


“ Hu’uh “


“ Oh ya ! Saat kami masuk kegerbang sekolah aku tidak sengaja melihat kakak perempuanmu di Bus. Apa tadi dia mampir untuk menemuimu ? “


“ Yaaa~ Dia dengan panik langsung memelukku karena ia mendengar berita soal penyerangan kemarin malam dan ia berkata bahwa kejadian ini mengingatkan kami saat masih dikampung halaman dan memperingatkan aku untuk selalu berhati-hati dan jangan bikin ia menangis lagi “ jelas Jubei


“ Oooooh~ “


“ Jadi bagaimana dengan latihan drama kita dengan Pak Monroe ? Bukan’kah Ryuga dapat peran sebagai peri jahat ? “ Tanya Inuya


“ Ah! Iya juga yaaa~ sudah pasti kita akan latihan tanpa Ryuga ! Yaaa tapi jangan terlalu dicemaskan karena Ryuga izin cuma satu hari kok ! Mudah sekali untuk membicarakannya sama Pak Monroe “ Jelas Tazuya


“ Yaaa~ Pak Monroe juga orang yang bisa mengerti perkataan kita “ Ujar Inuya


Tidak lama saat mereka berjalan menaiki lantai satu, mereka melihat Ataru yang berusaha menghindar dari siswa kelas 3-LA-B yang bernama Shingo Nagisa, William Gaunt dan Volley Albright menanyakan kejadian kemarin karena mereka adalah wartawan dan penyiar radio di sekolah mereka. Dan mereka berdua berniat bertanya kepada Ataru karean merasa itu adalah topik yang menarik untuk menjadi bahan berita mereka


“ Itu Kak Gaunt, Kak Nagisa dan Kak Albright dari kelas 3-LA-B ? Apa yang ingin mereka lakukan dengan Ataru ? “ Tanya Tazuya sambil melihat kedua senior menanyakan sesuatu kepada Ataru


“ Oh lihat ! Itu Iga-san dan teman-temannya ! “ Ujar Volley yang melihat kearah Tazuya dan yang lain


“ Tazuya ? “ Sahut Ataru yang menyadari kedatangan Tazuya dan yang lain


“ Ummm hello ? “ Sambut Tazuya dengan nada ragu-ragunya


“ Aaaah~ maaf maaf...kami disini untuk mewawancarai kalian dalam berita terbaru di radio sekolah kita “ Jelas Shingo


“ Uuuuhhh...”


“ Yaaa yaaa ! Aku yakin kalian tahu seperti apa para El-Fighter mengalahkan para Alien itu ! Karena itu tolong beritahu kami bagaimana kronologi kejadiannya ! “ Tanya William sambil menyodorkan perekam suaranya ke Inuya


“ Uweeeeh ! “


“ Ayoooo~ beritahu kamiiiii~ “ Bujuk William


(Kriiiiiiiiiiiiing)


“ Fyuh ! “ Tazuya lega saat mendengar bel tanda berbunyi mulai berdering


“ Tapi apa kalian mau membicarakan-“

__ADS_1


“ Oh ya ya nanti kami akan bicarakan nanti yaaa jika kami punya waktu~ oke oke ! Bye-byeee “ Ujar Ataru kepada ketiga kakak kelas tersebut sambil mengajak Tazuya dan yang lain untuk masuk kekelas mereka


“ Itu artinya...kita harus bersabar menunggu mereka ? “ Tanya Volley kepada Shingo dan William


“ Yaaa~ tapi yang jelas wawancara podcast kita dengan model Gravure bernama Harunako tetap berjalan ! “ Ujar Shingo dengan penuh semangat


Saat menuju kekelas,Tazuya dengan jengkel bertanya tentang apa yang dikatakan Ataru barusan dan khawatir jika ia berniat membocorkan identitas rahasia mereka kepihak sekolah. Namun Ataru dengan santai jika William dan yang lainnya hanya ingin tahu belaka dan ia bisa mengatasinya karena mereka bukan orang yang berbahaya


“ Fyuh ! Syukurlah mereka tidak mengejar kita “ Kata Jubei


“ Oi oi oi oi ! Tadi kau bilang apa kepada tiga kakak kelas itu ?! “ Tanya Inuya


“ Jangan bilang apa kau berjanji akan memberitahu rahasia kita kepada mereka ! “ Ujar Tazuya dengan nada paniknya


“ Jangan cemaaas~ walaupun nanti mereka akan mendatangi kita lagi itu bisa kuatasi dengan mudah kok “ Ujar Ataru dengan tenangnya


“ Mudah ? Aaaaaaaaaaah mereka itu adalah pihak jurnalistik ! Dan kau tahu sendiri jurnalis itu adalah sekelompok orang yang penuh dengan rasa ingin tahu yang kuat ! Aku takut jika mereka akan menjejali kita beberapa pertanyaan yang sulit dan menjebak kita ! “ Jelas Tazuya dengan nada bicara yang semakin panik


“ Tenang Tazuya ! Kau bilang kita tidak boleh tenang tapi kau sendiri yang terlihat panik disini ! Dan itu akan menjadi target terbesar mereka karena mereka tahu bahwa kau punya sesuatu yang disembunyikan ! “ Sahut Inuya yang berusaha menenangkan Tazuya yang panik diarea koridor sekolah


“ Ah ! Uuuuh ! Maaf ! “ Kata Tazuya yang mulai menenangkan diri


“ Nah Jubei...di asrama apa ada yang bertanya dengan kamu soal kejadian kemarin ? Kau tahu...orang seperti Ichinose adalah orang yang lebih kepo dari Tazuya...apa juga dia bertanya kepadamu ? “ Tanya Inuya


“ Bertanya siih~ tapi syukurlah ia melupakannya saat aku tidak sengaja bertemu dengan Kak Jiyu digerbang sekolah ! Dan itu membuatku sedikit legaaa~ ooouuwwh~ “ Jelas Jubei dengan penuh semangat sampai-sampai ia lupa jika luka yang ia alami belum sehat sepenuhnya dan ia tidak boleh banyak menggerakan badannya untuk sementara waktu


“ Makanyaa~ jangan terlalu kegirangan dulu kalau tahu lukamu belum sembuh~ “ Celetuk Ataru dengan nada santainya


“ Aaaaah~ maaf maaf~ ehehehe “


“ Oke nanti kalau sore kita ada waktu luang...bagaimana kalau kita lihat Ryuga saja sehabis sekolah ? “ Usul Tazuya


“ Boleh juga ! “


“ Hei ayo masuk ! Pak Gracia sebentar lagi datang loh ! “ Tegur Vladimir dari pintu kelas 1-LA-A kepada mereka berempat


“ Okeee ! Ayo cepat ! “


Disaat yang bersamaan dimana V-FIGHTER berdiskusi disekolah mereka, dirumah sakit, Hugo Mangetsu terlihat masih berada diruang rawat inapnya Ryuga.Sebelum bertanya tentang aksinya kemarin malam, Hugo menceritakan bahwa alasan ia tidak bisa datang kemarin malam karena ia masih berada di UES-Swedia dalam kunjungan kerja sekaligus menemui ibunya yang tinggal di Stockholm. Hugo terpaksa pulang lebih awal karena panggilan dari petugas kepolisian yang memberitahu jika Ryuga dibawa kerumah sakit


“ Jadi *Mormor** baik-baik saja disana ? “ Tanya Ryuga yang bertanya tentang kondisi neneknya


“ Yaaa~ *Mor*** masih bekerja walau usianya sudah tidak layak untuk bekerja sebagai guru para pragawati muda disana...kelihatannya Mor menolak untuk pensiun dari pekerjaannya dan beliau cukup keras kepala soal itu “ Jelas Hugo tentang ibunya yang masih bekerja walau usianya sudah sangat tua


“ Begitu “


“ Nah soal yang kemarin...aku sangat tidak percaya kau kembali berbohong denganku untuk berkeliaran sendirian dimalam hari yang akhrinya kau malah berakhir diserang oleh Alien itu ! “ Jelas Hugo dengan nada kekecewaannya


“ Aku...itu karena teman-temanku diculik oleh pihak Alien ! “ Ujar Ryuga yang berusaha membela diri


“ Aaaaaah! ‘Kan ada El-Fighter dan mantan Delta itu yang menolongnya ! Kau seharusnya jangan ikut campur dan bertindak sok pahlawan mencari mereka disana ! Dan kau pasti pakai sihir pelupa kepada Kokoda untuk membuat ia berpikir sudah membawamu ke asrama ! Kau benar-benar tidak belajar untuk tidak menyalahgunakan sihir kita untuk aksi bodohmu itu ! “ Gerutu Hugo


“ Jadi aku harus membiarkan mereka mati dan ditangkap oleh mereka ? “ Tanya Ryuga dengan nada tegasnya


Hugo terdiam sesaat. Sambil menghela nafas panjangnya, ia akhirnya angkat bicara bahwa kepada putra keduanya untuk tidak boleh terlalu sering menunjukan kekuatan dan identitasnya sebagai Spezialist dihadapan Fighter karena sejarah kelam umat mereka yang menyebabkan Spezialist yang tinggal dibumi menjadi kambing hitam Fighter yang ada dibumi


“ Aku yakin Yamato pernah bercerita denganmu tentang masa kelam umat kita dengan Fighter ! “ Ujar Hugo sambil menatap kejendela ruang rawat inap


“...”


“Aku tahu sebagian Fighter di era sekarang tidak begitu peduli tentang masa kelam umat Spezialist dan Fighter yang menyebabkan kita...Spezialist yang tinggal dibumi...menjadi kambing hitam bagi siapapu yang ingat akan sejarah itu ! Tiga kali perang Spezialist-Fighter di era yang berbeda...tidak ada satupun dari peperangan tersebut bisa menghasilkan perjanjian untuk berdamai satu sama lain ! “ Jelas Hugo tentang kondisi hubungan Fighter-Spezialist


“ Yaaa ! Aku tahu soal itu “


“ Aku tidak peduli seberapa keras kamu latihan seorang diri tentang meningkatkan pengetahuanmu tentang ilmu sihir kita...walau kau merasa kau bisa menggunakan sihir itu untuk bertarung...jangan sering gunakan kekuatanmu dihadapan Fighter ! Karena bertindak sesuka hati dan menjadi keras kepala karena merasa tindakan yang kau ambil itu benar...jika terus menerus dilakukan itu bisa membunuhmu !“ Ujar Hugo dengan nada tegasnya


“...ya...maaf...” Sahut Ryuga dengan nada pelannya karena ia merasa apa yang dikatakan Hugo ada benarnya


Hugo kemudian mengganti topik lain dengan mengatakan bahwa ia merasa salah satu dari El-Fighter yang baru itu adalah seorang Spezialist sambil berpikir kenapa baru sekarang Spezialist bisa menjadi El-Fighter


“ Aku dengar salah satu dari mereka adalah seorang Spezialist “


“ Apa ?! “ Ryuga kaget karena ia berpikir jika Hugo tahu idenititas aslinya


“ Kau terkejut ?! Yaaa...sama sepertimu...aku terkejut saat mengetahui hal itu ! Ini membuatku berpikir apa alasannya kenapa baru di era ini Spezialist bisa menjadi El-Fighter ! Apa menurutmu ini pertanda baik...atau sebaiknya ? “ Ujar Hugo sambil menatap kearah Ryuga


“ Aku...kalau menuruku...aku berharap itu pertanda baik untuk umat kita “ Sahut Ryuga


“ Begitu ? “ Tanya Hugo dengan singkat


“...”


“Walau aku tidak berharap besar dengannya...tapi aku setujuh dengamu “ Jelas Hugo


“ Yaaa “


“ Naaah ! Kalau kau sudah tahu apa yang aku katakan kepadamu...capkan itu dikepalamu dan jangan lakukan itu lagi ! Jika aku mendengar kau kembali melakukan itu untuk kesekian kalinya...aku tidak segan akan memisahkanmu...dengan keempat teman-temanmu di Neo-Jepang ! “ Ujar Hugo sambil memberi peringatan kepada Ryuga yang membuat ia hanya bisa terdiam saat mendengarnya


*****


Cat :


*Mormor = Bahasa Swedia "Nenek"

__ADS_1


**Mor= Bahasa Swedia "Ibu"


__ADS_2