El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
Tak Terduga


__ADS_3

Keesokan harinya, Jam 8.30 pagi, terlihat Dullart masih tertidur lelap disalah satu kamar tidur di rumahnya Rigel. Sebelum bangun, ia bermimpi tentang masa kecilnya saat ia berada di planet asalnya. Didalam mimpi itu, terlihat Dullart saat masih berusia 12 tahun, ditegur oleh Zozo karena ia sering bolos dalam pelatihannya untuk menjadi penerus tahta kekaisaran. Walau mempercayai Dullart sebagai penerusnya, Zozo tidak segan memarahi putra termudanya tersebut jika ia berbuat sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan statusnya dan kemiliteran


Theta


(Flashback On)


“ Hei Dullart. Kemari ! “


“. . . “


“ Morsdan. . .Gretue. . . pergilah dari ruangan. Ini adalah masalah pribadinya Si Dullart” Perintah Zozo


“ Baik, Ayah “


(Morsdantaque dan Gretue meninggalkann ruang kerja Zozo)


Walau menyayangi serta mempercayai Dullart sebagai penerusnya, Zozo tidak segan memarahi putra termudanya tersebut jika ia berbuat sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan statusnya dan kemiliteran Theta. Karena ia berharap Dullart bisa menjadi penerus yang lebih baik dari dirinya dan demi masa depan umat Thetoid


“ Aku dengar kamu akhir-akhir ini selalu bolos dalam semua pelatihanmu. Yaaa. . aku tahu itu semua berkat laporan dari para pegawai dan juga mentor-mentormu “


“ Dan juga Morsdan beserta Gree ? “


“ Haaaaahh. . . kamu ini kemana saja selama ini, hah ? “


“ Tidak ada ayah. Aku hanya ingin main dengan teman-temanku. Dan itu hanya-“


“ Dullart. . .Dullart. . . itu semua tidak ada hubungannya dengan statusmu. Mulai dari membawa hewan-hewan aneh


kedalam istana. . .teman-temanmu. . . dan sebagainya. Haaah. . . Kamu sendiri tahu kita ini tidak sama seperti yang lain’kan ! “ Jelas Zozo dengan nada tegas


(Dullart hanya bisa terdiam dan memalingkan wajahnya)


“ Jadi kamu masih belum paham juga. Kamu harus mengerti bahwa ini adalah bagian dari tradisi keluarga kita. Melatih sang calon pewaris kekaisaran sejak usia 12 tahun itu akan membantumu agar kamu bisa siap saat naik tahta diusia 25 tahun. Karena itu kamu akan mendapatkan pendidikan yang khusus yang setara dengan kakak-kakakmu “ Jelas Zozo


“ Dan mereka semua ? “


“ ‘Kan disekolah militer kamu juga bisa berteman dengan yang ada disana. Dan teman-teman itu tidaklah cocok


untukmu. Kamu bisa bersosialisasi dengan mereka dengan cara yang berbeda. Saat mereka memanggilmu untuk bergabung dengan mereka, cukup jawab dengan senyuman dan gestur tanganmu “ Lanjut Zozo sambil menjawab pertanyaan dari putranya


“. . . . “


“ Jadi kamu sudah paham, anakku ? “


“ Ya. . . ayah. Maafkan aku “


“ Bagus. Sekarang kembalilah. . .dan kembali lanjutkan pelatihanmu “


Dullart kemudian keluar dari ruang kerja milik Zozo. Saat berjalan menuju keruangannya, ia melihat Morsdantaque yang baru saja keluar dari ruangannya, melirik adik laki-lakinya dengan tatapan dinginnya


(Flashback Off)


“ Oi Dullart ! Ayo bangun ! “ Panggil Rigel dari luar kamar sambil mengetuk pintu


“ Ah. . .Umm. . .Yeah. . .aku sudah bangun ! “


“ Ayo cepaaat. . .ini sarapanmu nanti bisa dingin ! Kamu sih tidur nyenyak seperti beruang ! “ Gerutu Rigel


“ Iya iyaaaa. . . huaaaaaaaaaaamm “ Jawab Dullart yang masih dalam keadaan mengantuk


Setelah membangunkan Dullart, Rigel langsung pergi kelantai bawah untuk melanjutkan aktivitasnya. Dullart kemudian duduk sebentar ditempat tidurnya, masih memikirkan mimpi barusan. Dan kemudian memikirkan apa yang membuat ayahnya berusaha untuk menangkapnya dan percaya bahwa itu semua adalah perkataannya si


Morsdantaque


“ Ayah . . . .  “


Di SMA Internasional Shinjitsu, Tazuya dan yang lain sedang memulai pelajaran Bahasa Inggris dikelas mereka. Kali ini, Pak Raymundo Gracia akhirnya bisa masuk untuk mengajar mereka, dan beliau langsung bertanya tentang penyerangan pihak Thetoid dengan Superbia-07 serta keadaan Elma, Shan-Lee dan Kenneth


“ Good morning, Students ! “


“ Good morning, Mr.Gracia “


“ Anak-anak, aku dengar kemarin kalian semua berada di arena Bowling di Mall Cassa and Nova. Apa kalian semua baik-baik saja dalam serangan itu ? “ Tanya Pak Gracia


“ Shizuka, Lee dan Glenn mengalami luka sedang karena serangan itu, mereka bertiga dirawat dirumah sakit milik


militer Neo-Asia. Tapi untungnya, mereka bertiga tidak apa-apa dan akan dipastikan pulang hari ini. Sedangkan kami. . .yaaa syukurlah kami semua baik-baik saja “ Jelas Vladimir sang ketua kelas


“ Yaaa . . . tapi untungnya kelima Fighter dengan pakaian hitam itu berhasil menyelamatkan kami dan orang lain didalam Mall tersebut~ “ Tambah Hikari


“ Haha . . . yaaa. . . karena itulah kalian harus berterima kasih kepada mereka karena berkat usaha mereka berlima


kalian semua bisa selamat “ Kata Pak Gracia


“ Yaaa. . .itu benar ! “


“ Aku setujuh ! “


“Oke oke. . . nanti tolong sambut teman-teman kalian yang kembali dari rumah sakit saat pulang sekolah. Baik,


anak-anak. . . buka komputer di meja kalian dan mari kita lanjutkan pelajaran yang diberikan oleh Pak Eléanor ajarkan kepada kalian “


“ Baik, Pak ! “


Pak Gracia meminta semua siswanya untuk membukakan komputer kelas dimeja mereka dan menjelaskan materi lanjutan pelajaran mereka tentang literatur klasik tentang puisi Fire and Ice. Sembari mendengarkan penjelasan dari Pak Gracia, Tazuya membaca tentang dokumen yang berisi tentang puisi tersebut sambil teringat tentang Sandy dan semua musuh yang ia hadapi


“ Akhirnya. . . pembahasan puisi Fire and Ice. . . kamu tahu, Tazuya. Sepertinya aku mulai tertarik untuk


mempelajari tentang sastra asing “ Kata Inuya


“  . . . . “


“ Uuumm. . . Tazuya ? “


“ Si sialan itu . . . dan alien-alien itu. . . juga monster itu. . . apa tujuan mereka ?! Lalu si Sandy keparat itu . . . apa sih mau dia ?!  Manusia sialan !!! “ Gumam Tazuya dalam hati sambil melamun dan mengingat semua kejadian sebelumnya


“ Tazuya . . . Tazuya  . . . Tazuya. . . OI TAZUYA“ Inuya memanggil Tazuya berkali-kali yang membuat ia kaget saat ia menaikan nada panggilan


“ AH ! Inu. . . apa yang-“


“ Pak Gracia memanggilmu dari tadi ! “ Kata Inuya


“ Ah  . . . ummm. . . iya Pak ? “


“ Aaaaaah, Iga-san. Melamun lagi dalam sesi pembelajaran pertama ? Jika kamu memikirkan sesuatu yang ingin diberikan kepada gadis yang kamu cintai, nikmati pembelajaran kita karena mungkin anda akan menemukan puisi yang tepat untuk pacarmu~” Goda Pak Gracia


(Semua siswa kelas 1-LA-A tertawa kecil)


“ Aaaahhh. . . uuumm . . . maaf’kan aku, Pak “ Kata Tazuya dengan tertawa kecilnya


“ Baiklah. Kalau begitu akan bapak jelaskan makna dari puisi ini “ Kata Pak Gracia sambil melanjutkan pembahasannnya


“ Haaaah ada-ada saja kamu ini, Tazuya “ Keluh Inuya


“ Sudah deeeeh~ “ Gerutu Tazuya


Tazuya kemudian kembali membaca materi yang tertera dilayar komputer. Sambil mendengarkan penjelasan Pak Gracia dan membaca makna puisi tersebut, Tazuya langsung teringat dengan alasan kenapa Fighter dan El-Fighter ada didunia seperti yang dikatakan oleh Rigel



Psst. . . Inuya “



Ya ? “


“ Apa kamu sudah tahu tentang makna dari puisi ini ? “ Tanya Tazuya


“ Sedikit . . .  Kamu ? “


“ Menurut puisi ini. . . potensi kehancuran dunia karena kebencian dan keinginan yang membutakan umat manusia.


Dan saat mendengar penjelasan dari Pak Gracia. . . mungkin saja potensi musuh-musuh kita dibutakan oleh rasa keinginan mereka dan kebencian terhadap sesuatu. Dan kebencian beserta keinginan itulah yang bisa menyebabkan potensi kehancuran masa depan kita “ Jelas Tazuya


“ Apa menurutmu. . . kita harus memahami perasaan musuh kita untuk tahu motif mereka ? “ Tanya Inuya


Tazuya terdiam sesaat dengan pertanyaan dari Inuya. Inuya bisa melihat bahwa Tazuya mengalami kesulitan untuk menjawab pertanyaannya. Walau demikian, Inuya tidak mempermasalahkan hal itu. Namun ia yakin, suatu saat mereka bisa mengetahui siapa musuh mereka, dan mencari tahu tujuan mereka demi menghentikan gerakan mereka yang berpotensi merusak masa depan

__ADS_1


“ Uuumm. . . soal itu. . . aku . . . “


“ Yaaa. . . tidak masalah. Maaf telah memberikan pertanyaan yang sulit untukmu “ Kata Inuya


“ Nah . . . aku ragu karena pada dasarnya aku sudah menemukan orang jahat yang sudah kuketahui apa motifnya. Tapi yaaa .. . walau dia manusia, aku ragu apa dia emang pantas untuk diberi maaf “ Jelas Tazuya


“ Siapa ? Komplotan Atraco ? Sandy ? “


“ Dua-duanya . . . tapi si keparat Sandy yang sudah kuketahui. Atraco. . . mungkin kita akan tahu jika kita


bertemu dengan boss mereka “ Jawab Tazuya sambil memperhatikan Pak Gracia menjelaskan materi


“ Memahami motif dan perasaan musuh memang sulit. Apalagi ingin tahu apakah mereka berpotensi untuk menghancurkan masa depan atau tidak “


“ Yaa . . . Inuya. . . “


“ Jika memang itu adalah cara untuk mencari tahu solusi untuk menghentikan musuh. . . aku berharap sih. . . itu


bisa digunakan selain mengalahkan mereka sampai babak belur “ Lanjut Inuya


“ Yaa. . . aku juga berharap begitu “ Kata Tazuya


*****


Setelah pelajaran Bahasa Inggris telah usai, pada jam 10, siswa-siswi kelas 1-LA-A melanjutkan mata pelajaran


selanjutnya yaitu pelajaran Olahraga bersama dengan Pak Victor Morgana dimana mereka belajar tentang senam lantai. Saat jam 11.15, jam pelajaran olahraga telah usai dan semua siswa-siswi kelas 1-LA-A pergi keruang loker dan shower sekolah mereka yang letaknya bersebelahan dari ruang Gimnasium


“  Woah woaaah. . . kelihatannya kamu sudah mulainyaman untuk mandi bersama kami, Vladimir-kun “ Goda Ataru  yang baru saja selesai mandi


“ Kau ingat saat pertama kali ia mandi dikamar mandi asrama ? Dia sampai kaget  dan mau kabur dengan memakai handuk saat melihat kita semua mandi barengan di onsen asrama “ Jelas Alessander


“ Diamlah. Tidak usah diingatkan lagi itu “ Balas Vladimir sambil mengetuk kepalanya Alessander


“ Ouh ! Ah ! Dasar ! “


“ Oeeee Tazuyaaa~ “  Panggil Kiko yang baru saja selesai mandi


“ Hah ?! “


“ Kamu bawa Bath-Spray ? “


“ Apa ? Kok akhir-akhir ini kamu senang banget meminjam deodoran semprot orang lain ? Apa kamu tidak punya uang untuk membelinya ? Apa kamu punya obsesi dengan bau deodorannya ? “ Tanya Tazuya dengan penuh keheranan


“ Habisnya bau Bath-Spray milikmu tidak menyengat seperti punyaku. Berikan saja sedikit ! “


“ Yaaa Yaaaa “


( Pssssssssssssstt)


Tidak lama kemudian, Vladimir yang baru selesai mandi dan sambil menggantikan pakaiannya, ia memberitahu kepada yang lain tentang kegiatan Kyushoku. Kyushoku adalah sistem makan siang di Jepang yang dimana semua siswa dan guru disuatu kelas mengadakan masak bersama dan makan siang bersama dikelas. Di SMA Shinjitsu,


Kyushoku digunakan untuk mengenal siswa-siswi dari Neo-Jepang dengan siswa dari luar negeri sambil makan siang bersama. Terkadang, menu Kyushoku adalah saran dari siswa luar negeri untuk memperkenalkan menu makan siang dari negara mereka kepada siswa dari Neo-Jepang


“ Hei. . .kalian masih ingat soal Kyushoku ? “ Vladimir bertanya kepada yang lain


“ Aaah ya. Jadi kapan giliran kita ? “ Tanya Inuya


“ Kata ketua dari Klub Memasak dan pak kepala kesiswaan bahwa kita mendapat jatah Kyushoku pada hari jumat depan. Apa kalian ada ide untuk menu masakannya ? “ Jawab Vladimir sambil menanyakan pendapat kepada yang lain tentang ide menu makanan untuk Kyushoku


“ Hmmm. . . siapa saja disini yang berasal dari luar negeri ? “ Tanya Inuya


“ Golomanov. . . Lee. . .Busaba. . . Glenn. . . Hartoless. . . Komarih ” Jawab Ryuga


“ Mungkin tidak ada salahnya jika kalian berenam berunding soal makanan yg mana untuk dijadikan menu Kyushoku. Sekaligus memperkenalkan masakan luar negeri kepada yang lain “ Kata Tazuya


“ Yaaa. . . pikirkan makanan yang mudah dibuat saja demi hemat uang “ Ataru memberikan saran


“ Hmmmm. . . “


( Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )


“ Yeeeeeeyyy. . . Bell istirahaaaaatt~ “ Teriak Kiko dengan penuh semangat


“ Oke . . . sepertinya kita bisa membicarakannya saat pulang sekolah “ Kata Danmari


“ Ya, Tuan Rigel ? “


“ Selamat siang, anak-anak. Bagaimana dengan kabar kalian ? “ Tanya Rigel


“ Baik. Kami baru saja masuk jam istirahat. Jadi anda tidak perlu terburu-buru untuk menjelaskan sesuatu “ Jawab Tazuya


“  Mana Jubei ? “ Tanya Ryuga


“ Menurut penglihatanku, dia sedang membeli lima Melonpan dikantin untuk kita berlima. Tenang. . .dia  akan datang tidak lama lagi “ Jelas Ataru


Tidak lama kemudian, sesuai dengan prediksi Ataru, Jubei akhirnya datang sambil membawakan lima Melonpan dari kantin. Ia mengatakan bahwa ia menggunakan kontak spiritualnya untuk melacak keberadaan Tazuya dan yang lain. Melihat semua anggota V-FIGHTER telah berkumpul, Rigel akhirnya menjelaskan tentang tujuan ia memanggil mereka berlima


“ Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaay~ Ahhh benar ! Kalian ternyata ada disini! Sepertinya aku sudah cukup ahli untuk


menggunakan kontak spiritualku untuk mencari kalian~ “ Sapa Jubei yang dengan semangat menghampiri mereka


“ Oh Jubei. Kemana saja kamu ? “ Tanya Tazuya


“ Biasa~ Kekantin. Aku belikan ini untuk kalian semua~ “ Kata Jubei sambil memberikan Melonpan kepada para cowok


“ Kamu beli ini untuk kami ? Thanks ya~ “ Kata Inuya sambil memakan roti tersebut


“ Okeee. . . sepertinya kalian sudah kumpul disini. Bisakah kita langsung saja memulai pertemuan kita hari ini ? “ Tanya Rigel


“ Tentu. Ayo kita mulai saja “


“ Dullart, aktifkan layar pemantauannya “


Atas perintah Rigel, Dullart mengaktifkan program pantauan dari komputer milik Rigel. Saat dibuka, Rigel langsung menjelaskan tentang keberadaan Superbia-07 yang telah terlacak dari komputernya. Setelah menjelaskan situasi dan keberadaan pesawat tersebut, Rigel memberitahu kepada mereka berlima bahwa pelatihan mereka selanjutnya mereka akan bertarung melawan Dullart


“ Berkat bantuan DECA-I, kami baru saja mendeteksi keberadaan dari pesawat itu. Setelah kami lihat, memang benar mereka sekarang disebuah pulau tak bernama di Oseania, sangat jauh dari negara ini. Walau demikian, kita tetap harus berwaspada karena mengingat pesawat itu memiliki program teleportasi. Jadi ada kemungkinan mereka bisa menggunakan itu untuk memindahkan pesawat itu kemari “ Jelas Rigel sambil menunjuka lokasi terkini Superbia-07


“ Hmmm. . . ternyata alien itu punya tingkat teknologi yang jauh lebih canggih dari kita yaaa “ Kata Tazuya


“ Tentu saja. Sebagai makhluk berasal dari luar bumi, mereka sudah pasti memiliki tingkat teknologi yang lebih canggih “ Jelas Inuya


“ Jadi. . . bagaimana, Tuan Rigel ? Apa yang harus kita lakukan sekarang ? “ Tanya Ryuga


“ Kita akan tetap menjalankan misi lain dan melanjutkan pelatihan untuk mempersiapkan diri kita untuk menghadapi


serangan lanjutan mereka. Dan aku punya firasat buruk. . .bahwa kelihatannya mereka akan mengirimkan banyak bala bantuan untuk mencari Dullart dan menghabisi kalian berlima “ Jelas Rigel


“ . . .  “


“ Ngomong-ngomong. . . apa kalian punya waktu luang hari ini ? “


“Umm. . . kami sedang sibuk untuk menyambut teman-teman kami yang baru saja keluar dari rumah sakit sore dan


malam ini. Tapi jika ada panggilan misi atau sesuatu yang mendadak, kami bisa datang “ Jawab Tazuya


“ Semua bisa diatasi dengan Ryuga-san dan ilmu sihir ilusinya. So. . . tidak ada masalah “ Lanjut Ataru


 “ Kalau besok kami tidak ada acara atau kegiatan lain “ Ujar Ryuga


“ Oke. Sepertinya kita akan melanjutkan latihan kita besok sore. Baiklah. . . itu saja yang ingin kusampaikan kepada


kalian. Ada pertanyaan ? “


“ Untuk sementara. . .semua sudah dimengerti~ “ Jawab Jubei


“ Baiklah kalau begitu. Fighter, aku undur diri dulu “


“ Siap, Tuan ! “


Disaat yang bersamaan para V-FIGHTER selesai mendengarkan penjelasan dari Rigel, tiba-tiba, sebuah portal dimensi terbuka dan ada seseorang yang jatuh saat keluar dari portal tersebut. Saat ia berusaha berdiri, ternyata sosok yang baru datang itu ialah Energateez, sang prajurit elit milik Morsdantaque yang memiliki tubuh yang sama kecilnya dengan Tazuya


(Biiip! Biiip! Biiiip! Biiiip! )


“ Celaka ! Rigel !” Panggil Dullart saat ia melihat sinyal bahaya dari komputernya


“ Ada apa ? “

__ADS_1


“  Terlacak ada yang datang disekolah mereka dengan portal teleportasi ! “ Lapor Dullart


“ Apa ?! Cih. . .DECA-I ! Pergi kesekolah untuk mencari tahu siapa yang ada disana ! Sekarang ! “Perintah Rigel dengan nada tegasnya


“ Siap, Tuan ! “


(Di SMA Internasional Shinjitsu)


( Zyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuung! Zaaaaaaassssh !)


“ Uwaaaaaaaaaaa ! “


( BRUGH ! )


“ Uuggghh. . .sialan kaaauu, Meteo-saaaan ! “ Gerutu Energateez yang berusaha untuk bangkit


“ Kita sampaaaai~ Kita sampaaaaai~ Kita sampaaaai “ Kata robot-buddy Energateez yang berbentuk seperti bola tennis dengan empat kaki kecilnya


“ Ssssst ! Jangan kuat-kuat ! “


“ Ma. . . maaf ! “


“ Hmmmm. . . aaah ! Itu mereka ! Target kita ! Ayo, Boo-Boo. . . kita beri mereka sebuah kejutan. Khuhuhuhu ! “ Kata Energateez kepada robotnya tersebut sambil melihat kearah V-FIGHTER


*****


Setelah duduk sebentar dibawah pohon dan memakan Melonpan pemberian Jubei, Tazuya dan yang lain memutuskan untuk pergi kekantin untuk makan siang bersama disana. Melihat V-FIGHTER mulai pergi


ketempat lain, Energateez beserta Boo-Boo mulai bergerak perlahan-lahan dan bersembunyi disemak-semak yang cukp tinggi


“ Ah ! Mereka mau pergi ! Baiklah Boo-Boo. . . ini sudah saatnya kita harus menghadapi mereka sebelum kehilangan jejak ! “


“ Ayooo ! Ayoooo ! Ayoooo ! “


Disaat bersamaan dimana Tazuya dan yang lainnya sedang membicarakan soal jadwalnya Ryuga, Ataru kemudian melirik kearah semak tempat Energateez bersembunyi, dan melemparkan batu kearah semak tersebut


“  Oi, Ryuga. Tumben akhir-akhir ini kamu bisa


 sama kami. Apa ayahmu sudah mengurangi jadwal kerjamu ? “ Tanya Tazuya


“ Untuk apa kamu tahu ? “ Ryuga balik bertanya


“ Hmmmm “


“ Ata-“


( SYAAAT! BUUUGH!)


“ Uagh ! HEI ! SIAPA YANG MELEMPAR BARU KESI. . . ni. . . “


“ Eeeeeeeeeeehh. . . si-siapa dia ? “ Tanya Jubei kepada yang lain


“ Oops. . . Sorry ! Apa kamu bisa sedikit pintar untuk mencari tempat persembunyian yang lebih efektif ?! “ Kata Ataru kepada Energteez


“ Aaaaaahhh. . . sudah kuduga ! Ternyata sensasi aura aneh ini ternyata berasal dari  makhluk ini “ Kata Ryuga


“ Siapa kau, cebol sialan ?! “ Tanya Tazuya sambil mendekati Energateez


“ Kau berkata seperti itu serasa kau tidak merasa sama pendeknya dengan dia ya “ Celetuk Inuya


“ Hooooo~ Jadi kalian mau tahu siapa aku ?! Okeee. . .aku Energateez. . . sang prajurit elit milik Pangeran Morsdantaque ! “


( Energateez kemudian mengeluarkan tombak listriknya )


“ Ah. . . Kau. . . “


“ Yaaaa. . . aku kemari ditugaskan untuk menghabisi kalian semua ! “ Lanjut Energateez dengan senyuman sadisnya, bersiap untuk menyerang mereka berlima


Sementara itu di Superbia-07, terlihat Argus beserta Pak Louss dan Swift Polly sedang memperbaiki sistem pesawat dan mengecek keadaan dari para robot petarung mereka. Sedangkan Oxtoroo dan Sampson terlihat sedang berada di pesisir pantai sedang mengecek situasi yang ada disekitar sana. Disaat mereka sedang sibuk


membicarakan tentang situasi di pantai, mereka tiba-tiba mendapatkan panggilan dari Pak Louss untuk membantunya di sistem pesawat


“ Hmmmm. . . . .kalau kita berlama-lama tinggal disini ini bisa gawat. Aku tidak menyangka planet ini memiliki air yang berbahaya untuk diminum “ Jelas Sampson


“ Dari mana kau tahu ? “ Tanya


Oxtoroo


“ Jadi kau tidak tahu tadi pagi Pak Louss berteriak pasca ia meminum air ini ? Saking hebohnya bahkan Jenderal saja kaget dengan teriakan beliau. Dan gara-gara itu, beliau jadi selalu haus karena meminum ini “ Jawab Sampson


“ Gawaaat ! Pak Tua itu bisa saja


akan meminum semua pasokan air kita kalau terus begini “


“ Ngomong-ngomong, Tuan Penasehat. . . aku baru tahu bahwa ada Astoriss tinggal diplanet ini “ Lanjut Sampson sambil menunjukan bintang laut yang ia sangka sebagai spesies dari Alien Astoriss


“ Tapi ini lebih kecil dari bayi Astoriss pada umumnya ? “


“ Mungkin saja ini adalah bayi prematur dari Astoriss. . . Tuan Penasehat. . . pinjamkan aku pistolmu ! “


“ He-“


(BLAAAAAAAAAAAARRR)


“ Oke. . .kita selamat ! “ Kata Sampson pasca ia membunuh bintang laut tersebut dengan pistol laser


( Biiiip! Biiip! Biiiiip! Biiiip! )


“ Ya-“


“ HEEEEEEEEEEEEEEIII ! Mana saja kalian dasar pemalas ?! “ Saat dijawab, ternyata itu panggilan dari Pak Louss


“ Aaaah. . . bukan’kah Jenderal menyuruh kami untuk mengecek pantai ini ? “ Tanya Oxtoroo


“ Yaaa yaaa. . . tapi sekarang bantu aku untuk pesawat ini. Aku ingin cepat-cepat keluar dari pulau ini karena air beracun itu bikin kepalaku sakit dan perlahan bikin kewarasanku memudar. Ayo cepat ! “ Jelas Pak Louss kepada Oxtoroo dan Sampson


“ Si. . . siap pak ! “


( Klik )


“ Kasihan ya, Pak Louss “ Kata Sampson


“ Yaaa. . . ayo kita bantu beliau “


Oxtoroo dan Sampson sampai kedalam Superbia-07. Terlihat, Swift Polly sudah menunggu mereka


dan mengantarkan mereka kedalam ruang kendali pesawat untuk menemui Jenderal Argus dan Pak Kepala Louss


“ Haaa sampai juga kalian ! “


“ Heei, Polly-chan. Bagaimana dengan keadaan robot kita ? “ Sapa Oxtoroo sambil bertanya tentang keadaan robot


mereka


“ Hmm. . .semuanya sudah baik. Ayo, langsung saja kita keruang kendali pesawat “


Diruang kendali pesawat Oxtoroo dan yang lain sampai keruang kendali pesawat, dimana terlihat Pak Louss dan Argus telah menunggu mereka disana. Tidak lama kemudian, Rough Polly tiba-tiba muncul dari belakang mereka, dan menyapa dengan penuh keceriaan. Disaat Argus bertanya apa yang membuat ia datang kemari, Rough Polly dengan santai memberikan sebuah kabar yang sangat mengejutkan dari kapal induk


“ Hah, Bagus ! Datang juga kalian. . . kalau begitu kita akan-“


“ Hai haaaaaaaaaaaaaaaaaai kalian semuaaaa~ “ Panggil Rough Polly dengan ceria yang membuat seisi ruangan kaget dengan kedatangannya yang mendadak


“ Ah Rou ! “ Teriak Swift Polly yang kaget


“ Oh. . .Rough Polly. . . apa yang membuatmu datang kemari ? Apa kamu bolos dari misimu lagi ? “ Tanya Argus


“ Ah tidak tidak, Jenderal. Misi kami sudah selesai kok. Disaat kami berusaha untuk merayakan keberhasilan


Pangeran Morsdantaque. . . acaranya berubah derajat karena ada sesuatu yang sangat tidak terduga “


“. . . . “


“ Apa itu ? “ Tanya Oxtoroo


“ Yang Mulia Zozo. . . sudah meninggal “ Jawab Rough Polly dengan ekspresi datarnya


*****

__ADS_1


__ADS_2