El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
131. Ayo ! Kita Harus Menuntaskannya !


__ADS_3

“ Samp-san... Ehehehe~ sudah lama sekali aku tidak mendengarkan perkataan seperti itu langsung dari mulutmu “ Jawab Energateez dengan tawa kecilnya


“ Hoooo~ jadi kau rindu ?! Sejujurnya aku juga sedikit rindu dengan dirimu yang penakut yang selalu mempercayaiku untuk melindungi dan membimbingmu ! “ Celetuk Sampson


“ Jadi~ bisakah kamu... mempercayai kemampuanku dan diriku yang sekarang ? “ Tanya Energateez dengan nada keraguannya


“ Sudah pasti bukan ?! Kau bukanlah anak kecil yang bodoh  lagi ! Jadi tolong jadilah orang dewasa ! “


Energateez membalas perkataan Sampson dengan senyuman kebangaannya. Kemudian dengan rasa semangatnya dia menarik lengan Sampson dan mengangajaknya untuk kembali keruang pemantauan untuk menemui Rigel dan yang lain


“ Ayo ! “


“ Eh ! Uwaaa~ Pelan-pelan ! Jangan asal narik ! “


“ Jadi Samp-san... bisakah kita kembali menjadi seorang sahabat setelah menyelesaikan misi ini ? “ Tanya Energateez sambil mengajak Sampson kembali ketempat Rigel


“ Eeeeeh~ K- Kau bisa menjadi sahabatku kembali tidak harus menunggu pertarungan selesai kok ! Tapi ingat Ene-tan... jangan mati konyol dalam pertarungan atau aku tidak akan mengunjungi pemakamanmu jika itu terjadi ! Bisakah kau pegang kata-kataku itu ?! “ Ujar Sampson yang berharap Energateez tidak cepat mati dalam misi mereka selanjutnya


“ Tenaaaang~ aku tidak akan mati dengan mudah ! Pasti ! “


Merasa Sampson kembali menjadi sosok dirinya bermulut tajamnya namun penuh perhatian kembali membuat Energateez tersenyum lega dan senang karena akhirnya Sampson mau menerimanya kembali sebagai Sahabat


“Aaaah~ senangnya~ kamu kembali menjadi dirimu yang lama ! “ Gumam Energateez kepada dirinya sambil tersenyum


Sementara itu diruang pemantau, V-FIGHTER sudah selesai mendengarkan penjelasan dari Rigel tentang misi mereka


“ Jadi bagaimana anak-anak ? Sudah paham ? Apa ada pertanyaan ? “ Tanya Rigel kepada mereka berlima


“ Uuuum~ Tuan Rigel ? “ Jubei bertanya sambil mengangkat tangannya


“ Ya ? “


“ Soal kami... apa tidak masalah jika kami berdua akan membantu kalian jika kalian dalam masalah didalam Kapal Induk ? “ Tanya Jubei dengan nada keraguannya


“ Tentu saja ! Tapi cobalah untuk saling mempercayai kemampuan kita satu sama lain dan mengikuti rencana kita terlebih dahulu ! “ Jawab Rigel sambil meyakinkan Jubei untuk tidak selalu mencemaskan mereka semua


“ Tapi... “


“ Kalian tahu... mencemaskan itu adalah hal yang wajar... terlebih jika kita mencemaskan diri kita atau orang lain... tapi tetap saja itu salah jika kita terlalu mencemaskan tapi yang adanya malah meremehkan kemampuan diri kita dan orang lain ! “ Jelas Rigel yang menginginkan mereka semua untuk tidak terlalu mencemaskan diri mereka dan orang lain


“... “


“ Nah Jubei ? Apa kamu sudah cukup jelas soal yang tadi ? “ Tanya Tazuya kepada Jubei yang terdiam dan kemudian Jubei langsung sadar dari lamunannya


“ Ah ! Uuuum~ ya Tuan Rigel ! Aku akan... mencoba untuk tidak terlalu mencemaskan terlalu berlebihan “ Ujar Jubei sambil mengusap kepalanya


Dullart dan Thetoid lainnya akhirnya masuk keruang pemantauan. Rigel langsung bertanya kepada mereka semua tentang persiapan mereka


“ Jadi kalian juga sudah siap ? “ Tanya Rigel kepada Dullart dan Thetoid lain


“ Yaa ! Soal Nak Tazuya... percayakan kepadaku dan juga kemampuan kami “ Ujar Dullart dengan senyum percaya dirinya


“ Aku suka semangatmu ! “ Jawab Rigel


“ Nah Ene-tan ! Kau juga jaga dirimu baik-baik dan jangan berbuat yang macam-macam disana ya ! Ingat itu ! “ Kata Sampson sambil memukul pundak kanannya Energateez


“ Ouh ! Ahaha~ Iyaaa~ “


“ Jangan cemas Energateez-san~ Sampson-kun akan baik-baik saja bersama kami~ “ Gumam Jubei yang langsung memeluk Energateez sambil meyakinkannya untuk tidak terlalu mencemaskan kondisi sahabatnya


“ Aaaah~  Uuuuu~ Te- terima kasih... A- A- A- Apa aku benar-benar pantas untuk dipeluk seperti iniiiii~ ? “ Kata Energateez yang mukanya jadi merah merona saat dipeluk oleh Jubei


“ Waaaah~ Jubei-chan jadi agak semangat yaa dibandingkan dengan misi sebelumnya “ Celetuk Ataru


“ Yaaaa~ itu karena dia dan Ryuga mendapatkan misi yang tidak terlibat dalam pertarungan~ “ Gumam Inuya


Dullart mendekati Tazuya dan langsung memberikan jabat tangan kepada si remaja bertubuh pendek tersebut sebagai tanda kepercayaannya akan seluruh kemampuan Tazuya untuk membantunya dalam menghadapi Morsdantaque


“ Nak Tazuya ! “


“ Dullart-san ! “


“ Aku percaya jika kemampuanmu dapat membantumu dalam pertarungan terakhirku melawan Moradantaque ! Karena itu... mari bersama-sama kita saling membantu satu sama lain dalam pertarungan ini ! “ Ujar Dullart kepada Tazuya


“ Yaaa Dullart-san ! Aku juga mempercayai bahwa anda bisa menyelesaikan pertarungan ini dengan semua kemampuan anda ! “ Kata Tazuya sambil menerima jabatan tangannya Dullart


“ Dullart-san... Tazuya... jaga diri kalian ! Kami mengharapkan yang terbaik untuk kalian berdua ! “ Kata Inuya sambil mendekati mereka berdua


Mendengar perkataan Inuya yang mengharapkan mereka berdua bisa berhasil dalam menuntaskan pertarungan melawan Morsdantaque, Dullart dan Tazuya saling menantap satu sama lain dan menoleh kearah Inuya sambil memberikan senyuman kebanggaan kepada si pemdua bermata kuning tersebut


“ Yaaa Inuya ! Kami pasti berhasil ! “

__ADS_1


Beberapa menit sebelum V-FIGHTER membicarakan rencana mereka untuk menghentikan Invasi Thetoid kedua, dikota Shinjitsu, terlihat keempat kepala keluarga agung sedang melakukan pertemuan darurat untuk membahas tentang kedatangan Kapal Induk umat Thetoid melalui monitor dikantor mereka masing-masing


“Jō-san  ?! Sudah lama sekali kau tidak memunculkan dirimu dipetermuan kita ! “ Sapa Kabuto yang kaget melihat ternyata Jō yang memanggil mereka semua dalam pertemuan baru mereka


“ Jadi kau sudah sadar jika putera sulungmu itu belum siap menjadi kepala keluarga Akashinya ?! “ Tanya Ruki dengan nada ketusnya yang baru saja masuk ke monitornya


“ Tidaaak~ itu karena situasinya berbeda ! Aku masih bertanggung jawab dalam urusan keamanan di Kota kita ! Lagipula... Shiro sedang melakukan suatu proyek dirinya tentang teknologi baru yang sedang dikembangkannya “ jelas Jō dengan nada santainya


“ Itu wajar ‘kan ? Lagipula Jō juga adalah orang terpenting di militer Neo-Asia ! Jadi dia tahu apa yang harus dia lakukan dalam kemananan kota ini “ Ujar Hugo yang baru saja masuk


“ Hugo Mangetsu ! Anda memang selalu terlambat ! Berusahalah menjadi orang yang tepat waktu ! “ Tegur Jō


“ Maaf ya~ aku hanya ingin memberi peringatan kepada puteraku untuk tetap waspada di asrama dan baru saja mendapat balasannya “ gumam Hugo sambil menunjuk smartphonennya


“ Hmph ! Selalu saja ! Anda memang masih kurang memiliki kepercayaan kepada Puteramu itu yaaa ?! Anda sendiri tahu’kan dia itu 16 tahun dan bukan anak kecil lagi ! “ Keluh Jō yang dibalas Hugo dengan tatapan tajamnya


Untuk menghentikan situasi semakin memanas, Kabuto langsung saja bertanya kepada Jō tentang situasi dikota Shinjitsu dan tindakan yang harus mereka ambil untuk melindungi kota mereka


“ Aaaaah~ Oke Oke Okeeee~ bisakah kita langsung saja ke topik pembicaraan kita ?! Aku yakin kita semua memiliki banyak pertemuan dan pekerjaan yang belum diselesaikan bukan ?! Jadiii~ bisakah kita mulai ? “ Gumam Kabuto dengan nada bicaranya yang cepat


“ Kau bicara begitu seolah kau tidak pernah memperkeruh suasana saja ! “ Gerutu Ruki


“ Baiklah~ maaf karena sudah menghabiskan waktu berharga kita disini ! “ Kata Jō yang mendengar peringatan dari Kabuto


“... “


“ Lihat ini ! Sepertinya ini adalah pesawat dari umat Alien yang sama dengan Alien yangn sempat mendarat di sebuah Kuil yang agak jauh dari perbatasan kota dan melakukan serangan besar-besaran Mall Cassa and Nova ! Ini pasti adalah Kapal Induk mereka ! “ Jelas Jō sambil menunjukan hologram dari Kapal Induk umat Thetoid


“ Benarkah ?! Hmmm~ ini adalah pesawat yang besar ! Kalau dilihat dari ukurannya... aku pikir jika mereka ada niat untuk menginvasi planet Bumi ! Maksudku... ini hampir sama besarnya dari menara Burj –Khalifa atau pesawat koloni G-PLANT milik NASA ! Jadi sudah pasti mereka datang kemari untuk menginvasi bukan ? “ Jelas Kabuto


“ Hmmm ! Sepertinya ada benarnya juga ! Tapi kenapa harus kota kita yang jadi sasaran utamanya ?! “ Tanya Ruki dengan nada penasarannya


“ Bisa jadi ini ada kaitan dengan penggunaan Lunanium dan Apolloroid ? Bisa jadi jika kedua bahan yang ditemukan pendahulu kita 85 tahun yang  lalu ini ada hubungannya dengan umat Alien itu “ Pikir Hugo yang teringat akan komponen asing yang saat ini digunakan oleh umat manusia untuk pembuatan persenjataan dan teknologi canggih lainnya


“ Hah ?! Tahu dari mana anda soal itu ?! Jadi Anda pikir para pekerja luar angkasa itu ada yang tertangkap oleh mereka ?! “ Tanya Kabuto


“ Namun yang lebih penting adalah keselamatan semua yang ada didalam Kota ini ! Aku akan segera menghubungi Pak Walikota untuk tidak lengah dan menjaga para penduduk disekitarnya ! “ Sahut Ruki yang langsung menghubungi Pak Walikota Shinjitsu


Tidak lama kemudian, Hugo melihat ada beberapa pesawat tempur dan robot petarung milik milter Neo-Asia mulai bermunculan untuk menghentikan Kapal Induk tersebut


“ Pihak militer Neo-Asia ! Mereka datang ! Kelihatannya status “lisensi”-mu di militer benar-benar ada fungsinya juga yaaa~ “ Kata Kabuto yang memuji akan langkah Jō yang meminta pihak Militer untuk bergegas menghentikan Kapal Induk


“ Tapi ini tidak akan berjalan dengan baik jika anda mengandalkan pihak militer Neo-Asia... karena itu anda harus- “


“ Apa katamu ?! “ Tanya Hugo dengan nada tegasnya


“ Kita tidak bisa terus menerus bergantung dengan El-Fighter ! Ketergantungan itulah yang menyebabkan orang disekitar kita akan semakin terpuruk ! Anda juga tidak usah cemas akan nyawa mereka ! Karena yang lebih penting ialah nyawa penduduk kota ini ! Mereka yang bertarung tidak usah kamu pikirkan nyawa mereka karena itu adalah sudah tugas mereka untuk mempertaruhkan nyawa untuk melawan kejahatan yang ada disekitar mereka ! Kalau mereka mati... mereka akan mati sebagai pahlawan ! “ Lanjut Jō yang menjelaskan tentang paradigmanya akan tugas seseorang yang bertanggung jawab untuk menyelamatkan orang disekitar mereka sambil memperhatikan kedatangan militer Neo-Asia di Shinjitsu


****


Di Kapal Induk, Morsdantaque terlihat sedang berada diruang utama kendali Kapal sambil memperhatikan situasi yang ada di Kota Shinjitsu. Sambil memantau, Morsdantaque membaca detail info tentang Kota tersebut


“ Jadi teknologi robot petarung mereka menggunakan Apolloroid ?! Hmph ! Kuakui ternyata manusia disini sudah belajar tentang bahan-bahan yang ada diluar Planet mereka ! Mereka bukan penduduk kuno yang aku pikirkan !  “ Ujar Morsdantaque dengan nada remehnya


“ Tapi itu tidak seberapa dengan Blastorium milik kita ! “ Gumam Rough Polly


“ Walau demikian... ini cukup pantas untuk di apresiasi atas kerja keras mereka sebagai umat rendah dibawah kita ! “ Jawab Morsdantaque


“ Pangeranku ! Lihat ini ! Pihak bumi mengerahkan kekuatan militer mereka untuk menyerang kita ! Mereka mengerahkan sekitar 30 unit robot petarung dan 10 unit pesawat tempur ! “ Lapor salah satu tentara yang ada diruangan tersebut


Sambil mengeluarkan senyuman menantangnya Morsdantaqure berkata “ Hmmm~ jadi mereka mau duluan yang mau mulai duluan ?! Tidak masalah ! Mari kita tunjukan kepada mereka akan kekuatan kita yang sesungguhnya ! Ayo Letjen Levirra ! “


“ Dimengerti ! Semua unit harap bersiap ! Kita akan segera melakukan perlawanan terharap militer bumi yang baru saja datang ! “ Levirra langsung memerintahkan para tentara untuk melakukan penyerangan


Rough Polly kemudian pergi keruang pertemuan para Prajurit Elit saat mendapat panggilan dari Glabe. Mereka juga segera mempersiapkan diri mereka untuk ikut serta dalam pertempuran di Planet Bumi


“ Kalian sudah bersiap ?  “ Tanya Rough Polly


“ Kabar terbaru dari Pangeran Morsdantaque bahwa kita hanya diperuntunkan untuk menghadapi El-Fighter ketimbang bertarung melawan kekuatan militer penduduk Bumi “ Jelas Glabe sambil memperhatikan pesan dari Morsdantaque


“ Haaaah~ lagi-lagi disuruh melawan kelima bocah sialan itu ! “ Gerutu Meteoralez


“ Yaaaa ! Mau bagaimana lagi ? Kita memang dikhususkan untuk menuntaskan misi khusus atau menghadapi orang yang punya potensi ancaman yang tinggi untuk militer “ Jelas Galaztis dengan nada santainya


“ Aku sudah cukup bosan melawan orang yang sama atau menjalankan misi sama tapi hasilnya selalu tidak selesai ! Kenapa Pangeran Morsdantaque hanya berfokus kepada anak-anak itu ketimbang orang lain yang akan datang menyerang kita ! Aku yakin mereka berlima bukanlah satu-satunya ancaman yang akan menghalangi misi kita ! “ Jelas Meteoralez dengan nada protesnya


“ Dan apa yang akan kau lakukan ?! Protes dengan Pangeran Morsdantaque ?! Kau sudah lupa tugas kita disini hanyalah menerima misi darinya dan melindunginya dari bahaya ! Bukan memuaskan minat bertarungmu ! Jadi kau tidak bisa seenaknya menjalankan sesuatu tanpa izin dari Pangeran ! Jika kau tetap melakukannya... maka itu setara dengan kau menantang Pangeran Morsdantaque ! Paham dengan apa yang aku katakan ?! “ Tegur Glabe dengan nada tegasnya


“ Cih ! “ Dengus Meteoralez


“ Bagus Kapten ! Beginilah harusnya kau menjalankan peranmu saat berada di pertemuan ! “ Ujar Galaztis dengan nada sarkastis sambil tepuk tangan kepada mereka berdua

__ADS_1


“ Jadi bagaimana dengan perkembangan FYBER kita Rough Polly ? “ Tanya Glabe


“ Tidak ada kerusakan besar~ dan semuanya bisa kembali dipakai untuk melanjutkan pertarungan kita melawan El-Fighter itu... beserta dengan para pengkhianat busuk itu “ jawab Rough dengan nada cerianya


“ Bagus ! Aku akan tetap mengincar si Alpha beringas itu ! Sisanya itu terserah kalian mau memilih siapa yang ingin kalian lawan selagi tidak mengganggu tugas yang lain diluar Kapal Induk ! Dan kau Meteoralez... kuperingatkan untuk tidak terburu-buru membunuh Energateez ! Sesuai dengan peraturan Prajurit Elit... mereka yang berkhianat atau melakukan kesalahan fatal harus dihukum setimpal sebelum akhirnya disingkirkan secara permanen ! “ Glabe memberi peringatan kepada mereka bertiga untuk tetap teguh dengan petaruan dan kode etik Prajurit Elit


“ Okeee~ sungguh nasehat yang bagus wahai Kapten ! Kalau begitu aku juga... mengharapkan dirimu untuk tidak mati cepat ditangan mereka “ Sahut Galaztis sambil menatapnya dengan tatapan tajamnya yang dijawab dengan sang kapten tersebut dengan ekspresi cemberutnya


Tiba saatnya pihak V-FIGHTER kembali untuk pergi mendekati Kapal Induk umat Thetoid. Sementara Timnya Ryuga berpindah kepesawat Superbia-07 yang masih mendarat disuatu pulau dengan medali teleportasi milik Pak Louss


“ Hideyuki ! Kami akan segera berangkat menuju Shinjitsu ! Aku harap kamu dan Dullart-san bisa sukses menghadapi Morsdantaque “ Ujar Ryuga yang berharap Tazuya dan Dullart bisa menuntaskan pertarungan terakhir mereka


“ Yaaa ! Jaga diri kalian baik-baik disana ! Terutama untuk Jubei... jangan selalu panik yaa ! “ Balas Tazuya yang terlihat bersama dengan Dullart berada disuatu atap gedung


“ Jangan cemaaas Tazuyaaaa~ aku ini kuat sama seperti kalian ! Jadi aku bisa melakukannyaaaa~ “ Ujar Jubei dengan nada cerianya


“ Hehe~ bagus deh ! Okeee~ permisi dulu yaa... kami akan segera pergi “


( BUUUUUUUM !!! )


“ Aaaah ! Ini... “


“ Yaaa Nak Tazuya ! Ini sudah mulai ! “ Gumam Dullart sambil memperhatikan pertarungan antara pesawat tempur dan robot petarung milik militer Neo-Asia dan militer Theta


( BUUUUUUUUM !!! )


“ Bagus ! Pihak kepolisian juga banyak berdatangan untuk mengevakuasi penduduk disekitar sini ! Bisakah kita masuk ke Kapal Induk ? “ Tazuya bertanya akan cara yang bagus untuk bisa masuk ke Kapal Induk tanpa harus ditangkap oleh tentara lain


Rigel memperhatikan sisi Kapal Induk dengan teropongnya untuk mencari celah agar bisa masuk ke Kapal Induk. Saat diperhatikan, ternyata pintu hanggar belakang terlihat masih terbuka dan mungkin tidak bisa ditutup karena sistem pintunya terganggu oleh Proto-EVA dan Mag-Ni5


“ Kelihatannya hanya pintu hanggar belakang yang bisa dikatakan jalan teraman untuk kembali masuk ke Kapal Induk “ Gumam Dullart


“ Haaah~ coba saja sistem teleportasi kita berdua bisa dengan cepat kembali seperti semula~ pasti kita bisa masuk kesana dengan cepat “ Keluh Tazuya akan sistem teleportasi Battlesuit dan medali teleportasi yang memiliki durasi waktu lama untuk bisa kembali digunakana dalam jarak jauh


“ Tapi tidak untuk mode tidak terlihatmu kan ? “


“ Umm~ tentu tidak “


“ Tazuya ! Bisakah kamu menggunakan Psikokinesis untuk melemparkan kita keatas sana ? “ Tanya Dullart


( BUUUUUUUUUUUUUUM )


“ Ah ?! I- Itu... aku belum pernah mencobanya... dengan sengaja “ jawab Tazuya dengan nada keraguannya


“ Hmmm~ saat kita melompat dari gedung tinggi itu... kerahkan Psikokinesismu untuk menerbangkan kita ke Kapal Induk ! “ Jelas Dullart sambil menunjukan sebuah gedung perkantoran tinggi yang tingginya cukup mudah untuk diraih dengan kemampuan melompat super dengan teknik apapun


“  Eeeeeh~ “


“ Apa kamu bisa melakukannya ? “ Tanya Dullart dengan nada yang memberi kepercayaannya kepada Tazuya


Tazuya berpikir sejenak karena sedikit ragu dengan menggunakan Psikokinesis untuk bisa mencapai Kapal Induk. Walau demikian, Tazuya percaya bahwa dia bisa melakukan itu dan menyadari jika dia tidak ada waktu untuk pesimis akan kemampuannya


“ Baik ! Akan kucoba ! “


Tazuya dan Dullart bersama-sama pergi menuju ke gedung yang ditunjuk sang Pangeran bungsu tersebut. Tazuya menggunakan Perisai Mentalnya untuk melindungi mereka berdua dari serangan robot dan pesawat tempur dari kedua pihak yang saling bertarung satu sama lain


( SYAAAAAT! SYAAAAAT! SYAAAAAT! SYAAAAAAT! )


“ AWAS ! “ Teriak Dullart saat melihat serpihan besar yang datang kearah mereka


“ Ah ! HAAAAAH ! “ Tazuya menggunakan Psikokinesis untuk menghancurkan serpihan tersebut


( BUUUUUUUM !!! )


“ Yeaaaah ! “ Tazuya berteriak dengan nada kegirangannya


Mereka berdua sampai kesebuah gedung dan mereka bisa melihat jika Kapal Induk perlahan mulai melintasi keatas mereka


“ Ini dia ! Ayo Tazuya ! “


“ Aaaah ! Okeeee ! “ Tazuya memakan pil Epilepsi untuk mencegas epiliepsinya kambuh karena rasa cemasnya, lalu menutup mata sambil menarik nafas dan menghembuskannya untuk membuang rasa pesimisnya. Saat membuka kedua matanya, Tazuya mengumpulkan banyak tenaga, konsentrasi dan mengerahkan Psikokinesis dalam frekuensi yang cukup besar yang membuat mereka semua naik keatas dan menciptakan retakan yang besar dari atas gedung tersebut


“ HAAAAAAAAAAAAAAAAAH !!! “


“ Saatnya ! “ Dullart bersiap-siap dengan mendekati Tazuya agar ia bisa ikut terpental keatas


“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHH !!!! “


“ Oh Ti- “


( BUUUUUUUUUUM !!! )

__ADS_1


“ Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa “


*****


__ADS_2