
Disaat yang bersamaan saat Jenderal Argus memutuskan kembali ke Superbia-07, Energateez bersama dengan Boo-Boo telah sampai ke dalam kapal induk menggunakan medali teleportasinya dan mendarat diruang teleportasi. Argus yang melihatanya agak kaget, dan Energateez langsung menyapanya saat ia melihat sang Jenderal tersebut
“ Oh, Jenderal ! “
“ Energateez ?! Darimana saja kamu ? “
“ Uuuumm. . . kembali ke Theta-03 untuk mencari senjata pesanannya Pangeran Morsdantaque. Sayangnya siiih. . . belum selesai dikerjakan “ Jelas Energateez yang berbohong kepada Argus
“ Begitu ! Baiklah jika tidak ada aktivitas lain segera lapor ke Pangeran kita dan kembali ke posmu “
“ Siap, Jenderal ! “ Kata Energateez sambil memberi hormat kepada Argus
Energateez bernafas lega saat ia pergi meninggalkan ruang teleportasi karena Argus tidak bertanya yang macam-macam kepadanya. Saat berjalan untuk mencari Morsdantaque, ia tidak sengaja menghampiri Galaztis yang berjalan bersama dengan Glabe
“ Energateez ! “
“ Huaaaa ! Oh ahaha~ Apa kabar Galaztis-san. . . Glabe-san~ “
“ Jadi. . . bagaimana dengan pantauanmu tentang Fighter itu ? “ Tanya Galaztis
“ Aaaaah yaaah. . . cukup bagus ! “
“ Oke . . . ceritakan kepada kami seperti apa tingkat kemampuan mereka sebelum kamu melaporkannya kepada Pangeran ! “ Ujar Glabe
“ Baiklah. . . kurasa aku tidak punya pilihan selain mengatakannya kepada kalian terlebih dahulu “ Keluh Energateez
Keesokan harinya, Tazuya dan yang lain menerima panggilan misi dari Rigel untuk menghentikan komplotan penjahat yang berusaha untuk melakukan perampokan disebuah rumah konglomerat ternama di Neo-Jepang. Karena para perampok tersebut menggunakan ilmu hitam yang membuat mereka kebal terhadap segala jenis serangan senjata kepolisian membuat mereka selalu lari dari kejaran pihak berwenang kota Shinjitsu
“ Anak-anak ! Ada perampokan disebuah rumah besar milik Konglomerat Sousuke ! Mereka diserang oleh perampok yang menggunakan ilmu hitam untuk meningkatkan kekebalan mereka terhadap serangan senjata ! Karena itu kalian harus berhati-hati untuk menghentikan mereka ! “ Jelas Rigel
“ Oke ! Ah. . . itu dia rumahnya ! “ Kata Tazuya sambil melihat titik tempat yang dimaksud
“ Ingat. . . kalian harus berhat-hati ! Walau status kalian sekarang adalah calon El-Fighter itu bukan berarti kalian merasa bisa mengalahkan musuh dengan mudah ! Sekali kalian lengah, celakalah kita ! Paham ? “ Rigel memberi peringatakn kepada para V-FIGHTER
“ Paham ! “ kata semua V-FIGHTER
“ Bagus ! Sekarang mulaikan misi kalian dalam waktu setengah jam ! “
“ Oke~ “
Berkat sihir yang digunakan Ryuga untuk menciptakan ilusi, akhirnya para V-FIGHTER bisa sedikit leluasa untuk pergi keluar sekolah sebentar untuk menjalankan suatu panggilan misi. Sesampainya mereka dirumah keluarga Sousuke, Tazuya dan yang lain bisa melihat sekelompok para perampok menggunaka baju serba hitam dan topeng coklat motif loreng. Jubei menduga bahwa sepertinya orang-orang tersebut berasal dari sekte aliran kegelapan karena pakaiannya tidak seperti perampok pada umumnya yang mereka lihat
“ Uiiiiiihhhh ! Lihaaaaat ! Dilihat dari pakaian mereka saja sepertinya mereka bukan sembarang perampok ? Kelihatannya mereka juga berasal dari sekte-sekte berbahaya penganut ilmu hitam ! “ Bisik Jubei kepada yang lain
“ Sepertinya begi- “
“ Aaaaaaaaaaaaaaaagg- “ Pembicaraan Inuya dan Jubei dipotong oleh suara teriakan seorang perempuan dari rumah tersebut
“ Celaka ! Ataru ! Lihat apa yang mereka lakukan disana ?! “ Perintah Tazuya kepada Ataru
“ Baik ! Visie ! “
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )
Ataru menggunakan Tijdbreker dan mengarahkannya kearah rumah tersebut. Saat dilihat, mereka dikejutkan dengan para perampok membunuh Pak Sousuke dengan sebilah golok dan menjerat lehernya hingga nyaris putus
“ Astaga ! “
“ Cih ! Ini tidak bisa dibiarkan ! AYO !!! “ Kata Tazuya yang geram melihatnya langsung pergi kedalam rumah tersebut
V-FIGHTER langsung berlari kearah kediaman Sousuke. Sambil mendobrak pintu, Tazuya dan yang lain langsung menyerang kearah para perampok yang berjumlah 8 orang
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah ! “
“ Ap- “
( DUAGH ! )
“ KEPARAT KALIAAAAN ! “ Teriak Tazuya
“ Siapa kalian ?! “ Kata sang boss yang memiliki kumis panjang dan alis yang tebal
“ Kami V-FIGHTER ! Kami akan menghancurkan kalian ! “ Kata Tazuya smabil mengarahkan Kusanagi kearah sang boss tersebut
“ Hahaha ! Mendengar dari perkataanmu kelihatannya kalian masih bocah ternyata ! Kalian bukan apa-apa untuk kami ! “ Kata sang boss dengan nada remehnya
“ Kita lihat saja ! Kusanagi ! “
“ Menarik ! “ Kata sang boss
“ Ryuga. . . Ataru. . . .bantu aku untuk serang yang lain ! Jubei. . . Inuya. . . selamatkan para korban dan panggil pihak polisi ! “ Perintah Tazuya dengan kontak telepatinya
“ Dimengerti ! “ Kata Inuya dan yang lain
“ Nah kali ini aku setujuh dengan keputusanmu, Hideyuki ! “ Puji Ryuga
“ Yoooossssh ! “ Kata Ataru sambil mempersiapkan Spirit Pistolnya
“ SERANG ANAK NAKAL ITU !!! “ Perintah sang boss sambil mengeluarkan pedangnya
“ Hyaaaaaaaaaaahh !)
( Syaaaat! Syaaat! Syaaaat! Syaaaaat! Syaaaaaaaaaat ! )
Tazuya menyerang sang boss dengan Kusanaginya. Ternyata, info yang diberitahu oleh Rigel ada benarnya. Ia mengalami kesulitan untuk menghadap sang Boss tersebut, dan itupun tebasan yang ia terima dari Kusanagi hanya menyebabkan lecet di dadanya
“ Hahahahahahaaaaaa Itu saja ?! “
“ DELTA ! GAMMA ! “
( Syat! Syat ! Syat ! Syat ! Syat! )
“ Percuma sajaaaa ! “
“ Jangan sombong kau manusia sialaaaaan ! “ Teriak Ataru sambil mengeluarkan tongkat sabitnya
Ataru tidak punya pilihan selain menggunakan senjata rahasianya sebagai sang Dewa Kematian dengan mengubah Spirit Pistolnya menjadi sebuah tongkat sabit dengan pisau berwarna merah menyalah
“ Hyaaaaaaaaaaaah “
( Syat! Syat! Syat! Syat! Syat! Syat! )
Sementara itu, Inuya dan Jubei melawan beberapa anak buah sang Boss perampok dengan menggunakan Possession mereka. Tidak seperti melawan dengan sang Boss, para anak buah memiliki kekebalan yang agak lemah dari Bossnya. Alhasil, mereka berdua bisa mengalahkan sang anak buah dan mengevakuasikan para keluarga korban yang selamat
( Bug! Bug! Bug! Bug! )
“ Tidak mungkin ! Kenapa kekebalan kami-“
“ TERIMA INI ! FIRST TARGET : POINTER ! “
( Taaaaaaaaaaakkk )
“ Agh ! “ Rintih sang anak buah yang memiliki mata coklat dan ia akhirnya langsung tersungkur saat terkena anak panah dari Estrella
“ Ayo cepat keluar dari sini ! “ Perintah Inuya kepada sang keluarga korban
“ Cepat panggil polisi ! “ Kata Jubei kepada mereka
“ Bagus ! Sfragida ! “
Merasakan Inuya dan Jubei berhasil mengalahkan anak buah yang lain serta membebaskan para korban, Ryuga langsung bertindak cepat dengan menyegel anak buah tersebut dengan sihirnya agar mereka sulit untuk berdiri sampai pihak kepolisian datang untuk menangkap mereka dari lantai bawah
( Syaaaat ! Syaaaat ! Syaaaaat ! Syaaaaat ! )
“ Nggggh ! Bossnya ! Uuuggh. . . dia berkali-kali tidak terluka dengan Kusanagi ! “
( Traaaaang ! )
__ADS_1
“ Haaaa ! Ada apa ?! Apa kalian ragu karena kalian tidak bisa mengalahkan aku ! “
“ First Da- “
( Syaaaaat ! )
“ Ah ! “ Rintih Tazuya yang terlempar oleh si Boss yang menyebabkan Kusanagi terpisah darinya
“ Celaka ! “ Ryuga terkejut akan aksinya sang Boss langsung melindungi Tazuya dengan pelindung sihirnya
( TRANG ! )
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaah ! “
( ZYAAAAAAAAHHHHH )
Disaat sang Boss ingin menyerang Tazuya, tiba-tiba, Ataru berhasil melukainya dengan tongkat sabitnya. Boss berserta para anak buah yang melihat ini terkejut dan mulai panik
“ APA ?! “
“ Boss ! “
“ Sombong sekali ya ! Kau lihat senjataku bisa melukaimu ?! Sekarang. . . masih berani, hah ?! “ Kata Ataru dengan nada lantangnya
“ Cih ! Jangan buat aku terta-“
( ZYAAAAAAAAAAAAAASSSHHH )
Saat sang Boss berusaha untuk melakukan perlawanan, Ataru secara tiba-tiba langsung menebas si Boss tepat dilehernya dengan darah dingin dan ekspresi tenangnya yang sangat mengganggu.Alhasil, tebasan tersebut membuat kepala sang Boss perampok terputus dari lehernya. Hal ini membuat semua orang termasuk V-FIGTHTER terkejut akan apa yang dilakukan Ataru
“ Aaaah “
“ K. . . Delta . . . kau. . . ! “ Kata Ryuga yang kaget dengan apa yang dilakukan Ataru
“ Aku benci dengan manusia lemah yang sok jadi kuat “ Kata Ataru dengan tatapan dinginnya yang menakutkan
*****
Inuya dan Jubei bergegas pergi menuju lantai bawah bersama dengan keluarga korban. Saat turun, mereka dikejutkan dengan sang Boss yang kepalanya telah ditebas oleh Ataru
“ AAAAH ! “
“ D- Delta. . . apa yang kau- “
“ Ah ! Kepala ! Masih bisa bergerak ! “ Teriak Tazuya yang memotong pembicaraan Inuya karena melihat kepala sang Boss masih bisa bergerak
“ CIH ! “
( TAAAAAK ! )
Melihat kepala tersebut masih bisa bergerak dan membukakan matanya, Ataru langsung menghancurkan kepala tersebut dengan sabit miliknya. Yang membuat kepala sang boss terbelah menjadi dua dan sang anak buah yang melihatnya menjadi terkejut dan ketakutan melihat aksinya Ataru
“ Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiy “
“ Hmph ! Sekarang tinggal kalian ! Gamma ! “ Tazuya memerintahkah Ryuga untuk mengurus sisa anak buah yang belum terkena sihirnya
“ Sfragida ! “
“ Aduuuuuuuuuuh ! Owwwwwwww ! Agghh ! “
“ Polisi sebentar lagi akan menuju kemari ! “ Kata Jubei kepada yang lain
“ Bagus ! Kita akan menunggu mereka kemari ! “ Kata Inuya
“ Oi Gamma. . . apa kamu tahu sihir yang bisa menyegel kekuatan mereka secara sepenuhnya ?! Yaaaa agar mereka semua tidak menggunakan ilmu gaib untuk keluar dari penjara “ Tanya Tazuya kepada Ryuga
“ Hmmm. . . mungkin ini bisa membantu. Okeee . . .Xechnáme ! “ Ryuga kemudian teringat sebuah sihir dan menggunakannya kearah para anak buah sang boss perampok
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiing )
“ Pihak kepolisian sudah datang ! “ Kata Jubei yang menyadari kedatangan para pihak kepolisian
Para kepolisian akhirnya sampai ketempat tujuan. Sambil menggiring beberapa anak buah kedalam mobil polisi, mereka juga mencatat beberapa informasi tentang kejadian yang ada dirumah kediaman keluarga Sousuke
“ Terima kasih telah menolong kami, Fighter ! Mereka adalah burnonan yang sangat diincar oleh pihak kepolisian ! Berkali-kali pihak kepolisian mendeteksi orang ini, pasti ini selalu terjadi pembantaian karena ulah mereka “ Jelas sang kapten polisi
“ Pak ! Sang Boss mereka sudah mati dengan kepala terpenggal ! “ Lapor sang polisi lainnya
“ Hah ?! “
“ Ah ! Ummm maafkan kami ! Kami tidak sengaja melakukannya karena orang itu berusaha untuk melawan “ Jelas Tazuya
“ Haaaaaah ! Baiklah jika kalian bilang tidak sengaja melakukannya kurasa aku tidak punya pilihan. Yang terpenting kita bisa melakukan interogasi kepada semua anak buahnya ! “ Jelas sang kapten
“ Oke ! Kami pamit dulu ya, pak ! “
“ Yaaa ! Terima kasih telah membantu kami ! “
V-FIGHTER mengaktifkan sistem teleportasi battlesuit mereka dan berpindah keurmah Rigel untuk melaporkan hasil misi mereka. Disaat yang bersamaan saat mereka mulai berpindah, Spidaro berusaha untuk mengikuti mereka berlima. Sayangnya, kecepatan robot laba-laba kecil tersebut tidak mampu mengikuti mereka berlima
“ Sial ! Kita terlambat ! “ Gerutu Swift Polly
( Dirumah Rigel )
“ Apa ? Ataru-san membunuh sang boss perampoknya ?! “ Tanya Rigel kepada mereka saat mendengar laporan dari Tazuya
“ Aaahh ya ! Itu benar ! “ Kata Tazuya
“ Hmmmmm “ Rigel melirik kearah Ataru untuk mengetahui penjelasan darinya
“ Itu karena aku tidak suka manusia yang arogan yang merasa sok kuat karena dapat kekebalan ! Itu saja ! “ Jelas Ataru kepada Rigel
“ Lalu ? “
“ Aku merasa menggunakan sihir Ryuga-san tidak akan membuatnya jerah jika kekuatannya disegel. Karena ada kemungkinan ia akan keluar dari penjara dan melancarkan aksinya kembali “ Lanjut Ataru
“ Tapi ‘kan. . . kita disuruh menghentikan mereka. Bukan membunuh mereka ! “ Kata Jubei
“ Nanti bagaimana kalau dia keluar dari penjara ? Kau yakin orang seperti itu akan belajar akan apa yang mereka lakukan ?! “ Ataru balik bertanya ke Jubei
“ Itu. . . “
“ Oke oke ! Cukup ! Yang dikatakan nak Ataru-san ada benarnya. Walau kebanyakan musuh yang kalian hadapi adalah manusia, itu bukan berarti mereka semua bisa memahami akan apa yang dilakukannya adalah salah. Kadang juga. . . kita akan menghadapi musuh yang keras kepala dan kita dihadapi terpaksa untuk membunuh mereka “ Jelas Rigel
“ Membunuh mereka ? “ Tanya Inuya
“ Ya. Tapi itu bukan berarti membunuh mereka adalah pilihan utama yang harus kalian pakai saa menghadapi mereka “ Lanjut Rigel
Mendengar perkataan Rigel dan Ataru, Tazuya terdiam dan teringat masa dimana kedua orang tuanya dibunuh oleh seseorang yang tidak ia ketahui. Hal ini membuat berpikir bahwa tidak ada salahnya jika suatu saat ia tahu siapa pembunuh orang tuanya, maka dia akan membalasnya dengan membunuh orang tersebut
“ Begitu. . . jadi begitu. . . “ Kata Tazuya kepada dirinya sendiri
“ Ah. . . kenapa, Tazuya ? “ Inuya memanggil Tazuya yang mendengar perkataannya
“ Uh ! Ah ! Maaf ?! “
“ Ada apa, nak Tazuya ? “ Rigel bertanya kepada Tazuya
“ Anuuu . . . itu artinya. . . kami boleh. . . “
“ Balas dendam ? Hmm. . . agak sulit untuk mengatakannya. Aku sebenarnya tidak mempermasalahkan tentang balas dendam. . . hanya saja. . . kalian harus tahu tidak semua balas dendam itu dilakukan dengan menghilangkan nyawa seseorang “ Jelas Rigel
“ . . . “
“ Ah, Rigel-san ! Bukankah ini sudah lewat dari setengah jam ?! “ Tanya Dullart
“ Oh ya ! Nah. . . baiklah anak-anak ! Terima kasih atas laporan misi kalian. Jangan lupa nanti sore untuk datang kemari untuk melanjutkan sesi latihan kalian ! “
__ADS_1
“ Baik, Tuan Rigel ! “
“ Okeeeee~ Vijfde : Beweging !”
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )
“ Nah . . . Dullart ! Ayo ikut aku keruangan latihan ! DECA-I tolong tetap disini untuk memantau keadaan dikota “
“ Okeeee~ “
Rigel mengajak Dullart keruang latihannya. Disana, mereka berdua bersiap untuk melakukan sesi latihan mereka, dengan harap Dullart bisa membuka potensinya menjadi Fighter dan membantu ia beserta V-FIGHTER untuk menghentikan Morsdantaque
“ Baiklah ! Kita hari ini akan memulai pelatihanmu untuk membuka semua potensimu sebagai seorang Fighter. Yaaa. . . aku sebenarnya tidak begitu mengharapkan kamu bisa menjadi Fighter secepatnya mungkin. Yang penting dengan ini kamu bisa cukup berani untuk membantu kami dalam menghentikan Morsdantaque “
“ Hu’uh ! “
“ Oke ! Aku akan memilih arena yang pas untuk pelatihan kita. FAIS. . . ubah arenanya kearena favoritku ! “
“ Dimengerti, Tuan Rigel Orionis ! “
Atas perintah dari Rigel, FAIS langsung mengaktifkan arena yang dimaksud oleh tuannya. Arena tersebut berupa sebuah lapangan luas yang gelap, dan beberapa batu-batu tinggi yang digunakan untuk bersembunyi
“ Woah ! “
“ Ini adalah tipe arena latihan yang disukai Nigulas dan yang lain. Arena gelap tanpa batas, dimana kita bisa mengayunkan pedang, tinju dan senjata kita sesuka hati tanpa ada penghalang disekitar kita “ Jelas Rigel
“ Kuakui sistem AI-mu benar-benar keren ! Aku tidak menyangka bahwa kamu dan teman-temanmu memiliki tipe yang sama dalam pemilihan arena latihan yang cukup ekstrim “ Puji Dullart
“ Ekstrim ? tidak juga ! Ayo pilih senjata yang kamu bisa “
Saat Rigel mengeluarkan pilihan senjata yang akan digunakan saat latihan, Dullart memilih tombak dan pisau sebagai senjata andalannya karena itu adalah senjata yang ia ahli dalam ia gunakan saat bertarung
“ Bagus ! Kelihatannya kedua senjata itu adalah pilihanmu. Bagaimana . . . bisakah kita memulai pelatihan kita ? “
“ Huuuuff. . . baik. . . .aku siap, Rigel-san ! “
“ Bagus ! Tunjukan semangatmu dan pikirkan tujuanmu ! “
( Syaaaaaaaaaat ! )
“ Ah ! “
( Syaaaat ! Syaaaaat! Syaaaaat ! )
“ Heyaaaaaaaaaaaaaah ! “
( Traaaaaaaaaaaaaaang ! )
“ Bagus ! Aku suka cara bertarungmu ! Tapi kelihatannya kamu belum memusatkan tujuanmu sebagai alasan untuk latihan ! Ayo, Dullart-san ! “
“ Okeeeeeee ! “
( Traaaaaaaaaaaaaaaang ! )
*****
Jam istirahat berbunyi. Tazuya terlihat sedang pergi ke perpustakaan sekolah yang terletak digedung utama SMA Internasional Shinjitsu bersama dengan Inuya. Mereka pergi ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Pak Gracia tentang materi lanjutan literatur bahasa inggris. Padah tahun 2115, perpustakaan sekolah dijaga oleh Shishomaru Dokutokuro
“ Hmmmm. . . jadi kalian siswa kelas 1 disini ? “ Tanya pak Dokutokuro
“ Aaaah ya ! Itu benar ! “ Kata Tazuya
“ Baiklah ! Tolong daftarkan dulu nama kalian ditablet ini untuk membuat kartu anggota perpustakaan disini ! “
“ Oh terima ka-“
“ Ah ah ah ! Peringatan pertama, tidak boleh membawa makanan dari luar perpustakaan ! Tetapi minuman diperbolehkan masuk dan hanya satu jenis saja ! Oke . . . kartu kalian akan selesai 15 menit lagi ! Silahkan bersenang-senang disini dan jangan berisik ! “ Jelas pak Dokutokuro kepada Tazuya dan Inuya saat ia melihat coklat bungkusan dalam sakunya Tazuya
“ Baik, pak ! “
( Setelah mengisi data untuk mendaftar anggota perpustakaan)
“ Haah~ Jadi sekarang apa yang harus kita cari ? “ Tanya Tazuya
“ Ummm~ cari saja literatur klasik yang mudah untuk dipahami untuk tugas kita “
“ Frankestein ? Sepertinya mudah untuk dipahami ! Karena menceritakan tentang monster ciptaan manusia yang lolos dari ciptaan. Cerita yang hampir menginspirasi banyak fiksi bergenre sci-fi “ Jelas Tazuya
“ Bagaimana dengan Wuthering Heights ? “
“Aku tidak suka cerita roman “
“ Yaaa. . . ini bukanlah roman yang biasa kamu lihat difiksi modern dimana banyak bunga-bunga, mesra-mesraan, dan sebagainya. Ini novel romansa yang super kelam, aku yakin kamu akan menyukainya~ “
“ Mau sekelam apapun ceritanya aku tidak suka cerita romansa yang bertema balas dendam ! “ Gerutu Tazuya
“ Baiklah kalau begitu ! Jika kau mau Frankestein tidak masalah ! Tapi aku akan mencari literatur lain untuk menjadi pilihanmu dalam tugas kita. Lagian ini juga ‘kan dikumpul minggu depan “
“ Oke ! Asal jangan cerita roman saja ! “
Inuya meninggalkan Tazuya untuk mencari buku literatur klasik didalam perpustakaan sekolah. Sambil menunggunya, Tazuya membukakan tabletnya untuk mencari versi hardcopy dari literatur klasik yang dicari
“ Hmmm ! Wuthering Heights ?! Ayo lihat apa reviewnya. . . cerita klasik tentang cinta yang penuh kedendaman serta kebencian, plot yang tidak terduga. Novel klasik yang bagus yang akan membuat para pembaca geregetan akan melihat tokohnya. Huh ! Dendam dan benci karena cinta ?! Membosankan ! Ini sudah sering terlihat di novel modern “ Kata Tazuya sambil melihat review tentang literatur tersebut
Sambil membaca review dari literatur tersebut, Tazuya kembali teringat akan apa yang dikatakan Sandy saat ia pertama kali bertemu dengannya di cafe. Mengingat hal itu membuat Tazuya menyimpulkan bahwa rivalitas dalam percintaan adalah sesuatu yang sangat bodoh karena mereka akan saling cemburu kepada yang lain terutama kepada seseorang yang jelas tidak memiliki rasa kepada seseorang. Tazuya langsung menggeleng kepalanya, dan kemudian mencari literatur lain yang menarik untuk dibahas
“ Uugggh. . . si bodoh itu ! Oke oke ! Lupakan saja dia. . . .mudah kok ! Lagian dia juga tidak ada disini ! Okeee. . . selanjutnya *To Kill a Mockingbir*d ? Hmmm. . . ini cukup menarik ! Inuya pasti suka yang ini ! "
Sementara itu, Inuya terlihat sedang mencari literatur klasik yang tersedia di perpustakaan. Sambil menggerutu karena ia menemukan banyak literatur roman, ia tidak sengaja melihat sebuah catatan yang terselip disebuah buku literatur Tanabata
“ Pride and Prejudice ? Romeo and Juliet ? Madame Bovary ? Tale of Tanabata ? Huuuufff. . . semuanya cerita roman ! Sialan kau Tazuya maunya yang sulit untuk dicari ! “
“ Ah ? Apa ini ? Hmmmm . . . catatan ? Siapa yang menulis ini ? “ Kata Inuya saat ia melihat sebuah catatan kertas hijau dan pink didalam buku Tale of Tanabata
Tidak lama kemudian, Inuya kembali membawa lima buku literatur klasik ketempat Tazuya. Saat remaja pendek tersebut menggerutu soal apa yang mereka dapatkan kebanyakan cerita roman, Inuya kemudian langsung memberitahunya akan sesuatu yang ia temukan didalam sebuah buku
“ Nih ! “
“ Ah ! Apa ?! Kebanyakan cerita roman ?! dan hanya satu yang kamu pilih yang bukan roman ! “
“ Hei ! Kau pikir mencari yang non-roman itu mudah ! Aku hanya menemukan Frankenstein disini ! Kalau mau cari yaaa cari saja sendiri kalau mau ! “ Gerutu Inuya
“ Iya yaaaa~ Tapi aku juga menemukan versi Hardcopy dari To Kill a Mockingbird diinternet. Jika kamu tertarik nanti akan kukirimkan kepadamu “
“ Boleh ! Oh ya. . . saat aku mencari buku literatur klasik aku tidak sengaja menemukan ini di buku Tales of Tanabata “ Jelas Inuya sambil menunjukan selipan kertas didalam buku tersebut
“ Hah ? Apa ini ?! “
Tazuya kemudian melihat surat tersebut. Saat dibuka, surat itu bertuliskan :
Kita memang terpisahkan oleh bintang. Kita secara penampilan memang berbeda. Walau begitu, aku merasa bahwa aku sangat menyukaimu ! Aku berjanji suatu saat aku akan kembali dan menyatakan perasaanku kepadamu ! Aku tidak akan membiarkanmu jatuh hati dengan manusia lemah dan kurang sempurna itu ! Karena itu akan membuatmu menjadi pria yang menyedihkan ! –Xiella Trueax
“ Hmmm . . . mungkin ini adalah secarik tugas oleh siswa lain yang tak sengaja terselip “ Kata Tazuya
“ Masa sih ? Tapi kenapa harus memakai kertas yang berwarna ? Dan masih wangi pula ! “ Ujar Inuya
“ Atau mungkin ini bekas tugas roleplay “
(Tiba-tiba Smartphone Inuya berbunyi)
“ Oh ! Ada telpon dari pihak Howling Star. Tunggu ya “ Kata Inuya sambil pergi keluar perpustakaan untuk mengangkat telpon dari studio tersebut
Saat Inuya keluar perpustakaan untuk mengangkat panggilan tersebut, Tazuya kembali memperhatikan surat misterius tersebut. Saat ia melihat sisi belakang surat, Tazuya bisa melihat sebuah gambaran anak-anak tentang seorang wanita berambut pendek dengan ekspresi senangnya
“ Xiella Trueax ?! Hmmm sepertinya aku pernah mendengar nama ini ! Tapi dimana ya ? “ Kata Tazuya kepada dirinya sendiri
*****
__ADS_1