
Saat ingin kembali ke kota Shinjitsu, sambil memperhatikan persiapan mereka untuk kembali melakukan misi pencarian, Oxtoroo datang menemui Sampson yang sedang membantu Pak Louss untuk bertanya kondisi Swift Polly yang dari tadi tidak keluar dari kamarnya dan ia juga mengatakan jika mereka tidak bisa kembali kekota jika ia belum muncul dari ruangannya
“ Maaf Pak Louss “
“ Uwaaa ! Ouuuu ! Aaaaaaaaaaah~ Oxtoroo...iiiissh ada-ada saja kau ini ! Bisa-bisanya kau mengejutkan aku seperti itu haaah ! “ Gerutu Pak Louss dengan nada tingginya yang jengkel karena Oxtoroo mengejutkannya
“ Ah ! Maafkan aku Pak ! Tapi aku disini ingin meminta Sampson untuk bersiap-siap karena sebentar lagi kami akan pergi ke kota Shinjitsu untuk melanjutkan misi kami “ Jelas Oxtoroo
“ Lalu ? Bukannya masih lama ?! Kenapa terburu-buru ?! “
“ Ada yang ingin kutanyakan kepada Sampson sebentar “ Ujar Oxtoroo
“ Hmmmm...Sampson ! “ Panggil Pak Louss
“ Ah ! Iya pak ! “
“ Junior memanggilmu ! Ia bilang kalau ada sesuatu yang ingin dibicarakan denganmu ! “ Jelas Pak Sampson sambil menunjukan Oxtoroo
“ Oooh ! “
“ HEI ! jangan bilang “Oooh !” saja dengan muka bodohmu ! Cepat sana pergi ! Junior adalah orang yang tidak suka menunggu lama-lama ! “ Celetuk Pak Louss yang menganggap Sampson lambat menangkap maksud perkataanya
“ Aaah iya iya ! “
Oxtoroo mengajak Sampson pergi keruang penyimpanan robot untuk mengecek Mag-Ni5. Disana, Oxtoroo mengatakan bahwa ia sedang mencemaskan Swift Polly yang dari tadi belum keluar dari kamarnya dan Sampson berpikir apa dia masih kesal karena kegagalan misi mereka untuk kesekian kalinya
“ Mag-Ni5 belum diaktifkan ? “ Tanya Sampson
“ Yaaaa...harusnya ini adalah tugasnya untuk mengaktifkan Mag-Ni5 disaat aku mempersiapkan persenjataan untuk dimisi selanjutnya ! Ayo lakukan ! “
“ Iyaaaa~ “
“ Hmmm...apa dari tadi kamu melihat Polly-chan disekitar sini ? “ Tanya Oxtoroo yang mencemaskan Swift Polly
“ Jangan tanya aku ! Saat melapor aku langsung pergi ketempat Pak Louss dan membantu beliau ! Jadi aku tidak tahu dimana dia sekarang ! “ Ujar Sampson
“ Dia akhir-akhir tidak bersemangat dan hampir tidak berkata apa-apa selama melaporkan kegagalan misi kita...dan itu membuatku agak cemas dengannya “ Jelas Oxtoroo dengan malu-malu
“ Hooooo~ begitu yaaa~ dilihat dari cara kamu berkata soal dia...aku bisa melihat jika kau memang naksir dengan Kapten Polly “ Jelas Sampson
“ Akh ! Ituuu...eerr yaaaah...hanya naksir ! Tapi aku ragu jika Polly-chan juga menyukaiku “ Keluh Oxtoroo
“ Kalau kamu naksir dengannya kenapa kau tidak cari saja dia dikamarnya ? Yaaa jika dia masih tidak menjawabmu masuk saja kesana untuk menghiburnya jika dia sedang bersedih disana “ Sampson memberikan usulan kepada Oxtoroo
“ Kau menyuruhku untuk masuk kekamarnya ? “
“ I-iyaaa~ kalau Cuma untuk menghiburnya dan bertanya soal kesiapannya tidak masalah ‘kan ? Bukan untuk ngapa-ngapain juga ‘kan ? Lagian kita juga harus cepat mempersiapkan diri dan mencari cara lain untuk membujuk Tuan Muda kembali bersama kita ! “ Jawab Sampson dengan gegabah saat Oxtoroo mendekati wajahnya sambil bertanya tentang apa yang ia katakan barusan
“ Sebenarnya apa yang kau katakan ada benarnya ! Yaa tidak ada salahnya sih kalau hanya ingin bertanya kesiapannya saja ! Baiklah...aku akan kesana untuk menemuinya “
“ Naaah~ begitu dong ! “
“ Dan tolong jangan lupa untuk melakukan apa yang kusuruh disini ! Oke ! “ Oxtoroo memperingatkan Sampson akan apa yang ia suruh diruang penyimpanan para robot
“ Hu’uh ! “
Oxtoroo pergi menuju keruangannya Swift Polly. Pemuda Thetoid terdiam sesaat dan menghela nafas panjang sebelum ia mengetuk pintu ruangan tersebut dan memanggil si Kapten teknisi militer Theta dari luar
“ Polly-chan ! Polly-chan ! Kamu disana ?! “
( suasana hening seketika karena Swift Polly tidak menjawabnya )
“ Polly-chan ? Boleh aku ma- “
(Pintu ruangan Swift Polly tiba-tiba terbuka)
“ Ah ? “
Oxtoroo masuk keruangannya Swift Polly yang gelap dan masih dalam keadaan rapi. Saat ia menghidupkan lampunnya, ia terkejut saat melihat Rough Polly ada disana sambil memutar kursi kerja yang ada diruangan tersebut. Melihat kedatangan mantan pacarnya tersebut membuat ia bertanya keberadaan rekan kerjanya
“ Polly-chan ? “
( Klik )
“ Hei ! Oxtoroo-kun ! Kau suka dengan penampilan baruku ? “ Sambut Rough Polly dengan ekspresi tenang dan menawannya
“ Ah ! R-Rough ?! “ Tanya Oxtoroo yang kaget dengan nada bingungnnya
“ Apa ? Kok kaget sih~ aku ini perempuan dan wajar jika aku satu kamar dengan adik perempuanku disini ! “ Gerutu Rough Polly
“ Hoooo ! Jika iya bisa aku bertanya dimana Swift sekarang ?! “ Oxtoroo langsung bertanya kepada Rough dengan nada tegas dan curiganya kepada si prajurit elit tersebut
“ Bukannya dia membantu kalian diruang penyimpanan para robot ? “
“ Jangan pura-pura bodoh ! Aku bisa lihat Swift benar-benar tidak bersemangat saat melapori kegagalan misi kita ! Jadi aku curiga kau pasti membicarakan sesuatu dengannya sebelum melakukan misi kita ! “ Jelas Oxtoroo yang perlahan mendekati Rough Polly dan langsung mengambil kerah seragamnya
“ A-apa ? “
“ Kau masih ingin berbohong ! Aku tidak takut akan statusmu ! Kita seimbang karena aku adalah penasehat kekaisaran ! Sekarang beritahu aku dimana Swift ?! “ Tanya Oxtoroo dengan tegasnya
Merasa jika Oxtoroo mengetahui rahasianya, Rough Polly mulai tertawa kecil dan langsung memuji kepintaran mantan pacarnya tersebut sambil melepaskan cengkramannya dari kerah seragamnnya
“ Ehehe ! Oxtoroo-kun~ aku benar-benar takjub kau tidak lagi menjadi sosok cowok bodoh ! Tidak hanya kau merasakan ada yang salah dengan kematian Yang Mulia...tapi juga kau bisa tahu akan rahasiaku selama dalam misi ! “ Jelas Rough sambil melepaskan cengkraman Oxtoroo dikerah seragamnya
“ Kau...”
“ Swift sebenarnya pantas untuk mendapat hukuman karena pada dasarnya ia tidak bisa bekerja dengan baik dimisi pencarian Tuan Muda ! Entah apa dia yang bodoh atau dia memang terlalu lunak dengan musuh ! “ Lanjut Rough sambil dengan santai berjalan memojok Oxtoroo
“ Jadi kau percaya bisa mengalahkan mereka ? Sepertinya kau lupa mereka itu adalah binaan dari Prisman Beta dan salah satu dari mereka memiliki darah Kazenoid ! “ Ujar Oxtoroo
“ Mereka memang kuat! Sayangnya mereka semua tidak pintar dan masih kekurangan pengalaman dalam bertarung atau mengetahui gerakan musuh ! Jika pertarungan bukanlah guru mereka untuk menjadi lebih baik dan lebih kuat...maka penderitaan adalah satu-satunya untuk mengajarkan mereka pelajaran yang berharga “ Jelas Rough Polly
“...”
“Jadi kau masih melanjutkan ini ?Atau mau mempercayakan kami ?! “ Tanya Rough Polly yang memojok Oxtoroo sambil menatapnya dengan tajam
“...”
__ADS_1
“Kuanggap itu kau setujuh dengan pertanyaan nomor 2 ! “ Ujar Rough Polly sambil tersenyum
“ Kkkh ! “
“ Nah ! Sepertinya ada beberapa hal yang harus kau lakukan bersama Sampson ! Kalau begitu pergilah kekota itu sama dia dan Mag-Ni5 sementara aku akan melanjutkan diskusi dengan prajurit elit lainnya ! Daaaaah~ “
Oxtoroo masih terdiam dan hanya melirik kearah Rough Polly dengan ekspresi kesalnya sambil menggepalkan kedua tanggannya. Ia sadar bahwa dia harus mencari jalan damai kepada Dullart untuk mengajaknya kembali demi menyelamatkan mereka semua dari niat Morsdantaque yang ingin merebut tahta kekaisaran dan menguasai galaksi Theta dengan teror ketakutannya
“ Wanita sialan itu !!! “ Geram Oxtoroo
Dirumah Rigel, Dullart terlihat sedang berlatih sendirian diarea pelatihan bersama dengan para Holonemy yang dipasang oleh FAIS.Ia sudah berlati sendirian selama 3 jam sejak pagi dan sengaja melupakan jam sarapannya.Saat ia mulai kelelahan, Rigel menghampirinya dan mengajanya untuk istirahat sejenak
“ Haaaah! Haaah! Haaah! Haaaah! Masih belum ! Ini! Masih belum cukup ! Haaah! Haaah! Haaah! Kenapa aku belum bisa menjadi Fighter ?! “ Ujar Dullart kepada dirinya sendiri sambil memperhatikan telapak tangannya
“ Tuan Dullart...apa anda masih ingin melanjutkan latihan anda ? “Tanya FAIS
“ Hentikan dulu ! “ Ucap Rigel yang tiba-tiba datang keruang pelatihan
“ AH ! Ri-Rigel-san ! “
“ Aku sudah melihatnya ! Kau sudah berlatih sangat baik ! Dan sepertinya kau juga melupakan sarapanmu ! “ Jelas Rigel sambil duduk disamping Dullart
“ Aku...masih bisa bertahan ! “ Ucap Dullart
“ Yaaaa...aku tahu ! “
“...”
“ Tapi tidak ada salahnya jika istirahat sejenak ! Kau sudah memaksakan dirimu latihan seorang diri ! Yaaa kau bukanlah sosok yang pemalas...hanya saja waktu itu kau belum bisa membuang rasa takutmu dengan Morsdantaque ! “ Jelas Rigel dengan nada pelannya sambil menawarkan botol jus jeruk dan roti Melonpan ke Dullart
“ Ini...”
“ Nah makanlah dulu dan beristirahatlah ! “ Kata Rigel sambil memberikan senyuman kepada Dullart
“ U-untukku ? Terima kasih...Rigel-san ! “ Dullart akhirnya mengambil botol jus dan Melonpan dari tangan Rigel
“ Sejujurnya kau itu mengingatkan pada diriku saat pertama kali menjadi Fighter dan berusaha untuk terbebas dari tanggung-jawabku sebagai tentara super Prisman ! Saat aku merasakan tidak ada yang harus kutakutkan lagi...itu membuatku bertekat untuk menjadi lebih kuat dan bisa terbuka seperti orang normal pada umumnya “ Ujar Rigel yang teringat akan dirinya saat masih remaja
“ Bisakah kamu bercerita sedikit seperti apa mereka ? “ Tanya Dullart
“ Mereka ? Maksudku Nigulas dan yang lain ? “
“ Hu’uh ! “
“ Perasaan aku sudah menceritakannya beberapa hari yang lalu~ apa kamu masih belum puas penasaran seperti apa mereka ? “ Tanya Rigel
“ Yaaa ceritakan saja pengalamanmu saat latihan dengan mereka ! Aku penasaran seperti apa cara kalian berlatih satu sama lain “ Ujar Dullart
“ Okeee~ akan kuceritakan seperti apa mereka semua kepadamu “
*****
Saat jam istirahat, Tazuya dan Inuya terlihat sedang makan siang bersama dengan rombongan siswa kelas 1-LA-A lainnya diatas atap gedung Bahasa. Mereka berbicara tentang tentang aktivitas sekolah mereka dan juga menyadari jika sebentar lagi mereka akan menghadapi ujian tengah semester di pertengahan bulan Mei
“ Wah waaah~ tidak kusangka sebentar lagi mau Mei ya ! “ Ujar Danmari Kosugi
“ Dan tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Juli dan bisa liburan musim panas bersama-samaaa~ Ayo kita pikirkan mau kemana nanti selama liburan ! “ Ujar Kiko kepada yang lainnya
“ Bulan Mei saja belum masuk tapi kau sudah memikirkan bulan Juli ! Apa kau sudah siap dengan peranmu di pentas drama kita ? “ Tanya Vladimir
“ Eeeeeh...la-lagian itu juga bukan peran utama kok ! “ Kata Kiko
“ Hei ! Jadi kau tidak tahu kamu itu dapat peran pendukung bukan peran sampingan hah ? “ Tanya Alessander yang duduk dibelakangnya sambil menunjukan wajah bosan dan cemberutnya kepada Kiko
“ Tahu kok ! Uweee~ Aku hanya terlalu bersemangat memikirkan liburan sampai-sampai aku lupa perbedaan peran pendukung dan perang sampingan cerita ! “ Ujar Kiko yang berusaha untuk tidak mengakui jika dirinya tidak tahu apa perbedaannya
“ Okeee~ jika kau merasa pintar aku harap kamu tidak mendapatkan peringkat terendah diantara kita semua “ Celetuk Alessander
“ Hah ! Itu mudah ! “ Ujar Kiko dengan nada remehnya
“ Jika kau bisa mengalahkan Ryuga...Haku...Vladimir dan Evelyn Zhao dari kelas IPA...aku akan bertekuk lutut denganmu dan mengakui kepintaranmu ! “ Kata Tazuya
“ Oke ! “ Kiko menerima tantangan Alessander dan Tazuya
“ Haaaaa~ ternyata masuk kelas bahasa itu sulit juga yaaa~ kupikir pelajarannya tidak seberat apa yang ada dikelas IPA ! Jujur saja...aku masuk kelas Bahasa karena aku ingin menghindari hal-hal berbau hitung-hitungan ! “ Keluh Kenneth
“ Tidak ada didunia ini yang namanya “sangat mudah” ! Bahkan sesuatu yang dianggap mudah saja itu bisa menjadi sesuatu yang sulit “ Ujar Inuya
“ Sebenarnya tidak akan sulit jika kita bisa menikmati atau menjalaninya “ Kata Shan-Lee
“ Benar juga ! “ Ataru setujuh dengan apa yang dikatakan Shan-Lee
(Smartphone Inuya berbunyi)
“ Papa ? “
Inuya tiba-tiba mendapat telpon dari Papanya, Toshi Namidashi, dan ia langsung pergi kesisi lain atap sekolah karena ia merasa jika papanya memiliki panggilan penting kepadanya. Tidak sampai 5 menit, Inuya langsung bergegas menarik tangan Tazuya yang asyik bercerita dengan siswa lain sambil mengatakan bahwa ia harus menemaninya ke Amai Bakery sekarang juga
“ Tazuya ! Ikut aku ! “
“ Uwaaaa ! Hei pelan-pelan kita mau kemanaaa ! “
Mereka berdua melewati Jubei yang baru saja datang bersama dengan Vlada dan Haku. Saat ia memperhatikan Tazuya dan Inuya bergegas pergi kebawah dengan tergesa-gesa, Ataru langsung melambaikan tangan dan memberikan pesan kontak telepati jika tidak ada musuh yang harus mereka hadapi
“ Ta-Tazuya ? Inu-“
“ Jubei-chan ! “ Panggil Ataru
“ Eh ? “
“ Tidak ada ancaman ! Percayalah denganku ! Mereka pergi karena ada urusan lain” Kata Ataru dari kontak telepatinya sambil melambaikan tangan
“ Ooouuh “ Jubei mengangguk-angguk menandakan bahwa ia mengerti apa yang dikatakan Ataru
Tazuya dan Inuya keluar dari pintu belakang gerbang sekolah karena gerbang utama dijaga ketat oleh Pak Torikage di pos penjaga. Saat keluar dari sekolah dari pergi menuju halte bus, Tazuya bertanya kepada Inuya apa yang membuat ia terburu-buru kembali kerumahnya
“ Oi oi oi ! Ke-kenapa kau tiba-tiba menarikku keluar dari sekolah ?! Apa ada masalah ? Apa orang tuamu diserang oleh musuh ? Haaaaa...apa jangan-jangan mereka sudah tahu identitas kita ? Dan akhirnya diserang oleh apara Alien ?! “ Tanya Tazuya dengana nada paniknya
__ADS_1
“ A-a-aku juga tidak tahu ! Tapi saat Papa menelponku aku merasa tidak ada suara keributan serius disana “ Ujar Inuya dengan nada keraguaan
“ Hah ?! Jadi kita- “
“ Sebenarnya Papa sih memintaku datang kemari sekarang karena Mama “ Jelas Inuya yang masih ragu dengan alasan kenapa ia disuruh datang kerumahnya
“ Hng ? “ Tazuya hanya bisa memasang wajah ragunya kepada Inuya yang juga ragu akan permintaan kedua orang tuanya untuk datang kerumah mereka sekarang
Tazuya dan Inuya sampai ke Amai Bakery. Disana mereka langsung disambut Toshi bersama dengan Ringo yang gemetaran duduk disamping meja kasir yang membuat Inuya langsung bertanya apa yang sedang barusan terjadi
“ Aku pulang ! “
“ Apa kabar Tuan dan Nyonya Namidashi “ Sapa Tazuya
“ Aaaah~ Inuyari ! Dan Nak Tazuya~ sudah lama tidak datang kemari yaa~ kamu masih imur seperti biasa “ Sapa Toshi dengan ceria
“ Inuyariiiiiii~ “ Teriak Ringo yang histeris sambil memeluknya
“ Ah ! Ada apa Ma? “ Tanya Inuya dengan kebingungan
“ Apa tadi...anda barusan diserang oleh...seseorang ? “ Tanya Tazuya dengan ragu-ragu kepada Toshi dan Ringo
“ Diserang ? Aahahaha bukan-bukan-bukan ! Iniiiiii lebih buruuuuk dari diserang seseoraaaang~ “ Jelas Ringo sambil mendekati Tazuya
“ Eh ? “
Tidak lama kemudian, mereka mendengar sirine mobil polisi yang datang kesebuah bangunan yang dihuni oleh Bu Shouko. Setelah itu akhirnya Ringo berkata bahwa ia merasa sangat terganggu saat melihat Ibu Shouko bertengkar dengan putranya yang bolos sekolah dan ketahuan mabuk bersama teman-temannya
“ Apa kamu sudah tahu apa yang membuat aku memanggilmu kemari nak ? “ Tanya Toshu
“ Eh ? Apa disana ada perampokan ?! “ Tanya Tazuya
“ Anak Bu Shouko kenapa ditangkap polisi ? “ Ujar Inuya
“ Oooooh~ ehehehe~ begini ceritanya! Saat kami sedang melayani pembeli kami tidak sengaja mendengar keributan antara Bu Shouko dan puteranya yang nakal itu~ Aku tahu kamu pasti ingat anaknya itu adalah anak nakal si tukang pemabuk kan ? Yaaa...saat aku melihat mereka bertengkar itu membuatku sedikit takut dengan kondisimu saat ini~ “ Jelas Ringo sambil berusaha menenangkan dirinya sendiri
“ Hoo~ jadi begitu “ Kata Tazuya yang paham akan maksudnya Ringo
“ Ini tehmu sayang “ Toshi baru kembali dari dapur sambil memberinya teh hangat
“ Okeee~ kelihatannya ibu masih percaya dengan drama bodoh yang ada di Televisi soal anak durhaka dengan orang tuanya yang bodoh dan tidak berdaya lagi ! “ Keluh Inuya
“ Drama bodoh ?! Hei itu bisa terjadi didunia nyata looh ! Kalian sudah lihat itu sedang terjadi ‘kan ?! Jadi jangan diremehkan wahai anak mudaaaa ! “ Gerutu Ringo sambil mengunyah roti manis yang disediakan Toshi untuk menenangkannya
“ Yaaa~ tapi itu bukan berarti itu terjadi dengan aku Ma ! Mama sendiri juga tahu semua teman-temanku tidak punya pengaruh buruk untukku ‘kan ? “ Ujar Inuya yang sedikit jengkel dengan paranoidnya Ringo yang berburuk sangka dengan pertemanannya
“ Eeeeh~ iyayaaa~ aaaah kamu benar juga ya naaak~ Maaf Nak Tazuya karena aku berpikir seperti itu~ aku hanya sedikit takut dengan apa yang terjadi dengan putra kami semasa berada di asrama hehehehe~ “ Jelas Ringo kepada Tazuya
“ Tidak masalah Nyonya Namidashi “
“ Aaaaah bagus bagus ! Kalian lagi jam istirahat bukan ? Bagaimana kalau aku memberi kalian jus jeruk, donburi dan roti asin untuk cemilan siang ?! “ Ujar Ringo dengan nada cerianya
“ Boleh Ma ! “
“ Baiklaaaaah~ Ayo kita keruang makan dilantai ataaas~ Sayang tolong jaga meja kasir yaaa~“ Ringo dengan cerianya menarik Tazuya dan Inuya untuk pergi keruang makan rumah keluarga Namidashi
Disaat yang bersamaan dimana Tazuya dan Inuya dibawa menuju ruang makan dilantai atas,Oxtoroo datang dengan penyamaran untuk membeli roti sekaligus mengambil kembali robot Spidaro yang ia pasang disekitar toko roti tersebut
“ Aaah~ selamat datang di Amai Bakery tuan muda ! Silahkan pilih roti yang anda mau disini “ Sambut Toshi dengan ramah dan sopan
“ Yaaaa “ Ujar Oxtoroo yang mengambil roti sambil mengambil Spidaro dan menyimpannya di saku jaketnya
“ Ini saja ? Okeee totalnya 600 Yen “
“ Ini dia “ Oxtoroo menyodorkan uang kepada Toshi
“ Baiklah ! Terima kasih sudah datang ke toko roti kami ! “
Diruang makan, Tazuya bertanya kepada Inuya tentang Ringo yang sangat cepat berubah moodnya dari yang gelisah dan akhirnya kembali ke mood normal cerianya. Namun Inuya hanya menjawab jika itu bukan masalah serius dan Ringo memang kebiasaan selalu mencemaskan segala hal yang berhubungan dengannya
“ Inuya...ini pertama kalinya aku melihat Mama-mu bertingkah seperti ini “ Bisik Tazuya
“ Mama sebenarnya selalu seperti itu...hanya saja dia berusaha untuk tidak menunjukannya didepan orang “ Jelas Inuya dengan santainya
“ Jadi dia juga seperti itu didepan keluargamu yang lain ? “
“ Itu...sejujurnya...aku tidak pernah menemui keluarga lain kami ! itu karena Papa mengatakan kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan...sedangkan Mama...ia tidak mau bicara apa-apa soal keluarganya ! Aku tahu dia punya seorang kakak perempuan dan saudara ipar...Mama mengatakan jika mereka juga meninggal dalam misi kemiliteran 15 tahun yang lalu “ Jelas Inuya
“ Hmmm mungkin saja keluarga pihak Mama-mu adalah orang militer ? “
“ Entahlah ! Mama bukan orang yang suka bercerita soal keluarganya ! Dan soal perubahan sifatnya...itu sudah ada sejak lama...bahkan selalu diatasi dengan minum anggur beralkohol...karena kami mencemaskan kesehatannya itu membuat Mama berusaha untuk tidak meminum itu ! Yang kutahu dari Papa sebelum aku lahir...beliau sempat keguguran “ Jelas Inuya yang berpikir alasan tentang perubahan sifat Ringo yang sangat cepat yang ia pikir berasal dari trauma kegugurannya
“ Begitu “
“ Mama terkadang menyebalkan...tapi dia benar-benar penyayang ! Jadi aku tidak punya masalah serius dengan beliau dan juga Papa “ Lanjut Inuya sambil tersenyum lembut dan memperhatikan jus jeruknya
“ Aaah~ syukurlah jika kamu berkata begitu Inuya ! Aku senang mendengarya “ Ujar Tazuya
“ Hmmm “
“ Dan kurasa...aku bisa lihat alasan kamu sering menolak cewek yang menembakmu karena kamu takut Nyonya Namidashi berpikiran yang aneh-aneh ya “ Ujar Tazuya
“ Tidak juga sih~ bukan hanya karena Mama...tapi aku tidak tertarik ! “ Gerutu Inuya
“ Tadaaaaaaaaa~ makanan sudah siaaaap~ sekarang cepat habiskan atau nanti kalian akan terlambat ke jam mata pelajaran yang selanjutnya “ Kata Ringo sambil memperingatan kepada Tazuya dan Inuya untuk menghabiskan makanan mereka
“ Terima kasih Nyonya Namidashi ! M-maaf sudah merepotkan anda “
“ Okeee! Selamat makan ! “
“ Selamat makan ! “
Tazuya dan Inuya langsung menyantap Donburi dan roti asin yang disediakan oleh Ringo untuk makan siang mereka. Saat mereka membersihkan piring bekas mereka makan, Inuya melirik kearah Ringo yang sedang menonton drama di televisi sesaat sambil memikirkan akan apa yang selama ini disembunyikan Mamanya
“ Mama...” Ujar Inuya dengan nada kecilnya sambil menghela nafas dan pergi kewastafel untuk membantu Tazuya mencuci piring bekas mereka
*****
__ADS_1