
Disisi lain kota Shinjitsu, Jubei terlihat sedang masih dalam perjalanan keapartemennya yang lokasinya cukup jauh dari Asrama maupun SMA Internasional Shinjitsu. Saat masih didalam bus, Jubei melihat postingan sosial media teman sekelasnya termasuk postingan dari para V-FIGHTER di Kuil Nagano
“ Haku-chan terlihat sangat menikmati liburannya hari ini~ ternyata para cowok sedang berada di Kuil Nagano ? Hmmm~ kurasa tidak ada salahnya selesai misi nanti aku akan mengajak mereka pergi ke sana ! Aaaah~ Tazuya dan sepupunya ? Kelihatannya mereka mulai akur ehehe~ “ Ujar Jubei sambil memperhatikan semua postingan teman-temannya
Jubei akhirnya sampai keapartemennya. Lokasi apartemen Jubei dan Jiyu berada di lantai 6. Pada awalnya Jiyu menyewa apartemen kecil sederhana dua lantai saat ia pertama kali masuk SMA di Shinjitsu. Saat Jubei memutuskan untuk bersekolah SMP di Shinjitsu dan Jiyu mendapatkan pekerjaan sampingan dengan gaji yang cukup besar semasa kuliah, Jiyu akhirnya mampu menyewa apartemen yang cukup modern agar Jubei tidak merasa minder dengan tempat tinggal mereka di Shinjitsu
“ Okeeee~ huuuufff “ Jubei mengambil nafas sebelum keluar dari Liftnya
Jubei keluar dari lift apartemen tersebut. Disaat yang bersamaan dimana ia memasuki Apartemennya, Ibunya Jubei yang bernama Hana Fujieda keluar dari ruang apartemennya untuk membuang sampah pasca menyedot debu diruangan tersebut
“ Ah ! Ibuuuuuu~ “ Panggil Jubei yang langsung berlari untuk menghampirinya
“ Jubeeeeeeei~ “ Sapa Hana yang langsung memeluk putrinya
“ Ibu barusan nyampai ? “ Tanya Jubei
“ Eeeeeh~ tidak- tidaaak~ kami semua datang 2 jam yang lalu kok~ Untungnya Kakakmu ada didalam dan aku segera langsung membantunya untuk bersih-bersih dan menyiapkan makan siang “ Jelas Hana
“ Kami semua ? Itu artinya ayah dan ibu datangnya tidak berdu- “
“ YAHOOOOOOOOUUUUUU~ “ Tiba-tiba sepupu laki-laki Jubei dari pihak ibunya yang bernama Kondo Kagerou tiba-tiba datang dan mengejutkannya dari belakangnya. Ia dan Jubei seumuran dan Kondo lebih muda darinya 2 bulan
“ HYAAAAAAAAAA ! “
“ Ahahahahaa~ lama tidak bertemu wahai sepupukuuuu~ kamu makin tinggi dan feminin saja yaaa~ “ Goda Kondo
“ AAAAAAAAAAGHHH~ KONDOOOOOOOOOOOOOOO ! “ Teriak Jubei yang jengkel sambil berusaha untuk membalas sepupunya dengan memukulnya pakai sepatu yang sontak membuat Kondo dengan refleks menghindarinya
( SAT! SAT! SAT! SAT! SAT! )
“ Eheheheeeii Jubei-kun energi “cewe maskulin”-nya masih ada juga ya “ Puji Kondo sambil berusaha untuk menghindar semua seranganya Jubei dengan tawanya
“ Wah waaaah~ Jubei-kun~ kamu memang belum berubah walau kamu sudah menjadi wanita yang sangat cantik~ “ Sahut Bibi Sora Kagerou yang tidak lain ibu dari Kondo dan Kakak perempuan dari Hana
“ Dia jadi sama cantiknya dengan Kak Hana yaaa~ “ Gumam suaminya Bibi Sora yang bernama Taro Kagerou
Jubei sedikit kaget karena kedua orang tuanya tidak mengatakan apapun tentang kedatangan Paman dan Bibinya ke Shinjitsu. Mereka mengatakan kepada Jubei jika mereka ingin berlibur ke Shinjitsu selama Golden Week sambil ikut menemani Kato dan Hana untuk pergi ketempat orang tuanya Mamoru besok siang
“ Ah ! Paman Taro ? Bibi Sora ? Kalian juga disini ?! “ Tanya Jubei dengan nada kagetnya
“ Yaaaaa~ untuk liburan selama Golden Week~ “ Jawab Bibi Sora dengan nada cerianya
“ Ayo masuuuuuk~ bawa semua kuemu kedalam “ Ajak Hana kepada Jubei untuk masuk kedalam Apartemen
“ Ayah dan Ibu tidak bilang jika keluarganya Bibi Sora juga akan datang kemari~ Uangku sudah tidak cukup untuk memberi roti tambahan ! “ Bisik Jubei kepada Hana
“ Jangan cemas... Taro-kun sudah membawa daging dan sayur-sayuran dari Hokkaido... jadi kita bisa membuat Yakiniku untuk makan siang “ Gumam Kato yang membantu putri tertuanya Jiyu untuk menyiapkan Yakiniku
“ Jubei~ Ooooh syukurlah kamu datang juga akhirnya~ letakan saja kue dan roti itu dimeja makan “ Gumam Jiyu yang masih sibuk menyiapkan makan siang
“ Jadiii... dimana paman dan bibi akan menetap ? Kamar diapartemen ini hanya ada tiga kamar “ Jubei bertanya kepada kedua orang tuanya sambil mengeluarkan semua kue dan roti yang ia beli di toko roti
“ Mereka bertiga menyewa apartemen di lantai 1 dimana itu adalah area khusus untuk disewa perminggu dan perhari “ Jawab Jiyu
“ Ooooh~ oke okeee~ baguslah kalau begitu “ Ujar Jubei dengan senyumannya
“ Ayoooo~ saatnya kita makan siaaaang~ “ Panggil Hana kepada yang lain untuk berkumpul dimeja makan
Jubei dan semua anggota keluarganya berkumpul dimeja makan untuk bersiap menikmati santapan makan siang berupa daging Yakiniku khas Hokkaido, salad kentang mayonaise dan jus jeruk. Sambil makan siang para keluarga meminta Jubei untuk menceritakan pengalamannya di SMA Internasional Shinjitsu
“ Selamat makaaaaan~ “
“ Ayo makan yang banyak Kondo ! Kamu tidak lihat jika Jubei-kun tingginya sudah setera denganmu ? “ Tegur Sora dengan Kondo yang mengambil daging dan nasi yang sedikit
“ Sabar Buuuu~ padahal aku setiap hari minum susu loh ! “ Gerutu Kondo
“ Uwoooooooooogghh~ Aqwu swuduh lumuuuu... tidak makan daging selama di asramaaaaa~ “ Puji Jubei yang berbicara sambil makan salah satu daging lidah sapi
“ Jubei ! Jangan makan saat mulutmu sedang penuh ! “ Tegur Kato yang duduk disampingnya
“ Tapi ini benar- benar enak~ “ Gumam Jiyu yang setujuh dengan pendapat adik perempuannya
“ Jadiii~ sejak kapan Paman Taro berada di Hokkaido ? “ Tanya Jubei yang masih memakan daging yakinikunya
“ Sejak kamu berada di Shinjitsu untuk melanjutkan SMP-mu~ Awalnya kami ingin pindah ke Kobe~ Tapi kami memutuskan untuk menetap ke Hokkaido karena teman-temanku banyak tinggal disana ! Jadi akan sangat mudah untuk saling belajar satu sama lain tentang berternak ! Seperti yang kamu tahu... Hokkaido adalah tempat yang cukup bagus untuk berternak dan memproduksi makanan ! Karena kita sudah punya kemampuan untuk berterak dan mengurus hewan ternak... syukurlah kami bisa menjalani kehidupan baru di Hokkaido dengan baik ! Nanti jika kalian ada libur panjang... mampirlah sesekali kesana “ Jelas Paman Taro menjelaskan kehidupan barunya di Hokkaido
“ Syukurlah jika kalian bisa beradaptasi dan menjalani kehidupan kalian lebih baik di Hokkaido... kuharap kalian bisa menghabiskan masa tua kalian disana dengan baik “ Ujar Kato yang senang mendengar cerita dari Paman Taro
“ Yaaaaa ! Bahkan Kondo-kun sudah menjadi siswa populer disekolahnyaaa~ Dia bahkan banyak fans wanita yang sering mengejarnya~ ohohohoho~ “ Ujar Sora sambil memuji Kondo
“ Tolonglah Bu~ jangan bikin aku malu dengan Jubei-kun ! “ Gerutu Kondo dengan wajah merah meronanya
“ Jadi Jubei~ bagaimana dengan kehidupanmu di SMA Internasional Shinjitsu ? “ Tanya Hana yang penasaran dengan kehidupan Jubei di sekolahnya
“ Eh ? “
“ Yaaaa~ terlebih kamu adalah orang kedua dari Kijishi yang berhasil masuk ke SMA favorit diseluruh Asia ! Sekolah elit pula ! Jadi tolong ceritakan seperti apa pengalamanmu disana Jubei “ Ujar Kato yang meminta Jubei untuk menceritakan pengalamannya
“ Hmmm~ tidak begitu spesial ehehehe~ “ Jawab Jubei yang ragu ingin membicarakan sesuatu tentang pengalamannya
__ADS_1
“ Ayolaaaaah~ adik kecilku~ ceritakan saja dan jangan malu-malu “ Bujuk Jiyu
“ Okeeeee~ sebenarnya siiiih~ Aku bisa masuk kesekolah itu karena benar- benar murni keberuntungan... kuakui soalnya memang cukup sulit dan ada beberapa diantara soal itu benar- benar diluar dari apa yang kupelajari “ Jelas Jubei sambil mengingat momen ia terkejut melihat semua soal ujian masuknya
“ Dan bagaimana dengan teman- temanmu ? “ Tanya Kondo
“ Mereka semua adalah orang yang baik... aku benar-benar tidak menyangka walau kebanyakan mereka semua berasal dari keluarga orang ternama...ternyata masih banyak diantara mereka adalah orang yang sangat baik ! Sangat berbeda dengan apa yang kebanyakan orang Kijishi pikirkan tentang mereka yang dianggap sebagai “Si kaya pemalas yang licik”! Untuk siswa internasional... mereka cukup asyik untuk jadi teman ! “ Jelas Jubei sambil menceritakan tentang seperti apa siswa-siswi disekolah tersebut
“ Hmmm menarik juga~ “ Gumam Kondo
“ Tentu saja ! Ketahuilah... aku yakin orang di Shinjitsu pasti ada yang berpikir sama seperti kita yang menganggap orang Kijishi itu “kotor dan hina” hanya karena kita selalu dibelakang mereka... tapi kenyataannya... masih banyak orang yang mau menjadi teman kita tanpa peduli status kita sebagai orang Kijishi ! Yaaa contohnya saja seperti teman-temannya Jubei itu... mereka adalah orang asli Shinjitsu yang sangat baik tanpa mengenal statusnya Jubei sebagai orang Kijishi “ Jelas Kato tentang pandangan orang tentang kesenjangan status penduduk Shinjitsu dan Kijishi
“ Mungkin akan sangat bagus jika Jubei-kun bisa diterima bekerja dengan salah satu perusahaan milik keempat keluarga elit Shinjitsu itu~ “ Gumam Sora
“ Heeeeee~ akan sangat bagus jika ia bisa membangun usaha sendiri ! Dan jika didalami secara tekun... Jubei bisa menjadi orang yang sukses dengan usahanya sendiri serta menjadi sukses sama seperti Kakaknya ! “ Sahut Hana yang percaya dengan kemampuannya Jubei
“ Eh ? Ummm~ be- benarkah itu ? “ Tanya Jubei dengan nada kagetnya
“ Tentu Jubei ! Jika kakakmu bisa... adiknya harus bisa juga “ Ujar Jiyu yang berusaha untuk membuat Jubei menjadi semangat
Mereka kemudian mengganti topik tentang persiapan pernikahannya Jiyu dan menanyakan soal Mamoru. Jiyu dan Mamoru ternyata sudah sepakat untuk menikah dibulan Juni pada awal musim panas dimana SMA Internasional Shinjitsu sudah mulai melakukan libur musim panas selama sebulan
“ Jadi Jiyu-chan... apa kamu siap untuk mendaftarkan dirimu dan calon suamimu ke birokrasi ? Dan seperti apa calonmu itu ? “ Tanya Sora
“ Kami sudah saling kenal sejak SMA... dan sudah mulai berpacaran saat sudah kuliah siih~ Mamoru adalah orang yang baik dan dia adalah pegawai di salah satu perusahaan cabang keluarga Akashinya dan bekerja dibagian permorgraman~ soal kapan kami menikah... kami sepakat menikah diawal Juni “ jelas Jiyu tentang Mamoru dan rencana pernikahan mereka
“ Aaaaaah~ bagus bagus ! Sudah kuduga Jiyu-chan mendapatkan orang yang terbaik untuk menjadi suami masa depannya~ “ Puji Paman Taro
“ Ibu dan ayah senang karena kamu bisa memegang kepercayaan keluargamu untuk menjadi orang yang terbaik di Shinjitsu “ Gumam Kato yang bangga dengan Jiyu
“ Te- terima kasih “ Jawab Jiyu sambil tersipu malu
Mendengar semua pujian dan percakapan keluarganya tentang Jiyu, ekpresi Jubei perlahan berubah menjadi trenyuh karena walau dia senang melihat Kakaknya bisa mendapatkan hidup yang baik, Jubei merasa masih sangat tertinggal jauh darinya
*****
Saat selesai makan siang, Jubei terlihat sedang membantu ibu dan kakak perempuannya untuk membersihkan meja dan Jubei dapat bagian membersihkan piring bekas makan siang barusan. Saat Jiyu menawarkan diri untuk membantu adiknya mencuci piring, Jubei memutuskan untuk berbicara tentang perasaanya jika Jubei berhasil melampauinya sedangkan Jiyu merasa kagum melihat Jubei jauh lebih bersosial ketimbang dirinya
“ Jubei~ kakak ikut bantu yaaaa~ “ Ujar Jiyu sambil menghampiri Jubei yang sedang berfokus dengan mencuci piring
“ Oh ! Ti- tidak usah repot-repot~ Kakak mending melihat semua berkas yang akan diisi untuk pihak birokrasi bersama ayah diruang tamu “ Ujar Jubei yang berusaha untuk menolak tawaran dari Jiyu
“ Ayah sedang menelpon seseorang diluar... sedangkan Ibu masih sibuk memastikan jika tidak ada debu yang tersisa diruang tamu... jadiiii~ daripada aku bengong disana mending aku bantu kamu saja “ Jelas Jiyu
“ Okeee~ “
( Terdiam sesaat )
“ Eeeeeh ? Be- benarkah itu ? “
“ Yaaa~ karena itu aku agak sedikit minder dengan Mamoru-kun yang punya teman untuk diundang dalam sesi Groom Shower dan aku hanya punya 3 teman terdekat untuk sesi Bridal Shower nanti... dan jika suatu saat kalau Jubei akan menikah pasti bakal seru nantinya jika teman-temanmu banyak yang datang “ Lanjut Jiyu yang mengungkapkan jika ia masih minder dengan Mamoru yang punya banyak teman ketimbang dirinya
“ Hmmmm~ menjadi terkenal itu tidak menjamin kita bisa mendapat banyak teman dekat yaaa “ Gumam Jubei
“ Sepertinya begitu... banyak orang yang tahu tentang aku... tapi tidak semuanya dekat denganku... Mamoru-kun yang lebih dariku karena dia tidak hanya pintar tetapi juga sangat karismatik “ Gumam Jiyu sambil membandingkan dirinya dan Mamoru
( Jubei berpikir sebentar )
“ Kakak... apa suatu saat aku bisa melampauimu ? “ Tanya Jubei sambil mengelap beberapa piring dan gelas yang sudah dicuci
“ Hmmm~ itu tergantung denganmu apakah kamu bisa menggapai sesuatu dengan hasil kerja kerasmu... Tapi aku yakin kamu pasti bisa mendapatkan sesuatu yang lebih baik dariku “ Jelas Jiyu yang percaya jika Jubei bisa melampauinya
“... “
“ Jiyuuuu~ Ayahmu sudah menunggu diruang tamu “ Panggil Hana kepada puteri tertuanya untuk segera menemui Kato
“ Ah iya iya ! Aku datang ayaaaah “
Saat Jiyu meninggalkan dapur, Hana yang mendengar semua pembicaraan mereka memutuskan untuk melanjutkan topik pembicaraan tersebut dengan memberikan semangat kepada Jubei untuk tidak selalu minder dengan diri sendiri
“ Kupikir kamu sudah merasa lebih percaya diri saat berhasil masuk SMA unggulan “ Gumam Hana kepada Jubei
“ Maaf bu ! Kuakui aku memang... memiliki masalah yang tidak bisa kubicarakan karena ini ada hubungannya dengan Kakak ! Setiap kali aku mendengar perkataan orang tentang dia dan memuji kesempurnaanya... aku hanya... aaaah sudahlah ! Aku tidak ingin mengatakannya ! Kurasa akau memang tidak bisa seperti dia ! “ Keluh Jubei yang masih minder dengan keberhasilan Jiyu
“ Jubei... setiap orang punya sisi spesial mereka masing- masing... begitu juga dengan dirimu ! Kamu tidak perlu harus minder dengan siapa saja... jika kamu merasa tertinggal dari teman- temanmu atau juga kakakmu... yang harus kamu lakukan ialah mengembangkan semua potensimu~ Iri tapi tidak melakukan apa-apa itu sama saja bohong... kamu juga harus sadar jika kamu juga punya potensi “ Ujar Hana sambil menawarkan Nikuman kepada Jubei
“ Yaaa bu “ Jawab Jubei sambil tertunduk lesu dan mengambil Nikuman dimeja makan
“ Hmmm~ kamu bisa... memanah dan menembak dengan target yang sempurna saat berburu dihutan... bisa meracik ramuan... daaaaaan~ bisa memasak juga ! Aaaah~ bagaimana jika kamu mengembangkan yang pertama dan kedua saja ?! Mengembangkan teknik itu dibidang olahraga ! Tanganmu ini adalah tangan seorang pemanah... dan kau pasti akan menang ! “ Jelas Hana sambil memperhatikan telapak tangan putrinya
“ Eheheee~ tapi masih banyak kok yang lebih pro dariku Bu~ “ Ujar Jubei
“ Kamu sudah diajarkan ayahmu berbagai macam hal ! Termasuk dari berburu dan menggunakan senjata ! Mungkin jika ilmu bela diri adalah yang pas untuk kamu kembangkan “ Lanjut Hana
“ Hanaaa~ “ Panggil Sora yang masuk kedapur apartemen
“ Sora-Nee ? Ada sesuatu ? “ Tanya Hana
“ Sore ini maukah kita pergi ke Kuil Nagano ? Nanti ada parade Golden Week disana ! Jadi aku dan yang lain ingin kesana untuk melihatnya “ Sora ingin mengajak Hana pergi kekuil Nagano sore ini
__ADS_1
“ Ide yang bagus ! Iya ‘kan bu ? “ Tanya Jubei yang setujuh untuk kesana dikarenakan Tazuya dan yang lainnya ada disana
“ Hmmmm~ boleh juga ! Kita akan kesana agak sore karena Jiyu dan Kato-kun belum selesai mengisi lembarannya ! Bagaimana ? “ Ujar Hana yang setujuh dengan ajakan Sora
“ Okeee ! Aku akan beritahu Taro dan Kondo-kun dulu yaaa~ “ Ujar Sora sambil pergi keluar Apartemen untuk memberitahu suami dan anak laki-lakinya akan rencana mereka selanjutnya
“ Nah Jubei ? Apa kamu sudah cukup baikan sekarang ? “ Hana kembali bertanya kepada Jubei yang masih memakan Nikumannya
“ Ya Bu ! Aku sudah... merasa cukup lebih baik “
“ Kalau kamu penasaran dengan apa yang dilakukan Jiyu dan ayahmu... tidak masalah jika kamu ingin melihatnya “
“ Tidak usah bu... aku tidak ingin mengganggu konsentrasi mereka... aku akan kekamar untuk mencari baju mana yang pas untuk pergi kekuil Nagano “ Jubei menolak tawarannya Hana yang mengizinkannya untuk melihat apa yang dilakukan Jiyu dan Kato
Sore harinya di Kuil Nagano, Inuya dan yang lainnya terlihat sudah selesai menyaksikan pertunjukan Tarian tradisional yang dibawakan oleh Honoka dan para Maiko. Mereka bertujuh bertemu dengan Kiko dan Kenneth yang baru saja sampai ketempat pertunjukan tersebut
“ Aaaah~ kalian sudah selesai jalan- jalannya ? “ Tanya Vladimir
“ Tentu~ kami sekalian kesini untuk mengajak kalian melihat parade Golden Week yang akan berlangsung sejam lagi ! “ Jelas Kiko sambil menunjukan brosur parade di area Kuil Nagano
“ Hoooo~ bagus deh kelihatannya kamu sudah puas jalan-jalan di Kuil ini “ Ujar Alessander kepada Kiko
“ Mana si Iga ? “ Tanya Kenneth
“ Dia bertemu dengan sepupunya diruang kaligrafi “ Jawab Ryuga
“ Hei ! Kita makan dulu yuk ! Bagaimana kalau kita semua makan di stand Tako-chan yang disana ? Mumpung itu lokasinya dekat diarea parade “ Tawar Kiko kepada para siswa lain
“ Tidak masalah ! Lagian kita juga belum makan apapun dari tadi “ Ujar Shan-Lee
“ Kalian semua pergilah duluan ! Aku ingin menemui Tazuya dulu “ Sahut Inuya yang ingin pergi ketempat Tazuya dan Kazuya
“ Yaaaa “
Diruang kaligrafi, Tazuya dan Kazuya terlihat sedang bersantai bersama sambil meminum teh hijau dan Hanami Dango. Saat Inuya memasuki ruangan tersebut, Inuya ingin mengajak mereka berdua untuk ikut makan bersama dengan siswa kelas 1-LA-A lainnya
“ Heh ! Syukurlah kalian berdua tidak lari dari ruangan ini “ Ujar Inuya sambil menghampiri Tazuya dan Kazuya
“ Maaf yaa~ kamu tidak dapat bagian Dangonya “ Celetuk Kazuya kepada Inuya
“ Yang lain sudah menunggu kalian di Stand makanan Tako-chan untuk melihat parade disana... kalian mau ikut kesana ? “ Tanya Inuya sambil mengajak mereka berdua untuk pergi ke Tako-chan
“ Aku mau ! “
“ Kalian silahkan pergi duluan... suasana disini sebentar lagi akan ramai ! Jadi aku tidak bisa membiarkan tempat ini kosong tanpa penjaga “ Kazuya menolak ajakan Inuya
“ Baiklah~ kalau begitu aku pergi dulu ! Titip salam buat Paman dan yang lain yaaa~ Bye-bye~ “ Tazuya akhirnya berpamitan dengan Kazuya
“ Hmmm ! Terima kasih karena sudah mampir “
Di stand makanan Tako-chan, terlihat para siswa kelas 1-LA-A sedang berkumpul disana sambil menunggu sebuah parade. Tidak lama berselang, Jubei dan rombongan keluarganya datang kesana untuk melihat parade Golden Week disana
“ Oh ! Iga ! “ Sapa Shan-Lee
“ Bagaimana harimu dengan sepupumu tadi ? “ Tanya Ryuga
“ Hmm~ lumayaan~ “
“ Teman-temaaaaaaan~ “ Panggil Jubei yang baru saja datang bersama dengan keluarganya
“ Jubei ?! Jadi kamu bersama dengan keluargamu datang kemari juga ?! “ Sapa Tazuya sambil bertanya tentang keluarganya Jubei
“ Iiiiyap~ Kesini sekalian ingin melihat parade~ “ Jawab Jubei
“ Jadi ini temanmu yang sering kamu ceritakan ? Kurasa kamu belum bisa untuk menjadi cewek feminin karena kamu masih berteman dengan cowok ! “ Celetuk Kondo
“ Tidak ada salahnya ‘kan ? “ Ujar Jubei
“ Errr~ Sa- salam kenal ! “ Sapa Tazuya
“ Senang bertemu denganmu “ Ujar Ataru
“ Katakan apa diantara mereka ini ada pacarmu ? “ Bisik Kondo
“ EGH ! Omong kosong ! Aku belum punya pacar ! Kami hanya teman ! Teriak Jubei yang jengkel
“ Ehehehe~ yaaa~ yaaaa~ “
Parade Golden Week akhirnya dimulai dan suasana disana jadi semakin meriah. Saat menyaksikan parade tersebut, V-FIGHTER berdiskusi tentang misi mereka besok dan apakah mereka akan berhasil melaksanakannya
“ Menurutmu apa kalian siap besok ? “ Tanya Ataru
“ Siap tidak siap... kita sudah pasti harus menghadapinya ! “ Ujar Inuya
“ Lihatlah ini... sungguh meriah... tanpa ada gangguan para orang jahat “ Sahut Jubei sambil melihat situasi di parade yang sangat meriah
“ Sebagai El-Fighter... ini adalah tanggung-jawab kita untuk melindungi umat dan membawa mereka kemasa depan yang cerah “ Ujar Tazuya kepada yang lain sambil mengingatkan mereka tanggung jawab sebagai El-Fighter
“ Itu benar “ Kata Ryuga dengan singkat
__ADS_1
*****