
Di jalan trotoar Kota Shinjitsu, Ataru berusaha untuk kembali bangkit pasca diserang oleh Rough Polly dengan tendangan kuatnya. Ataru bisa melihat Rough Polly mengeluarkan banyak Nanobot dan tanpa berpikir panjang dia langsung bersiap untuk kembali bertarung menghadapi wanita Thetoid tersebut
“ Ah ! Wanita sialan itu menggunakan serangga besinya lagi ! “ Gerutu Ataru yang kembali berdiri dan bersiap untuk kembali melanjutkan pertarungan
( DOOOOOOR )
“ Agh ! “ Ataru ditembak dari belakang oleh seorang perwira militer tepat dibagian punggung atas kanannya
“ Hei ! Kenapa kalian menembak- oh... cela- “
( DOOOOR ! )
Ataru yang bisa melihat ada yang salah dari perwira tersebut langsung menghindari tembakan kedua dan ketiga dari perwira tersebut. Tidak lama setelah itu, beberapa perwira lain menyerangnya dengan menggunakan Rocket Launcer dan sebuah mini-tank kearahnya
“ Astaga ! “
( BUUUUUUM ! BUUUUUUM ! )
“ HOU OP ! “ Ataru bergegas mengaktifkan Tijdbreker untuk menghentikan serangan tersebut
“ Alternate : Hou Op ! Stukslaan ! “ Ataru dengan cepat membuat serangan yang dia hentikan meledak dengan sendirinya dengan teknik Alternate dari Hou Op
( BUUUUUUUUUUUMMMM !!!! )
“ Heh ! Keputusan yang tepat juga untuk menghentikan serangan itu ! “ Ejek Rough Polly yang berdiri dibelakang Ataru
“ Disana ! “ Ataru menebas Rough Polly dengan tongkat sabitnya
( ZAAAAAASSHHH !!! )
“ Cih ! “ Ataru geram saat dia melihat Rough Polly yang dibelakangnya ternyata adalah kloning dari Nanobotnya
“ Ahahahahaaaa~ Ada-ada saja ! “ Ejek Rough Polly yang muncul disamping Ataru
“ HAAAAAH ! “ Ataru kembali menebas wanita tersebut dengan tongkat sabitnya
( ZAAAAAAAAAAAASSHHH !!!! )
“ Nanobot lagi ! “ Geram Ataru saat melihat yang ditebasnya lagi-lagi bukan Rough Polly yang asli
“ Aduuuuh~ sudah kubilang itu usaha sia-sia ! “ Rough Polly kembali muncul dihadapannya sambil mengejek Ataru
“ Kau yakin ?! “ Tanya Ataru yang menembaknya dengan senjata lasernya kearah wanita tersebut yang ternyata juga kloning dari Nanobot
( BUUUUUUUUUUUUM !!! )
“ Dasar pengecut ! Keluar kau ! “ Teriak Ataru yang mulai frutrasi
“ Jangan cemaaas~ aku tidak akan lari~ karena kau adalah lawanku ! Ehehe~ Karena aku mulai tertarik dengan kemampuanmu... jadi aku ingin tahu sejenak tentang seperti apa kemampuanmu dan caramu menghadapi situasi sulit ! Terlebih karena kau itu adalah orang yang tangguh ! “ Ujar Rough yang terbang dengan menggunakan FYBER-SUIT miliknya sambil memunculkan beberapa perwira militer dan kepolisian yang dikendalikan total dengan Nanobotnya dan mengepung remaja berambut pirang tersebut
“ Kau ! Jangan-jangan ! “ Ataru menyadari jika Rough Polly mengendalikan para perwira tersebut dengan Nanobotnya
“ Kau menyadarinya ? Bagus ! Aku sudah menduga kau ini memang bukan pria yang idiot dalam pertarungan ! “
“... “
“ Naaaah~ ayo kita mulai ! “ Rough Polly mengendalikan para perwira tersebut untuk menyerang kearah Ataru
( SYAAAAAAAT ! )
“ Sialan kau wanita ! “ Geram Ataru sambil bersiap untuk menyerang kearah para perwira tersebut
Sementara itu, Inuya dan Rigel terlihat sedang menghadapi Galaztis dari atas luar Kapal Induk. Selama pertarungan berlangsung, dari kejauhan Inuya bisa melihat Ataru mengalami kesulitan untuk menghadapi musuh seorang diri karena ide liciknya Rough Polly
“ Dia datang ! “ Galaztis yang kembali bangkit merasakan kehadiran Inuya
( SYAAAT ! DUAAAAAGHH ! )
“ Semangat juga kau ya nak ! “ Kata Galaztis sambil menahan serangannya Inuya
“ Begitulah “ Jawab Inuya yang kembali melanjutkan serangannya
( DUAGH ! DUAGH ! DUAGH ! DUAGH ! )
“ Ice Bullet ! “ Rigel kemudian menyerang Galaztis dari atas dengan Anthemusanya. Inuya yang menyadari hal itu langsung menghindar dari Galaztis
( DRAAAK ! DRAAAK ! DRAAAAK ! )
“ Ha- “
( DRAAAK ! DRAAAK ! )
“ Heh ! Boleh juga kau Prisman-san ! “ Puji Galaztis sambil menghindari serangan dari Rigel yang terus menyerangnya
( DRAAK ! DRAAK ! DRAAK ! )
“ Ah ! Ataru ! Dia dalam masa- UWAAAA !!! “
( DUAGH !!! BRAAAAAAAK !!! )
Inuya yang lengah karena memperhatikan Ataru yang mengalami kesulitan untuk menghadapi langkah liciknya Rough Polly membuatnya tidak sadar akan serangan “FYBER FLYING PUNCH” milik Galaztis yang dilancarkan saat dia masih diserang oleh Rigel. Tinjuan tersebut membuat Inuya terpental dan menabrak sayap belakang Kapal Induk
“ Uuuugh “
“ Heh ! Ada-ada saja ! Makanya jangan lengah~ “ Gumam Galaztis sambil mengedipkan satu mata kearah Inuya sambil terus menghindari serangan Rigel
( DRAAAK ! DRAAAK ! )
“ Karena kelengahan itu bisa membunuhmu ! Jadi dalam melakukan apapun... teruslah untuk fokus apa yang ada didepan matamu “ Lanjut Galaztis sambil memberikan jempol kepada Inuya
“ HOI ! Jika kau anggap itu sebuah nasehat... usahakan untuk sadar diri akan posisimu saat ini ! Kau beri nasehat disaat yang benar-benar tidak tepat !! “ Gerutu Inuya yang merasa Galaztis sedang menghinanya
“ Tenang nak Inuya ! Akhirnya kamu sudah sadar jika dia sedang memanas-manasimu ! Karena itulah untuk berpikir dalam mengambil tindakan agar tidak dipermalukan oleh mereka dan tidak berfokus dalam hal lain ! “ Ujar Rigel sambil memperingati Inuya untuk tidak lengah
“ Tapi Ataru... “
“ Yaaa ! Aku tahu ! Nak Ataru sedang dalam masalah ! Tapi kamu sendiri Ataru bisa menangani situasi seperti itu’kan ? Kenapa kamu tidak melakukan hal yang sama dengan apa yang kamu lakukan kepada Tazuya saat ini “ Lanjut Rigel sambil melanjutkan serangannya kearah Galaztis
( SYAAAAT ! TRAAAAAAANG ! )
Inuya terdiam sesaat pasca mendengarkan perkataan dari Rigel. Dia sebenarnya tidak hanya mencemaskan Ataru tetapi juga yang lain termasuk Tazuya yang kini sedang membantu Dullart mengalahkan Morsdantaque dsn Glabe
“ Sebenarnya... bukan hanya si Ataru saja yang tiba-tiba kupikirkan... tapi juga yang lain... terutama Tazuya ! Selalu saja membahayakan diri demi yang lain ! “ Pikir Inuya akan keberadaan V-FIGHTER lain dengan nada sedikit jengklenya sambil bersiap untuk melanjutkan pertarungan
“ Walau demikian... aku tidak bisa terus menerus berdiam diri... sambil melihat yang lain bertindak semakin nekat dan terus-terusan membuat hatiku tidak tenang ! Jika mereka bertingkah seperti itu dipertarungan... maka aku tidak punya pilihan lain selain ikut menggila seperti mereka “ Lanjut Inuya yang akhirnya memutuskan menggunakan Flow tingkat keduanya yang membuat wajah beserta lengan dan kakinya memunculkan urat nadi berwarna kuning keemasan
“ Tazuya... aku akan menyelesaikan pertarunganku... dan menghentikanmu untuk menggila dipertarungan ! “
Inuya dengan cepat langsung berlari kearah Rigel dan Galaztiz yang masih melanjutkan pertarungan mereka dengan sengit
__ADS_1
( TRAAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAANG! )
“ Mati kau ! Prisman !!! “ Teriak Galaztis sambil bersiap untuk menyerang kearah Rigel dengan melemparkan BOLT SPEAR kearah Rigel yang juga bersiap mengeluarkan teknik Anthemusanya
( SYAAAAAAAT ! )
“ Kkkh- “
“ HAAAAAH !!! “ Inuya dengan berani pergi kedepan Rigel dan menendang BOLT SPEAR kearah atas yang seketika langsung menghasilkan ledakan yang kuat dari langit
( DUAAAGH ! BUUUUUUUUUUUUUUUUUMMM )
“ Apa ? Di- dia menendangnya BOLT SPEAR ?! “ Galaztis terkejut akan apa yang dilakukan Inuya
“ Heavenly Ice Wind “ Rigel yang memanfaatkan kelengahan Galaztis
“ Celaka ! “ Dengan cepat Galaztis melindungi dirinya dengan FYBER SHIELD sebelum dia membeku dari serangannya Rigel
( WUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUSSSSH )
“ Kerja yang bagus Nak Inuya ! “ Puji Rigel yang selesai menggunakan tekniknya
“ Yaaa Tuan ! Pada akhirnya... aku harus menggunakan Flow untuk menghadapi orang sialan ini demi menuntaskan pertarunga dengan cepat ! “ Sahut Inuya yang berdiri disamping Rigel
“ Hooo~ begitu rupanya ! Kulihat kau sudah menjadi kembali bersemangat untuk bertarung ! Apa kau siap untuk menikmati sisi menyenangkan dari pertarungan ?! “ Gumam Galaztis sambil menantang Inuya
“ Tentu ! Sisi menyenangkan di pertarungan ? Aku sudah sering merasakan itu bahkan sejak aku berkelahi dengan para siswa berandalan sialan itu ” Jawab Inuya dengan nada percaya dirinya
“ Hei nak ! Jangan kau samakan bertarung dengan anak berandalan dengan musuh seperti dia ! “ Tegur Rigel
“ Begitu ya ?! Aku suka dengan pengalamanmu ! Jika kau ragu untuk menghadapiku... cobalah untuk menganggap aku ini anak berandalan yang pernah kau hadapi ! Jadi tidak ada lagi keraguan dalam menghadapi orang sepertiku ! “ Galaztis kembali memancing Inuya untuk segera memulai pertarungan mereka
“ Jadi kau tidak mempermasalahkan hal itu ?! Hmph ! Baiklah~ jika itu yang kamu mau “ Sahut Inuya yang menerima tantangannya Galazis
“ Ayo nak Inuya ! “
“ Yaa Tuan Rigel “
( SYAAAAAAAAT ! TRAAAAAAAAANG ! DUAAAAAAGH ! )
“ Ayo kalian semua ! Jangan malu tunjukan seperti apa bagi kalian sisi menyenangkan dalam pertarungan ! “ Sahut Galaztis dengan nada penuh semangatnya
( DUAAGH ! DUAAGH ! DUAAGH ! DUAAGH ! )
*****
Sementara itu, Tazuya dan Glabe terlihat masih melanjutkan pertarungan didalam Kapal Induk dengan sangat sengit. Berkali-kali saat Tazuya mengeluarkan serangannya, dengan cepat Glabe langsung menangkis serangan itu dengan muda tanpa peduli seberapa banyak sang remaja bertubuh pendek tersebut mengeluarkan serangan dari Possessionnya
( TRAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAAANG! )
“ Hiyaaaaaaaaaaaaaaah !!! “
( TRAAAAAAAAAANG !!! )
“ Boleh juga kau ! “ Gumam Glabe sambil bersiap kembali untuk menyerang Tazuya
( SYAAAAT! TRAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAANG! )
“ Haha ! Haaah !!! “ Tawa Glabe yang menebas Tazuya degan kuat
( ZYAAAAAAAAT! TRAAAAAAAAANG ! )
“ Masih bisa menahannya ?! “
“ Jangan kau remehkan kemampuan kami ! “
“ Kau masih saja berlagak seperti bocah sombong ! Kaulah yang jangan meremehkan kami sebagai prajurit elit ! “ Gumam Glabe yang menebas kearah Tazuya
( ZAAAAAAAAAAATTT )
“ Cih ! Lagi-lagi kau pakai Perisai Mental ! “ Geram Glabe yang kembali menebas Tazuya yang berhasil melindungi dirinya sendiri dengan Perisai Menta
( TRAAAAANG! TRAAAANG! )
“ RIPOSTE PRIDE EXTREME ! “ Glabe menyerang Tazuya dengan tebasan laser dari pedangnya
“ KAZAMI ! “ dengan cepat Tazuya membalas serangan tersebut dengan teknik “Kazami” versi Shiro-Kusanagi
( BUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUMMMM !!! )
“ Terima ini ! Morsdan ! “
( TRAAAAAAANG! TRAAAAAAANG! )
“ Oh-ho “ Dullart terkejut saat melihat serangan yang dilempar oleh Tazuya dan Glabe secara bersamaan
“ Ap-“
( WUUUUUUUUUUUSSSSSH !!! PRAAAAAAAAAAAAANG !!! )
Dullart dan Morsdantaque yang sedang bertarung satu sama lain terhenti sementara karena serangan tersebut yang membuat mereka berdua terpental keluar dari Kapal Induk melalui jendela Aula
“ Oh Tidak ! Dullart-san ! “ Tazuya terkejut saat melihat Dullart dan Morsdantaque terpental keluar dari Kapal Induk
“ Heh ! Boleh juga kau yaaa~ tidak kusangka tadi kau menyerangku sampai-sampai membuat Pangeran Morsdantaque dan Tuan Muda Dullart terpental keluar dari Kapal Induk ! “ Gumam Glabe
“ Maaf ya ! Lagipula itu tidak akan terjadi jika bukan karena aksimu yang memulai duluan ! “ Balas Tazuya yang kembali menoleh kearah sang kapten prajurit elit tersebut
“ Tapi tidak masalah ! Dengan ini kau tidak perlu mencemaskan Tuan Muda ! Kita bisa bertarung sesuka hati sampai bosan disini tanpa ada pengganggu ! “ Sahut Glabe dengan nada pujiannya
“ Itu artinya aku bisa membunuhmu jika aku mulai bosan dipertarungan kita ? “
“ Jangan bodoh ! Aku prajurit elit ! Dan aku tidak akan mati dengan mudahnya ditangan bocah amatiran seperti dirimu ! “ Glabe dengan geram atas perkataan Tazuya langsung kembali melanjutkan pertarungan mereka
“ Ah ! “
( Syaaaaat! TRAAAAAAAANG! )
“ Hmph ! “ Melihat Tazuya masih menggunakan Perisai Mentalnya, Glabe mempercepat kapasitas kecepatan FYBER SUIT : Model Raggiana Paradise-nya untuk bisa membantu mempercepat serangannya dan mengacau konsentrasi Tazuya dalam penggunaan Perisai Mentalnya
( SYAAAAT! )
“ Ah ! “
( TRAAAAAANG! )
“ Heh ! Dia masih sadar ?! “ Gumam Glabe kepada dirinya sendiri sambil mengaktifkan sistem kecepatan FYBER SUITnya yang membuat FYBER SUIT tersebut berubah warna yang semula merah dan putih menjadi merah dan hitam
( SYAAAAT ! TRAAAAAANG ! )
__ADS_1
“ Kostumnya berubah warna ! Celaka ! “ Tazuya menyadari tingkatan pada Glabe sambil menangkis serangannya yang menjadi semakin cepat
( TRAAAAANG ! TRAAAAAANG ! TRAAAAAAANG ! )
“ Hah ! “
( TRAAAAAAANG ! TRAAAAANG ! TRAAAAAANG !)
“ Arashi Nagashi : Nejire ! “
“ RIPOSTE PRIDE EXTREME ! “
( ZAAAAAAASSSH! BUUUUUUUUUMM ! )
Tazuya dan Glabe kembali melancarkan serangan yang sama sampai-sampai membuat Kapal Induk bergetar sangat kuat yang membuat orang yang ada didalam Kapal Induk terkejut
“ Aaah ! “
“ Aaaaah~ apa-apaan ini ?! “
“ Ini dari Glabe ! Sialaaan~ dia benar-benar selalu begini ! “ Keluh Levirra yang menjawab pertanyaan dari kadet yang hampir terjatuh
“ Letjen ! Lihat ! “ Salah satu Kadet menunjuk keluar dan terlihat Dullart dan Morsdantaque sedang melanjutkan pertarungan mereka diluar Kapal Induk
( TRAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAANG! SRIIIING! TRAAAAANG! )
“ Kenapa kedua Pangeran itu bertarung diluar Kapal Induk ?! Bukan’kah ini ilegal ?! “ Tanya salah satu tentara kepada Levirra
“ Letjen ! Kita harus membantu mereka untuk-“
“ Jangan ! “ Levirra langsung memotong perkataan kadet tersebut untuk tidak membantu baik Dullart dan Morsdantaque
“ Tapi- “
“ Ini adalah pertarungan mereka ! Kita tidak ada hak untuk membantu atau ikut campur dalam urusan ini ! “ Levirra mempertegas alasan kenapa mereka tidak boleh membantu
“ Itu benar ! “ Jawab Jenderal Argus yang tiba-tiba masuk keruangan tersebut tanpa sepengetahuan Levirra dan para Kadet sontak membuat sang Letnan Jenderal tersebut terkejut melihat kedatangan atasannya
“ Jenderal Argus ! “ Panggil Levirra dengan nada terkejutnya
“ Lama tidak jumpa... Lee-lee “ Jawab Argus dengna nada santainya
Disaat yang bersamaan, Dullart dan Morsdantaque masih melanjutkan pertarungan mereka dengan sengit sampai-sampai harus menggunakan mode jet mereka untuk bisa melanjutkannya dari udara
( TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! SRIIIIIING! TRAAAAAAANG! )
“ Bahkan merasakan dari pedangmu saja... aku bisa merasakan jika kau benar-benar ingin menghabisiku dan ambisimu untuk merebut tahta Kekaisaran sudah sangat serius ! Aku kagum dengan perubahanmu ! “ Ujar Morsdantaque sambil menahan serangan Dullart
“ Jadi kau sadar akan takdirmu akan berakhir ditanganku ? “
“ Benar ! Karena itulah aku tidak akan membiarkan itu terjadi ! Aku akan memutar balik takdirku dan menjadikan itu sebagai takdirmu ! “ Jelas Morsdantaque sambil kembali menyerang kearah Dullart
( Syaaat! Traaaaang! Traaaaang! Traaaaang! )
“ HAAAAAAAAAAAH ! “ Dullart mengeluarkan laser dari tebasan pedang FYBERnya
( ZYAAAAAASSH ! ZYAAAAAASSHH )
“ Heh ! “ Dengan santai Morsdantaque mengaktifkan HEAT FYBER SWORD-nya untuk menebas semua laser tersebut
( ZAAAAASH ! ZAAAAAASH ! ZAAAASSSH ! )
Dullart lalu mengaktifkan keenam INVISIBLE FYBER DRONE miliknya untuk mengelabui pergerakannya. Morsdantaque yang melihat ini sadar jika INVISIBLE FYBER DRONE tersebu setara berbahaya dengan senjata lainnya dan dia harus berkonsentrasi untuk mencari keberadaan drone tersebut
( ZYUUUUUUUNG! )
“ Celaka ! “
( BUUUUUM! ZYUUUUUUNG! BUUUUUUM!! ZYUUUUNG! BUUUUUUM!! )
“ Menggunakan INVISIBLE FYBER DRONE ?! Boleh juga apa yang kau pikirkan Dullart ! Kau sepertinya sangat menikmati pertarungan ini ! “ Gumam Morsdantaque sambil mengaktifkan program AISDIS dari FYBER SUIT miliknya untuk mencari keberadaan Drone tersebut
“ Coba saja kalau bisa “ Tantang Dullart yang juga mengaktifkan AISDISnya untuk mengendalikan Drone tersebut dan langsung menembakkannya kearah Morsdantaque
( ZYUUUUUNG! ZYUUUUUUNG! ZYUUUUUUNG! ZYUUUUUNG! )
“ Heh ! Bisa saja kau ! “ Dullart dengan cepat menyatukan Drone tersebut dan menyatukan serangan Drone menjadi laser raksasa kehadapan Morsdantaque
( ZYUUUUUNG! BUUUUUUUUUUM! )
“ Hmph ?! “
( ZAAAAAAAASSSH !!! )
“ Nanobot ! “ Dullart terkejut saat melihat Morsdantaque masih menggunakan Nanobot untuk mengelabuinya
“ Yaaa ! “ Jawab Morsdantaque yang tiba-tiba berada dibelakangnya
“ Oh ho ! “ Dengan Cepat Dullart menangkis seragan Morsdantaque
( TRAAAAAAAAANG !!! )
“ Hiyaaah ! “ Dullart megaktifkan laser dari pedangnya untuk menghentikan Morsdantaque
( ZIIIIIIING! BUUUUUUUUUUUUM! )
“ Sial ! Nanobot lagi ! “ Geram Dullart saat melihat tubuh yang tersisa bagian kaki saja adalah klon dari Nanobot
“ Kau bisa bertindak cepat juga ya ! “ Sahut Morsdantaque yang langsung menyerangnya dari atas
“ Celaka ! “ Dengan cepat Dullart menghindari serangan tersebut
( BUUUUUUUUUMMMMM !!! )
“ HAAAAAH ! “ Dullart kembali menyerang Morsdantaque dengan laser dari pedangnya
“ Hmph ! “ Morsdantaque menebas laser tersebut dengan santainya
( BUUUUUUUUUUMMMM !!! )
Serangan laser yang ditangkis menciptakan ledakan yang kuat. Tidak lama setelah itu, Dullart dan Morsdantaque kembali menyerang satu sama lain dengan pedang mereka dengan dan tiba-tiba...
“ Haaaaaaaaaaaaaaah !!! “
( ZYUUUUUUUUUUUUNG ! )
“ Ah ? “ Dullart dan Morsdantaque terkejut akan serangan laser yang datang ditengah mereka yang berasa dari laser pedang milik Gretue
*****
__ADS_1