El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
133. No Time To Waste (Or Let me kill you first)


__ADS_3

“ Semangat membaramu benar-benar hebat ! Pria memang selalu semangat yang namanya bergelut ! Itulah naluri lelaki ! “ Kata Rough Polly yang langsung saja pergi kearah Ataru untuk memulai pertarungan


( SYAAAAAAAT ! TRAAAAAAAAANG ! )


“ Kau juga tidak ada bedanya dengan pria yang kamu maksud ! Walau kau sendiri adalah wanita picik ! “ Balas Ataru sambil terus menyerangnya


( TRAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! )


“ HAAAH ! “


( TRAAAAAAANG! )


“ Oke ! Saatnya untuk- “


Disaat Oxtoroo dan Swift Polly berniat untuk membantu Ataru untuk menghadapi Rough Polly, SISTER V2.0 langsung menghadangi mereka dan mengancam akan menghabisi mereka berdua jika berani untuk membantu Ataru


“ Hentikan ! Atau kalian yang akan mati duluan ! “ Ancam SISTER V2.0


“ Mau bertarung ya ?! Baik ! Mari kita lakukan ! “ Tantang Oxtoroo kepada si robot petarung tersebut


“ Yang kalah akan dibuang... yang menang akan terus melangkah kemasa depan ! Kalian siap ? “ Tanya SISTER V2.0 sambil mengeluarkan pedangnya


“ Yaaa ! Aku juga siap ! “ Jawab Swift sambil memasang Cyber-glove untuk menghadapi SISTER V2.0


“ Haaaaaaaaaaaaaaaaah !! “


( SYAAAAAAT! SYAAAAAT! DUAAAGH! DUAAAAAGH!! )


Ataru bisa melihat jika Oxtoroo dan Swift Polly tidak dapat membantunya karena harus menghadapi SISTER V2.0 yang diperintahkan untuk menghalangi gerakan mereka. Pemuda berambut pirang tersebut memutuskan untuk menghadapi Rough seorang diri


( TRAAAAAAAAANG! )


“ Tidak ada yang perlu kamu cemaskan ! Karena jika mereka mengganggu pertarungan kita... maka bukan kamu yang akan mati duluan di pertarungan terakhir ini “ Ejek Rough kepada Ataru tentang Swift Polly dan Oxtoroo


“ Begitu ya ? Yaaa~ aku tahu mereka tidak akan mati duluan ! Kau berharap aku yang akan mati duluan dari yang lain ? “ Tanya Ataru dengan santai sambil melanjutkan pertarungan mereka


( TRAAAANG! SYAAAAAT! TRAAAAAANG! )


“ Perlu kau ketahui sesuatu Nona... sebenarnya aku ini...  sudah mati duluan dari kalian semua... sekitar 222 tahun yang lalu “ Lanjut Ataru


“ Hooo~ jadi itu usia aslimu ?! Heh ! Baguslah kamu sampai sekarang tidak lapuk termakan usia ! “ Balas Rough sambil mengeluarkan tembakan lasernya


( ZYUUUNG! BUUUUM! )


“ HAAAAH ! “ Ataru dengan cepat memutarkan tongkat sabit untuk menangkis laser tersebut


( TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAAANG! )


“ Walau demikian... akau kubuat kau mati duluan untuk kedua kalinya disini ! “


“ Silahkan ! “ Tantang Ataru kepada Rough


( SYAAAAAAAT! TRAAAAAAAAANG! )


“ Ayo kita lakukan ! Atau kota kalian akan hancur menjadi abu dalam sekejap ! “ Rough menerima tantangan dari Ataru


( BUUUUUUUUUUUUUUUUUUMMMM )


Saat mencari keberadaan Morsdantaque, Tazuya dan Dullart mendapatkan sebuah pesan misterius dari alat komunikasi mereka. Walaupun sedikit ragu untuk membuka pesan tersebut, mereka memutuskan untuk memeriksa tentang isi pesan dan pengirim dari pesan misterius


“ Bagus ! Dullart-san... kira-kira dimana keberadaan si- “


( Biip! Biip! Biip! Biip!)


“ Ah ! Pesan ? Dari siapa ini ? “ Tanya Dullart yang ragu akan pesan yang dia dapatkan barusan


“ Aku juga mendapatkannya ! Jadiii~ Apa kita harus membukanya ? “ Tazuya balik bertanya kepada Dullart dengan rasa penasarannya


“ Hmm~ “


( KLIK )


Saat Dullart membuka pesan tersebut, sebuah peta hologram tiba-tiba muncul dari alat komunikasi mereka. Tazuya juga ikut membuka pesan tersebut yang kemudian berisi  tentang pesan suara dari sosok misterius yang mengatakan jika itu adalah lokasi tempat Morsdantaque  saat ini


“ Peta ? “


“ Hmm! Apa ini dari pengirim yang sama ? “ Tazuya memperhatikan alat komunikasinya dan langsung mengaktifkannya untuk melihat isi pesan tersebut


( KLIK )


“ Salam El-Fighter ! Jika anda dan Tuan Muda membuka pesan ini... pertama kuucapkan dan terima kasih kepada kalian karena mau membantu Tuan Muda untuk kembali merebut tahta kekaisaran demi masa depan umat kita ! Saat ini Pangeran Morsdantaque berada di sebuah aula utama Kapal Induk ! Dia sudah menunggu kalian cukup lama ! Cepat bergegas pergi kesana ! Semoga kalian berhasil... aku mendoakan yang terbaik untuk kalian ! “


“ Disitu ?! Dan ini adalah posisi kita ! Berarti tidak jauh dari sini “ Kata Tazuya sambil melihat peta hologram tersebut


“ Kamu benar Tazuya ! Ayooo ! “


Tazuya dan Dullart bergegas pergi ketitik tempat yang ditujuh oleh pesan misterius tersebut. Tidak lama, mereka akhirnya berhasil menemuka aula yang dimaksud dan itu sesuai dengan titik tempat yang ditujuh oleh si pengirim pesan


“ Ternyata memang disini ! “ Ujar Dullart sambil memperhatikan pintu Aula


“ Yaa~ inilah saatnya ! Dan ini adalah kesempatan terakhir kita ! Jika gagal maka habislah kita ! “ Gumam Tazuya dengan nada sedikit gugupnya


“ Jangan gugup~ kita sudah mencobanya ! Aku yakin untuk yang terakhir ini kita pasti akan berhasil “ Dullart mencoba untuk menenangkan Tazuya agar tidak gugup


“ Kamu benar... Dullart-san ! Ayo... kita mulai ! “


“ Yaaaa ! “


Tazuya dan Dullart secara bersamaan membukakan pintu tersebut. Sesuai dugaan mereka, Morsdantaque sudah berada disana dan duduk santai ditengah panggung dan langsung menyambut kedatangan mereka


“ Selamat datang kembali~ Aku takjub kalian lebih memilihku ketimbang orang-orang yang ada dikota ini ! “ Sambut Morsdantaque dengan nada santainya


“ Selalu saja ! Ketahuilah Morsdantaque... Shinjitsu tidak akan dalam bahaya jika kamu yang memulainya duluan ! Kami tidak sendirian ! Dan jangan sesekali untuk meremehkan Militer dari Bumi ! “ Ujar Tazuya dengan nada tegasnya


“ Hmph ? “


“ Aku tidak tahu apa permasalahan kalian sampai-sampai Planet kami menjadi sasaranmu ! Silahkan saja jika tidak ingin kami terlibat dalam masalah ini ! Tapi... jika sudah melibatkan bumi... mau tidak mau aku harus menghentikanmu ! “ lanjut Tazuya


“ Cih ! Sombong sekali kau nak ! Jika tidak tahu... harusnya mulutmu bisa kau jaga dengan baik ! Terlebih kau sudah tahu siapa lawanmu ini hah ?!  “ Ejek Morsdantaque dengan nada santainya


“ Itu benar ! Semua ini tidak akan terjadi jika kau mau menerima kenyataan bahwa akulah yang pantas menjadi penerus Ayah kita ! Karena itu... sudah sepantasnya kegilaan ini harus dihentikan dengan menghentikanmu sebagai otak dari semuanya ! “ Lanjut Dullart sambil mengaktifkan FYBER SUITnya yang bersiap untuk bertarung diikuti dengan Tazuya yang mengeluarkan Shiro Kusanaginya


“ Heh ! Baiklah ! Kalian mau bertarung ?! Okee ! Mari kita mulai ! Siapa yang kalah... merekalah yang akan dikenang sebagai pecundang terbesar didunia ! “ Ujar Morsdantaque yang juga mengaktifkan FYBERSUITnya


“ Tantang diterima ! “ Jawab Tazuya

__ADS_1


“ HYAAAAAAAAH !!! “


( BUUUUUUUUUUUUUUUUUUUMMMM !!! )


“ Haaaaah ! “


( TRAAAANGG! TRAAAANG! TRAAAANG! TRAAAAANG! )


“ FYBER MAXI-SPEED ! “ Morsdantaque dan Dullart secara bersamaan meningkatkan kecepatan FYBER-SUIT mereka dan kembali menyerang satu sama lain


“ Kalau begitu “ Tazuya berusaha menggabungkan psikokinesisnya untuk menambah kecepatannya


( SYAAAAT! TRAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAAANG! )


“ Kazami ! “


( WUUUUUUUUUUUUUUUUSSSH )


“ Kelihatannya kau tidak punya teknik lain ya ? “ Ejek Morsdantaque yang menahan dirinya dari serangan milik Tazuya


“ Dullart-san ! Ini tidak cukup ! Lakukan gabungan ! “ Tazuya meminta Dullart untuk melakukan serangan gabungan


( SYAAAAT ! )


“ Lambat ! “ Morsdantaque dengan cepat berpindah kebelakang Tazuya dan langsung menendangnya dengan kuat


( DUAAAAAGH ! )


“ Kkkh ! “ Geram Tazuya pasca ditendang oleh Mordantaque


“ Morsdan ! “ Panggil Dullart sambil bersiap untuk kembali melakukan perlawanan


( TRAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! )


“ Boleh juga kau ! “ Morsdantaque mengeluarkan dan menyebarkan ratusan Nanobot untuk menyerang kearah Dullart dan membuatnya kewalahan


( ZAAAAAAAAAAAAAAAAAASSSH ! )


“ Ayo Dullart-san ! Ippen Kaze ! “ Tazuya bergegas menggunakan teknik lainnya untuk menebas Nanobot tersebut


“ FYBER LIGHT SWORD ! “ Dullart mengeluarkan teknik FYBER SUIT untuk membantu Tazuya


( ZYAAAT! ZYAAAAT! SYAAAAT! SYAAAT! SYAAAAAT! )


“ Heh ! Kalian memang belajar banyak rupanya ! “ Ujar Morsdantaque sambil melakukan perlawanan kearah Dullart


( SAAAAAT! TRAAAAAANG! )


“ Yaaa ! Kami belajar banyak darimu ! “ Balas Dullart yang menangkis serangan Morsdantaque


( Traaaaang ! )


“ Tidak cukup ! Ini tidak cukup ! “ Keluh Tazuya sambil memperhatikan pertarungan mereka


“ Kalau terus begini... aku harus melewati batasku ! “ Ujar Tazuya yang memutuskan untuk menggunakan Flow  untuk membantu menyelesaikan pertarungan yang membuat wajah hingga lengan dan kakinya memunculkan urat nadi berwarna biru cerah


*****


Merasa dirinya berhasil menggunakan Flow ditingkat selanjutnya dengan memaksakan diri untuk melewati batas kemampuannya, Tazuya mulai bangkit dan bersiap untuk kembali melakukan perlawanan ke Morsdantaque


( SYAAAAAAAATTT ! )


“ Tazuya ? Dia... “ Dullart menyadari Tazuya menggunakan Flow tingkatan keduanya


“ Heh ! Masih ada semangat juga kau ya ! “ Morsdantaque mengarahkan ratusan Nanobot kearah Tazuya untuk menghentikan pergerakannya


( ZAAAAAAAAAAAASSSHH ! BUUUUUUMM ! )


“ Alternate : Arashi Nagashi ! Nejire ! “ Sambil menghindari serangan Nanobot, Tazuya menyerang kearah ribuan robot kecil tersebut dengan menciptakan badai hitam didalam ruangan tersebut


“ Tazuya Tunggu ! “


( WUUUUUUUUUUUUUUUUUUSSSH )


“ Aaaaaaaaahhh ! “ Morsdantaque dan Dullart hampir terhempas oleh seranga dari Tazuya


Walau serangan tersebut cukup membahayakan orang disekitarnya, teknik Nejire ternyata jauh lebih ampuh untuk menebas habis ribuan Nanobot ketimbang menggunakan Ippen Kaze. Serta terlihat Morsdantaque mengalami kesulitan untuk menahan dirinya karena besarnya angin tersebut


( ZAAASH! ZAAAASH! ZAAAASH! ZAAAASSSH! )


“ Kesempatan ! “ Dullart yang melihat kesempatan bagus untuk menyerang Morsdantaque langsung saja mengambil pedangnya dan menyerang sang pangeran sulung tersebut dari belakang


“ Celaka ! “


( ZAAAASSH! ZAAAASH! TRAAAANG! TRAAAAANG! )


“ Dasar ! Ternyata kalian cukup kotor juga dalam bertarung !  “ Keluh Morsdantaque yang berusaha untuk menahan serangan dari Dullart


“ Bukannya kau juga sama ! “ Sahut Tazuya dengan nada tegasnya yang muncul dari balik angin


( ZAAAAAAAAAAAAAAAAAAASSSH ! )


“ Cih ! Bocah sial ! “


( TRAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAANG! ZAAASH! ZAAAASH! )


“ Kkh ! “ Geram Tazuya saat Morsdantaque berhasil melukai lengannya


“ FYBER SONIC SLASH ! “


“ Ah ?! “ Tazuya yang terkejut ada serangan lainnya langsung menggunakan Perisai mental untuk melindungi dirinya dan Dullart dari serangan tersebut


( BUUUUUUUUUUUUMMM )


“ Glabe ! Syukurlah kau tepat waktu “ Puji Morsdantaque


“ Bocah Kazenoid ini kelihatanya sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya ya “ Ujar Glabe yang memperhatikan Tazuya dengan tatapan tajamnya


“ Tapi sayangnya... aku tidak memerlukan bantuanmu untuk menghadapi Dullart ! Aku hanya ingin kamu untuk menyingkirkan bocah Kazenoid ini... jadi tidak ada yang mengganggu urusan kami “ Perintah Morsdantaque


“ Jangan cemas Pangeranku ! Tanpa anda perintah saja aku sebenarnya ingin menghadapi anak ini “ Gumam Glabe sambil mempersiapkan pedangnya untuk menghadapi Tazuya


“ Apa ? “


“ Keputusan yang bijak ! Kuserahkan dia untukmu ! Sahut Morsdantaque sambil menggunakan FYBER PUSH untuk mendorong Tazuya kearah Glabe

__ADS_1


“ Ah ! “ Tazuya yang tidak sempat melindungi diri terkena serangan tersebut


( BUUUUUUMM ! )


“ Baik Pangeranku ! “ Glabe menerima permintaan Morsdantaque sambil bersiap untuk menebas Tazuya


“ HYAAAAAH ! “ Tazuya dengan refleks langsung mengambil Kusanagi dan menangkis serangan dari Glabe


( TRAAAAAAAAANG ! )


“ Kau mau lanjut ?! Ayo ! Kita lakukan !  Kau mau 2 lawan 2 ?! Kita Lakukan disini “ Kata Tazuya yang menerima tantangan dari Glabe dan Morsdantaque


“ Heh ! Tidak buruk ! AYOO !!! “


( TRAAAAAAAAANG! )


“ Mari kita selesaikan Ini Dullart ! “ Morsdantaque mengajak Dullart untuk melanjutkan pertarungan mereka


“ Baik ! “


“ HAAAAAAAAAAAAAH !!! “


( TRAAAAANG ! )


Sementara itu, disaat yang bersamaan dimana Tazuya dan Dullart kembali melanjutkan pertarungan melawan Morsdantaque dan Glabe, Tim Rigel terlihat masih dalam tugas pencarian Galaztis yang belum ditemukan sampai saat ini


“ Aneeh ! Kemana dia pergi ?! “ Tanya Inuya yang mulai jengkel karena mereka belum menemukan Galaztis


“ Itu... Meteoralez ! “ Energateez melihat kedatangan Meteoralez bersama dengan wanita berhidung panjang yang bernama Belleria


“ Dia ! Ternyata malah dia yang kita temukan ! “ Gumam Rigel


“ Kelihatannya dia belum sadar akan kedatangan kita “ Sahut Inuya


Tim Rigel memutuskan untuk mendengar apa yang dibicarakan oleh sang Prajurit Elit tersebut. Belleria ternyata berbicara kepada Meteoralez akan pertarungan selanjutnya melawan tim El-Fighter dan menawarkan diri untuk membantunya dalam pertarungan


“ Jika anda sudah lelah untuk menghadapi mereka tanpa bantuan... aku siap membantumu kapan saja ! Lagi pula kita  semua siap membantumu untuk mengalahkan mereka semua dengan cepat ! “ Gumam Belleria yang masih tetap ingin membantu atasannya untuk mengalahkan El-Fighter


“ Tidak usah ! “


“ Tapi Kapten Meteoralez- “


“ Kalian tidak ada hubungannya dengan pertarungan ini ! Walau aku sudah cukup muak untuk menghadapi mereka... aku akan tetap menghadapi mereka demi mendukung cita-cita Pangeran Morsdantaque untuk masa depan umat kita “ Jelas Meteoralez dengan nada tegasnya yang meminta Belleria untuk tidak mengganggu pertarungannya yang membuat wanita tersebut terdiam


“ Nah ! Tunggu apalagi ! Mending kalian bantu yang ada dibawah sana ! “ Perintah Meteoralez


Saat ingin melanjutkan misinya mencari El-Fighter, Inuya tiba-tiba muncul dihadapannya. Sebelum memulai pertarungan mereka, Inuya memuji Meteoralez yang masih memiliki moralitas walaupun dia adalah pengikut dari Morsdantaque


“ Ah ! “


“ Datang juga kau rupanya “ Sapa Meteoralez


“ Sejujurnya~ aku sangat kagum melihatmu yang masih memiliki moral ! Sama sepertimu... aku juga tidak ingin ada yang orang mengganggu urusan pribadiku termasuk dalam pertarungan satu lawan satu... jika orang itu tidak ada sama sekali urusannya denganku atau pertarunganku !” Gumam Inuya dengan nada santainya


“ Yaaa~ sejujurnya aku ini sosok yang menyukai pertarungan seru dan tidak ingin ada pengganggu yang mengacaukannya ! Bagiku... orang yang mati demi menolongku itu akan menjadi beban pikiran berkepanjangan yang sulit untuk dihilangkan ! Dan aku tidak ingin terbebani karena itu ! “ Jelas Meteoralez tentang beban pikiran yang tidak dia sukai


“ Begitu ya ? “ Sahut Energateez yang muncul bersama dengan Rigel


“ Kapten Energateez ?! Ke- kenapa dia ada dipihak mereka ? “ Belleria terkejut melihat Energateez yang berada dipihak  El-Fighter


“ Belleria ! Segera bersiap untuk pergi kebawah sana ! Untuk mereka bertiga... serahkan aku dan Galaztis yang akan mengalahkan mereka bertiga “ Meteoralez memberi perintah sambil memperhatikan Galaztis yang baru saja sampai dibelakang Tim Rigel


“ Hah ? “


“ Kalian disini ? Aaaaaah~ senangnya aku bisa mencari kalian semua tanpa ada kesulitan sama sekali “


“ Okeee~ 3 lawan 2 ? Kalian yakin ini adalah perlawanan yang adil ? “ Tanya Inuya


“ Sebenarnya tidak adil siiih~ tapi sesuai yang apa dikatakan Meteo-san barusan... orang yang tidak terlibat dengan kalian tidak akan membantu kami ! Karena yang lain sudah mendapatkan jatah lawan mereka... kami tidak punya pilihan selain menerima pertarungan ini “ Jelas Galaztis sambil mengaktifkan FYBERSUITnya yang bersiap untuk bertarun melawan mereka bertiga


“ Ka- kapten ? “ Tanya Belleria


“ Pergi ! Sekarang ! “ Perintah Meteoralez dengan nada tegasnya dan Belleria dengan keraguannya langsung lari meninggalkan mereka berlima


“ Tentukan yang mana ingin kalian lawan “ Ujar Rigel kepada Inuya dan Energateez untuk memilih lawan mereka


“ Akan kuurus Meteoralez sendirian ! Lagipula inilah alasan kenapa aku setujuh untuk berpihak dengan kalian ! “ Jawab Energateez sambil mengakifkan FYBER SUITnya


“ Kedengarannya sangat adil ! “ Jawab Inuya sambil mengeluarkan Labeja-nya


“ Yaaa ! “ Jawab Rigel yang ikut mengeluarkan Anthemusanya dan memutuskan untuk membantu Inuya yang melawan Galaztis


“ Hmmmm~ “


( SYAAAAAAAAT ! SYAAAAAAAAT ! )


Mereka berlima bersiap mengambil posisi masing-masing. Pertarungan dimulai dengan Galaztis dan Meteoralez menyerang kearah mereka bertiga. Inuya dan Rigel menggabungkan kemampuan Possession mereka untuk menyerang Galaztis dan membuatnya menjauh dari Energateez dan Meteoralez dengan mendorongnya keluar dari Kapal Induk


( TRAAAAAAAAANG ! TRAAAAAAANG ! )


“ Convergence ! Ice Saber ! “ Inuya dan Rigel menggabungkan teknik kedua Possession mereka untuk menciptakan peluru es dengan dentuman serangan yang kuat jika mengenai Galaztis yang membuatnya terpental keluar dengan menembus kaca jendela yang ada disampingnya


“ Ah ! “


( BUUUUUUUUUUUUUUUUUMMM ! PRAAAAAAAAAAAANG ! )


“ Semoga berhasil ! “ Gumam Energateez yang berharap Inuya dan Rigel bisa menyelesaikan pertarungan mereka


“ Haaaaaaah ! “


( BUG ! BUG ! BUG ! BUG ! BUAAAAGH !!! )


Dengan cepat Galaztis mengaktifkan FYBER JET-nya dan seketika Inuya langsung mengarahkan serangannya saat keluar dari Kapal Induk


“ HIYAAAAAAAAAAAAAA ! “


( TRAAAAAANG ! )


“ Ayo ! Kita selesaikan ini ! “ Kata Inuya


“ Yaaa ! Mari kita selesaikan ! Tanpa harus membunuh satu sama lain ! Bisa ? “ Tantang Galaztis


“ Yaaa ! Tentu ! “


*****

__ADS_1


__ADS_2