
Ataru dan Rigel terlihat masih menghadapi Galaztis dan terlihat mereka mengalami sedikit kesulitan untuk menghadapi sang prajurit tersebut yang juga mengandalkan Nanobot untuk membuat kedua Fighter tersebut mengalami kesulitan dalam menghadapinya
( ZAAAASSH ! ZAAAASSH ! ZAAAAAASSSH ! ZAAAAASHH ! )
“ Kkkh ! Merepotkan saja ! Uwaaa ! “ Keluh Rigel
“ Tuan Rigel ! Salah satu dari kita harus bisa menggapainya dengan menerobos makhluk kecil sialan ini ! Terlebih pesan yang baru saja masuk ini adalah berasal dari tim Jubei-chan yang sudah mendapatkan penawarnya ! “ Ujar Ataru sambil menjelaskan pesan dari Sampson
“ Begitu ya ! Hmmmm~ Kita harus bergerak cepat ! Kalau begitu aku yang akan menarik perhatiannya ! Tetaplah berhati-hati untuk mendekatinya ! “ Jelas Rigel yang langsung kepikiran akan ide untuk menarik perhatiannya Galaztis
“ Dimengerti ! “ Kata Ataru yang langsung berlari kearah Galaztis
“ Hmph ? Aku penasaran dengan apa yang mereka katakan ?! Tapi bodoh aaah~ itu tidak penting ! “ Celetuk Galaztis sambil bersiap untuk menghadapi Ataru
( SYAAAAAAAT ! TRAAAAANG ! )
“ Kkkh ! Lagi-lagi ini ! “ Geram Ataru yang melihat serangannya kembali dihadang Nanobot
( BUUUUM! BUUUUM! BUUUUUM! )
“ Kkh !! “
“ Jadi kau masih memilih untuk melawan dia ketimbang aku ?! “ Tanya Rigel sambil menantang Galaztis
( TRAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAANG! )
“ Aku sejujurnya ragu harus memilih siapa yang harus kulawan ! Karena itulah aku tidak akan membiarkan kalian mendekati Pak Louss ! “ Ujar Galaztis sambil mengeluarkan beberapa sabit kecil kearah mereka dan mengendalikannya dengan FYBER
( ZYAAAAAAAAAAAAAASH !!! )
“ Celaka ! “ Rigel dan Ataru terkejut melihat serangan yang dilayangkan oleh Galaztis yang begitu cepat kearah mereka
( BUUUUUUUUM !!! )
“ Haiiish ! Bisakah kalian bertarung dengan benar ! Kalian’kan El-Fighter ! “ Gerutu Pak Louss kepada Ataru dan Rigel
( ZYAAAASSH! ZYAAAAASSSH! ZYAAAASSSH ! ZYAAAASH ! )
“ Cih ! Ini tidak ada habisnya ! Heavenly Ice Wind ! “ Rigel menggunakan teknik Anthemusanya untuk membekukan sabit tersebut bersama dengan ratusan Nanobot tersebut
( WUUUUUUUUUUSSSH ! )
“ HOU OP ! ” Ataru menggunakan teknik kedua Tijdbreker untuk menghentikan pergerakan dari lemparan sabit tersebut yang mengarah kedirinya dan Rigel
( SRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING )
“ Heh ! Semudah itu’kah ?! “ Galaztis mengerahkan Nanobot kearah belakang mereka berdua
( ZAAAAAAASSSH ! )
“ Hou Op ! “
“ Heavenly Ice Wind ! “
“ CONVERGENCE : FROZER ! “
“ CELAKA ! “ Galaztis terkejut saat melihat teknik gabungan dari Ataru dan Rigel
( ZRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAASSSH !!! )
Rigel dan Ataru menggabungkan kekuatan mereka untuk membekukan Nanobot yang ada disekitar mereka. Walau demikian, Galaztis dengan cekatannya melompat untuk menghindari serangan es tersebut dan mengeluarkan sebilah sabit lain dari FYBER kearah Rigel
“ Terima ini ! “ Galaztis melayangkan sebuah sabit kearah Rigel dan mengenai tepat dikepalanya
( SYAAAAAAT ! ZAAAAAAAAAAAT ! )
“ Te- TERUG ! “ Ataru yang panik melihat sabit yang mengenai kepalanya Rigel langsung memundurkan waktu ke 7 menit dengan Tijdbrekernya untuk mengembalikan Rigel dalam kondisi sehat
( SRIIIIIIIIIIIIIIIIING )
“ DATANG ! HOU OP ! “ Ataru langsung bertindak cepat untuk menghentikan serangan sabit tersebut sebelum itu mengenai kearah Rigel
“ Apa ?! “ Rigel terkejut saat mendengar apa yang dikatakan Ataru tentang seragan yang yang akan datang
Ataru berhasil menghentikan serangan kejutan dari Galaztis. Namun karena banyaknya teknik yang ia keluarkan membuat dirinya menjadi kelalahan karena ia berkali-kali mengeluarkan teknik Possession disaat yang bersamaan
“ ICE CRUSH ! “ Rigel menghentakan Anthemusa ke lantai untuk menghancurkan Nanobot yang dibekukan oleh gabungan serangan mereka
( BRAAAAAK !!! )
“ Kkkh ! “
“ Nak Ataru ! Anda tidak apa-apa ?! “ Rigel langsung bertanya kepada Ataru akan kondisinya
“ Yaa ! Hanya sedikit kelelahan ! Anda harus berhati-hati ! “ Ujar Ataru yang kelelahan sambil memperingatkan Rigel untuk tidak lengah
Tidak lama setelah Ataru memberi Rigel peringatan, Galaztis tiba-tiba datang dari kabut es tersebut dihadapan mereka dan bersiap untuk menyerang kearah mereka dengan lengan sabit dari FYBER-nya
( SYAAAT ! TRAAAAAAAANG !!! )
“ Tadi itu teknik yang keren ! Tapi untungnya aku ini cepat ! “ Puji Galaztis akan tekniknya Rigel dan Ataru
“ Yaaa ! Aku senang karena kamu memang orang yang cekatan ! Sungguh disayangkan orang seperti dirimu harus tersingkir menjadi Kapten “ Ejek Rigel dengan nada santainya
“ Apa katamu ?! “ Galaztis mulai tersinggung dengan apa yang dikatakan Rigel
Tidak terima akan apa yang dikatakan Rigel, Galaztis kembali mengerahkan serangan kearah Rigel sebagai pembalasannya. Ataru yang melihat serangan tersebut langsung menangkap pedangnya dan disaat yang bersamaan Rigel mengambil sebuah KRISTA BOMB yang ada dipinggangnya dan mengaktifkannya tepat dibelakang mereka bertiga
( SYAAAAAAT! TRAAAAAAANG! )
“ Itu dia ! “ Kata Rigel yang menyadari KRISTA BOMB dipinggang Galaztis
“ Masih ada tenaga juga kau ya ?! “ Ejek Galaztis kepada Ataru
“ Jadi apa ?! “ Tanya Ataru dengan nada ejekannya disaat yang bersamaan Rigel mengambil KRISTA BOMB
__ADS_1
“ OH TI-“
( SRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING )
KRISTA BOMB memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan sehingga Nanobot yang menggenggam Pak Louss dan koper tersebut akhirnya melepaskan keduanya karena tidak tahan akan pancaran sinar tersebut. Ataru dan Rigel bergegas lari dari Galaztis bersama dengan Pak Louss dan koper berisi KRISTA SERUM
“ Uwaaa ! Si- silau ! Kemana kalian ?! “ Tanya Pak Louss yang mulai gelisah
“ Ayo ! “ Rigel bergegas menarik Pak Louss sementara Ataru mengambil koper tersebut
“ Pe- Pelan-pelaaan ! “ Peringat Pak Louss untuk tidak terburu-buru
Galaztis perlahan membukan matanya dan melihat dengan samar jika Ataru dan yang lainnya bergegas lari meninggalkannya. Galaztis langsung mengambil tindakan cepat untuk menangkap mereka kembali sebelum lari semakin jauh darinya
“ Sialan kau ! Orang-orang licik ! “ Galaztis mengeluarkan Crossbow dari FYBER-nya dan bersiap untuk menembak kearah mereka bertiga
Ataru menyadari serangan dari Galaztis dan langsung memberi peringatan kepada Rigel dan Pak Louss untuk menghindar dari serangannya
( BUUUUUM !!! )
“ AWAS !!! “
Disisi lain Kapal Induk, terlihat pertarungan antara Inuya dan Energateez melawan Meteoralez belumlah usai. Galaztis berkali-kali membawa mereka tempat yang cukup ramai dari prajurit yang berada disana karena ia cepat bosan jika mereka bertarung hanya berada disatu tempat saja. Yang tentu saja ini membuat Inuya sedikit khawatir akan keberadaan orang-orang disekitar yang ditakutkan akan cidera karena pertarungan mereka bertiga
( DUAAAAG!! SYAAAT!!! SYAAAAAT!! SYAAAAAT!! )
“ HIYAAAAAAH ! “
( DUAAAAAGGH !!! )
“ Hebat juga kau sekarang ! Tapi tanpa ini kau juga bukan apa-apa selain orang lemah yang tidak berdaya ! “ Ejek Meteoralez sambil menahan serangannya Energateez
“ Kau juga ! Tanpa modifikasi itu dan juga FYBER... kau sama saja seperti aku ! “ Balas Energateez
“ Kau ini jangan sok jadi kuat yaaa !!! “
“ Aku nge-sok katamu ?! “ Balas Energateez yang berusaha untuk membuat Meteoralez menyadari kedatangan Inuya
“ Saatnya ! Venom ! “
Inuya kemudian datang dari belakangnya Meteoralez dan bersiap untuk melumpuhkannya dari belakang. Namun berkat dari program FYBER-nya, Meteoralez dapat menyadari serangan Inuya dan seketika langsung menggenggam tangannya dengan kuat
( GREEP !! )
“ Kkkh ! “
“ Heh ! Ada-ada saja kau ! HAAAH !! “ Ejek Meteoralez sambil melempar Inuya dengan kuat keluar dari Kapal Induk dari jendela yang ada disekitar mereka
“ Cela- “
( PRAAAAAAAAAAAANG !!!! )
Dari kejauhan, Tazuya melihat ada sesuatu yang keluar dari Kapal Induk. Hal ini membuat ia penasaran dengan sosok tersebut dan memerintahkan DECA-I untuk memperbesar gambar dari monitor tersebut
“ Itu ? DECA... perbesar layarnya ! “ Perintah Tazuya
( DECA-I memperbesar layar monitor )
“ Itu... INUYA ! Celaka ! Itu si besar Meteoralez ! Celaka ! Sialaan! Inuya ! Bangun ! Ayoo Inuya ! Ayooo... kumohon buka matamu ! “ Ujar Tazuya dengan nada kecemasannya yang meminta Inuya untuk berwaspada
Inuya membuka matanya dan terkejut dia sudah berada diangkasa lepas dan hampir menjauh dari Kapal Induk. Beruntungnya Inuya dalam keadaan helm Battlesuit-nya tertutup yang membuat ia masih bisa selamat walau berada diangkasa lepas. Seketika Inuya langsung melihat Meteoralez yang melesat datang kearahnya dan bersiap untuk kembali menghajarnya
“ Aaah ! Ini dimana ?! “ Inuya sedikit panik saat ia menyadari sudah berada diluar Kapal Induk
“ Ini yang terakhir ! “ teriak Meteoralez yang siap untuk kembali menyerangnya
“ Dia datang ! “
( DUAAAAAGH ! )
*****
Tim Swift Polly terlihat masih dalam perjalanan untuk keluar dari Kapal Induk melalui hanggar belakang. Disaat yang bersamaan, Ryuga dan Jubei bisa merasakan kontak spiritualnya Inuya yang masih melanjutkan pertarungannya diluar Kapal Induk
“ Aman ! “ Sampson memperhatikan situasi di sekitar saat melihat orang disekitarnya meninggalkan mereka
“ Ayo ! “ Swift Polly memberi arahan untuk melanjutkan pelarian mereka
“ Ah ! Namidashi ! “ Ryuga menyadari Inuya dalam masalah dari Kontak Spiritualnya sambil berlari menuju Hanggar belakang bersama dengan Jubei dan yang lain
“ Ada Apa Ryuga-kun ? “ Tanya Jubei
“ Dia terlempar keluar Kapal Induk bersama dengan Prajurit bertubuh besar itu ! Dan melanjutkan pertarungan disana ! “ Jelas Ryuga tentang keberadaan Inuya
“ Seperti itulah Meteoralez ! Dia tidak akan menyerah begitu saja untuk menyelesaikan pertarungan dan memburu lawannya ! Ene adalah korban empuknya bahkan sejak dari kecil karena mereka adalah sepupu ! Dan sialnya... mereka selalu kembali bertemu dan menjadi satu tim hingga sekarang ! “ Jelas Sampson tentang Meteoralez
“ Mendengar ceritamu saja aku sudah bisa tahu alasan utama kenapa dia mau berpihak dengan kita “ Sahut Ryuga yang menembak alasan Energateez berpihak dengan mereka
“ Oooh~ Jadi dia selalu diperundung oleh sibesar itu karena mereka berdua adalah sepupu... okeee~ aku jadi agak kasihan dengan Energateez-san “ Ujar Jubei yang mulai bersimpati kepada Energateez
“ Aku juga ! Walau kuakui dia sangat menjengkelkan ! Karena itu kita harus cepat keluar dari sini dan bergegas membantunya dan juga temanmu simata kuning itu ! “ Ujar Sampson yang meminta mereka bertiga untuk bergegas keluar dari Kapal Induk
“ Yaaa ! “
“ Akhirnya kamu bersemangat juga Sampson ! Kalau bisa setiap saat bersemangatlah ! Jangan lesu terus “ Celetuk Swift Polly yang bisa melihat Sampson menjadi cukup bersemangat
“ Hmph ! “ Jawab Sampson dengan singkat dengan senyuman kecilnya kepada Swift Polly
“ Ene ! Jika kau masih disana... usahakan kau tidak lari dari mereka ! Kalau kau memang bukan seorang pengecut... bantu Fighter dan hadapi Meteoralez ! Buang jauh sisi penakutmu ! “ Pikir Sampson tentang Energateez dan berharap sahabat kecilnya tidak menjadi sosok yang penakut lagi
Dullart akhirnya sampai kedepan ruangannya Morsdantaque bersama dengan Argus dan Gretue. Berkat bantuan dari mereka berdua, Dullart kini memakai FYBER khusus yang bernama FYBER I : Model Papilion. Sebelum memasuki ruangan untuk kembali menuntaskan pertarungan mereka sebelumnya, Dullart mulai dihantui oleh rasa cemasnya akan kegagalan sebelumnya dan khawatir jika ia akan kembali melakukan hal yang sama jika ia kembali bertarung melawan Mordantaque
“ Baiklah ! Morsdan sekarang masih ada diruangannya ! Waktu yang pas untukmu untuk kembali menyelesaikan pertarunganmu dengan dia ! “ Ujar Gretue sambil melihat kearah pintu kamarnya Morsdantaque
“ Anda siap Tuan Muda ? “ Tanya Argus kepada Dullart
__ADS_1
“ Yaaa “ Jawab Dullart dengan nada keraguannya
“ Kau ragu ?! Yaaaa~ waktu aku menghadapinya... sejujurnya aku juga memiliki keraguan yang sama sepertimu ! Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk ragu ! Sebesar apapun konsenkuensinya untuk kembali menghadapinya... hadapi saja ! Kau adalah penerus sesungguhnya dari Ayahanda kita ! Jadi buktikan jika kau memang pantas menjadi penerus kekaisaran ! “ Gretue memberikan semangat kepada adik bungsunya untuk tidak selalu ragu
“ Okee ! Kau tahu... sudah lama sekali aku tidak mendengar kalimat penyemangatmu Gree... karena itu... aku sedikit merindukannya “ Ujar Dullart sambil perlahan menunjukan senyuman kepada mereka berdua
“ Hmmm~ Aku senang kamu masih menganggapku sebagai kakakmu “ Balas Gretue
“ Karena kamu berbeda dari Morsdan ! Itu yang aku percaya kamu tidak akan mengikuti apa yang ia mau ! “ Jawab Dullart dengan nada santainya
“ Ayoo ! Bersiaplah untuk memulainya Tuan Muda ! “ Ujar Argus yang meminta Dullart untuk memasuki ruangan Morsdantaque
“ Kami akan menunggu dibalik sini ! Kami akan membantumu jika para Fighter tidak sempat datang kemari saat kau dalam masalah “ Jelas Argus tentang bantuan yang akan mereka berikan kepada Dullart
“ Okee ! “
Gretue memberikan kartu pengenalnya agar Dullart bisa masuk keruangannya Morsdantaque. Saat memasuki ruangan, Morsdantaque terlihat sedang memperhatikan jendela dibelakang meja kerjanya sambil berdiri. Mengetahui si Adik bungsunya datang untuk melanjutkan pertarungan mereka, dengan santai Morsdantaque langsung menyambutnya
“ Dullart ! Aku tidak menyangka kau bisa datang kesini tanpa arahan dariku ! Kau ini benar-benar anak yang tidak mau patuh dengan peraturan ! “ Sambut Morsdantaque yang masih tetap mengejeknya
“ Kau ini ! Masih saja sok-sokan seperti kakak yang peduli dengan adiknya ! “ Gerutu Dullart
“ Datang kemari sambil memakai Model Papilion ?! Dan aku yakin kau pasti mencuri kartu tanda pengenal orang lain agar kau bisa dapat akses didalam Kapal Induk karena aku sudah memblokir milikmu ! Sungguh pintar dan juga licik ! “ Morsdantaque bisa melihat kepintaran dari Dullart
“ Jadi itu artinya kau sudah sadar jika aku pasti akan datang kemari ?! “ Tanya Dullart dengan nada curiganya
“ Bukan sadar~ tapi sudah tahu ! Karena sama seperti Gree... kamu juga adalah orang yang mudah diprediksi ! “ Jawab Morsdantaque yang masih mempertahankan nada santainya
“ Baik ! Karena sudah tahu apa tujuanku datang kemari... ayo kita lakukan ! “ Ujar Dullart dengan nada tantangannya
“ Okee ! Kita masih punya waktu 20 jam untuk menuntaskan urusan kita ! Jika kau kembali kalah... maka sudah tidak ada lagi kesempatanmu untuk kembali menemuiku lagi ! Dan akan kuhabisi kau setelah kami berhasil menguasai Planet Bumi ! “ Jelas Morsdantaque sambil memberi peringatan keras kepada Dullart dan menunjukan FYBER miliknya yang bernama FYBER I : Model Monarch
“ Jadi kau memakai FYBER milik ayah kita ? Kau harusnya memakai yang Model Hawkmoth ! “ Dullart menyadari jika FYBER yang digunakan Morsdantaque adalah milik Zozo
“ Tentu ! Ini adalah FYBER yang sangat sempurna ! Jadi sangat disayangkan jika ini tidak digunakan lagi pasca beliau meninggal ! Aku yakin aku bisa menikmati pertarunganku jika aku menggunakan ini ! “ Jelas Morsdantaque tentang FYBER tersebut
“... “
“ Nah ! Apa kau sudah siap adikku ?! “ Tanya Morsdantaque sambil mengeluarkan pedang KRTISTA berwarna ungu sambil mengaktifkan Helm khususnya
“ Tentu ! Ayo kita mulai ! “ Jawab Dullart sambil mengeluarkan pedang KRISTAnya dari FYBER miliknya
Morsdantaque dan Dullart kembali bersiap untuk melanjutkan pertarungan mereka. Mereka berdua memulainya secara bersamaan dan saling menebas satu sama lain sebagai pembukaan pertarungan mereka
( SYAAAAAAT ! TRAAAAAANG ! SYAAAAT! SYAAAAAT! TRAAAAANG! )
“ HAAAH ! “
( SYAAAT! SYAAAT! SYAAAAAT! TRAAAAAANG! )
“ Kkkh ! “
( DUAAAGH ! )
Morsdantaque menendang Dullart untuk menghindari serangan selanjutnya. Dullart dengan cepat membuat dirinya tetap bangkit dan ia pun langsung berlari kearah Morsdantaque untuk menebas kearahnya
“ HIYAAAAAAAAGH ! “
( TRAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAAAANG! )
“ Sudah mulai ! Dan ini lebih baik dari pertarungan sebelumnya ! “ Ujar Argus yang takjub dengan kemampuannya Dullart yang berkembang pesat
“ Hebat ! Dullart benar-benar memiliki perkembangan yang hebat ! Kumohon adikku... jangan gagal untuk kedua kalinya ! Demi masa depan umat kita ! “ Gumam Gretue yang memperhatikan pertarungan mereka berdua dari CCTV yang ia retas dan berharap Dullart bisa memenangkan pertarungannya demi merebut kembali tahta kekaisaran
( TRAAAAAANG ! )
“ Kau bertarung dengan sangat baik ! “ Sahut Morsdantaque sambil menahan pedangnya
“ Bagus ! Akhirnya kau mengucapkan pujian kepadaku ! “
“ Tapi jangan salah ! Bukan berarti aku mengakuimu setara denganku ! “ Ujar Morsdantaque yang kembali menyerang Dullart
( TRAAAAAAAAAAANG !!! )
Di TSP-03, Tazuya masih menghadapi dilema untuk memilih apa yang harus ia lakukan antara harus tetap berada di pesawat atau pergi ke Kapal Induk untuk membantu yang lain. Tidak lama berselang, TSP-03 melacak adanya seseorang yang mendekati pesawat tersebut
( BIIP! BIIP! BIIP! )
“ Ah ! Bunyi apa itu ?! “ Tanya Tazuya yang terkejut mendengar sinyal dari monitor
“ Ini... oh’ho ! Ada seseorang yang mendekati Pesawat ! Ini dihanggar belakang ! “ Ujar DECA-I yang kaget saat melihat ada seseorang yang mendekati TSP-03
“ Seseorang ? Oh tidak ! Apa kita ketahuan ?! Jika iya maka kita harus habisi dia sebelum orang itu kembali kesini dan memberitahu yang lain tentang lokasi kita ! “ Tazuya mulai sedikit paranoid langsung pergi kehanggar untuk mencari orang yang dimaksud
“ Dia- eh ! Tazuya Hideyuki Iga ! Tunggu duluuu~ “ DECA-I langsung mengejar Tazuya dan ingin memberitahu tentang orang yang dilacak pesawat tersebut
Tazuya memasang helm-nnya dan langsung mengeluarkan Kuro Kusanagi sambil berjalan menuju hanggar belakang. Sesampainya disana, Tazuya membukakan pintu hanggar tersebut dan seketita ia langsung menyerang sosok misterius tersebut
“ Ketemu kau ! HIYAAAAAAAAA ! “
( WUUUUUSSSSH ! )
“ UWAAAAAA ! “ Tazuya seketika langsung terpental karena hembusan kekuatan dari sosok tersebut
( BRUUUK ! )
“ Ekh ! Tazuya Hideyuki Iga ! Kau tidak apa-apa ?! “ DECA-I langsung menghampiri Tazuya saat ia melihat si pemuda bertubuh pendek tersebut terpental karena serangan tersebut
“ Adududuh ! Sakiiiit “ Rintih Tazuya yang berusaha untuk kembali bangkit
“ Kau ini ! Bisa-bisanya kau lakukan itu kepada nenekmu sendiri ! Dasar cucu bandel !” Ternyata sosok tersebut tidak lain ialah Anodyne Trueax
“ Anda ? Ne- Nenek ?! “ Tazuya terkejut ternyata orang yang mendekati pesawat tidak lain adalah neneknya sendiri
“ Hei cucuku ! Katanya kau tidak mau ikut denganku pergi ke angkasa ! Aku tidak menyangka bisa merasakan kehadiranmu disini ! “ Sapa Anodyne dengan nada santainya
__ADS_1
*****