
“ Hah ?! Yang benar saja Tazuya memakai Psikokinesis untuk keatas sana ?! “ Tanya Inuya sambil memperhatikan aksinya Tazuya dari kejauhan dengan teropongnya
“ Sepertinya mereka tidak punya cara lain untuk mencapai kesana karena masalah durasi dari sistem teleportasi “ Gumam Ataru
“ Eeeeh Prisman ! Kau yakin Samp-san dan Pak Louss akan baik-baik saja bersama dua EL-Fighter didalam Superbia-07 ?! Bagiku akan sangat baik jika bocah Kazenoid itu bersama mereka juga ketimbang berada di Kapal Induk “ Tanya Energateez dengan nada keraguannya kepada Rigel
“ Ryuga Mangetsu adalah Fighter tipe pertahan yang memilki kemampuan perlindungan yang cukup kuat yang setara dengan Perisai Mentalnya Tazuya ! Sedangkan Jubei Fujieda memiliki kemampuan khusus untuk merasakan kedatangan seseorang dari instingnya dengan cepat ! Kemampuan mereka sudah lebih dari cukup untuk melindungi pesawat seperti Superbia-07 ! Lagipula... pesawat itu jauh lebih canggih ketimbang TSP-03 bukan ? Aku masih ingat pesawat itu memiliki persenjataan yang berbahaya yang bisa dikatakan hampir setara dengan Kapal Induk “ jelas Rigel sambil kemampuan Ryuga dan Jubei sambil teringat akan kecanggihan teknologi yang ada di Superbia-07
“ Okeee~ kelihatannya anda sengaja memilih Tazuya Hideyuki Iga bersama dengan Tuan Muda karena kemampuannya bukan ?! Yaaaa~ kuakui dia memang punya potensi lebih kuat dari Anodyne Trueax karena dia mampu menahan TSP-03 pada saat itu “ Gumam Oxtoroo sambil memperhatikan Kapal Induk
“ Naaah ! Sekarang ini giliran kita ! Siap ?! “ Ujar Rigel kepada mereka semua untuk bersiap memulai bagian mereka untuk masuk ke Kapal Induk
Sementara itu, Tazuya dan Dullart terlihat akhirnya berhasil mencapai hanggar belakang Kapal Induk walau mereka mengalami pendaratan yang cukup kasar. Tidak lama setelah itu, mereka bergegas bersembunyi di belakang peti besi saat mendengar ada yang datang ke hanggar tersebut
“ Ouuuh ! “ Rintih Dullart yang berusaha untuk bangkit
“ Ma- maafkan aku Dullart-san ! A- A- aku akan berusaha untuk mendarat dengan lembut Dullart-san ! “ Kata Tazuya yang langsung membantu Dullart untuk segera bangkit
“ Yaaa~ tidak apa-apa~ “
( Bunyi langkah kaki terdengar dari pintu )
“ Oh tidak ! Cepat ! “ Dullart bergegas membawa Tazuya untuk bersembunyi dari seseorang yang akan datang
Saat mereka bersembunyi, ternyata yang datang tidak lain ialah salah satu Prajurit Elit milik Gretue yang bernama Hobbs dan Eetch. Mereka terlihat membicarakan sesuatu yang serius dan terlihat Eetch memasang wajah cemasnya saat Hobbs menginterogasinya
“ Siapa dia Dullart-san ? “ Tanya Tazuya
“ Hobbs ! Ah ! Dan yang baru saja datang itu Eetch ! “
“ Kelihatannya ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan disini “ Ujar Tazuya yang melihat ekspresinya Eetch yang terlihat cemas dan ketakutan
“ Hmmmm~ “
( Hobbs tiba-tiba mengeluarkan pisau listrik dan mengarahkan pisau kearah leher Eetch)
“ Ah ?! “
“ A- ada apa ?! “ Bisik Tazuya yang terkejut
“ Sekarang jujurlah kepadaku Eetch-san ! Sebagai Kaptenmu... aku ingin kau terus terang akan penyebab kematian dari Yang Mulia ! “ Jelas Hobbs dengan nada tegasnya
“ Egh ! Ba- Ba- Baik ! Aku mencurigai Koseena sebelum kematian Yang Mulia ! Dia terlihat canggung dan terlihat dia baru saja diancam oleh seseorang ! Jadi- “
“ Kubilang jawab dengan jujur ! “ Potong Hobbs sambil mendekati pisau listrik tersebut mendekati leher Eetch
“ Cih ! Bagaimana aku bisa menceritakannya jika kau terus begini ! “ Kata Eetch dengan jengkel akan ulahnya Hobbs
“ Baik ! Intinya saja ! “
“ Koseena dipaksa mengikuti perintah dari Rough Polly untuk memasukan Nanobot kedalam minuman Yang Mulia ! Dia awalnya tidak mau ! Tapi Rough Polly memaksanya dengan mengendalikan Nanobot yang ada didalam tubuhnya ! Koseena bilang... itu semua demi Pangeran Morsdantaque ! “ Jelas Eetch dengan ekspresi cemasnya
Mendengar penjelasannya Eetch membuat Hobbs beserta Tazuya dan Dullart yang masih bersembunyi sangat terkejut
“ Jadi... seperti itu penjelasannya ? “ Tanya Hobbs dengan nada keraguannya
“ Masih tidak percaya lagi ?! Kau penggal kepalaku dan bawa itu ke Koseena untuk membuatnya mengaku kepadamu ! Aku tidak tahu lagi bagaimana aku harus jujur kepadamu wahai Kapten ! “Ujar Eetch dengan nada kekesalannya saat melihat Hobbs tidak mempercayainya
“ Oke ! Tenaaang ! Jangan bicara seperti itu ! “ Sahut Hobbs
“ Hmm~ begitu rupanya “ Gumam Tazuya yang memahami pembicaraan mereka
“ Kelihatannya dilihat dari perkataanmu... tidak ada indikasi jika kau membantu mereka ! Tapi tetap saja kau juga salah karena kau tidak menanyakan saudaramu itu akan masalahnya ! Apalagi kau sudah sadar jika ada yang salah dari Koseena “ Jelas Hobbs yang masih menganggap Eetch juga ikut bersalah dalam kematian Zozo
“ Tapi... “
“ Sudah ! Kita harus mencari saudaramu itu ! Siapa tahu dia juga tahu soal- “
“ Wah waaaah~ sungguh perdebatan yang hebat ! “
Rough Polly tiba-tiba muncul dari pintu hanggar sambil tersenyum dan tepuk tangan kepada mereka berdua. Hobbs dan Eetch terkejut akan kedatangan wanita tersebut dan menyadari jika Rough mendengar semua perdebatan mereka
“ Rough Polly ! “
“ Cih ! Dia “ Geram Dullart saat melihat kedatangan sang Prajurit Elit wanita tersebut
“ Eetch-san ! Sepertinya kau masih tidak paham akan pepatah “Diam itu emas dan Bicara itu perak” ya ? Yaaa~ seperti itulah jika mereka tidak tahu kalau berbicara tanpa berpikir panjang bisa menyebabkan petaka kepada diri mereka sendiri ! Apalagi jika mereka harus jujur “ Gumam Rough dengan nada ejekannya
“ Apa maksudmu ?! “ Tanya Eetch
“ Maksudku ?! Hmmm~ kau sengaja untuk berpura-pura bodoh ?! “ Rough Polly balik bertanya dengan nada sarkastisnya
“ Cukup Rough Polly ! Apa Yang sudah kalian lakukan sudah keterlaluan ! Juga- “
“ Tugas kami ialah mematuhi segala apa yang diperintahkan Pangeran Morsdantaque dan mendukung semua impiannya ! Hanya itu saja kok ! Kalau kalian mau protes yaaa langsung saja bicara ke Pangeran Morsdantaque ! “ Potong Rough dengan nada santainya
“ Cukup Rough ! Berhentilah menjadi pura-pura bodoh seperti itu ! Kau tidak lain sama kejamnya dengan Pangeran Morsdantaque karena mendukung kejahatannya ! “ Teriak Hobbs
__ADS_1
“ Itu karena Yang Mulai Zozo bukanlah orang yang kompeten dan selalu mempercayai orang yang bodoh dan tidak sesuai dengan kemampuan dibidang Militer seperti Tuan Muda Dullart untuk menjadi penerusnya ! Tapi~ harus kuakui Tuan Muda kenyataannya tidak sebodoh yang beliau pikirkan karena dia memang cepat tangkap dalam belajar dari pengalaman ! Tidak seperti Koseena “ Jelas Rough dengan nada ejekannya
Dengan murka saat mengetahui Rough Polly yang selama ini mengkambing hitamkan saudaranya, Eetch berkata sambil mengeluarkan pedangnya “ Cih ! Jadi memang kau yang mengendalikan Koseena untuk mencekikku ?! SINI KAU ! KUBERI KAU PELAJARAN ! “
( SYAAAAAAAT ! )
“ Tunggu ! “ Panggil Hobbs yang berusaha menghentikan anak buahnya
Dengan santai Rough Polly mengerahkan Nanobot kearah Eetch untuk menghentikan gerakannya dan berniat untuk mengendalikannya dengan memasukan Nanobot kedalam tubuhnya
( ZAAASSH !!! )
“ Aaagh ! “
“ Sialan kau ! “ Ujar Hobbs dengan nada kekesalannya
“ Bertarung tanpa FYBER SUIT ? Dasar ne- “
( WUUUUUUUUUUUSSSSH )
“ Aaaah !! “
Beruntungnya aksi dari Rough Polly berhasil dihentikan oleh Tazuya dengan teknik “Kaze No Shizuku”nya. Ketiga Prajurit elit itu terkejut akan kedatangan Tazuya dan Dullart tanpa sepengetahuan mereka
“ El-Fighter ! Tuan Muda Dullart ! “
“ Cih ! Datang juga kau ! “ Rough dengan cepat langsung mengincar Tazuya dan Dullart
( ZAAAAAAAAAASSSH! BUUUUUUUUUUM! )
“ Ippen Kaze ! “ Tazuya beserta Dullart berhasil menghindar dan Tazuya langsung mengerahkan teknik Shiro Kusanagi untuk menebas kearah Nanobot yang mencengkarm Eetch
“ HAAAAAAH !!! “
( BUUUUUUMMM !!! )
“ Hobbs ! Sekarang ! “ Dullart melemparkan bom khusus kearah Hobbs dan memintanya untuk melemparkannya kearah Rough
“ Ah ? Baiklah ! “ Jawab Hobbs yang mengerti akan apa yang yang dia lakukan dan langsung melemparkan bom tersebut
( SYAAAAAAT ! )
“ Ah ! Cela- “
( BUUUUUUUUUMMM! BUUUUUUUUUUMM!! )
“ Fyuuuh ! Kelihatannya sampai kapanpun aku akan selalu dianggap tamu tidak diundang yaa~ “ Celetuk Tazuya
“ El-Fighter ! Jadi kau benar-benar El-Fighter ? Dan cucunya Anodyne Trueax ? “ Tanya Hobbs dengan nada penasarannya
“ Jika iya maka aku tidak menyangka jika Anodyne Trueax memiliki cucu yang memiliki tinggi yang setengah dari tingginya “ Sahut Eetch yang tidak percaya akan kabar tentang Tazuya sebagai cucu dari Anodyne karena tingginya
“ Okeee~ aku senang ada yang tidak mempercayainya... tapi masih menyakitkan untuk didengar yang terakhir “ keluh Tazuya
“ Hobbs ! Eetch ! Beritahu kepadaku apa yang sekarang ini dilakukan Gree sebelum aku ingin menemui Morsdan ! “ Ujar Dullart yang meminta kepada kedua Prajurit Elit Gretue tentang langkah yang akan dilakukan pihak Gretue
*****
Saat bom cahaya tersebut mulai memudar, Rough Polly melihat disekitarnya dan melihat jika Tazuya dan yang lain sudah meninggalkannya. Sambil memperhatikan pintu hanggar dan melihat Kota Shinjitsu dari bawah, Rough Polly memberitahu Glabe akan kedatangan Tazuya dan memintanya untuk mengejarnya
“ Hm ! Senekat ini kah ?! Mereka benar-benar hebat ! “ Gumam Rough sambil mengaktifkan komunikasinya kepada Glabe
( Biip! Biip! Biip! )
“ Ada apa ? “ Tanya Glabe
“ Si Kapten El-Fighter sudah datang ke Kapal Induk ! Dia bersama dengan Tuan Muda Dullart dam masuk melalui hanggar belakang ! “ Lapor Rough Polly
“ Hmm~ begitu ! Bagus ! Ayo semua... kita harus bergerak ! “
Disis lain, Tazuya dan Dullart masih bersama Hobbs dan Eetch untuk pergi mencari keberadaan Morsdantaque sambil mendengarkan perkataan sang dua Prajurit Elit tentang apa yang sedang dilakukan Argus dan Gretue disebuah koridor yang agak sepi
“ Jadi apa yang direncakan Kakakku dengan Jenderal Argus sekarang ? “ Tanya Dullart
“ Pangeran Gretue berhasil memberitahu orang yang mendukungnya untuk membantu kalian dalam melonggarkan sistem keamanan yang ada di Kapal Induk ini ! Jadi kalian tidak perlu khawatir untuk membukakan sebuah akses kedalam Kapal Induk “ Jelas Hobbs sambil memberikan sebuah gadget seperti cincin yang digunakan untuk meretas sistem teknologi yang ada didalam Kapal Induk
“ Bagaimana caranya ini digunakan ? “ Tanya Tazuya
“ Kalian bisa menggunakannya sebagai pengganti kartu ID Kapal Induk ini ! Juga ini bisa menghentikan suatu mesin dengan sesaat selama ini masih tertancap ! Bagaimana ? Cukup dimengerti bukan ? “ Jelas Eetch tentang cara kerja gadget berbentuk chip cincin tersebut
“ Okee~ kelihatannya ini sangat membantu ! “ Sahut Dullart sambil menerima gadget tersebut
“ Nah ! Kalian sendiri mau ngapain sekarang ? Oh ya ! Kalian tahu dimana penawar Nanobot itu ? “ Tanya Tazuya kepada Hobbs dan Eetch
“ Kami juga sedang mencari itu untuk Koseena ! Kalau kami sudah tahu seharusnya kami beritahu itu juga kepada kalian “ Jawab Eetch yang ternyata mereka berdua juga sedang mencari KRISTA SERUM untuk Koseena
“ Okee~ Tuan Dullart kelihatannya kita harus ce- “
__ADS_1
“ Berhenti ! “ Panggil sang tentara berpangkat Kapten
“ Astaga ! “ Tazuya dan Dullart terkejut akan kedatangan tentara lainnya
“ Sekali kalian lari maka kepala kalian jadi taruhannya ! “
Tazuya dan yang lainnya tiba-tiba dihentikan oleh tentara yang dipanggil oleh Glabe untuk menghentikan mereka. Sepertinya mereka tidak tahu jika Hobbs dan Eetch membantu mereka untuk akses ke Kapal Induk
“ Jika kalian berani menantang Prajurit Elit... hukumannya adalah kematian ! “ Tantang sang Kapten sambil mengarahkan senapan laras panjangnya yang ingin melindungi Hobbs dan Eetch
“ Oh tidaaaak ! “ Geram Dullart
“ Celaka ! Apa ini tipuan dari dua orang ini ? “ Tanya Tazuya dengan nada kecurigaannya kepada Eetch dan Hobbs
( TAAK !! TAAK !! )
Mendengar perkataan Tazuya yang menaruh curiga kepada mereka berdua membuat Hobbs dan Eetch dengan santai menjatuhkan bom cahaya kearah tentara tersebut untuk membuktikan jika mereka bisa dipercaya untuk membantu Dullart
“ Apa i- “
( SRIIIIIIIIIIING !!! )
“ Uwaaaaaaaaaaaa “
“ Hei ! Ayo cepat ! “ Hobbs dan Eetch langsung menarik Tazuya dan Dullart untuk lari dari kejaran sang tentara tersebut
“ Jadi kalian benar-benar bisa dipercaya soal ini ? “ Tanya Tazuya yang masih mencurigai Hobbs dan Eetch
“ Yang penting adalah kalian bisa mencari Pangeran Morsdantaque dengan mudah ! “ Ujar Hobbs
“ Terima kasih ! Tapi tolong... jangan panggil dia Pangeran lagi ! Dia tidak pantas untuk mengambil tahta kekaisaran ataupun Pangeran ! “ Kata Dullart dengan nada kekesalannya kepada kedua Prajurit Elit milik Gretue
Hobbs dan Eetch berlutut didepan Dullart dan berharap kepada mereka berdua untuk bisa menuntaskan pertarungan demi masa depan umat mereka
“ Semoga berhasil ! Lakukanlah ini demi masa depan umat kita ! “ Sahut Hobbs sambil bertekut lutut dan menundukan kepalanya kepada Tazuya dan Dullart
Tazuya terdiam sesaat dan kemudian berkata “ Yaaa ! Terima kasih ! Kami pasti akan berhasil “
Tazuya dan Dullart bergegas lari meninggalkan Hobbs dan Eetch untuk mencari keberadaan Morsdantaque. Disaat yang bersamaan, Timnya Rigel sudah sampai ke Kapal Induk dengan medali teleportasi milik Energateez dan mendarat disebuah ruang pertemuan
( ZAAAAAAAAASSSH )
“ Bagus ! Ataru... beberapa saat lagi langsung saja kalian bertiga pergi kesini ! Semoga kalian berhasil dan selamat saat kembali ke rumah ! “ Sahut Rigel yang memberikan semangat kepada Ataru beserta Oxtoroo dan Swift Polly untuk bisa kembali dengan selamat
“ Terima kasih... Tuan Rigel “
( Klik )
“ Energateez ! Bagaimana status saat ini ? “ Tanya Inuya
“ Hmmm~ Ada beberapa tentara yang sedang melewati ruangan ini ! Kelihatannya mereka bersiap-siap untuk melakukan penyerangan yang ada dibawah sana ! Kelihatannya... mereka juga sedang mempersiapkan militer udara karena sepertinya LetJen Levirra merasa tentara militer udara yang mereka kerahkan saat ini tidaklah cukup “ jelas Energateez sambil melihat situasi melalui kamera pengintai yang dia retas ke smartphonennya
“ Dan orang yang bernama Galaztis itu... apa dia ada disini ? Atau malah ikut invasi dibawah ? “ Tanya Rigel
“ Kami Prajurit Elit para Pangeran... kami hanya ditugaskan untuk tetap berada didekat Pangeran dan menjalankan misi langsung dari mereka ! Karena Pangeran Morsdantaque tahu bahwa kita akan datang kembali kesini... sudah pasti beliau memberitahu mereka untuk tetap berada disini “ Jelas Energateez tentang salah satu tugas dari Prajurit Elit
“ Okeee~ mari berharap mencari salah satu dari mereka tidaklah sulit “ Sahut Rigel sambil mengintip suasana diluar ruang pertemuan
Saat suasana sudah diluar ruang pertemuan mulai agak sepi, Rigel mulai mengajak Inuya dan Energateez untuk keluar dari ruangan tersebut
“ Bagus ! Hidupkan Kamuflase kalian ! Ayoo ! “
Di Kota Shinjitsu, terlihat Tim Ataru sedang menunggu sinyal dari Rigel akan waktu yang tepat untuk bisa masuk kedalam Kapal Induk. Mereka memutuskan untuk menunggu disebuah gedung tinggi yang tidak begitu jauh dari Kapal Induk
( Biip! Biip! Biip! Biip! )
“ Apa itu sinyalnya ? “ Tanya Oxtoroo
“ Yaaa ! Ayo Oxtoroo ! Kita harus- “
( ZYUUUUUUUUNG! BUUUUUUUUUUUUUUM! )
“ Aaaaaaaah !!!!”
Tim Ataru tiba-tiba diserang oleh seseorang dari atas. Ternyata orang tersebut tidak lain ialah Rough Polly bersama dengan robotnya SISTER yang kini telah diupgrade menjadi SISTER V2.0
“ Adududuh “
“ Dari Atas ! “ Ataru menyadari jika seranga tersebut berasal dari atas
“ Ketemu ! Mudah sekali ternyata menemukan kalian dikota Ini ! Kupikir ini bakal sulit !” Gumam Rough sambil tepuk tangan kepada mereka bertiga bersama dengan SISTER V2.0
“ Rough “ Kata Swift dengan nada geramnya
“ Bagus ! Tidak perlu repot-repot mencari musuh ternyata dia sendiri yang datang menghadapi kita ! Bisa kah kita mulai tanpa harus buat waktu ?! “ Kata Ataru sambil mengeluarkan tongkat sabitnya untuk bersiap menghadapi Rough yang dijawab dengan wanita tersebut dengan senyum lebarnya yang nakal
*****
__ADS_1