
“ Oke ! Sekarang bisakah kita melakukannya ? “ Tanya Glabe yang tidak sabaran
“ Yaaaa~ Yaaaa~ tentu ! Ayo kita- “
( ZAAAAAAAAAAASH ! )
“ Ah ! “ Rough Polly dan Glabe terkejut melihat listrik diruangan tersebut tiba-tiba mati
“ Listriknya padam ! “ Ujar Rough yang sedikit panik
“ Hmmmmm “ Glabe terdiam sambil memperhatikan sekitar mereka karena ia merasakan ada seseorang yang mematikan listrik diruangan tersebut
“ Hei ! Kau lihat apa ?! “ Tanya Rough
Glabe memperhatikan sekitar mereka untuk merasakan keberadaan Inuya yang masih menggunakan program kamuflase. Inuya berjalan mengendap dan berusaha untuk menyerang mereka dari belakang dengan Labejanya. Ia tidak tahu jika Glabe memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi keberadaan orang lain jika ia berkonsentrasi secara penuh
“ Hmmm ! DISANA ! “ Glabe langsung mengeluarkan capit listriknya saat merasakan Inuya berada dibelakang mereka
( ZAAAAAAAASSH ! )
“ Egh !!! “ Rintih Inuya yang terkena serangannya Glabe yang membuat program kamuflasenya dimatikan olehnya
“ Heh ! Kena kau ! “ Ejek Rough Polly
“ Cih ! Akulah yang pantas bilang begitu ! Dasar ! “ Gerutu Glabe
“ Uuuugh ! “
“ Heh ! Heh ! Heh ! Usaha yang konyol ! Itu menandakan jika KAAAAAAU~ tidak tahu siapa musuhmu ! “ Ejek Glabe sambil mendekati Inuya
“ Be- benarkah ? HYAAAAH ! “ Inuya berusaha untuk kembali bangkit langsung meninju tepat kearah mukanya Glabe
( DUAGH ! )
“ Kau ! Berani menantangku ! “ Glabe dengan cepat membalas serangannya
( SYAAAT ! SYAAAT ! SYAAAAT ! )
“ HAAAAAAAAAAH ! “
( DUAAAGH !!! )
Inuya menahan tinjuannya Glabe dengan tangannya yang telah dipasang Labeja. Yang membuat telapak tangannya Glabe terkena racun dari senjata tersebut. Glabe sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Inuya
“ Agh ! Kkkh ! Apa-apaan senjata yang kau pakai itu ?! “ Tanya Glabe yang menahan kesakitan ditelapak tangannya
“ Jadi kau belum tahu ini ?! Kau akan tahu bagaimana cara ini bekerja ! “ Ujar Inuya yang kembali menyerang kearah Glabe
“ Kkkkh ! Rough ! “ Panggil Glabe kepada Rough untuk membantunya
“ Jangan cemas ! HAAAAAAH ! “ Rough Polly bergegas mencegah serangan Inuya d
( DUAAAGH ! )
“ Kkh ! Urus dia ! Aku mau menangani ini dulu dan cari yang lain ! “ Glabe berusaha untuk lari dari Inuya untuk mencari penawar racun
“ Celaka ! Jangan la- “
“ HAAAH ! “ Rough Polly menahan Inuya yang berusaha mengejar Glabe dengan menarik lengan kirinya dan langsung melemparnya kedinding
“ UWAAAAAAAAA “
( BRUUUKKK !!! )
Rough Polly langsung mengambil suntikan untuk menyerang kearah Inuya. Menyadari kedatangan wanita tersebut Inuya langsung menendangnya untuk menyingkirkan Rough Polly. Sang prajurit elit tersebut tidak mudah jatuh begitu saja dan membuat Inuya mau tidak mau harus menghadapinya sebelum menyelamatkan Ryuga dan Jubei
( BUG! BUG! BUG! BUG! BUG! )
“ HIYAAAAAAAH ! “ Setelah berkali-kali adu tangan dengan Inuya dengan cepat Rough Polly menggunakan tendangan kearah kanannya Inuya
( BUAAAAAAGH ! )
“ Heh ! Jadi begitu ! “ Ujar Rough Polly yang menyadari sesuatu dari Inuya dan langsung menghindarinya
“ Hm ? “
“ Untungnya aku dengan cepat menggunakan kakimu untuk menyerang sisi kananmu ! Karena aku tahu kau akan menggunakan itu untuk melindungi dirimu ! Dan sekarang aku tahu kenapa aku tidak terkena efek dari seranganmu itu... karena kakimu tidak terkena senjata unikmu itu ! “ Jelas Rough Polly sambil menjelaskan batasan dari Labejanya Inuya
“ Hooo begitu ! Kurasa sangat berat bagimu untuk sering menggunakan tendangan untuk menyerangku yaaaaa~ “ Gumam Inuya
“ Hmmmmmmmmm~ tidak juga ! “ Jawab Rough Polly yang mengeluarkan pisau plasmanya yang langsung ia ubah menjadi gauntlet khusus untuk bertarung
“ Ah- apa ?! “
“ Naaaah~ ini baru adil ! Aku senang kau menyukai ini ! “ Ujar Rough Polly yang langsung saja berlari dan menyerang kearah Inuya
“ Cela- “
( DUAAAGH ! )
“ Kkkh ! Ini tidak mempan ! “ Gumam Inuya yang melihat gauntletnya Rough Polly tidak terkena efek dari racun Labeja
( BUG! BUG! BUG! BUG! BUG! )
“ Hehe ! “ Dengan tawa kecilnya, Rough Polly langsung mengaktifkan aliran listrik dari gauntletnya untuk menyerang Inuya
( ZYAAAAAAAAAAASH ! SYAT ! SYAT ! SYAT ! SYAT ! )
“ HAAAAAAAAH ! “
__ADS_1
“ Ghhh ! Aaaagh ! “ Rintih Inuya yang terkena serangannya Rough karena tidak mampu menahannya dengan cepat
( BRUK ! )
“ Oh Ti- “ Inuya tiba-tiba melihat Rough Polly sudah berada didepannya sebelum ia bisa bangkit dan langsung memukul kepalanya dengan baton dari gauntletnnya dengan kuat
( DUAAAGH ! )
Dullart dan Morsdantaque akhirnya bertarung disebuah ruangan besar yang gelap dan kosong yang dikelilingi banyak pillar yang sangat besar. Diduga ruangan tersebut adalah sebuah aula karena disana juga terdapat sebuah podium dan panggung. Karena banyaknya pilar tersebut membuat Morsdantaque menggunakannya untuk melakukan serangan kejutan terhadap Dullart
( TRAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAANG! )
“ Kemana dia ?! “ Dullart mencari tempat persembunyian Morsdantaque
( SYAAAT ! )
“ Sana ! “
( TRAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAANG! )
“ Ehehe !~ Aku yakin kau masih ingat ini adalah favoritku yang sering kugunakan dalam pertarungan atau saat latihan ! Karena itulah aku menggunakan ini untuk menguji coba ingatanmu dan semangat bertarungmu ! “ Ujar Morsdantaque sambil mengingatkan masa lalunya saat mereka latihan bersama
“ Dimana dia ? “ Dullart tidak memperdulikan perkataan Morsdantaque dan terus mencari tempat persembunyiannya
( SYAAAAAAAAAAAAT ! )
“ SANA ! “ Dullart yang menyadari kedatangan Morsdantaque dari samping langsung menahan serangannya
( TRAAAAAAAAAAANG ! )
“ Bagus ! “ Puji Morsdantaque sambil terus menyerangnya
( TRAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAANG! SYAAAAT! )
“ Lagi ! “ Dullart sedikit terkejut karena melihat pergerakan Morsdantaque yang cepat
( SYAAAT ! )
“ Dibelakang ! “ Dullart menyadari Morsdantaque berada dibelakangnya
( TRAAAAAAAAAAAAANG ! )
“ Kkkh ! “ Geram Morsdantaque saat melihat serangannya kembali ditangkis oleh Dullart
( SYAAAT! SYAAAT! SYAAAT! TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! )
“ HAAAAAAAH ! “ Dullart dengan cepat menendang pedangnya Morsdantaque dan langsung menendangnya dengan kuat
( DUAAAGH ! )
Morsdantaque bisa melihat perkembangan yang cukup pesat dari Dullart yang mampu merasakan kehadiran serangannya. Sang Pangeran sulung tersebut bisa melihat jika Dullart sudah banyak belajar dari Rigel yang membuatnya menjadi lebih kompeten dibandingkan dengan dirinya yang lama yang selalu lemah dan mudah jatuh
“ Bisa juga kau rupanya ! Menghindari semua seranganku ! “ Gumam Morsdantaque yang sedikit geram
( TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAAANG! )
“ Tentu ! Aku bukanlah apa orang lemah yang selalu kau pikirkan begitu ! “ Jelas Dullart
“ Kau... “
“ Karena itu... aku tidak akan menyerah ! Walau kau harus memotong kedua tangan dan kakiku... aku akan terus mencari cara untuk menghentikanmu untuk merebut tahta kekaisaran Theta ! Sekarang tunjukan lagi apa trikmu ! “ Tantang Dullart
“ Huuuufff ! BAIK ! Jika itu yang kau mau ! Akan kuturuti permintaanmu ! “
Saat mengakhiri pembicaraanya, Dullart dikejutkan dengan seseorang yang menusuk dada kirinya dari belakang dengan sebuah pedang. Saat ia melihat kebelakang, ternyata itu adalah seorang tentara berpangkat brigadir dengan tubuh yang kaku dan matanya berwarna biru muda terang
“ Akh ! A- Apa i- “
( ZLEEEB ! )
“ Kh ! “ Rintih Dullart saat pedang tersebut kembali dicabut dari tubuhnya
“ Apa yang barusan terjadi dengan dia ?! Ada apa dengan dia ?! “ Pikir Dullart yang merasakan ada yang tidak beres dari sang brigadir tersebut
“ Suatu saat kau akan tahu ! Dan kau akan menemukannya... saat pertarungan kita sudah usai ! “ Morsdantaque kembali bangkit dan bersama dengan brigadir itu mereka berlari kearah Dullart yang terluka untuk kembali melanjutkan pertarungan mereka
*****
Disaat yang bersamaan dimana Inuya berhasil menemukan tempat dimana Ryuga dan Jubei berada, Argus bersama dengan Rigel dan Pak Louss sedang menginterogasi Gretue tentang Nanobot yang dikatakan Pak Louss barusan
“ Aku akan melepaskanmu jika kau berkata jujur kepada kami ! “ Ujar Rigel
“ Oke ! Tanyakan saja apa... yang ingin kau katakan kepadaku... sebelum Morsdan menggunakan aku sebagai senjata andalannya ! “ Gumam Gretue yang tubuhnya masih dibekukan oleh Rigel
“ Soal Nanobot yang baru saja dikatakan oleh Pak Tua ini ! Aku penasaran akan apa yang kamu maksud ! dan juga kenapa kau sedikit gugup saat aku bertanya soal itu ! “ Ujar Rigel
“ Pak Tua katamu ?! “ Kata Pak Louss yang geram karena tidak terima dipanggil pak tua
“ Hei Pak ! Tenaaang~ “ Tegur Jenderal Argus
“ Soal itu... Nanobot... itu adalah robot kecil multifungsi yang merupakan mahakarya dari Rough Polly dalam yang aslinya dinamai “ Proyek Microbot” ! Pada awalnya itu ditolak karena petinggi tidak suka dengan ide menciptakan robot untuk memantau dan mengendalikan para kadet ! Lalu proyek itu diganti dengan namanya “Nanobot” ! Robot tersebut pada awalnya digunakan untuk membantu pengobatan dan mempermudah memperbaiki teknologi dari sistem perangkat kerasnya “ Jelas Gretue tentang Nanobot
“ Hu’uh ! Aku sudah tahu itu karena itu semua akulah yang mengawasinya dalam menciptakan itu ! Aku sudah memperingatkan Rough untuk mencari ide lain... tapi dia tetap ngotot untuk melakukannya ! Microbot pada awalnya itu ukurannya sangat kecil seperti ukutan serangga bumi yang bernama semut ! Namun itu diubah menjadi ukuran sekecil chip normal agar proyek itu bisa diterima oleh mereka semua ! “ Ujar Pak Louss yang teringat akan kerjasamanya dengan Rough Polly
“ Lalu ? “ Rigel meminta Gretue untuk melanjutkan penjelasannya
“ Mereka menggunakan itu untuk membunuh Kaisar Zozo dengan mengendalikan Nanobot untuk menyerang bagian syaraf tubuhnya ! Seolah terlihat jika beliau meninggal karena mengalami komplikasi untuk membuat tidak ada yang menanyakan lebih lanjut tentang penyebab meninggalnya beliau ! Dan disaat itu juga... Morsdan meminta Koseena untuk membantu menyebarkan Nanobot tersebut kedalam botol minuman kami “ Jelas Gretue sambil mengingat semua penjelasan dari Morsdantaque tentang rencananya
Argus dan yang lainnya terkejut saat mendengarkan penyelasan Gretue tentang semua rencana Morsdantaque dan para prajurit elit, termasuk dengan keterlibatan Koki pesawat induk yang benar-benar tertekan akan menjalankan perintah mereka. Argus benar-benar geram mendengar semua rencananya Morsdantaque yang diluar batas. Ini juga membuat Rigel kepikiran jika Morsdantaque berniat akan melakukan hal yang sama dengan Ryuga dan Jubei
__ADS_1
“ Apa itu artinya... mereka akan melakukan hal ini... kepada Tazuya dan yang lain ?! “ Tanya Rigel
“ Sepertinya begitu ! Aku juga merasakan hal yang sama saat melihat salah satu dari muridmu bergegas keluar meninggalkan ruanganku ! Terlebih kalian El-Fighter memiliki kemampuan khusus untuk merasakan keberadaan mereka satu sama lain ! “ Jawab Gretue yang membuat Rigel semakin cemas dengan keadaan Tazuya dan yang lain
“ Jadi... mereka sudah tahu rencana para Fighter ? “ Tanya Argus
“ Lebih tepatnya mereka sudah menduga jika Prisman dan murid-muridnya pasti akan datang kemari ! Terlebih karena kalian bersama dengan Swift Polly dan Oxtoroo... juga Energateez ! “
Tidak lama kemudian, sesorang dari belakang mereka menembak kearah bongkahan es yang masih memerangkap Gretue. Ternyata itu adalah Galaztis dan Meteoralez. Ternyata sebelum memasuki ruangannya Gretue, mereka berdua mendengarkan semua pembicaraan Gretue dengan Rigel, Argus dan Pak Louss
“ Kau... Galaztis ! Meteoralez ! “ Argus melihat kearah kedua prajurit elit tersebut
“ Kami sudah mendengarnya Jenderal... dan kami sangat kecewa denganmu ! Terlebih karena kau memilih untuk berpihak dengan El-Fighter ! Juga~ sepertinya aku merasakan hal yang sama dari Pak Louss ! “ Ujar Galaztis
“ Apa ?! Aku ! Ja- jangan salah ! Aku disini hanya... “
“ Menjelaskan tentang proyek Nanobot ? Saya tahu karena kami mendengarnya ! Tapi... karena anda tahu cara untuk menghentikan itu... kami bisa melihat adanya kemungkinan jika anda akan membantu mereka ! “ Lanjut Galaztis yang membuat Pak Louss tidak terima dicap sebagai pengkhianat
“ Hei ! Jaga mulutmu yaaa ! Aku harus- “
“ Yaaa ! Yaaa ! Simpan maafmu untuk Pangeran Morsdantaque nanti ! “ Ujar Meteoralez yang berniat untuk mendekati Pak Louss yang mulai kaku saat mendengar perkataannya Galaztis
Melihat Pak Louss dalam masalah, Argus langsung pergi kebelakang Meteoralez dan memegang pundaknya dengan kuat untuk menghentikan niatnya. Meteoralez dengan cepat berusaha untuk menyerang Argus dengan tendangannya. Argus dengan refleknya menghindari dan menahan tendangan tersebut dengan lengannya
( SYAAAT! DUAAAGH! )
“ Cih ! HYAH ! “ Meteoralez yang geram berusaha untuk kembali menendangnya dengan kuat
( DUAAAGH ! )
“ Apa ?! Eh- UWAAAAAAA ! “ Argus dengan cepat menangkap kaki Meteoralez dan langsung membantingnya kedinding
( BRUUK !!! )
“ Meteo-san ! Akkh ! Sialan kau ! Anda akan menyesalinya Jenderal ! “ Galaztis yang kesal dengan Meteoralez memutuskan untuk menghadapi Argus sambil mengeluarkan pedang listriknya untuk menyerang Argus dan Rigel
“ HIYAH ! “ Rigel dengan cepat pergi kedepan Argus dan menangkis semua serangan Galaztis dengan Anthemusanya
( TRAAAANG! SYAAAT! SYAAAT! SYAAAT! SYAAAAT! TRAAAANG! )
Melihat pedangnya Galaztis berhasil disingkirkan dari genggamannya oleh Rigel, Argus dengan cepat langsung menangkap pedang tersebut dan menebasnya kearah Galaztis
“ Oh’ho ! “ Galaztis terkejut melihat Argus menangkap pedangnya
“ HAAAAH ! “
( ZAAAAASH ! )
Disisi lain, Tazuya dan Ataru terlihat sudah menyelesaikan pertarungan mereka dengan kelima tentara yang diutus oleh Morsdantaque dan terlihat mereka sudah kelelahan untuk menghadapi mereka semua
“ Haaah! Haaaah! Haaaaah! Haaaaah! “
“ Itu tadi melelahkan ! “ Keluh Ataru yang duduk disamping Tazuya
“ Yaaa ! Tapi kita harus keluar dari tempat ini ! Aku harus menggunakan Kusanagi untuk menebas pintu sialan ini ! “ Jelas Tazuya sambil memperhatikan pintu tersebut diruangannya
“ Kenapa kita tidak kabur dari sini melalui jendela ruangannya si Pangeran itu ? Kalau kau tetap ingin menghancurkan pintu itu maka ini akan menarik perhatian tentara lain yang mendengar suara serangannya “ Jelas Ataru sambil memperhatikan lubang bekas pecahan kaca ruangan Morsdantaque
“ Hei ! Kita saja baru bertarung seheboh mungking disini ! Kau yakin tentara lain tidak akan- “
“ F- Fighter ! “ Pembicaraan Tazuya dan Ataru dipotong oleh salah satu tentara yang memanggil mereka
“ Ah ! Eh ! Eeeerr~ aku tidak menyangka anda masih bisa bicara “ Ujar Tazuya yang pura-pura kaget
“ Tentu~ karena kamu tidak membunuhnya “ Sahut Ataru
“ Sebelum kalian pergi... ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan kalian ! “
Mendengar perkataan sang tentara tersebut membuat Tazuya sedikit penasaran apa ini termasuk dari jebakan Morsdantaque. Namun si tentara tersebut memintanya untuk mendengar perkataannya karena ini demi keselamatan mereka
“ Maaf ! Kami tidak punya banyak waktu untuk mendengarnya ! Permisi “ Kata Tazuya yang berusaha untuk menolak mendengar perkataan mereka
“ Tidak ! Kalian harus... melihat ini dan mendengar penjelasan dari kami ! “ Ujar si tentara tersebut sambil menunjukan bekas luka lebam yang membiru dilengan kanannya yang membuat Tazuya dan Ataru bertanya tentang asal luka tersebut
“ Ah ! “
“ Ada apa dengan itu ?! “ Tanya Ataru
“ Nanobot ! Pangeran Morsdantaque beserta prajurit elitnya memasukan benda itu ketubuh kami melalui makanan dan minuman yang ada di kantin... dan karena itu mereka menyuruh kami karena Nanobot tersebut yang mengendalikan tubuh kami serta memaksa kami untuk bertarung dengan kalian ! “ Jelas Si Tentara tersebut sambil menceritakan kejadian yang ia alami saat mengetahui tentang Nanobot tersebut sambil mengecek tubuhnya dan menguping pembicaraan para Prajurit Elit
“ Hmmm~ Apa itu bisa dipercaya ? “ Tazuya bertanya dengan Ataru yang masih meragukan perkataan mereka
“ Hnnn~ sebenarnya siiih... aku sedikit meragukannya... “ Ujar Ataru
“ Lalu ?! “
“ Tapi ada kemungkinan... jika apa yang dikatakan mereka ini... adalah sebuah peringatan ! “ Lanjut si calon Delta tersebut sambil memperhatikan si tentara tersebut yang membuat mata Tazuya melebar saat mendengar maksud dari mereka berdua
“ Ah ! Jadi itu artinya... “ Tazuya menyadari sesuatu saat mendengar perkataan si tentara tersebut
“ Lebih baik kalian tinggalkan kami dan cari teman-teman kalian ! Sebelum mereka mengalami hal yang sama seperti kami ! Tapi jika kau masih ingin membunuh kami... kalian tahu sendiri apa yang akan terjadi dengan mereka bukan ?! “ Lanjut si Tentara yang berkacamata
Mendengar perkataan si tentara tersebut, Tazuya menyadari jika apa yang dikatakan mereka adalah sebuah peringatan untuk mereka. Ia bersama dengan Ataru langsung pergi untuk mencari keberadaan Inuya dan yang lain untuk mencari keberadaan mereka bertiga. Sambil melihat Tazuya dan Ataru, kedua tentara tersebut memikirkan apakah mereka berdua bisa membantu Dullart untuk merebut tahta kekaisaran
“ Hei Cozco ! Apa menurutmu mereka berdua ini salah satu bala bantuan dari Tuan Muda Dullart ? ” Tanya si Tentara kepada tentara berkacamata tersebut
“ Kenapa kau membicarakan itu kepada mereka ! Apa kau yakin anak-anak itu bisa menghadapi Pangeran Morsdantaque dan prajurit elit itu ?! “ Tanya tentara yang bernama Luzze
“ Aku yakin begitu... Louwen... Luzze ! Kalau dilihat dari kemampuan mereka yang gila tadi... aku yakin Tuan Muda memiliki pilihan yang tepat untuk membantunya dalam merebut tahta kekaisaran ! “ Ujar Cozco
__ADS_1
*****