
Tazuya dan Inuya keluar dari kediaman keluarga Namidashi dan kembali ke sekolah mereka secepat mungkin dengan menuju halte yang didekat toko roti tersebut. Sebelum kembali kesekolah, Inuya berpelukan dengan kedua orang tuanya dan berjanji dia akan selalu menjadi anak yang baik dan meminta Ringo untuk selalu mempercayainya
“ Baik Ma...Pa...aku kembali kesekolah dulu ya “
“ Terima kasih atas makanannya Tuan dan Nyonya Namidashi...maaf sudah merepotkan anda “ Ujar Tazuya sambil membungkuk kepada Ringo dan Toshi
“ Itu karena kamu adalah teman baiknya Inuyari ! Aku senang jika selama Inuyari memiliki teman yang baik seperti dirimu “ Jelas Toshi
“ Hati-hati disana ya nak~ “ Kata Ringo sambil kembali memeluk Inuya
“ Ya Ma ! Aku akan selalu baik-baik saja dan menjadi anak yang baik...karena itu kita harus saling mempercayai satu sama lain “ Gumam Inuya yang ikut memeluk Ringo dengan tersenyum lembut kepadanya
“ Maaf...jika mama...selalu mencemaskanmu dan tidak mempercayaimu “
“ Mama tidak salah...jadi...yaaa...tidak apa-apa ma...aku selalu memaafkanmu “ Ujar Inuya sambil tertunduk lesu dan masih memeluk Ringo
“ Oke ! Tolong bawa ini~ dan jangan lupa dibagi-bagi dengan teman-temanmu yaaa~ “ Ringo tiba-tiba kembali ceria sambil memberikan kotak berisi roti kepada Inuya
“ Ah ! Terima kasih ! “
“ Ayo Inuya ! Kita harus kembali kesekola sebelum bel masuk kembali berbunyi ! “ Ajak Tazuya
“ Iyaaa Yaaaa ! “
Tazuya dan Inuya berlari kesebuah halte dan langsung naik ke Bus menuju arah SMA Internasional Shinjitsu yang baru saja berhenti untuk menurunkan beberapa orang disana. Disaat yang bersamaan, Sampson dan Oxtoroo yang sedang dudul santai di kafe yang tidak jauh dari Amai Bakery memperhatikan mereka berdua sambil mengecek isi video yang direkam dari Spidaro
“ Jadi pemilik toko roti itu adalah orang tuanya si Beta El-Fighter ? “ Ujar Oxtoroo sambil memperhatikan rekaman tersebut dan sekilas ia memperhatikan Inuya dan Tazuya yang naik kedalam Bus untuk kembali kesekolah mereka
“ Kenapa kau bertanya seolah kau meragukan keluarganya ? “ Tanya Sampson
“ Seperti apa yang dilacak Spidaro...status spesies mereka adalah murni manusia ! Berbeda dengan si Beta itu...yang kemungkinan bukan sembarang manusia normal ! “Jelas Oxtoroo teringat akan hasil lacak mereka sebelumnya
“ Maksudmu ? “
“ Kita memang tidak bisa melacak Delta si rambut pirang itu karena ia sendiri mengatakan bahwa ia adalah sosok Dewa Kematian ! Sementara si Gamma yang berambut plum itu mengatakan bahwa ia adalah seorang Spezialist...”sub-ras” golongan manusia ! Spidaro bisa menangkap datanya karena kemungkinan Spezialist sudah lama hidup dibumi ! Sementara si Beta itu...status spesiesnya tidak diketahui ! Tidak seperti kedua orang tuanya dan semua teman-temannya “ Jelas Oxtoroo
“ Hmmm ! Apa mungkin ada “sub-ras” baru umat manusia yang belum diketahui ? “ Tanya Sampson
“ Mungkin ? Tapi jika dia seorang mutant hasil percobaan atau karena infeksi...Spidaro harusnya bisa membacanya juga ! “ Jawab Oxtoroo dengan nada keraguannya
“ Hmmmm...tidak kusangka planet ini benar-benar banyak keanehan yaaa “ Keluh Sampson dengan nada santainya
“ Yaaa ! Kita tidak punya waktu untuk mempelajari planet ini ! Dan buruknya Pangeran Morsdantaque menginginkan planet ini menjadi bagian dari koloni kita secepat mungkin ! “ Ujar Oxtoroo
Mereka berdua terdiam sejenak sambil memperhatikan video dari Spidaro tentang aktivitas yang baru saja terjadi di Amai Bakery. Oxtoroo kemudian bertanya kepada Sampson tentang cara lain untuk membuat Fighter menyerahkan Dullart kepada mereka tanpa harus melibatkan pertarungan dan berpikir apa dengan cara diplomatis itu bisa diselesaikan dengan mudah
“ Aku...sejujurnya lelah dengan pertarungan ! “ Ujar Oxtroo
“ Hmm ? “
“ Kita terus bertarung...dan juga kalah...dan itu selalu berakhir sia-sia dan kehancuran semakin menjadi-jadi di tempat ini ! Padahal kita disini bermaksud untuk mencari Tuan Muda ! Yaaa aku tahu Yang Mulia tertarik dengan planet ini...tapi aku tidak yakin dia bukan orang yang mau terburu-buru soal itu “ Jelas Oxtoroo dengan nada santainya
“ Jadi maksudmu...kamu penasaran dengan menggunakan cara diplomatis kepada mereka ? “ Tanya Sampson
“ Yaaa ! Tapi dilakukan tanpa sepengetahuan para prajurit elit termasuk si perempuan brengsek itu ! “ Ujar Oxtoroo
“ Hmmm...apa menurutmu Jenderal setujuh dengan hal itu ?” Tanya Sampson
“ Jenderal Argus sendiri bilang bahwa ia menyerahkan semuanya kepada kita ! Beliau hanya memantau dan memberi arahan tentang rencana kita “ Jawab Oxtoroo
“ Menurutmu apa ini akan berhasil ? “
“ Aku harap begitu...menurutmu apa itu adalah ide yang bagus ? “ Tanya Oxtoroo
“ Aku tidak begitu tahu sih~ tapi tidak ada salahnya jika kita mencoba menggunakan cara damai untuk membujuk mereka berlima ! Tapi dengan syarat mereka juga harus membawa Tuan Muda bersamanya agar beliau juga bisa mendengar apa yang kita mau “ Ujar Sampson sambil memberikan usulan tambahan kepada Oxtoroo
Oxtoroo berpikir sebentar tentang apa yang dikatakan Sampson. Oxtoroo berpikir jika masukan dari Sampson cukup bagus karena itu bisa membuat Dullart percaya dengan perkataannya. Terlebih sebagai penasehat kekaisaran, Oxtoro bisa melihat sesuatu yang ganjal disisi kekaisaran tersebut
“ Oke ! Kita memang tidak bisa melakukannya secepat mungkin ! Karena ini adalah cara damai tanpa menggunakan persenjataan...kita harus merancang seperti apa caranya agar tidak ada satupun dari kita tidak sengaja menggunakan senjata dalam cara ini “ Ujar Oxtoroo
“ Yaaaa ! “
“ Ayo kita lakukan ini...demi masa depan...dan Swift Polly ! “
Di SMA Internasional Shinjitsu, bell masuk tanda jam istirahat usia telah berbunyi saat Tazuya dan Inuya akhirnya sampai ke sekolah mereka dan masuk melalui gerbang belakang sekolah. Jam selanjutnya adalah jam Matematika dengan guru yang bernama Shizue Morgana yang tidak lain adalah istri dari Pak Victor Morgana sang guru Penjaskes kelas Bahasa yang dikenal sama tegasnya dengan suaminya
( Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiing)
“ Woah ! Tepat waktu ! “ Kata Tazuya
“ Ayo cepat kita masukan roti ini dulu ke loker ! Karena sebentar lagi adalah pelajarannya Ibu Shizue Morgana ! “ Ujar Inuya
“ Oooh tidak ! Bisa celaka kalau kita terlambat ! Ayo cepat ! “
Dikelas, para siswa kelas 1-LA-A sedang belajar sudut istimewah Trigonometri. Saat Ibu Morgana menjelaskan materinya, Tazuya secara diam-diam mengaktifkan program lain dari laptopnya dan terlihat ia sedang melihat tentang aksi Polly bersaudara yang mulai tersebar di beberapa website dan sosial-media yang membuat Tazuya benar-benar tidak suka dengan tindakannya Karin
“ Hmmmm “
“ Iga ! Iga ! “ Panggil Ibu Morgana kepada Tazuya yang tidak memperhatikan materinya
“ Ah ! “ Tazuya terkejut saat mendengar panggilan darinya
“ Apa kamu tahu jawaban dari Sin 30° + Cos 45° ?! “ Tanya Ibu Morgana kepada Tazuya dengan nada tegasnya
“ Aaah ? Itu...uuuuuh...”
__ADS_1
“ Aku tahu jawabannya Bu Morgana ! “ Haku Akashinya langsung mengangkat tangannya
“ Haaaa ! Baiklah Akashinya ! Silahkan jawab ! “ Ujar Bu Morgana
“ Uh ? “
“ Iga-san ! Aku tahu matematika bukan mata pelajaran kesukaanmu ! Tapi jika kamu menyukai dan menikmatinya...aku yakin kamu bisa mempelajarinya “ Jelas Ibu Morgana dengan nada tegasnya
“ Ya Bu...Maaf “ Ujar Tazuya dengan nada lesunya
Beberapa jam kemudian, setelah melewati hari-hari disekolah tanpa ada masalah yang serius, akhirnya jam pelajaran sekolah mulai berakhir. Jubei menghampiri Tazuya, Inuya dan Ataru sambil bertanya tentang rencana mereka untuk menjenguk Ryuga dirumah sakit
“ Jadi bagaimana ? Bisakah kita hari ini pergi menjenguk Ryuga-kun ? “ Tanya Jubei
“ Tentu ! Kalau bisa kita membicarakan rencana kita selanjutnya, bagaimana ? “ Ujar Tazuya sambil bertanya kepada Inuya dan yang lain
“ Hmmm boleh juga “ Kata Inuya
“ Jadi kamu sudah mendapat ide atau rencana penyerangan yang bagus untuk selanjutnya ? “Tanya Ataru
“ Sebenarnya sih...aku sedikit ragu apa ini akan berjalan dengan lancar atau tidak ! Karena itulah saat dirumah sakit nanti...aku sekalian ingin menghubungi Tuan Rigel dan Dullart-san juga...yaa untuk membicarakan soal itu “ Jelas Tazuya
“ Okeee~ jika itu apa katamu aku juga penasaran seperti apa rencana yang kamu maksudkan ! “ Ujar Jubei
“ Nah Jubei ! Kamu tidak perlu bingung soal apa yang kamu ingin berika dengan Ryuga nanti “ Ujar Inuya sambil menunjukan bungkusan berisi kotak roti pemberian Ringo dan Toshi
“ Apa itu dari orang tuamu ? Aku yakin ini adalah roti yang baru “ Celetuk Ataru
“ Tentu saja ! Mama dan Papa tidak mungkin akan memberikan kita roti sisa ! “ Ujar Inuya dengan nada tinggi karena jengkel dengan perkataan Ataru
“ Siip ! Kalau begitu ayo kita kerumah sakit ! “ Ajak Tazuya kepada yang lain untuk pergi ke Halte Bus
Saat naik kedalam Bus,Tazuya juga mengaktifkan program panggilan DECA-I yang dipasang Rigel dari smartphonenya sambil memberitahu tujuan mereka selanjutnya dan meminta robot kecil tersebut untuk pergi kerumah sakit tempat Ryuga dirawat
(Bip! Bip! Bip! Bip)
“ Ah ! Tazuya memanggilku ! Kerumah Sakit ? Okeeeeeeee~ meluncuuuuuuuur~ “
*****
Sesampainya dirumah sakit, V-FIGHTER dan DECA-I datang secara bersamaan ke rumah sakit yang dimaksud. Sambil menyambut kedatangan DECA-I, Tazuya dan Jubei juga memuji akan program yang diciptakan Rigel yang berhasil untuk membuat robot tersebut datang ketempat yang ditujuh olehnya
“ Wohoooooooooooooo~ Yaaaaaaaaaaay~ TADAAAAA~ DECA-I disini~ dan sudah datang ketempat yang dimaksuuuuuuud~ “ Kata DECA-I dengan nada cerianya kepada mereka berempat
“ Keren ! Ternyata program yang dipasang Tuan Rigel dari smartphonemu berkerja dengan lancar ! “ Ujar Jubei
“ Yaaa ! Keren sekali ya ! Kamu menangkap sinyal kami dengan sangat cepat ! “ Puji Tazuya
“ Ngomong-ngomong soal menjenguk orang sakit...apa kalian sudah membawa sesuatu yang bisa dimakan olehnya ? “ Tanya DECA-I
“ Oooooh~ kereeen ! “
“ Naaah~ ayo kita masuk ! “ Ajak Ataru kepada yang lain
Diruang rawat inap, Ryuga terlihat sedang mendengar sebuah acara televisi tentang acara ragam yang bernama “Night Talk with Narita-san : SUPER STAYCATION EDITION ! “ bersama dengan manekin kayu ajaib yang bernama Woodiny yang dibawa Hugo dari rumah mereka. Woodiny semula dimiliki oleh Yamato. Namun ia menjadi milik Ryuga sepeninggal Hugo dan selalu menemaninya dirumah
“ Masuk ! “ Ujar Ryuga saat mendengar suara ketukan dari lua
“ Hei ! “
“ Oooh kalian ! “
“ Jadi bagaimana kondisimu sekarang ? “ Tanya Tazuya
“ Syukurlah sudah membaik “ Jelas Ryuga dengan memberikan mereka senyuman yang hangat kepada V-FIGHTER
“ Ryuga-kun ? Apa ini ? “ Tanya Jubei sambil memperhatikan Woodiny yang bersembunyi dibalik lemari
“ Hei hei heeeeeeei~ apa kamu juga robot ? “ Tanya DECA-I yang juga tidak sengaja melihat Woodiny
“ Itu Woodiny ! Dia bukan robot...melainkan manekin kayu yang digerakan dengan sihir kami~ “ Jelas Ryuga
“ Ooooh~ aku baru tahu soal itu “ Kata Inuya yang mengeluarkan roti itu diatas meja diruang rawat inap
“ Itu karena ayahku sengaja membawanya agar aku tidak kesepian diasrama ! Yaaa dia sebenarnya teman kecil milik Kak Yamato...pasca meninggalnya kakak dia akhirnya menjadi temanku~ kalau kurasakan kelihatannya Kak Yamato adalah orang yang cukup artistik karena dia memiliki manekin kayu yang ia hidupkan untuk menjadi temannya “ Jelas Ryuga tentang Woodiny
“ Lalu...bagaimana dengan ayahmu ? Apa tadi beliau memarahimu ? “ Tanya Tazuya dengan nada cemasnya
Ryuga terdiam sesaat karena teringat dari peringatan Hugo. Namun Ryuga menjawab jika Hugo tidak memarahinya walau dia sedikit kecewa akan ulahnya yang menyebabkan ia terluka di tangan musuh
“ Hmmm tidak “ Jawab Ryuga dengan singkat
“ Benarkah ? Bagus deh kalau begitu ! Kau tahu...aku sedikit cemas akan apa yang ingin kamu katakan dengan Tuan Mangetsu ! Kami sedikit cemas jika ini akan membuat beliau curiga dengan kita...terlebih beliau seorang Spezialist “ Jelas Tazuya
“ Jangan cemas ! Yaaa beliau memang tidak suka akan apa yang kulakukan kemarin...aku berusaha untuk membela diriku...tapi berita baiknya beliau tidak begitu mencurigaiku...walau dia menganggap aku adalah bocah ceroboh yang sok kuat “ Ujar Ryuga kepada yang lain
“ Itu sama saja dia memarahimu dengan cara yang cukup halus “ Kata Inuya
“ Jadi itu artinya kamu bisa pulang besok ? “ Tanya Ataru
“ Iyap ! Besok pagi aku sudah bisa meninggalkan rumah sakit “ Jawab Ryuga
“ Aaaaaaaah~ syukurlah ! “ Kata Jubei yang senang dengan perkataan Ryuga dan langsung memeluk pemuda berkacamata tersebut
“ Jubei-chan...jangan memeluknya dengan keras ! Nanti jahitan dilukanya bisa terbuka karena kamu “ Peringat Ataru kepada Jubei untuk tidak terlalu keras memeluk Ryuga
__ADS_1
“ Oh Maaf~ “
Mengingat tentang niat ia mengajak yang lain untuk menjenguk Ryuga, Tazuya bertanya kepada DECA-I apakah Rigel bisa dihubungi untuk mereka. DECA-I menjawab bahwa Rigel dan Dullart saat ini bisa dihubungi karena latihan mereka sudah selesai beberapa jam yang lalu dan Tazuya langsung memintanya untuk menghubungi Rigel
“ DECA-I “ Panggil Tazuya
“ Ya ? “
“ Apa Tuan Rigel bisa dihubungi sekarang ? “ Tanya Tazuya
“ Hmmm~ sepertinya ? Akan kuhubungi dulu sebentar “ Ujar DECA-I yang langsung menghubungi Rigel dirumahnya
Dirumah kediaman Rigel Orionis, terlihat Rigel sedang keluar dari ruang bawa tanah misterius yang masuk melalui sebuah lukisan muralnya Dennias sang Gamma El-Fighter pendahulu Ryuga Mangetsu. FAIS yang mendapat panggilan tersebut langsung menghubungi Rigel dan mengatakan bahwa Tazuya dan yang lainnya menghubunginya untuk bicara sesuatu yang penting
“ Tuan Rigel Orionis ! Tuan Rigel Orionis ! “
“ Ada apa FAIS ?! “ Tanya Rigel
“ Ada panggilan dari Tazuya Hideyuki Iga dan teman-temannya “
“ Hmmm ! Dimana Dullart ? “
“ Dullart-san berada diruang pemantau “ Jawab FAIS
“ Oke ! Aku akan kesana dan menjawab panggilannya “
( Diruang pemantau)
“ Ah ! Rigel-san ! Lihat ! “ Sambut Dullart sambil menunjukan panggilan dari Tazuya dan yang lain
“ Jadi beneran itu dari Tazuya ? Okeee ayo kita angkat ! “
(Klik)
Setelah menunggu selama kurang lebih 5 menit, akhirnya Rigel dan Dullart menjawab panggilan dari Tazuya melalui DECA-I. Saat melihat Ryuga bersama mereka, Rigel langsung bertanya akan kondisinya dan ia langsung lega saat tahu Ryuga baik-baik saja dan akan segera pulang besok
“ Aaah~ anak-anak ! Kalian dirumah sakit ? “ Tanya Rigel yang langsung mengenal tempat dimana mereka berada
“ Yaaa~ dan Ryuga sudah semakin membaik sekarang “ Jelas Tazuya
“ Apa itu benar Nak Ryuga ? “ Tanya Rigel
“ Tentu Tuan Rigel~ aku sudah bisa pulang besok “ Ujar Ryuga
“ Aaaaah baguslah kalau begitu ! Kami senang mendengarnya “
Tazuya terdiam sesaat dan akhirnya angkat bicara tentang alasan kenapa ia ingin menghubungi Rigel dan Dullart karena ia kepikiran tentang cara lain untuk menghentikan Thetoid tanpa harus melibatkan pertarungan
“ Umm Tuan Rigel “
“ Yaaa ? “
“ Sebenarnya...ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan anda “ Ujar Tazuya dengan nada keraguannya
“ Tentang apa itu ? “
“ Anda tahu...aku selalu kepikiran untuk mencoba “cara damai” untuk membujuk para Thetoid untuk menghentikan niat mereka untuk menguasai planet ini ! Apa menurutmu itu bisa dilakukan ? “ Tanya Tazuya yang masih menggunakan nada keraguannya
Mendengar perkataan Tazuya membuat para V-FIGHTER semakin penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Tazuya
“ Cara damai ? Apa kamu bercanda Tazuya ? “ Tanya Jubei
“ Nak Jubei ! Beri waktu untuk Tazuya diajak bicara “ Kata Rigel
“ Begini Tuan ! Aku selalu berpikir jika orang yang bernama Oxtoroo dan Swift Polly sebenarnya tidak meinginkan bantuan dari para prajurit elit yang pernah kita hadapi akhir-akhir ini ! Aku bisa melihat jika Swift Polly tidak begitu senang dalam kerjasamanya dengan saudaranya sendiri ! “ Jelas Tazuya
“Aku ingin menambahkan Tuan ! Soal Oxtoroo...ia juga sudah dua kali memberi peringatan kepada kita semua tentang prajurit elit itu dan meminta untuk menyerahkan Dullart dengan jalan damai ! Kalau menurut Ataru...Oxtoroo kelihatanya tidak berbohong jika ia sedang dalam masalah dan tidak senang akan kerjasama mereka dengan prajurit elit itu “ Inuya menambahkan perkataan Tazuya tentang Oxtoroo dan Swift Polly
“ Karena itulah...aku ingin...mencoba cara damai untuk membujuk mereka agar kita bisa mendapatkan cara menghentikan prajurit elit itu bersama dengan Morsdantaque ! Karena aku yakin...jika mereka mau diajak kerjasama...ini akan membuat atasan mereka si Jenderal yang bernama Argus itu mau menerima Dullart dan membelanya dalam menghadapi Morsdantaque “ Ujar Tazuya
“...” Rigel berpikir tentang perkataan Tazuya dan Inuya
“ Itu ide yang tidak begitu buruk ! Aku juga bisa melihat jika Swift Polly dan Oxtoroo tidak sekejam apa yang kita duga “ Jelas Jubei
“ Bagaimana dengan penyerangan yang mereka lakukan dengan pesawat itu ? “ Tanya Ryuga
“ Mungkin itu ulah para prajurit elit ? Tapi jujur ya~ aku berpikir cara ini bukan akrena aku memaafkan mereka...itu karena aku tidak ingin mereka kembali menyakiti penduduk didalam pertarungan kita ! “ Jelas Tazuya
“ Ya Tazuya ! Oxtoroo dan Swift Polly bisa kukatakan cukup berbeda dari Morsdantaque dan antek-anteknya ! Juga aku yakin alasan mereka masih melanjutkan misi ini dan niat menguasai planet ini karena Morsdantaque ! Kurasa...tidak ada salahnya jika kita menemui Oxtroo dan Swift Polly untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi disana “ Kata Dullart
“ Bagaimana Tuan Rigel ? “ Tanya Ataru
“ Kalian tahu anak-anak...aku sebenarnya ragu untuk melaksanakan rencana ini ! Tapi jika kalian ingin mencobanya kepada Oxtoroo dan Swift Polly itu tidak masalah ! Tapi yang perlu kalian tahu jika kalian tidak boleh bertindak sembrono untuk melakukan pendekatan dengan musuh ! “ Jelas Rigel dengan nada seriusnya
“ Itu artinya...”
“ Ya ! Kurasa tidak ada salahnya kita mencoba demi keselamatan penduduk kota ini dan masa depan umat ! “ Jawab Rigel
Mata Tazuya melebar saat mendengar persetujuan dari Rigel. Mendengar hal itu, Tazuya bersyukur dan berterima kasih kepada Rigel karena menyetujui pendapatnya
“ Terima kasih Tuan Rigel ! Atas perhatian anda ! “
“ Hmmm “ Jawab Rigel dengan senyumannya
“ Ayo ! Kita mulai pembicaraan kita seperti apa rencananya ! “ Kata Tazuya dengan Inuya dan lain untuk membicarakan rencana terbaru mereka
__ADS_1
*****