El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
79. No Right To Know


__ADS_3

“ Jadi...itu artinya kamu sudah jadian dengan Sandy ?! “ Tanya Tazuya dengan nada curiganya


“ Ah ?! Jangan bodoh ! Aku datang kemari bersamanya karena aku tidak sengaja bertemu dengannya di Cafe Sweet Pie ! Dia langsung menarikku dan membawaku ketempat ini ! “ Jelas Karin dengan nada jengkelnya


“ Tapi kurasa tidak ada salahnya jika kita jadian ! Iya ‘kan Umida-chan ?! “


“ Khh... diam ! “ Ujar Karin yang masih dengan nada jengkelnya


“...” Tazuya dan Haku hanya bisa terdiam dengan ekspresi keraguan mereka tersendiri


Karin bertanya dengan Tazuya akan apa yang membuat mereka datang kemari. Tazuya menjelaskan bahwa mereka berdua disuruh untuk membeli sesuatu untuk merayakan pesta ulang tahun teman sekelas mereka


“ Nah ! Kalian berdua ngapain disini ?! “ Tanya Karin


“ Heeeh~ kami merayakan pesta di Asrama ! Ada teman kami yang sedang ulang tahun... dan kami berdua disuruh teman-teman untuk membeli bahan-bahan untuk membuat saus barbeque ! “ Jelas Tazuya sambil menunjukan catatan belanja mereka


“ Jadi... Haku Akashinya... teman sekelasmu ? “ Tanya Karin


“ Itu benar ! “ Jawab Haku dengan ekspresi datarnya


“ Ah ! Okeee~ aku tidak menyangka kamu bisa berteman dengan anak dari keluarga terkuat di Shinjitsu ! Apa kamu punya alasan lain untuk berteman dengannya ?! “ Karin dengan frontal memberikan pertanyaan yang bikin Tazuya dan Haku kaget


“ M-maaf ?! “ Tanya Haku


“ Hei ! Kau ini bertanya apaan sih ?! “ Tanya Tazuya dengan nada ketusnya


“ MILLER~ HEEEEEEEEEEEI “ Tiba-tiba salah satu temannya Sandy datang menghampiri minimarket dan langsung memanggilnya dari mobil miliknya


“ Y-YAMADA ?! “


“ Katanya mau ikut main Biliard ?! Ayoooo~ ikut dengan kami brooo~ “


“ Ohhh tidak ! Aku benar-benar lupa ! Maaf Umida-chan ! Aku pergi dulu ! Byeeee~ “ Sahut Sandy sambil berlari kemobil milik temannya


“ Fyuuh “ Tazuya bernafas lega melihat kepergian Sandy


Melihat Sandy pergi meninggalkan mereka, Karin memutuskan untuk ikut Tazuya dan Haku berbelanja di minimarket. Tazuya bernafas lega karena ia bisa mengontrol dirinya dan psikokinesisnya karena masih tersulut emosi dengan kedatangan Sandy. Tazuya memberikan arahan kepada Haku akan apa yang harus ia belikan sementara ia berpencar dengan Karin disisi lain. Saat mulai berbelanja baik Karin dan Tazuya sebenarnya ada sesuatu yang ingin dibicarakan kepada satu sama lain terutama dengan kejadian yang pernah menimpa mereka beberapa hari yang lalu


“ Nah Karin ! Bagaimana denganmu sekarang ? Ikut dengannya ? “ Tanya Tazuya


“ Ummm... boleh aku ikut belanja denganmu ? “ Tanya Karin


“ Boleh... tapi kita tidak bisa melepaskan Haku begitu saja karena dia belum begitu familiar untuk bepergian sendirian ! Kalau penasaran kamu tidak masalah kamu bertanya-tanya dengannya ! “ Jelas Tazuya kepada Karin


“ Yaaaa ! “ Sahut Karin dengan senyumannya


( Tazuya teringat pembicaraan dirinya dengan Inuya akan aksinya Karin sebelumnya)


“ Okeee Haku... nanti tolong cari barang-barang yang dibagian bawah... sedangkan aku akan mencari barang bagian atas... bagaimana ? “ Jelas Tazuya kepada Haku sambil memotoi kertas daftar belanja tersebut


“ Hu’uh ! “ Jawab Haku dengan anggukan kecilnya


“ Oke ! Nanti kita ketemuan di mesin kasir ! “


Tazuya dan Karin pergi ke area sayuran. Disana, walau sebenarnya ia berterima kasih akan apa yang dilakukan Karin, Tazuya mengungkapkan jika sebenarnya ia tidak suka dengan laporannya Karin padahal ia sudah memberitahu untuk memberitahu pihak kepolisian untuk menangani kasus penculikan mereka yang dilakukan oleh pihak Alien Thetoid


“ Hei ! Kau masih ingat kejadian yang menimpa kita beberapa hari yang lalu ? “ Tanya Tazuya dengan nada datarnya


“ Sudah pasti ! Aku tidak bisa melupakannya ! “ Jawab Karin sambil melihat-lihat barang yang ada didepannya


“ Hmmm... sejujurnya aku berterima kasih atas apa yang kamu lakukan bersama dengan temanmu ! Juga... aku tidak menyangka kau melupakan apa yang kupesan kepadamu... untuk tidak memberitahu ini kepada pihak kepolisian ! “ Lanjut Tazuya dengan nada tegasnya yang membuat Karin terkejut


“ Hah ?! “


“ Aku sudah bilang kepadamu bahwa kita menghadapi ALIEN ! Bukan manusia biasa ! Mereka lebih berbahaya dari yang kau duga ! Aku dan temanku bisa dibunuh jika banyak orang yang datang untuk membantu kami ! “ Ujar Tazuya


“ Hei ! Kami melakukan itu karena aku mencemaskanmu ! Ini bukan soal aku ingin mencari muka didepan umum ! Jadi kau ini sebenarnya berterima kasih kepadaku secara ikhlas atau tidak hah ?! “ Balas Karin dengan nada sedikit kekesalannya


“ Oh ayolah ! Aku tidak perlu harus menjilat sepatumu untuk membuktikan bahwa aku ikhlas berterima kasih padamu ! Aku hanya... sedikit kecewa karena kau menghiraukan peringatanku ! Kau sendiri tahu’kan soal El-Fighter ?! “ Ujar Tazuya yang berusaha untuk tidak membuat dirinya menyebut identitas rahasianya sebagai El-Fighter


“ Heh ! Tentu saja aku tahu ! Aku bukan orang bodoh yang kau kira orang yang naif ! “ Ujar Karin dengan nada yang ketus


“ Hmph ! “ Dengus Tazuya sambil mencari saus tomat di rak saus yang ada didepannya


Karin terdiam sesaat dan bisa memperhatikan jika dibalik perkataan Tazuya serasa dia memiliki suatu rahasia yang ia sembunyikan. Ia merasakan jika Tazuya punya suatu rahasia besar yang sulit ia katakan


“ Apa kau punya sesuatu yang kau sembunyikan dibalik perkataanmu ? “ Tanta Karin yang membuat Tazuya kaget karena ia bisa melihat Karin mulai mencurigainya


“ Sesuatu yang disembunyikan ? “ Tanya Tazuya yang pura-pura tidak mengerti akan apa yang dimaksud Karin


“ Yaa ! Aku tahu kamu itu selalu berbicara dengan nada bicara yang seperti itu ! Tapi aku merasa... kamu memiliki suatu rahasia yang cukup besar ! Saking besarnya kau tidak ingin membicarakannya ! “ Lanjut Karin


“ ...”

__ADS_1


“ Jadi... “


“ Tidak ada yang harus kamu tahu soal itu ! “ Tazuya dengan tegas langsung memotong rasa penasaran Karin dengan mengatakan bahwa tidak ada yang harus ia tahu


“ Tapi Tazu... aku hanya... “


“ Hanya karena kamu adalah mantan teman kecilku... bukan berarti kamu harus tahu SEMUA rahasiaku ! Tidak ada yang perlu kamu tahu soal aku ! “ Tazuya kembali memotong pembicaraan dengan nada yang tegas


Mendengar jika Tazuya tetap ngotot tidak mau membicarakan rahasianya membuat Karin mau tidak mau menerima keputusan Tazuya dan tidak ingin memaksakan diri untuk kembali bertanya kepada teman kecilnya. Hal ini membuat Karin mengganti topik pembicaraan mereka yang ia anggap cukup menyenangkan


“ Baiklah jika itu yang kamu katakan ! “ Ujar Karin dengan ketus


“ Tapi... terima kasih atas perhatianmu Karin... maaf karena aku telah berburuk sangka kepadamu “ Sahut Tazuya sambil menurunkan nada bicaranya menjadi netral


“...ya... tidak apa-apa... aku juga ingin minta maaf karena telah berburuk sangka denganmu dan juga kepada Haku Akashinya “ Ujar Karin


“ Yaaa... “


“ Bagaimana rasanya berteman dengan anak dari keluarga ternama di kota Shinjitsu ? “ Tanya Karin dengan nada penasarannya


“ Biasa saja ! Itu karena Ryuga... temanku yang selalu dipanggil “si cowok cantik” yang berkacamata itu adalah anak kedua dari Hugo Mangetsu ! Jadi yaaa aku biasa saja saat berteman dengannya “ Jelas Tazuya sambil mengingatkan Karin tentang Ryuga sambil memilih bawang yang terbaik untuk memasak Barbeque


“ Hmmm... apa itu artinya kamu tidak ada perasaan khusus dengannya ? “ Tanya Karin dengan nada keraguannya


Tazuya kaget dengan pertanyaannya yang dilontarkan oleh Karin. Namun Tazuya dengan santai dan nada guraunya jika Karin bertanya seperti itu karena takut kelamaan jomblo dan memintanya untuk lebih baik jadian dengan Sandy agar dia senang


“ Ekh ! Kkkhh... apa-apaan kau tanya itu hah ? Takut kelamaan jomblo ?! “ Goda Tazuya dengan nada sarkastisnya


“ Gaah ! A-a-apuaaaah ! Kasar sekali kau iniii ! “ Gerutu Karin yang tidak terima diejek Tazuya


“ Heleeeh~ lagipula apaan sih pakai nanya soal hubunganku dengan Haku hah ?! Aku dan Haku hanya teman biasa ! Belum ada yang spesial ! Jangan takut soal itu ! Kalau masih takut sana jadian sama si Sandy itu “ Tazuya balas dengan nada jengkelnya


“ Kauuuu “


Tidak lama Karin mendapat telpon dari ibunya yang meminta untuk segera pulang karena keluarga mereka kehadiran tamu rekan kerja ayahnya dan meminta segera untuk kembali


“ Ya maaa~ Aaaah... baik aku segera kesana ! Oke Tazu-chii aku pergi dulu yaaa~ salam buat Haku-chan juga~ bye-byee~ ! “


Sambil melihat Karin keluar dari minimarket, Tazuya pergi ketempat Haku berada. Ia takjub karena Haku sudah duluan mencari apa yang dicari dalam daftar belanja


“ Woah Haku ! Ternyata aku keduluan~ “ Ujar Tazuya dengan nada bangganya


“ Jadi temanmu itu... “


“ Yaaaa “


*****


Didalam mobil, Karin masih kepikiran dengan semua perkataan Tazuya dan yakin jika ia punya alasan kenapa dia tidak suka aksinya untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian


" Apa yg ia sembunyikan ?! Kenapa aku penasaran dengan rahasianya dan juga hubungannya dengan cewek itu ?! " pikir Karin


Sambil berjalan kembali menuju Asrama, Tazuya dan Haku kembali bercengkrama satu sama lain tentang kehidupan mereka. Saat mereka membicarakan Machiko yang sedang memcoba untuk bikin Dumpling Momo, merasa Tazuya adalah orang yang asyuk untuk berbicara membuat Haku memutuskan untuk bercerita tentang kehidupan keluarganya. Disamping itu juga karena Haku berpikir jika Tazuya penasaran dengan seperti apa kehidupannya sebagai anak dari keluarga ternama di Shinjitsu dan Neo-Asia


“ Oh ya ngomong-ngomong Aku lihat sekilas tadi Machiko sedang mencoba bikin Momo rasa sayuran ! Apa itu benar ? ” Tanya Tazuya


“ Aaaah yaaa~ Menurut info yang kubaca Momo itu adalah sebuah Dumpling khas orang Tibet ! Dan Sakura-san juga dibantu oleh Shan-Lee karena dia ahli soal memasak segala jenis Dumpling “ Sahut Haku


“ Pantas saja aku mencium bau yang enak di Shan-Lee “ Celetuk Tazuya


“ Ehehe~ kamu benar-benar orang yang cukup asyik diajak bicara yaa~ sama seperti Kak Jubei... aku selalu bercerita apapun jika ia ada didalam kamar atau ketika bersama dengannya “ Ujar Haku sambil mengingatkan Tazuya dengan Jubei


“ Aaaah yaaa~ Jubei benar-benar asyik untuk diajak bicara dan sangat dipercaya untuk memegang suatu rahasia... makanya kenapa Ryuga sangat nyaman untuk membicarakan semua unek-uneknya dengan Jubei “ Jelas Tazuya yang setujuh dengan apa yang dikatakan Haku soal Jubei


“ Mereka sudah sangat dekat satu sama lain ya “ Ujar Haku


“ Sudah pasti ! Mereka sahabat karib ! “ Sahut Tazuya dengan nada cerianya


“...Aku selalu ingin... punya saudara perempuan... karena itu kenapa aku langsung nyaman dengan Jubei Fujieda... dan aku langsung memanggilnya Kak-Jubei “ Jelas Haku


“ Ooooh~ Hmmmm~ bagaimana dengan keluargamu yang lain... seperti orang tuamu dan saudaramu ? Aku dengar kamu punya kakak laki-laki yang jaraknya jauh dari kamu... apa itu benar ? “ Tanya Tazuya


“ Yaa... itu benar... “ Jawab Haku dengan singkat


“ ... “


“ Kak Shiro adalah CEO terbaru di Akashi-tech Corporation untuk menggantikan ayah... Kak Hikko... dia punya Band dan sering tur keluar... ayah jarang sekali pulang... beliau super sibuk di militer... ibu... sudah tidak ada sejak aku lahir... yang kutahu beliau lahir di Skotlandia ... dan aku tidak tahu seperti apa keluarga dari pihak ibu “ Jelas Haku tentang anggota keluarganya yang membuat Tazuya terkejut mengetahui betapa jauhnya Haku dari keluarga terdekatnya


“ Begitu... jadi dirumah kamu selalu dekat dengan siapa ? “ Tanya Tazuya


“ Kak Hikko dan Kak Shiro... jika mereka pulang mereka selalu menghabiskan waktunya dengan makan bersama dan main video games bersama mereka... “ Jelas Haku


“ Dan orang tuamu...”

__ADS_1


“ Ayah jarang pulang... kebanyakan hanya menghubungi kami dari panggilan Video... dan itupun ia hanya bertanya tentang kabar kami dan hari-hari kami... ibu meninggal dalam insiden di Skotlandia... ia dan Kak Shiro menjadi korban penjahat misterius yang hampir merengut nyawa Kak Shiro... dirumah aku dekat dengan pengasuhku... dan guru pelatih anggarku...selain dengan kedua kakakku... “ Jelas Haku tentang kedua orang tuanya dan kehidupannya dirumah


Tazuya terdiam sesaat pasca mendengar cerita kehidupannya Haku. Melihat Haku telah memberanikan dirinya untuk berbicara tentang keluarganya termasuk nasib tragis dari Ibunya, Tazuya akhirnya memutuskan untuk membicarakan tentang keluarganya termasuk tentang kematian kedua orang tuanya


“ Kamu gadis yang kuat dan tegar Haku... aku tidak menyangka walau kamu agak jauh dari orang tuamu kamu tetap menjalani kehidupan dengan baik... walau kita sempat berpikir jika dunia ini tidak adil... aku yakin disisi lain masih banyak sisi yang indah didunia ini yang bisa kita nikmati dan jalani “ Jelas Tazuya sambil menepuk pundak Haku


“...”


“Ayah dan ibuku meninggal 5 tahun yang lalu... sama seperti ibumu... mereka mati dibunuh oleh penjahat “ Jelas Tazuya yang kemudian berbicara tentang Hideyoshi dan Sayuri


“ Eh ? “


“ Yaaa... mungkin aku sudah menyebutkan bahwa orang tuaku sudah meninggal bukan ? Aku juga sempat berpikir bahwa dunia ini tidak adil karena kebahagianku telah direbut oleh si jahanam itu... Paman Hideo memberi kami nasehat untuk selalu maju dan jangan terlarut dalam kesedihan dan masa lalu... beliau juga berkata jika ada banyak sisi baik di Dunia ini yang harus kita jalani... dan karena itulah kenapa kita harus berubah “ Lanjut Tazuya


“ Berubah... “


“ Yaaa... sebelum merubah masa depan... yang harus kita ubah yang pertama yaitu diri kita dulu “ Gumam Tazuya


“... “


Haku masih kepikiran soal perkataan Tazuya tentang Ryuga dan Jubei adalah sahabat karib karena mereka saling nyaman satu sama lain dalam membicarakan perasaan terpendam mereka. Ini membuat Haku bertanya apakah mereka bisa menjadi sahabat karib seperti Ryuga dan Jubei juga


“ Tazuya ! “


“ Hm ? “


“ Soal Kak Jubei dan Ryuga-san... apa kita bisa menjadi sahabat karib seperti mereka ? “ Tanya Haku dengan nada penasarannya


“ Eh ? Aaaaah~ tentu saja ! Yang kita perlukan adalah saling percaya satu sama lain  seperti Ryuga dan Jubei... “


“ Aaaah~ “ Haku terpukau dengan apa yang dikatakan Tazuya yang setujuh jika mereka bisa menjadi sahabat karib yang membuat Tazuya jadi kaget dan melanjutkan perkataannya


“ Aaah... juga seperti aku dan Inuya... juga Ataru... walau dia memang rada ambigu moralitasnya tapi kami percaya bahwa ia bisa dipercaya untuk menjadi teman~ “ Lanjut Tazuya yang wajahnya sedikit malu-malu saat melihat Haku terpukau dengan perkataannya soal persahabatan


“ Ehehehe~ “


“ Ayo cepat ! Kita harus segera kembali ! “ Ajak Tazuya kepada Haku untuk bergegas kembali ke area “Mini Concert”


“ Yaaaa ! “


Tazuya dan Haku sampai ketempat Vlada dan Machiko sambil memberikan semua bahan yang mereka beli di minimarket. Beberapa menit kemudian semua persiapan sudah beres dan akhirnya mereka bisa merayakan ulang tahun Kenneth dengan meriah


“ SELAMAT ULANG TAHUUUUUUUUUUN ! “


“ K-kalian sudah repot-repot mempersiapkan ini semua... aku... aku tidak tahu apa yang harus kukatakan sekarang... terima kasih ! “ Jelas Kenneth dengan nada keraguannya


“ Ayo sekarang siapa yang ingin memainkan lagu untuk Glenn-san ? “ Tanya Vladimir


“ Oh ! Oh ! Vlada dan aku akan menyanyi dan memainkan akustik “ Elma menawarkan dirinya dan Vlada untuk naik keatas panggung


“ Kalau begitu aku dibagian keyboardnya ! “ Ataru menawarkan dirinya untuk memainkan bagian keyboard


“ B-boleh aku jadi drummernya ? “ Tanya Ryuga dnegan nada keraguannya


“ Ooooh boleh boleh ! Ayo silahkan~ “ ujar Rattana dengan penuh semangat


“ Ayooo jangan malu-malu~ ayo naik~ “ Jubei memberikan semangat kepada Ryuga


“ Eeeeh~ baiklah aku mau “ Gumam Ryuga


“ Yaaaaaaaaaaaahh “ Semua siswa-siswi kelas 1-LA-A bertepuk tangan atas tawaran mereka bertiga untuk tampil


Elma dan yang lainnya memulai tampil diatas panggung. Disaat mereka mulai tampil, Tazuya dan Inuya berbincang sambil berbisik tentang teman sekelas mereka dan berpikir seperti apa jika mereka tahu identitas rahasia mereka sebagai El-Fighter


“ Tidak kusangka si Ryuga lihai juga ya dalam main drum “ Puji Inuya


“ Pasti ! Dia bahkan bisa meniru khas para drummer yang biasa main di Rock yang sangat keras dan metal ! “ Sahut Tazuya


“ Oh ya~ jadi bagaimana jalan-jalanmu dengan Haku ? “ Tanya Inuya dengan rasa penasarannya


“ Lumayan~ dia hanya bercerita tentang masa lalunya “ Sahut Tazuya


“ Oooh~ begitu ! Oh ya... menurutmu apakah mereka semua... bisa menjadi sekutu dalam perjuangan kita sebagai El-Fighter ? “ Tanya Inuya yang kembali menurunkan nada suaranya agar tidak ada yang tahu pembicaraan mereka


“ Hmmm... tentu saja bisa ! Ayo kita berharap mereka semua suatu saat menjadi orang yang baik dengan masa depan yang cerah “ Sahut Tazuya yang mengharap teman sekelas mereka bisa memiliki kehidupan yang baik


“ Yaaaa “ Jawab Inuya dan mereka berdua kembali menikmati konser dari teman-teman mereka


Disaat yang bersamaan dimana V-FIGHTER dan rombongan kelas 1-LA-A menikmati pesta, Oxtoroo terlihat mulai kembali kekota tersebut dengan medali teleportasinya dengan mengenakan jaket hoodie hitam dan topeng mukanya


“ Aman ! "


*****

__ADS_1


__ADS_2