El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
75. V-FIGHTER vs Elite Soldier III


__ADS_3

Glabe dan Meteoralez kembali bangkit dan bersiap untuk kembali bertarung melawan pihak V-FIGHTER dan Oxtoroo. Enegertaeez yang melihat Oxtoroo mulai berpihak kepada Fighter untuk membantu Dullart merebut tahta kekaisarannya masih tidak bergeming dan memasang ekpresi keraguannya melihat apa yang baru saja terjadi


“ Oxto... “ Gumam Energateez dengan mata melebar


“ Heh ! Bisa-bisanya kalian bicara sok keren seperti itu merasa apa yang kalian lakukan adalah benar ! Terdengar seperti perkataan seorang pengkhianat yang sesungguhnya ! “ Ujar Glabe yang berjalan bersama dengan Meteoralez yang berada disampingnya


“... “ Tazuya dan yang lainnya tidak bergeming dengan perkataan Glabe


“Kalian tidak mau berkata apa-apa ?! Huh...baiklah ! Jika kalian masih ingin bertarung dan menderita maka aku akan memenuhi apa yang kalian mau ! “ Ujar Glabe dengan nada ejekannya


“ Ayo kita beri mereka pelajaran kepada pengkhianat nakal ini ! Sekali jasdi pengkhianat... kau akan selalu dikenang sebagai pengkhianat ! Sekarang membusuklah  DINERAKAAAA ! “ Teriak Meteoralez yang kembali melancarkan pukulannya kepada Tazuya dan yang lain


“ Awas ! “ Sahut Jubei dan seketika mereka langung menghindar dari serangan Meteoralez ( BRAAAAAAAAK ! )


“ Haaaaaaaaaaah ! “ Teriak Glabe yang mulai menyerang kearah Dullart dengan pedangnya


( TRRAAAAAAAAAAAAANG !)


“ Hyaaaaaah ! “ Tazuya dengan sigap langsung melindungi Dullart dan menangkis tebasannya dengan Kusanagi


“ Ah ! “


“ Ayo Dullart-san ! “ Ajak Tazuya kepada Dullart untuk bertarung bersama dengannya


“ Oke ! “


“ HAAAAAAAAAAAAAAAAH ! “


( TRAAAAAAANG ! Syat! Syat! Syat! Syat! Syat! Syat! )


“ Terima i-“


( DUAAAGH ! )


“ Agh ! “ Rintih Glabe yang terkensa serangan dari Oxtoroo


“ Bagus Oxto ! “ Puji Dullart dengan nada bangganya


“ 3 lawan 1 kelihatannya bukan hal yang buruk ya ! Apalagi untuk prajurit elit seperti dirimu ! “ Ujar Tazuya kepada Glabe


“ Hmph ! Melawan tiga makhluk kotor seperti kalian bukanlah masalah ! Aku sudah banyak pengalaman untuk melawan makhluk yang sama kotornya dengan kalian ! “ Ejek Glabe kepada Tazuya dan yang lain


“ Yaa benar ! Kami memang kotor ! Karena itulah kenapa Tapi tidak pernah merasa paling suci diantara yang lain ! “ Jawab Tazuya dengan ekspresi datarnya sambil mempersiapkan Kusanaginya dan kembali menyerang Glabe


“ Hmph ! “ Dengus Glabe yang akhirnya kembali menyerang Tazuya dengan pedangnya


( SYAAAAT! TRAAAAAAANG! TRAAANG! TRAAAANG! )


“ Kkkkh ! “


Dullart dan Oxtoroo langsung menyerang kearah Glabe dengan tombak mereka bersamaan dengan Tazuya yang berusahan untuk menebasnya dengan Kusanaginya. Mereka berempat mampu mengkoordinasi gerakan dengan baik sehingga mereka bisa saling menghindar satu sama lain


( SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! )


“ HYAAAAAAAAAAAAAAAH ! “ Tazuya melancarkan serangannya dengan menciptakan hembusan angin yang kuat dari Shiro Kusanagi saat pedangnya mengenai pedang milik Glabe


(TRAAANG! WUUUUUUUSSSH! )


“ Ah ! “


“ Tuan Muda ! Kelihatannya pedang yang dipakai bocah ini memiliki tingkatan yang berbeda dengan pedang hitamnya yang sering ia pakai ya ! “ Jelas Oxtoroo yang menyadari Tazuya menggunakan pedang yang berbeda


“ Yaaa ! Itu adalah senjatanya yang baru ! Ayo ! “


“ HAAAAAAAAAH ! “


( TRAAAAANG! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! )


“ HAAAAAAAAH ! “


( TRAAAAAAAANG! TRAAAAAAAANG! )


“ Sekarang ! “ Panggil Oxtoroo dan Dullart secara bersamaan kepada Tazuya


“ Hiyaaa ! “ Tazuya kembali menyerang Glabe


( TRAAAAAAAAAAAANG ! ZAAAAAAAASSSH! )


“ Cih ! “ Melihat Glabe kembali mengeluarkan aliran listrik dari pedangnya membuat Tazuya membalasnya degan memberikan hembusan angin yang kuat kepada Glabe


( WUUUUUUUUUUUSSSH )


“ Ah !!! “ Glabe yang terkejut langsung menghindar agar tidak tersengat oleh aliran listriknya karena hembusan angin tersebut


( ZYAAAAAAAAASSH )


“ Heh ! Dia pintar juga rupanya ! “ Puji Oxtoroo


“ Oke ! Untuk Alpha dan cucunya Anodite... kau memang layak untuk dipanggil dengan sebutan itu ! Terlihat lemah... tapi aslinya sangat licik ! Yang kau perlukan adalah pengalaman untuk menderita agar bisa... MENJADI LEBIH KUAT DAN TANGGUH ! “ Gumam Glabe sambil memuji Tazuya dan kembali membalas serangannya dengan pedangnya


“ Ah ! “


(TRAAAAAAAAANG !!!)


Meteoralez hendak membantu Glabe namun dihentikan oleh Rigel dan Jubei sambil berdiri dihadapan Sampson untuk melindunginya dari serangan Glabe. Melihat Meteoralez jauh lebih kuat dari fisik yang membuat itu sangat berbahaya bagi Jubei dan Sampson yang secara fisik jauh dari kata kuat dan kebal, Rigel meminta mereka berdua untuk menjadi penyerang pembantunya dari jarak jauh


“ Hyaaaaaaaaaaaah ! “


“ Hyaaah ! “ Jubei teriak panik sambil mendorong Sampson untuk melindunginya dari serangan Meteoralez


“ Uwaaa ! “


( BRAAAAAAAAK ! )


“ Jangan lari kalian dasar serangga !!! “ Teriak Meteoralez yang penuh dengan amarah sambil mengincar Jubei dan Sampson


“ Second Step : ICICLE BLAST ! “ Rigel melindungi mereka berdua dengan kedua peluru es raksasa kearah Meteoralez


(BUUM! BUUUM! BUUUM! )


“ Kkkh ! “ Geram Meteoralez sambil menghancurkan semua peluru es tersebut dengan mudah


( DRAAG! DRAAG! DRAAG! DRAAG!)


“ Tuan Rigel ! “ Panggil Jubei


“ Cih ! Jubei... ajak temannya Oxtoroo untuk membantu dari jauh ! Kalau kalian tetap memaksan diri untuk bertarung melawannya dari jarak dekat ini bisa celaka ! Dia terlalu tangguh ! “ Rigel memberi saran kepada Jubei untuk tidak memaksakan dirinya untuk bertarung dengan sosok yang lebih tangguh dari segi fisiki


“ Jadi kami harus bagaimana ? Apa kami harus mencari Inuya dan yang lainnya didalam gedung ? “ Tanya Jubei

__ADS_1


“ Tidak ! Bantu aku untuk membuat ia kurang konsentrasi dalam bertarung ! Dengan ini akan membuat ia terus lengah dan bisa membuat ia tertunduk ! “ Jelas Rigel sambil bersiap untuk kembali menyerang Meteoralez


“ A-apa ini ide yang bagus ?! “ Tanya Sampson dengan nada keraguaannya


“ Kita coba saja ikuti arahan beliau ! “ Ujar Jubei sambil kembali mengeluarkan Estrella


“ B-baik ! “ Ujar Sampson sambil mempersiapkan pistol lasernya


“ METEOR PUNISHMENT !!! “


( BUUUUUUUUUUMMM !!! )


“ Hyaaah ! “


( TRAAANG! TRAAAANG! TRAAAANG! TRAAAANG! )


“ Haha ! Jadi begini rasanya bertarung dengan Prisman Beta ! Aku bisa merasakan semangat bertarungku semakin membara ! “ Jelas Meteoralez sambil menyerang kearah Rigel dengan pukulannya


( TRAAANG! TRAAAANG! TRAAAANG! TRAAAANG! )


“ Hoo ! Bagus deh ! Aku suka anak muda yang punya semangat bertarung ! “ Puji Rigel sambil terus menyerang Meteoralez


( TRAAANG! TRAAAANG! )


“ Anak muda ? Heh... Nada bicaramu seolah kau merasa seperti kakek-kakek ! “ Ejek Meteoralez


“ Heh ? Pada dasarnya aku memang sudah lebih tua dan berpengalaman dari kalian ! “ Jelas Rigel dengan nada santainya


(SYAAAT! SYAAAT! SYAAAT! ZYUUUUNG! ZYUUUUUNG! )


“ Agh ! Sial ! “ Geram Meteoralez saat terkena serangan dari Jubei dan Sampson


( DUAAAAAAGH ! )


“ GAAAAH ! “ Rintih Meteoralez


(SYAAAT! SYAAAT! SYAAAT! ZYUUUUNG! ZYUUUUUNG! )


“ AAAAAAAAAAAAAAGGGGGHH ! “ Teriak Meteoralez dengan kekesalannya tanpa disadari jika Rigel menggunakan Alternate dari Icicle Blast dan menyerang tepat di perutnya


( DUAAAAAAGH ! )


“ UWAAAAAAAGGGH !


( BRAAAK !!! )


Disaat yang bersamaan dimana Oxtoroo dan Sampson memutuskan untuk bertarung melawan para prajurit elit demi mendukung usaha Dullart merebut tahta calon kaisarnya, Inuya sampai keruang pertemuan untuk mencari keberadaan Ataru dan Ryuga. Betapa terkejutnya pemuda bermata kuning tersebut saat ia menemukan tidak ada seseorang didalam ruang pertemuan tersebut karena ia tidak tahu jika mereka semua dibawa kedimensi lain karena teknik Alternate dari Troubled Vision. Yang tentu saja membuat Inuya cemas dengan keberadaan Ataru dan Ryuga


“ Ah ! Di-dimana mereka ? Ryuga ? Ataru ? Dan kedua prajurit elit itu ?! Tidak ! Apa jangan-jangan mereka telah kalah ? “ Pikir Inuya dari dalam hati dengan wajah kecemasannya


“ Ryuga ! Ataru ! Dimana kalian ?! “ Panggil Inuya dengan nada kuatnya


“ Tidak ada ! Dimana mereka ?! “ Pikir Inuya sambil melihat kesemua arah didalam ruang pertemuan tersebut


Inuya kemudian berkonsentrasi untuk menggunakan kontak spiritualnya untuk melacak keberadaan Ataru dan Ryuga. Beberapa menit kemudian, Inuya bisa merasakan aliran spiritual yang tersamar disekitar ruang pertemuan dan ia bisa merasakan dua diantara mereka adalah Ryuga dan Ataru


“ Ketemu ! “


*****


Di dalam dimensi Troubled Vision-nya Anthos Delfini, Ryuga dan Ataru terlihat masih melanjutkan pertarungan mereka melawan Galaztis dan Rough Polly. Mereka berdua mulai kelelahan dan kesulitan untuk mengalahkan mereka. Ryuga juga menyadari jika batas waktu Dimention-nya segera berakhir. Namun, mereka masih kesulitan untuk melumpuhkan kedua prajurit elit yang licik itu karena mereka memiliki stamina yang cukup besar dan serasa tidak memiliki batas


“ Haaaaaaaaah ! “


(TRAAAAAAANG ! )


“ Aaaah ! “ Ryuga terpental karena serangan yang dilancarkan oleh Galaztis


“ Ryuga-san ! “ Teriak Ataru sambil menangkap Ryuga


“ Ah ! Ma-maaf ! “ Ucap Ryuga sambil melirik kearah Ataru


( SYAAAAAT! )


“ HAAAAAAAH ! “ Melihat kedatangan Rough Polly membuat Ryuga dengan refleks melempar perisai Delfini kearah wanita tersebut


( DRAAAG )


“ Ah ! “


(TRAAAAAAAANG! )


“ Datang ! “ Ataru yang melihat Galaztis langsung mengerahkan tongkat sabitnya dan kembali menyerang Galaztis


(SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! TRAAAAAAAAANG! )


“ Wah waaaah~ masih bersemangat juga kamu ya !  “ Puji Galaztis yang masih menyerang Ataru


“ Dan Spezialist itu... aku tidak menyangka kamu mulai loyo ! Payah ooooh~ sungguh payah sekali ! “ Ejek Rough Polly yang mengeluh akan Ryuga yang mulai kelelahan karena pertarungan mereka


“ Jangan cemas ! Jika kalian masih mau tantangan aku beri kalian tantangan lain yang lebih seru ! Alternate : Naar Voren ! Spiegel ! “


(SRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING)


Ataru menciptakan dua puluh klon berdesir dirinya dan Ryuga dari teknik Alternate Naar Voren. Dua puluh klon tersebut mengelilingi Galaztis dan Rough Polly. Dua puluh klon Ataru dan Ryuga bersiap untuk kembali menyerang kedua prajurit elit tersebut


“ Apa ini bagian dari ilusi ? “ Tanya Rough Polly


“ Coba saja serang ! MAJUUUUUUUUUU !!! “ Ujar Ataru sambil memerintahkan semua klon berdesir untuk menyerang mereka bersama dengannya


“ HYAAAAAAAAAAAAH “


“ Ayo ! “ Ajak Galaztis yang bersiap untuk menyerang semua klon tersebut


“ Okeeeee ! “


(SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! )


Tiba-tiba, Ryuga merasakan kontak spiritual yang samar-samar dari Inuya. Ryuga menduga jika kontak spiritualnya sangat samar-samar karena efek dari tekniknya tersebut. Melihat situasi disekitarnya membuat Ryuga punya ide yang bagus


“ Kontak Spritual ini... Namidashi ! Dia ada disini ! Dan memanggil kita ! “ Ujar Ryuga sambil melihat aura Inuya yang tersamar dibelakang mereka


“ Tidak lama lagi teknik ini akan musnah ! Hmmm... aku tahu ! “ Ryuga kemudian mendapatkan ide cemerlang


Ryuga berhubung dengan Inuya melalui kontak spiritualnya. Inuya bisa mendengar dan merasakannya secara tersamar-samar yang membuat ia langsung bertanya keberadaanya. Namun Ryuga hanya menjawab bahwa Inuya harus mempersiapkan salah satu teknik Possessionnya dan mulai melakukan penyerangan saat ia melihat kedua prajurit elit muncul dihadapannya


“ N-N-Nami-dashi ! “ Panggil Ryuga dari kontak telepatinya yang tersamar-samar


“ Ah ! Ryuga ! Dimana kau dan Ataru ? Aku merasakan Flow kalian disekitar sini... tapi aku tidak bisa... “

__ADS_1


“ Cepat ! Gu-Gunakan... teknik Labejamu ! “ Potong Ryuga sambil menyuruh Inuya untuk bersiap menggunakan teknik Labeja


“ Apa ? Teknik apa ?! “ Tanya Inuya yang bisa melihat Aura dari Ryuga dan yang lain perlahan mulai terlihat jelas didepannya


“ APA SAJA ! Yang penting i-itu bisa... melumpuhkan mereka ! “ Teriak Ryuga


“ Hmmm ! Oke ! “ Ujar Inuya yang akhirnya tahu teknik apa yang sesuai untuk melumpuhkan Galaztis dan Rough Polly


Inuya memikirkan teknik yang sesuai untuk melumpuhkan Galaztis dan Rough Polly.Inuya merasakan Flow milik Tazuya disekitarnya dari bawah dan itu membuat ia punya ide yang bagus untuk membantu Ryuga dan Ataru


“ Second Sting : Gelsemium ! “


( SYAAAAASH )


“ Baik Ryuga ! Aku siap ! Saat aku bilang awas tolong menghindar ! “ Ujar Inuya kepada Ryuga dengan kontak spiritual


“ Apa yang kau-“


“ Sudaaaah~ mending nanti ikuti apa yang aku katakan nanti ! “ Ujar Inuya


Mendengar apa yang dikatakan Inuya membuat Ryuga tidak punya pilihan lain selain mengikuti apa yang ia katakan dan berharap rencanaya Inuya akan berjalan lancar. Inuya menunggu Ryuga dan yang lainnya muncul jelas dihadapannya sambil mempersiapkan Gelsemium-nya. Ataru bersama dengan kedua puluh klon berdesirnya masih menghadapi Galaztis dan Rough Polly. Klon tersebut perlahan satu per-satu dikalahkan oleh mereka berdua dan mulai menghilang. Melihat batas waktunya akan segera mendekat membuat Ataru sedikti kewalahan untuk menghentikan mereka


(SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! )


“ Aaah ! Aaaah ! Uwaaaa ! Aaaah ! “ teriak para klon yang mulai menghilang


“ Cih ! 10 Klon lagi ! “ Gerutu Ataru yang memperhatikan perlahan klonnya mulai menghilang


“ Hmmm ! Yang mana yang asli diantara klon si rambut pirang ini ! “ Pikir Galaztis


“ Haaaaaah ! “


(SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! SYAT! )


“ Aaaaaah ! Aaaaah ! Aaaaaaaah “


“ Tempat ini sepertinya perlahan akan kembali keruangan asal “ Ujar Rough Polly yang memperhatikan area sekitar mereka


“ Hmmmm... Inuya-kun...” Ujar Ataru dari dalam hati sambil melirik kearah Inuya yang bersiap untuk melakukan penyerangan


Dimensi tersebut perlahan berubah menjadi ruang pertemuan, Inuya bisa melihat jelas posisi dari Ryuga dan yang lainnya.Inuya bisa merasakan posisi Tazuya dan Glabe kini berada dibawah jendela yang dilubangi Tazuya sebelumnya. Melihat Galaztis dan Rough Polly berdiri tepat didepan kaca tersebut, Inuya meminta Ryuga dan Ataru untuk menghindar karena ia bersiap untuk menyerang mereka berdua dan melemparkannya keluar jendela


“ Ryuga ! Ataru ! AWAS !!!! “ Panggil Inuya melalui kontak telepatinya


“ Naar Voren “ Ataru langsung mengeluarkan Tidjbreker dan menciptakan sebuah bola cahaya kuning kecil dan langsung mengarahkannya kearah Inuya


( Syaaaaat ! )


“ Ah ! “


Ataru dan Ryuga mendengar panggilannya dan mereka langsung menghindar dari kedua prajurit elit tersebut. Dengan cepat Ataru menggunakan Naar Voren untuk mempercepat langkah Inuya sehingga Galaztis dan Rough Polly tidak menyadari kedatangannya


“ Kena-“


“ HAAAAAAAAAAAH ! “


“ AAH ! “


( DUAAAAAAAAGH ! )


“ UWAAAAAAAAA !!! “


(Di tempat Tazuya dan Glabe bertarung satu sama lain )


“ AAAAAAH !!! “ Teriak Glabe yang melihat Galaztis dan Rough Polly akan segera jatuh menimpanya


( BRAAAAKK !!! )


" A-apa ?! " Rigel yg bertarung melawan Meteoralez terkejut


“ Uwaa ?! “ Tazuya bersama dengan Oxtoroo dan Dullart terkejut melihat Glabe tertimpa Galaztis dan Rough Polly


“ Ah ! Glabe ! Rough Polly dan Galaztis kalah !!! “ Ujar Meteoralez yang kaget


Dimensi tersebut akhirnya menghilang. Ryuga dan Ataru pergi menghampiri Inuya dan memuji idenya untuk mengalahkan ketiga prajurit elit tersebut


“ Bagus Inuya-kun ! “ Puji Ataru


“ Oke Namidashi ! Aku tidak menyangka idemu yang satu ini benar-benar keren ! “ Puji Ryuga


“ Yaaa~ ternyata ilmu sudut matematika bisa juga di aplikasikan dalam pertarungan yaa~


Sahut Inuya


Energateez dan Meteoralez datang menghampiri mereka bertiga dan berusaha untuk membangunkan mereka semua dan melanjutkan pertarungan. Saat berdiri Galaztis langsung meminta maaf kepada mereka berlima karena ia ceroboh dalam memahami gerak-gerik musuh


“ Adudududuh ! “


“ HEI ! KALIAN BAIK-BAIK SAJA ?! “ Tanya Meteoralez


“ Yaaa ! Maaf atas kecerobohanku karena aku gagal memahami pergerakan mereka “ Sahut Galaztis dengan wajah jengkelnya


“ Oxto ! Jadi kita menang ? “ Bisik Sampson yang langsung menghampiri Oxtoroo


“ M-mungkin ? “ Ujar Oxtoroo dengan nada keraguannya sambil memperhatikan kelima prajurit elit tersebut


“ Kerja bagus Inuya ! “ Puji Rigel sambil melirik kearah Inuya


“ Hei !!! “ Panggil Inuya dari atas ruang pertemuan kepada yang lain


“ Inuya !! “ Balas Tazuya sambil memberikan lambaian kepadanya


(GREP !!! )


“ AH !!! “ Tazuya terkejut saat ia merasakan ada seseorang yang menggenggam pergelangan tangan kananya


Tiba-tiba, muncul seseorang misterius yang menggunakan Spacesuit milik umat Thetoid  lengkap dengan helm melalui medali teleportasinya dan langsung menggenggam pergelangan tangan Tazuya dengan kuat. Semua orang yang ada disana terkejut melihat kedatangan sosok pemuda. Dan mereka semakin terkejut saat pemuda misterius tersebut menunjukan identitasnya


“ Si-siapa dia ?! “ Tanya Jubei dengan nada kepanikannya kepada Rigel


“ Ta-Tazu- “ Inuya berusaha menghampiri Tazuya namun dicegat oleh Ataru


“ Spacesuit ini... Ja-jangan-jangan... “ Oxtoroo dan Dullart mengenal Spacesuit tersebut dan sangat terkejut saat mereka tahu identitas dibalik penggunannya


“ Pertarungan yang hebat ! Aku memuji semua usaha kalian dengan baik ! “ Ujar pemuda tersebut yang tidak lain adalah Morsdantaque saat membuka kaca helmnya


“ Ah ! “ Tazuya sangat terkejut ternyata pemuda tersebut tidak lain ialah Pangeran Morsdantaque


*****

__ADS_1


__ADS_2