El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
102. Visitors of Dormitory II


__ADS_3

Tidak lama kemudian, rombongan para siswi kelas 1-LA-A telah sampai dan masuk kegerbang asrama siswa SMA Internasional Shinjitsu. Tazuya segera memberitahu mereka jika dia akan telat datang latihan pentas Drama


“ Iga ! “ Panggil Elma Shizuka yang baru saja datang bersama dengan rombongan para siswi kelas 1-LA-A


“ Ah ! Akhirnya kalian datang jugaaa~ “ Sambut Tazuya yang masih duduk bersama dengan Yoshino


“ Kak Jubei ! Siapa dia ? “ Bisik Haku kepada Jubei saat melihat Yoshino


“ Itu adiknya Tazuya yang bernama Yoshino “ Bisik Jubei


“ Heeeei Yoshino ! Lama tidak bertemu~ kamu tumbuh semakin gagah saja seperti kakakmu “ Sapa Machiko yang mengenal Yoshino sejak kecil


“ Ehehe~ lama tidak jumpa Kak Machi “ Ujar Yoshino sambil malu-malu


“ Apa yang lain sudah menunggu ditaman ? ! “ Tanya Vlada


“ Tentu ! Kami sudah menunggu kalian ! Aku sudah izin untuk datang terlambat nanti dengan Golomanov ! Oh hampir lupa... tolong bawa ini untuk makan-makan nanti ! Dari adikku hehehe~ “ Jelas Tazuya sambil memberikan Senbei kepada rombongan para siswi


“ Senbei untuk kita ? Makasih~ kami juga baru saja pergi beli beberapa roti untuk sesi latihan kita~ “ Ujar Hikari


“ Wah waaah~ pantas saja kenapa kalian lama sekali ! “ Gerutu Tazuya


Tiba-tiba, sebuah helikpoter muncul dan terlihat akan mendarat kesuatu tempat di Asrama Siswa. Tazuya melihat logo dari helikopter tersebut dan mengetahui jika itu adalah logo keluarga Mangetsu


“ Helikopter ? “ Tanya Rattana


“ Logo itu ?! Ah ! Logo keluarga Mangetsu ! “ Ujar Tazuya yang menyadari jika helikopter tersebut berasal dari keluarga Mangetsu


“ Ah ! Ayo cepat ! Itu rombongan lainnya segera datang ! “ Sahut Vlada yang langsung bergegas pergi untuk ketempat dimana para siswa kelas 1-LA-A lainnya berkumpul


“ Daaaah Tazuya ! Kami pergi duluan yaaa~ “ Ujar Jubei sambil pergi meninggalkan Tazuya dan Yoshino


“ Okeee ! “


“ Ummm~ Jadi Aniki tidak masalah datang terlambat latihan Drama ? “ Tanya Yoshino


“ Aku sudah minta izin~ jadi tidak masalah ! Hehehe lagi pula aku juga mendapat peran pendukung~ Nah kamu penasaran dengan semua teman sekelasku termasuk dengan mereka barusan ? “


“ Ummmm~ yaaah ! “


“ Okeee~ akan kuceritakan mereka semua dan siapa saja mereka “ Sahut Tazuya sambil mengeluarkan Smartphonenya untuk bercerita tentang teman sekelasnya


Para siswi akhirnya sampai ketaman Asrama Siswa disaat yang bersamaan helikopter milik keluarga Mangetsu akhirnya mendarat dilapangan kosong yang letaknya didekat taman Asrama


“ Kalian lama sekali ! Dari mana saja ?!  “ Gerutu Inuya kepada para siswi kelas 1-LA-A yang kelelahan karena berlari menuju Taman Asrama siswa


“ Haaah... Haaaa... maafkan kami ! Kami tadi membeli sesuatu untuk latihan kita dan menghampiri Tazuya didepan gerbang  “ Sahut Vlada yang kelelahan


“ Yaaa~ cepat ambil posisi kalian karena rombongan keluarga Mangetsu sudah mulai datang kemari “ Kata Vladimir sambil memberi arahan kepada para siswi untuk  mengambil tempat di posisi mereka


Saat helikopter mulai mendarat, dua mobil milik keluarga Mangetsu terlihat juga baru saja sampai diasrama. Kedua mobil tersebut kemungkinan ditumpangi oleh rombongan para pegawai Tsuki Entertaiment untuk memantau jalannya proses latihan drama mereka. Sedangkan Hugo bersama dengan istri dan anak perempuannya berada di helikopter tersebut


“ Okeee~ kita sudah sampai ! “ Ujar Kokoda yang bergegas pergi ke helikopter untuk mengantar Hugo beserta istri dan anak perempuannya


“ Woaah ! Asrama ini tidak berubah yaaa~ “ Ujar sang pegawai yang bernama Koda


“ Sepertinya begitu ! Cepat bantu aku bawa ini ! Jangan diam sajaaa ! “ Jawab pegawai yang bernama Keiko sambil membawa koper besar dari mobil


“ Aaaah~ senang bertemu dengan anda Tuan Muda Ryuga~ aku senang anda ternyata sangat menikmati kehidupan anda di asrama ini~ kelihatannya mereka semua adalah anak-anak yang baik “ Sapa pegawai  berpengalaman yang bernama Kazui Toshimoto


“ Yaaa~ Senang bertemu dengan anda kembali Pak Toshimoto “ Ryuga balas sapaannya Kazui dengan rasa kehormatannya


“ Woah ! Mangetsu tidak kusangka bisa sangat sopan dan terhormat dengan pegawai ayahnya ya “ Bisik Kiko dengan siswa lain yang kaget melihat pembicaraan Ryuga dan Kazui


“ Sssst ! “ Tegur Kenneth


“ Kakaaaaaaaak~ “ Panggil adik perempuan Ryuga yang bernama Kimiko Mangetsu yang duduk dikursi roda karena penyakit yang ia alami sejak kecil


“ Kimi ! Ahahahaaa~ Kakak sangat merindukanmu~ “ Panggil Ryuga yang langsung menggendong adik perempuannya


“ Hmmmmm~ Kelihatannya kamu dan teman-temanmu sudah mempersiapkan sesi latihannya sudah sangat baik Ryuga “ Ujar ibunya Ryuga yang bernama Megami Mangetsu


“ Yaaa~ begitulah~ kami sudah melakukan yang terbaik bahkan dalam sesi latihan... ibu bisa melihat sesi latihan kami “ Jelas Ryuga


“ Okeee~ aku mau bicara dengan ketua kelas kalian ! Bisakah aku menemui ketua kelasmu ? “ Tanya Megami kepada Ryuga dan siswa-siswi kelas 1-LA-A lainnya


“ Ehm ! “ Hugo memberi isyarat kepada Megami untuk memberinya kesempatan untuk berbicara


Tanpa berkata-kata Megami langsung memberi Hugo untuk berbicara dengan para siswa-siswi kelas 1-LA-A. Saat Hugo memasuki area taman Asrama, para siswa kelas 1-LA-A beserta para pegawai langsung terdiam dan mengambil posisi


“ Tidak usah canggung ! Kalian disini untuk latihan drama bukan ? Jadi tidak masalah jika kalian ingin bersikap seperti biasa~ Warflied... laksanakan tugasmu ! “ Sahut Hugo sambil memerintahkan si pegawai bernama Izuko Warflied untuk melakukan tugas yang ia dan Megami berikan


“ Baik Tuan ! “

__ADS_1


“ Sebenarnya Megamilah yang datang kemari untuk memerhatikan proses latihan ini karena ia adalah CEO dari cabang indutri perfilman di Tsuki Entertaiment... tapi kelihatannya tidak ada salahnya jika aku ikut memantau sesi latihan ini sambil melakukan pembicaraan antara ayah dan anak bukan ? “ Ujar Hugo sambil melirik kearah Ryuga yang membuatnya semakin canggung saat melihat ayahnya


“... “ Ryuga hanya bisa terdiam dan tidak berkata apapun


“ Ayo semuanya ! Apa kalian sudah siap untuk latihan ! Sekarang ayo kita mulai “ Gumam Izuko Warflied kepada para siswa kelas 1-LA-A


Para siswa kelas 1-LA-A langsung bubar dari tempat untuk kembali melanjutkan latihan drama mereka. Inuya memberi isyarat wajah untuk tidak canggung menghadapi Hugo dan melalui kontak telepatinya untuk memberitahu Ryuga untuk tetap santai. Ryuga langsung menghembuskan nafas pendek dan menghampiri Hugo untuk melakukan sebuah pembicaraan antara ayah dan anak dengan tenang


“ Ayah “


“ Hm ? “


“ Ummm~ bagaimana dengan pekerjaanmu... dan kondisimu ? “ Tanya Ryuga yang berusaha untuk tenang seperti biasa


“  Sudah selesai... karena itulah akhirnya aku bisa pulang dan menemani ibumu untuk melihat proses latihan drama kalian “ Jawab Hugo dengan nada santainya walau ekspresi datarnya tidak berubah


“ Ah ! Baguslah akhirnya sudah selesai juga dan ayah bisa mengajak Kimi datang kemari juga “ Sahut Ryuga


“ Ayah ! Sekolah ini keren sekali yaaa ! Bolehkah suatu saat nanti aku bersekolah disini juga nanti ? “ Tanya Kimiko yang takjub melihat suasana di Taman Asrama


“ Nanti akan ayah pikirkan yaaa~ kita akan lihat kapan kamu bisa diberikan alat bantu berjalanmu dari pihak Sunnyfield dan AkashiTech... dan Ayah juga tidak menyangka ternyata sekolah ini tidak seburuk apa yang ayah pikirkan selama ini “ Jawab Hugo


“ Tidak buruk ? Jadi sebelumnya sekolah ini pernah ada reputasi yang buruk ? “ Tanya Ryuga


“ Yaaa ! Pada tahun angkatan keempat di SMA ini... mereka sempat memiliki pertarungan antar Yakuza dan Sukeban yang cukup sengit ! Untungnya tidak ada yang meneruskan jalan sesat mereka saat mereka semua sudah lulus sehingga sekolah ini dapat membenahi diri tentang permasalahan yang ada di lingkungan para siswa-siswi ! “ Jelas Hugo sambil mengingat kejadian yang ada di SMA Internasional Shinjitsu


“ Begitu “ Gumam Ryuga dengan singkat


“ Nah Ryuga ! Bisakah kita pindah ketempat yang lebih nyaman untuk berbicara ? Aku ingin tidak ada seorang yang mendengar pembicaraan kita “ Sahut Hugo kepada anak keduanya


“ Ummm... tentu ! Kita duduk di balkon yang disana “ Ujar Ryuga sambil menunjukan sebuah balkon yang tidak jauh dari taman asrama


“ Ayah... boleh aku dan Keiko-san pergi lihat- lihat area asrama ini ? “ Tanya Kimiko dengan nada antusiasnya yang penasaran dengan suasana di asrama


“ Tentu ! Keiko... ajak Kimiko jalan- jalan sekita area asrama ini “


“ Siap Tuan ! “ Keiko langsung menyetujuinya dan mengajak Kimiko jalan-jalan


“ Ayo Ryuga ! “ Ajak Hugo untuk pergi ke balkon yang ditunjuk Ryuga


Saat semua siswa-siswi kelas 1-LA-A sibuk mempersiapkan diri mereka untuk segera latihan drama, Haku sekilas memperhatikan Hugo dan Ryuga dengan ekspresinya yang datar perlahan menjadi murung


*****


“ FUAAAAAAAAAAAAAAH~ Sudah lama sekali tidak bersantai seperti ini ~ “ Ujar Dullart yang asyik berenang didalam kolam renang


“ Aku tidak menyangka di planet ini juga memiliki tempat relaksasi yang sangat menarik “ Ujar Energateez yang duduk ditepi kolam


“ Tentu~ sebenarnya bukan’kah semua planet yang ada di Galaksi Theta situasinya juga sangat tentram bukan ? “ Tanya Rigel


“ Iyap ! Lebih modern dari Bumi ! Ngomong-ngomong... bagaimana dengan Prism ?! Apa situasi disana sudah berubah ? “ Tanya Energateez yang penasaran dengan situasi mantan tempat tinggalnya Rigel


“ Naaah~ aku sudah tidak tahu apa- apa seperti apa Prism sekarang karena aku tidak pernah kembali kesana “ Ujar Rigel dengan nada datarnya


“ Sama sekali tidak ada rasa rindu ? “ Tanya Energateez


“ Tidak ada ! Sama sekali tidak ada ! “ Jawab Rigel dengan nada tegas


“ Kalau kau sudah tahu seperti apa kehidupan para Prisman Beta disana... wajar saja jika Rigel-san menganggap Bumi menjadi rumah barunya ketimbang di Prism ! “ Sahut Dullart yang mengerti perasaan Rigel yang tidak merindukan planet asalnya


“ Hmmm... “


Karena tidak ingin kembali ditanyakan soal masa lalunya di Prism, Rigel akhinrya menanyakan kepada Dullart tentang jawaban dari Argus tentang rencana yang ia rancang untuk pihak mereka dalam melakukan serangan pembalasan kepada Morsdantaque dan para prajurit elitnya


“ Jadi Dullart, bagaimana dengan jawaban dari Jenderal kalian ? “ Tanya Rigel


“ Belum ada ! Sepertinya kalau respon Jenderal bisa selama ini sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu dalam rencanamu “ Jelas Dullart


“ Hmmm... semoga saja itu- “


“ Ah ! Ternyata kalian juga ada disini  ! “ Ujar Swift Polly yang baru saja sampai ke VIVA Laspa bersama dengan Oxtoroo


“ A- APA ?! KALIAN BERDUA DISINI ?! “ Ujar Rigel bersama dengan Dullart dan Energateez yang terkejut melihat kedatangan mereka berdua yang secara mendadak


“ Iyap ! Sekalian kami juga ingin bersenang- senang ditempat ini dan juga Polly-chan akan memberitahu anda tentang hasil pemikiran Jenderal tentang rencana yang anda kirim dua hari yang lalu “ Ujar Oxtoroo sambil mendekati mereka bertiga


“ Mana Sampson ? “ Tanya Energateez


“ Tidak datang ! Sepertinya ia sudah tahu jika kami ingin menemuimu disini ! Karena itulah dia langsung menolak ajakan kami “ Jelas Oxtoroo dan langsung dijawab Energateez dengan ekspresi sedihnya karena ia tahu Sampson masih belum bisa memaafkannya


“ Baiklah ! Bisakah kita memulai pembicaraannya disini ? “ Tanya Rigel


“ Anda yakin ini adalah tempat yang paling aman untuk membicarakan sebuah rencana rahasia ? “ Swift Polly balik bertanya dengan nada sedikit curiganya

__ADS_1


“ Jangan cemas ! Aku bisa menjaminnya ! “ Jawab Rigel dengan senyumannya


Di Asrama Siswa, terlihat Ryuga masih berada disebuah balkon didekat taman asrama bersama denga Hugo dan Kokoda yang berjaga disana disamping kursinya Hugo sambil mempersiapkan minuman kaleng dingin untuk mereka berdua


“ Jadi semua lukamu beberapa hari yang lalu... apa sudah sembuh total ? “ Tanya Hugo dengan nada datarnya


“ Syukurlah semuanya sudah sembuh “ Jawab Ryuga dengan singkat


“ Okeeee~ untuk suasana disini... cukup baik ! Aku sama sekali tidak menyangka ekspetasiku terhadap tempat ini... realitanya ternyata cukup baik dari yang aku pikirkan ! Kurasa siswa-siswi disini orangnya cukup baik “ Jelas Hugo tentang pendapatnya akan suasana disekitar Asrama


“ Jadi... itu artinya... “


“ Artinya aku masih belum bisa sepenuhnya mempercayaimu ! Bisa saja disekolah ini ada siswa yang manipulatif yang dapat mempengaruhi anak yang baik untuk menjadi anak yang jahat ! Kamu sendiri tahu jika remaja usia 14 tahun keatas sudah tidak polos lagi... dan mereka sudah bisa menjadi pengaruh buruk untuk anak-anak lain ! “ Ujar Hugo dengan nada tegasnya


“ Uuuh... iya... aku tahu itu “ Ujar Ryuga dengan nada rendahnya


“ Hmm... bagus kalau begitu ! “ Gumam Hugo sambil meminum minuman kalengnya


“ Hnnn “ Dengus Ryuga dengan perasaan jengkel akan perkataan pesimisnya Hugo


“ Hei ! Apa yang aku katakan itu ada benarnya ! Aku yakin kau sudah sering mendengar berita tentang para anak-anak berandalan yang melakukan kejahatan yang serius ! Terutama pada banyaknya berita anak berandalan yang memegang senjata api di negara barat seperti di Amerika sana ! “ Gumam Hugo sambil mengingatkan beberapa kasus kriminal anak remaja di negara Amerika Serikat


“ Ayah... itu semua ada di Amerika ! Dinegara kita tidak ada yang seperti itu...  kami mana bisa dapat senjata api dengan luasnya sama seperti membeli ikan di pasar ! “ Gerutu Ryuga


“ Yaaaa~ siapa tahu kalian sudah kenal Deep Web dan mempelajari sesuatu yang ilegal disana ! Apa kau tahu soal Yakuza ?! “ Sahut Hugo yang masih tetap santai dengan perkataannya


“ Aku tahu ayah ! Anda sudah sering mengatakan itu ! Tapi aku tidak sebodoh apa yang ayah pikirkan soal itu ! Ayah sendiri sudah tahu seperti apa teman- temanku termasuk Jubei ‘kan ? “ Gumam Ryuga yang tidak sengaja meninggikan nada bicaranya berusaha untuk meyakinkan Hugo untuk tidak selalu berburuk sangka dengan teman- temannya


“ Aaaah~ Tu- Tuan Muda jangan meninggikan suara anda dengan ayahmu “ Kokoda berusaha untuk menenangkan perdebatan antara si ayah dan anak


“ Aku tidak berburuk sangka ! Anak remaja seperti dirimu itu harus tahu untuk tidak berekspetasi terlalu besar dengan dunianya !!! Apalagi kau itu baru sebulan kuizin bisa hidup bebas dari keluargamu ! “ Balas Hugo yang juga meninggikan suaranya kepada Ryuga


“ Tu- Tuan Hugo~ Tolong jangan terlalu kasar untuk berbicara dengan putra andaa~ “ Kokoda kembali berusaha untuk menenangkan situasi dengan menenangkan Hugo untuk tidak terlalu keras kepala dengan Ryuga


“ Tapi Ayah... “


“ Aaaaaaaahh~ cukup Ryuga Huilen Mangetsu ! Sebagai anak yang baru menikmati dunia luar kau cukup dengarkan apa yang ayahmu katakan kepadamu ! Karena aku jauh lebih berpengalaman tentang dunia luar ketimbang dirimu ! Jadi aku tahu yang mana sisi baik dan buruk dari dunia ini ! Paham ! “  Jelas Hugo dengan tegas kepada Ryuga


“... Ya Ayah... aku mengerti... “ Jawab Ryuga dengan nada rendah pasrahnya


“ Hmmmm... anak seperti dirimu memang harus banyak diberitahu tentang apa yang diketahui oleh orang tua mereka tentang dunia luar ! Dan kamu belum bisa dibiarkan bebas begitu saja dengan semua teman- temanmu... walau aku sudah kenal siapa mereka ! “ Lanjut Hugo


“... “


( Smartphone Hugo tiba-tiba berdering )


“ Ah ? Haaaa~ Akashinya... disaat seperti ini dia mau menelponku ? Ryuga... tetaplah disini karena pembicaraan kita belum selesai ! “ Ujar Hugo sebelum mengangkat panggilan dari Jō Akashinya


“ Ya ayah “


Melihat Ryuga menunggu dengan duduk termenung dan ekspresi kecewanya terhadap ayahnya, Kokoda memutuskan untuk menghibur Ryuga dengan duduk disamping sang anak kedua dari Tuannya tersebut


“ Jangan sedih Tuan Muda~ Kamu harus mendengar apa yang dikatakan beliau... sebagai seorang ayah... Tuan Hugo sangat sayang kepadamu dan selalu memberikan yang terbaik untukmu “ Gumam Kokoda sambi tersenyum  kepada Ryuga


“ Kokoda-san... kenapa orang tua itu... sangat keras kepala saat mendengarkan tentang perasaan anak mereka ? Maksudku... ayah sendiri sudah tahu aku sudah berusia 16 tahun dan tidak bisa terus-terusan diperlakukan sebagai anak kecil... setiap kali beliau menasehatiku... beliau selalu terlihat meremehkan aku ! Beliau juga tidak ingin aku dibiarkan bisa bersekolah diluar dengan alasan aku tidak tahu apa-apa tentang dunia luar ! Beliau lupa jika selama ini beliaulah yang tidak mengizinkan aku mengetahui dunia luar ! “ Gerutu Ryuga dengan nada rendahnya


“ Okeee~ Saya tahu kamu ingin sekali ayahmu memahami perasaanmu... tapi apa kamu pernah memahami perasaannya ? Kamu sudah tahu bagaimana perasaan beliau saat ia kehilangan Nyonya Huilen dan Tuan Yamato ‘kan ? Walau itu sudah tergantikan dengan sama baiknya dengan mereka berdua... Tuan Hugo tidak bisa sepenuhnya berpindah... beliau berusaha untuk tidak melakukan kesalahan lain yang menyebabkan kehilangan dirimu “ Jelas Kokoda yang meminta Ryuga untuk memahami perasaan Hugo sambil menyebut almarhum ibu kandungnya dan kakak laki-lakinya


“...  ya... aku mengerti... “


Sementara itu, Megami terlihat sedang memperhatikan jalannya proses latihan drama mereka dan menginginkan Inuya dan Hikari untuk memainkan peran mereka sebagai sang putri dan pangeran


“ Inuyari Namidashi ! Ada masalah ? “ Tanya Megami


“ Nyonya Mangetsu... sejujurnya aku keberatan untuk melakukan adegan ciuman “ Ujar Inuya yang terus terang dengan permasalahannya


“ Haa ? “


“ Ayolah Inuyari ! Kau tidak bisa seenaknya minta ganti adegan ! Itu tuntutan naskah jadi yaaa kamu harus melakukannya se-propesional mungkin ! “ Tegur Vladimir


“ Jika kamu keberatan untuk melakukan adegan ciuman di wajah... apa ada sesuatu yang ingin kamu gantikan posisinya ? “ Tanya Megami


“ Bagaimana jika aku melakukan ciuman ditangan saja ? Karena menurutku itu lebih Gentleman ketimbang harus mencium bibirnya Ichinose “ Jawab Inuya sambil memberikan pendapatnya kepada Megami


“ Hmmmm... karena itu perubahannya agak sedikit... diperbolehkan ! “ Megami setujuh dengan permintaan Inuya yang membuat si remaja bermata emas itu senang mendengarnya


“ Ooooh Yes ! “


“ Aaaaah~ tidak adil~ “ Gerutu Hikari


“ Selama dia tidak meminta untuk mengubah naskah itu tidak dipermasalahkan “ Jelas Megami sambil melirik kearah Ryuga dan Hugo dari kejauhan


*****

__ADS_1


__ADS_2