El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
107. Be Careful


__ADS_3

Tim Dullart terlihat sedang memperhatikan situasi disekitar mereka. Saat situasi masih aman, mereka bertiga kembali berjalan menuju kesebuah gudang untuk mencari pakaian militer yang bisa dipakai dalam misi mereka.Dikarenakan mereka tidak bisa terlalu sering menggunakan mode kamuflase kecuali dalam kondisi tertentu


“ Bagus ! Ayo ! “ Ajak Dullart


“ Kita mau pergi kemana dulu ? “ Tanya Ataru


“ Gudang ! Karena disini mereka menyimpan seragam cadangan untuk para kadet yang pertama kalinya bertugas disini ! Kita tidak bisa sering menggunakan mode kamuflase ini terlebih karena durasinya juga sangat pendek dan akan memakan waktu yang lama untuk mengembalikan mode ini... karena itu kita harus melakukan penyamaran ! Ambil ini ! “ Jelas Dullart sambil mengambil beberapa seragam yang pas untuk Tazuya dan Ataru


“ Hmmm ? Seragam yang cukup keren “ Puji Tazuya sambil langsung memakai seragam tersebut


“ Okee ! Kalian tetaplah ikut bersamaku dan jangan panik atau bertingkah sesuka hati kalian ! “ Sahut Dullart sambil memakai kacamata hitamnya serta mengingatkan mereka untuk patuh dengan rencana mereka


Tim Dullart kembali keluar dari gudang dan mulai bersikap seperti biasa agar tidak dicurigai oleh tentara lainnya. Mereka bertiga tidak sengaja melihat Kolonel Denzell yang baru saja selesai berbicara dengan Morsdantaque diruangan si Kolonel. Hal ini membuat Dullart penasaran dengan apa yang baru saja mereka bicarakan


“ Kolonel Denzell ! Morsdan baru saja berbicara dengannya ! “ Gumam Dullart


“ Kalau saja kita bisa tahu apa yang mereka bicarakan tadi dengan kembali kewaktu semula... ah iya ! Ataru... pakai Tijdbreker untuk mengulang kewaktu dimana mereka berbicara didalam ruangan itu ! Bisa ? “ Ujar Tazuya sambil meminta Ataru untuk menggunakan Possessionnya untuk melihat pembicaraannya Mordantaque dan Denzell


“ Ah iya ! Tentu ! “ Jawab Ataru yang teringat akan teknik Alternate dari Possessionnya


“ Ayo cepat ! Sebelum mereka menjauh “ Ujar Dullart


“ Alternative : Terug ! Rewind ! “


Ataru mengeluarkan Tijdbreker dan langsung menggunakan teknik Rewind untuk mengetahui apa yang dibicarakan Morsdantaque dan Denzell. Ataru memundurkan waktu 15 menit sebelum mereka bertiga datang melihat mereka berdua keluar dari ruangan tersebut. Karena efek dari teknik tersebut, Mordantaque dan Denzell tidak merasakan jika mereka dipaksa untuk kembali mengulang akan apa yang mereka bicarakan didalam ruangannya Kolonel Denzell


( SRIIIIIIIIIIIIIIING )


“ Dullart-san ! Sekarang ! “ Ataru meminta Dullart untuk mendekati ruangan tersebut agar dia bisa mendengar semua pembicaraan mereka berdua


“ Bagus ! “ Ujar Dullart yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua


Dullart langsung mengaktifkan sistem pelacak pendengarnya sambil berdiri dibalik pintu ruangan Kolonel  Denzell untuk bisa mendengar semua pembicaraan mereka 15 menit yang lalu


“ Anda tidak bisa melakukan itu Pangeranku ! “ Kata Denzell dengan nada tegasnya


“ Hm ? “


“ Kita belum tahu apa yang membuat Tuan Muda Dullart meninggalkan kita ! Aku yakin dia sebenarnya terperdaya oleh musuh ! Bukan karena kehendaknya tersendiri ! “ Lanjut Denzell yang masih percaya jika Dullart lari dari Kekaisaran karena dimanipulasi oleh musuh


“ Heh ! Jadi anda masih percaya dia terperdaya walau sudah ada bukti jika dia mengkhianati kita ?! Ia dibantu oleh El-Fighter dan Priman Beta... anda sendiri sudah melihat jika mereka itu berbahaya bukan ? Terlebih karena Prisman Beta tersebut menjadi guru mereka ! Sudah pasti kelima anak-anak itu bukanlah sembarang musuh ! “ Jelas Morsdantaque sambil mengingatkan video tentang pertarungan V-FIGHTER melawan para prajurit elitnya


“ Jadi itu membuat alasanmu untuk melakukan eksekusi terhadap Tuan Muda ? Bagaimana dengan Oxtoroo ?! Swift Polly ?! Termasuk Energateez ?! Kau yakin mereka juga berkhianat ?! “ Tanya Denzell dengan nada tegasnya


“ Kolonel Denzell... dengarkan aku ! Kau tidak tahu apa-apa soal permasalahan di Kekaisaran ! Hanya aku dan Gree yang tahu dan paham soal itu ! Sudah banyak bukti jika Dullart adalah pengkhianat menurut dari pantauan kami dan para prajurit elit yang sudah menghadapi mereka ! Aku yakin Oxtoroo juga ada hubungannya dengan ini “ Jelas Morsdantaque dengan nada santainya


“ Anda... “


“ Sudah ! Lebih baik ikut saja apa yang kukatakan ! Selagi kita menunggu kedatangan dari Jenderal Argus... tolong persiapkan segalanya untuk melakukan proses eksekusi ini ! Pastikan mereka tidak langsung mati dalam proses ini ! “ Perintah Morsdantaque kepada Denzell yang juga memintanya untuk tidak bertanya apa-apa lagi tentang Dullart


“ Ja- jangan cemas ! Semua alat eksekusi termasuk robot TORT-11123 sudah siap untuk digunakan untuk menghukum mereka ! “ Ujar Denzell


“ Bagus ! “


Menyadari Denzell dan Morsdantaque segera keluar dari ruangan tersebut, Dullart langsung bergegas kembali ketempatnya Tazuya dan Ataru untuk menghindari merek berdua


“ Apa ?! “ Tanya Morsdantaque kepada Denzell yang memperhatikannya keluar dari ruangan


“ Tidak ada ! “


“ Tidak ada yang perlu kamu tanyakan atau kamu ragukan ! Orang militer tidak ada hak untuk tahu tentang permasalahan di kekaisaran ! Karena itu sudah tugas kalian untuk patuh dengan kami tanpa ada keraguan ! “ Jelas Morsdantaque


“ Maafkan saya, Pangeranku ! “ Ujar Denzell yang berusaha untuk mencari aman dengan langsung minta maaf kepada Morsdantaque


“ Hmph ! Sekarang persiapkan ! “


Saat mereka berdua mulai berpisah sama seperti saat Tazuya dan yang lain tidak sengaja melihatnya, Tazuya langsung bertanya apa semua anggota militer dikapal induk sebenarnya tidak menyukai caranya Morsdantaque. Dullart tahu tidak semua orang di militer mau mengikuti perintahnya dan ada segelintir diantara mereka yang mau mengikutinya. Walau demikian, meminta bantuan mereka selain dengan rombongannya Argus akan sulit karena mereka tahu ancaman dari Morsdantaque dan tidak ingin mengambil resiko


“ Dullart-san ! Menurutmu apakah orang-orang disini akan selalu patuh dengan butanya terhadap si Morsdantaque ? “ Tanya Tazuya


“ Sebenarnya apa yang dikatakan Morsdan itu benar... militer harus patuh dengan kekaisaran termasuk dengan para Pangeran atau Puteri yang terlibat dalam militer ! Morsdantaque memiliki tahta tertinggi disini ketimbang diriku ! Dan ini akan sangat sulit untuk membujuk mereka untuk mau mendengar perkataan kita ! Mungkin semuanya tidak setujuh dengan caranya... tapi mereka tidak punya pilihan ! Namun ada segelintir diantara mereka yang mengikutinya tanpa rasa takut “ Jelas Dullart tentang kedudukan dirinya dan Morsdantaque dimiliter


“ Kelihatannya memang tidak ada cara lain selain menghadapi mereka dan juga si Pangeran sulung itu jika memang berdiskusi dengan damai bukanlah cara yang bagus untuk menangani permasalahan ini “ Ujar Ataru yang langsung mengambil kesimpulan dari perkataan Dullart


“ Yaaa ! Tidak ada cara lain “ Gumam Dullart sambil tertunduk saat tahu jika bertarung adalah salah satu cara untuk menghentikan Morsdantaque


“ Semoga saja si Jenderal Argus itu berhasil membujuk Kakak Keduamu untuk membantu kita “ Ujar Tazuya


“ Aku juga berharap demikian ! “

__ADS_1


“... “ Tazuya dan Ataru terdiam mendengar jawabannya Dullart


“ Hei ! Jangan pesimis seperti itu anak-anak ! Kalian sudah melewati masa pelatihan bersama dengan Rigel-san, bukan ? Harusnya kalian sudah memiliki kepercayaan yang tinggi untuk bisa menghadapi Morsdan “ Dullart berusaha meyakinkan Tazuya dan Ataru untuk tidak pesimis dalam menghadapi musuh utama mereka


“ Yaaa~ masalahnya kita menghadapi orang yang jauh lebih berpengalaman dari kita ! Melawan Tuan Rigel satu lawan satu saja itu sulit karena beliau selalu serius dalam hal yang namanya bertarung... apalagi kalau menghadapi kakak tertuamu ! “ Sahut Tazuya yang sedikit kurang percaya diri untuk menghadapi Morsdantaque


“ Itu karena dia ahli dalam berpedang ? Aku bisa merasakan sisi pesimismu Tazuya-kun “ Kata Ataru yang mengerti dengan keraguan Tazuya


“ Kita bertiga yang akan menghadapinya ! Percayalah kepada dirimu Tazuya... sesuai dengan apa yang dikatakan Rigel-san... kunci dari kekuatan Fighter dan El-Fighter itu kita harus mempercayai potensi kita ! “ Jelas Dullart sambil memberi semangat kepada Tazuya


“ Eeeer... okeee... “


“ Naaah~ Ayo ! Kita harus kembali fokus kemisi ! “


“ Kita tidak langsung pergi keruangnya bukan ? “ Tanya Ataru


“ Kita akan kesana jika Rigel dan Jenderal Argus sudah berada diruangannya Gretue ! Karena jika kita akan menghadapinya disaat Gretue berbicara dengan mereka... ini akan membuka serangan kejutan untuk menghadapi Morsdan ! “ Jelas Dullart kepada mereka berdua sambil berjalan melanjutkan misi bagian mereka


Argus bersama dengan Rigel dan Inuya sudah sampai keruangan pribadi Gretue. Sebelum memasuki ruangan dari sang Pangeran kedua tersebut, Rigel meminta kepada Inuya untuk memasuki ruangan tersebut dengan berhati-hati dan bersembunyi ditempat yang cukup aman agar tidak diketahui olehnya


“ Ini dia ! Ayo masuk ! “ Ajak Argus kepada Rigel


“ Inuya... nanti masuk dalam sangat hati-hati ! Dan cari tempat persembunyian yang aman darinya dan kamera pengawas ! “ Rigel memberi peringatan kepada Inuya dari kontak telepatinya


“ Dimengerti ! “ Kata Inuya disaat yang bersamaan Argus membukakan pintu ruang pribadinya Gretue


*****


“ Dullart-san ! Tuan Rigel dan si Jenderal itu sudah masuk ! “ Kata Tazuya saat melihat sinyal di komunikatornya dari Rigel


“ Benarkah ? Bagus ! Ini dia ! “ Sahut Dullart yang senang akan kabar yang disampaikan oleh Tazuya


“ Jadi ini ruangannya ? “ Tanya Ataru


“ HEI KALIAN ! “ Panggil salah satu prajurit elit milik Gretue yang bernama Hobbs


“ Ah ! “ Tazuya dan Ataru terkejut saat ada yang memanggil mereka


“ Ke-ketua Hobbs ! Senang bertemu dengan anda ! “ Ujar Dullart sambil memberi hormat kepada Hobbs agar tidak dicurigai olehnya dan diikuti oleh Tazuya dan Ataru yang ikut memberi hormat kepadanya


“ Apa yang sedang kalian lakukan diruangannya Pangeran Morsdantaque ? “ Tanya Hobbs kepada mereka bertiga


“ Heee ? Kelihatannya kalian ini kadet baru ya ?! Kalau kalian mau melaporkan sesuatu dengan kedua Pangeran... kalian seharusnya memberitahu hal ini kepada para Prajurit Elit mereka terlebih dahulu ! “ Tegur Hobbs kepada mereka bertiga


“ Ah ! Oh ya ! Maafkan kami karena kami lupa soal itu “ Sahut Dullart yang sedikit terkejut dengan penjelasannya


“ Ikut aku ! “ Hobbs kemudian langsung menarik tangan Dullart dengan paksa dan mengajaknya pergi keruangan Glabe


Tazuya dan Ataru terkejut mendengar penjelasannya Hobbs dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa saat sang Prajurit Elit milik Gretue tersebut mengantarnya keruangannya Glabe. Mengetahui Tazuya hampir menggunakan Psikokinesisnya untuk menyingkirikan Hobbs, Ataru melalui kontak telepatinya meminta Tazuya untuk tetap tenang karena jika ia menggunakan Psikokinesis, mereka akan ketahuan


“ Astaga ! “ Gumam Ataru dari dalam hati


“ Kalau begini terus... maka kita harus- “


“ Tunggu Tazuya-kun ! Jangan du- “


( BRAAAK)


“ AH ! “ Tazuya dan Ataru terkejut saat mendengar suara besar yang berada diruang kesehatan


“ A- apa- apaan itu ?! “ Tanya Dullart yang terkejut dengan sumber suara tersebut sambil mempersiapkan sistem penghapus ingatan untuk diberikan kepada Hobbs


“ Meteoralez sedang mencoba kemampuan barunya pasca diupgrade besar-besaran atas izin dari Pangeran Morsdantaque ! Aku yakin dengan ini- “


( SRIIIIING )


“ Eh ? Ke- kenapa aku disini ?! Oh tidak ! Aku lupa jika aku harus datang keruangannya Letjen Levirra ! “ Hobbs bertanya-tanya dan tidak tahu akan apa yang baru saja terjadi berkat sistem penghapus ingatannya Dullart selain dari niat awalnya sebelum bertemu mereka bertiga


Dullart berhasil membuat Hobbs lupa dengan keberadaan mereka dan mereka bertiga langsung menggunakan sistem penghilang untuk menghindarinya dan bersembunyi dibalik koridor yang tidak jauh dari ruangan tersebut


“ Fyuuuh ! Selamat ! “ Tazuya bernafas lega saat melihat Hobbs tidak ingat akan keberadaan mereka


“ Tazuya-kun ! Tetap tenang ! Jika seandainya itu tidak terjadi maka penyamaran kita bisa terbongkar ! “ Tegur Ataru


“ Ma- maaf ! “


“ Kurasa ini ide yang buruk kalau kita langsung pergi keruangannya Morsdantaque ! Kelihatannya kita harus pergi ke kafetaria terlebih dahulu ! Karena Kafetaria dilantai 2 ini... biasanya para prajurit Morsdantaque suka nongkrong disana ! Aku ingin memastikan jika mereka semua ada disana atau tidak ! “ Ujar Dullart sambil memperhatikan kafeteria yang ada disamping mereka


“ Hmmmm “

__ADS_1


Disaat yang bersamaan, Argus beserta Rigel dan Inuya terlihat akhirnya memasuki ruang pribadinya Gretue. Diruangan tersebut, Gretue langsung menyambut kedatangan mereka dan menanyakan akan kondisi mereka selama berada di Bumi


“ Argus ! Senang bertemu denganmu kembali ! Bagaimana dengan kondisimu selama dibumi ?! “ Sambut Gretue


“ Sangat baik ! Beruntungnya kami semua tidak diserang oleh musuh selama persembunyian disuatu pulau yang jauh dari kota para musuh ! Pak Louss beserta asisten Sampson juga dalam keadaan sehat ! “ Jelas Argus sambil melapor tentang kondisinya beserta Tom Louss dan Sampson


“ Kenapa anda membawa kadet kemari ? “ Tanya Gretue yang menyadari kedatangan Rigel


“ Kuharap kedatanganku kemari tidak akan membuatmu kaget “ Sahut Rigel sambil membukakan topeng kadetnya


“ Tuan Prisman ! Aku sangat berharap anda berhati-hati dalam menggunakan kekuatan anda jika ingin misi kita berjalan dengan lancar ! “ Ujar Gretue yang memberi peringatan kepada Rigel untuk berhati-hati


“ Yaa~ tidak masalah ! Kami bisa berhati-hati ! “ Sahut Rigel


“ Pangeran Gretue ! Apa itu benar jika Pangeran Morsdantaque adalah dalang dari kematian dari ayahandamu ? Dan kelima prajuritnya juga terlibat dalam aksi pembunuhan berencana ini ?! “ Tanya Argus dengan nada tegasnya


“ Itu benar ! “


“ Ah ! Jadi... “


“ Dua hari yang lalu... ia mengakuinya ! Semuanya... termasuk dengan pelarian dari Dullart itu adalah semua bagian dari rencananya untuk merebut tahta kekaisaran ! Morsdan juga mengatakan bahwa ia akan menjadikan Bumi sebagai koloni terbesar kita juga berencana akan “menata ulang” planet itu sesuai dengan apa yang ia mau ! “ Jelas Gretue sambil menjelaskan semua tujuan Morsdantaque pasca pertikaian mereka dua hari yang lalu


“ Menata ulang ? Apa itu artinya dia akan menghancurkan beberapa tempat yang ada diplanet itu ?! “ Tanya Rigel


“ Yaaa ! Dengan laser Astraser yang ada dikapal induk ini ! “ Lanjut Gretue yang tentu saja membuat Rigel dan Argus terkejut mendengarnya


“ Astraser ? Itu adalah laser yang sempat dibicarakan Dullart-san beberapa hari yang lalu... dan itu adalah laser yang sama dengan laser yang sempat mereka pakai untuk menyerang kami dari pesawat Superbia-07 ! Dullart-san mengatakan jika itu dipakai dalam persentase 100%... laser itu bisa menyebabkan suatu planet hancur lebur ! “ Pikir Inuya dengan rasa cemasnya sambil merekam pembicaraan mereka bertiga dan mengingat akan perkataan Dullart tentang laser tersebut


Tazuya bersama dengan Ataru dan Dullart memperhatikan kafetaria yang didekat mereka. Dan benar apa yang dikatakan Dullart jika ketiga prajurit elit Morsdantaque sedang bersantai disana. Melihat hal itu membuat Tazuya memiliki ide untuk mencegah mereka bertiga untuk menghadapi Morsdantaque


“ Hah Sudah kuduga ! “ Ujar Dullart sambil memperhatikan kafetaria


“ Ramai juga disini “ Sahut Ataru


“ Hmmmm~ karena mereka terlihat sangat normal jika sudah memasuki ruangan ini... aku punya ide~ “ Ujar Tazuya dengan senyuman liciknya sambil memperhatikan suasana di kafetaria


Tazuya menggunakan Psikokinesisnya untuk menjatuhkan mesin minuman yang ada disana. Saat Glabe pergi meninggalkan mesin tersebut setelah selesai membeli minuman kaleng, Tazuya dengan spontan langsung menjatuhkan mesin minuman tersebut yang membuat seisi kafetaria terkejut bukan main karena suara dari jatuhnya mesin itu dengan sangat kuat


( BRAAAAAAAK !!! )


“ UWAGH ! “ Glabe terkejut bukan main


( SYUUT ! DUAGH ! )


“ OUGH ! “ Rintih salah satu tentara yang kepalanya terkena minuman kaleng yang diterbangkan oleh Tazuya yang membuat ia terjatuh


“ Prajurit Glabe ! Lagi-lagi anda tidak bisa mengontrol emosi anda ! “ Tegur salah satu tentara berpangkat Letnan


“ Lihat ! Bintara Jeanzee pingsan gara-gara ulah anda ! “ Sang tentara berpangkat sersan ikut menambahkan sambil berusaha membangunkan Bintara Jeanzee


“ Eh ?! Apa-apaan hah ? Aku sendiri terkejut kenapa ini bisa- “


( BRAAAAAAKK !!! )


“ HAAAAAAAA !!! ITU ADALAH SALAH LETDA KAMILLE !!! “ Glabe langsung menunjuk dan menuduh Letda Kamille yang berdiri disamping mesin minuman lain


“ Ekh ! Ah ! Aku saja terkejut kenapa ini bisa jatuh ! Jangan asal nuduh woe ! “ Letda Kamille tidak terima dituduh Glabe sambil mendekati dan menunjuknya


“ Eits ! Kau tidak tahu aku ini siapa ?! Jangan asal main ancam dan tunjuk kau ! “ Geram Glabe yang merasa tertantang oleh Kamille


“ Wohohoo~ Glabe-san mau berkelahi lagi dengan bawahannya ? Ini akan jadi menarik~ “ Celetuk Galaztis yang suka melihat pertikaian Kamille dan Glabe


“ Bukan’kah ini adalah urusanmu untuk menghentikannya ?! Terlebih kau ini mantan Kapten kami ! “ Ujar Rough Polly


“ Naaah~ itu urusannya~ bukan urusan kita~ biarkan dia bergaduh ! Dia bisa berhenti dengan sendirinya~ “


“ Bagus ! Kegaduhannya sudah dimulai Dullart-san ! “ Ujar Tazuya kepada Dullart


“ Tidak kusangka kamu benar-benar tahu cara menciptakan kegaduhan seperti ini ! “ Gumam Dullart sambil pergi menghindari kafetaria tersebut


“ Itu sebenarnya Tazuya-kun dan Inuya-kun pernah melakukan hal yang sama saat kami SMP~ jadi wajar jika ia tahu soal itu “ Celetuk Ataru


“ Woe ! Jangan kau bawa lagi soal itu ! “ Tegur Tazuya


Kegaduhan dikafetaria terekam dari kamera pengawas yang diretas oleh DECA-I dan Energateez. Melihat kejadian tersebut disebabkan oleh Tazuya membuat Energateez menjadi sedikit lega karena ia berhasil membuat para prajurit elit Morsdantaque lainnya menjadi lengah


“ Hooo~ jadi ini ide dari pemimpin cebol itu yaa ? Tidak kusangka ini bekerja cukup baik hehehe ! “ Puji Energateez sambil menyaksikan rekaman kamera pengawas dari DECA-I


“ Yaaa~ itu karena ia pernah melakukan itu 2 tahun yang lalu dan hasilnya juga seheboh itu~ “ Gumam Ryuga dengan senyuman menyeringainya

__ADS_1


*****


__ADS_2