
Disaat yang bersamaan dimana Dullart membuat keputusannya untuk ikut bertarung melawan para prajurit elit Morsdantaque, Galaztis dan Rough Polly membukakan kedua mata mereka. Mereka berdua terkejut saat melihat disekililing mereka berada disebuah ruangan gelap tanpa batas. Ryuga mengatakan bahwa ia menggunakan teknik Alternate dari Troubled Vision dengan menciptakan sebuah dimensi sementara dimana mereka bisa bertarung dengan sesuka hati selama 20 menit
“ Hello ! “ Sapa Ataru dengan santai
“ Ah ?! Ini...dimana ? “ Tanya Rough Polly kepada Ryuga dan Ataru yang sudah berada dihadapan mereka
“ Kalian...”
“ Ini adalah teknik Alternate dari Troubled Vision yang kuberi nama “Dimension” ! Dengan ini kita bisa bertarung sesuka hati tanpa harus merusak sesuatu yang ada disekitar kita...selama 20 menit ! “ Jelas Ryuga tentang teknik Alternate-nya
“ Hooo ! Jadi ini bukan ilusi ? Bagus deh ! Aku senang kita bisa mendapatkan arena bertarung yang luas “ Puji Galaztis
“ 20 menit ? Lama juga ! Aku yakin diantara kita bisa menyelesaikannya dalam waktu kurang dari itu ! “ Ujar Rough Polly dengan penuh percaya diri
“ Kamu percaya diri sekali yaaa nona muda ! Kalau begitu bisa ‘kah kita memulai kembali pertarungan kita ? “ Tanya Ataru kepada mereka bertiga
“ Ya ! 20 menit itu sudah cukup ! Karena niat kami disini sebenarnya untuk menjemput Pangeran kecil kami ! “ Jawab Galaztis
“ Aku masih ingin sekali membawa bocah Spezialist ini sebagai oleh-oleh dari bumi ! Karena kelihatannya kau adalah harta paling langkah yang ada di Planet ini ! “ Ujar Rough Polly sambil mengingatkan Ryuga akan keinginannya untuk membawanya ke Kapal Induk Theta demi menjadikannnya kelinci percobaan untuknya
Mereka berempat bersiap untuk bertarung dan memikirkan siapa yang akan memulai pertarungan terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian, Ataru akhirnya memulai pertarungan duluan dengan menembak kearah mereka dengan pistol kalibernya berkali-kali. Galaztis dengan cepat berhasil menebas semua peluru tersebut dengan mudah. Rough Polly kemudian mengambil kesempatan untuk menyerang kearah Ryuga dengan pisau plasmanya.
(DOOR! DOOR! DOOOR! DOOR! )
“ Hmph ! “
(Traang! Traaang! Traaang! Traaang! Traang! )
“ Pembukaan yang bagus Fighter ! “ Puji Galaztis yang senang akan melihat Ataru memulainya duluan
“ Mau bertarung dengan jarak dekat ? Tidak masalah ! “ Sahut Ataru yang langsung mengeluarkan tongkat sabitnya
( SYAAAAAAAT! TRAAAANG! TRAAANG! TRAAAANG! TRAAANG! )
“ HYAAAAAAAAAAH ! “ Rough Polly akhirnya menyerang kearah Ryuga dan pemuda Spezialist tersebut langsung melindungi dirinya dengan perisai Anthos Delfini
( BRAAAGH ! )
“ Heaaaaaaaah ! “
( DAAG ! DAAG! DAAG! DAAG! DAAG! DAAG! DAAG! )
“ Slash of Heavely Music Note ! “ Galaztis mengeluarkan teknik pedangnya dengan mengayun dan memutarkan pedangnya dengan indah kearah Ataru dan Ryuga
“ Bloed ! “ Ataru membalasnya dengan memberi tebasan energi merah tua kearah Galaztis
( BUUUUUM ! )
“ Datang ! “ Ujar Galaztis sambil melihat kedatangan Ryuga yang melesat sangat cepat berkat teknik Naar Voren milik Ataru
( SYAAAAT! DRAAAG! )
“ Dia menjadi sangat cepat ! “ Ujar Rough Polly sambil menahan perisainya Ryuga
“ Kau sendiri masih sempat untuk menghindar ya ! Kuakui kecekatanmu Nona ! “ Puji Ryuga yang kemudian kembali menyerang kearah Rough Polly dengan kecepatan tinggi
“ Haaaah ! “ Ataru kembali menyerang Galaztis dengan sabitnya
( SYAAAT! SYAAT! SYAAT! SYAAAAT! SYAAAAAT! )
“ Heh ! HIYAAAAAAH !!! “ Rough Polly kembali melakukan perlawanan kearah Ryuga dengan pisau plasmanya
( SYAAAT! SYAAT! SYAAAT! SYAAAT! SYAAAT! DRAAAAG! )
“ Terima ini ! “ Rough Polly melemparkan pisau plasma dalam keadaan suhu panas yang tinggi yang berpotensi bisa membakar kulit makhluk hidup
( WUUSSSH )
“ TURBO ! “
( DRAAAAG! BUUUUUUUUMMMM! )
“ Uwaaaaaaaaa ! “ Baik Rough Polly dan Ryuga sama-sama terpental karena ledakan yang dihasilkan oleh senjata mereka yang tidak mereka duga bisa menciptakan ledakan yang sangat kuat
“Ryuga-san ! “ Panggil Ataru
Saat sedang bertarung, Ataru dan Galaztis sama-sama melihat kearah Rough Polly dan Ryuga yang terpental karena efek ledakan dari serangan mereka. Saat Ataru seketika mulai lengah karena tidak sengaja melihat pertarunagn antara Ryuga dan Rough, Galaztis mengambil kesempatan emas untuk menyerang Ataru. Ataru berhasil menghindari dan melindungi dirinya. Namun diserangan yang keempat, Rough Polly yang masih terkapar langsung melemparkan pisau plasma kearah Ataru yang membuat ia terkecoh dengan taktik tersebut dan ia akhirnya ditebas oleh Galaztis dengan pedangya tersebut karena teknik penglihatan masa depannya tidak bisa memprediksi lawan yang lebih dari satu
( SYAAAT! TRAAAK ! )
“ Haha ! “ tawa Galaztis yang bersiap untuk menebas Ataru dari belakang
“ Cela- “
( ZAAAAAAASSSH )
“ Egh ! “ Rintih Ataru yang akhirnya terjatuh karena tebasan dari Galaztis
( BRUK ! )
“ Fyuh ! Ada apa ? Kelihatannya kau tidak bisa memprediksi lawan lebih dari satu ya ? Kuakui kau memang pintar dalam hal memprediski sesuatu...baik itu situasi dan juga gerakan lawanmu ! Tapi sayangnya kau hanya bisa mempredisiki satu objek atau suasana saja ! “Jelas Galaztis akan kemampuan penglihatan masa depannya Ataru
“ Aaah begitu yaaa~ tidak kusangka kau ini sangat pintar dalam membaca kelemahan lawanmu Tuan Prajurit elit “ Sahut Ataru yang masih terkapar sambil melihat Galaztis berdiri tepat disampingnya
“ Sayangya ! Waktu terus berjalan ! Karena kau sudah memulai pertarungan yang pertama...kini giliranku untuk memulai ronde ke-2 ! “ Kata Galaztis sambil mengeluarkan pedangnya dan berisap untuk menancapkannya di dahinya Ataru
“ Oh’ho ! “ Ataru yang kaget langsung menghindari serangan tersebut dan menendang wajahnya Galaztis dengan sangat kuat
( DRAAAG ! )
“ Ah-“
( DUAAAAAAAAGH ! )
__ADS_1
Di luar gedung MIRA, Oxtoroo dan Sampson belum mengambil tindakan atau keputusan untuk memilih pihak yang mana. Saat Sampson kembali menanyakan apa yang harus mereka lakukan, Oxtoroo tidak menjawab pertanyaannya karena masih bimbang untuk memutuskan apa yang harus ia lakukan saat ini dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat melihat Dullart memutuskan untuk bertarung melawan prajurit elit milik kakak tertuanya
“ Oxto ! Hei ! Jawab aku ! Sekarang apa yang harus kita lakukan ? Oxtoro ! Oxtoroo.** ! Hei ! Kau dengan aku tidak ?! “ Tanya Sampson yang mulai gelisah kepada Oxtoroo untuk memutuskan apa yang harus mereka lakukan sekarang
“ Ah ! Apa yang harus kulakukan?! Tuan Muda bertarung ! Melawan antek-anteknya Pangeran Morsdantaque ! Ayooo ! Pilih... pilih... pilih... pilih... apa yang harus kulakukan ?! Bantu... tinggal... posisi... misi... Tuan Muda... Masa depan... Pangeran... Bertarung... Swift Polly... Pilih... sekarang ? Ti-tidak ! Apa yang harus aku lakukan... bertarung... tetap diposisi... di-“
( PLAAAK ! )
“ HEI ! Apa-apaan kau Sam ?! Kenapa kau menamparku ?! “ Sahut Oxtoroo dengan nada kegeramannya yang kembali tersadar berkat tamparan dari Sampson
“ Kau ragu ‘kan ?! “
“ Ragu ?! Tentu saja tidak ! “ Kata Oxtoroo yang membantah perkataan Sampson
“ Kalau kau tidak ragu...jadi apa keputusanmu ?! “ Tanya Sampson
“ Keputusan apa ? “ Tanya Oxtoroo dengan nada kebingungannya
Tidak lama, Argus menghubungi mereka berdua dari komunikator untuk menanyakan hasil dari pembicaraan mereka dengan kelompok V-FIGHTER. Argus sangat tersekut saat mendengarkan penjelasan dari mereka berdua menjelaskannya termasuk tentang keputusan Dullart untuk bertarung melawan salah satu dari kelima prajurit elit Morsdantaque
(Biip! Biip! Biip!)
“ Oxtoroo ! Sampson ! Bagaimana dengan-“
“ Mereka disini Jenderal ! Para prajurit elit milik Pangeran Morsdantaque mengacaukan semuanya dan berniat untuk menjemput paksa Tuan Muda ! “ Jelas Oxtoroo sambil memotong pertanyaan dari Argus tentang perkembangan pertemuan mereka
“ Dan ia mengatakan jika ia akan merebut kembali tahta kekaisaran Theta dari tangan Pangeran Morsdantaque dengan bertarung melawannya dan para prajurit itu ! “ Lanjut Sampson dengan membicarakan keputusannya Dullart
“ Apa ? Jadi Tuan Muda memutuskan untuk bertarung melawan Pangeran Morsdantaque dengan kelima prajurit elitnya...bersama dengan Fighter dan Prisman Beta ? “ Tanya Argus dengan nada keraguannya karena tidak percaya dnegan apa yang mereka jelaskan
“ Bisa dikatakan begitu “ Jawab Sampson
“ Dia tidak bilang bahwa ia memihak mereka kok ! “ Ujar Oxtoroo dengan menyangkal perkataan Sampson tentang perkataan Dullart
Argus teringat akan perkataan Gretue tentang kematian Zozo dan berpikir jika Morsdantaque adalah dalang dari kematiannya saat melakukan panggilan rahasia di Superbia-07. Sang putera kedua Zozo tersebut berencana membantu Dullart untuk menyingkirkan Morsdantaque dari perebutan tahta kekaisaran. Karena itulah ia juga punya rencana untuk mengajak V-FIGHTER dan Rigel bekerjasama dengan mereka untuk menyingkirka Morsdantaque dan membantu Dullart untuk merebut tahta kekaisaran
( Flashback On )
“ Saat melihat semua gerak-gerik dari Morsdan...sekarang aku yakin jika selama ini ialah yang merencanakan pembunuhan terhadap ayah ! Bukan hanya dia saja...sepertinya para prajurit elitnya juga sudah mengetahui itu ! “ Jelas Gretue
“ Jadi begitu ! Aku bisa melihat alasan kenapa Tuan Muda lari dari kita kemungkinan besar juga bagian dari permainannya ! “ Ujar Argus
“ Saat aku melihat semua video tentang kelima Fighter muda itu bersama dengan guru Prisman Beta mereka...sepertinya aku tertarik untuk mengajak mereka kerjasama dalam mengalahkan Morsdantaque dan prajurit elitnya ! “ Pikir Gretue sambik memperhatikan video yang dikirim Argus tentang Tazuya dan yang lain
“ Hah ? “
“ Ya ! Itulah yang aku pikirkan ! Jika mereka dekat dengan Dullart dan selalu bersama dengannya...aku yakin Dullart sudah menceritakan semuanya tentang Morsdantaque ! Mungkin kita tidak bisa menjadi teman mereka secara seutuhnya...tapi karena kita punya tujuan yang sama dengan mereka... kurasa ini waktu yang pas untuk membujuk mereka “ Ujar Gretue
(Flashback Off)
“ Baik ! Sekarang aku tahu apa yang kita harus lakukan ! “ Kata Argus kepada Oxtoroo dan Sampson
*****
( SYAAAT! SYAAT! SYAAT! SYAAAAT! SYAAAAAT!)
“ HAAAAAAAAH ! “
( TRAAAANG! TRAAANG! TRAAAANG! TRAAAANG!)
“ Hmph ! “
( TRAAAAAAANG!)
“ Kkkkh ! “ Dullart berusaha untuk menahan pedangnya Glabe
“ Hmmm...kuakui kau memang sudah belajar banyak dari pelarianmu diplanet ini Tuan Muda! Aku bisa melihat jika anda mampu menahan dan menangkis semua seranganmu dengan mudah ! Prisman sialan itu sepertinya telah mengajari banyak hal denganmu ! “ Puji Glabe yang masih kesal dengan pilihannya Dullart sambil melirik sekilas kearah Rigel yang membantu Jubei bertarung dengan Energateez dan Boo-Boo
“ Akhirnya ! Kelihatannya kamu sadar jika aku belajar banyak hal disini ya ! Akhirnya ada juga Thetoid yang memuji perkembanganku ! “ Ujar Dullart sebelum ia menyingkirkan Galaztis dengan menendangnya
( DUAGH ! )
“ Hyaaah ! “
( TRAAAANG! TRAAANG! TRAAAANG! TRAAAANG!)
“ Ah ! “ Rintih Dullart saat tangannya terkena serangan dari Glabe yang membuat tombaknya terpisah darinya
“ Haha ! Ternyata kau belum cekatan juga ya ! “ Ejek Glabe yang bersiap untuk menebas Dullart
( ZYUUUNG! BLAAAR! )
“ Agh ! “ Rintih Glabe karena tangannya terkena sebuah tembakan laser misterius yang membuat pedangnya terpental darinya
Dullart dan Glabe melihat asal dari tembakan laser tersebut. Ternyata itu tidak lain adalah Sampson. Glabe yang melihat ini sangat kesal dengan apa yang dilakukan dan berniat untuk menghukum “kecerobohannya”. Namun aksinya dihentikan oleh Oxtoroo yang sontak bikin Dullart dan yang lainnya terkejut
“ SAMPSON !!! “ Panggil Glabe dengan nada penuh amarahnya
“ Ah ?! I-iya ? “ Jawab Sampson yang terkejut dengan reaksinya Glabe
“ Kau bodoh ! Apa yang baru saja kau lakukan ?! Tembak dia bukan aku ! “ Ujar Glabe dengan penuh emosi terhadap Sampson
“ Aku... m-m-maafkan aku ! Salah sasaran ! “ Sahut Sampson sambil melirik kearah lain dan kakinya bergemetar saat si prajurit elit tersebut mempertanyakannya dengan nada amarah
“ Hei ! Jangan ! “ Sahut Dullart kepada Glabe yang berjalan mendekati Sampson
“ Akan ku-“
( SYAAAAAT! )
“ AH !!! “ Dullart dan Glabe terkejut melihat Oxtoroo berdiri tepat dihadapan Sampson
“ Hentikan ! “ Sahut Oxtoroo sambil mengarahkan tombak listriknya kearah Glabe
__ADS_1
“ Hei ! Apa-apaan ini ?! Kau menantangku ! “ Tanya Glabe dengan nada tinggi yang penuh dengan amarah
Oxtoroo melirik sesaat Dullart dan para V-FIGHTER dan ia akhirnya menjawab bahwa Sampson tidak berbuat kesalahan begitu juga dengan dirinya. Dullart dan Glabe masih belum mengerti dengan apa yang ia katakan. Oxtoroo akhirnya mengatakan jika dia akan mendukung Dullart untuk merebut tahta kekaisaran demi masa depan umat Thetoid
“ Tidak ! Sampson tidak berbuat kesalahan ! Dan begitu juga dengan aku ! “ Jawab Oxtoroo
“ Apa-apaan kau ini ?! “ Glabe kembali bertanya
“ O-Oxtoroo ! Ja-jangan bilang... “ Melihat aksi dan perkataan dari sang penasehat Kekaisaran, Dullart akhirnya paham dengan apa yang ia maksud
“ Itu karena kami sengaja melakukan ini... karena kami mulai tahu akan apa yang harus kami lakukan sekarang ! Kami... akan membantu Tuan Muda untuk merebut kembali tahta kekaisaran yang telah direbut oleh Pangeran Morsdantaque ! “ Jelas Oxtoroo dengan nada tegas dan kerasnya yang sontak membuat baik V-FIGHTER dan prajurit elit lainnya yang disekitar mereka terkejut mendengar hal itu
“ APA ?! “ Kata ketiga prajurit elit yang ada disana yang membuat mereka berhenti bertarung untuk sesaat
“ O-Oxto “ Gumam Energateez dengan nada kecil yang pelan
“ Ah ! Inuya ?! Apa kau tadi dengar apa yang ia katakan ?! “ Tanya Tazuya yang masih tidak percaya dengan perkataan yang dilontarkan oleh Oxtoroo
“ Oxtoroo dan temannya memutuskan untuk membantu Dullart-san ! “ Kata Inuya
“ E-Eeeeeeeeh~ Apa itu serius ?! “ Tanya DECA-I
“ Tu-tuan Rigel ! Apa mereka serius ?! “ Bisik Jubei kepada Rigel dengan nada canggungnnya
Glabe yang mendengar hal itu tertawa dan mengejek Oxtoroo atas keputusannya sambil mengingat akan posisinya sebagai penasehat kekaisaran sambil mengecap mereka berita sebagai “pengkhianat” karena sengaja berpihak kepada Fighter. Oxtoroo dengan tegas jika mereka bertiga tidak berpihak kepada Fighter
“ Ahahahahaaa ! Woaaah ! Lagi-lagi ! Aku banyak mendengar lelucon garing yang dilontarkan para pecundang yang aku temui ! Tapi kali ini aku mendengar lelucon gelap yang sangat garing dari salah satu pegawai kekaisaran yang harusnya selalu patuh dengan peraturan kekaisaran ! “ Ejek Glabe
“ Itu benar ! Jangan mengatakan sesuatu yang kau anggap lucu tetapi kenyataanya itu tidak lucu ! “ Geram Meteoralez
“ Kalian tuli ya ! Tuan Muda tidak menyebutkan dirinya berpihak kepada Fighter kepada kalian ! Kami punya tujuan yang sama dengan mereka...tapi kami tidak berpihak satu sama lain!” Ujar Oxtoroo
“ Oke ! Mari kita lihat jika kau serius dengan perkataanmu ! “ Ujar Glabe yang akhirnya tertantang dengan Oxtoroo
“ Ayo ! “ Kata Oxtoroo dan Sampson mempersiapkan senjata mereka
“ Kalian... “ Ujar Dullart yang masih tidak percaya dengan perkataan Oxtoroo dan Sampson yang ikut bertarung bersama dengannya
“ Ah ! Me-mereka tidak ingin melanjutkan pertarungan kita ? “ Tanya Tazuya yang heran dengan Meteoralez beserta dengan Glabe dan Enegrateez memutuskan untuk melawan Oxtoroo beserta dengan Sampson dan Dullart
“ Seperinya begitu “ Ujar Rigel dengan singkat
“ Ah ! Inuya kamu mau kemana ?! “ Tanya Jubei kepada Inuya yang pergi masuk kedalam Gedung MIRA
“ Mencari Ataru dan Ryuga ! “ Jawab Inuya yang langsung berlari kegedung MIRA
Tazuya masih tidak bergeming saat melihat apa yang diputuskan Oxtoroo dan Sampson. Glabe memulai pertarungan dengan menyerang kearah Oxtoroo dan Sampson dengan pedangnya. Beruntungnya Dullart dengan sigap langsung pergi kearah mereka berdua dan menangkis tebasan dari Glabe
“ Ah ! “
( Syaaaaat! TRAAAAAAAAANG!)
“ Kerja yang bagus ! Tuan Muda ! “ Puji Glabe dengan nada ancamannya
“ Kkkkh ! Hyaaaaah ! “
( DUAGH ! )
“ Ah! Sekarang Meteoralez !!! “ Perintah Glabe
“ HYAAAAAAAH ! “
“ Ayo Oxto ! “ Ajak Dullart untuk membantunya dalam menghadapi Meteoralez dengan tombak mereka
“ Okee ! Sampson menghindar ! “
(Traang! Traaang! Traaang! Traaang! Traang! )
“ Cih ! METEOR SMASH ! “ Meteoralez yang kesal mengerahkan pukulan berapi kearah Mereka bertiga
( BRAAAAAK ! )
“ Woah ! “ Sampson kaget saat mereka bertiga berhasil menghindari serangan dari Meteoralez
“ Haaah ! “ Glabe dan Meteoralez kembali menyerang mereka bertiga secara bersamaan
“ Hati-hati ! “ Kata Dullart kepada Oxtoroo dan Sampson
( TRAAAANG! TRAAANG! TRAAAANG! TRAAAANG!)
“ HYAAAAAAAAH ! “
“ CONVERGENCE ! HEAVENLY ICE TWISTER ! “ Tazuya dan Rigel menggabungkan teknik Possession mereka untuk menyerang kearah kedua prajurit elit tersebut
( WUUUUUUUUUUUUSSSSH )
Tazuya, Jubei, Rigel dan DECA-I secara bersamaan datang kehadapan Dullart dan yang lain. Oxtoroo terkejut dengan aksi mereka berdua dan berkata bahwa mereka tidak akan menjadi teman walau mereka punya tujuan yang sama. Namun Tazuya mengatakan jika ia bisa memahaminya dan akan ikut membantu Dullart merebut tahta calon kaisar demi masa depan kedua umat mereka
“ Fighter ! “ Kata Sampson dan Oxtoroo yang kaget dengan apa yang mereka lakukan
“ Rigel-san ! “
“ Maaf jika kami terkesan mengganggu anda “ Ujar Rigel sambil memberikan senyuman kepada mereka bertiga
“ Fighter ! Kalian sudah tahu apa yang kami katakan itu-“
“ Yaaa ! Kami tahu ! Kami tahu kita tidak mungkin menjadi teman seutuhnya ! Namun Dullart-san mempercayai kami dan rela berteman dengan kami ! Karena itu ia belajar banyak hal sejak bersama dengan Tuan Rigel ! Karena kita memiliki tujuan yang sama demi umat kita... aku siap untuk membantu kalian untuk mengantarkan Dullart-san sebagai kaisar terbaru umat kalian ! “ Jelas Tazuya kepada Oxtoroo dengan nada tegasnya
Mendengar perkataan Tazuya, Oxtoroo lega karena mereka paham dengan apa yang ia katakan. Walau mereka belum tentu bisa menjadi teman tapi tidak ada salahnya jika mereka kerjasama satu sama lain karena memiliki tujuan yang sama
" Hmm ! Terima kasih atas kebaikan kalian...Fighter ! "
*****
__ADS_1