El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
Fighter Possession I : Bangkit


__ADS_3

Tazuya dan Mag-Ni5 sama-sama maju dan menyerang satu sama lain. Dengan pedangnya yang kini  menjadi Fighter Possession, kini Tazuya bisa bertarung dengan robot petarung tersebut dengan senjata yang seimbang dengan teknologi milik Alien Theta. Mag-Ni5 memperhatikan semua gerakan Tazuya, dan takjub dengan perubahan pedangnya


( Trang ! Trang ! Trang ! Trang ! )


“ Haaaaaaaaaaah ! “


( Traaaaaaang ! )


“ Menakjubkan ! Aku suka kemampuanmu, anak manusia ! Tapi sayangnya, kelihatannya kamu masih memiliki keterbatasan akan tingkat staminamu “


“ Celaka ! “


“ Riposte Blast ! “


( Blaaar ! )


( Zyuuung ! Zyuuung ! )


“ Ataru ! Ryuga ! “


“ Hati-hati Hideyuki ! HAH ! “ Teriak Ryuga sambil melemparkan buckler kearah Mag-Ni5


( TRAAAK ! )


Disaat berusaha membantu Tazuya melawan Mag-Ni5, Ataru meminta Tazuya untuk memikirkan sebuah teknik rahasia Fighter Possession miliknya dengan mengingat semua teknik Anthemusa milik Rigel. Tazuya ragu harus menamai dengan apa nama tekniknya, tapi Ryuga memintanya untuk menciptakan nama yang mudah diingatnya


( ZYAT ! )


“ Akh ! “


“ Tazuya-kun ! TERUG ! “


( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnng ! )


( ZYAT ! )


( Zyuuuunng ! Blaaaaarrr ! )


“ Apa ?! “ Kata Mag-Ni5 yang kaget karena efek dari kekuatan jam saku milik Ataru


“ Kurasa kau punya masalah besar ya, Mag-Ni5 ! Sini kubantu untuk mengalahkan mereka ! “ Kata Melee-Function sambil mengeluarkan tangan tambahannya dari punggungnya yang berbentuk seperti lengan belalang


“ Cih ! Merepotkan saja ! “ Gerutu Ryuga


( Syat ! Syat ! Syat ! )


“ Tazuya-kun ! Jika kamu ingat Possessionnya milik Tuan Rigel, setiap kali dia menggunakannya, ia selalu mengucapkan nama-nama teknik rahasianya “ Jelas Ataru sambil menembak kearah Mag-Ni5


“ Nama teknik. . .rahasia ? Oh ya. . . lalu ? “


“ Mungkin jika kamu berpikir tentang nama teknik rahasia Possessionmu. . . kamu akan menciptakan suatu teknik menebas kedua robot ini ! “ Ataru menambahkan


“ Tapi. . . apa yang harus kunamai untuk tekniknya ?! “


“ Jangan tanya kami, Hideyuki ! Itu Possessionmu dan kamu harus menamai tekniknya sesuai dengan apa yang kau pikirkan ! Sudah cepat ! Cari nama teknik yang mudah diingat ! Teman robot itu sudah mulai mendekati kita ! “ Kata Ryuga dalam nada kepanikan saat ia merasakan kedatangan Melee-Function


“ Oke ! “


Tazuya berpikir sebentar, dan ia pun mulai berhenti. Tazuya menutup matanya, kemudian berfokus untuk mengarahkan serangannya  saat melihat kehadiran Melee-Function


“ Pertama. . . si cebol ini ! Haaaaaaaaaaaaaahhhh ! “


“ First Dance : Kazami ! “


( Zyaaaaat)


“ Apa ?! “


( Zat ! Zat! Zat ! )


Tazuya kemudian membukakan matanya, dan kaget saat melihat hembusan angin yang ia ciptakan dari ayunan pedangnya. Hembusan angin tersebut sangat kuat yang menyebabkan Melee-Function dan Mag-Ni5 terhempas dan menjauh dari mereka. Terlihat, lengan tambahan milik Melee-Function tertebas oleh hembusan angin tersebut


“ Uwaaaaaaaaaaaaaa “


“ Serangan apa-apaan ini ?! “


“ Ini. . . tekniknya. . .Hideyuki ? “


“ Sepertinya begitu, Ryuga-san ! “


Melee-Function dan Mag-Ni5 berusaha bangkit setelah terhempas oleh serangannya Tazuya. Melee-Function kesal dan tidak terima atas apa yang dilakukan Tazuya. Dengan amarahnya, ia pun melesat pergi kearah Tazuya dan yang lain dengan sebuah gergaji dari yang ia ubah dari lengannya


“ Raaaaaaaaaaaaggghh. . .. sial sial sial sial sial SIALAAAAAAAANNN  “


“ Jadi seperti itu kekuatan pedang bocah itu. Jadi inikah yang namanya kekuatan sesungguhnya dari El-Fighter. Ini memang sangat mena-“


“ Jangan pikir hanya karena KAU bisa melempar kami langsung merasa sok kuat! Terima ini ! “


“ MELEE ! TUNGGU ! “


Tazuya dan yang lain melihat kehadiran Melee-Function. Disaat ia bersiap untuk menyerang mereka,


buckler milik Ryuga mulai bercahaya. Melihat hal tersebut, Tazuya meminta Ryuga untuk menggunakan bucklernya untuk melindungi mereka dari serangan gergajinya Melee-Function


“ Ryuga. . .bucklermu ! “ panggil Tazuya saat melihat Buckler milik Ryuga mulai bercahaya


“ Apa ?! “


“ LINDUNGI KAMI ! “


“ Ah ! HYAAAAAAH ! “


( Zyuuuuuuuuuuuuuuunnng)


“ Eeeeeeeeggghh. . . itu tidak akan mempan ! “


“ Kau yakin ! “


“ Cela- “


(Buuuuuuuuuuuuummm)


“ Bucklernya. . . baiklah. . .kurasa aku tidak punya pilihan selain menerima posisi ini. First act : Turbo! “


Saat menyadari bahwa buckler yang ia bawa berubah menjadi Fighter Possessionnya, Ryuga langsung memutarkan dan melemparkan buckler kearah Melee-Function


“Eeeeeekkkkhh. . . . ini . . .tidak. . .akan. . . “


( Zraaaaaasssss)


“ AH ! “


“ Melee ! Inilah hukumannya untuk robot yang keras kepala seperti dirimu ! “ Ejek Mag-Ni5 saat melihat tubuh Melee-Function yang terbelah karena terkena serangan buckle milik Ryuga


( Zyuuung ! Zyuuung ! Zyuuung ! )


“ Bagaimana, kau mau lari. . . Tuan Robot ? “ Tanya Ataru sambil menembak kearah Mag-Ni5


“ Cih ! “


Mag-Ni5 langsung kembali menghadapi mereka bertiga tanpa mempedulikan Melee-Function. Disisi lain, Dullart akhirnya sampai ketempat dimana Tazuya dan yang lain bertarung melawan Mag-Ni5. Ia bersembunyi disuatu gang, dan mencari celah kesempatan untuk mengalahkan Mag-Ni5 secara diam-diam


“ Anak-anak ! Tunggu. . . nanti. . . kalau aku menyerang Mag secara langsung ini bisa gawat ! Aku tidak punya pilihan selain nunggu mereka “ Kata Dullart dalam hati


Di museum, Rigel dan Argus masih bertarung satu sama lain didalam tempat tersebut. Mereka masih sama-sama imbang dan mengalami cidera ringan. Dari luar, terlihat para pihak militer berdatangan ketempat tersebut untuk mengevakuasi pihak kepolisian yang terluka. Sang kapten berpesan kepada pihak militer untuk tidak masuk ke museum karena Rigel meminta untuk tidak ada yang ikut campur dalam pertarungannya


( Syat ! Syat ! Syat ! Syat ! )


“ Kamu lebih kuat dari Prisman-Beta yang pernah kulawan. Apa mungkin karena kamu adalah salah satu dari sebagian kecil dari mereka yang bisa tumbuh menjadi dewasa ? Aku dengar sebagian besar Prisman-Beta tidak memiliki kesempatan untuk menjadi dewasa. Jadi hanya yang kelewatan beruntung saja yang punya kesempatan itu“ Kata Argus sambil mengingat sebuah fakta yang ia tahu dari Prisman-Beta


“ Second Step ! Icicle Blast !“


( Buuum ! Buuum ! Buuum ! Buuum ! )


“ Haaaaaaahhhh ! “


( Traaanngg ! )


“ Aku bisa tumbuh. . . itu karena aku sudah bebas ! Karena itulah. . . kenapa aku terlihat berbeda dari yang kamu duga ! Haaaaaaaah ! “Jawab Rigel tentang perkataan Argus barusan


( Traaaaaanng ! )


“ Tapi aku bangga. . . karena sudah tidak ada yang harus kutakutkan lagi. Itulah kenapa aku berbeda. Aku bebas. . . tapi aku belajar banyak hal dari Prisman-Beta lainnya selama aku menjadi El-Fighter“ Lanjut Rigel


“ Kepercayaan dirimu. . . memang pantas untuk diapresiasi ! “ Puji Argus


Tiba-tiba, kontak spiritual Rigel kemudian aktif saat ia merasakan Tazuya dan Ryuga sudah mengaktifkan Fighter Possession mereka. Ia bangga akan pencapaian mereka, dan berharap Inuya dan yang lain cepat atau lambat akan segera mendapatkan Fighter Possession mereka untuk mengalahkan Thetoid dan para robot mereka


“ Tazuya. . . Ryuga. . .kerja yang bagus ! Sekarang tetaplah fokus ke lawan kalian. Aku harap Inuya dan yang


lainnya juga bisa mendapatkan Fighter Possession secepat mungkin dan menyelesaikan pertarungan ini “ Kata Rigel dalam hati


*****

__ADS_1


Sementara itu, Inuya dan Jubei masih sedang menghadapi Oxtoroo dan Swift Polly. Swift Polly menjadi jengkel saat


tahu EVA-Q8 tidak membantu mereka dan termakan oleh jebakannya DECA-I., Dullart sudah lari meninggalkan mereka karena EVA-Q8 sibuk mengejar robot kecil tersebut ketimbang menjaga pangeran mereka


“ EVA ? Sialan kau ! Tidak kusangka kau bisa sebodoh ini karena termakan hasutan robot kecil sialan itu ! “ Gerutu Swift Polly


“ Tuan Muda. . . dia lari ! Bagaimana ini ?! “ Tanya Oxtoroo yang masih bertarung menghadapi Inuya


“ Cih. . .kalau begini terus ! “


“ Haaaaaaaaaaaaaaahhhhhh ! “


(Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! )


“ Hiyaaaaaaaaaaahhhh !”


( Buaaaaagghhh )


“ Hebat juga orang ini ! Jubei . . . serang wanita itu sekarang ! “ Perintah Inuya yang menahan pukulan dari Oxtoroo


“ Sialan kau Inuya. Aku belum begitu ahli dalam bertarung jarak dekat ! Haaaaaaaaaaaahhh ! “ Jubei langsung menyerang Swift Polly dengan pisau yang ia bawa dirumah Rigel


“ Ayo sini ! “


( Bug! Bug! Bug! Bug! )


“ Ah ! “


“  Segini saja, Hyah ! “


( Duagh ! )


Melihat Jubei ditendang oleh Swift Polly, Inuya langsung mengambil tindakan dan langsung menyerang wanita tersebut. Tak disangka, Swift Polly langsung menahan serangan goloknya Inuya dengan tangan kosong. Melihat hal itu, Oxtoroo langsung mengambil kesempatan dengan menyerang Inuya dengan tombak listriknya, yang membuat Inuya akhirnya terkena sengaran tombak listrik tersebut


“ Jubei ! Sialan kau wanitaaaaa ! “


( Grep )


“ Ah ! “


“ Apa ? Kaget ? “ Tanya Swift Polly dengan tatapan dinginnya


“ Hyaaaaaaaaah “


( Zraazzzh )


“ Uagh ! “


“ Bagus, Oxto ! “


Oxtoroo menghubungi EVA-Q8 untuk kembali dan hiraukan gangguan dari DECA-I. Disaat yang bersamaan EVA-Q8 kembali bersama mereka, Swift Polly memberikan pilihan kepada Inuya dan Jubei untuk membantu mencari Dullart atau kembali diserang mereka karena berani mencoba untuk mengganggu misi mereka


“ EVA ! Kemari ! Hiraukan robot kecil itu. . . kami butuh bantuanmu “ Perintah Oxtoroo dari alat komunikasinya


“ Baiklah, Penasehat Oxtoroo “ Jawab EVA-Q8


“ Eh ? Mau kemana dia ? “ tanya DECA-I yang kebingungan


“ Bagaimana, anak manusia ? Kami tidak ada niat untuk menyerang orang disekitar sini. Misi kami hanya untuk


membawa Tuan Muda Dullart untuk kembali bersama kami. Pilihlah. . . bantu kami cari dia. . . atau kalian terima hukuman dari kami karena telah mengganggu urusan orang lain “ Ancam Swift Polly sambil mengeluarkan cambuk listriknya kearah mereka mereka


“ Uhhh. . . gghhh. . . “


“ Hmph. . . keras kepala juga ternyata ! EVA. . . hadapi dia ! Akan kuurus rekan perempuannya ! “ Perintah Swift Polly


“ Baik, Kapten ! “


Disaat EVA-Q8 bersiap menghukum Inuya dengan kesepuluh Buds-Drone miliknya, tiba-tiba, golok milik Inuya mulai bercahaya. Melihat diri mereka dalam bahaya, Inuya langsung mengambil golok tersebut, bangkit dan menendang EVA-Q8. Disaat EVA-Q8 berusaha untuk menembaknya, golok tersebut berubah menjadi sebuah gauntlet berwarna kuning-hitam dan terpakai dilengan kanannya Inuya, berubah menjadi Fighter Possession miliknya


( DUAGH ! )


“ Agh ! “


“ Goloknya. . . “


“ Masih ada kesempatan untuk ragu ? TERIMA INI ! “


( Sriiiiiiiiiiiinnngg )


“ Berubah ? Hyaaah ! “


( Buuuum ! Buuuum! Buuum! )


“ Apa ?! “


( DUAGH !)


Melihat EVA-Q8 diserang oleh Inuya, Oxtoroo langsung bergegas menyerang Inuya sebelum ia dapat menyerang Swift Polly. Inuya yang menyadari hal itu langsung meninjunya dengan tangan kanannya, yang membuat Oxtoroo langsung tersungkur dan tidak bisa bergerak


“ Celaka ! Hyaaaaaaaaaaah ! “


“ HAH ! “


( DUAGH !)


“ Uagh ! Ah ! “


“ EVA ! Oxtoo ! “


“ Hyaaaaaaaah ! “


( DUAGH !)


“ Jubei ! Oh syukurlah ! “


“ Oh wooow. . .Inuya. . . apa yang kamu pakai dilenganmu itu ? “ Tanya Jubei yang dibantu Inuya untuk berdiri


“ Entahlah. . . mungkin saja ini Fighter Possessionku ? Aku juga tidak begitu tahu ini apa ? “ Jawab Inuya sambil melihat kearah gauntletnya


Swift Polly berusaha untuk bangkit, dan mengambil pisau Jubei yang terletak ditanah, berusaha untuk menyerang mereka berdua. Jubei yang menyadari hal itu langsung menahannya dengan memegang mata pisau tersebut, dan langsung menendangnya. Swift Polly memanggil Oxtoroo untuk bangkit, dan bergegas mencari Dullart sebelum mereka kembali kehilangan jejaknya


“ Hyaaaaaaaaaaah ! “


( Grep ! Zrash ! )


“ Kaaaauuu ! “


( Duagh ! )


“ Bagus, Jubei ! “


“ Oxto ! Lari . . .dan cari Tuan Muda ! “ Panggil Swift Polly sebelum ia kehilangan kesadarannya saat habis


dipukul oleh Jubei


“ Celaka ! Ayo Jubei. . . kejar dia ! “


“ Bagaimana dengan mereka ?! “ Tanya Jubei


“ Sudah cepat ikut aku. . . ambil busur dan anak panahnya sekarang ! “


“ Hmph ! “


Saat Oxtoroo berusaha sekuat tenaga untuk lari dari kejaran Inuya dan Jubei, ia merasakan lengan kanannya menjadi berat, susah digerakan dan perlahan membiru. Ia berpikir itu mungkin adalah efek dari serangan Fighter Possession milik Inuya


“ Ah. . .uh. . . lenganku. . . celaka ! Apa ini karena serangan gauntlet bocah itu ya?”


Saat mengejar Oxtoroo, Inuya kemudian melihat DECA-I. DECA-I yang melihat mereka berdua langsung


memberitahu kemana Oxtoroo pergi. Disaat yang bersamaan saat mereka bertiga mencari jejaknya Oxtoroo, busur dan anak panah milik Jubei mulai bercahaya. Dan saat cahayanya memudar, busur tersebut berubah menjad busur bermotif burung


“ Busurnya. . .berubah ? “ Tanya Inuya


“ Eeeeeh. . . Cuma dapat tambahan motif saja. Tidak seperti dirimu yang berubah sepenuhnya menjadi gauntlet “ Kata Jubei


“ Hei. . . kalian kenapa berhenti ?! Tuan Alien itu mulai lari tuh “ Kata DECA-I sambil menunjukan Oxtoroo yang berlari meninggalkan mereka


“ Ah. . . sialan ! Cepat sekali dia ! Jubei. . . lebih baik kamu tetap di-“


“ Okeeee~ mari aku coba seperti apa kehebatan busur baru ini~ Oh ya. . .apa yang harus kuucapkan untuk menyerang orang itu, tuan robot ?”


“ Jubei. . . kau yakin ingin memanah orang itu ? apa tidak kejauhan ? “ Tanya Inuya


“ Errr. . . pikirkan apa nama jurusnya~ namanya yang mudah diingat saja ya~ “ Kata DECA-I


Jubei menghela nafasnya, memenjamkan matanya, dan fokus untuk memanah Oxtoroo. Dengan mempercayakan kemampuan memanahnya kepada Fighter Possessionnya, ia memfokuskan diri dengan percaya bahwa anak panahnya bisa mengenai Oxtoroo


“ Huuufff. .  . baiklah. . . “


“ Mulai. . .Jubei ! “


“ First Target : Pointer ! “

__ADS_1


( Zyaaaaaaaaaassssss! )


( Taaaaak ! )


“ Ah. . .apaaa ?! “


( Bruk ! )


“ Kena kau ! “


“ Benarkah ? Ayo kita kesana ! Dan langsung bawa ketempat dimana wanita beserta robot itu ditinggalkan ! “Ajak


Inuya saat mendengar perkataan Jubei bahwa panahannya tepat sasaran mengenai Oxtoroo


Dengan kontak spiritualnya, Rigel bisa merasakan bahwa Inuya dan Jubei berhasil menghentikan Oxtoroo dan yang lain untuk kembali mencari Dullart. Saat bertarung dengan Argus, sambil tersenyum bangga, ia memuji keberhasilan mereka berdua


“ Bagus. . .Inuya. . .Jubei ! “ Kata Rigel dalam hati


“ Adakah yang membuat senang hari ini ? Kenapa tiba-tiba kamu tersenyum seorang diri ? “ Tanya Argus


“ Tidak ada ! Tetaplah fokus, Tuan Jenderal ! “


*****


Ditempat pertarungan Tazuya, Ryuga dan Ataru melawan Melee-Function dan Mag-Ni5, terlihat mereka masih melanjutkan pertarungan mereka dengan sangat sengit. Tazuya terlihat masih melawan Mag-Ni5 dalam adu pedang mereka, sementara Ryuga dan Ataru menghadapi serangan gila dari Melee-Function yang terus diserang secara membabi buta


( Traaaang ! Traaaang ! Traaaaang ! )


“ Riposte Blast ! “


“ Second Dance : Kaze no Shizuku ! “


( Syat ! Syat ! Syat ! Syat ! Syat ! )


“ Riposte Slash ! “


Tazuya mengeluarkan teknik keduanya, Kaze No Shizuku, berupa tebasan angin. Mag-Ni5 yang melihat ini langsung menghindarinya dan menebas salah satu serangan tersebut dengan Riposte Slash miliknya


“ Ekh ! “


“ Hyaaaaaaaaah ! “


( Traaaaaaaaannng ! )


“ Masih bertahan juga ya, wahai bocah ! “


“ Apa kau menikmatinya, Tuan Robot ! “


“ Yaaa. . . cukup menikmatinya ! The Wrath of Swordsmaster !  “


“ Ah ! “


Mag-Ni5 mengayunkan pedangnya dan menciptakan sebuah serangan laser dari pedang tersebut. Tazuya yang menyadarinya langsung menghindar, dan membuat tebasan tersebut mengenai sebuah bus yang ditinggalkan sopirnya ditepi jalan. Saat terkena serangan tersebut, bus tersebut langsung meledak dan hancur seketika. Hal ini membuat Tazuya harus extra hati-hati untuk tidak terkena serangannya


“ Sial ! “


Sementara itu, Ataru dan Ryuga mengalami sedikit kesulitan untuk menghadapi Melee-Function. Ryuga kewalahan untuk melindungi beberapa serangan milik Melee-Function karena ia terus-terusan menyerang mereka tanpa henti


“ Ahahaahahahahahahahaha. . . .bagaimana ? bagaimana ? bagaimana ? Apa ini sudah cukup ? apa ini menyenangkan “


( Buuum ! Buuum ! Buuum ! Buuum ! )


“ Sialan ! Kalau begini terus, dia bisa melukai orang lain ! “ Kata Ataru saat memperhatikan semua serangan Melee-Function


“ Jadi kita harus apa ? Ah. . . mana Tuan Rigel ?! “


“ HATI-HATI ! “


( Blaaaaaaaaaaaaarrr ! )


Ataru melindungi Ryuga dari serangan roket milik Melee-Function. Ryuga kemudian berusaha menyerangnya dengan sihirnya, namun semua serangannya tidak mempan


( Zyuung ! Zyuuung ! Zyuuung ! )


“ Apa kalian tidak capek menggunakan cara yang sama untuk menyerangku ?! “ Teriak Melee-Function


“ Cih ! “


Ataru mengeluarkan medali Dewa Kematiannya, dan mengubah medali tersebut menjadi tongkat sabit berwarna hitam-merah. Ataru tidak punya pilihan selain menggunakan senjatanya sebagai Dewa Kematian untuk mengalahkan robot tersebut


“ Maaf, Ryuga-san ! Aku tidak punya pilihan selain bertindak egois seperti ini. Tapi aku ingin menyelesaikannya


secepat mungkin ! HAAAAH ! “


“ Kurenai ! “


Ataru melesat pergi kearah Melee-Function dan mencoba untuk bertarung melawannya seorang diri. Melee-Function langsung menahan serangannya dengan lengannya, dan Ataru langsung mencabut tongkat sabit tersebut dari lengannya Melee-Function, kembali menyerangnya berkali-kali


“ Hehehe. . . menarik. . . menarik sekali ! “ Puji Melee-Function sambil mengubah kedua tangannya menjadi sabit


(Zyat ! Zyat ! Zyat ! Zyat ! Zyat ! )


“ Eheheheheheeee. . . ini sangat menarik ! Lagi ! Lagiiiiiiiiiii ! “


“ Cih ! “


( Zyaaaat! Zyaaaat! Zyaaaat! )


“ Segini saja ? Tapi jujur saja. . . aku sangat menikmatinya ! “ Puji Melee-Function


( Zyaaaaaat ! Praaaak ! )


“ Kaaaauuuu ! Terima iniiiiiiiii !“ Teriak Melee-Function dengan kesal saat melihat Ryuga menyerangnya dari


belakang


( Zyuuuuuuungg! Zyuuuuuuunnng! )


“ Second Act : Antithesis ! “


“ AH-“


Ryuga menggunakan teknik keduanya untuk memutar balik semua serangan Melee-Function, yang menyebabkan semua serangannya mengenai kearahnya. Karena serangan tersebut, Melee-Function mengalami kerusakan berat yang membuat ia akhirnya tidak bisa bertarung lagi


“ Cih! Lemah ! “ Ejek Mag-Ni5 saat melihat kekalahan Melee-Function


( Traaaaang ! )


“ Hei ! Apa yang- “


Melihat Melee-Function sudah tidak bisa bertarung dan dikalahkan oleh Ryuga dan Ataru, Mag-Ni5 memutuskan untuk menyerang mereka sebagai aksi pembalasan, dan menghiraukan Tazuya. Dengan cepat, ia menyerang Ryuga dan Ataru. Mereka berdua berusaha untuk menahan serangannya, tetapi mereka tidak bisa menyamakan kecepatan mereka dengan robot petarung tersebut


“ Ah ! “


“ Ryuga-san ! Cih. . . kenapa disaat seperti ini. . . hyaaaaaaaaaaah “


( Traaaaang ! )


“ Cela- “


“ Lambat ! “


( Zyaaasssshhhhh )


Ataru dan Ryuga berhasil dikalahkan oleh Mag-Ni5. Disaat ia mendekati mereka, Ataru yang mulai kelelahan berusaha untuk bangkit dan kembali menyerangnya. Mag-Ni5 menjadi jengkel, dan langsung membalas serangan Ataru dengan mudahnya. Yang membuat Ataru terjatuh, dan jam sakunya terhempas jauh darinya


“ Masih bisa berdiri juga ! “


“ Haaaaaaaaaaaaaaaah “


( Syaaat ! Syaaat ! Syaaaat ! )


“ PERCUMA ! “


( DUAGH ! )


“ Kkhh. . . celaka ! Jamnya ! “


“ Terima ini ! “


Mag-Ni5 memutuskan untuk menyelesaikan pertarungannya dengan Ataru dan Ryuga. Disaat ia mulai menebas kearah mereka berdua, Tazuya dengan cepat langsung melindungi mereka berdua dengan menahan tebasan tersebut. Sayangnya, karena serangannya terlalu kuat, Tazuya tidak bisa menahannya dengan lama, dan terkena tebasan tersebut tepat dibagian dadanya


( Traaaaaaaaaang ! )


“ Tazuya-kun ! “


“ Hideyuki ! “


“ Kkkkhhh. . . kkkhhh. . . kaaaauu. . . beraninya kau ! “


“ Bocah sialan ! Hiyaaaaaaaah ! “


“ Ah ! “

__ADS_1


( Zraaaaaaaaaaaasssshhhhh )


*****


__ADS_2