
Melihat pesan dari Jenderal Argus yang memerintahkannya untuk kembali, Swift Polly dan Eva-Q8 akhirnya kembali kepesawat Superbia-07 melalui pesawat TSP-03. Saat telah sampai ke Superbia-07, Swift Polly langsung melaporkan tentang kedatangan Galaztis yang menghampiri V-FIGHTER sambil dengan santainya menjelaskan maksud dan tujuan ia berada disini
“ Aaaaah Polly-chan kamu sudah kembali~ Nah ini minumanmu “ Sambut Oxtoroo sambil menawarkan minuman kepadanya
“ Terima kasih. Jenderal aku kembali “
“ Selamat datang Swift Polly “
“ Jenderal...Prajurit Elit milik Pangeran Morsdantaque sudah berkeliaran dikota itu. Apa itu artinya beliau sudah...”
“ Ya ! Dia sudah tahu. Dan sebelum aku memintamu untuk kembali ia sudah menghubungi kita. Pangeran Morsdantaque berkata-“
(Flashback on)
Beberapa jam sebelum Swift Polly dan Eva-Q8 diperintahkan kembali ke Superbia-07, terlihat Morsdantaque sedang berbicara dengan Argus dan yang lainnya yang ada didalam pesawat. Dibelakang Morsdantaque terlihat Gretue ada dibelakangnya, namun dia tidak berkata apapun dan hanya mendengarkan penjelasan Morsdantaque
“ Aku sudah mendapat beberapa info tentang planet yang akan dikuasai oleh ayahku dan keberadaan Dullart dari file yang kubaca diruangannya. Dan sepertinya, aku rasa kalian mengalami sedikit kesulitan untuk menjalankan kedua misi ini secara bersamaan “ Jelas Morsdantaque melalui layar monitor
“ Kami hanya diberikan misi untuk mencari Tuan Muda, dan soal Planet itu masih dalam pertimbangan Yang Mulia “ Jelas Argus
“ Apa ada masalah ? “
“ Ya, begitulah. Seperti yang anda tahu...kini Tuan Muda dilindungi oleh sekelompok Fighter bumi yang bernama El-Fighter. Tingkat ancaman mereka cukup kuat walau mereka terbilang sangat muda untuk posisi tersebut “ Jelas Argus sambil mengingat para V-FIGHTER
“ Lalu ? “
“ Yang jadi ancaman kita ialah guru mereka yang tidak lain adalah sang veteran Prisman golongan Beta. Aku tidak tahu alasan kenapa bisa ada Prisman Beta disana tapi yang jelas aku punya teori bahwa ia punya alasan lain untuk menjadi guru dari mereka “ Jelas Argus yang teringat Rigel Orionis
“ Begitu ya. Ternyata merepotkan juga ya~ Jika aku melihat file yang ditulis oleh ayahku, disana tertulis bahwa ia berencana akan melakukan invasi ke Planet Bumi sembari menangkap Dullart. Karena itu...agar semuanya bisa berjalan dengan mulus aku ingin kita bekerjasama untuk menangkap Dullart dan mengalahkan El-Fighter secara bersamaan. Aku yakin jika kita mengalahkan mereka terlebih dahulu daripada langsung melakukan invasi, bumi akan kehilangan pelindung terbesar mereka dan akan langsung menyerah kepada kita “ Jelas Morsdantaque
Mendengar penjelasan dari Morsdantaque, Argus dan yang lain agak sedikit lega karena ia tidak langsung mengumumkan ia tidak akan langsung menjalankan invasi kebumi. Oxtoroo memuji bahwa ini adalah rencana yang cukup bagus ketimbang ia menjalankan “cara lamanya” yang biasa ia pakai saat menginvasi planet lain
“ Woah, aku tidak menyangka bahwa Pangeran Morsdantaque tidak menggunakan metode lamanya untuk menginvasi suatu planet “ Gumam Oxtoroo
“ Tidak ada salahnya ‘kan ? Mungkin saja Pangeran Morsdantaque agak bosan untuk menggunakan cara lamanya terus menerus dan sesekali ingin menikmati pertarungan “ Kata Sampson
“ Jadi bagaimana Jenderal...apa ada masalah ? “ Tanya Morsdantaque
“ Tidak ada, Pangeranku “
“ Bagus ! Jika tidak ada aku anggap sebagai tanda kamu memahaminya “
( Flashback Off)
“ Dan tidak lama setelah itu ia melihat dengan matanya sendiri anak-anak itu saat Galaztis dan Energateez membukakan medali portalnya. Dilihat dari raut wajahnya beliau, kelihatannya ia benar-benar tidak sabar untuk menginjak mereka berlima satu per-satu “ Jelas Swift Polly
“ Galaztis ada disini ? Untuk apa ? “ Tanya Argus
“ Untuk menjemput Energateez, dan dengan santainya dia memberitahu alasan kenapa Pangeran Morsdantaque “tertarik” dengan mereka selain untuk menangkap Tuan Muda “ Jawab Swift Polly
“ Begitu. Baiklaaaaah jika Pangeran memang tidak ingin menggunakan cara lamanya kurasa tidak ada masalahnya kita melibatkannya dalam misi ini. Ini demi membawa kembali Tuan Muda karena dia harus menggantikan posisi ayahandanya “ Jelas Argus
Mendengar hal itu, Swift Polly dan Oxtoroo tidak berkata apa-apa dan memahami apa perkataan Jenderal mereka. Karena mereka berpikir bahwa Morsdantaque ikut serta dalam misi karena Dullart harus menggantikan posisi Zozo segera
Keesokan harinya, di SMA Internasional Shinjitsu, para siswa kelas 1-LA-A terlihat pergi menuju ruang kesenian untuk mengikuti pelajaran keterampilan dan kesenian dengan guru berkebangsaan Amerika-Singapura bernama Jim Monroe, yang juga seorang walikelas 1-SOCIO-A. Saat menuju ruang kesenian, Tazuya dan yang lain tidak sengaja berpapasan dengan Kazuyoshi Hideshishi Iga yang tidak lain adalah sepupu Tazuya dari pihak ayahnya beserta dengan siswa kelas 1-SOCIO-A. Kazuyoshi sering dipanggil Kazuya oleh keluarganya.
“ Tumben ada anak-anak kelas 1-SOCIO-A hari ini “ Kata Inuya yang melihat siswa kelas 1-SOCIO-A melewati mereka
“ Mungkin mereka ada rapat dengan Pak Monroe. Beliau’kan walikelas mereka “ Jelas Ryuga
“ Hei ? Siapa dia ? “ Tanya Jubei saat ia melihat Kazuya untuk pertama kalinya yang sedang berbicara dengan siswa yang bernama Goro Matsuki
“ Ooooh ! Itu Kazuya, sepupuku dari pihak ayah “ Jawab Tazuya
“ Si anak keduanya Pak Hideo ? Dia masih mirip denganmu tapi punya wajah yang cukup menjengkelkan “ Komentar Inuya
“ Kalian mau bertemu dengannya ? Dia memang orang yang suka cemberut tapi dia cukup asyik untuk diajak ngomong “ Tazuya menawarkan Inuya dan yang lain untuk berkenalan dengan sepupunya
“ Jika itu katamu boleh saja “ Kata Ataru
“ Ooooooi Kazuyaaaa “
“ Eeeeeeeh ternyata kau Tazu “ Jawab Kazuya
“ Baiklah semuanya. Aku ingin memperkenalkan kepada kalian sepupuku, Kazuya. Dia adalah orang yang keren loh “ Jelas Tazuya kepada Inuya dan yang lain
“ Begitu ya. Salam kenal “ Kata Ryuga
“ Ayo Kazuya...perkenalkan dirimu kepada mereka. Mereka bisa saja menjadi temanmu” Bujuk Tazuya
“ Yaaa yaaaa ! Aku tahu kalian keren tapi maaf saja aku tidak mau berteman dengan orang yang sok keren seperti kalian. Jadi enyahlah ! “ Ejek Kazuya kepada Inuya dan yang lain
“ Oooiiiiiii kamu ini bicara apaaaaa ?! Kau tidak tahu apa yang barusan kamu katakan ke orang ba-“
“ Mereka itu orang yang tidak baik dan aku yakin itu. Aku memang membencimu tapi aku tidak bisa kau menjadi orang yang sangat dibenci karena pengaruh oleh mereka ! “ Kata Kazuya saat Tazuya berusaha menenangkannya untuk tidak mengejek teman-temannya
“ Kau berkata seperti itu seolah kau tahu siapa aku ya ? “ Tanya Ataru kepada Kazuya yang membuat Tazuya dan yang lain terkejut akan mendengar pernyataannya dan berpikir Ataru menanggapi serius perkataannya
“ Ce-celaka ! Apa dia anggap Kazuya menantangnya ? “ Kata Tazuya dari dalam hati dengan ekpresi paniknya
“ Oi Hideyuki ! Buruan cepat pisahkan mereka sebelum mereka berkelahi disini ! “ Kata Ryuga yang menggunakan kontak telepatinya kepada Tazuya
“ Umm Kazu-“
“ Oooooooooooh jadi kamu menantangkuuuu~ He He He...dilihat dari rawut wajahmu aku bisa lihat kamu meremehkan aku yaaa~ Oke ! Jika kau mau lihat keahlian aku...MAKA TERIMA IN-Uwogh ! “
(BRUGH)
“ Adududuududuuuuh” Rintih Kazuya yang kesakitan saat ia tidak sengaja terpeleset
“ Iga-san ! Kamu tidak apa-apa ? “ Goro menghampiri temannya tersebut dan membantunya untuk bangkit
Untuk menghentikan Kazuya dan Ataru berkelahi disekolah mereka, Tazuya menggunakan kekuatan Psikokinesisnya untuk membuat Kazuya terjatuh. Sehingga itu akan membuatnya membatalkan niatnya untuk menghajar Ataru. Tidak lama kemudian, Pak Monroe yang mendengar suara mereka kemudian memanggil Tazuya dan yang lain untuk masuk keruang kesenian serta meminta Kazuya dan Goro untuk kembali kekelas mereka
“ Ouuuuh itu pasti sakiiiiit~ “ Kata Jubei yang meledek kelakuan Kazuya
“ Fyuuuh! Hampir saja “ Kata Inuya bernafas lega
“ Kerja bagus Hideyuki ! “ Puji Ryuga dari dalam hati
“ Woah Tazuya-kun...aku tidak menyangka kamu punya sepupu yang sangat dramatis “ Kata Ataru dengan nada sarkastisnya
“ Ituu...”
“ Aaaaaah~ ternyata kalian ada disini. Aku baru saja mau menyuruh Golomanov-san untuk memanggil kalian dikelas. Ayo cepat kemari karena waktu pelajaran kesenian sudah mulai~ “ Kata Pak Monroe dari pintu ruang Kesenian
“ Ah...uuuum...baik Pak Monroe. Maafkan kami “
“ Ayo ayo ! “ Ajak Inuya
“ Dan kalian Iga-san dan Matsuki-san cepat masuk kekelas kalian “ Pak Monroe memerintahkan Kazuya dan Goro untuk kembali kekelas mereka
“ Ba-Baik Pak. Maafkan kami ! Ayo Iga-san ! “
“ Hei pelan-pelan ! Ouuuuuh !
Dikelas Kesenian, Pak Monroe menjelaskan tentang materi tentang drama panggung. Sembari menjelaskan materinya, ia langsung memberikan tugas dan membimbing mereka dalam drama panggung Sleeping Beauty untuk pertunjukan acara High School Stage yang diselenggarakan di seluruh sekolah SMA di penjuru Neo-Jepang yang terpilih setiap bulan, dan kali ini sekolah mereka mendapat giliran untuk tampil. Acara High School Stage juga akan disaksikan beberapa produser film ternama di Neo-Jepang untuk melihat potensi para calon aktor muda disekolah
“ Apa disini ada yang tahu tentang protagonis dan antagonis ? “ Tanya Pak Monroe
“ Protagonis itu karakter baik dan antagonis itu karakter jahat ? “ Kiko mencoba untuk menjawab pertanyaannya
“ Ketahuilah anak-anak~ tidak semua protagonis harus berisi orang-orang yang baik dan antagonis berisi orang-orang yang jahat. Bahkan jika kita ingin menceritakan tentang seorang penjahat sebagai tokoh utamanya mereka bisa menjadi protagonis dalam cerita jika cerita tersebut mengfokus tentang moralitas mereka. Maka untuk itu...agar orang-orang tertarik dengan tokoh kalian buatlah mereka bisa cukup realistis dimata penonton dan pembaca. Karena seperti yang kita tahu...dunia tidak selalu hitam-putih “ Jelas Pak Monroe kepada yang lain
“ Makanya jangan keseringan nonton drama romantis mulu ! “ Celetuk Tazuya
“ Jadi begitulah anak-anak...agar tokoh yang kalian perankan tidak kaku yang kalian harus lakukan yaitu kalian harus mendalami bagaimana cara tokoh itu berbicara dan berekspresi. Maka untuk itu, tidak hanya dalam intonasi berbicara, tetapi cara kalian berekpresi juga harus ditunjukan didepan kamera “ Jelas Pak Monroe
“ Eeeeerrr...Apa itu artinya jika kita melakukan adegan ciuman itu artinya kita harus benar-benar mencium ? “ Tanya Vladimir sambil memasang wajah keraguannya
“ Kalau bisa begitu ! Tapi~ dalam adegan seperti itu kita juga harus memahami jarak usia antar aktor, karena bisa jadi skandal jika jarak usia para aktor sangat jauh tapi mereka harus memainkan akting romantis “ Jelas Pak Monroe
“ Yeaaaaah “ Kata Vlada dengan ekspresi jengkelnya
“ Tapi ‘kan...bukannya mereka harus propesio-“
“ Sudahlah Hikari ! Jika itu skandal ya skandal “ Vlada memotong pembicaraan Hikari dengan menjewer telingannya
“ Ouuh ! “
“ Oke anak-anak...apa ada pertanyaan untuk proyek pertunjukan drama kita ? “
( Semua siswa-siswi kelas 1-LA-A terdiam)
__ADS_1
“ Baiklah jika kalian semua sudah paham. Soal pembagian peran aku beri kalian waktu untuk berdiskusi dengan satu sama lain. Ingaaat~ pilihlah peran yang kalian anggap bisa berakting dengan baik “ Pak Monroe berpesan kepada mereka semua sebelum memberi tugas kepada mereka
“ Baik, Pak ! “
Pak Monroe memberikan siswa-siswi kelas 1-LA-A untuk mencari siapa yang cocok untuk menjadi aktor dalam pertunjukan drama sekolah mereka. Saat Pak Monroe pergi untuk melihat-lihat properti yang tersedia di ruang kesenian, para siswa-siswi diizinkan untuk mulai membicarakan tentang siapa yang cocok mendapat tugas akting mereka
“ Okeeeee jadi sekarang kita akan membicarakan siapa yang akan menjadi pemeran utama dalam pentas drama ini ! Apa disini ada yang berpengalaman dalam berakting ? “ Tanya Vladimir
“ Aku dengar Vlada Himekaze dulunya pernah jadi aktris waktu dia masih duduk kelas SMP “ Jelas Danmari Kosugi
“ Aaaahhh, itu benar ! Tapi sayangnya aku tidak mau dalam mengambil peran disini ! “ Ujar Vlada dengan nada tegasnya
“ Tapi Himekaze...aku lihat kamu memang memiliki keahlian yang keren dalam ak-“
“ Danmari Kosugi ! Kalau aku bilang tidak mau yaaa aku tidak mau ! Kau harus tahu soal itu ! “ Jelas Vlada yang mulai jengkel dengan pernyataan Danmari dan langsung menaikan nada bicaranya
“ Baiklaaaah jika kamu tidak mau...berarti Vlada Himekaze tidak akan maju dalam peran ini ! Kelihatannya kau tidak masalah kalau jadi peran figuran ! “ Gerutu Vladimir
“ Kalau bisa sih aku tidak ngambil peran apapun “ Balas Vlada
“ Oke ! Kamu jadi peran figuran ! “
“ Untuk peran putri kurasa kita butuh peran yang paling cantik untuk menarik minat para penonton “ Jelas Kenneth
( Semua siswa-siswi kelas 1-LA-A kecuali Jubei melihat kearah Ryuga Mangetsu)
“ Apa ?! “ Tanya Ryuga dengan nada keheranannya
“ Ryuga-san...ini sudah saatnya menggunakan kecantikanmu untuk memikat para penonton ! “ Kata Ataru dengan penuh semangat
“ Hei kau bilang seperti itu serasa dikelas kita tidak ada cewek cantik ya ! “ Gerutu Ryuga
“ Yaaa yaaa itu benar ! Masa kalian Cuma mengandalkan Ryuga-kun itu’kan tidak adil ! “ Jubei ikut-ikut menggerutu
“ Baiklah jika kamu ingin adil kamu jadi pangerannya. Bagaimana Fujieda-san ? “ Tanya Shan-Lee
“ Aku tetap tidak akan menerimanya “ Gerutu Ryuga
“ Baiklah~ kalau begitu Fujieda-san juga batal jadi pangerannya “ Kata Shan-Lee
“ Oke ! Jika kalian susah untuk mengajukan diri maka aku yang akan memilihnya ! Jika sudah aku yang memilih maka tidak ada yang boleh protes “ Kata Vladimir dengan nada tegas
“ Apa ?! “
“ Hei kita’kan masih ada yang namanya pelatihan...bukan langsung pentas seperti Pro ! Maka itulah Pak Monroe akan membimbing kalian! “ Lanjut Vladimir
“...”
“ Baiklah ! Yang akan jadi putrinya Ichinose dan pangerannya adalah Namidashi ! Iga...Komarih...dan Akashinya... kalian bertiga menjadi peri pendampingnya “ Pilih Vladimir
“ Aaaaaaaah Yes ! “ Kata Hikari dengan kegirangan
“ Oi ! Jadi kau memilih kami bertiga sebagai peri pendamping karena ukuran kami ? “ Tanya Tazuya
“ Tepat sekali ! “
“ Mangetsu... kamu jadi peri jahatnya. Bagaimana ? “ Vladimir bertanya kepada Ryuga yang terdiam dan sedang memikirkan sesuatu
“Ah...uuummm...b-boleh...Nggg...kalau kostumnya hanya memakai jubah hitam aku tidak mempermasalahkannya “ Jelas Ryuga
“ Heeee Ryuga jadi peri jahatnya ? Wajahnya sama sekali tidak ada jiwa kejahatannya ! Kalau untuk karakter jahat kurasa Ataru jauh lebih baik dan dia akan menjiwai perannya “ Jelas Inuya
“ Baiklah Inuya-kun! Jika kau mau aku jadi pemeran utama di drama ini...aku akan jadi pangerannya dan kamu jadi putrinya. Siap-siap kau akan kucium didepan umum “ Ancam Ataru sambil mendekatkan dirinya ke Inuya
“ EEEEH TIDAAAAK ! “ Teriak Inuya yang membuat siswa-siswi lainya tertawa kecuali Ryuga yang terlihat sedang memikirkan sesuatu
Saat siswa-siswi kembali memperhatikan penjelasan Vladimir dan Shan-Lee, Jubei menyadari Ryuga masih terlihat memikirkan sesuatu yang membuat ia tidak begitu fokus dengan sekitarnya dan penasaran dengan apa yang sedang ia pikirkan
*****
Ditaman kota Shinjitsu, terlihat Rigel dan Dullart sedang bersantai disana. Sambil menunggu Dullart yang sedang membelikan Smoothie untuk mereka berdua, Rigel sedang memejamkan matanya sambil memikirkan saat ia bersama dengan Nigulas dan yang lain dan kemudian ia terbangun saat Dullart memanggilnya dengan menepuk pundaknya
( Puuk ! )
“ Ah ! Ouuu...kau membuatku kaget ! “ Gerutu Rigel
“ Habisnya siiih saat dipanggil kamu tidak menjawab “ Jelas Dullart sambil memberikan Smoothie pesanannya Rigel
“ Kamu mesan Smoothie yg apa ? “
“ Disana ada relawan pencinta burung yang membagikan makanan burung secara Cuma-cuma. Jika kamu mau hampiri saja mereka “ Jelas Rigel sambil menunjuk pecinta burung yang menjaga stand mereka
“ Aaaah begitu ya~ Sungguh kota ini benar-benar keren ya~ Ini mengingatkan aku dengan rumah saat aku diam-diam keluar dari istana untuk pergi ketaman utama “ Ujar Dullart sambil teringat masa kecilnya
“ Apa kondisi planet utamamu aman-aman saja ? “
“ Bisa dibilang begitu “ Jawab Dullart sambil meminum Smoothienya
Saat mereka terdiam sejenak, Dullart akhirnya bertanya kepada Rigel tentang seperti apa masa lalunya saat ia menjadi El-Fighter dan seperti apa rekan-rekan El-Fighternya menurut pandangannya. Dan saat ia selesai menjelaskan seperti apa Nigulas dan yang lain, Dullart akhirnya bertanya bagaimana perasaan Rigel selama ia menjadi El-Fighter
“ Ooooh Rigel-san...aku tahu kamu tidak akan menceritakan masa lalumu sebelum menjadi El-Fighter. Tapi...aku penasaran seperti apa teman-teman El-Fightermu dulu...apa kamu tidak masalah jika aku tahu seperti apa mereka ? “ Tanya Dullart yang agak ragu untuk bertaya kepada Rigel
“ Jadi kamu penasaran seperti apa mereka ? “
“ Yaaa...begitulah~ “
“ Okeee...jika kamu penasaran tentang mereka tidak masalah jika kamu ingin tahu “
( Rigel terdiam sesaat dan memulai ceritanya )
“ Merekaaaa...Uuummmm...kebanyakan bukan berasal dari orang yang tidak begitu baik...tapi sebenarnya mereka punya sesuatu yang sulit dipahami oleh orang banyak. Nigulas dan Rikka adalah penjahat yang diincar didunia bahkan mereka menjadi penjahat yang ditakuti, tapi mereka juga sadar bahwa dunia ini butuh perubahan dan saat mereka menjadi El-Fighter... mereka benar-benar menjalankan posisi mereka dengan serius. Perbedaannya...Nigulas lebih keras kepala dan bersih keras jika “orang jahat harus dimusnahkan demi perubahan yang lebih baik” sedangkan Rikka terbilang lebih rasional dari Nigulas. Karena kesamaan itu...mereka memutuskan untuk menjadi lebih dari sekedar pasangan Alpha-Beta “ Jelas Rigel tentang Nigulas dan Rikka sambil teringat seperti apa mereka saat menjalankan suatu misi
“ Aku tidak menyangka mereka sepertinya cukup berjalan sebagai pasangan kerja dan pasangan romantis yaaaa...walau mereka punya pandangan yg berbeda dalam menangani musuh “ Ujar Dullart
“ Yap ! Begitulah mereka. Lalu ada Dennias dan Roy. Dennias adalah yang termuda...dialah pencipta dari DECA-I.Orangnya kikuk, mudah gelisah, imut dan dia sangat ahli dalam teknologi. Karena jarak usianya kami selalu menganggap dia seperti adik sendiri. Dan Roy...dia penuh semangat, aneh dan sangat berisik. Nigulas dan Rikka selalu memintanya untuk berpasangan denganku karena aku terlalu pendiam diantara kami berenam. Walau demikian dia sebenarnya orang yang cukup asyik “ Lanjut Rigel menjelaskan tentang Roy dan Dennias
“ Berenam ? Siapa lagi satunya ? “
“ Hide. Dia adalah penduduk asli kota ini. Diantara kami berlima...dia punya reputasi yang jauh lebih baik dari kami. Sebelum menjadi Zeta, dia membimbing kami untuk menjadi sosok yang lebih baik sebelum menjadi El-Fighter “ Jelas Rigel sambil menutup matanya dan wajahya perlahan memerah saat menjelaskan soal Hide
“ Hei~ Kenapa wajahmu memerah saat menceritakan soal Hide ? “ Tanya Dullart sambil menggodanya
“ Apa ?! Tidak ada ! Aku hanya kepanasan kok ! Bukan apa-apa ! “
“ Aaaah oke okeee~ Maaf aku sudah bertanya hal yang aneh-aneh~ “ Kata Dullart yag langsung minta maaf kepada Rigel
(Hening sesaat)
“ Oh ya...bagaimana perasaanmu saat kamu menjadi El-Fighter ? Apa penduduk disekitar menghormatimu sebagai sang penyelamat ? “ Tanya Dullart
“ Hmmmm...terkadang cara El-Fighter bisa tidak sejalan dengan apa yang diinginkan oleh penduduk “ Jawab Rigel
“ Hah ? “
“ Kamu mau tahu sesuatu ? Kami sebenarnya terkategori sebagai yang cukup kontroversial ! Itu karena kami rela melakukan apapun demi menghancurkan para penjahat dari aksi mereka yang berusaha untuk menguasai umat manusia. Permainan La-Sombra benar-benar sangat licik karena manipulasi mereka banyak berhasil mempengaruhi para penjabat. Dan karena itu Nigulas merasa akan lebih baik jika mereka menggunakan “cara terakhir” untuk menakluk mereka tanpa peduli mau rakyat suka atau tidak. Cara kami...bisa dibilang hampir berhasil. Dan konsekuensinya...kami dipandang sebagai El-Fighter yang paling kontroversial yag pernah ada “ Jelas Rigel
“ Begitu ya...Nah ini membuatku berpikir seperti apa cara Tazuya dan yang lain akan menangani musuh mereka nanti “
“ Berdoa saja mereka menggunakan cara yang pas asal mereka tidak ada niat untuk menggunakan cara yang berlebihan yang berpotensi akan menjadikan mereka figur yang jauh lebih kontroversial dari kami “ Jelas Rigel dengan tenang sambil menatap langit
“ Ya Rigel-san. Aku percaya mereka bisa menjadi penerus yang lebih baik “ Ujar Dullart
Bell tanda istirahat berbunyi di SMA Internasional Shinjitsu. Saat semua siswa-siswi kelas 1-LA-A beserta Pak Monroe meninggalkan ruang kesenian, Ryuga menghampiri Jubei dan Vlada. Ryuga meminta izin kepada Vlada bahwa ia ingin bicara dengan Jubei tentang sesuatu hal yang ingin ia sampaikan dan Vlada mengizinkannya dengan senang hati
“ Jadi kamu masih trauma dengan masa-masa saat kamu menjadi aktris ? “ Jubei bertanya dengan Vlada
“ Yeah~ dan untungnya aku tahu bagaimana cara membujuk Pak Monroe agar aku tidak mendapat bagian dalam tugas drama. Dengan menjadi penyanyi backsound untuk momen ikonik dalam drama nanti. Ditambah lagi anak-anak kelas 1-SOCIO-A emang banyak pintar dalam main alat musik dan bernyanyi “ Jelas Vlada
“ Anuu...maaf...permisi ! “ Panggil Ryuga dari belakang Vlada dan Jubei
“ Ada apa...Mangetsu ? “ Tanya Vlada
“ Ah...bisakah aku bicara dengan Jubei ? Ada yang ingin kubicarakan dengan dia...yaaa masalah yang agak-“
“ Aaaaah~ Tidak masalah~ Jubei-chan buruan ajak dia bicara ! Aku lihat Mangetsu agak sedikit tidak bersemangat hari ini~ “
“ Okeeee~ Ayo Ryuga-kun kita-“
“ Bagus ! Ayo kita keruang kesenian ! “ Ryuga langsung menarik tangan Jubei dan mengajaknya keruang kesenian
“ Uwaaaa~ “
Ryuga mengajak Jubei pergi keruang kesenian. Sebelum Ryuga memulai pembicaraannya, Jubei mengatakan kepada si pemuda berambut magenta tersebut bahwa ia akhir-akhir ini melihatnya memikirkan sesuatu tidak seperti biasanya
__ADS_1
“ Oke~ kelihatannya ini tempat yang bagus untuk bicara secara pribadi “ Jelas Ryuga sambil membawanya keruang ganti kostum
“ Ryuga-kun...aku lihat akhir-akhir ini kamu jadi lebih pendiam dan terlihat memikirkan sesuatu tidak seperti biasanya ! Apa kamu ada masalah ? “ Tanya Jubei
“ Itu...ya ! Itu benar ! Ada yang sedang kupikirkan dan itu membuatku sedikit agak...bingung “ Jelas Ryuga
“ Bingung ? “
“ Yaaaa. Aku sebenarnya tidak ingin mengecewakan Hideyuki maupun Tuan Rigel. Kupikir aku bisa menerima diriku sebagai calon El-Fighter. Tapi ternyata itu tidak semudah apa yang aku kira “ Ryuga menjelaskan tentang permasalahannya
“...”
Mendengar penjelasan dari Ryuga, Jubei tidak berkata apa-apa dan akhirnya Ryuga melanjutkan maksud dari keluh-kesahnya. Ryuga merasa bahwa ia ragu untuk menjadi El-Fighter karena status rasnya sebagai Spezialist, ras manusia supernatural yang menjadi musuh utama para Fighter. Hal ini membuat Ryuga sedikit ragu apakah dia ditakdrikan untuk menjadi musuh atau teman
“ Kamu sendiri tahu soal Spezialist ‘kan ? Ras yang membenci Fighter karena merasa Fighter mengambil ahli posisi sebagai “pelindung umat” dan apa yang terjadi dengan leluhur keluarga kami “
“ Yaaaa...aku tahu itu semua darimu. Tapi itu dendam masa lalu dan tidak ada hubungannya dengan kita “
“ Aku ragu kenapa aku harus dipilih menjadi calon El-Fighter. Apa disini akan menjadi penentu pilihan apa aku harus menjadi teman atau musuh kalian dimasa depan ? Aku...naaah ini benar-benar sangat membingungkan ! Apa aku benar-benar ditakdirkan dan dilahirkan menjadi orang jahat atau orang baik “ Jelas Ryuga sambil meraba topeng yang terpasang di dinding
“ Ryuga-kun ! Tidak ada orang yang terlahir sebagai orang jahat ! Orang jahat itu ada karena mereka memilih menjadi jahat. Jadi...jangan ragu soal itu ! Aku yakin kamu tidak akan memilih menjadi orang jahat karena kamu masih peduli dengan keluargamu...teman-temanmu dan orang disekitarmu “ Kata Jubei dengan nada tegasnya
“ Tapi kelihatannya Fighter lain menganggap kami adalah “jelmaan kejahatan” karena ulah para Spezialist pendahulu “
“ Kalau begitu...tunjukan bahwa Spezialist tidak selalu jahat atau seburuk apa yang mereka pikirkan ! “ Jelas Jubei dengan nada tegas
“...”
“ Memahami satu sama lain emang sulit...tapi aku yakin...suatu saat Fighter lain bisa memahamimu...Ryuga-kun “ Jubei memlanjutkan penjelasannya dengan nada rendah dan pelan
Ryuga terdiam sesaat saat mendengar perkataan dari Jubei. Ryuga kemudian menghadap Jubei dengan ekspresi netralnya dan alisnya perlahan naik. Kemudian ia bertanya kepada Jubei sesuatu yang membuat gadis berambut biru itu sedikit terkejut
“ Begitu ya, Aaaah Jubei...aku ingin bertanya kepadamu. Menurutmu... aku ini apa untukmu ? Teman ? atau musuhmu ? “
“ Aaaaaah “
“...“
“ Akuuu...eeeennnngg...kitaaaa...sudah pasti adalah sahabat ! Iya’kan ?! “ Jawab Jubei yang awalnya ragu kemudian menjawabnya dengan nada yang agak tinggi dengan wajah sedikit memerah
“ Ah! Be-benar’kah ? Baguslah kalau begitu...aku lega mendengarnya. Iya’kan...teman-teman ? “
Ryuga menyadari bahwa Tazuya, Inuya dan Ataru mendengarkan pembicaraan mereka secara diam-diam dari balik pintu. Saat Ryuga memanggil mereka bertiga, Inuya mengatakan bahwa Ataru yang mengajak mereka kemari karena kemampuan penglihatan masa depannya
“ Aaaaaaah ternyata kalian ! Tidak baik tahu nguping pembicaraan orang ! “ Gerutu Jubei
“ Maaf~ kami kesini karena Ataru mengajak kami. Katanya itu menurut penglihatan masa depannya yang membuat ia sedikit penasaran “ Jelas Inuya
“ Mungkin Ataru agak cemas karena takutnya yaaa... kalian akan melakukan sesuatu yang skandal disini hehehe~“ Celetuk Tazuya
“ Jangan salah ! Kami tidak akan melakukan apa yang kalian pikirkan ! “ Gerutu Ryuga
“ Okeee okeee...maaf jika terkesan kami agak mengkepoin urusan kalian “ Jelas Ataru
“ Jadi begitu...Ryuga...aku tahu kenapa kamu sedikit ragu dengan posisimu. Dan ketahuilah...bukan hanya kamu saja yang ragu akan posisi sebagai calon El-Fighter “ Tazuya angkat bicara kepada Ryuga
“...”
“Kau tahu...aku yaaaa dan mungkin yang lain benar-benar tidak menyangka akan menjadi El-Fighter karena berbagai alasan. Tapi soal keraguanmu...tenanglah...kami tidak akan langsung menganggapmu sebagai musuh “ Jelas Inuya
“ Ya...sesuai kata Jubei, dendam lama para Spezialist terhadap Fighter tidak ada hubungannya dengan kita. Dan mungkin tidak semua Spezialist juga tahu dendam yang kamu maksud “ Jelas Tazuya
“ Lalu, menurut kalian aku ini apa dimata kalian semua ? “
“ Kamu masih bertanya soal pertanyaan konyol itu ? “ Tanya Inuya dengan nada sarkastis
“ Sudah jelas’kan, kamu adalah teman kami ! Kita juga sudah mengenalmu sejak SMP kelas 1 ! Jadi kami yakin bahwa kamu bukanlah tipe yang akan mengkhianati kami “ Jelas Tazuya
“...”
“ Ah soal yang waktu itu...aku minta maaf karena telah berpikir kamu adalah seorang pengkhianat dan mencurigaimu “ Lanjut Tazuya sambil menawarkan jabat tangan dengan Ryuga
“ Ya. Tidak masalah. Aku senang kalian masih bisa menerimaku apa adanya “ Jawab Ryuga dengan memberikan senyuman hangat kepada mereka berempat
*****
Para V-FIGHTER kemudian keluar dari ruang kesenian dan bersama-sama mereka pergi ketoko sekolah mereka untuk membeli makanan dan minuman mereka, dan setelah itu mereka bersama–sama duduk di sebuah monumen empat keluarga ternama di Shinjitsu yang terletak disamping area taman sekolah mereka disebelah barat
“ Okeeee kita duduk disini saja “ Ajak Tazuya
“ Ingat ! Jangan mengotori tempat ini atau tidak kita bisa kena semprot oleh Pak Torikage kaya waktu itu ! ” Peringat Inuya
“ Hei ! Aku ini bukan orang seperti itu ! Jadi jangan cemas~ “ Kata Ataru
“ Habisnya siiih~ penampilanmu seperti anak-anak berandal lainnya~ Tidak heran kamu selalu jadi targetnya Pak Torigake dan Pak Victor “ Ledek Tazuya
“ Heeei kau bicara seperti itu serasa tidak pernah menjadi target para guru ya~ “ Jawab Ataru dengan nada jengkelnya
Mendengar perkataanya Ataru, Tazuya tidak bisa berkata apa dan langsung menutup mulut dengan tangannya karena malu. Yang membuat Inuya dan yang lainnya tertawa melihatnya
“ Target ya “ Kata Tazuya dengan nada pelan
“...“
“ Tapi itu benar sih...aku sebenarnya adalah targetnya si orang yang bernama Sandy Miller. Kalian masih ingat preman yang pernah menyerang kita ? Ya mereka adalah orang-orang suruhannya Sandy ! Saat mendengar tentang “musuh yang sesungguhnya”...aku selalu berpikir bahwa si Sandy akan menjadi target utama kita “ Jelas Tazuya
“ Jadi apa permasalahmu dengan si Sandy itu ? “ Tanya Ryuga
“ Eaaagggh...entahlah ! Aku juga pusing memikirkan orang itu ! Datang-datang langsung bilang “aku benci kamu !” dan sering menerorku dari SMS ! Ia pikir bahwa aku ada perasaan dengan Karin Umida ! “ Tazuya lanjut menjelaskan dengan nada kesalnya
“ Okeee kalau aku dengar kelihatannya ancamannya tidak begitu sebesar si Pangeran Alien yang kita temui kemarin. Tapi aku mengerti perasaanmu “ Kata Inuya
“ Naaaaah ! Jika aku ada waktu atau kalau aku masih “peduli” dengan dia...aku ingin sekali menghampirinya dan menghancurkan tengkorak kepalanya dengan tanganku “ Jelas Tazuya
“ Jika kau butuh bantuan aku siap membantumu “ Kata Ataru
“ Dan masalahnyaaaa...kelihatannya Karin berteman cukup baik dengan si keparat itu! Jadi aku masih bingung bagaimana cara menyingkirkannya tanpa harus terlihat oleh Karin ! “ Jelas Tazuya sambil berpikir
“ Hmmmmmm “
“ OKEEEEE ! Maaf’kan aku Tazuya...aku mengerti perasaanmu dengan si pemuda bernama Sandy itu...Tapiiiii...ayo jangan lupa dengan target pertama kita ! Si pangeran alien itu dan anak buah beserta robot-robot pembunuhnya~ Jika kamu memang sangat membenci si Sandy itu dan berharap ia disingkirkan tanpa harus dilihat oleh temanmu itu...doa’kan saja semoga dia bisa mati oleh serangan para alien itu “ Kata Jubei yang bicara panjang lebar kepada Tazuya agar ia tidak lupa akan misi pertama mereka
“ Errrr...Jubei ! Kamu ada benarnya ! Tapi jangan khawatir...aku tidak lupa kok tentang si Pangeran itu ! “ Kata Tazuya
“ Aaaah syukurlah~ “
“ Menurut kalian...apa kita bisa memahami motif para musuh ? “ Tanya Tazuya kepada yang lain
“ Naah ! Itu dia permasalahannya ! Memahami musuh itu sama sulitnya dengan memahami perasaan para cewek “ Celetuk Inuya
“ Hey ! Aku tidak sesulit yang kamu bayangkan ! “ Gerutu Jubei
“ Jangankan musuh...aku juga sebenarnya agak sulit untuk memahami perasaan ayah yang sebenarnya...juga apa yang sebenarnya ia pikirkan karena beliau sering meremehkan aku. Walau demikian...aku ingin tahu apa yang sebenarnya ayah pikirkan tentang aku “ Jelas Ryuga sambil memikirkan Hugo
“ Kalau menurutmu apa yang akan kita lakukan jika kita tahu motif dari musuh ? Apa kau akan menceramahinya agar dia mau menjadi baik lagi ? “ Tanya Ataru
“ Sejujurnya aku bukan sosok yang suka menceramahi orang lain. Walaupun kita tahu apa motif mereka...itu bukan artinya berhenti bertarung untuk menghentikannya. Kita adalah El-Fighter...kita ditakdirkan untuk bertarung melawan musuh yang berpotensi menghancurkan masa depan umat “ Jelas Tazuya dengan ekspresi seriusnya kepada mereka berempat
Dari atas gedung yang tidak jauh dari sekolah, sosok wanita tinggi dan pasangannya terlihat memperhatikan kearah Tazuya dan yang lain. Saat Tazuya merasakan kehadirannya dan memperhatikannya, wanita tersebut langsung menghilang dengan cepat tanpa meninggalkan jejak apapun
“ Tunggu ! “
“ Uh ? “
“ Devleen ! Aku merasakan sesuatu ! “
“ Apa ?! “
“ Yeaaah ! Aku merasakan...diriku ! Disana ! “ Kata wanita misterius itu sambil memperhatikan kearah Tazuya
(Di Monumen di SMA Internasional Shinjitsu)
“ Ah ! “ Tazuya yang kaget langsung melihat kearah tempat si wanita misterius itu berada
“ Ada apa ? “ Tanya Inuya
“ Ummm tidak ada ! Kupikir hari ini akan segera hujan karena perasaanku rasanya ada tetetas air yang jatuh diwajahku “ Jawab Tazuya
“ Mungkin kejatuhan kotoran burung ? “ Tanya Jubei
“ Aaaah bukan! Bukan kok ! Aduuuh Jubei ada-ada saja kamu ! “ Gerutu Tazuya
Tazuya kemudian melihat kearah gedung sebelumnya dan berpikir akan siapa yang ia rasakan. Disis lain, Wanita misterius tersebut juga berpikir yang sama dengan Tazuya saat ia lari menghindar dari tatapannya
__ADS_1
“ Siapa dia ?! “ Pikir Tazuya dan wanita tersebut dari dalam hati
*****