El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
109. AKIBAT TERLALU NEKAT I


__ADS_3

Tim Dullart masih menghadapi Morsdantaque diruangannya. Pertarungan masih seri dan ruangan milik sang Pangeran tersebut sudah porak poranda karena pertarungan mereka berempat. Morsdantaque memiliki stamina yang sangat besar yang membuat ia masih bisa berdiri walau berkali-kali terkena serangan dari Tim Dullart


( Traaaaaaaang! Traaaaaaaaang! Traaaaaaaaaang! Traaaaaang! )


“ Kuat juga kau bocah ! Aku yakin darah Kazenoidmu itu sangat membantumu dan menciptakan stamina yang sangat besar ! ” Ujar Morsdantaque yang kembali bangkit kepada Tazuya


“ Kau juga... aku takjub denganmu... masih bisa berdiri walau berkali-kali terkena serangan kami ! Kuakui kau memang lawan yang tangguh ! “ Ujar Tazuya yang sedikit kelelahan


“ Kalau kau sudah tahu... menyerah saja ! Sebelum aku membuat kalian berdua menyerah dengan paksa ! “ Ujar Morsdantaque yang kembali mempersiapkan pedangnya untuk menyerang Tazuya dan Ataru


( SYAAAAAAAAAAAT! TRAAAAAAAAAAANG! )


“ Huh ?! “ Morsdantaque langsung menangkis serangan dari Dullart


“ HYAAAAAH ! “


( TRAAAAAANG! TRAAAAAAAANG! TRAAAAAAANG! TRAAAAAANG! )


“ Heh ! Nekat sekali kau ! Aku suka keberanianmu ! “ Ujar Morsdantaque


“ INI DEMI MASA DEPAN ! “ Gumam Dullart yang terus menyerangnya


( TRAAAAAANG! TRAAAAAAAANG! TRAAAAAAANG! TRAAAAAANG! )


“ Agh ! “ Rintih Dullart saat tangannya terkena tebasann Morsdantaque


( TRAAAK ! )


“ Cara menangkismu salah ! “ Ujar Morsdantaque yang kembali melancarkan serangan kearah Dullart


“ HAAAAAAAAAAAAH ! “ Tazuya kembali menyerang Morsdantaque dengan Kusanaginya


( TRAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAAANG! )


“ Apa ini ?! “ Tanya Morsdantaque yang sedikit heran dengan pedangnya tidak dapat menebas Tazuya


“ Jadi kau belum tahu soal Perisai Mental ?! HYAAAAAAAAAARRGGH ! “ Gumam Tazuya sambil langsung mengeluarkan dorongan Psikokinesis kearah Morsdantaque dengan sangat kuat yang menyebabkan ia terpental keluar dari Jendela ruangannya


( PRAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG !!! )


“ Tazuya-kun ! “ Panggil Ataru dengan nada tegurannya


“ Ma- maaf ! “ Jawab Tazuya dengan singkat


“ Tidak masalah ! Yang penting kita bisa leluasa untuk bertarung ! AYOO !!! “ Ajak Dullart sambil mengajak Ataru dan Tazuya untuk pergi ketempat Morsdantaque


“ Okee ! “


Dibalik jendela luar ruangannya Morsdantaque dimana Tazuya melempar sang Pangeran sulung itu keluar dari ruangannya ternyata ada sebuah ruang penguji coba khusus tempat untuk menguji coba beberapa teknologi baru umat Theta di militer


“ Hmph ! Jadi kau memutuskan untuk membongkar penyamaran kalian dengan bertarung disini ?! Tidak masalah ! Lagian itu juga akan memperluas masa pertarungan kita ! Jadi tidak usah malu-malu ! Karena aku sangat senang akhirnya aku bisa menghadapi Kazenoid dan Fighter karena kekuatan mereka yang luar biasa ! Ini akan semakin membuat seru pertarungan kita !“ Ujar Morsdantaque sambil memperhatikan jam digitalnya sambil kembali berdiri walau sudah didorong Tazuya dengan sangat kuat dengan Psikokinesisnya


“ Bagus ! Aku sebenarnya mengharapkan ini terjadi ! Dengan bertarung ditempat ini semua orang bisa menyaksikan penentuan tahta kekaisaran ! “ Jawab Dullart


“ Dan juga untuk masa depan umat kita masing-masing ! “ Lanjut Tazuya


“ Heh ! HAAAAAAAAH ! “


( TRAAAAAAAANG ! )


“ Keputusan yang bagus Pirang ! “ Puji Morsdantaque kepada Ataru yang menghentikan serangannya dengan sabit


“ Hoo ? Apa itu sebuah pujian ?! “ Tanya Ataru dengan nada curiganya dan melanjutkan pertarungannya


“ Bagus jika kau sadar itu bukalah sebuah pujian ! “


( TRAAAAAAAANG! TRAAAAAAAN! TRAAAAAAAAAAANG! )


“ Hyaaaaaaaaaaah ! “ Tazuya dan Dullart bergegas untuk membantu Ataru menghadapi sang pangeran tersebut


( SYAAAAAAAAAT! SYAAAAAAAAAAAT! SYAAAAAAAT! )


Sementara itu, Glabe terlihat masih berusaha untuk mencari cara keluar dari ruang pertemuan darurat. Glabe mengalami kesulitan untuk membebaskan dirinya keluar karena ia sedang tidak membawa senjatanya dan sistem pengamanan diruangan itu terganggu dan diretas oleh DECA-I


( BRAAAK! BRAAAK! BRAAAAK! )


“ Cih ! Aku tidak bisa menghubungi siapa-siapa ! Sialan mereka ! Tidak kusangka mereka bisa menjadi pintar dan selicik ini ! Kemana mereka menahan Galaztis dan yang lain ! “ Gerutu Glabe yang kelelahan dan kembali memeriksa sistem pengaman ruangan tersebut


Glabe kemudian terdiam dan memikirkan sesuatu sambil memejamkan matanya. Ia terlihat sedang berfokus untuk mencari cara lain untuk membukakan pintu tersebut sambil memperhatikan telapak tangannya


“ HAAAAAAAAAAAAAH ! “ Glabe tiba-tiba bangkit dari duduknya dan meninju kearah pintu yang ada dibelakangnya sekuat tenaga


( DUAAAGH ! )


“ Hmph ! Kurasa tidak ada pilihan lain ! HYAAAAAAAH ! “ Ujar Glabe dengan percaya dirinya dan memutuskan untuk mengulang aksinya agar bisa keluar dan mencari para penyusup


( DUAAAAGH! DUAAAAGH! DUAAAAGH! DUAAAAAGH! )


Ditempatnya Energateez, Jubei telah kembali dan melapor kepada sang mantan prajurit elit tersebut jika ketiga prajurit elit lainnya telah berada diruang mesin belakang. Disaat yang bersamaan, DECA-I mengeluh mulai kelelahan dan tidak mampu bertahan lama untuk meretas semua sistem di Kapal Induk kepada mereka berdua dan meminta untuk melepaskan koneksi tersebut untuk beristirahat


“ Aku kembali~ “


“ Hei cewek ! Bagaimana situasi disana ? “ Sambut Energateez


“ Semua teman-temanmu sudah ada disana ! Tazuya dan yang lain sudah memulai pertarungan mereka sedangkan Ryuga-kun beserta teman kecilmu akan segera kemari “ Jelas Jubei


“ Samp-san ! Hmmm~ apa dia akhirnya- “


“ Ummm~ teman-temaaan~ Bi- bisakah aku bisa beristirahat sebentar ? Selalu terhubung dengan teknologi asing ini membuat energiku banyak terkuraaaas~ “ Keluh DECA-I yang mulai kelelahan

__ADS_1


“ Apa teman robot anda bisa dipanggil sekarang ? “ Tanya Jubei


“ Bisa ! Robot kuning ! Kelihatannya tidak ada siapa-siapa diruanganku ! Jadi aku bisa memanggil Boo-Boo kecilku disana “ Jelas Energateez sambil memperhatikan ruangannya dari balik kamera pengawas


“ Ah ! Ada yang datang ! “ Jubei tiba-tiba mendengar suara langkah kaki yang sangat asing ia dengar


“ Oh tidak ! Sembunyi ! “ Energateez yang panik meminta mereka untuk mengaktifkan program kamuflase


Energateez dengan cepat langsung mematikan komputer yang ada diruang pertemuan tersebut dan langsung mengaktifkan program kamuflasenya. Mereka bertiga bersembunyi dibalik meja kerja ruangan itu. Ternyata yang memasuki ruangan itu adalah Letjen Levirra bersama dengan Brigadir Hardstonee


“ Letjen ! Aku dengar ada musuh yang berhasil memasuki Kapal Induk ini ! Menurut laporan rekaman pembicaraan antara si musuh dan Pangeran Morsdantaque... mereka sebenarnya tidak sendirian ! Karena Tuan Muda Dullart ada bersama mereka ! Apa ini kemungkinan Penasehat Oxtoroo dan Kapten Swift Polly juga bersama mereka ? “ Lapor Brigadir Hardstonee disaat yang bersamaan sang Letjen sendang memeriksa komputer diruangan tersebut


“ Bisa saja ! Karena aku mendengar laporan jika mereka meretas sistem pengaman dikapal induk ! “ Ujar Letjen Levirra


“ Meretas seluruh sistem pengaman Kapal Induk ?! Itu gila ! Apa Prajurit Energateez ikut bersama mereka ?! Mengingat ia sendiri sudah menjadi pengkhianat bersama Tuan Muda dan yang lainnya ! “ Gumam sang Brigadir


“ Hmmm ! Celaka ! Ini benar-benar sudah diretas ! Ah ! Tidak ada gunanya jika aku terus-terusan disini ! “ Kata Lejen Levirra yang sedikit jengkel saat mengetahui sistem pengamanan sudah diretas oleh DECA-I dan Energateez


“ Jadi- “


“ Ini benar-benar sulit tanpa ada ahli teknologi muda yang bisa mencari sumber permasalahannya ! Aku akan memanggil Pak Louss ! Brigadir ! Tetaplah diposisi dan jika kau temukan penyusupnya... lawan mereka ! “ Ujar Levirra yang langsung mematikan komputer tersebut dan berusaha untuk mencari keberadaan Pak Louss sambil memberi peringatan kepada Hardstonee untuk berhati-hati


“ Siap ! “ Brigadir juga ikut keluar dari ruang pertemuan


“ Fyuuh ! Selamat ! “ Jubei lega saat tidak ada yang mencurigai mereka bertiga


“ Pak Louss... Samp-san... “ Gumam Energateez dari dalam hati


Kembali keruangan Gretue, Argus akhirnya kembali angkat bicara untuk membujuknya ikut bertarung dan membantu Dullart untuk merebut kembali tahta kekaisarannya demi masa depan kedua umat


“ Pangeranku ! Ayo ! Kita bersama-sama saling membantu demi masa depan umat kita ! Jika anda ikut bersama kami... ini akan mempermudah Tuan Muda untuk merebut kembali tahta kekaisaran ! “ Jelas Argus dengan nada tegasnya


“...”


“ Bagaimana... Pangeranku ? “ Tanya Argus dengan pelan


“ Kau benar ! Mungkin jika aku ikut membantu kalian... kita pasti bisa menang ! Tapi... maafkan aku Argus ! Aku tidak yakin... aku akan membantu kalian semua ! Karena jika aku ikut... Dullart akan semakin mendapat masalah besar ! “ Gumam Gretue sambil mengeluarkan pedangnya


“ Ah !! “


“ Maafkan aku ! Argus ! “ Gumam Gretue yang langsung menyerang kearah mereka berdua


*****


Diruang mesin belakang, Galaztis bersama dengan Meteoralez dan Rough Polly masih berada disana sambil mencari cara untuk bisa keluar dari ruangan tersebut. Sambil berpikir, Rough Polly bisa merasakan getaran dari atas mereka dan berpikir jika Morsdantaque sedang sangat menikmati pertarungannya dengan Tim Dullart


( BRAAAK! BRAAAAK! BRAAAAK! BRAAAAK! )


“ Haaah ! Haaaah ! Okeee~ aku menyerah ! “ Keluh Galaztis


“ Sini ! Biar aku yang- “


“ Lalu ?! Apa yang harus kita lakukan disini ?! Duduk dan menunggu ?! Pangeran kita pasti sedang dalam masalah untuk menghadapi Fighter sialan itu ! “ Tanya Meteoralez dengan nada tegasnya


“ Jangan cemas~ Musuh sialan itu dengan sangat baik meninggalkan air putih besar dengan tiga bungkus roti disini~ dan jugaaaaa... ember ? Kelihatannya kita bisa untuk berpura-pura untuk kekamar mandi karena mereka menyiapkan ini ! “ Jelas Galaztis sambil memperhatikan barang-barang yang Jubei tinggalkan untuk mereka bertiga


“ Baik~ itu menjijikan ! “ Gerutu Meteoralez


“ Hmmmm~ sepertinya Pangeran kita sedang perindah keruang uji coba yang berada disamping ruang pribadinya ! Kalau dipikir... kelihatannya Pangeran kita sedang menikmati pertarungan ini ! Kita tidak ada yang perlu kita cemaskan tentang beliau... aku yakin ia bisa menangani mereka ! “ Jelas Rough Polly sambil memperhatikan langit-langit ruangan tersebut


“ Kau yakin Tuan Muda datang seorang diri ? Mungkin saja kelima Fighter muda yang nakal itu juga berkeliaran disekitar sini ! “ Gumam Meteoralez


“ Kecil soal itu~ menurut kalian apa kalian punya ide untuk bisa keluar dari tempat ini ? “ Sahut Galaztis sambil menanyakan cara untuk keluar kepada mereka berdua


“ Hmmmmm “


Disisi lain, Ryuga dan Sampson memutuskan untuk kembali keposisi mereka masing-masing. Sebelum mereka melakukan itu, mereka tidak sengaja menabrak Letjen Levirra dan Brigadir Hardstonee yang sedang pergi mencari Pak Louss yang sedang tidak ada diruangannya


“ Fighter ! Tugasmu disini sudah selesai ! Kita harus kembali keposisi kita ! “ Gumam Sampson


“ Ya ! Kelihatannya pertarugan Hi- “


( BRUUUK ! )


“ AUH !! “


“ Adududuh ! Hei Kadet ! Pakai mata kalian kalau berjalan ! “ Tegur Brigadir Hardstonee denga nada tegasnya


“ HEI ! AN- Ma- maafkan aku ! “ Ryuga berusaha menahan emosi karena tegurannya Hardstonee yang tidak tahu bahwa ia mengalami kebutaan


“ Asisten Sampson ! Mana Pak Louss ?! Kami ingin bicara dengannya ! “ Tanya Letjen Levirra


“ Beliau bilang... ingin menemui Prajurit Rough Polly untuk menanyakan proyeknya “ Jelas Sampson yang bersikap seperti biasa


“ Hmmm~ Kita sudah kesana dan beliau tidak ada disana ! Jadi kemana dia sekarang ? Kita punya masalah serius tentang pengamanan sistem di Kapal Induk ini karena penyusup itu !” Jelas Levirra sambil mengingat dimana ia mencari Pak Louss di Laboratorium


Brigadir Hardstonee melirik kearah Ryuga dan mulai menaruh curiga kepadanya karena ia merasa tidak pernah menemui kadet yang mirip dengannya. Terlebih karena Hardstonee sendiri bertanggung jawab dalam mengurus penerimaan kadet muda yang baru


“ Tunggu sebentaaaar~ aku belum pernah melihat kadet seperti dirimu ! Siapa kau ini ? dan dari angkatan berapa kau ini ?! “ Tanya Hardstonee dengan nada curiganya


“ Aku... angkatan... ke 50 “ Ujar Ryuga dengan nada gugupnya


“ Hmmm~ “ Levirra kemudian memperhatikan lencana yang tertempel diseragam yang dipakai Ryuga


“ Angkatan ke 70 ! Berarti kau dari angkatan tahun sebelumnya ! Angkatan ke 50 berarti kau sudah disini hampir kurang lebih 20 tahun ! Aku belum pernah melihat anggota militer sepertimu ! Siapa kau ini ?! “ Lanjut Levirra sambil mendekati Ryuga


“ Asisten Sampson ! Apa kau kenal dia ?! “ tanya Hardstonee


“ Jangan-jangan ! Apa kau- “

__ADS_1


( BRAAAK !!! )


“ A- apa itu ?! “ Tanya Levirra yang terkejut mendengar suara yang kuat yang tidak jauh dari lokasi mereka saat ini


Tiba-tiba, mereka mendengar suara tabrakan yang sangat kuat berasal dari ruangan tempat dimana Glabe disekap oleh mereka berdua. Glabe ternyata berhasil keluar dari ruangan tersebut dengan berkali-kali meninju pintunya sampai kedua tangannya terluka dan memar


“ Fyuh ! Bagus ! “ Glabe yang keluar dengan kedua tangannya yang penuh luka langsung mengaktifkan sinyal peringatan yang berada disamping pintu keluar ruangan tersebut


( Biiip! Biiip! Biiip! )


“ Peringatan untuk semua yang ada disini ! El-Fighter dari bumi bersama dengan Tuan Muda Dullart berhasil menyusup kekapal induk ! Mereka sudah pasti menyamar dari salah satu prajurit bawahan kita ! Tiga dari prajurit elit Pangeran Morsdantaque juga disekap oleh mereka diruangan yang tidak kami ketahui ! Segera cepat cari mereka ! “ Glabe memberikan pesan suara kepada semua yang ada di kapal induk


“ Ah ! Jangan-jangan ! Kau i- “


( DUAGH ! )


“ Brigadir Hard- “


( DUAGH ! )


Merasakan jika rencana bagiannya gagal karena Glabe berhasil kabur beserta Levirra dan Hardstonee mulai menyadari keberadaan mereka, Ryuga akhirnya menyerang mereka berdua dengan sekali pukulan dibagian punggung belakang. Yang membuat mereka berdua langsung pingsan ditempat


“ Berani juga kau melawan wanita ! “ Ujar Sampson


“ Hah ! DISANA KAU ! “ Glabe yang melihat Ryuga langsung mengejarnya


“ Cih ! “ Ryuga langsung bergegas lari meninggalkan Sampson


“ Ah ! Oh tidak ! Oh tidak ! Oh tidak ! “ Sampson yang mulai cemas langsung pergi meninggalkan Levirra dan Hardstonee yang masih pingsan ditempat untuk menghindari kecurigaan


Glabe mengejar Ryuga dengan cepat agar ia bisa segera menangkapnya. Glabe mengeluarkan pencapit plasma untuk menangkap Ryuga yang bisa ia kendalikan dari jarak jauh. Ryuga yang menyadari aksinya langsung melindungi dirinya dengan perisai sihirnya


“ Hyaaaah ! “


( SYAAAT! SYAAAT! )


“ Ah ! “ Ryuga yang terkejut dengan kedatangan Glabe langsung melindungi dirinya dengan perisai sihir


( TRAAAK! TRAAAK! )


“ Walau kau terlahir buta... tapi bisa juga kau menghindari seranganku ! Spezialist memang spesies yang istimewah... dari Fighter !  “ Sahut Glabe sambi kembali menyerangnya dengan tangan kosong


( BUUG! BUUG! BUUG! BUUG! SYAAAAT! )


“ HAAAAAAH ! “ Ryuga berusaha untuk menendang Glabe


( DUAGH ! )


“ Tidak buruk ! HAAAAAAH ! “ Ujar Glabe sambil menahan kakinya Ryuga dan langsung melemparnya kearah dinding yang ada disebelah mereka


( BRAAAAAAAK ! )


“ Ayo seri- ah ! “ Glabe tiba-tiba ditembak oleh seseorang dari jauh saat ia berniat untuk kembali menyerang Ryuga


( SYAAAT! SYAAAT! SYAAAT! )


Tembakan tersebut kembali muncul kearah Glabe dan sang kapten dari prajurit elit tersebut berhasil menghindarinya dengan baik. Ryuga mengambil kesempatan untuk menyerangnya dari belakang. Glabe yang menyadarinya langsung kembali menangkis serangannya


“ Usaha yang bagus ! Tapi... kau tidak akan bisa melakukan ini jika bantuan tidak akan datang ! “ Gumam Glabe sambil tetap menyerang kearah Ryuga dan juga berkonsentrasi mencari sumber tembakan tersebut


( BUUG! BUUG! BUUG! BUUG! SYAAAT! SYAAAT! SYAAAT! )


“ Hmph ! DISANA ! “ Glabe yang bisa merasakan sang penembak misterius langsung melemparkan capit plasmanya kearah sebelah kanannya dan mengaktifkan aliran listrik kearahnya


( ZAAAAAAASH ! )


“ HYAH ! “ Ternyata sang penembak misterius tersebut adalah Jubei dengan sistem kamuflasenya dan ia langsung pingsan karena serangan dari Glabe


Ryuga yang melihat ini sangat terkejut. Glabe menjelaskan kepadanya jika capit yang ia gunakan bisa menyerang dan mendeteksi seseorang yang mengaktifkan sistem kamuflase


“ Jubei ! “ Panggil Ryuga


“ Capit ini bisa mendeteksi seseorang yang tidak terlihat ! Apalagi sistem kamuflase yang kalian pakai itu adalah salah satu dari teknologi kami ! Kalian terlihat jelas belum terbiasa dengan itu ! “ Jelas Glabe sambil mengaktifkan beberapa robot Mini-me Legs yang keluar dari fentilasi kapal


( BUUUUUUM ! )


“ HAAAAAAAAH ! “ Glabe mengendalikan Mini-me Legs untuk menyerang Ryuga


“ KKHHH ! “ Ryuga berusaha melindungi dirinya dan Jubei dari kerumunan robot kecil tersebut


( SYAAAT! SYAAAT! BRAAAAAK ! )


“ AGH ! “ Rintih Ryuga saat perisai sihirnya


“ HAAH ! “ Glabe tiba-tiba muncul didepannya dan langsung meninjunya sebelum Ryuga dapat melakukan penyerangan


( DUAAGH ! )


Ryuga dan Jubei berhasil dikalahkan oleh Glabe. Saat mengnon-aktifkan kerumunan robot tersebut dan mengembalikannya keruangan pribadinya, ia didatangi keempat tentara militer yang sedang mencari keberadaanya dan para prajurit elit lainnya yang disekap


“ Kapten Glabe ! Apa yang barusan terjadi ?! “


“ Apa ini penyusupnya ?! “


“ Bantu aku bawa mereka keruang tahanan ! Setelah ini kita cari yang lain termasuk Galaztis dan yang lain ! Ayo ! “ Perintah Glabe


“ Baik !!! “


Saat Ryuga dan Jubei dibawa oleh mereka berlima, Sampson dari sisi lain mengintip mereka dengan ekspresi cemasnya karena ia tidak bisa berbuat apa-apa dan memutuskan untuk mencari keberadaan Pak Louss dan Jenderal Argus

__ADS_1


*****


__ADS_2