
Di asrama siswa, terlihat Tazuya dan semua siswa-siswi kelas 1-LA-A telah kembali dari rumah sakit. Pada jam 8 malam, terlihat Kiko beserta Vladimir, Alessander dan Ryuga sedang duduk diruang tamu sambil menonton sebuah drama tentang seorang wanita yang diusir dari rumah oleh saudara tirinya yang berhasil merebut harta warisan ayahnya
“ Hueeeeeeeeee. . . Dasar Mai-chan ! Aku tidak menyangka wanita seperti dia tidak bisa melawan saudaranya
sendiriiiii ! “ Kata Kiko dengan geram sambil menonton acara tersebut
“ Hei. . .itukan Cuma film konyol yang disajikan untuk para penonton yang mudah sensitif. Kau sendiri tahu setiap drama televisi isinya selalu sama dan membosankan, bukan ? “ Gerutu Vladimir
“ Yaaaa. . . walau begitu aku tidak tahu kenapa aku penasaran sama ceritanya~ “ Kata Kiko sambil memeluk bantal
sofa
“ Hap ! “ Tazuya tiba-tiba datang dan langsung mengambil remote TV dari tangan Kiko
“ Heeeeeeeeeeeeeeiii ! Apa yang kau lakukan ?! “
“ Menyelamatkanmu dari tontonan yang konyol dan mencarikanmu acara yang lebih menghibur ! Lagian aku juga rada jijik lihat muka sedihmu saat sedang menonton acara itu ! “ Jelas Tazuya sambil menggantikan acara Sitkom berjudul Neighborhood in Sunnyfield
“ Aaaah baguslah. Akhirnya kau memberikan acara yang lebih bermanfaat ketimbang yang tadi “ Kata Alessander
sambil meminum soda kaleng
“ Kalian tahu. . . drama yang kutonton barusan itu biasanya kalau diterbitkan dalam bentuk novel, para gadis-gadis pasti akan menyukainya. Seperti tentang para pria playboy tampan. . . wanita cantik. . . tentang pernikahan. . .dan banyak deh “ Jelas Kiko
“ Kau tahu, Komarih. . . semua genre yang kamu sebut tidak ada disana yang merupakan favoritku “ Gerutu Vladimir
“ Oh ya. . . bagaimana dengan lomba naskah ceritamu, Komarih-san. Apa sudah dikirim ke Tsuki Entertaiment ?
“ Tanya Ryuga
“ Tentu saja. Tapi. . . aku tidak yakin apa naskahku akan diterima atau tidak “ Keluh Kiko
“ Yaaaa. . . coba masukkan saja. Siapa tahu kamu bisa beruntung diperlombaan itu “ Kata Tazuya
Tidak lama kemudian, Inuya dan Danmari datang menghampiri mereka sambil menawarkan untuk bermain “JengArco” sembari bersantai diruang tamu. Mendengar tawaran tersebut, Kiko dan yang lain langsung setujuh untuk memainkan JengArco bersama-sama
“ Ahoy semuaaaa~ “ Sapa Danmari
“ Ohhh. . .Kosugi. . . Namidashi “ Balas Vladimir
“ Bagaimana kalau hari ini kita main JengArco saja ? “ Tanya Inuya sambil meletakan sebuah kotak JengArco diatas
meja tamu
“ Ah ! JengArco! Boleh-boleh ! “ Kata Kiko penuh dengang semangat
“ Woaaaah keren ! Sudah lama aku tidak memainkan ini ! “ Ujar Ataru
“ Eerr. . . tapi aku tidak pernah memainkan ini “ Kata Tazuya
“ Really ? Jadi kamu tidak pernah main kartu Arco ? “ Tanya Alessander
“ Jadi. . . ini sama dengan Arco ? “ Tazuya balik bertanya
“ Kalau kamu tidak tahu. . . nanti akan kuajarkan cara mainnya. Ini lebih seru dari kartu Arco “ Ajak Inuya
“ Uuuum. . . oke. . . kedengarannya ini memang seru “ Kata Tazuya yang akhirnya ikut duduk disamping Inuya
Disaat para siswa sedang menikmati bermain JengArco diasrama siswa, lain halnya dengan para siswi kelas 1-LA-A. Terlihat, mereka sedang duduk diruang tamu sambil menyaksikan konser dari Hikoboshi Akashinya dari televisi. Melihat yang sedang menyelenggarakan konser tersebut ialah kakak laki-laki kedua dari Haku, Jubei langsung menghampirinya untuk turun kebawah dan menikmati konser bersama-sama
“ Lihat ! Sudah mulai ! “ Teriak Hikari dengan penuh semangat sambil menunjuk kearah TV
“ Hooo. . . Itu Hikoboshi ? Woah. . . konsernya benar-benar ramai yaaa ! “ Kata Vlada sambil memperhatikan TV
“ Kereeeen ! Ternyata bisa sama meriahnya dengan para Boyband K-Pop ya~ “ Kata Rattana
“ Oh. . . bukan’kah dia kakaknya Akashinya-san ? “ Tanya Machiko kepada yang lain
“ Mungkin. Coba lihat di Onpedia. Mungkin ada infonya~ “ Kata Jubei
“ Ya. Kamu benar. Hikoboshi dan Haku adalah saudara. Juga CEO baru Akashi-Tech Corporation yang bernama
Shirofumi adalah kakak tertua dari mereka berdua “ Jelas Rattana sambil membaca Onpedia tentang keluarga Akashinya
“ Jubei-chan . . . Haku mana ? “ Tanya Vlada kepada Jubei
“ Hmm. . .sepertinya dia masih ada di kamar. Aku akan memanggilnya dulu “
“ Okee~ “
Jubei memasuki kamarnya dan melihat Haku sedang asyik sendirian bermain video game dari tabletnya sambil mendengarkan lagu dari Headphone-nya seorang diri. Sejak hari pertama memasuki jam pelajaran seperti biasa, Jubei mengajukan sebagai teman sekamar dan sebangkunya Haku, dikarenakan para siswi kelas 1-LA-A lain agak kaku untuk berteman dengan putri bungsu dari keluarga terkaya di Neo-Jepang
“ Ah. . . ternyata disini. Hei. . . Haku “
“ Oh. . . Kak Jubei “ Kata Haku yang menyadari kedatangan Jubei dan langsung melepaskan Headphone-nya
“ Kenapa sendirian disini ? Ayo ikut kami kebawah sambil menonton konser kakakmu diruang tamu “ Ajak Jubei
“ Apa. . . boleh ? “ Tanya Haku dengan nada keraguan
“ Heeee. . .kata siapa tidak boleh~ Ayo kebawah, apalagi kamu adalah yang paling jarang ngumpul bersama kami dan selalu menyendiri loh. Apa kamu ada masalah dengan kami ? atau apa ? “ Tanya Jubei sambil mendekati Haku
“ Tidak ada “ Jawab Haku dengan singkat dan tersenyum
“ Errr. . .baiklah. . .jika tidak ada masalah. . .ayo. . .kita kelantai bawah “
“ Oke “ Haku menyetujui ajakan Jubei sambil mematikan tabletnya
Haku dan Jubei turun kebawah secara bersamaan. Saat menuju ruang tamu, Vlada langsung menyambut Haku dan mengajaknya untuk duduk bersama dengan yang lain sambil melihat konser kakaknya dari TV
“ Aaaaaah. . .Akashinya-san ! “
“ Hai ! “
“ Ayo sini. . .sesekali berkumpulah bersama kami. Lagipula sekarang kakakmu lagi mengadakan konser “ Ajak Rattana
“ Apa kamu tidak keberatan untuk berkumpul bersama kami ? Kamu tahu. . .diantara kita semua, kamulah yang sangat jarang berkumpul dan lebih menyendiri. Elma-chan. . .yaaa walau dia selalu cemberut tapi dia sering loh berkumpul dengan kita-kita “ Jelas Hikari
“ Benarkah ? “
“ Yaaa. Apa kamu ada masalah dengan kami sehingga kamu memilih untuk menyendiri ? “ Tanya Vlada
“ Ti . . .tidak ada. Tenang . . .tidak ada kok. Aku hanya. . . tidak tahu bagaimana cara bersenang-senang dengan yang lain” Jelas Haku sambil malu-malu dan menundukan kepalanya sedikit
“ Yaaa. . . mungkin saja karena kamu tidak begitu dekat dengan perempuan lain dilingkunganmu dan jauh lebih dekat dengan kedua kakakmu. . . atau mungkin kamu dulunya tidak ada waktu untuk untuk mencari teman semasa kamu sekolah di SMP ? “ Kata Hikari
“ Mmmm. . .bisa jadi. . . begitu “
Mendengar jawaban dari Haku, Jubei akhirnya mengajak Haku untuk duduk dan bersenang-senang bersama mereka sambil menikmati acara konser. Saat menonton, Haku mengatakan bahwa ia merindukan kedua saudara laki-lakinya bersama dengan ayahnya
“ Ohohooo. . . oke oke. . . Haku, ayo duduk bersama kami. Tidak ada salahnya ‘kan kamu mau bergabung bersama
dengan kita ? “ Tanya Jubei
“ Ya. Tidak masalah “
“ Baguuuus~ Aaaah coba ya Elma ada disini, pasti bakal seru kalau dia bersama kita~ “ Kata Hikari
__ADS_1
( Haku kemudian kearah TV)
“ Katanya sih ini sekalian peluncuran album terbarunya. Rumor dia juga kerjasama dengan band lain dari UES-Inggris “ Jelas Rattana
“ Pantas saja konser terbarunya kebanyakan pergi ke Eropa “ Kata Vlada
“ Apa kamu sering mengontaknya selama kamu berada di Asrama ? “ Tanya Jubei
“ Terkadang. Dia sama sibuknya dengan Kak Shiro dan ayah akhir-akhir ini. Itupun. . . saat aku pertama kali masuk SMA, Kak Hiko masih berada di UES-Eropa “ Jelas Haku
“ Hmmm. . . kalau misalnya Hikoboshi ada di Shinjitsu, bisakah kamu mengajak kami untuk bertemu dengannya ?" Tanya Hikari
“ Ah. . . uuuumm. . .bi. . .bisa. . . tapi itu jika dia ada waktu luang. Mungkin dia bisa diajak bertemu “ Kata Haku
“ Tidak masalah~ Anggap saja ini adalah jumpa fans~ “
“ Mungkin pas liburan musim panas dia akan kesini, Hikari-chan “ Kata Rattana
“ Aku akan hubungi Elma untuk melihatnya melalui siaran langsung di internet. Siapa tahu dia suka “ Kata Machiko
Haku kemudian melihat kearah Jubei dengan ekspresi bingungnya. Jubei, sambil tersenyum kepadanya dan berkata untuk “nikmati saja. Mereka sangat menyukai performa dari kakakmu” kepada Haku. Dan itu membuat Haku juga balas memberikan senyuman kepadanya
*****
Di kapal induk Theta, terlihat Borg dan yang lain akhirnya selesai untuk menyiapkan segala persiapan diruang
pertemuan kekaisaran untuk pidato kekaisaran untuk mengumumkan koloni baru untuk para pekerja di galaksi Theta
“ Okeeeee~ Apa Beevitationnya sudah siap untuk dipakai ? “ Tanya Borg
“ Ummm yap. Anda bisa mencobanya dengan menghubungi Zolt-san disana “ Kata salah satu prajurit yang ada disana
( Beevitation langsung aktif dan menghubungi Zolt yang berada di Galaksi Theta)
“ Oke. Hmmm. . . tes. . .tes. . . Zolt. . .Hei Zolt. . . Halooooo. Apa kau- “
“ HEI ! SIAPA SIH YANG TERIAK SAAT MENIKMATI WAKTU MAN-“
“ Hei ! Apa kabar “ Tanya Borg dengan nada monoton sambil melihat Zolt
“ Ah. . .Anuu. . . uuuumm. . . maafkan aku Letnan Borg ! Aaaah. . .ada apa anda memanggilku mendadak seperti ini dari Beevitation ? “ Tanya Zolt sambil menutup badannya dengan tirai saat menyadari bahwa Borg menghubunginya
“ Yang-Mulia beserta Pangeran Gretue akan mengadakan pidato tentang koloni terbaru untuk para pekerja di Planet
Gaa-Naz. Katanya sih. . . Planet tersebut sudah bisa dihuni oleh kita semua “ Jelas Borg
“ Haaa ? Gaa-Naz ? Jadi akhirnya planet itu sudah ditaklukan oleh mereka. Hebat sekali ! “
“ Yaaa . . itu semua karena kerja keras dari Pangeran Morsdantaque. Ah ya. . . tolong beritahu para pekerja lain
untuk menghidupkan siaran Beevitation mereka. Karena tidak lama lagi, Yang-Mulia dan Pangeran Gretue akan memulai pidato mereka “
“ Siap, Letnan ! Akan saya kerjakan ! “
Saat Zolt mengakhiri pembicaraan mereka, Borg kemudian melirik kearah jam diruangan pertemuan. Terlihat jam sudah menunjukan jam 8.45. Sambil memberikan pesan tertulis kepada Gretue, Borg mendekati prajurit elit milik Gretue lain yang sedang memperhatikan para kadet prajurit lainnya yang sedang melakukan persiapan
“ Wah waaah, Borg. Kecapekan setelah membantu para kadet ? “ Tanya Pearly dengan nada sarkastisnya
“ Kalian bertiga ngapain disini kalau tidak membantu mereka, hah ? Dasar. . . mentang-mentang kalian prajurit elit kalian enggan menolong mereka dan asyik menonton dari atas ! “ Gerutu Borg
“ Hei ! Pangeran itu menyuruhmu, bukan kita bertiga. Kami disini hanya memantaumu untuk memastikan kamu mengerjakan pekerjaanmu dengan sangat baik “ Jelas Hobbs
“ Terserah ! Sini Eetch-san. . . berikan aku Staberr Nectarnya ! Aku haus ! “
“ Ah. . .ini dia ! “
“ Terima kasih ! “
“ Hei. . .kenapa kalian heran dengantingkah lakunya seperti itu. Dia’kan memang agak kikuk dengan orang lain.
Bukankah kau sudah kenal dia saat duduk dibangku sekolah ? “ Jelas Eetch kepada Hobbs
“ Yaaa. . . tapi itu bukan berartidia berani membentak dengan kita tentang minuman ini. Dia bilang minuman yang
ada dimeja itu adalah pesanan dari Pangeran Morsdantaque “ Kata Pearly
“ Nah. . .apalagi dia disuruh PangeranMorsdantaque. Wajar saja dia agak canggung, dia pasti tidak ingin dimarahi
beliau karena kesalahan kecil. Kamu sendiri juga tahu seperti apa Pangeran Morsdantaque ? Ia sangat tidak suka adanya “ketidak sempurnaan” dan kesalahan, mau sekecil apapun itu “ Eetch kembali melanjutkan penjelasannya
Mendengar penjelasan dari saudaramya Koseena, Peary dan Hobbs memutuskan untuk tidak menanyakan lagi soal tingkah laku dari adiknya tersebut karena merasa Eetch lebih memahami karakteristik tentang Koseena ketimbang mereka
“ . . . “
“ Yaaaa. . . mungkin saja itu benar. Apalagi, dia adikmu, Eetch-san. Jadi kau lebih tahu seperti apa dia ketimbang
kami “ jelas Hobbs
“ Haha. . .tentu saja. Dia memang sulit untuk mengubah sifat penakut dan kikuknya dari dulu. Bisa kukatakan agak
berlebihan terlebih ia sering diutus oleh Pangeran Morsdantaque “ Jelas Eetch dengan tertawa kecilnya
“ Ayo cepat habiskan minuman kalian sebelum Pangeran Morsdantaque memanggil kita ! “
“ Ah . . .Kau benar Hobbs. . . ayo cepat ! “
Sementara itu, Kaisar Zozo terlihat melihat informasi tentang koloni barunya yang ada di Planet Gaa-Naz dari informasi yang dikumpulkan oleh Morsdantaque. Setelah melihat semua laporan tersebut, Zozo kemudian teringat dengan perkataan Morsdantaque tentang ia masih mempercayai Dullart yang lari dari mereka dan usahanya untuk mencoba berdamai dengan putra bungsunya tersebut. Zozo tahu bahwa Morsdantaque berkata seperti itu karena pada dasarnya, ia tidak suka dnegan keputusan Zozo untuk memilih Dullart menjadi penerusnya ketimbang dia
“ Haaaa . . . anak itu ! Apa dia
sendiri tidak tahu umur dan sejarah keluarga kita ?! Dasar ! “
( Zozo terdiam sejenak dan memperhatikanfoto ketiga putranya )
“ Dullart, anakku. . . apa kamu maumemaafkan ayahmu karena kebeodohannya mempercayai suatu kebohongan ? Kamusendiri tahu betapa aku sangat mempercayaimu dan mendidikmu dengan baik untuk menjadi penerus yang lebih superior “ Kata Zozo kepada dirinya sendiri
Diruangan Morsdantaque, terlihat ia sedang melihat informasi tentang bumi berkat data yang telah diretas oleh Rough Polly. Sambil melihat monitor, Morsdantaque teringat dimana hari pertama dia berdinas di Planet Asterizou, salah satu planet yang menjadi koloni Theta, saat ia berusia 17 tahun. Disaat itu, Dullart ikut bersamanya dan ia masih berusia 10 tahun
(Flashback On)
“ Morsdaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan~ “
“ Uuuggh ! “ Geram Morsdantaque dengan panggilannya Dullart
“ Morsdaaaan~ “
“ Uugh. . . kamu ternyata. Siapa yang memberimu izin pergi ketempat ini ? “
“ Siapa lagi kalau bukan ayah “ Jawab Dullart dengan senyuman menyeringainya
“ Hooo ! Oke. . . bodohnya aku lupa soal itu. Tapi itu bukan berarti kamu berhak untuk melihat kerjaku. Tolong
sayang, pergilah dari sini “ Kata Morsdantaque yang meminta untuk adiknya tidak mengganggu pekerjaannya
Dullart hanya terdiam dan menatapnya dengan ekspresi cemberutnya dari belakang. Tidak lama kemudian, sinyal dari komputer berbunyi dan menunjukan bahwa pesawat dari planet Theta sudah sampai sambil membawa para prajurit militer dan beberapa perkerja untuk ditempatkan disana
“ Ah bagus ! Sampai juga mereka ! “
__ADS_1
“ Siapa ? “
“ Rombongan prajurit dan pekerja yang diutus ayah untuk pergi keplanet ini “
“ Woaaah. . .kereeen ! Dipercayai ayah untuk menjadi komandan mereka !
“ Berbeda denganmu. . . aku jauh lebih berpengalaman “
Mendengar perkataannya Morsdantaque, Dullart menjadi sangat tersinggung. Ia kemudian marah besar kepada Morsdantaque dengan mengatakan bahwa ia adalah bagian dari kekaisaran, dan merasa berhak ikut dalam
kemiliteran karena merasa bahwa ia juga punya posisi yang sama pentingnya dengan kedua kakak lelakinya
“ Oooooh! Mentang-mentang kau dipercaya untuk mengomando para prajurit kau bisa menjadi sombong seperti itu ! Kau lupa bahwa aku ini salah satu bagian dari kekaisaran juga ! “ Teriak Gretue yang marah dengan Morsdantaque
“ Kau ini bicara apa, Dullart ! Dan beraninya kau menaikan suaramu didepanku, hah !” Morsdantaque balik membentaki adiknya
“ Aku ini sama seperti ayah. . . Gree. . .dan juga kau ! Aku bagaian dari kekaisaran ! Aku pantas diperlakukan sama seperti kalian ! Karena aku juga sama pentingnya dari kalian ! “
“ Dan kenapa kau tidak mencoba untuk mendapatkannya. . .Dullart ! “
“ Uuuhhhh ! “
“ Ch. . . Ada-ada saja anak itu ! “
Karena kesal Morsdantaque tidak memberikan apa yang ia inginkan, Dullart langsung berlari meninggalkan ruangan tersebut. Sambil melihat kearah pintu ruang pemantauan, Dullart melihat kearah telapak tangannya, dan kemudian meninju kearah kaca jendela yang ada disampingnya. Yang membuat kaca jendela tersebut pecah karena amarahnya
“ Dasar ! Rrrrrrrrrrrrrgggghhh ! “
( BRAAAAK !)
( Flashback Off)
Morsdantaque kemudian membukakan matanya, dan melihat jam sudah menunjukan jam 9 malam. Ia langsung menghubungi Enegarteez, Galaztis dan Meteoralez, untuk mengikutinya pergi keruang pertemuan
“ Cih. . . dasar si anak sialan itu “ Gerutu Morsdantaque
(Morsdantaque membuka komputernya dan memanggil prajurit elitnya)
“ Energateez. . .Gaaztis. . .Meteoralez ! Ayo kita bersiap ! Karena acaranya akan dimulai ! “ Panggil Morsdantaque dari komputer mereka bertiga
“ Siap, Pangeranku ! “
“ Bagus ! Ayo ! “
*****
Gretue terlihat telah berada diruang pertemuan bersama dengan prajurit elitnya dan tiga petinggi kekaisaran lainnya. Disaat Morsdantaque dan ketiga prajurit elitnya pergi menuju ruang pertemuan, mereka tidak sengaja menghampiri Glabe, salah satu prajurit elit milik Morsdantaque, yang dikhususkan dalam misi dalam pembasmi musuh dan mencari informasi tentang target yang diinginkan Morsdantaque
“ G-Glabe-san ?! “
“ Aaaaah. . . Glabe ! Kau sudah kembali juga akhirnya ! “ Kata Morsdantaque
“ Ah. . . ya, Pangeranku. Aku baru saja kembali dari misi yang anda perintahkan kepadaku. Bagaimana dengan anda dan yang lain saat dari misi Gaa-Naz ? “ Tanya Glabe sambil melanjutkan perjalanan mereka menuju ruang pertemuan
“ Seperti yang kamu tahu. . . cukup rumit. Tapi akhirnya kami berhasil menganganinya “
“ Baguslah. . . anda mau pergi kemana ? “
“ Ikut kami keruang pertemuan. Rough Polly tidak bisa datang karena dia sibuk mengurus pekerjaannya diruangannya “
“ Hoo . . . oke. . . aku ikut ! “
Morsdantaque dan para rombongan akhirnya memasuki ruang pertemuan. Disana, Glabe menyadari bahwa Jenderal Argus tidak ada diruangan tersebut. Saat ia bertanya keberadaanya, Meteoralez hanya menjawab bahwa Argus sedang menjalankan misi khusus bersama Oxtoroo, Swift Polly, Pak Kepala Louss dan Sampson. Dan moderator pada acaranya akan digantikan oleh Letjen Levirra, wakil dari Argus
“ Akhirnya anda sudah kembali, Brigadir Glabe “ Sambut Gretue
“ Ya, Pangeranku “ Jawab Glabe sambil memberinya hormat
“ Kalian. . . pergilah keposisi kalian disana “ Perintah Morsdantaque kepada prajurit elitnya untuk duduk disamping prajurit elit milik Gretue
“ Siap, Pangeranku ! “
( Semua prajurit elit Morsdantaque pergi ketempat duduk mereka)
“ Mana Jenderal ? “ Bisik Glabe kepada Meteoralez
“ Ah. . . .itu. . .Kaisar memberinya misi khusus untuk memantau Oxtoroo dan Swift Polly dalam misi pencarian dan
eksplorasi tentang planet yang bernama bumi. Dengar-dengar sih. . .Pak Louss dan Sampson juga diutus oleh beliau “ Jelas Meteoralez
“ Hmmmm . . . . “
Letjen Levirra menaik keatas podium untuk membuka acaranya, dan terlihat Beevitation telah diaktifkan oleh Borg agar bisa dilihat oleh semua para pekerja yang ada di Galaksi Theta
“ Selamat malam, tuan dan nyonya. Terima kasih atas kedatangan kalian dalam pertemuan ini. Malam ini, saya akan menggantikan Jenderal dalam acara pertemuan dalam pembicaraan koloni baru di Planet Gaa-Naz- “
Gretue kemudian melihat bahwa Zozo belum datang ketempat, dan mengirimkan pesan kepada salah satu prajurit elitnya untuk memanggil Zozo. Disaat Gretue terfokus dengan mengetik pesannya, ia dipanggil oleh Levirra, dan bertanya tentang keberadaan Zozo
“ Pangeran. . .Pangeran Gretue ? “
“ Ah. . .Iya ? “
“ Dimana Yang-Mulia ? Ini saatnya beliau memberikan pidatonya “ Tanya Levirra
“ Ah. . .beliau belum datang ? “ Tanya Morsdantaque
“ Letnan Kolonel Denzell. . . apa anda sudah memanggil beliau untuk datang kemari ? “ Tanya Gretue kepada sang Kolonel
“ Ya. Tapi dari tadi beliau tidak menanggapi semua panggilanku. Aku sudah mengutus Kadet Fangos untuk- “
“ CELAKA ! CELAKAAAA ! “
Tiba-tiba, Kadet Fangos datang dengan penuh kepanikan keruang pertemuan. Disaat Denzell bertanya kenapa Fangos berlari dengan penuh kepanikan keruang pertemuan, sang Kadet memberitahu bahwa ia menemukan Zozo tidak sadarkan diri didalam kamarnya, dengan darah keluar dari hidung dan mulutnya. Yang membuat seisi ruang
pertemuan beserta para pekerja yang mendengarkan acara dari Beevitation sontak menjadi kaget dan panik mendengar perkataan sang Kadet
“ Kadet Fangos ! Ada apa ?! “
“ Gawat ! Gawat ! Yang Mulia . . . Yang Mulia tidak sadarkan diri di dalam kamarnya ?! “
“ APA ?! “
“ AYO CEPAT ! PANGGIL TIM MEDIS !!! “ Perintah Morsdantaque
“ Levirra ! Matikan Beevitation ! Kita dalam masalah besar ! “ Perintah Gretue kepada sang Letjen Levirra
“ Ah. . .Dimengeri ! “
(Semua koneksi Beevitation dimatikan oleh Levirra)
“ Hei. . .ada apa ya ? “ Tanya salah satu pekerja
“ Kau tidak dengar . . . tadi ada yang bilang Yang-Mulia sedang dalam bahaya !”
“Apa ?! “
“ Haaaaah ! “
__ADS_1
“ Semoga saja. . . Yang-Mulia tidak apa-apa !!! “ Kata sang pekerja wanita dengan penuh harapan
*****