El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
122. Hesitate Can Kill You


__ADS_3

Kenapa kau tidak bilang yang datang kemari adalah Nenekku ?! “ Tanya Tazuya kepada DECA-I sambil dibantu Anodyne untuk bangkit


“ Aku ingin memberitahumu~ tapi kelihatannya kamu terlalu panik untuk diberitahu sampai-sampai kamu ditegur oleh Nyonya Trueax karena kepanikanmu itu ! “ Celetuk DECA-I


“ Ya nek ! Aku juga tidak menyangka bisa bertemu dengan anda disini ! Tapi ketahuilah... aku disini bukan untuk bersenang-senang ! Karena ini... adalah misi besar pertama... menjadi... calon El-Fighter “ Jelas Tazuya dengan nada keraguannya sambil memberitahu identitas rahasianya sebagai Calon El-Fighter


“ Kau ?! Calon El-Fighter ?! Jadi... yang waktu  itu... orang-orang yang memakai Battlesuit itu... Apa teman-temanmu juga sama seperti dirimu ?! “ Tanya Anodyne yang benar-benar terkejut dengan rahasia yang diungkapan Tazuya


“ I- i- iyaa~ itu... benar~ “ Jawab Tazuya yang masih dengan nada keraguannya dan senyuman menyeringainya


Anodyne sangat tidak menyangka jika cucu pertamanya itu tidak lain ialah seorang Calon El-Fighter. Dengan perasaan campur aduk antara bangga dan bingungnya, Anodyne kembali bertanya kepada Tazuya tentang tugasnya sebagai El-Fighter dan keberadaan rekan-rekannya saat ini


“ Okeeeee~ apa yang membuatmu tidak memberitahuku... soal pekerjaan rahasiamu ini?! Apa Xiella, ayahmu, pamanmu dan adik-adikmu tahu soal ini ?! Siapa yang menyuruhmu untuk merahasiakan ini semua ?! Bukan’kah identitas El-Fighter harus diketahui oleh umum ?! “ Tanya Anodyne dengan nada bingungnya


“ Sebenarnya... Paman dan adik-adikku belum tahu... dan aku menjadi calon El-Fighter hampir masuk 1 bulan... bukan sebelum kematian ayah dan ibu “ Jelas Tazuya dengan nada sedikit ragunya


“ Juga yang meminta untuk merahasiakan identitasnya adalah Rigel Orionis ! Mantan El-Fighter sebelumnya dan juga guru dari mereka~ dan itu sudah jadi peraturan baru karena pada dasarnya... sama seperti penciptaku... usia mereka terlalu awal untuk menjadi El-Fighter “ DECA-I menambahkan penjelasan kepada Anodyne


“ Rigel Orionis ?! Tidak... Mintaka! Umat Alien Thetoid itu ?! Kau mendapat guru yang sangat gila ! Terlebih karena dia adalah bekas Super Soldier dari planet asalnya ! “ Gumam Anodyne sambil teringat akan wajah Rigel di 15 tahun yang lalu


“ Mintaka ? “ Tanya Tazuya yang heran dengan nama yang disebutkan oleh sang Nenek


“ Ah ! Bagaimana dengan rekan-rekanmu ? Apa mereka harus menjaga identitas rahasia mereka juga seperi apa yang dikatakan oleh gurumu itu ? “ Tanya Anodyne tentang Inuya dan yang lain dengan nada sedikit curiganya


“ Mereka berempat... seusia denganku ! Jadi... otomatis... tidak ada yang tahu selain dari kami “ Jelas Tazuya dengan sedikit gugup


“ Okeee~ jadi... misi apa yang kalian jalankan ?! Dan juga...  dimana semua teman-temanmu itu ?! “ Anodyne kembali bertanya kepada Tazuya tentang misi yang mereka jalankan pada saat ini


“ Itu... “


Di sisi lain Kapal Induk, terlihat serangan yang dilancarkan oleh Galaztis mengenai Ataru. Serangan tersebut sebenarnya diperuntunkan untuk Rigel dan Pak Louss. Namun Ataru dengan cepat melindungi mereka berdua dengan membuat dirinya terkena serangan Crossbow tersebut yang membuatnya terlumpuhkan dan tidak bisa menggerakan tubuhnya


“ Ataru... Kurenai ! “ Panggil Rigel yang kembali sadar pasca didorong oleh Ataru untuk melindunginya dari serangan Galaztis


“ Menggunakan tubuhmu sendiri untuk melindungi mereka ?! Aku benar-benar suka akan keputusanmu ! Apa kau sudah tahu apa yang aku tembak barusan ?! “ Sahut Galaztis sambil mendekati tubuh Ataru


“ Sensasi ini... oooh... tidak ! “ Ataru merasakan sesuatu yang aneh didalam tubuhnya


“ Jadi kau sudah sadar ?! Menurut data dari Spidaro... itu adalah bukan tubuh asli... tapi tubuh buatan ! Sebagai arwah... kau punya kemampuan untuk bisa merasuki tubuh orang lain ! Tapi kau malah memilih tubuh buatan karena kau pikir itu akan membuatmu kebal dari serangan non-super natural “ Jelas Galaztis akan Nanobot yang ada didalam tubuhnya Ataru


“ Be- begitu ! Jadi... begitu ! Licik juga... kau ini ! “ Gumam Ataru sambil memperhatikan telapak tangannya dimana ia bisa melihat urat nadi lengannya terlihat dan berwarna biru  keputihan


“ Tidaaak~ kita berdua sebenarnya cukup licik ! Itulah persamaan kita ! Karena itu... sungguh disayangkan jika aku... “ Galaztis mengaktifkan sistem Control-Nano FYBER-nya untuk mengendalikan tubuh Ataru dari Nanobot


“ Kkkh... tubuhku... “ Ataru kesakitan saat merasakan tubuhnya dipaksa untuk berdiri oleh Galaztis


“...membiarkanmu mati ditanganku ! Karena itulah... jika kau tidak bisa menjadi temanku~ maka aku yang akan membuatmu jadi temanmu “ Lanjut Galaztis sambil tersenyum kepada Ataru


( SYAAAAAAAT ! )


“ Hng ? “


( TRAAAAAAAANG ! )


“ Maafkan aku Tuan Rigel ! “ Galaztis mengendalikan tubuh Ataru dengan membuatnya menahan dan menangkis serangannya Rigel dengan tongkat sabitnya


“ Sial ! Ataru ! Keparat kalian ! “ Geram Rigel saat melihat Galaztis mengendalikan Ataru untuk bertarung dengannya


( TRAAAANG! TRAAAANG! TRAAAAANG! )


“  Heh ! Bagus temanku ! Tidak ada salahnya ‘kan kalau sesekali melanggar aturan dari orang dewasa bukan ?! “ Gumam Galaztis sambil dengan santainya terus mengendalikan Ataru untuk tetap bertarung melawan Rigel


( SYAAAT! SYAAAT! SYAAAT! SYAAAT! )


“ Kkh ! Jangan salah ! Aku ini... bukan remaja ! “ Gerutu Ataru yang tubuhnya dipaksa untuk bertarung oleh Galaztis


“ Ataru Kurenai ! Buat dirimu- “


( DUAAAAGH ! )


“ AGH ! “


“ HATI-HATI TUAN RIGEL !!! “ Teriak Ataru saat ia dibuat untuk kembali meninju Rigel


( DUAGH! DUAGH! DUAGH! DUAGH ! )


“ Cela- “ Ataru terkejut saat ia melihat dirinya dikendalikan untuk menendang Rigel dengan sangat kuat dan membuatnya terbentur ke dinding


( BRUUUUUUK !!! )


“ Heh ! Kelihatannya kau tidak berani untuk melawan muridmu sendiri yaaa~ “ Ejek Galaztis sambil mengerahkan Ataru untuk pergi kearah Pak Louss yang masih belum sadar


“ Jangan salah ! Kau pikir aku adalah orang yang selembut itu ?! “ Ujar Rigel yang berusaha untuk bangkit dan kembali menghentikan Galaztis


Rigel kembali memanggil Anthemusanya dan berpikir sesaat tentang cara untuk menghentikan kegilaannya Galaztis tanpa harus melukai Ataru sambil teringat akan perkataan Rikka sang mantan Beta El-Fighter untuk jangan selalu ragu. Walaupun ia tahu Ataru tidak akan mudah terluka karena ia memakai tubuh palsu bukan tubuh manusia asli


“ Nak Ataru bilang itu bukan tubuh manusianya... tapi tetap saja... ia masih bisa merasakan segala jenis kesakitan “


Flashback On


( 17 Tahun yang lalu )


“ Rigel ! Kau disana ? “ Rikka menghampiri Rigel didalam ruangan pribadinya di gedung MIRA


“ Rikka-san “ Jawab Rigel dengan singkat dan tidak menghadap kepadanya


“ Ada apa ?! Sepertinya ada sesuatu yang mengganggumu “ Tanya Rikka

__ADS_1


“ Apa aku nanti akan bebas ? “ Rigel membalasnya dengan memberikan suatu pernyataan kepada Rikka


“ Hm ? “


“ Aku... sangat ini bebas ! Tapi... apa aku harus menghadapi Masterku ? Agar aku bisa mendapatkan kebebasan yang sepenuhnya ?  “ Tanya Rigel dengan nada keraguannya


“ Kau sendiri bilang dia bukanlah orang yang pantas kau anggap ayah atau saudara tuamu karena kau hanya dianggap sebagai asetnya ! Lalu apa yang membuat dirimu ragu ?! Karena kamu memiliki DNA-nya ? “ Tanya Rikka tentang keraguannya Rigel


“ Itu... “


“ Kalau kamu sudah tahu situasi yang kamu hadapi adalah bukan waktu yang tepat untuk ragu... buang jauh-jauh perasaan itu ! Kita harus tahu dimana waktu yang tepat untuk ragu ! Keraguan bisa membunuhmu walau itu tidak akan menyebabkan kematianmu... tapi itu bisa membunuhmu dengan rasa penyesalan “ Jelas Rikka yang meminta Rigel untuk tahu dimana waktu yang tepat untuk ragu


“ Jadi... “


“ Kau ingin bebas dan menjadi dirimu sendiri tanpa harus terikat dengan orang yang memanfaatmu kan ? “ Rikka kembali mengingatkan Rigel akan keinginannya


“ Um ! Yaa ! “


“ Dan capailah itu tanpa ragu... jika kau masih ragu... yang ada adalah penyesalan “ Lanjut Rikka


“ Yaa ! Aku mengerti... Rikka-san “


Flashback Off


“ Ataru Kurenai ! Maaf ya... demi menghentikanmu dari cengkaramnya... aku harus melakukan ini kepadamu ! “ Ujar Rigel sambil bersiap mengarahkan Anthemusa kearah Ataru yang mulai meraih Pak Louss


Rigel mengarahkan Anthemusa dari kejauhan kearah Ataru. Tanpa keraguan, Rigel langsung menciptakan hembusan badai es yang sangat kuat yang menyebabkan daerah disekitarnya membeku


( BUUUUUUUUUUUUUUUUUUM !!! )


“ Apa ?! K- KAU...  “ Galaztis terkejut saat melihat hembusan badai es tersebut


“ Heh ! Celaka kau ! “ Gumam Ataru kepada Galaztis yang terkejut sambil tersenyum sebelum mereka bertiga tertelan oleh badai es yang kuat


( BWUUUUUUUUUUUUUUSSSHH !!! )


*****


Sambil mendengar semua penjelasan Tazuya tentang misi mereka dan alasan kenapa ia sedang tidak bersama dengan yang lain membuat Anodyne sangat terkejut dengan apa yang dilakukannya. Anodyne sangat tidak senang akan apa yang dilakukan cucunya dan menganggap Tazuya menjadi penakut karena terlalu patuh dengan peraturannya Rigel


“ KAU INI BODOH ATAU APA ?! Dasar ! Aku tidak menyangka kau bisa sebodoh ini wahai cucuku ! Apa yang membuatmu memilih mendengarkan Gurumu itu ketimbang menyelamatkan yang lain jika kau sudah tahu jika mereka dalam masalah ?! Kau ini bodoh apa takut ?! “ Tanya Anodyne dengan nada jengkelnya


“ Anda harus tahu satu hal Nek ! Jika aku kesana... maka pihak musuh aka menggunakanku sebagai boneka mereka untuk menyerang yang lain ! Karena mereka sudah menanamkan Nanobot didalam tubuhku ! Dan aku... tidak punya pilihan ! Dan sebenarnya itu juga bukan Tuan Rigel yang meminta... tapi Oxtoroo dan teman-temannya ! Karena mereka semua sudah memeriksa semua tubuhku “ Tazuya kembali menjelaskan alasannya


“ Nanobot yaa~ hmmmm~ aku pernah mendengar tentang itu ! “


“ Itu artinya... “


“ Tetap saja... kamu itu salah ! Karena kamu tidak berani melakukan sesuatu yang berharga demi menyelamatkan teman-temanmu ! “ Ujar Anodyne dengan nada tegasnya


“ Jika aku kesana... maka mereka akan menggunakanku untuk menyerang teman-temaku sendiri dan orang orang yang tidak terlibat ! “ Jawab Tazuya yang masih khawatir dengan konsenkuensi


“ Ah ! Itu... “


Tazuya terkejut saat mendengar akan perkataan dari Anodyne tentang semua konsenkuensi yang dihadapi Tazuya jika ia memilih tetap berada di pesawat atau pergi untuk menyelamatkan mereka. Ia sadar jika ia memilih salah satunya maka tidak akan ada yang menghasilkan konsekuensi yang bagus


“ Ada masalah ?! “ Tanya Anodyne dengan nada tegas yang masih sama


“ Konsekuensi ya ! Kalau kupikir sekali lagi... semuanya akan mendapatkan konsekuensi jika aku memilihnya ! Entah itu mendengar perkataan mereka dengan menetap di pesawat ini... atau aku datang menyelamatkan mereka... tetap saja aku akan menghadapi masalah ! Dan itu adalah... konsekuensi yang mau tidak mau harus aku hadapi ! “ Ujar Tazuya sambil memikirkan keberadan Inuya dan yang lain yang masih susah payah untuk bisa mengalahkan para prajurit elit tersebut


“ Hu’uh ! Itu kamu sendiri sudah tahu kan ?! “


“ Tapi nenek jangan salah sangka... dalam mengalahkan orang jahat... aku tidak pernah ragu ! Ibu sendiri bilang bahwa aku tidak boleh ragu dalam melawan orang jahat ! Aku sudah bisa melihat dengan kepalaku sendiri ! Ibu bilang... terkadang keraguan itu bisa membunuhmu ! Entah itu bisa menyebabkan kematian... atau rasa penyesalan ! Jadi nenek sudah tahu ‘kan alasan utama aku ragu saat ini... bukan karena tingkat kekuatan musuhnya ! Tapi karena teman-temanku ! Aku mempercayai kekuatan dan kemampuan mereka ! “ Jelas Tazuya sambil teringat momen dimana ia dan V-FIGHTER lain menjalani latihan dan kehidupan normal lainnya


“ Dengar cucuku... coba lihat mataku ini ! “ Kata Anodyne sambil menatap dan mendekati Tazuya


“ Eh ? “


“ Tataplah mataku ini Tazuya Hideyuki Iga ! Kau bisa lihat sendiri’kan... mataku ini penuh dengan keinginan dan penentuan ! Kau punya mata yang sama dengan Xiella ! Kami adalah orang yang tidak ragu dalam beraksi ! Karena kami punya keinginan yang kuat ! “ Jelas Anodyne kepada Tazuya


“ Keinginan... yang kuat ?! Apa saja keinginan yang kuat itu ?! “ Tanya Tazuya dengan nada ragunya


“ Apa saja ! Entah itu mencari cinta sejati... kebebasan... atau... mencari keadilan dan melindungi orang yang kamu sayangi ! Gapailah itu dengan caramu sendiri... dengan cara apapun ! Jika kau peduli dengan teman-temanmu dan keluargamu... lindungi mereka dari segala ancaman ! “ Ujar Anodyne yang membuat Tazuya kembali teringat akan kematian ibunya dan aksi Inuya yang menyelamatkannya 2 tahun yang lalu


“ Lindungi mereka... dari segala ancaman... “


Disaat yang bersamaan, Dullart terlihat masih melanjutkan pertarungannya dengan Morsdantaque. FYBER yang dikenakan mereka berdua sama-sama mampun meningkatkan kemampuan bertarung mereka dengan baik


( TRAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAANG! )


“ HAAAAH ! “ Dullart mengerahkan tebasan laser dari pedangnya


( ZYAAAAAAAAASSHH ! )


“ Cih ! “


( BUUUUUUUUM!!! )


“ Jangan pikir hanya kau saja yang bisa menggunakan itu ! “ Ujar Morsdantaque sambil bersiap untuk mengeluarkan tebasan lasernya kepada Dullart


“ Coba saja ! “ Tantang Dullart sambil kembali menebaskan tebasan lasernya


( ZYAAAASH ! ZYAAASH ! ZYAAAASH ! )


“ Triple Spark ! “ Morsdantaque mengeluarkan tiga tebasan laser dengan cepat untuk menangkis serangannya Dullart


( BUUUUUUUUUUUUUUUUUUUM !!! )

__ADS_1


“ Lambat ! “ Ejek Morsdantaque yang melompat dari kepulan asap dan bersiap untuk menebas


( TRAAAAAAANG ! )


“ Kkkh ! “


“ Siapa yang lambat sekarang ! “ Balas Dullart sambil berusaha untuk menahan tebasannya Morsdantaque


“ Jangan sombong kau ! “


( SYAAAAT! TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAAAANG! TRAAAAAANG! )


“ Oh tidak ! “Dullart panik saat melihat pedangnya terlempar oleh tebasannya Morsdataque


“ HAAAH ! “ Morsdantaque langsung menendang Dullart dengan sangat kuat yang membuat Dullart terpental dan menembus dinding yang ada dibelakangnya


( DUAAAGH ! BRUUUK )


“Celaka ! Ah ! Pangeran Gretue ! “ Argus terkejut saat melihat aksinya Morsdantaque yang menendang keras Dullart dan diikuti dengan Gretue yang bergegas untuk membantu Dullart


“ Bahkan dengan FYBER saja kamu tetap saja ka- “


( SYAAAAAT ! )


“ Ah ! “


( DUAAAAGGGH !!! BRUAGH !!! )


Gretue dengan cepat langsung mengaktifkan FYBERnya dan tanpa ragu ia langsung membalas serangan Morsdantaque dengan sangat kuat kearah dinding untuk mencegah aksi yang berpotensi akan kembali mengalahkan Dullart


“ Gree ! Kau... “ Morsdantaque terkejut dengan kedatangan Gretue


“ Sudah tidak ada yang harus ditakuti ! Ayo Morsdan ! Lawan aku ! “ Tantang Gretue yang bersiap untuk menghajat Mordantaque


( SYAAAAT! SYAAAT! SYAAAT! SYAAAAT! SYAAAAT! )


“ AH ! “ Gretue merasakan tubuhnya tiba-tiba tidak bisa digerakan


“ Masih tidak percaya jika aku memasukan Nanobot kedalam dirimu ?! “ Tanya Morsdantaque dengan senyum liciknya


“ Ciiih ! “


“ Model Monarch telah ditambah banyak fitur yang sangat berguna untuk menghentikan siapapun yang berani mengganggu pertarungan ! Termasuk menyalin semua data tentang Model Hawkmoth yang bisa melepaskan kendali Nanobot secara total ! “ Jelas Morsdantaque sambil membuat Gretue tunduk kepadanya


“ Kkkkh ! “


Tanpa Morsdantaque sadari, Dullart kembali bangkit dan dengan melesat cepat ia langsung mengarahkan pedangnya dan menusuknya dengan mengalirkan sengatan listrik


( ZAAAAAASH ! )


“ Aaaaah ! “


“ Urusan kita belum selesai ! Tapi kau memilih untuk menuntaskan hal yang lain ! Dasar makhluk picik ! “ Ejek Dullart


( JLEEEB !!! )


“ Apa ?! “ Dullart terkejut saat ada seseorang yang menusuk pundak kanannya dari belakang


“ Si keparat iniii ! “ Geram Gretue yang tubuhnya dipaksa untuk menusuk adiknya sendiri


( ZLEEEEB !! )


“ Uugh ! “ Rintih Dullart saat Gretue mencabut kembali pedang tersebut


“ Sudah kubilang... kalian itu mudah diprediksi ! “ Ejek Morsdantaque yang mengendalikan Gretue sambil berbaring


“ Mudah diprediksi katamu ?! “ Gumam Dullart dengan nada kegeramannya


“ Memang ! Dan itu sudah jadi buktinya ! “ Dengan cepat Morsdantaque berlari kearah Dullart dan bersiap untuk menebasnya


“ Kkkh ! “


( SYAAAAT! SYAAAT! TRAAAANG! TRAAAANG! SYAAAAT! )


“ Sialan ! Monster seperti dirimu... Aaaah ! “ Geram Dullart kepada Morsdantaque yang tiba-tiba diserang olehnya dengan menggunakan Gretue


Dengan liciknya, Morsdantaque masih tetap menggunakan Gretue untuk membuat Dullart menjadi kesulitan menghadapinya. Dullart sekeita teringat akan perkataan Rigel untuk tidak ragu dalam mengambil keputusan baik itu dalam pertarungan atau dalam melakukan suatu tindakan


( Flashback On )


“ Kau tahu Dullart-san... setiap pilihan memiliki konsenkuensi ! Entah itu konsekuensi dari hasil perbuatan positif atau yang negatif ! “ Ujar Rigel kepada Dullart saat mempersiapkan misi mereka ke Kapal Induk


“ Yaaa~ aku sebenarnya tahu soal itu “


“ Jika sudah tahu... hadapilah ! Hadapi tanpa ragu ! Jika kau akan mendapatkan Konsekuensi dalam bertarung melawan Morsdantaque... hadapilah ! Apalagi karena kau adalah penerus sejati dari Zozo bukan ?! “


( Flashback Off )


“ Sialan kau Morsdan ! Monster seperti dirimu... tidak akan kubiarkan dirimu mengontrol semuanya... termasuk orang-orang kita ! “ Ujar Dullart dengan nada tegasnya sambil bersiap untuk meninjunya dengan FYBER-nya


( SYAAAAAAAT ! )


“ Kau- “


“ HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH ! SONIC DOOM ! “


( DUAAAAAGH !!! BUUUUUUUUM !!! )

__ADS_1


*****


__ADS_2