El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
Malam Setelah Penyerangan


__ADS_3

Gretue dan Morsdantaque mendapat panggilan dari Koseena bahwa sajian makan malam untuk mereka sudah disajikan diruang makan khusus para anggota keluarga Kaisar. Mendengar hal itu, Gretue dan Morsdantaque langsung menyetujuinya dan meminta kepada Koseena untuk memanggil Kaisar Zozo untuk datang keruang makan


“ Permisi, Pangeranku. Aku ingin memberitahu kepada kalian bahwa sajian makan malamnya telah dipersiapkan “


Panggil Koseena melalui alat komunikasi dari Morsdantaque


“ Oooh. . .tak kusangka kalian menyediakannya dalam waktu yang sangat cepat. Aku suka orang yang cepat tangkap dalam urusan mereka ! “ Puji Morsdantaque


“ Baiklah ! Tolong panggilan Kaisar untuk datang keruang makan “ Perintah Gretue


“ Baik, Pangeranku ! “


“ Ayo, Gree. Sudah lama sekali yaaa kita tidak makan malam bersama~ “


“ Yaa. . . semenjak kita bertiga diajak ayah untuk menguasai Planet lain demi memperluas koloni baru “


Zozo yang sedang mempelajari tentang bumi kemudian mendapat panggilan dari Koseena untuk datang keruang makan mereka. Sebelum Zozo pergi keruangan tersebut, ia kemudian mematikan semua program yang ia pelajari, dan memasukan kapsul yang dikirim Argus dengan memasukannya dilaci khusus yang memiliki kode pengaman


“ Ah. . . Ya, ada apa ? “


“ Maaf Yang-Mulia karena saya telah mengganggu ketenangan anda. Saya ingin memberitahu bahwa sajian makan malam untuk anda sudah kami siapkan “


“ Aaaaahh. . . sudah saatnya makan malam kah ? Aku terlalu sibuk untuk belajar tentang bumi bahkan sampai lupa waktu makanku. Oke, aku akan datang ! “


“ Baik, Yang-Mulia “


“ A.I-MO. . . matikan sistem dikomputer ini, dan aktifkan kode pengamana dilaci mejaku ! “ Perintah Zozo kepada sistem A.I dikapal induk tersebut


“ Baik, Yang-Mulia ! “


Sesampainya diruang makan, terlihat Koseena dan koki prajurit lain yang bernama Bagheera telah menunggu Zozo beserta kedua putranya. Saat Zozo memasuki ruangan tersebut, Koseena langsung menyambutnya dan mengiringnya kemejanya


“ Selamat datang, Yang-Mulia. Silahkan masuk “


“ Woah. . .aku tidak menyangka kalian bisa menyiapkan ini semua dengan sempurna seperti di istana. Sangat jarang aku menikmati santapan seperti ini selama berada dikapal induk “ Komen Zozo sambil melihat-lihat seisi ruangan tersebut


“ Ah. . .ayah ! “


“ Morsdan ! Aaaah. . . apakah misimu sudah selesai di Gaa-Naz ? “


“ Bagus! Semuanya sudah beres. Kini Gaa-Naz sudah benar-benar takluk dan menjadi milik kita ! “ Balas Morsdantaque dengan senyuman liciknya


“ Aaaaaaahhh~ kerja yang bagus~ Gretue, apa kamu sudah siap untuk melakukan pertemuan dengan para pekerja diplanet kita ? “ Zozo bertanya kepada anak keduanya


“ Ya, Ayah. Borg sedang mempersiapkannya. Mungkin akan bisa dimulai setelah makan malam nanti “


“ Hmmm. . . sepertinya jamuan makan


malam ini untuk menyambut keberhasilanmu ya, Morsdan. Okeee. . .kalau begitu


tunggu apa lagi ! Ayo kita makan ! “


Sementara itu dirumah Rigel, terlihat Rigel bersama dengan Dullart baru saja selesai menyantap makan malam. Sebelum Rigel mengajaknya pergi keruang atas, Dullart bertanya tentang semua robot dan sistem A.I yang ada dirumahnya


“ Fuaaaaaaaaaaaaaaaahh~ “


“ Hoooo. . . kelihatannya kamu benar-benar menyukai masakanku yaaa~ “ Kata Rigel bersama dengan Cleanroid yang berada dibelakangnya


“ Yaaa. . . kurasa aku benar-benar menyukai ikan kukus dengan saus madu dan mayonaise yang kamu buat ini “


“ Cleanny. . . tolong dibersihkan “


“ Baik, Tuan Rigel “


“ Apa semua robot-robot yang ada dirumahmu ini adalah ciptaanmu ? “ Tanya Dullart sambik memperhatikan Cleanroid


“ Tidak. . . rata-rata adalah ciptaan dari sahabatku, Dennias. Dia sangat menyukai robot sejak aku pertama


kali bertemu dengannya, dan DECA-I adalah robot ciptaan pertamanya. Yaaa . . .walau aku cukup ahli merakit teknologi, tapi aku lebih suka dalam bagian memodifikasi “ Jelas Rigel


“ Ooooh. . . “


“  Nah . . . Dullart-san. . . ayo ikut aku kelantai atas “


Rigel mengajak Dullart pergi keruang bersantai yang terletak dilantai atas rumahnya. Saat memasuki ruangan tersebut, terlihat dari dalam ruangan tersebut cukup luas diberi cat warna gelap, dan memiliki bar, kursi panjang, meja kecil serta meja billiard


“ Oooohhh Woooow. . . ini mengingatkan aku pada ruang pribadiku diistana~ Apa anak-anak tahu ruangan ini ? “ Tanya Dullart sambil melihat seisi ruangan tersebut


“ Akan kuberitahu jika mereka sudah cukup umur “


“ Heeeh~ Tidak ada salahya kamu bilang kepada mereka, dengan syarat mereka tidak minum minuman yang ada dibar ini. . .hehehe~ “


“ Ya yaaa~ Aku hanya punya sake disini jika ingin meminum sesuatu yang agak kuat. Karena aku bukanlah orang


yang senang minuman seperti ini. Bar ini khusus jika kami menyediakan jus, smoothie dan soda “  Jelas Rigel


“ Baiklah. . .jika kamu tidak mau repot-repot menyediakan buah untuk jus aku mau sake saja “


“ Oke ! Duduklah disini “


Sembari menunggu Rigel mengambil botol sake dan cangkir untuk mereka berdua, Dullart kemudian teringat akan masa indahnya bersama Gretue dan Morsdantaque saat berada diistana. Terutama diistana pribadi milik mereka bertiga


“ Kamu tahu, Rigel. . . ini mengingatkan aku kepada saat aku berada diistana kami. Setiap kali kami selesai


dari pekerjaan kami, kami selalu pergi ruangan bar. . .yaaa walau waktu itu aku masih berusia 10 tahunan, tapi aku diizinkan masuk kesana “ Cerita Dullart


“ Benarkah ? Waaah. . .aku tidak menyangka kamu juga memiliki masa kecil yang cukup indah ya “


“ Yaaaa begitulah. . . kami sering sibuk dengan aktivitas kami masing-masing. Kau tahu, aktivitas sekolah militer.


. . dan latihan khusus untuk para pewaris kaisar. Terkadang, kami juga menghabiskan waktu kami diruang Jacuzzi, sambil main tebak-tebakkan lagu apa yang kami nyanyikan didalam air “


“ Lalu. . . apa yang membuat hubungan kamu dan kedua kakakmu merenggang ? Lalu. . . apa yang membuatmu lari dari mereka ?“


Mendengar pertanyaannya Rigel, Dullart terdiam. Walau dia agak berat untuk mengatakannya, namun ia akhirnya mau tidak mau menjelaskannya kepada Rigel agar ia bisa memahami situasinya


“ Aaaah. . . yaaa. . . itu dikarenakan aku tidak sengaja mendengar semua rencana Morsdan untuk melakukan


kudeta kekaisaran. Morsdan adalah orang yang pintar memutar balik situasi, sehingga saat aku dikejar oleh robot-robotnya. . . ia memberitahu kepada ayah bahwa aku dengan sengaja membocorkan rencana perluasan koloni Theta kepada pihak Anurrian, dan memanggilku dengan sebutan pengkhianat “ Jelas Dullart


“ . . . . “


“ Akhir-akhir ini, ayah lebih memilih mendengarkan perkataan Morsdan ketimbang aku, yang di didik sejak kecil


menjadi penerus beliau dan juga Gretue, dikarenakan semua prestasi Mordan. Dia selalu diandalkan dalam menaklukan penduduk disuatu planet dalam satu hari. Itulah kenapa kami bisa menguasai satu planet dengan cepat dan membangun koloni baru untuk umat Thetoid. Lalu aku teringat perkataan Gretue soal Fighter dari dimensi 13 yang terkenal kuat dan tangguh, jadi aku berniat untuk pergi kesana untuk meminta bantuan kepada mereka “ Lanjut Dullart


“. . . . “


Mendengar penjelasannya Dullart, Rigel kemudian bertanya kepada Dullart apakah penyerangan dari pesawat Superbia-07 itu adalah suruhan dari Morsdantaque. Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Rigel, Dullart yakin bawah Morsdantaque yang menyuruh Argus untuk membawa Superbia-07 untuk mencarinya dengan menghancurkan kota Shinjitsu


“ Jika kau tahu dia adalah tipe yang ditakuti di galaksi, apa kau yakin pesawat itu datang kekota ini adalah atas perintah darinya ? “


“ Ada kemungkinan besar. . . iya. Yang aku tahu setiap Morsdan ditugaskan untuk datang kesebuah planet yang akan dikuasai, ia selalu datang dengan pesawat yang dibekali sejata satelit seperti Astraser “ Jelas Dullart


“ Dan jika benar yang meyuruh mereka datang kesini adalah kakakmu, ini bisa celaka ! Aku rasa dia mengambi


kesempatan besar untuk bisa membasmimu disini agar dia bisa menjadi pewaris baru dari Zozo “ Kata Rigel yang berpikir tentang alasan Morsdantaque


“ Bisa jadi begitu “


“ Tazuya dan yang lain belum bisa menghadapi dia seorang diri. Jika mereka menghadapi prajurit Morsdantaque tanpa persiapan. . . bisa habis mereka semua ! “ Kata Rigel yang mencemaskan Tazuya dan yang lain sambil menatap kearah jendela ruang santai

__ADS_1


Disuatu pulau di daerah Oseania, terlihat Argus dan yang lainnya sedang mengecek keadaan Superbia-07 dan juga suasana di pulau tersebut


“ Okee~ sepertinya kita sudah sangat jauh dari mereka bertujuh, Jenderal “ Lapor Sampson melalui monitornya


“ Dan berita buruknya, para keparat tersebut berhasil menghancurkan Astraser ! Ini akan butuh waktu yang agak lama untuk memperbaikinya ! “ Gerutu Pak Louss


“ Bagaimana dengan situasi di pulau ini, Jenderal ? “ Tanya Oxtoroo yang baru saja sadar


“ Hoo. . .Oxtoroo. . . hmmm. . . aku sudah mengirimkan Beevitation untuk mengecek keberadaan pulau ini. Beruntungnya, tidak ada yang membahayakan didaerah ini “ Jelas Argus


“ Bagaimana dengan Tuan Muda ? “


“ Dia masih bersama dengan Fighter itu. Tapi jangan cemas. . . aku yakin dia tidak akan lari dari kota itu. Untuk


sementara. . . kita berfokus untuk memperbaiki pesawat dan mengistirahatkan diri “


“ Baik, Jenderal ! “


Argus kemudian keluar dari Superbia-07 untuk mencari udara segar, sambil menatap rembulan dan memikirkan tentang keberadaan Gretue dan yang lain dikapal induk


*****


Di kapal induk, setelah selesai makan malam, Zozo akhirnya berbicara kepada kedua putra sulungnya tentang kejadian saat Dullart pergi meninggalkan mereka. Sambil teringat akan masa terindah mereka, Zozo merasa bahwa ia merasa bersalah karena terlalu agresif untuk menghadapi putra bungsunya, yang membuat ia percaya bahwa Dullart memilih untuk lari dari keluarganya dan umat Thetoid


“ Terima kasih atas makan malamnya “


“ Oke. . .Nannca. . .tolong rapikan ini semua “ Perintah Zozo kepada salah satu pelayan didalam ruang makn tersebut sambil menunjukan beberapa piring yang kosong


“ Baik, Yang-Mulia “


“ Aaaaah. . .makan malam seperti ini benar-benar mengingat aku dengan kenangan makan bersama saat kita berada diistana. Kalian tahu, bersama dengan Dullart . . .dan sambil bercerita tentang bagaimana hari kalian seperti keluarga normal pada umumnya “ Ujar Zozo


“ Yaaaa. . . Dullart ya. . . tak kusangka ayah masih mengingat anak pembangkang itu walau dia lari dari kita “ Gerutu Morsdantaque


“ Seharusnya aku tidak begitu kasar dengannya saat itu “


Mendengar Zozo berkata seperti itu, tatapan Morsdantaque menjadi tajam kearah ayahnya, sedangkan Gretue malah kaget mendengar perkataannya tersebut


“ Apa. . . maksud anda ? “ Gretue bertanya kepada Zozo


“ Yaaa. . . saat salah satu anak buah Louss memeriksa isi dari komputernya Dullart, ia tidak menemukan bahwa


Dullart telah membocorkan informasi kepada Anurrian. Itupun ia juga dibantu Louss saat melakukan sidak dikomputer milik Dullart. Dan saat itu aku sadar bahwa aku sudah bertindak kasar tanpa berpikir panjang kepada Dullart yang menyebabkan ia lari dari kita “ Jelas Zozo dengan nada penyesalannya


“ Dan anda tahu apa yang ia lakukan sekarang ? Dia sekarang mengkhianati umat kita dan bergabung dengan Prisman “ Kata Morsdantaque


Zozo langsung terkejut mendengar pernyataan dari Morsdantaque. Kini, Zozo menjadi bimbang untuk mempercayai perkataan dari putra pertamanya atau tetap dalam pendiriannya bahwa Dullart tidak pernah mengkhianati umat Thetoid


“ Morsdan. . . apa-apaan yang kau bicarakan ini ? Apa kau punya bukti bahwa selama ini Dullart telah berkhianat


kepada kita ? “ Tanya Zozo


“ Yaaa. . . aku tahu kau tidak menyukai Dullart karena ayah lebih mempercayai dia sebagai penerusnya karena itu sudah tradisi. Apa kau bicara seperti ini karena- “


“ Gree, Adikku sayang . . . sudah kubilang dari tadi aku hanya berpikir dan bukan langsung menuduhnya. Coba kau


pikirkan. . . darimana para Fighter dan Prisman itu tahu soal Astraser ? “ Tanya Morsdantaque kepada Gretue


“ Kau tahu. . . ini adalah era dimana teknologi berkembang sangat cepat. Bisa saja mereka tahu karena- “


“ Dullart kemungkinan besar yang mengatakan ini semua kepada mereka “


“ Morsdan ! “


“ Hei ! Hei ! Sudah cukup ! “ Zozo menghentikan perdebatan mereka sambil memukul meja makan tersebut


( BRAK ! )


Melihat Zozo menghentikan perdebatan mereka, kedua Pangeran tersebut langsung terdiam. Zozo kemudian angkat bicara dengan mengatakan bahwa ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Morsdantaque, dan akan terus melakukan misi pencarian untuk bisa berdamai dengannya


“ Haaaaaahhh kalian iniiiii ! Bisa-bisanya bertengkar seperti anak kecil karena masalah adik kalian ! Kalian


tidak usah pusing-pusing tentang masalah ini ! Dullart juga lari karena aku. . . jadi cukup aku menyuruh Argus dan yang lainnya untuk mencari keberadaannya ! “ Jelas Zozo dengan nada tegas


“ A-Apa ? Itu tidak- “


“ Aku adalah Kaisar bagi umatku ! Apapun yang aku putuskan itu sudah menjadi mutlak bagi umat Thetoid ! “ Lanjut


Zozo sambil memotong perkataan Morsdantaque


“ . . . . “


“ Baiklah ! Waktu makan malam sudah selesai ! Aku mau kembali keruanganku ! Gretue. . . .cek semua persiapan untuk pidato kepada para pekerja di Theta ! Panggil aku jika semuanya sudah beres ! “ Zozo akhirnya pergi meninggalkan ruang makan sambi memberi perintah kepada Gretue


“ Siap ! “


Melihat Zozo yang lelah mendengar perdebatan antar kedua putranya, ia memutuskan untuk pergi dari ruang makan tersebut, dan kembali keruangannya untuk mencari informasi tentang bumi. Melihat Zozo pergi meninggalkan mereka, Morsdantaque hanya terdiam dan menatapnya dengan tatapan dingin yang sangat mengganggu


“ Kau sudah dengar apa yang dikatakan beliau ? Jadi jangan ikut campur urusan Argus dan yang lain. Kalau


bisa. . . yaaaa. . . bantulah ayah untuk mencari target planet lain mana yang akan kita cari untuk memperluas koloni. Kau memang ahli soal itu’kan ? “ Kata Gretue


“ Haaaaa. . . kurasa aku memang tidak punya pilihan selain mendengar perkataan pria tua itu. Oke. . .aku akan


keruanganku dulu. Semoga berhasil akan pidatomu, Gree~ “


Melihat Morsdantaque langsung pergi keruangannya, Gretue hanya bisa terdiam sambil melihat ia pergi. Kemudian, Borg, salah satu prajurit kepercayaannya Gretue, datang menghampiri atasannya untuk memberitahu bahwa persiapan pidatonya hampir siap


“ Permisi, Pangeran Gretue “


“ Ah, Borg. Bagaimana ? “


“ Sebentar lagi, Pangeranku. Bagaimana dengan Yang-Mulia ? Apa beliau baik-baik saja ? “


“ Yaaa. . .tenang saja. Tidak ada yang perlu kalian khawatirkan “


“ . . . . “


“ Ada apa ? Kenapa kamu bertanya seperti itu ? “ Gretue bertanya kepada prajurit setianya tersebut


“ Ah. . . maaf, Pangeranku. Itu karena ada beberapa prajurit yang lewat diruangan ini tidak sengaja mendengar perdebatan anda dengan Pangeran Morsdantaque dan Yang-Mulia. Jadi- “


“ Tidak ada apa-apa. Itu hanya. . . perdebatan kecil “ Kata Gretue yang langsung memotong perkataannya Borg


“ Baiklah, Pangerangku. Maaf sudah menanyakan hal yang tidak penting kepada anda “


“ Tidak masalah. Kembalilah untuk mempersiapkan keperluan pidato. Aku ingin beristirahat sebentar sambil mempersiapkan diri untuk nanti “


“ Siap, Pangeranku ! “


Saat Borg pergi untuk melanjutkan tugasnya, Gretue akhirnya memutuskan untuk kembali keruang pribadinya. Sementara itu, Morsdantaque terlihat sedang berjalan menuju ruang pribadinya. Saat ia sampai dan memasuki ruangannya, sang Pangeran tertua tersebut langsung mengontak Rough Polly yang berada diruang penelitian. Ia


meminta kepada wanita tersebut untuk bersiap dengan melakukan rencana rahasia mereka


“ Selamat datang, Pangeranku “ Sambut pelayan khusus milik Morsdantaque


“ Oh. . .Hai, Pelle ! “ Morsdantaque membalasnya sambil membuka seragamnya dan memberikannya kepada Pelle


“ Bagaimana dengan harimu ? “


“ Hmmm. . . cukup spesial. Bisakah anda meninggalkan aku sendirian disini ? Aku ingin istirahat “

__ADS_1


“ Baik, Pangeranku “


(Pelle langsung pergi meninggalkan ruangan, dan Morsdantaque langsung menghubungi Rough Polly yang berada diruang penelitian)


“ Apa-apaan ini ?! Kau tidak bisa memperbaikin SIS-TER unit dengan waktu yang aku berikan ! Kau benar-benar


kadet yang menyedihkan ! “ Teriak Rough Polly dengan kesal kepada salah satu kadet


“ Anu. . . Nyonya Polly. Ada panggilan dari Pangeran Morsdantaque dari ruangan kerja anda “ Panggil sang asistennya yang bernama Kean


“ Aaaaaahhh~ Hei. . . apa yang kau lakukan disini ?! Hush Hush ! “ Melihat panggilan dari Morsdantaque, Rough Polly langsung mengusir Kean dari ruangannya


“ Rough Polly ! Apa kamu sedang sibuk ? “


“ Aaaah. . . tentu tidak, Tuanku~ Aku sedang memeriksa apa semua pegawaiku telah melakukan apa yang kusuruh. Dan ternyata hasilnya nihil. . . mereka benar-benar payah dan tidak bisa diandalkan ! “ Jelas Rough Polly sambil menggerutu soal anak buahnya


“ Okeee baiklah kalau begitu. Aku disini untuk mengingatkanmu bahwa segera bersiap untuk melakukan rencana kita “


“ Owh. . . jadi. . . kita akan segera memulainya ? “ Tanya Rough Polly


“ Ya ! Jadi bersiaplah sekarang ! “


“ Baik, Tuanku ! “


Setelah mengakhiri panggilannya, Rough Polly langsung mengatifkan komputer yang ada diruang kerjanya. Terlihat, ia langsung membukakan file “microbot” dari komputernya, dan menunggu program itu yang sedang di download selagi Morsdantaque belum memanggilnya untuk menjalankan rencana mereka


“ Okeeee. .  . sekarang tinggal menunggu saja~ “


*****


Dimarkas Atraco, terlihat Hassan dan yang lainnya sedang menyaksikan berita siaran langsung tentang penyerangan yang dilakukan oleh pihak Theta dengan pesawat Superbia-07. Sambil melihat berita tersebut, rekan kerja mereka yang bernama Baxter Pasque, seorang pemburu bayaran terkenal didunia dengan julukan “The Batz”, masuk keruang pertemuan dan langsung disambut oleh Rocco Marteen. Berbeda dengan yang lain, Baxter jarang berkumpul dengan yang lain karena pekerjaannya sebagai pemburu bayarannya


“  Woah woaaaaah~ Aku tidak menyangka pihak alien itu akan melakukan hal nekat seperti itu ya. Ini lebih parah dengan apa yang dilakukan boss 15 tahun yang lalu “ Komentar Rocco


“ Hehehe . . . ini mengingatkan aku sama film-film yang ada dibioskop “ Kata Chuckles


“ Kau lupa ini bukan pertama kalinya ada alien yang datang kebumi untuk membuat kekacauan dikota itu ? “


“ Yaaaa. . . aku ingat sih~ tapi skala kekacauan tidak sebesar ini, Rocco “


( Baxter mengetuk pintu ruang tamu )


“ Masuk ! “ Perintah Hassan


“ Ya ! “


“ Aaaaaahhh, Baxter The Batz~ Oooooh lama tidak berjumpa sobatku “ Sambut Rocco yang langsung memberikan Baxter pelukan


“ Hah. . .sepertinya kamu mulai betah dengan pekerjaanmu sebagai pemburu hadiah karena lebih menjanjikan ketimbang membantu Boss “ Kata Hassan


“ Yaaaa. . . begitulah. Aku kebetulan kesini dikarenakan aku mendapat pekerjaan dari kepala keluarga Akashinya. Beliau butuh kekuatan tambahan untuk membunuh pengkhianat yang akan membocorkan rahasia mereka “ Jelas Baxter sambil mengambil Wishky di meja tamu


“ Oooh. . . berarti kau hari ini mendapat bonus lebih dari mereka . . . hebat sekali ! Ayo kita rayakan keberhasilanmu disini~ Ayo bersulang ! “ Kata Chuckles dengan penuh semangat sambil menawarkan bersulang kepada yang lain


“ Yaaaaaaaaa “


(Tlang ! )


Sambil minum, Baxter kemudian sadar bahwa tidak semua rekan-rekannya Hassan termasuk Boss mereka sedang tidak ada dimarkas mereka. Dan Baxter bertanya tentang keberadaan mereka dan apa rencana mereka selanjutnya


“ Sepi sekali. Dimana yang lain ? Tuan Grace. . . para gadis. . .dan Arashi ? “


“ Zi sedang bekerja ditempatnya dan aku dengar dia lagi-lagi sedang berpesta bersama teman kerjanya. Tomoka. .


.yaaa. . . dia menjadi super sibuk mendapatkan job ekstra saat dia baru saja “naik pangkat” dan mendapat tawaran dari para pria kaya. Arashi . . . dia sibuk mengumpulkan uang dan sama sibuknya dengan Tomoka. Boss. . . dia sedang ada urusan penting “ Jelas Hassan


“ Apa ? Jadi Tomoka diberi penghargaan karena kerja kerasnya ? Aku tidak menyangka ada laki-laki yang benar-benar suka dengan layanannya “ Kata Rocco


“ Wah wah. . .kau benar-benar tahu segalanya yaaa tentang yang lain “ Puji Baxter


“ Hei. . .kaulah yang harusnya tahu keberadaan mereka, apalagi kau sebenarnya adalah orang kepercayaan dari boss “ Kata Hassan


“ Yaaaa yaaaa . . . ngomong-ngomong apa Tuan Grace tahu tentang penyerangan yang disebabkan alien-alien ini ? “ Tanya Baxter


“ Tentu saja ! Aku yakin dia pasti tahu ! Lagipula, ini benar-benar menghebohkan dunia. Terlebih kalian sendiri


juga ingat 17 tahun yang lalu ada berita penyerangan kelompok Alien yang bernama Prism “ Jelas Hassan sambi mengingat penyerangan alien 17 tahun yang lalu


“ Dan tentang Fighter misterius itu ? “


Mendengar pertanyaan Baxter soal V-FIGHTER, Hassan langsung menatapnya dengan tatapan serius dan meletakan cangkir Wishky-nya dimeja. Ia menjelaskan siapa mereka sambil mengajaknya kebalkon luar


“ Ya. Boss sudah tahu siapa mereka “


“ Oooh . . . begitu “


“ Hmph. Aku sudah melihat seperti apa mereka. Awalnya hanya dua orang, dan mereka masih pelajar SMA “


“ Haaah ? Kau yakin itu ? “ Tanya Baxter sambil mendekati Hassan dan berdiri disampingnya


“ Tentu. Kami sudah melihat mereka dengan mata kami sendiri. Tapi sepertinya, mereka benar-benar bukan sembarangan anak. Karena saat pertama kali aku melihat mereka. . . aku lihat mereka cukup tangguh dalam pertarungan “ Jelas Hassan sambil teringat kejadian dimana ia pertama kali melihat Tazuya dan Inuya


“ Dan sisanya ? “


“ Entahlah. Aku belum tahu seperti apa mereka. Karena sisanya mereka menggunakan Battelsuit untuk melindungi


identitas mereka. Kalau menurutku sih, ada dua wanita dan satu pria yang ikut bersama mereka “


“ . . . . “


“ Kalau kuperhatikan dari kedekatan mereka. . .aku percaya mereka semuanya adalah teman satu kelas di SMA


Internasional Shinjitsu “


Sementara itu, di gedung Akashi-Tech Corporation, terlihat Jō Akashinya sedang berbicara dengan putra


pertamanya, Shirofumi Akashinya, tentang keberadaan kedua anak-anaknya yang


lain serta penyerangan pihak Thetoid sambil memperhatikan berita dari layar


komputernya


“ Aku dengar anda meminta The Batz untuk membasmi pengkhianat ditempat kerja kita. Apa itu benar, ayah ? “


“ Ya. Dan aku tidak punya pilihan lain. Lagipula. . . dia juga berniat untuk membocorkan proyek kita untuk menciptakan robot petarung yang lebih ampuh dalam pertempuran “ Jelas Jō


“ Akhir-akhir ini banyak sekali ya penyerangan yang dilakukan oleh Alien dan monster raksasa misterius yang ada dikota ini. Tapi untungnya, Haku mengatakan bahwa ia baik-baik saja “ Kata Shiro sambil menunjukan pesan SMSnya dari Haku


“ Dia ada dimana ? “


“ Kata Haku sih. . . dia ada di Asrama “


“ Bagus deh. Dan Hikoboshi ? Apa dia masih tur di UES-Eropa ? “Jō bertanya soal keberadaan putra keduanya


“ Yaaa. .  .sepertinya begitu. Karena konsernya sebentar lagi akan mulai “


“. . . . “


“ Apa menurut ayah Fighter baru itu ialah penerus dari Tuan Nigulas dan yang lain ? “ Tanya Shiro sambil menatap tabletnya


“ Hmmm. . . entahlah. Mari berharap mereka tidak terlambat dalam menjalankan tanggung jawab mereka. Dan jangan sampai mereka seperti oknum Fighter yang terlambat dalam melindungi ibumu dan semua anggota keluarganya “ Jelas Jō

__ADS_1


“ Ya. . . semoga saja. . . “ Kata Shirofumi sambil memperhatikan foto keluarga mereka yang terdiri dari Jō dan almarhum istrinya, Lauren sambil mengendong Haku yang masih bayi bersama dengan Shiro dan Hikoboshi yang mash berusia 12-13 tahunan


*****


__ADS_2