
Beberapa hari sebelumnya, Argus berserta ketiga robot, Oxtoroo dan Swift Polly pergi sebuah tempat yang dijanjikan oleh Zi untuk menemui anggota Atraco lainnya. Mereka bertemu disebuah gudang lain yang cukup jauh dari kota Shinjitsu, dimana gudang tersebut memiliki lapangan yang luas juga sebuah helikopter, mobil dan pesawat kecil milik komplotan Atraco untuk menjalankan aksi kriminalitas mereka. Sebelum sampai ketempat yang dimaksud, Oxtoroo masih bertanya kenapa Argus mau kerjasama dengan pihak manusia.
“ Hmmm. . . aku bukanlah orang yang selalu kepo dengan urusan para petinggi militer. Tapi. . .aku masih ragu apakah ini adalah ide yang bagus untuk kerjasama dengan manusia “ Jelas Oxtoroo sambil mempersiapkan pesawat mereka
“ Bodoh ! Kau sudah tahu ‘kan Jenderal tidak sepenuhnya percaya dengan mereka. Ia hanya ingin tahu seperti apa para manusia ini bisa diajak kompromi untuk mencari Tuan Muda. Dan jika ide mereka berbuah sia-sia, kita cukup tinggalkan mereka dan lupakan soal itu ! “ Jelas Swift Polly dengan nada jengkelnya
“ Bagaimana persiapan pesawatnya, Oxtoroo. . .Swift Polly ? “ Tanya Argus
“ Beres, Jenderal ! “ Lapor Oxtoroo
“ Bagus ! Swift Polly, tempatkan titik koordinasinya ketempat yang mereka maksud “
“ Baik, Jenderal ! “
Swift Polly dan Oxtoroo mengaktifkan sistem teleportasi pesawat tersebut, serta mengarahkan titik koordinasi tempat tujuan mereka. Yang membuat mereka secara otomatis berpindah ketempat itu. Saat mereka sampai, mereka melihat suasana didekat gudang tersebut
“ Hmmm. . . sepi ya~ “ Kata Oxtoroo
“ Kemana mereka ? Oh. . . itu dia ! Terlambat 1 menit ! Dasar manusia ! “ Gerutu Swift Polly
“ Ayo turun ! Kalian para robot, aku ingin Melee-Function tetap berada disini. EVA-Q8 dan Mag-Ni5, lanjutkan misi pemantauan kalian “ Jelas Argus
“ Siap, Jenderal ! “ Kata EVA-Q8 dan Mag-Ni5 secara bersamaan
“ Hadeeeeh. . . kenapa aku harus tinggal lagi disini ! “ Gerutu Melee-Function
Komplotan Ramone telah sampai digudang tersebut. Saat menyadari mereka sudah terlebih dahulu, Hassan menyambut mereka dengan senang hati dan mengajak mereka masuk kedalam gudang
“ Mana Boss kalian ? “ Tanya Argus
“ Ah. .. yaaa. . .maafkan aku. Aku tidak bisa menemui kalian secara langsung karena ada pertemuan mendadak yang harus kuhadiri. Tetapi sekarang adalah jam istirahat, karena itulah kenapa aku bisa menemui kalian sekarang “ Jelas Ramone dari layar komputer yang diaktifkan oleh Rocco
“ Begitu. Yaaa baiklah. . . itu bukan urusan kami. Bisakah kita memulainya, Tuan Grace “ Kata Argus yang langsung duduk di sofa digudang tersebut
“ Tentu ! Dengan senang hati “
“ Kelihatannya mereka bukanlah orang yang mau diajak basa-basi ya, hehehe” Bisik Chuckles
“ Sssst ! “
Ramone kemudian menjelaskan maksud dan tujuan ia mau kerjasama dengan mereka. Dikarenakan pihak Thetoid akhir-akhir ini sering diserang oleh Tazuya dan teman-temannya yang diketahui menjadi calon El-Fighter penerusnya Rigel, Ramone tertarik untuk mengajak mereka kerjasama dalam mengalahkan Tazuya dan yang lain
“ Aku yakin kalian sudah pernah melihat wajah anak-anak ini “ Kata Ramone sambil menunjukan wajah dari Tazuya dan teman-temannya
“ Tentu. Mereka dilatih oleh PrismanBeta itu dengan sangat baik. Nah. . . jadi kau punya tujuan lain untuk mengalahkan mereka ? “ Tanya Argus
“ Anak-anak itu bukanlah sembarangan anak-anak. Mereka adalah calon El-Fighter penerus dari Rigel Orionis, si
Prisman Beta yang kamu maksud. Jika kamu mengalahkannya sebelum mereka menjadi El-Fighter, maka dia sudah tidak ada harapan lagi untuk menghentikan kami “ Jelas Ramone
“ Kelihatannya kau sudah lama mengincar si Prisman ini ya “
“ Kurang lebih sejak 15 tahun yang lalu. Itu karena komplotan pernah menangkapku ditahun 2098, dan aku diajak kerjasama dengan salah satu putri dari pimpinan La-Sombra untuk mengalahkan mereka. Disaat aku berhasil mengalahkannya yang membuat aku hampir kehilangan tubuhku. . . wanita sialan itu mengkhianatiku! “ Jelas Ramone sambil melihat kearah lengan prostetiknya
“ Jadi ? “
“ Saat aku berhasil mengalahkan sang Alpha dan istrinya yang merupakan Beta-nya, aku menghabiskan hidupku untuk mengambil artefak kuno yang ada didunia ini. Untuk memperoleh kekuatan yang bisa melebihi mereka. Walau katanya hanya Rigel Orionis yang masih tersisa, aku yakin dua anggota lainnya masih hidup “ Lanjut Rigel
“ Oh. . . Jadi segini ‘kah rasa ingin minta bantuan dengan kami karena usaha kalian selalu berbuah sia-sia ? Kasihan sekali kalian ! “ Ejek Argus
“ Jika kalian ingin mendapatkan seseorang yang ingin kalian cari, maka kalian harus mau kerjasama dengan kami
untuk mencarinya. Terlebih. . . orang yang kalian maksud berada bersama dengan mereka. Jika kalian ingin cepat mencari orang tersebut, maka untuk menyerang anak-anak itu. . .cukup kalian serahkan dengan kami “ Jelas Ramone
Mendengar semua penjelasan Ramone, Swift Polly merasa sangat tidak baik jika mereka langsung menyerang Tazuya dan yang lain tanpa persiapan yang baik walau pihak Thetoid menjalin kerjasama sementara dengan Ramone. Ia langsung angkat bicara disaat Argus sedang memikirkan keputusannya
“ Ah. . .tunggu sebentar. Maaf Jenderal . . . sebenarnya aku. . . tidak menyetujui jika kita langsung mencari mereka dan menyerang mereka hanya karena mereka masih anak-anak. Terlebih, menurut hasil pantauan dari Spidaro, Prisman tersebut sedang melatihnya sudah hampir masuk 10 hari. Aku juga mendengar dari perkataannya bahwa ia akan mengetes kemampuan mereka dihari ke-14 “ Lapor Swift Polly sambil mengaktifkan proyeksi video milik Spidaro
“ Benar yang dikatakannya. Walau masih anak-anak, kita tidak bisa meremehkan mereka seperti itu. Terlebih, mereka berlima berhasil mengalahkan robot petarung terbaik kami yang bernama B.R.O. Jadi. . . bagaimana idemu, wahai manusia ?” Argus kembali bertanya kepada pihak Atraco
Disaat Ramone menjelaskan semua rencananya, tanpa kedua bela pihak sadari, Pangeran Morsdantaque mendengar semua penjelasan mereka melalui kamera pengamat yang berhasil diretas oleh Rough Polly. Dalam pesawat pribadinya di planet Gaa-Naz, terlihat Morsdantaque bersama anak buahnya sedang mendengar semua rencana dan juga misi Argus beserta Swift Polly dan Oxtroo
“ Hahahahaa. . . jadi begitu ya. Argus mau menerima manusia menyedihkan itu hanya untuk membawa pulang Dullart ? Aku tidak menyangka Argus bisa menjadi tidak kompoten seperti ini ! “ Ejek Morsdantaque sambil tertawa dan tepuk tangan kearah monitor pemantau
“ Jika memang dia adalah sosok yang percaya dengan kemampuannya, ia seharusnya tidak menerima bantuan dari mereka “ Kata Galaztis
“ Pangeran, apa kita bisa memulai semua rencanamu ? “ Tanya Rough Polly
“ Kamu sudah mempersiapkan benda yang kumaksud ? “ Tanya Morsdantaque
“ Ya ! Semua sudah siap ! “ Jawab Rough Polly sambil menunjukan sebuah vial kepada mereka berempat
“ Bagus. Energateez . . . Meteoralez. . . pastikan tidak ada penduduk asli planet itu yang mendekati tambang itu dan semua pengaman disana selalu aktif. Dan Galaztis, kerahkan Crusherock untuk mengusir beberapa penduduk lokal yang masih bekerja ditambang yang berada dihutan itu “
“ Baik, Pangeran ! “
“ Bagaimana dengan Pangeran Gretue ? “ Tanya Galaztis
“ Biar aku yang berbicara dengannya “
Morsdantaque kemudian pergi ketempat pos penjaga, dimana Gretue sedang berjaga dan memantau para pekerja dan robot pekerja dari atas. Saat sedang memantau, Mordantaque menghampirinya dan mengajaknya berbicara masalah tahta penerus dari Zozo
“ Hei, adikku ! “
“ Hoo. . .Morsdan. Bagaimana dengan situasi dibawah sana ? “
“ Semua pekerja tambahan sudah berdatangan. Aku juga mengutus Energateez dan Meteoralez untuk berjaga digerbang pembatasan. Dan Galaztis sedang bersiap untuk pergi kehutan dimana masih banyak tambang batu lava ada disana “ Jelas Morsdantaque
“ Bagus. Seperti biasa kamu melakukannya dengan sangat baik. “
“ Aku yakin. . .ayah sudah memastikan siapa yang akan jadi penerusnya ? Maksudku. . . beliau sudah melihat
kinerja kita berdua. Aku yakin ia sudah melihat semuanya dari balik layar “ Tanya Morsdantaque
“ Beliau sudah pasti tahu kinerja kita. Walau demikian, dia masih mempertimbangkan pilihannya terlebih dahulu “
“ Mungkin jika ayah memilihku untuk jadi penerusnya, Theta akan menjadi lebih kuat dari semula. Lagipula . . .
tidak seperti para kakek buyut, hanya akulah yang mengusul ayah untuk menguasai planet lain untuk memperluas kekuasaan kita demi masa depan umat kita “
“ Harta. . . tahta. . .kekuatan. . .dan wanita. Itulah yang didapatkan saat kamu menjadi Kaisar. Apa kau mau
__ADS_1
menjadi Kaisar karena merasa hasil kerja kerasmu belum cukup dihargai oleh ayah ? Aku tidak yakin jika kamu menjadi kaisar, kekuatan militer Theta akan menjadi lebih kuat dari sekarang. Kau mengandalkan ketakutan sebagai alat untuk mengendalikan seseorang. Itu adalah kontrol yang pas untuk dimiliter, bukan untuk menjadi Kaisar. Jadi ingatlah posisimu ! “
Gretue meninggalkan tempat karena muak akan perkataan Morsdantaque yang terlalu mengharapkan dirinya untuk menjadi Kaisar yang baru. Mendengar hal itu, Morsdantaque menatapnya dengan tajam, sambil menggepalkan tangannya kerah Gretue. Ia mengutuk bahwa suatu saat Gretue akan menyesal karena telah meremehkannya
“ Gretue. . . aku akan memastikan bahwa kau akan menarik semua perkataanmu , nanti ! “
*****
Keesokan paginya
Argus memutuskan kembali kekapal induk untuk melaporkan semua misinya kepada Zozo, sedangkan Oxtoroo melanjutkan misinya untuk menyelidiki kota bersama ketiga robot tersebut. Di pesawat kecil, saat melihat situasi dari balik para robot, Swift Polly mendapat sebuah panggilan dari layarnya. Dan panggilan tersebut tidak lain berasal dari Rough Polly
“ Siapa ini ? “
(Klik)
“ Haaiiii~ Swift-chan~ “
“ Uwaaaa. . .ugh. . .hei! Bisakah kau tidak mengagetkan orang seperti itu ! “ Gerutu Swift Polly saat ia dikagetkan dengan sambutannya Rough Polly
“ Ohohohoho~ Aku sangat senang bisa bertemu denganmu kembali, wahai adiku~ Bagaimana kabarmu ? Apa kamu merindukan aku ? Tolong beri salam kepada Oxtoroo bahwa aku akan selalu merindukannya, muaaah~ muaaah~ “ Kata Rough Polly dengan semangat sambil memberikan blow kiss dari balik layar
“ Jadi. . .apa tujuanmu
menghubungiku ? “
“ Oooohh . . . aku disini ingin memberitahu bahwa aku dan rombongan pangeran Morsdantaque baru saja berhasil
menaklukan suatu planet. Dan mungkin saja, dia akan tertarik untuk menaklukan planet yang jauh lebih bagus dari Gaa-Naz. Kamu tahu. . .seperti planet yang bernama bumi~ “
“ Bumi ? Apa yang kamu tahu dari planet itu ? “ Swift Polly bertanya seolah-olah ia tidak tahu apa maksudnya
“ Aku dengar bahwa planet itu memiliki sumber daya alam yang jauh lebih indah dari beberapa planet yang
dikuasai oleh Kaisar. Dan aku yakin. . . Tuan Muda Dullart juga sedang berada disana~ “
Mendengar hal itu, Swift Polly menjadi kaget saat tahu keberadaan Dullart dan juga tentang planet Bumi. Disaat Rough Polly berusaha untuk memancing Swift Polly agar ia mengaku bahwa ia berada di planet bumi, Swift Polly tetap berpura-pura ia tidak tahu apa yang ia maksud dan mengatakan bahwa ia berada dikoloni Theta X
“ Haaah. . . Aku penasaran apa yang ia lakukan disana ? Nekad sekali Tuan Muda bisa ada diplanet itu sendirian “ Jawab Swift Polly
“ Entahlah. Mungkin dia mau seperti Pangeran Morsdan ? Hah. . .dia sendiri tidak pernah berada di kemiliteran
Thetoid ! Kenapa kau berbicara seolah kamu tidak tahu bahwa beliau kabur kesana ? “
“ Hei ! Aku ada misi khusus di Theta X untuk mengawasi perkembangan koloni yang ada disana bersama EVA-Q8, Mag-Ni5 dan juga Melee-Function. Yaaa. . .agak merepotkan lagian EVA sendiri bukanlah robot petarung, makanya kenapa Mag-Ni5 dan Melee ikut bersamaku “
“ Baiklah jika kamu bicara begitu. Maaf telah mengganggumu, karena aku harus menyelesaikan semua pekerjaanmu yang kamu lalaikan disini ! Dasar pemalas ooooh pemalas sekali~ Oke, bye-bye~ “
Saat mematikan komunikasinya, Swift Polly bernafas lega karena ia berpikir Rough Polly mempercayai semua perkataannya. Tanpa ia sadari, Rough Polly sudah tahu semua misi Swift Polly. Terlebih, ia sudah meretas semua sistem yang ada didalam EVA-Q8 dan yang lainnya. Sambil memasang senyuman liciknya, Rough Polly memuji kemampuan adiknya yang bisa membuat kebohongan tanpa keraguan sama seperti dirinya
“ Swift Polly. . . kau boleh saja berbohong dan berlagak seperti orang bodoh dihadapanku. Tapi aku bangga dengan
kelicikanmu untuk menyimpan semua rahasiamu, wahai adikku. Kita lihat saja nanti seperti apa kelanjutan kerjasamamu dengan manusia menyedihkan itu “ Kata Rough Polly sambil memperhatikan semua rekaman dibalik layar sambil tersenyum licik
Di pesawat, Oxtoroo datang menghampirinya, dan bertanya tentang tujuan Rough Polly menghubunginya. Swift Polly langsung membenarkan bahwa kakaknya memang sedang menghubunginya, dan ia mulai cemas saat tahu bahwa Rough Polly tahu tentangkabar kaburnya Dullart serta tentang planet Bumi
“ Hei Polly-chan~ “
“ Maaf. . maaf. . . aku dan Mag-Ni5 beserta Melee-Function baru saja kembali untuk beristirahat dan membawakan ini untukmu “
“ Donat dan es capuccino ? Terima kasih atas kebaikanmu, Oxto “ Kata Swift Polly yang langsung mengambil donat dan es capuccino tersebut
“ Tadi aku dengar ada yang berbicara denganmu. Kalau didengar dari cara berbicaranya, apa itu Rough Polly ? “
“ Ah. . . umm. . .iya. Seperti biasa dia menghubungiku karena sedang nge-gabut. Gila bukan ? “
“ Haha. . . benar. Dia memang tidak pernah berubah “
“ Tapi yang aku takutkan. . .dia sepertinya tahu misi kita untuk mencari Tuan Muda Dullart dan tahu tentang planet bumi. Apa menurutmu. . .Pangeran Morsdan juga sudah tahu hal ini ? “ Tanya Swift Polly dengan ekspresi kecemasannya
“ Kamu mau tahu apa yang aku takutkan selain itu ? Aku takut jika ini dijadikan kesempatan besar Pangeran Morsdan untuk menarik hati Kaisar untuk menjadikannya penerus tahta kekaisarannya. Jika kerjasama ini berhasil untuk membujuk Tuan Muda kembali untuk menyetujui permintaan Kaisar untuk menjadi penerusnya “ Jelas Oxtoroo
“ Kau yakin ini akan berhasil, Oxto “
“ Jenderal ada bersama kita. Aku yakin ini akan berhasil “
Hari ke-14
Terlihat Dullart berserta Rigel sedang jalan-jalan ditoko elektronik disuatu mall dikota Shinjitsu. Saat tidak sengaja melintas diarea televisi, Dullart menyaksikan sebuah drama televisi yang bercerita tentang perebutan harta warisan. Saat ia dipanggil oleh Rigel, sambil berjalan menuju tempat parkiran, Dullart menceritakan bahwa ia menonton sebuah acara drama yang mengingatkan dirinya tentang apa yang sedang dialami oleh keluarganya
“ Oi Dullart ! Ayo ! “
“ Oh oke ! “
“ Kita harus cepat, karena 2 jam lagi Tazuya dan yang lain akan pulang dari sekolah. Kita harus mempersiapkan diri sebelum latihan mereka dimulai “
“ Baiklah. Maaf tadi aku tiba-tiba melihat sebuah drama yang agak mengingatkan aku dengan rumah. Kamu tahu. . . hidup sebagai anak Kaisar itu tidak seindah yang kamu pikirkan. Apalagi, jika semua anak-anak menginginkan posisi sebagai penerus dari ayah mereka dan mewariskan semua hartanya “ Jelas Dullart
“ Jadi itu alasan kenapa kamu berada disini ? Tunggu. . . kamu bilang ingin mencari bantuan ke Dimensi 13, memang ada masalah apa sampai kamu ingin kesana ? “
“ Morsdantaque. . . kakak tertuaku. Dia adalah pangeran yang paling kejam dan juga anggota militer paling sukses dalam misi penaklukan planet kecil untuk koloni terbaru kami. Akhir-akhir ini, aku secara diam-diam pergi ke Gaa-Naz untuk memantau semua misinya tanpa sepengetahuan ayah dan juga Gretue. Aku mendengar bahwa Mortsdan berencana untuk melakukan kudeta dan mengambil ahli kekuasaan kekaisaran. Saat mendengar semua pembicaraannya, robot miliknya mengejarku dan merusak portal dimensi yang membuat aku menyasar kesini “ Jelas Dullart
Dari kejauhan, EVA-Q8 beserta Oxtoroo memantau mereka dari salah satu mobil yang terparkir didalam sana. Oxtoroo memberi kode kepada Argus bahwa Rigel dan Dullart sudah pergi menujur rumahnya. Argus terlihat bersama Hassan disuatu museum yang letaknya cukup dekat dari Mall yang dikunjungi mereka berdua. Saat menerima kode dari Oxtoroo, Argus menyuruh Hassan untuk menjalankan rencana mereka
“ Oke. . . manusia ! Sekarang
giliran kalian ! “ Perintah Argus
“ Baiklah ! Ayo kita mulai ! “
Hassan kemudian melihat seekor kucing jalanan dan mengaktifkan biofuse-link untuk membuat dirinya menjadi monster kucing raksasa. Monster kucing tersebut langsung menghadang mobilnya Rigel. Rigel yang melihatnya langsung kaget, dan menghindar dari serangan monster tersebut. Yang membuat mobilnya menabrak lampu lalu lintas. Rigel dan Dullart melihat kearah monster tersebut, dan akhirnya mau tidak mau menghadapinya
“ Atraco ? Sialan ! “
“ Rigel-san aku akan- “
( Tak !)
“ Dullart ! “
“ Raaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh “
__ADS_1
“ Cih ! “
( Braaaaaakkk ! )
Saat berniat ingin membantu Rigel, Dullart tiba-tiba dibius dan dibawa lari oleh Oxtoroo. Rigel yang melihat hal ini menjadi panik, terlebih monster kucing tersebut terus menyerangnya yang membuat ia kewalahan untuk memilih antara menolong Dullart atau menghadapi monster kucing tersebut
“ Jadi mereka mulai kerjasama untuk menyerangku ? Tidak kusangka mereka akan mengambil langkah ini ! Tunggulah beberapa menit lagi, Dullart ! ANTHEMUSA ! “
Rigel menyadari bahwa pihak Atraco dan Thetoid mulai kerjasama satu sama lain untuk menyerang mereka. Mengetahui bahwa monster kucing itu sengaja diciptakan untuk menghentikan langkahnya, Rigel memutuskan untuk melawan monster kucing tersebut
“ Second Step ! Ice Blast ! “
( Syat ! Trak ! Trak ! Trak ! )
“ Apa ? “
“ Hahahahahahahaaaa~ Apa kabar, Tuan Prisman ? Aku rindu dimana kau mengalahkan aku dipermainan kita sebelumnya. Bagaimana jika kita main sebentar disini ? ”
Saat Rigel berusaha untuk menyerang monster kucing, Melee-Function beserta Mag-Ni5 datang dihadapannya, yang membuat Rigel sedikit panik saat melihat kedatang dua robot pertarung tersebut
“ Apa ?! “
“ Deadly Spin ! “ Melee-Function langsung menyerangnya dengan berputar dan mengarahkan pukula bertubi-tubi kearah Rigel
( Drak ! Drak ! Drak ! Drak ! DUAGH )
“ Haaaaaaaah Hyaaah ! “ Rigel berhasil menahannya dengan Anthemusa
“ Step One ! Ice Coloumn ! “
“ Hehehe ! Rock Kick ! “
( DRAK ! )
“ Terima ini Prisman ! Rock Stomp ! “
“ Celaka ! “
( DRAAAAAAK)
Sementara itu, Tazuya dan yang lain telah sampai kerumah Rigel. Disaat mereka ingin mengetuk pintu rumahnya, Ataru kemudian merasakan bahwa Rigel dan Dullart dalam bahaya dengan kekuatan penglihatan masa depannya
“ Tuan Rigel~ Kami disini-“
“ Celaka ! Teman-teman ! Tuan Rigel dan Dullart dalam bahaya ! “ Kata Ataru yang tiba-tiba kaget saat melihat keberadaan Rigel dan Dullart sedang dalam ancaman
“ Itu artinya. . .mereka tidak ada disini ? “ Tanya Inuya
“ Iyaaa~ Ini bahaya ! bahaya ! bahaya ! “ Kata DECA-I yang tiba-tiba keluar rumah dalam keadaan panik
“ DECA-I ? Mana Tuan Rigel ? “ Tanya Tazuya
“ Mereka berdua tadi sedang berjalan-jalan di mall Starlight. Dan saat mereka menuju kesini, ada monster raksasa dan dua robot petarung yang menyerang mereka ! Ini bahaya! Bahaya ! “ Jelas DECA-I yang masih dalam keadaan panik
*****
Tazuya yang mendengar hal itu langsung pergi meninggalkan Inuya dan yang lain. Inuya yang melihat hal itu langsung menghentikan Tazuya. Ia mengatakan untuk mempercayai Rigel dan Dullart karena Rigel sendiri adalah seorang El-Fighter. Terlebih, mereka juga tidak boleh dengan sembrono untuk pergi membantunya demi menjaga identitas mereka sebagai calon El-Fighter
“ Tazuya, Tunggu ! “
“ Apa ?! “
“ Hei. . . harusnya aku yang bertanya kamu mau kemana ?! “
“ Kau bodoh ! Sudah pasti ingin menolong Tuan Rigel dan Dullart ! Kau pikir aku ingin apa hah ? “
“ Tanpa harus melindungi identitasmu ? dan juga mengetahui tingkat musuhmu ?! Sadar dong, kita masih tahap pelatihan. Sembarangan pergi kesana nanti kamu bisa celaka ! Kita harus mempercayai bahwa Tuan Rigel bisa menanganinya ! “ Jelas Inuya sambil menggenggam pergelangan tangan Tazuya
“ Apa kau lupa saat beliau kewalahan untuk menghadapi monster kecoak itu ? Kalau kau ingat, harusnya kau tahu bahwa Tuan Rigel tidak bisa menanganinya seorang diri ! “ Jelas Tazuya dengan nada tegas kepada mereka berempat
“ Baiklah ! Baik ! Jika kau ingin kita semua mengalahkan monster itu, apa kau taktik penyerangan secara diam-diam mengalahkan mereka ? “ Tanya Ryuga
Disaat Tazuya mulai berpikir taktik penyerangannya, Jubei tiba-tiba teringat tentang FAIS dirumahnya Rigel serta rancangan battlesuit mereka. Saat FAIS tiba-tiba aktif dan menjawab semua pertanyaan mereka, Tazuya kemudian bertanya tentang perkembangan battlesuit rancangannya Rigel
“ Hei ! Bukannya rumah Tuan Rigel
memiliki sistem canggih dirumahnya. . .maksudku. . .ituloh yang namanya FAIS. .
.dan juga Battlesuit ?! “ Tanya Jubei
“ FAIS ? Oh ya. . .sistem AI rumahnya. Tapi. . .apa FAIS sendiri sedang aktif sekarang ? “ Tanya Ataru
“ Tentu ! Aku selalu aktif untuk menjaga rumah ini, Ataru Kurenai ! “ Jawab FAIS, sang AI rumahnya Rigel
“ FAIS ?! “ Kata mereka berlima secara serentak
“ FAIS ! Oh. . .syukurlah ! Apa kamu bisa mendengar semua pembicaraan kami ?”Tanya Tazuya
“ Tentu, Tazuya Hideyuki Iga ! “
“ Baik ! Kami berlima ingin pergi membantu Tuan Rigel dan Dullart ! Apa kamu bisa memberitahu kami perkembangan battlesuit kami ? “ Tanya Tazuya
“ Kalau dilihat dari datanya, sepertinya semua battlesuit kalian bisa digunakan. Jadi. . .jika kalian ingin
memakainya untuk membantu tuan Rigel Orionis, silahkan. Kalian boleh memakainya~ “ Jelas FAIS
“ Bagus ! Baiklah. . . bagimana pendapat kalian ? “ Tanya Tazuya
“ Jadi. . . kita akan membantu Tuan Rigel ? “ Jubei balik bertanya kepada Tazuya
“ Ya ! Tidak ada yang perlu kita khawatirkan karena battlesuitnya sudah siap. FAIS, izinkan kami masuk ! “
“ Baiklah, Tazuya Hideyuki Iga ! “ Kata FAIS
“ Oke. . . sepertinya kita tidak punya pilihan. Tapi. . . aku berharap dalam pertarungan ini, kita bisa menunjukan hasil latihan kita kepada Tuan Rigel dan mampu membangkitkan Fighter Possession kita “ Kata Inuya yang akhrinya menyetujui ajakan Tazuya
Mendengar perkataan Inuya, Ataru, Jubei dan Ryuga terdiam. Setelah beberapa menit mengkhawatirkan tingkat kemampuan mereka, akhirnya Tazuya dan yang lain setujuh untuk menggunakan battlesuit mereka dan pergi menyelamatkan Rigel
“ Baiklah. Ayo ! Kita pergi ! “
“ Yaaaaaaa ! “
__ADS_1
*****