El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
63. Salah Perhitungan II


__ADS_3

Inuya bersama dengan Ataru dan DECA-I bergegas pergi ke dermaga Shinjitsu. Tiba-tiba, langkah mereka langsung dihentikan Oxtoroo dan Sampson yang mendarat tepat didepan mereka bertiga. Kedua pemuda Thetoid tersebut juga tidak sendirian karena mereka dibantu oleh EVA-Q8 sebagai sarana bantuan mereka untuk menghadapi musuh


( SYAT ! )


“ Ah ! “


“ Kau ? Oxtoroo dan EVA ! “ Kata Inuya masih ingat dengan nama Oxtoroo dan EVA-Q8


“ Aaaaah~ mereka masih ingat dengan nama kalian rupanya ? Okeee aku apresiasi kalian memang cukup peduli dengan nama musuh kalian “ Jelas Sampson yang kagum akan Inuya yang masih ingat dengan Oxtoroo


“ Aku sudah menduga sepertinya kalian memang ada hubungannya dengan ini ! “ Ujar Inuya dengan waspada terhadap Oxtoroo dan Sampson


“ Dengar ! Aku yakin kalian tahu jika Rough Polly adalah salah satu dari prajurit elit dari Pangeran Morsdantaque dan kalian juga sudah tahu seperti apa sifat mereka ! Karena itu...jika kalian tidak ingin teman dari si Alpha yang tidak tahu apa-apa soal Fighter itu selamat dan tidak disiksa oleh mereka...maka yang kalian harus lakukan yaitu mau memahami kami akan tujuan kenapa kami menginginkan Tuan Muda Dullart kembali bersama kami ! “ Oxtoroo kembali membujuk mereka bertiga


“ Masih menggunakan cara yang sama ? Apa tidak ada cara lain selain berpura-pura baik dan kalah dengan kami ? “ Tanya Inuya dengan tatapan tajamnya


“ Kalian sudah lihat akan apa dilakukan mereka kemarin ? Saat aku mendengar misi mereka selanjutnya dengan kembali melibatkan orang lain yang tidak tahu apa-apa tentang kalian...ini membuatku untuk merasa tidak enak dengan kalian dan orang-orang yang ada disekitar sini ! “ Lanjut Oxtoroo


“...”


“Kalian memang tidak bisa mempercayai Rough Polly dan para prajurit elit lainnya maupun dengan aku, Swift Polly, Sampson dan Jenderal Argus ! Tapi...aku yakin jika kalian berlima bisa membujuk Tuan Muda Dullart untuk kembali dan merebut tahta dari Pangeran Morsdantaque yang menginginkan dirinya untuk menjadi penerus dari Kaisar Zozo ! “


Inuya dan Ataru terkejut mendengar perkataan dari Oxtoroo tentang permintaannya. Ataru mengatakan jika Oxtoroo tidak berbohong tentang kondisi mereka saat ini. Namun itu bukan berarti mereka dengan mudah untuk mempercayai mereka dan menyerah begitu saja kepada pihak musuh


“ Aku mengerti ! “ Kata Ataru


“ Apa ?! “ Tanya Inuya yang kaget dengan ucapan Ataru


“ Dullart-san mengatakan kepada kami jika situasi kekaisaran planet kalian sedang tidak baik...dan itu diperburuk dengan sang anak sulung bernama Morsdantaque yang sangat menginginkan dirinya jadi penerus si Kaisar tersebut ! Yaaa...aku mengerti kalian sekarang kalian bagaimana ! “ Jelas Ataru dengan santai


“ Ataru ? “


“ Walau demikian...itu bukan berarti pertarungan kita akan berhenti sampai disini ! Bukannya kalian sendiri yang bilang bahwa itu sudah keputusan kami untuk menolak tawaran kalian dan menerima untuk menjadi musuh kami? Karena itulah ...jika kalian tidak main-main dengan perkataan kalian...lawan kami ! Aku masih ingin melihat keseriusan kalian dalam apa yang kalian lakukan sekarang ! “ Tantang Ataru dengan wajah netralnya sambil mengarahkan spirit pistol kearah mereka


“ Jika kalian belum lelah mencari kami...hadapilah ! Akan kubuat kalian semua lelah dan membuka mulut kalian dimana Tazuya dan Jubei berada ! “ Inuya akhirnya juga ikut menantang Oxtoroo dan Sampson


“ Oxtoroo ?! “


“ Aku terima ! Jika kita semua sudah lelah...kita lakukan pertukaran kita ! Kami akan serahkan teman-teman kalian...dan kalian serahkan Tuan Muda kami ! “ Oxtoroo menerima tantangan mereka sambil mengeluarkan tombak listriknya


“ Ahahahaaa~ begitu ya Oxtoroo-kun “ Tawa Rough Polly yang berbicara melalui EVA-Q8


“ Ah ?! “


“ Rough ? Jangan bilang kau mengontrol EVA ?! “ Ujar Oxtoroo yang terkejut melihat EVA-Q8 bertindak tidak wajar didepan mereka karena dikendalikan oleh Rough Polly


Sebelum menghadapi Ryuga Mangetsu, Rough Polly mengecek keberadaan Oxtoroo dan Sampson melalui EVA-Q8. Tidak senang atas apa yang dikatakan Oxtoroo yang dianggap “sok baik” dengan musuh mereka membuat Rough Polly mengaktifkan sistem “Override” dari tabletnya untuk memaksa EVA-Q8 untuk bertarung melawan Inuya dan Ataru


“ Oh yaaaa~ tentu saja ! Itu karena kalian sibuk buang-buang waktu dengan bertindak sok baik dengan mereka ! Bisakah kalian cukup lawan saja mereka dan buat babak belur haaaaaaah ? Seperti apa yang dikatakan dalam...RENCANA...KITA ?! “ Tanya Rough Polly dengan nada jengkelnya kepada Oxtoroo dan Sampson melalui EVA-Q8


“ Oh’ho...kelihatannya ini benar-benar tidak bagus ! “ Kata Sampson yang mulai mencemaskan situasi disekitarnya saat mendengar perkataan Rough Polly dari EVA-Q8


“ Oxtoroo-kun...kau memang tidak bodoh ! Kenyataannya kau memang aslinya sangat cekatan dan pemberani...itulah kenapa ayahmu mempercayaimu meneruskan tugasnya sebagai penasehat kerajaan ! Tapi sayangnya...kelihatannya kamu itu naif...dan belum bisa untuk membuang kebiasaan jelekmu itu demi kepentingan masa depan kita ! “ Kata Rough Polly sambil mengaktifkan “Override” dari EVA-Q8 yang membuat mata robot tersebut menjadi hijau menyalah


( Sriiiiiiiiing )


“ Dia... “


“ Ah ! “


“ Jangan takut ! Aku hanya ingin membuat EVA menjadi lebih kompoten dalam bertarung melawan Fighter ! Jadi bisakah kalian mulai pertarungan kita~ ? “ Tanya Rough Polly sambil membuat EVA-Q8 mengeluarkan kesepulu Buds-Dronenya


( ZYUUUUNG ! )


“ HATI-HATI !!! “ Inuya mendorong Ataru untuk melindunginya dari laser Buds-Drone EVA-Q8


( BLAAAAR ! )


“ Cih ! Kepala TV...lari dari sini dan segera hubungi Tuan Rigel ! “ Perintah Inuya kepada DECA-I untuk lari agar bisa menghubungi Rigel Orionis


“ Oke ! “


“ Maaf Fighter...aku lebih memilih bertarung dengan kalian ketimbang harus melibatkan orang lain disekitar menjadi korban selanjutnya ! Ayo kita lakukan sekarang ! “ Ujar Oxtoroo yang bersiap untuk bertarung


“ Aku juga Oxtoroo ! Karena itulah aku akan membantumu “ Kata Sampson sambil mengeluarkan cambuk listriknya


“ Oke ! Kurasa tidak ada salahnya kita mempercayai Ryuga-san untuk mencari Tazuya-kun dan Jubei-chan seorang diri ! “ Kata Ataru dengan nada sedikit pasrahnya sambil mempersiapkan spirit pistolnya


“ Aku yakin Tuan Rigel akan segera mendapat pesan yang kusampaikan ke Kepala TV ! “ Ujar Inuya


“ Inuya-kun...aku tahu tempat yang aman untuk menyembunyikan identitas kita dan bertarung dengan orang-orang ini tanpa harus melibatkan orang lain ! “ Ujar Ataru sebelum memulai pertarungan mereka


Inuya dan Ataru bersiap untuk bertarung dengan Oxtoroo dan yang lain. EVA-Q8 memulai pertarungan dengan menyerang mereka dengan kesepuluh Buds-Drone. Kedua remaja tersebut berhasil menggunakan kontak spiritual mereka untuk mengsingkronisasi gerakan untuk menghindari laser Buds-Drone tersebut


“ Bagus ! “


“ Hyaaaaaaaaaahhhh ! “ Sampson berusaha menyerang mereka dengan cambuk listriknya


“ Inuya-kun ! “ Panggil Ataru kepada Inuya dan Inuya langsung mengambil cambuk tersebut dengan tangan kanannya yang telah dipasang Labeja dalam model Gauntlet


( Grep ! )


“ Ah ! “


“ HAAAAAAAAAAAAH ! “ Inuya melempar Sampson dengan cambuk yang ia tangkap


( BRUUUKK )


“ Sampson ! “ Panggil Oxtoroo

__ADS_1


“ Inuya-kun...ikut aku ! “ Ajak Ataru yang langsung pergi meninggalkan kedua Thetoid tersebut


“ Cih ! EVA ikut dia ! “ Perintah Oxtoroo


“ Dimengerti ! “


Rigel dan Dullart terlihat sedang melanjutkan latihan mereka dikediamannya Rigel. Tiba-tiba, latihan mereka terhenti karena FAIS memanggil tuannya sambil memberitahu bahwa ia mendapatkan pesan dari DECA-I tentang keberadaan Tazuya dan yang lain


“ Haaaah ! Haaaah ! Haaaah ! “ Dullart mulai kelelahan dalam sesi pelatihan mereka yang membuat ia berbaring diatas lantai area tersebut


“ Kerja yang bagus ! Sekarang yang kau perlukan yaitu untuk buang rasa takutmu dengan- “


“ Tuan Rigel Orionis ! Tuan Rigel Orionis ! “ Panggil sang program AI rumahnya yang bernama FAIS


“ Ada apa ?! “


“ Ada pesan darurat dari DECA-I ! Katanya ini berhubungan dengan Tazuya Hideyuki Iga dan teman-temannya “ Jelas FAIS


“ Apa ?! Dullart pelatihan kita sudah cukup sampai disini ! Aku ingin tahu apa yang terjadi dengan Tazuya dan yang lain!“ Ujar Rigel sambil membantu Dullart untuk membangunkannya


“ Apa yang barusan terjadi dengan mereka ? “ Tanya Dullart dengan nada kecemasannya


Di dermaga Shinjitsu, Ryuga terlihat sedang mencari-cari gudang tua yang dijadikan tempat tempat Tazuya dan Jubei diculik oleh pihak musuh. Saat ia ingin menggunakan Dowsing untuk mencari jejak mereka, Ryuga tiba-tiba didatangi oleh Jubei yang menggunakan battlesuit dari belakangnya


“ Hmmm “ Pikir Ryuga yang mulai gelisah


“ Oooi ! “ Panggil sosok yang mirip Jubei Fujieda yang menggunakan battlesuit


“ Suara ini ? Jubei ?! “ Gumam Ryuga yang heran akan kedatangan sosok yang ia duga Jubei Fujieda


“ Oooooh~ aku sangat senang akhirnya aku bisa menemukanmu disini ! Aku benar-benar takut karena mereka berusaha untuk mengejarku !!! “ Kata ‘Jubei’ sambil memeluk Ryuga dengan kuat


“ Manaaa...Hideyuki ? “ Tanya Ryuga dengan nada kebingungan kepada ‘Jubei’


“ Oh ! Dia ditangkap oleh musuh dan menyuruhku untuk menghampirimu saat ia tahu bahwa kamu ada disini ! Ayo...ikut aku ! “


Ryuga pun akhirnya mengikuti ‘Jubei’ dengan tatapan tajamnya yang membuktikan bahwa ia tahu bahwa yang ia ikuti bukanlah Jubei yang asli


*****


Tazuya dan Jubei masih berada digudang tua sambil memikirkan cara untuk bisa keluar dari tempat itu dengan melihat situasi yang ada disekitar mereka. Sambil memikirkan cara untuk keluar dari gudang dan mencari keberadaan Karin dan Lindsey, Tazuya sekilas dapat merasakan kontak spiritualnya Ryuga yang berada disekitar dermaga namun ia tidak bisa menggunakan telepati karena lokasinya masih agak jauh dari tempat mereka


“ Tempat ini lebih besar dari yang kuduga ! Juga sepertinya kalau menurutku ini berada ditengah dermaga dan tempat ini pernah dijadikan untuk menyimpan beberapa peti kemas besar dan barang konstruksi bangunan “ Jelas Tazuya sambil memperhatikan tempat disekitarnya


“Dan kelihatannya kita berada dilantai paling dasar ! Aku yakin Karin-chan dan temannya ada disekitar lantai atas “ Jelas Jubei


“ Ah ! “


“ Ada apa Tazuya ?! Eh...perasaan ini...”


“ Ya Jubei ! Ini adalah kontak spiritualnya Ryuga ! “ Kata Tazuya


“ Sial ! Ryuga menjauh ! Sepertinya salah satu dari wanita alien itu mencoba untuk membuatnya menghindar dari gudang ini ! “ Jelas Tazuya yang terkejut saat merasakan kontak spiritual milik Ryuga perlahan memudar


“ Oooh Tidaaaak ! Bagaimana kita bisa keluar dari sini ?! “ Kata Jubei dengan nada kepanikannya


“ Oke ! Tenang ! Tenang ! Aku akan mencoba menggunakan psikokinesisku untuk membebaskan diriku dari tali ini ! Jadi kumohon tenanglah agar aku bisa konsentrasi untuk menggunakannya “ Sahut Tazuya kepada Jubei untuk tidak panik


“ Uuuuh...okeeee...ayo gunakanlah dan konsentrasilah ! “


Tazuya menutup matanya dan mulai berkonsentrasi untuk menggunakan teknik psikokinesisnya untuk melepaskan dirinya dari ikatan tersebut.Tazuya mengalami sedikit kesulitan untuk membuka tali ikatan tersebut. Tiba-tiba, Jubei kemudian melihat sebuah obor gas yang tidak terpakai yang berada didekat pintu ruangan tersebut


“ Uuuuuuggggh ! Ini ! Ini lebih sulit dari yang aku kira “ Keluh Tazuya


“ Tazuya ! Tazuya ! “


“ Apa ?! Kau tidak lihat aku sedang-“


“ Lihat itu ! Ada obor gas ! Apa menurutmu...itu masih bisa berfungsi ? “ Tanya Jubei


“ Hmmmm “ Tazuya menggunakan psikokinesisnya untuk membawa kaleng obor gas tersebut


( TAAAAK )


“ Kalengnya sudah usang sih~ tapi apa ini bisa digunakan untuk membakar tali ini ? “ Tanya Jubei


“ Okeee~ Aku coba ! “ Tazuya mencoba mengaktifkan psikokinesisnya untuk mencoba menghidupkan kaleng obor gas tersebut


( Bwuuuuuusssh )


“ Uwoooo ! Jika tidak berhati-hati itu bisa membakar wajahmu loh~ “ Kata Jubei yang kaget melihat api dari obor gas tersebut


“ Naaaaaah~ sekarang yang perlu kulakukan yaitu harus berhati-hati~ tanpa membuat tangan ini terbakar “ Ujar Tazuya sambil menggunakan obor gas tersebut untuk membakar tali yang mengikatnya secara berhati-hati


Tazuya menggunakan obor gas tersebut dengan berhati-hati untuk membakar tali yang mengikat pergelangan tangannya dibelakang dengan psikokinesis dengan berusaha mengecilkan api obor tersebut. Saat ia berhasil membakar tali tersebut sampai putus, Tazuya langsung melepaskan dirinya sambil mengeluh akan panas yang dihasilkan api dari tali tersebut


( Sssssssssssshhhh )


“ HAH ! Uwaaaaooooouuuu ! “ Rintih Tazuya


“ Eh Eh Eh ?! Apa tanganmu terbakar~ ? “ Tanya Jubei yang panik dengan teriakan Tazuya


“ T-T-Ti-Tidak ada ! Hanya saja kedua pergelagan tanganku benar-benar merasakan hawa panas yang sangat menyengat ! Fuuuuuh “ Jelas Tazuya sambil meniup kedua pergelangan tangan bagian kirinya


“ Benarkah ? Baguslah ! Jadi itu artinya kedua lenganmu bisa digunakan untuk membebaskan kita ?! “ Tanya Jubei


“ Ya ! “ Tazuya kemudian mengeluarkan pisau lipat yang ia bawa dari saku celananya dan langsung melepaskan ikatan yang ada dikakinya dan kemudian melepaskan ikatannya Jubei


( ZYAAAT! ZYAAAT! )

__ADS_1


“ Fyuh ! Terima Kasih “


Tazuya dan Jubei berhasil melepaskan ikatan mereka dan segera untuk pergi mencari keberadaan Karin dan Lindsey. Jubei merasakan jika ia tidak mendengar suara Swift Polly dan SISTER disekitar pintu tersebut.Mendengar hal itu Tazuya langsung menggunakan pisau lipatnya untuk membobol pintu besi tersebut untuk membuka pintu tersebut


“ Bagaimana Jubei ? “ Tanya Tazuya kepada Jubei yang mendengar situasi dari balik pintu besi


“ Hmmmm...aku tidak mendengar atau merasakan gerakan para musuh dari luar sana ! Tidak ada gerakan kaki...atau terdengar suara mereka ! “ Jelas Jubei


“ Kamu yakin ? “


“ Yaaa “


“ Baiklah ! Aku percaya denganmu ! “ Ujar Tazuya dengan senyumannya sambil bersiap untuk membobol pintu tersebut


( TAAAK! TAAAK! TAAAK! TAAAK! )


“ Hmmmm...Oke ! Situasi aman ! Aku tidak menyangka tempatnya juga cukup luas ! Dan kelihatannya ada beberapa barang bekas yang masih tersimpan disini “ Gumam Tazuya sambil melihat situasi didalam gudang


“ Lihat ! Diatas sepertinya ada ruangan lain disana ! “ Kata Jubei sambil melihat dan menunjukan sebuah pintu yang letaknya lantai atas gudang tersebut


“ Karin dan temannya bernama Lindsey kemungkinan berada disana “ Sahut Tazuya sambil memperhatikan pintu tersebut


“ Hu’uh “


“ Jadi Jubei...apa mereka masih diluar gudang ? “ Tanya Tazuya tentang keberadaan Swift Polly dan SISTER


“ Yaaa ! Mereka masih ada diluar ! Tapi kita harus cepat ! “


“ Oke ! Ayo kita keatas ! “ Tazuya akhirnya mengajak Jubei untuk pergi keatas untuk menyelamatkan Karin dan Lindsey dilantai atas gudang


Ryuga terlihat masih mengikuti ‘Jubei’ yang membawanya ketepi dermaga. Walau Ryuga sadar bahwa orang yang diikutinya bukanlah Jubei, Ryuga masih tetap mengikutinya karena ia ingin tahu seperti apa permainan dari musuh yang ia hadapi


“ Jubei ! Dimana mereka ?! “ Tanya Ryuga yang pura-pura tidak tahu akan situasi disekitarnya


“ Tadi kami bertarung melawan Thetoid wanita itu disini ! Sepertinya mereka berhasil membawa Tazuya kabur bersama kedua teman-temannya itu ! “ Kata si ‘Jubei’ dengan nada paniknya


“ Apa kita perlu memanggil Namidashi dan yang lain ? “ Tanya Ryuga sambil melirik kearah ‘Jubei’


“ Tidak usah ! “ Ujar ‘Jubei’ yang tiba-tiba menaikan nada suaranya saat menolak tawaran dari Ryuga


“ Hah ? “


“ Apa kamu bercanda ?! Kita ini El-Figher...kita tidak perlu bantuan dari yang lain karena kita sudah kuat dan sering latihan ! Jadi tidak ada salahnya ‘kan sesekali kita tidak perlu memerlukan bantuan dari  yang lain ? “ Jelas si ‘Jubei’


“ Jadi...terakhir kamu melihat mereka dimana ? “ Ryuga kembali bertanya


“ Mungkin mereka masuk kelaut ini ! “ Si ‘Jubei’ menunjuk kearah tepi dermaga yang ada disamping


“ Yang benar saja ?! Celakaaaa ! Bisa celaka kalau mereka lari kelaut ! “


Merasa Ryuga mulai lengah dan mempercayai perkataanya, ‘Jubei’ mengambil kayu bekas yang berada didekat bangku ditepi dermaga dan bersiap untuk memukul kepala Ryuga secara diam-diam


“ Kalau begini...kita harus memanggil Tuan Rigel untuk mencari mereka ! Karena...” Kata Ryuga dengan nada datar disaat yang bersamaan ‘Jubei’ bersiap untuk memukulnya


( Syaaaa! DUAAAAGH ! )


“ AKH ! “ Rintih ‘Jubei’ yang terkena tendangannya Ryuga yang mengenai tepat di pipi kanannya


( BRUUUK )


“ Aku tahu jika selama ini musuh yang kau maksud adalah...DIRIMU ! “ Kata Ryuga dengan nada tegasnya dihadapan ‘Jubei’ yang tersungkur karena tendangan dari Ryuga


Si ‘Jubei’ tertawa dan memuji akan kepintaran Ryuga karena ia bisa tahu bahwa ia bukanlah Jubei yang asli. Sambil berusaha bangkit, ternyata selama ini yang menyamar menjadi ‘Jubei’ ialah Rough Polly berkat bantuan dengan gelang penyamaran yang dirancang olehnya


“ Eheheheee~ pintar sekali kau Fighter ! Aku tidak menyangka kau bisa mengetahui bahwa aku bukanlah temanmu yang sebenarnya “ Puji si ‘Jubei’ sambil berusaha bangkit dan memegang pipi kanannya


“ Lain kali jika ingin menyamar menjadi seseorang...pintar-pintarlah untuk meniru bagaimana cara mereka berbicara ! “ Ujar Ryuga kepada ‘Jubei’ yang ia anggap tidak pintar dalam meniru cara orang berbicara dalam melakukan penyamaran yang sempurna


“ Aaaah tidak kusangka ada juga orang yang bisa peduli untuk tahu ada seseuatu yang aneh dari seseorang dari cara mereka berbicara yaaa~ Okeee kurasa saatnya menunjukan siapa aku jika kau penasaran ! “


( SRIIIIIIIIIIIIIIIING )


“ Bagaimana penampilan asliku ? “ Tanya Rough Polly


“ Hah ? Jadi kau bertanya kepada orang buta seperti apa penampilan seseorang ? Kau ini mengejekku ? “ Tanya Ryuga dengan nada jengkelnya


“ Ap-apa ?! Jadi kau itu beneran buta atau pura-pura buta ?! Atau k-kau ini masih mempermainkan aku ?! “ Rough Polly balik bertanya dengan nada kebingungannya sambil menunjukan jari telunjuk kearahnya


“ Yaaa kurasa memakai kacamata ini membuat orang pikir aku tidak buta ya “ Kata Ryuga dengan santai sambil menaikan kacamatanya


“ Hmmm~ kelihatannya kau punya kekuatan yang bisa merasakan apa yang ada disekitarmu...dan aku yakin kau bukanlah sembarang manusia biasa sebelum menjadi Fighter ! Dan itu membuatku penasaran kau ini siapa ! “ Ujar Rough Polly sambil mengeluarkan pisau plasmanya


“...”


“ Salam kenal ! Aku adalah salah satu prajurit elit Pangeran Morsdantaque ! Selagi aku penasaran kau ini makhluk apa...alangkah baiknya kau beritahu kami dimana Tuan Muda Dullart...atau kau akan dicabik sambil mengingat bahwa betapa menyedihkannya dirimu dikalahkan setelah seenaknya menantang seseorang yang bernama...ROUGH POLLY ! “ Jelas Rough Polly sambil memperkenalkan dirinya dan langsung menyerang kearah Ryuga dengan melesat cepat


“ AH ! “ Ryuga yang terkejut langsung melindungi dirinya dengan sihir pelindungnya


( TRAAAANG !!! )


“ Woah ! Perisai yang cantik ! Aku belum pernah melihat kekuatan ini ! “ Puji Rough Polly


“ Benarkah ! EKRIXI !!! “ Ryuga langsung mengeluarkan sihir perisai peledaknya kerah Rough Polly


( SRIIIIING! BLAAAAAAAAAAAAR ! )


“ Kaaaah!  Woah ! Hebat sekali ! “ Rintih Rough Polly sambil memuji kemampuan Ryuga sebagai Spezialist


“ Jika itu adalah pujianmu terhadap kesan pertamamu melihat kekuatan umat Spezialist...mari kita lanjutkan pertarungan kita ! “ Ujar Ryuga sambil menunjukan aura magentanya kepada Rough Polly

__ADS_1


*****


__ADS_2