
( DUAGH ! )
“ Agh ! “
( BRUUK !! )
Didalam Kapal Induk , Energateez masih melanjutkan pertarungannya melawan sang sepupu, Meteoralez. Energateez kembali berdiri walaupun sudah mendapatkan beberapa serangan darinya dan mulai babak belur karena perbedaan kekuatan fisik mereka
“ Walau sudah babak belur... kau masih tetap saja bisa bertahan ! “
“ Kkkhhh ! “
“ Kelihatannya semua pengalaman yang kamu alami sejak sekolah benar-benar mempengaruhi pertahanan tubuhmu yaaa~ kuakui kau memang tangguh ! “
“ Heh ! Akhirnya kau mau mengakui aku ini tangguh ya ?! Bahkan dari dulu... sebelum ada kejadian itu... aku sudah tangguh ! “ Ujar Energateez sambil berusaha untuk bangkit dan kembali bertarung
“ Hmph ! Jadi bisa juga kau percaya diri seperti itu ! Kuakui kepercayaan dirimu wahai sepupuku ! “
“ Khh ! Haaaaaaah ! “
( DUAGH !!! )
“ Menyerah saja ! “ Teriak Meteoralez yang terus menyerang Energateez
( DUAGH !!! )
“ Aku tidak akan jatuh ! “ Balas Energateez dengan nada tegasnya sambil memberikan serangan kepada Meteoralez
( DUAGH !!! )
“ Kau akan kembali belajar ! Kuberi kau pelajaran agar kau tidak jadi sok kuat ! Sama seperti waktu kita sekolah dulu ! “
( DUAGH !!! DUAGH !!! DUAGH !!! )
“ HAAAAAAAAAHHH !!!! “
( DUAAAAAAAAAGHH !!! )
Energateez dan Meteoralez sama-sama mengeluarkan FYBER PUNCH kearah satu sama lain yang membuat sebuah dentuman yang cukup kuat karena frekuensi dari serangan tersebut. Walau frekuensi serangan Meteoralez lebih kuat dari Energateez, sang Prajurit Elit bertubuh pendek tersebut masih tetap bertahan dan terus melanjutkan pertarungan
“ Cih ! “
“ Ada Apa Meteo-san ?! Tidak suka aku masih bisa berdiri ?! HAAAAH ! “ Tanya Energateez kepada Meteoralez yang mulai kesal karena sang sepupu masih terus bertahan dari serangannya
( DUAGH !!! )
“ Ya ! Aku tidak suka... karena kau tidak sadar akan kemampuanmu ! FYBER SONIC GROUND ! “ Meteoralez meninju lantai untuk menciptakan serangan getaran dari lantai tersebut
( BUUUUUUUUUUMM !!! )
“ Ah ! “
Disaat Energateez berhasil menghindari serangan tersebut dengan melompatinya, tiba-tiba, Dia ditembak seseorang dari belakang yang membuat dirinya terkena serangan tersebut di pundak kanannya
( DOOOOR ! )
“ Owh ! “ Rintih Energateez yang kesakitan karena serangan tersebut
“ Hah ?! Belleria ! Apa yang kau- “
“ HAAAAH ! “ Energateez dengan cepat menembaki Meteoralez
( BUUUUMM !! )
“ Aaaah ! “
“ HAAAAH ! “ Energateez kembali menembak Meteoralez tepat diwajahnya dan mengenai mata sebelah kirinya untuk menghindari sang pemuda besar tersebut menggunakan laser mata untuk menyerangnya
( BUUUUUMM !! )
“ Kapten Meteoralez ! “ Panggil Belleria yang mulai panik
“ KKkh !! Belleria ! Ini salah kau ! “ Balas Meteoralez sambil menahan sakit dengan nada jengkelnya terhadap apa yang dilakukan wanita tersebut
Tidak terima disalahkan oleh sang Kapten, sambil memperhatikan Energateez kembali untuk bangkit, Belleria langsung memerintahkan beberapa bawahan Meteorlaez lainnya untuk keluar dari persembunyian dan bergegas untuk membantu melawan Energateez
“ Oh tidak ! Hei kalian ! Cepat keluar dan bantu kami ! “ Teriak Belleria kepada tentara lain yang masih bersembunyi
“ Ah ?! Kau yakin seka- “
“ CEPAAATT !!! “
“ Eeeeh~ Heeeei ! Ayo !!! Serang Kapten Energateez sekaraaaang !!! “ Teriak si tentara tersebut yang diikuti oleh kelima tentara lainnya dan mereka langsung berlari untuk menyerang kearah Energateez
“ AYO AYO AYOOOOOOOOOOO !!!!! “ Teriak para tentara yang bersemangat untuk membantu Meteoralez
“ Oi kalian ! Hentikan ! “ Perintah Meteoralez yang berusaha untuk menghentikan bawahannya bertindak ceroboh dipertarungan
Melihat bala bantuan dari Belleria membuat Energateez dan juga Meteroalez menjadi jengkel karena merasa Belleria hanya mengganggu pertarungan mereka
( SYAAAAAAAATTT !!! )
“ Kalian hanya mengganggu ! “ Teriak Energateez yang kesal dengan ulahnya Belleria dan anak buah Meteoralez lainnya dan langsung bersiap untuk menghadapi mereka
“ HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA “
( DUAGH ! DUAGH ! DUAGH ! DUAGH ! DUAGH ! )
“ Terima ini ! “ Salah satu tentara berusaha untuk memukul Energateez dengan Electro Baton kearahnya
( GREP )
“ HAAH ! “ Dengan cepat Energateez menangkap lengannya dan melemparkan tentara tersebut kearah rekannya yang membuat mereka berdua tersengat listrik dari senjata tersebut
( ZAAAAAAAAASSSH )
“ Uwaaaaaaaaaaaa !!! “
“ Oh tidak ! “ Sang tentara berhelm penuh panik saat melihat kedua rekannya berhasil dikalahkan oleh Energateez
“ Keparat kau !!! “ Teriak Belleria yang mulai melakukan perlawanan kearah Energateez
( SYAAAT! SYAAAT! SYAAAAT! DUAGH ! )
__ADS_1
“ Heh ! “ Energateez menjadi sedikit puas saat dia berhasil meninju wajahnya Belleria
“ Kkh ! Beraninya kau meninju wajahku ! HAAH ! “ Teriak Belleria yang tidak terima akan serangannya Energateez dengan membalas serangan tersebut dengan tendangannya yang kuat yang membuat Energateez
( DUAGH ! BRUUUK ! )
“ Uuuggh “
Saat Energateez berusaha untuk bangkit, dia sekilas langsung teringat dimana dirinya dulu pernah dihajar oleh mereka semua saat masih sekolahan dan tidak bisa mengalahkan mereka semua walau sudah berusaha untuk mencoba melawan
“ Seperti waktu itu ya~ “ Pikir Energateez yang seketika teringat akan dirinya dihajar oleh temannya Meteoralez saat disekolah
“ Hahahaaa~ Lemaaaaah ! “ Ejek salah satu tentara yang serupa dengan salah satu orang yang pernah menghajarnya
“ Inilah akibatnya sok-sokkan menjadi orang yang kuat ! “ lanjut salah satu dari mereka sambil mengambil lengannya Energateez dan bersiap untuk menghajarnya kembali
“ Hentikan ! “ Meteoralez menghentikan anak buahnya untuk menghajar Energateez dengan menyingkirkan mereka semua dengan FYBER PULL
“ AAAAH ! UWAAAAAAAAAAAAA ! “
“ Energateez benar ! Kalian disini hanyalah mengganggu ! Menyingkirlah ! “ Ujar Meteoralez dengan nada tegasnya sambil mendorong mereka semua dengan FYBER PUSH untuk menjauh dari pertarungan
“ UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA “
Sambil menghela nafas pasca melihat perbuatan anak buahnya, Meteoralez kembali melihat kearah Energateez yang tiba-tiba langsung menyerangnya dengan tombak listrik milik salah satu dari anak buah Meteoralez yang terjatuh
( TRAAAAAAAAANG ! SYAAAAT! SYAAAT! TRAAAAAANG ! )
“ Soal yang tadi... terima kasih yaaa~ Aku yakin walau kita ini berbeda tapi masih bisa memikirkan suatu hal yang sama ! Mungkin karena kita masih satu keluarga bukan ? “ Gumam Energateez yang takjub akan apa yang dilakukan Meteoralez barusan
“ Mereka menyebalkan dan sangat bebal ! Dan itupun tidak pernah berubah sejak dulu ! Dengan alasan kepedulian kata mereka ?! Yang ada mereka jadi pengacau urusan pribadi kita berdua ! “ Jawab Meteoralez yang mulai melakukan perlawanan kepada Energateez
( DUAGH ! DUAGH ! TRAAAAANG ! TRAAAANG ! )
“ Benar ! Mereka sangat... menyebalkan ! Karena itu... sejujurnya aku jauh lebih membenci mereka ketimbang dirimu... Meteo-san ! “ Gumam Energateez kepada dirinya sendiri tentang Meteoralez dan anak buahnya
( DUAGH !!! SYAAAT !!! DUAAAGH !!! )
“ Tunggu aku disana Samp-san ! Aku pasti menang dan kembali dalam keadaan selamat ! Pasti ! “ Lanjut Energateez sambil memikirkan Sampson yang sedang membantu Ryuga dan Jubei untuk menembaki tentara robot dan Thetoid yang ada dibawah
Sementara itu, pertarungan Dullart dan Morsdantaque sempat terhenti karena kedatangan Gretue yang secara tiba-tiba
“ Gree ! “ Gumam Dullart yang terkejut melihat kedatangan sang anak sulung nomor dua tersebut
“ Saudaraku ?! Apa yang kau lakukan disini ?! Sudah tahu’kan jika tidak ada yang boleh mengganggu pertarungan ini ? “ Tanya Morsdantaque dengan nada tegasnya
“ Ya ! “
“ Apa yang membuatmu datang kemari ?! “ Tanya Morsdantaque dengan nada kecurigaannya
“ Untuk mengantarmu keimpianmu ! Ini bukan sekedar untuk memperebutkan tahta kekaisaran bukan ? Tapi juga untuk memusnakan pengkhianat yang berani mempermainkan kita ! “Jawab Gretue dengan nada santainya sambil berjalan mendekati Morsdantaque yang masih memandangnya dengan tatapan kecurigaannya
“ Hm ?! “ Dengan bersikap waspada Dullart berpikir akan langkah yang sedang Gretue ambil saat ini
“ Dia berkembang... dan sudah menjadi lawan yang tangguh ! Aku bisa melihat kau masih meremehkannya karena egomu ! Kau tidak berubah ! “ Gumam Gretue sambil memegang pergelangan tangannya Morsdantaque sambil menasehatinya soal diri Morsdantaque yang selalu meremehkan lawanya
“ Heh ! Gree ! Bisa-bisanya dalam seperti kamu- “
( Zzzzzzzhhh !! )
“ Ah ! “
( SYAAAAAT ! )
“ Apa ?! “
“ Sepertinya... anda memang tidak mempertimbangkan suatu hal yang ada didepan matamu... karena terbutakan oleh keangkuhanmu “ Ujar Gretue dengan nada santainya
*****
“ Terbutakan ?! Tidak ! Aku melakukan apa yang kubisa untuk masa depan umat kita ! Jangan pikir orang tua kita dan para pendahulu kita tidak pernah melakukan hal yang sama sepertiku ! Aku hanya mengikuti apa yang mereka lakukan dimasa lalu ! Karena itu aku sangat menyayangkan Ayah kita mempercayakan si pengecut itu untuk menjadi penerus Tahta Kekaisaran ! Dia tidak peduli dengan masa depan ! Dan masa depan kita akan hancur karena sisi penakutnya ! Kau harus tahu itu Gree ! “ Gumam Morsdantaque yang masih memegang pergelangan tangannya
“ Baik~ kuakui kau sudah mempertimbangkan semuanya ! Mulai dari invasi ini... tentara kita... dan taktik penyeranganmu ! Tapi... apa kau sudah mempertimbangkan sesuatu yang tidak terduga... dari dirimu ?! “
Mendengar perkataan Gretue barusan, Morsdantaque langsung memperhatikan parameter tenaga dari FYBERSUIT miliknya yang berkurang menjadi 65%. Dia bisa melihat bahwa tenaga tersebut perlahan berkurang dan perlahan hampir menuju 50%
“ A- Apa-apaan ini ?! “ Morsdantaque terkejut saat melihat parameter FYBERSUIT-nya
( JLEEEEB !!! )
“ Ah ! “ Dullart terkejut saat melihat Gretue tiba-tiba menusuknya dengan sebilah pisau yang dikeluarkan dari sakunya
“ Sialan ! Jadi kau... punya agenda tersendiri dalam membantuku ! Kelihatannya kau juga ingin sekali memperebutkan tahta kekaisaran dengan menyingkirkan kami ! “ Gumam Morsdantaque yang bersiap untuk menyerang Gretue
“ Kau bicara begitu seolah kau juga adalah korban dan tidak pernah melakukan itu ! Bukannya menyadari akan keteledoranmu ! Jika aku kesini juga ingin memperebutkan tahta kekaisaran... harusnya kau sudah sadar kenapa sejak awal aku tidak membunuhmu dan malah mengambil tenaga FYBERSUITmu ! “ Gumam Gretue sambil mencabut pisau tersebut dari Dullart
“ Cih ! Sialan kau Gree ! KAU AKAN MENYESALINYA !!! “ Dengan rasa kegeramannya yang sudah tidak tertahankan, Morsdantaque langsung berlari kearah Gretue dan Dullart dan menyerang mereka dengan pedang FYBERnya walau perlahan tenaganya diturunkan oleh Gretue
Gretue melirik kearah Dullart sambil memberikan aba-aba untuk melakukan sesuatu untuk menghentikan Morsdantaque
“ FYBER FIELD ! “ Dullart mengaktifkan perisai untuk menghentikan pergerakan Morsdantaque
( SRIIIIIING ! )
“ AH ! Sialan ! Ini FYBER FIELD ?! “ Morsdantaque seketika merasa dirinya ditarik dari bawah karena teknik yang dikeluarkan oleh Dullart
“ Sekarang ! “ Dengan cepat Dullart langsung berlari kearah Morsdantaque dan bersiap untuk menyerangnya
“ Tidak ! “
( TRAAAAAAAANG ! )
“ Kkkh ! Dasar bodoh ! Kau pikir dengan ini aku bisa kalah dengan mudah ?! Jangan mimpi ! “ Geram Morsdantaque yang berusaha untuk melindungi dan menahan serangan pedang FYBER milik Dullart
Dengan nada kekesalannya sambil mengaktifkan FYBER KICK, Dullart menjawab “ Kau yang harusnya untuk jangan bermimpi terlalu besar ! HAAAAH ! “
( DUAAAGH !!! )
Setelah berhasil menendang Morsdantaque dengan kuat dan menjauh dari Kapal Induk, Dullart pergi keatas Morsdantaque dan bersiap mengeluarkan teknik selanjutnya untuk mengalahkan Morsdantaque dengan menendangnya kembali kebawah kota “ FYBER SONIC STOMP ! “
“ Cela- “
( DUAGH !!! )
__ADS_1
“ Agh !!! “
( BUUUUUUUUUUUUUUUUMMM !!!! )
Saat masih menghadapi Tazuya didalam Kapal Induk, Glabe dan Tazuya seketika terkejut saat melihat Morsdantaque akhirnya terjatuh oleh serangannya Dullart
( TRAAAANG! TRAAAAAAANG! TRAAAAAAAANG! )
“ Ah ?! Itu’kan... “ Tazuya seketika memperhatikan kearah jendela dan Morsdantaque dibuat terjatuh oleh Dullart
“ Cih ! Ada-ada saja ! “ Geram Glabe saat melihat Morsdantaque
( TRAAAAAANG ! TRAAAAAANG ! )
“ Kkkkh !!! “
“ HAAAAAAH ! “ Glabe kembali mengeluarkan tebasan lasernya kearah Tazuya
“ Kazami ! “
( WUUUUUUUUUUUUUUUSSSSHH !!! )
“ Kau tangguh juga ! Sekarang aku jadi muak melihatnya ! Aku sangat berharap kau bisa dengan cepat agar aku bisa membantu Pangeran Morsdantaqe untuk mencapai cita-citanya ! Tapi tidak kusangka... kau memang sosok yang sulit untuk dikalahkan dengan sekali walau telah diserang berkali-kali ! “ Ujar Glabe yang mulai frustrasi akan pertarungan mereka
“ Haaah... haaaah... haaaaah... kau juga sama ! Kau juga... sama sulitnya untuk dikalahkan ! Tapi kuakui... kuakui kau memang tangguh dan sangat kuat ! Aku bisa melihat kenapa kau sangat pantas menjadi Kapten dari para prajurit elit ! “ Balas Tazuya yang mulai kelelahan karena pertarungan mereka yang belum selesai dan sudah mulai kelelahan
“ Walau sudah kelelahan saja... kau tetap masih ingin bertarung ! Menyerahlah ! Daripada kau mati konyol di Kapal Induk ! Terlebih karena kau masih memiliki keluarga yang mengharapkanmu kembali dengan selamat bukan ? “ Lanjut Glabe sambil mengarahkan pedangnya kearah Tazuya
Mendengar Glabe membawa kata keluarga terhadap Tazuya membuat sang remaja bertubuh pendek itu teringat akan keberadaan kelima saudaranya yang berada bersama sanak jauh mereka untuk liburan. Tazuya teringat akan janjinya kepada mereka untuk membantu mereka mengantar ke kehidupan dan masa depan yang lebih baik
“ Keluarga ya ? “
“ Hmph ! “
“ Itu benar ! Ada keluarga yang sedang menungguku ! Tapi mereka belum tahu akan identitasku... sebagai calon El-Fighter ! Aku tidak ingin mereka terlalu mencemaskanku ! Dan aku akan terus berjuang... dan tidak akan mati dengan mudahnya dimanapun ! Entah itu dipertarungan ini... ataupun ditempat lain ! Aku akan mengantarkan mereka... kemasa depan yang cerah ! “
Mendengar perkataan Tazuya membuat Glabe langsung teringat akan tujuan utamanya dipaksa ikut bergabung kemiliter Theta agar kejahatan keluarganya bisa diampuni oleh pihak kekaisaran. Yang membuat dirinya bisa melihat bahwa baik dia dan Tazuya memiliki alasan hidup yang sama yaitu untuk memperbaiki kehidupan keluarga dan membawa mereka kemasa depan yang lebih baik
“ Begitu ! Kau memang anak yang berbakti ! Kita punya tujuan yang sama... tapi memiliki cara yang berbeda bagaimana kita memandang keluarga kita ! “ Gumam Glabe dengan nada tegasnya yang bersiap untuk melanjutkan pertarungannya
“ Walaupun tujuan kita sama... kau dan aku adalah orang yang berbeda ! “ Balas Tazuya yang juga bersiap untuk kembali bertarung
“ Kau... bocah Kazenoid... jika kau memang menyayangi keluargamu... berusahalah untuk tidak mati dipertarungan ini ! Karena sudah saatnya... bukan waktu yang pas untuk saling mengkasihani ! “
“ Mengkasihanimu ?! Untuk apa ?! Walau tujuanmu ada dimiliter demi keluargamu... tapi tetap saja... itu bukan berarti kau adalah orang yang pantas untuk dikasihani ! “ Balas Tazuya dengan nada tegasnya
“ Hmmm... HEYAAAAAAAGGHHH ! “ Glabe langsung mengarahkan tebasan laser kearah Tazuya
( ZAAAAAAAASSSH !! )
“ Cih ! “ Dengan cepat Tazuya memperkuat Perisai Mental untuk melindungi dirinya daris serangan tersebut
( BUUUUUUUUUUUMMMM !!! )
“ Haaaaaaaah ! Tazuya langsung berlari kearah Glabe pasca berhasil menghentikan serangan tersebut
( TRAAAAANG! SYAAAT! SYAAAAT! SYAAAAT! SYAAAAT! )
“ RIPOSTE HEAT SLASH ! “ Glabe mengaktifkan pemanas mata pedangnya untuk memperkuat serangannya
“ Oh’ho ! “
( SYAAAT! SYAAAT! SYAAAAT! SYAAAAT! TRAAAAAANG! )
“ Ah ! “ Tazuya terkejut saat melihat mata pedangnya Glabe yang membuat perisainya pecah dan terdorong oleh serangannya
“ Jangan lengah ! Pelajarilah apa yang dilakukan oleh lawanmu ! “
“ Kkkh ! Pedang pemanas ?! “ Gumam Tazuya sambil memperhatikan pedang milik Glabe
( SYAAAAAAAAAAT ! )
“ Dia datang ! “ Tazuya dengan cepat langsung berdiri untuk menghadapi serangan selanjutnya dari Glabe
( TRAAANG! TRAAAANG! TRAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! )
“ Eeeerrggh~ Kusanagi bisa terkikis dan terbelah kalau begini terus ! “ Geram Tazuya sambil menahan pedangnya Glabe yang perlahan bisa mengikis Kusanagi dengan panas mata pedang miliknya
( TRAAAANG! TRAAAANG! SYAAAAAT ! )
“ Ha ?! “
Tazuya berhasil mundur dan menghindari Kusanagi terkikis oleh serangan dari Glabe. Lalu dia memiliki ide untuk mengeluarkan teknik lain yang bisa menghentikan pergerakan dari Glabe tanpa harus tersentuh oleh pedang panasnya
“ Seventh Dance : Jinsokuken ! “ Tazuya menciptakan replika mata pedang Kusanagi dan memutari pedang tersebut searah jarum jam tepat didepannya
“ Teknik baru lagi ?! Sepertinya menarik ! HEAT SWORD FLASH DROP ! “ Ujar Glabe sambil kembali menaikan panas mata pedangnya dan bersiap untuk menghadapi Tazuya
( SYAAAAAT ! )
“ HAAAAAAAAAAAAHHHH !!! “
( TRAANG! TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! TRAAAANG! TRAAAANG! )
“ Dia mengendalikan mata pedang itu ?! “ Pikir Glabe sambil fokus memperhatikan seragan dari Tazuya
( SYAAAT! TRAANG! TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! TRAAAANG! TRAAAANG! )
“ Terima ini ! “ Disaat yang bersamaan Tazuya mengeluarkan teknik Ippen Kaze kearah Glabe yang sibuk menangkis mata pedang tersebut
“ Lagi ?! CIH ! “ Dengan cepat Glabe kembali menciptakan laser dari mata pedangnya
( ZYAAAAAASSH ! BUUUUUUUMMM ! )
“ Aaahh ! “ Tazuya terkejut saat serangannya berhasil ditebas oleh Glabe dan tanpa dia sadari Glabe mengambil kesempatan dengan menyerang Tazuya dari belakang
( SYAAAT ! )
“ Kkkh ! Alternate ! Jinsosu- “
“ Lambat ! “ Ejek Glabe yang secara tiba-tiba datang dibelakang dan menebas Tazuya
( ZAAAAAAAAASSSH !!! )
__ADS_1
*****