
Rigel kemudian menghampiri para V-FIGHTER dan mengatakan kepada mereka bahwa latihan selanjutnya mereka harus bisa menggunakan Convergence atau Alternate tanpa ragu jika itu akan melukai dirinya. Mendengar hal itu, Tazuya dan yang lain agak ragu untuk melakukannya. Namun Rigel mengatakan bahwa Tazuya dan yang lain harus melakukan ini dan ia tidak mempermasalahkannya karena ia sudah terbiasa mengikuti pelatihan yang cukup keras yang berpotensi akan melukai dirinya
“ Baik ! Kelihatannya kalian semua sudah berkumpul disini. Apa bisa kita memulai pelatihan kita ? “ Tanya Rigel kepada Tazuya dan yang lain
“ Ya ! Kami siap ! “ Jawab Tazuya yang diikuti dengan anggukan Inuya dan yang lain
“ Bagus ! Kalau kupikir kelihatannya akan lebih baik jika kalian bertarung langsung denganku untuk menciptakan teknik baru tentang Convergence dan Alternate. Karena jika kalian langsung menghadapi lawan yang kuat, kalian akan bisa menciptakan teknik tersebut jika kalian tahu siapa lawan kalian “
“ Bertarung melawan anda ? “ Tanya Jubei
“ Ya ! Kamu harusnya tidak begitu kaget ‘kan karena kita sering melakukan itu “
“. . . “
“ Oke ! Mungkin kita memang sering melakukan latihan bersama-sama dengan cara bertarung denganku secara langsung. Kali ini aku meminta kalian untuk tidak ragu menggunakan semua teknik Possession kalian baik dalam bentuk Convergence atau Alternate “ lanjut Rigel
“ Haah ?! “ Kelima anggota V-FIGHTER kaget saat mendengar penjelasan dari Rigel
“ Uuuum Anda yakin soal itu ? “ Tanya Tazuya
“ Ya ! Teknik Convergence dan Alternate bisa menyebabkan serangan yang jauh lebih besar ketimbang teknik normal Possession. Jika anda terkena itu maka anda bisa terluka atau mengalami cidera yang serius ! “ Ujar Inuya
“ Sebelum menjadi El-Fighter, aku sudah mengikuti beberapa latihan saat aku menjadi tentara super sejak kecil. Jadi aku sudah mengalami seperti apa kerasnya latihan jika aku dilatih untuk menyerang lawan dengan teknik yang bisa membahayakan lawan latihan bahkan diriku sendiri “ Jelas Rigel sambil teringat masa kecilnya yang membuat Tazuya dan yang lain terdiam saat mendengar pengalamannya
“ Jadi. . .” Tanya Tazuya dengan nada keraguan
“Selama itu tidak membunuhku aku tidak mempermasalahkan jika kalian mengeluarkan teknik yang berpotensi akan membahayakan diriku. Karena dalam latihan ini menggunakan Holonemy dan barang lain tidak cukup untuk menciptakan teknik yang kuat ! Karena sebagai El-Fighter, kalian harus tidak boleh ragu dalam mengalahkan musuh yang berpotensi menghancurkan masa depan umat ini ! “ Rigel melanjutkan penjelasannya kepada yang lain
“ Woah Rigel-san ! Aku tidak menyangka bahwa kamu akhirnya mau cerita tentang pengalamanmu agar anak-anak mau menyiksamu dipelatihan ini “ Kata Dullart yang duduk ditepi ruang pelatihan bersama DECA-I sambil mendengarkan penjelasannya Rigel
“ Itu motivasi ! Kalimat Motivasi~ “ Kata DECA-I
“ Baiklah~ kurasa kalian sudah paham akan perkataanku. Ayo ! Kita mulai ! “
“ Ya ! “
“ Bagus ! Tazuya dan Ryuga ! Aku ingin kalian yang memulai duluan ! “
“ Ah ! Ka- Kami ?! “ Ryuga dan Tazuya bertanya secara bersamaan
“ Ya ! Ayo ! “
Tazuya dan Ryuga saling menatap satu sama lain dan mengangguk sebagai pertanda mereka yakin bisa melakukan pelatihannya tanpa ada hambatan. Sedangkan Inuya dan yang lainnya duduk dipinggir area tersebut bersama dengan Dullart dan DECA-I
“ Hooo~ Ini akan sangat seruuuu~ “Kata DECA-I dengan penuh semangat
“ FAIS ! Ganti area latihannya seperti saat aku latihan dengan Dullart ! “ Perintah Rigel
“ Dimengerti, Tuan Rigel Orionis ! “
( FAIS mengubah area bertarung sesuai dengan apa yang diinginkan Rigel)
“ Ah ! Apa ?! “ Ataru kaget saat melihat area latihan yang diubah oleh FAIS
“ Te-tempat apa ini ?! “ Tanya Jubei yang kaget saat melihat seisi ruang latihan
“ Ruang latihan tanpa batas. Dengan ini kalian bisa mengeluarkan teknik kalian dengan sesuka hati. Dan kalian hanya bisa bersembunyi dibalik batu-batu ini “ Jelas Rigel sambil mengeluarkan Anthemusa
“ Mulai ! “
“ Kusanagi ! “
“ Anthos Delfini ! “
Saat Tazuya dan Ryuga mengeluarkan kedua Possession mereka, dan Rigel langsung menyerang kearah mereka dengan kecepatan yang membuat kedua remaja itu kaget melihat aksinya Rigel
“ Cela- “
( DUAAAAGH ! )
“ Hng ! Perisai Mental ya ?! Bagus ! Keputusan yang bagus nak Tazuya “ Puji Rigel yang melihat Perisai Mental milik Tazuya kembali aktif dan melindungi dirinya dan Ryuga
“ Perisai Mental ? “ Tanya Ryuga
“ Ayo Ryuga ! Kita tidak ada waktu untuk bertanya dengannya ! Hyaaaaaaaaah ! “ Kata Tazuya sambil berlari kearah Rigel
( Syaat ! Syaaat ! Syaaat ! Syaaat ! Syaaat ! )
“ HAAAAH ! “ Ryuga melempar Anthos Delfini dari belakang Rigel
( TRAAAAAANGG ! )
“ Oh’ho ! “
( Zyaaat ! Zyaaaat ! Zyaaaat ! Zyaaaat ! )
“ Usaha yang bagus nak Ryuga ! “ Puji Rigel saat ia menebas semua serangan sihirnya Ryuga
“ Hideyuki ! Sekarang ! “ Panggil Ryuga
Tazuya mempersiapkan serangannya dari belakang Rigel yang diikuti oleh Ryuga dengan perisainya untuk menciptakan serangan Convergence untuk mengecoh pergerakan mereka degan menciptakan kabut yang menyelimuti seisi ruang pelatihan
“ Fourth Dance : Arashi Nagashi ! “
“ Fourth Act : Swan Lake ! “
“ Convergence ! SHI NO KIRI ! “
“ Ah ! “
( WUUUUUUUUUUUUUSSSSSHHH)
“ Uwaaaaaaa ! Ah ! Mereka- “
“ Teman-teman ! Tetaplah disana dan jangan panik ! “ Tazuya memberi peringatan kepada Inuya dan yang lain dengan kontak telepatinya
“ Hah ? Kabut lagi ? “ Tanya Jubei
“ Ini. . . kelihatannya berbeda dengan Kazami ! “ Kata Inuya
Rigel melihat sekelilingnya dan memiliki pemikiran yang sama dengan Inuya. Ia tahu bahwa teknik yang dikeluarkan Tazuya berbeda dengan teknik pertamanya. Tiba-tiba, Rigel diserang oleh hembusan angin yang membuat lengan dan kakinya terkena tebasan dari serangan Tazuya dan Ryuga
( ZYAAASS! ZYAAAASS! )
“ Cela-“
( ZYAAASS! )
“ Kkkkh ! “
( Traaaang ! Traaaang ! Traaaaang ! )
Rigel menangkis semua serangan dengan Anthemusanya dan dalam keadaan mata tertutup. Tanpa diketahui oleh Tazuya dan Ryuga, Rigel berusaha untuk mencari posisi mereka dengan kontak spiritualnya sembari menghindari semua serangan mereka
“ Sekarang ! “
“ Hmph ! “
“ Datang ! “ Kata Rigel dalam hati saat merasakan kedatangan Tazuya dan Ryuga
( DUAGH )
“ Owwww ! “
“ Aduuuuh ! “
“ Clear Sky ! “ Rigel menghapus kabut disekitar dengan Anthemusanya
“ Hmmm. . .bagus ! Tapi sayangnya kalian harus tahu bagaimana cara mengkoordinasi serangan Convergence dengan baik ! Nak Tazuya. . . instingmu tidak sejernih ninja pada umumnya dan aku rasa kamu masih memikirkan sesuatu yang tidak ada gunanya dalam tugasmu sebagai calon El-Fighter! Gunakan instingmu dan berfokus untuk mengetahui gerakanku ! Juga . . . nak Ryuga. . .aku bisa merasakan kamu belum bisa menerima dirimu untuk menjadi calon El-Fighter ! Buang rasa ragumu itu ! “ Jelas Rigel kepada Tazuya dan Ryuga yang terduduk dilantai karena terbentur satu sama lain
“ Ya. . .Tuan Rigel “
“ Maafkan kami atas kecerobohan kami ! “
“ Oke ! Inuya dan Jubei. . . masuk ! kalian berdua silahkan istirahat dan memikirkan taktik selanjutnya “ Perintah Rigel
“ Ummm kita ? “ Tanya Jubei sambil menunjuk dirinya dan Inuya
“ Hu’uh ! Ayooo. . .kemarilah “ Jawab Rigel
“ Ayo Jubei ! “
“ Good luck ya ! “ Kata Ryuga kepada mereka berdua
“ Ummm Rigel-san. . .aku dan DECA-I akan pergi keruang pemantau untuk jaga-jaga dan memantau situasi kota “ Kata Dullart kepada Rigel
“ Ya ! Silahkan “
Saat Dullart dan DECA-I pergi keruang pemantau, Rigel kembali melanjutkan sesi pelatihan dengan melatih Inuya dan Jubei. Tidak seperti dipertarungan sebelumnya, kali ini pertarungan dimulai dengan Inuya yang memulai duluan menyerang Rigel
“ Hyaaaaaaaaaaaaah ! “
( DUAGH ! )
“ Memulai tanpa mengeluarkan Labeja-mu ? Oke ! Aku menghargai keputusanmu nak Inuya “ Puji Rigel sambil menahan serangan dari Inuya dengan Anthemusanya
( Syaaat! Syaaat! Syaaaat! Syaaaat! Syaaaat ! )
“ Haaaaaaah ! “
( DUAGH ! )
“ Labeja ! “
“Oke! Sudah saatnya ! Estrella ! “ Kata Jubei saat melihat Inuya mengeluarkan Possessionnya
“ Jubei ! Tetap berada diposisi dan jangan lengah ! Fokus dimana saat yang tepat kamu akan memanah kearahnya ! “ peringat Inuya dengan kontak telepatinya yang Jubei jawab dengan anggukkannya
Inuya lanjut menyerang Rigel dengan Labeja dan Rigel berkali-kali berhasil menghindari semua serangan dari Inuya. Sambil melawan Rigel, Inuya memperhatikan semua gerakan dari Rigel dan berpikir bahwa Rigel mengandalkan kecepatannya saat bertarung dan memiliki refleks yang cukup menakjubkan
( Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! )
“ Hyaaaaaaaaaaaaah “
( DUAAAAGGH )
“ Ghhhhh ! “
( DUAAAGGGH )
“ Kecepatan ? Es ? Hmmmm . . .Begitu ya ! “ Kata Inuya dari dalam hati sambil menahan kakinya yang ditahan Anthemusa dan memberika aba-aba kepada Jubei untuk menyerang Rigel
( Syaaaat ! )
“ Ah ! Nak Jubei kelihatannya sudah mulai beraksi “ Kata Rigel dalam hati sambil menghindari serangannya Jubei
( Syaaaaat! Syaaaat! Syaaaaat! Syaaaat! Syaaaaat! )
“ Ah ! “ Rigel terkejut saat ada anak panah yang hampir mengenai dirinya
( Syaaaaaat! )
“ Bagus ! Saatnya Jubei ! “
“ Okeeee ! Third Target : Arrow Trick ! “
“Second Sting : Heracleum ! “
“ Convergence ! Joule Arrow ! “
“ Woah ! Mereka akan berhasil ! “ Kata Tazuya yang terkejut melihat teknik yang digunakan Jubei dan Inuya
“ Kkkkh ! Fourth Step : Mirror Shield ! “
( Braaaak ! Braaak ! Braaak! Braaaak! )
__ADS_1
“ Oh oh ! Oh oh ! Celaka ! Ini tidak bagus ! Jubei gunakan teknik ketigamu dan coba pikirkan Alternate-nya untuk- “
“ Alternate ! Mirror Shield : Reversal ! “
“ Third Sting : Dandelion ! “
( Wuuuussssh )
“ Cih ! Ini tidak bekerja ! “
“ Ah ! Ummmm Third Target : Arrow Trick ! . . . Ini dia ! Alternate ! Arrow Trick : Wind Shield ! “
( BUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUM )
“ Uwaaaaaaaaaaaaaaa “
Rigel menggunakan teknik Alternate dari Mirror Shield untuk membalik serangan Convergence dari Inuya dan Jubei. Saat Jubei menggunakan Alternate dari teknik ketiganya untuk melindungi mereka dari teknik tersebut, mereka berdua tidak menyangka bahwa teknik Convergence yang mereka ciptakan bisa menciptakan dentuman yang kuat
“ Ouuh Inuya-kun ! Kurasa saat kamu menggunakan Convergence kamu harus pikir-pikir dulu teknik mana yang pas “ Komentar Ataru sambil memperhatikan Inuya dan Jubei yang tersungkur karena terlempar dari serangan tersebut
“ Jika seandainya Tuan Rigel tidak menyadarinya ini bisa gawat “ Kata Tazuya dengan ekspresi terkejutnya
“ Adudududuuuuh “ Rintih Inuya yang berusaha untuk bangkit
“ Woah Inuyaaa~ aku tidak menyangka kau memiliki teknik yang mengerikan seperti ini ! Aduuuuuh “ Gerutu Jubei
“ Kerja yang bagus ! Nak Inuya. . . lain kali kamu harus mempertimbangkan teknik apa yang akan digunakan untuk menggunakan Convergence. Teknik Hercaleum milikmu sangat bahaya jika kamu tidak tahu jarak atau diwaktu kapan teknik itu bisa digunakan baik dalam Convenrgence maupun Alternate “ Jelas Rigel sambil mengingat teknik yang digunakan Inuya
“ Lalu Jubei. . . lain kali jangan ragu untuk mengambil tindakan. Semua keputusan dan tindakan ada konsenkueinsinya, baik itu konsenkuensi yang baik ataupun yang buruk. Aku harap kamu tidak kikuk dalam hal itu nak Jubei “ Lanjut Rigel sambil melirik kearah Jubei
“ Ba-baik Tuan Rigel “
“ Inuyaaaa~ lain kali coba pakai kepalamu untuk berpikir oke~ “ Celetuk Jubei
“ Jadi kau mau menyalahkan aku ? “ Tanya Inuya dengan nada jengkelnya
“ Baiklah~ sudah cukup ! Tidak ada yang perlu kalian saling menyalahkan satu sama lain ! Kalian berdua bisa beristirahat “ Kata Rigel yang menghentikan Inuya dan Jubei berdebat satu sama lain
“ Okeee~ “
“ Nah, Nak Ataru. . . apa kamu sudah siap ? “ Tanya Rigel
“ Aaah ! Tentu saja ! “
“ Aku beri kamu dua pilihan. Kamu ingin latihan sendiri atau ditemani oleh salah satu dari rekanmu ? Pilihlah dulu baik-baik “ Kata Rigel sambil memberikan pilihan kepada Ataru
Mendengar perkataan dari Rigel, Ataru berpikir sejenak akan pilihan yang diberikan dari sang mantan Delta tersebut. Sambil berpikir, Ataru memperhatikan keempat teman-temannya sambil mengingat semua kemampuan mereka selama dalam pertarungan. Saat berpikir cukup lama, Ataru akhirnya membuat keputusannya
“ Bagaimana ? Sudah tahu akan keputusanmu ? “ Tanya Rigel
“ Hmm ! Aku akan memilih latihan bersama Tazuya-kun ! “
“ Aku ? “ Tazuya yang sedikit kaget bertanya kepada Ataru dan dijawab pemuda berambut pirang dengan anggukkan dan senyumannya
“ Oke ! Aku mau ! “ Kata Tazuya yang setujuh akan ajakan Ataru
“ Kamu yakin ? “ Rigel bertanya sekali lagi ke Tazuya
“ Ya ! Aku yakin ! “
“ Bagus ! Ayo kita mulai latihannya “
*****
Ataru dan Tazuya maju disesi pelatihan yang selanjutnya. Walau ia menyetujui ajakannya Ataru, Tazuya masih heran kenapa Ataru memilih dirinya untuk menjadi pasangan dalam sesi latihannya
“ Kenapa mau memilihku, bro ? “ Bisik Tazuya
“ Lihat saja nanti “ Jawab Ataru dengan singkat
“ Oke ! Kalian siap ! “
“ YAAAA ! “
“ Hmmmmmm ”
Ataru, Tazuya dan Rigel bersiap ditempat dan menunggu siapa yang menyerang duluan. Saat Ataru mengeluarkan tongkat sabit dan Possessionnya, pemuda berambut pirang tersebutmeberi aba-aba kepada Tazuya untuk memulai menyerang Rigel
“ Kusanagi ! “
“ Tijdbreker ! “
“ Yoooosssh ! Hyaaaaaaaaaaaaaaahh “
( Traaaaaaaang ! )
“ Oke ! “
( Syaaaat! Syaaaat! Syaaaat! Syaaaaat! )
“ Hmph ! “
( Zyaaasshh)
“ Ah ! “
“ Eerst : Terug ! “
( SRIIIIIIIIIIIIING)
“ Oke ! “
( Syaaaat! Syaaaat! Syaaaat! Syaaaaat! )
“ Hmph ! “
“ TAZUYA-KUN ! HATI-HATI ! “ Peringat Ataru
“ Ah ! “
Rigel bisa merasakan bahwa Ataru menggunakan Tijdbreker untuk mengembalikan waktu semula sehingga Tazuya dapat menghindari serangan darinya. Saat Tazuya mulai melihat kesempatannya untuk menyerang dan mengeluarkan teknik Kusanaginya, Rigel bertindak dengan cepat dengan menciptakan Mirror Shield untuk melindungi dirinya dari serangannya Tazuya
“ Fourth Dance : Arashi Nagashi ! “
( SYAAAAAAAAAAAASSSHHH )
“ Fourth Step : Mirror Shield ! “
( BUUUUUUUMMM ! )
“ Bagus ! Zesde : Naar Voren ! “
“ Alternate ! Mirror Shield : Reversal ! “
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )
Ataru dan Rigel mengeluarkan teknik Possession mereka secara bersamaan. Saat Tazuya menyadari Rigel menggunakan teknik untuk membalikan serangannya, melihat semua serangannya berbalik kearah mereka, Tazuya dan Ataru menghindari semua serangan tersebut dengan mudah berkat efek dari teknik Naar Voren milih Ataru
( Wuuuuuuuuuuuuuuusssh)
“ Tazuya ! Saatnya menghindar ! “
“ Oke ! “
( Syaaat! Syaaat! Syaaaat! Syaaaat! Syaaaat! )
“ Second Step : Icicle Blast ! “
“ Oh ti-“
“ HAAAAH ! “ Tazuya kemudian menggunakan Psikokinesisnya untuk menghentikan serangan tersebut
( BUUUUUM ! )
“ Huuuf “ Tazuya langsung duduk kelelahan karena menggunakan Psikokinesis dalam skala yang cukup besar untuk menghentikan serangan tersebut
“ Bagus ! Kelihatannya kamu sudah mengerti cara menggunakan Psikokinesis untuk menghentikan suatu serangan disaat terdesak ya! Keputusan yang sangat bijak ! “ Puji Rigel
“ Bagaimana ? Masih bisa bertahan ? “ Tanya Rigel kepada mereka berdua
“ Hmph ! “ Tazuya dan Ataru mengangguk secara bersamaan menandakan mereka masih bisa bertahan
Melihat jawaban dari kedua remaja tersebut, Rigel tanpa ragu menyerang kearah Ataru dalam sesi kedua pelatihan mereka.Karena masih terpengaruh oleh Naar Voren, Ataru bisa menghindari serangan tersebut dengan mudah. Merasa bahwa tekniknya tidak bisa memberi efek yang cukup lama, Ataru akhirnya menggunakan tongkat sabitnya untuk menyerang Rigel bersama dengan Tazuya
( Syaaaat! Syaaaat! Syaaaaat! )
“ Ataru ! Kelihatannya gerakan kita perlahan mulai melambat ! “ Kata Tazuya sambil menghindari serangan dari Rigel
“ Sial ! Waktunya sebentar lagi akan habis ! Tazuya-kun bantu aku ! “
“ Okeeeee ! Fifth Dance : Haodori ! “
“ Ayo ! “
( Syaaaat! Syaaaat! Syaaaat! Syaaaat! Syaaaaat! )
“ Haaaaaaaaaaah ! “
( TRAAAAAAAAANG ! )
“ Kkkkkkkhhhh ! “
“ Kelihatannya kamu cukup ahli dalam bertarung jarak dekat ya ? “ Kata Rigel sambil menahan sabitnya Ataru dan Kusanaginya Tazuya
“ Ya ! Begitulah ! “ Kata Ataru sambil mengeluarkan Spirit Pistolnya dan bersiap menembak kearah Rigel
“Apa ?! “
( BLAAAAAAAAAR )
Melihat ada kesempatan, Ataru mengeluarkan Spirit Pistolnya dan menembak kearah Rigel yang kaget akan keputusannya kepenerusnya. Melihat ada kesempatan bagus untuk menyerang Rigel dan melumpuhkan pergerakannya, Ataru dan Tazuya memutuskan untuk menggunakan teknik Convergence
“ Itu sangat gila, Ataru ! “ Gumam Inuya
“ Dia benar-benar mengambil perkataan Tuan Rigel untuk tidak ragu menyerangnya terlalu serius ya “ Ryuga ikut-ikutan berkomentar
“ Saatnya ! “ Tazuya dan Ataru bersama-sama mempersiapkan teknik Possession mereka
“ Fifth Dance : Haodori ! “
“Zesde : Naar Voren ! “
“ CONVERGENCE : SWORD BLIZT ! “
( Sriiiiiiiiiiiiiiiing)
“ Ah ! Datang ! “ Kata Rigel yang kaget dengan tindakan dari Tazuya dan Ataru
“ Hyaaaaaaaaahhhh ! “
( Syaaaaaaaaatt! )
“ Hmmmm “
( Traaang! Traaang! Traaang! Traaaang! Traaaang! )
“ Haaaaaaaaaaaaaaaah ! “
( Traaaaaaang ! )
“ Sekali lagiiiiiiiii ! “
( Traaaaaaaang ! )
“ Hideyuki dan Kurenai-san berhasil melakukannya ! “ Kata Ryuga yang takjub akan kemampuan Convergence dari Tazuya dan Ataru
__ADS_1
“ Sekarang Ataru ! “ Perintah Tazuya dengan kontak telepatinya
“ Me-mereka akan berhasil ! “ Kata Jubei sambil memperhatikan pertarungan mereka
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaah “
Saat Tazuya dan Ataru mengeluarkan serangan terakhir mereka untuk menyerang Rigel, tiba-tiba, sambil menggerakan jari-jemarinya yang masih memegang Anthemusa, Rigel yang sengaja menunggu mereka mendekatinya akhirnya mengeluarkan teknik Ice Column untuk menjebak kedua remaja tersebut
“ First Step : Ice Column “ Kata Rigel dengan tenang sambil menutup matanya dan denga gesitnya ia langsung lari menghindari serangannya sendiri
( Zyuuuuuuuuuuuuuuuuung )
“ Uwaaaaaaaaaaa “
“ AAAAH ! “ Inuya dan yang lain terkejut saat melihat teknik yang dikeluarkan oleh Rigel
“ Jadi kelicikan dibalas dengan kelicikan ? Rigel-san dan Ataru benar-benar tidak berbeda yaaa~ “ Komen Dullart yang memperhatikan pertarungan dari ruang pemantau
“ Kerja yang bagus anak-anak ! Nak Tazuya kelihatannya kamu sudah mulai paham dalam bermain strategi dan aku takjub dengan kerja kerasmu bersama dengan Ataru. Karena dalam menggunakan strategi dalam bertarung yang kalian perlu tidak hanya percaya kemampuan satu sama lain tetapi juga koordinasi! Apa kalian semua sudah paham ?! “ Jelas Rigel kepada Tazuya dan yang lain
“ Uuummm Pak Rigel~ Jika anda ingin mengetahui pendapat dari Tazuya dan Inuya kurasa anda jangan lama-lama membiarkan terjebak didalam pilar es! “ Peringat Jubei
“ Oh ya ! Terima kasih telah memberi peringatan kepadaku Nak Jubei “
Mendengar peringatan dari Jubei, Rigel langsung membebaskan Tazuya dan Ataru dengan mencairkan pilar es tersebut
( Zaaaaaaaaasshhh)
“ Uhuk! Uhuk! Uhuk! “
“ Jadi. . .begitu. . .tanggapan anda ? “ Kata Ataru yang kelelahan pasca latihan mereka
“ Ya ! Kalian berlima telah berusaha dengan baik ! Aku berharap kalian bisa saling mengkoordinasi dan mempercayai satu sama lain dalam kerjasama tim saat menghadapi musuh yang akan datang “ Jelas Rigel
“ Ya Tuan Rigel ! “
“ Okeeeeeee kalau begitu kita beristirahat dulu ! “
“ Yaaaaaaaaa ! “
“ Yohoooo~ aku yang akan memasak hari ini~ “ Kata Dullart dengan penuh semangat saat Rigel mengumumkan waktu istirahat kepada mereka
*****
Malam harinya di kota Shinjitsu pada jam 6.30, Energateez terlihat sedang beristirahat dari misi melacaknya di sebuah taman kota sambil meminum Es Teh boba besama dengan Boo-Boo. Tidak lama kemudian, Galaztis menghubunginya dan bertanya tentang perkembangan dari misinya. Tanpa mereka sadari, ia tidak menyadari bahwa Swift Polly juga sedang berada dikota bersama Eva-Q8 dan terlihat ia juga melakukan kontak dengan Jenderal Argus dan Oxtoroo. Dengan Buds-Drone yang telah dimodifikasi tidak hanya sebagai senjata namun juga sebagai kamera pengintai, Swift Polly mendengarkan semua pembicaraannya Energateez dari restoran yang cukup jauh dari taman kota
“ Haaaaaaaaaaaaaaaah~ sialan ! Tidak adil banget cuma aku sendiri yang diutus Pangeran Morsdantaque untuk mencari Tuan Muda Dullart ! “ Gerutu Energateez
“ Bukan’kah anda juga sering diutus dalam misi seperti ini ?! “ Tanya Boo-Boo
“ Hei ! Aku biasanya ditemanin oleh Rough Polly atau tidak robot seri EVA dalam misi pelacak ! Bukan ditemanin robot kecilmu dan dibiarkan sendirian disini ! Haaaaah~ apa aku harus minta tolong kepada Swift Polly dan Oxtoroo saja ya ! “
“ Laaah~ kenapa baru kepikiran sekarang Master ?! “
( Biiip! Biiip! Biiip! Biiiip! Biiip! )
“ Oh ! “
“ Hei ! Kenapa kau tidak lapor masalah perkembangan misimu ?! “ Galaztis langsung bertanya saat Energaatez mengangkat panggilannya
“ Oi! Oi! Enak sekali kalian malah duduk-duduk santai didalam kapal dan tidak mau membantuku ! Lalu akhirnya memanggil langsung bertanya perkembangan misinya dan tidak bertanya keberadaanku ! Ini benar-benar tidak adil ! “ Gerutu Energateez
“ Bukan’kah kau terbiasa dengan ini ? “ Tanya Galaztis dengan nada sarkastis
“ Tapi biasanya aku berpasangan dengan seseorang seperti dengan para robot seri EVA atau tidak Rough Polly siiih~ “
“ Ini adalah keputusan Pangeran Morsdantaque ! Jadi jangan membantah ! “
“ Yaaaaaaaaa Yaaaaaaaa~ “
“ Jadi bagaimana perkembangan misinya ? “
“ Baiklah akan kuceritakan jika kau tetap bertanya ! Aku sudah menemukan seperti apa wajah dari para El-Fighter yang dimaksud dan ternyata mereka semua masih anak sekolahan “ Jelas Energateez
“ Lalu ? “
“ Ummm mereka belum begitu kuat seperti yang aku duga~ atau mungkin mereka menahan diri karena mereka tidak ingin menyebabkan kekacauan disekolah mereka. Yaaa walaupun mereka akhirnya sepertinya mendapat peringatan dari guru mereka “
“. . .”
“ Tapiiiiiiii~ dibalik itu semua aku menemukan sesuatu yang sangat keren ! Aku menemukan bahwa salah satu dari mereka memiliki kekuatan Kazenoid ! “ Lanjut Energateez
“ Manusia dengan kekuatan Kazenoid ? Kau pasti bercanda ! “
“ Tidak tidaaaak ! Ini sungguhan ! Karena saat aku berusaha untuk menyerangnya aku langsung terpental oleh si pendek bermata biru dengan jarak yang cukup jauh ! Dan kekuatannya mengingatkan aku dengan Anodyne ! Apa menurutmu sicebol itu ada hubungannya dengan wanita itu ? “
(Di sebuah restoran)
“ Hmmmmmm “
“ Jadi itu benar si alpha bertubuh pendek itu ada hubungannya dengan Kazenoid ? “ Tanya Eva-Q8 yang menyamar menjadi manusia kepada Swift Polly
“ Sepertinya begitu. Kalau dilihat siiih memang si Alpha itu pantas untuk dicurigai ! Aku teringat dia hampir berhasil menarik paksa TSP-03 dengan Psikokinesisnya ! Dan Kazenoid dikenal sebagai spesies dengan teknik Psikokinesis yang cukup kuat bahkan mereka mampu menghentikan sesuatu yang lebih besar dari ukuran tubuhnya ! Jika memang ada manusia normal yang bisa melakukan itu, harusnya level kekuatannya tidak bisa setara dengan Kazenoid” Jelas Swift Polly sambil meminum kopinya
“. . .”
“ Dan kemungkinan besar tubuh dari Alpha itu berserta saudara-saudaranya memang memiliki DNA Kazenoid itu bukanlah omong kosong ! “ Lanjut Swift Polly
“ Tapi untuk apa ? “ Tanya Oxtoroo
“ Kemungkinan besar untuk memproduksi golongan hibrida “ Kata Argus
“ Apa ini ada hubungannya dengan menciptakan tentara super ? “ Oxtoroo kembali bertanya dengan Argus
“ Aku juga kurang paham ! Mengingat Kazenoid adalah ras yang bisa dibilang sangat mandiri dan tidak mau tersentuh atau berhubungan dengan ras lain. Atau mungkin. . . ini ada hubungannya dengan Anodyne ! ” Jelas Argus sambil teringat Kazenoid yang bernama Anodyne
“ Apa ?! “
Kembali ditaman, setelah mendengar semua keluh kesahnya Energateez beserta laporan perkembangan misinya, Galaztis berpikir sejenak. Disaat bertanya akan keputusan dari Galaztis, tiba-tiba, ia tidak sengaja melihat seseorang misterius yang berbaju serba hitam dan wajahnya ditutupi oleh topeng sedang melompat dari gedung satu kegedung lainnya. Orang itu kemungkinan besar seorang pencuri yang ulung. Merasa berpikir bahwa orang misterius ada hubungannya dengan El-Fighter, Energateez memutuskan untuk mengikuti kemana orang itu pergi
“ Jadi bagaimana Galaztis ?! “
“ Hmmmmm “
“ Ah itu ! Apa kamu tadi melihatanya Boo-Boo ?! “ Tanya Energateez yang tidak sengaja melihat seseorang yang melompat dari satu gedung ke gedung lainnya
“ Yaaa ! Aku melihatnya ! “
“ Melihat apa ?! “ Tanya Galaztis
“ Aaaah ! Sosok yang pantas untuk dicurigai ! Kemungkinan besar ada hubungannya dengan kelompok El-Fighter itu ! “ Jawab Energateez
“ Oi ! Apa kau yakin soal itu ? “
“ Aku ini salah satu prajurit elit ! Jadi menghadapi satu orang musuh saja itu bukanlah hal yang sulit ! Okeee Gala-san ! Kalau sudah tahu keputusanmu beritahu aku saja ya~ “
“ Ch ! Baiklah jika kau bilang begitu aku hanya bisa berdoa untuk keselamatanmu “ Jelas Galaztis
“ Ayo Boo-Boo ! “
Melihat Energateez mengakhiri panggilannya dan pergi untuk mengincar pencuri misterius itu, Eva-Q8 melaporkan ini kepada Swift Polly dan Jenderal Argus. Mendengar laporan dari sang rbot tersebut, Argus meminta kepada mereka berdua untuk segera mengikuti Energateez secepatanya
“ Oh-ho ! Kapten ! Jenderal ! Energateez sepertinya mengikuti seseorang yang ia percaya sebagai El-Fighter ! “ Lapor Eva-Q8 saat melihat Energateez mulai meninggalkan taman
“ Apa ? Jenderal. . .apa kita harus mengejarnya ?! “ Tanya Swift Polly bertanya kepada Argus
“ Tentu ! Akan sangat berbahaya jika kita membiarkan dia pergi seorang diri tanpa ditemani oleh Prajurit elit lain atau dengan para robot petarung ! Cepat. . .susul dia ! “
“ Siap Jenderal ! Ayo Eva ! “
“ Oke ! “
Swift Polly dan Eva-Q8 bergegas untuk mengikuti kemana Energateez pergi. Disaat yang bersamaan, V-FIGHTER terlihat sedang makan malam bersama dengan Rigel dan Dullart. Sembari menyantap makan malam, Tazuya dan yang lain bertanya tentang asal-usul Rigel meingat ia bukan berasal dari bumi sama seperti Dullart
“ Woah ! Aku suka dengan masakan ini “ Puji Rigel sambil menyicip sebuah kari
“ Ya~ itu semua aku dan Jubei Fujieda yang membuatnya~ memasak itu menyenangkan juga, Rigel-san “
“ Jadi kau baru tahu ? “ Tanya Rigel
“ Jubei Fujieda, kamu tahu . . . aku tidak menyangka cewek tangguh seperti dirimu masih senang dalam memasak “ Puji Dullart
“ Nah~ memasak bukan harus dilakukan sama perempuan lemah lembut saja kan ? Ini adalah keahlian untuk bertahan hidup. Jadi yaaa baik laki-laki maupun perempuan tidak peduli seberapa tangguh atau lembut mereka harus tahu bagaimana cara memasak “ Jelas Jubei dengan ceria sambil memakan masakannya
“ Itu benar ! Sebenarnya memasak itu adalah aktivitas yang menyenangkan “ Kata Ataru yang setujuh dengan perkataan Jubei
“ Pssst ! Kenapa kau mau sekali membantu mereka untuk masak makan malam ?! “ Bisik Tazuya yang duduk disebelah Jubei
“ Itu karena aku tidak tahan makan masakannya Pak Rigel! Dan aku juga ragu jika Pak Dullart bisa memasak makanan yang layak untuk dimakan oleh manusia seperti kita karena ia juga Alien ! “ Bisik Jubei sambil melihat Rigel dan Dullart sedang bercengkrama satu sama lain
“ Oh iya ! Mereka bukan dari planet ini ! Anoooo Tuan Rigel. . . “
“ Ya ? “
“ Ummm. . . karena anda berasal dari angkasa sama seperti Dullart-san. . . bisakah kalian sedikit bercerita tentang asal-usulmu ? “ Kata Tazuya dengan ragu-ragu
“ Oh ! Jadi itu pertanyaanmu ? “ Rigel kembali bertanya kepada Tazuya
“ Hu’uh “
“ Hmmmm. . .asal-usulku ya~ Seperti yang pernah kusampaikan, aku ini dulunya ada mantan tentara super dan juga Delta El-Fighter. Soal planet asalku...aku berasal dari planet yang terletak di galaksi Prism, letak galaksinya sangat jauh dari galaksi bima sakti. Dan...mungkin itu saja yang bisa kusampaikan kepada kalian. Sejujurya aku tidak ingin mengingat semua masa laluku dan berfokus untuk mengubah masa depan bersama kalian “ Jelas Rigel
“. . .”
“ Sepertinya itu sudah cukup dimengerti “ Kata Ryuga
“ Dan apa yang membuat anda bisa ada di Bumi ? “ Tanya Inuya
“ Itu sebuah kecelakaan saat aku tertangkap oleh musuh. Dan saat aku menjelajah planet ini dan bertemu dengan Prisman lain yang merupakan pemilik lama dari rumah ini, aku memutuskan untuk tinggal disini dan meninggalkan kehidupanku menjadi seorang tentara super. Tidak lama setelah itu aku menjadi El-Fighter dan bertemu dengan rekan El-Fighter lainnya “ Rigel melanjutkan sambil mengingat kejadian yang membuat ia bisa berada di planet bumi
“ Menarik juga “ Kata Ataru
“ Oh ya ! Diantara kalian berlima aku belum mendengar tentang asal-usulmu. Bisakah kamu menceritakan sedikit tentang latar belakangmu ? “ Tanya Rigel kepada Ataru
“ Aku ? Ummmm. . . aku adalah . . . Dewa Kematian. . .dan aku-“ Ataru dengan gugup mulai menceritakan tentang dirinya sambil memegang kepala sebelah kanannya
Tiba-tiba, FAIS secara mendadak mengagetkan semua orang dengan memberitahu kepada mereka bertujuh bahwa ada masalah didekat museum yang cukup jauh dari lokasi mereka. FAIS menambahkan bahwa ada perampokan misterius dimana sang perampok tersebut bisa berubah menjadi sosok monster kucing raksasa dan para petugas keamanan yang berjaga berusah untuk menghentikan monster tersebut. Mendengar laporan dari FAIS, Rigel langsung mengambil kesimpulan bahwa kemungkinan besar Atraco kembali melancarkan aksi mereka untuk mengambil sebuah artefak
“ Darurat ! Darurat ! Darurat ! “
“ Uwooo ! “
“ Ada apa, FAIS ? “ Tanya Rigel
“ Ada sebuah perampokan yang terjadi dimuseum yang letaknya berada diarea perkantoran Kota Shinjitsu ! “ Jawab FAIS
“ Perampokan ? “
“ Ya Tuan Rigel Orionis. Tapi tidak seperti perampok pada umumnya, pelakunya tidak lain adalah seekor monster kucing hitam raksasa ! “ Lanjut FAIS disaat yang bersamaan DECA-I menunjukan berita live tentang perampokan tersebut
“ Hanya dia sendirian ? Baiklah bukan masalah ! “
“ Beneran monster kucing ! Tapi siapa ? “ Tanya Jubei sambil melihat berita live dari DECA-I
“ Sudah pasti komplotan Atraco ! Karena kita sudah menangani mereka sebelumnya jadi aku sangat yakin ini adalah ulah mereka ! “ Kata Rigel yang beranjak dari tempat duduknya
“ V-FIGHTER ! Sembari kalian pergi menuju asrama, aku ingin kalian semua menghentikan monster tersebut sebelum terlambat ! Seperti yang kalian lihat, para penjaga itu sedang dalam masalah dan bisa gawat jika mereka tidak segera dibantu ! Aku aka memantau kalian dari DECA-I ! “ Perintah Rigel
“ Yaaaa ! “
“ DECA ! Ikuti mereka ! “
“ Siap Boss ! “
“ Ayo teman-teman ! Kita pergi ! “
__ADS_1
*****