El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
58. Bond Between Sister II


__ADS_3

Swift Polly dan Rough Polly terlihat pergi kesebuah bar yang terletak didekat apartemen mereka. Sebelum memulai cerita tentang aktivitas mereka, Rough Polly memuji Suzaku Cocktail yang ia pesan dan ingin memesannya untuk kedua kalinya karena menyukai rasanya. Sementara SISTER menunggu mereka diatas atap gedung bar tersebut sambil memandang situasi malam di kota Shinjitsu


“ Fuaaaaaaaaaaaaaaah~ nikmat sekaliiiiiiii~ bisa kukatakan ini adalah Cocktail yang paling enak di planet ini~ Aku yakin kamu dan Oxtoroo sering pergi ketempat ini saat waktu istirahat~ “ Puji Rough Polly sambil mengangkat gelas Cocktailnya


“ Kau memang selalu bersemangat dalam hal minum-minum ! Apa kamu sering begini juga dengan prajurit lain ? “ Tanya Swift Polly yang meminum White-Tiger Cocktail


“ Hmmmm lumayan~ Meteoralez-kun adalah teman minumku dan senang meminum 10 gelas Cocktail dan Anggur saat lagi benar-benar ngidam meminumnya dikala waktu jam istirahat kami...Dan itu jadi lebih seru saat Glabe bernyanyi bersama dengan Galaztis saat kami berpesta diruang tunggu “ Jelas Rough Polly dengan wajah memerah karena efek meminum Cocktail


“ Wah waaaah~ Aku tidak menyangka kalian juga bisa menghabiskan waktu dengan penuh kegembiaraan yaaa~ Jadi kau sudah punya pacar baru ? “ Tanya Swift Polly dengan nada menggodanya


“ Tentu saja jawabannya ialah belum adaaa~ Aku selalu sibuk dengan misi-misi dan tugas yang menyebal~ tapi aku yakin pasti banyak pria yang akan suka denganku saat kembali keplanet utama~ karena kau tahuuu aku ini prajurit elit Pangeran Morsdantaque~ “ Jelas Rough Polly dengan nada penuh kepercayaan diri


“ Heh ! Seperti biasa kau memang selalu percaya diri ! “ Celetuk Swift Polly dengan senyuman kecilnya


“ Ooooooh~ Tuaaaaaaaaan~ Pesan lagiiiii~ “ Sahut Rough Polly kepada pegawai bar yang menyiapkan minuman lain


“ Tadi nyonya pesan apa ? “ Tanya sang pegawai bar


“ Itu Aaaah~ Ummm~ Su...Su...Suzaku Cocktail ! “ Jawab Rough Polly yang kesulitan untuk membaca alfabet di daftar menu


“ Okee~ apa ada lagi ? “


“ Aku soda biasa saja “ Kata Swift Polly


“ Baiklah~ Tunggu sebentar yaaa Nyonya “ Kata sang pegawai sambil mencatat pesanan mereka


“ Mana SISTER ? “ Tanya Swift Polly yang menyadari SISTER tidak bersama mereka


“ Ooooh tenang saja~ Dia ada diatas atap tempat ini...aku memerintahkannya untuk melihat-lihat situasi kota dari sana~ Jangan khawatir...dia tidak akan lari kok~ Dia itu robot baik yang patuh sama penciptanya“ Jelas Rough Polly


“ Aaaa begitu ya ! Aku senang mendengarnya ! “


5 menit kemudian,minuman pesanan mereka akhirnya datang. Saat sang pegawai mulai meninggalkan mereka, Swift Polly akhirnya bertanya tentang rencana mereka selanjutnya dan reaksi Morsdantaque tentang kegagalan pertama mereka. Mendengar pertanyaan dari saudarinya, Rough Polly akhirnya dengan senang hati menjelaskan apa rencana terbaru hasil diskusi mereka


“ Ini dia “


“ Terima kasih “ Kata Rough Polly dengan senyum lebarnya


“ Jadi...bagaimana dengan reaksi Pangeran kita tentang kegagalan kalian ? “ Tanya Swift Polly dengan nada penasarannya


“ Biasa saja “ Jawab Rough Polly


“ Heee ? Serius ?! “ Sahut Swift Polly yang tidak percaya akan jawabanya kakak perempuannya


“ Yaaa~ Karena ini adalah kekalahan pertama kami...terlebih itu adalah keputusan beliau yang meminta untuk tidak membunuh bocah El-Fighter itu ! “ Jelas Rough Polly sambil memperhatikan api kecil yang ada di Cocktailnya


“ Hmmm ? “


“ Beliau sepertinya tertarik untuk melihat perkembangan mereka dan seperti apa saat mereka mengalami kesulitan untuk menghadapi kita ! Karena untuk memastikan jika memang mereka adalah seorang El-Fighter ! Itu adalah cara yang bagus untuk melihat apakah mereka layak dipanggil sebagai pelindung umat mereka atau tidak...jika mereka tidak layak sudah pasti mereka akan mati loh~“ Lanjut Rough Polly dengan nada suara sengaja dikecilkan sambil menangkap apa yang dikatakan Morsdantaque dalam pertemuan


“ Soal invasi ? “


“ Ada dua pilihan untuk melakukannya ! Pertama dilakukan jika mereka semua tewas dalam pertarungan kita...maka langsung saja kita lakukan sebelum pihak manusia melakukan perlawanan terhadap kita ! Kedua dilakukan sebagai solusi terakhir jika mereka masih hidup dan tidak mau menyerahkan Tuan Muda...maka ini akan dilakukan untuk membuat mereka bertekuk lutut ! “ Jelas Rough Polly


Swift Polly tidak berkata apa-apa saat mendengar penjelasan Rough Polly soal rencana invasi mereka. Ia pun langsung bertanya kepadanya apakah mereka punya rencana lain selain tentang invasi tersebut


“ Apa kalian sudah memikirkan rencana lain selain invasi itu jika itu adalah “solusi terakhir” kita ?! “ Tanya Swift Polly


“ Tentu saja ! Karena itu kenapa aku kemari ! “


“...”


“Sesuai dari pemantauan kita semua...aku tahu pasti diantara orang disekitar mereka secara diam-diam tahu tentang identitas mereka ! Atau paling tidak yaaa mereka sedikit curiga tentang mereka ! Terutama dengan perempuan ini “ Jelas Rough Polly sambil menunjukan gambar Karin Umida kepada Swift Polly


“ Perempuan ini...”


“ Kelihatannya dia adalah orang biasa yang paling dekat dengan si Alpha itu ! Sebenarnya Meteoralez mengusulkan untuk menculik keluarganya ! Tapi itu bisa merepotkan karena itu bisa memicu datangnya Anodyne kemari...dan Pangeran Morsdantaque tidak ingin mengambil resiko untuk menghadapi wanita itu ! Satu lagi...dalam misi ini...aku ingin KAU dan Oxtoroo untuk ikut bersama kami karena kalian pernah menghadapi mereka ! “ Lanjut Rough Polly sambil menjelaskan tentang hasil pertemuan mereka


“ Kami ? “ Tanya Swift Polly dengan nada sedikit terkejutnya


“ Aku harap dengan ini kita akan berhasil mendekati mereka ! Namun jika gagal...kalian akan mendapat masalah serius ! “ Ancam Rough Polly sambil berbisik kepada Swift Polly yang membuat mata Swift Polly melebar mendengar ancaman dari saudarinya


“ Jika itu mau kalian...baiklah ! Aku terima ! Terima kasih atas perhatianmu terhadap kami “ Jawab Swift Polly dengan tatapan seriusnya dan nada dinginnya


“ Heeei~ sepert itulah seorang saudara~ saling peduli satu sama lain “ Ujar Rough Polly dengan nada lembutnya sambil meminum Suzaku Cocktailnya


“ Yaaa Yaaa “


“ Naaah Ayo kita bersenang-senang dulu malam ini~ “


Setelah membicarakan misi mereka, Rough Polly mengajak adik perempuannya untuk bersenang-senang sebelum melanjutkan misi mereka. Dari atas gedung bar, SISTER masih sibuk memperhatikan suasana dikota Shinjitsu, dan ia tidak sadar jika ada mobil keluarga Mangetsu yang melewati bar tersebut dimana Ryuga Mangetsu sedang pergi menuju gedung Tsuki Entertaiment


“ Untuk jadi koloni terbaru kita...ini adalah target yang pas ! “ pikir SISTER


Di saat yang bersamaan dimana Polly bersaudara menbincangkan rencana mereka, di cafe Udon, Jiyu memberitahu Jubei akan rencana pernikahannya dengan Mamoru dimusim panas. Karena itu ia berencana mengajak orang tua mereka untuk datang keapartemen untuk mengisi form registrasi pernikahan


“ Ngomong-ngomong Jubei...aku juga ingin memberitahu sesuatu kepadamu “

__ADS_1


“ Apa itu ? “


“ Karena aku sudah mulai pacaran sejak pertama kali duduk dibangku kuliah dan orang tua kita sudah saling kenal satu sama lain...maka Aku dan Mamoru-kun...berencana untuk menikah dimusim semi nanti “ Jelas Jiyu dengan wajah memerahnya tentang rencana pernikahannya dengan Mamoru


“ Eeeeeeeeeeeeeh~ Seriuuuuus~ Mu-musim panas ini ? “ Teriak Jubei yang kaget mendengarnya


“ Ehehe iya~ Disaat aku Video Call dengan ayah dan Ibu...aku juga langsung membicarakan ini dengan mereka. Mereka tambah senang mendengarnya~ dan mengatakan bahwa pertengahan bulan Mei nanti mereka akan datang kemari untuk membantu proses registrasi dan persiapan pernikahan lainnya bersama dengan orang tuanya Mamoru-kun “ Jelas Jiyu sambil meingat dimana ia menghubungi orang tua mereka


“ Se-sebentar lagi bulan Mei ? Cepat sekali yaaa~ berarti bentar lagi dong Ayah dan Ibu akan datang “


“ Benar ! Agar kamu bisa datang tanpa mengganggu belajarmu...kami berencana untuk mengambil hari akhir liburan musim panas “ Jelas Jiyu


“ Aaaaah~ aku tidak percaya akhirnya Kakak akan segera menikah secepat mungkin~ Itu artinya aku akan sendirian di apartemen nanti ? “


“ Tidaaak~ kita akan membeli ruang apartemen baru dengan tiga kamar tidur dengan salah satu kamarnya ada Double-bed...jadi tidak perlu cemas soal itu ehehe “ Jawab Jiyu


“ Kalau bisa siiih~ kamar tidur utamanya kelas President Suite saja~ agar Kakak dan Mamoru bisa menikmati malam pertama dengan baik “ Jubei memberi usulan kepada Jiyu


“ Heeeeeei~ aku belum ada uang untuk membeli apartemen seperti itu ! “


Kedua Fujieda bersaudara akhirnya selesai menghabiskan waktu mereka di Cafe dan Jiyu membayar semua makanan mereka. Saat kembali ke Asrama siswi SMA Internasional Shinjitsu, Jubei langsung memeluk Jiyu sambil berterima kasih karena selalu mendukungnya


“ Baiklah Jubei, Aku pu- Eh ?! “


“ Terima kasih Kak ! Terima kasih karena selalu mendukungku ! Aku memang tidak bisa seperti dirimu ! Aku belum tahu apa yang ingin kulakukan dimasa depan ! Tapi...aku berjanji...aku akan menemukan sesuatu yang bisa membuatku setara denganmu dan juga teman-temanku “ Kata Jubei


“ Eheehe~ yaaa~ aku akan selalu mendukungmu jika itu adalah pilihan yang terbaik untukmu...adikku...Daaaah~ “


Saat pergi menuju kamar asramanya, ada rasa sedikit menyesal karen Jubei tidak memberitahu bahwa ia adalah calon El-Fighter. Meingat bahwa Jiyu berencana untuk menikah diakhir liburan musim panas, Jubei berharap itu adalah waktu yang tepat untuk memberitahunya


“ Kuharap itu waktu yang tepat untuk membicarakan ini dengan Kakak “ Gumam Jubei kepada dirinya sendiri dan ia pun langsung berlari menuju kamar asramanya karena tidak sabar untuk memberitahu berita tersebut kepada siswi kelas 1-LA-A lainnya


*****


Keesokan harinya, di kelas 1-LA-A sebelum pelajaran Bahasa Perancis dimulai, Jubei terlihat sedang mengajak Tazuya dan yang lain berbicara tentang rencana pernikahan kakak perempuannya. Tazuya dan yang lainnya sangat senang mendengarnya, namun Inuya bertanya apa hubungannya dengan Jubei memberitahu mereka jika mereka tidak diundang


“ Woah ! Kakakmu bakal menikah nanti diakhir liburan musim panas ?! Kereeen ! “ Puji Tazuya


“ Selamat untuk Kakakmu ya Jubei “ Kata Ryuga sambil memberi selamat kepada Jubei yang diikuti oleh Tazuya dan Ataru menggangguk kecil kepadanya


“ Uuuuuh...jika kami tidak diundang...apa hubungannya ini dengan kami ? “ Tanya Inuya


“ Oi Namidashi ! Perkataanmu terlalu tajam untuknya ! Jadi jaga mulutmu ! “ Tegur Ryuga sambil mencubit pipi kanan Inuya


“ Ooww ! “


“ Uuuuh~ bukan sih~ aku agak sedikit ragu apa yang terjadi jika harinya bertabrakan dengan misi kita atau sesi pelatihan kita...aku takutnya jika aku tiba-tiba tidak hadir...nanti malah bikin Tuan Rigel tersinggung dan menganggap aku seorang pemalas “ Jelas Jubei sambil ragu dan memutar kedua jari telunjuknya


“ Aaaah begitu~ itu sih tidak perlu khawatir~ karena jika kamu mengatakan yang sebenarnya Tuan Rigel tidak akan marah kok ! Lagipula ini juga acara keluargamu...pastinya sih~ Tuan Rigel bisa memahaminya “ Jelas Tazuya


“ Ummm...kamu yakin ? “ Jubei masih agak ragu dengan apa yang dikatakan Tazuya


“ Tuan Rigel memang orang yang tidak acuh...tapi sebenarnya beliau sangat perhatian dengan kita “ Gumam Tazuya


“ Yaaaa~ kalau kamu masih cemas...berdoa saja saat dihari pernikahan kakakmu tidak ada sesi latihan, misi atau ancaman dari para musuh “ Celetuk Inuya sambil menepuk pundak Jubei


Mendengar perkataan Tazuya tentang Rigel, Jubei menjadi lega untuk mendengarnya. Tidak lama kemudian, Vladimir memberitahu bahwa ibu Claire Dubois sudah berjalan menuju kelas mereka dan diminta untuk kembali kebangku mereka masing-masing


“ Ehehe~ iyaaa kalian benar~ lagipula masih lama juga sih~ tapi moga-moga tidak ada halangan yang bisa menghambat jalannya acara pernikahan nanti “ Kata Jubei sambil tersenyum lebar kepada Tazuya dan yang lain


“ Tentu ! Semua orang mengharap yang terbaik untuk keluarga mereka “ Kata Tazuya


“ Anuuu...m-maafkan aku karena aku menanyakan hal yang aneh-aneh kepada kalian...aaaah itu karena aku masih belum bisa menyesuaikan diriku sebagai...”


“ Tidak masalah~ lagian kami tahu Jubei selalu bertanya yang tidak kamu mengerti...lagipula itu bagus daripada jadi orang sok pintar “ Jelas Inuya


“ Ooooi~ Bu Dubois sudah mau berjalan kemari ! “ Panggil Vladimir kepada semua siswa-siswi kelas 1-LA-A


“ Ah ! Bu Dubois ! “


“ Oke~ pokoknya jangan terlalu dicemaskan saja ya~ dan untuk kakakmu...selamat atas rencana pernikahannya “ Kata Tazuya sambil melirik kearah Jubei dengan ekspresi ramahnya


“ Yaaaa~ terima kasih Tazuya ! Ngomong-ngomong bagaimana dengan kakimu ? “


“ Ah ? Lumayan sih~ tapi aku akan meminta izin kepada Pak Victor bahwa aku akan mengambil nilai bulananku di lain hari karena aku belum diizinkan dokter untuk melakukan gerakan yang banyak mengandalkan kaki dalam senam lantai “ Jelas Tazuya sambil melirik kearah kaki kirinya


“ Ayo Jubei ! Duduklah ditempatmu ! “ Kata Inuya


“ Salut~ Ma chers etudiants~ bagaimana kabar kalian hari ini ? “ Sambut Ibu Dubois dengan nada cerianya


“ Kami semangat, sehat dan bahagia selalu Ibu Dubois~ “ Jawab Komarih alias Kiko dengan nada ceria


“ Baguuuuuss~jika kalian bersemangat maka hari ini kita akan mengerjakan...ujian bulanan pertamaaaaaaa~ “ Jelas Ibu Dubois yang membuat semua siswa terkejut mendengarnya


“ HAAAAAAAAAAH ! “


“ Heeeeeeeeeei~ kalian ini ‘kan murid-murid kelas unggulan ! Kenapa kalian harus kaget saat menghadapi ujian dadakan ?! Harusnya kalian tidak mempermasalahkan itu karena pada dasarnya kalian itu pintar bukan ? Keluarkan tablet kalian dan bukan aplikasi Edusite...semua soal kalian ada disana !  Jangan ada... yang copy-paste !“ Jelas Ibu Dubois sambil menyuruh siswa untuk membuka aplikasi sekolah mereka dan memulai ujiannya

__ADS_1


Siswa-siswi kelas 1-LA-A mengerjakan ujian Bahasa Perancis bulanan mereka selama 1 jam dari aplikasi resmi sekolah mereka dengan baik tanpa ada hambatan apapun. Setelah pelajaran Bahasa Perancis usai, mereka pergi ke Gimnasium untuk mengikuti pelajaran Penjaskes dengan Pak Victor Morgana


“ Selamat pagi ! Aku harap kalian semua baik-baik saja dan menikmati hari kalian disekolah ! Hari ini aku akan mengambil nilai bulanan dalam pelajaran teknik dasar senam lantai...jika diantara kalian bisa melakukan teknik salah satu senam indah...itu bisa dijadikan nilai- “


(Smartphone Pak Victor tiba-tiba berbunyi)


“ Haaaah~ kenapa harus sekarang ! Baiklah...tolong lakukan pemanasan selama aku menjawab panggilan dalam waktu 30 menit ! Jangan ada yang bolos ! “ Lanjut Pak Victor sambil meminta semua siswa-siswi untuk melakukan pemanasan sebelum mengambil nilai bulanan mereka


“ Baik Pak ! “


“ Aaaaah yaaa~ bisa melakukan senam indah berarti bisa dapat nilai tambahan ! “ Gumam Inuya dengan senang sambil menggosok kedua telapak tangannya yang didengar oleh Hikari Ichinose yang berdisi disampingnya


“ Ahahahahaaaaa~ dan untuk sosok yang terbaik dalam melakukan itu sudah pasti-“


“ AKU ! “ kata Hikari dan Inuya yang membuat mereka terkejut dan saling menatap satu sama lain dengan tatapan curiga mereka


“ Hooooo~ jadi kau mulai besar kepala mentang-mentang diterima di Howling Star...Namidashi~ Jangan pikir cuma karena kau diterima disana itu artinya kau diakui sebagai penari yang hebat ! Kau ingat siapa yang mengalahkanmu di perlombaan gimnastik setahun yang lalu ?! “ Ujar Hikari yang merasa tertantang oleh Inuya


“ Oooowuuuu~ kamu menantangku ? Tidak masalah~ aku senang jika ada orang yang sama bertalenta seperti diriku untuk berkompetensi dalam gimnastik ! “ Kata Inuya dengan senyum percaya dirinya


“ Kita lihat saja nanti berapa nilai kita...Namidashi ! “


“ SETUJUH ! Aku terima tantangamu Ichinose ! “


“ Ayo Inuyaaaaaaaa~ kamu pasti bisaaaaa ! “ Tazuya memberi semangat kepada Inuya sebelum mereka memulai pemanasan


“ Ayo Hikari-chaaaaaaaaa~ tunjukan keahlianmu ! “ Sorak Vlada


“ Waaah Waaaaah~ Namidashi dan Ichinose berkompetensi satu sama lain ? Kelihatannya menarik !” Kata Danmari Kosugi yang melakukan pemanasan bersama dengan Kenneth


“ Aku penasaran siapa diantara mereka berlima yang bakal dapat nilai paling tinggi dikelas “ Gumam Kenneth


“ Yaaa~ dia selalu bersemangat berkompetensi dengan Inuyari dalam olahraga, tapi tidak dalam pelajaran lain “ Kata Rattana


“ Kau tidak ingin latihan dengan Ichinose ? “ Tanya Kenneth


“ Biarkan dia memuaskan diri dalam kompetensinya selama dia senang “ Ujar Rattana yang melakukan pemanasan dan latihan sendirian


Karena kondisi kaki Tazuya yang membuat ia belum bisa mengambil nilai bulanannya, Tazuya memutuskan untuk duduk dibangku samping bersebelahan dengan Ryuga. Sambil memperhatikan situasi diruang gimnasium, mereka berbicara soal saudara mereka


“ Boleh aku duduk disini ? “ Tanya Tazuya


“ Tidak ada yang melarangmu untuk duduk disampingku “ Jawab Ryuga


“ Baguslah ! “


“ Golomanov dan Pak Vic...apa mereka sudah tahu kondisi kakimu ? “ Tanya Ryuga


“ Sudah~ Tapi Pak Vic sempat menceramahiku selama 10 menit karena ia pikir aku adalah cowok kikuk yang tidak jantan “ Keluh Tazuya


“ Oooh~ oke “ Sahut Ryuga dengan singkat dan nada datarnya


“...”


“ Kemarin saat aku pergi kegedung Tsuki Entertaiment, aku tidak sengaja merasakan sensasi Jubei dan Kakaknya di cafe yang tidak jauh dari asrama siswi. Kalau dirasakan sekilas...kelihatannya Jubei benar-benar memiliki hubungan yang baik dengan Kakak perempuannya disana “ Jelas Ryuga sambil mengingat apa yang ia rasakan dari Dowsingnya kemarin malam


“ Hu’uh “


“Itu...membuatku agak sedikit iri...dengan merasakan kedekatan Jubei dan Kakaknya...dan sejujurnya...saat kita makan malam dirumahmu bersama dengan keempat saudaramu...aku juga sedikit iri denganmu karena kamu bisa menjadi Kakak yang baik untuk mereka “ Lanjut Ryuga yang sedikit ragu akan apa yang ingin ia katakan kepada Tazuya


“ Bukannya kamu sendiri anak tengah ? Bagaimana denganmu ? “


“ Hmmm...aku sangat jarang bertemu dan menghabiskan waktuku bersama Kak Yamato karena ia melanjutkan SMA dan kuliahnya di Stockholm dan tinggal dimansion milik Nenek dari pihak ayahku. Itupun ia selalu datang kemari saat libur musim dingin. Aku hanya sekali ke Stockholm bersama ayah dan ibu karena saat itu Nenek dirawat dirumah sakit. Soal Kak Yamato...yang aku tahu dia adalah orang yang baik dan sangat sempurna...sangat aku mengidolakannya...tapi disaat yang bersamaan...aku merasa terlalu rendah untuknya “ Jelas Ryuga sambil mengingat tentang Yamato


“ Dimana dia sekarang ? “


“ Kak Yamato meninggal saat aku berusia 8 tahun dalam kecelakaan mobil saat menuju bandara...ia meninggal dihari yang sama saat Kimiko lahir...aku selalu membayangkan jika Kak Yamato masih hidup...mungkin saja dia seumuran dengan Kakaknya Jubei...menjadi pria yang gagah dan sudah menikah “ Jawab Ryuga sambil memikirkan seperti apa jika Yamato masih hidup yang membuat Tazuya terdiam dan memutuskan untuk tidak bertanya tentang Yamato karena tidak ingin Ryuga sedih mengingat Kakak Laki-laki


“ Ma-maafkan aku karena telah bertanya itu kepadamu “


“ Tidak masalah~ kalau dibandingkan dengannya...aku merasa bahwa aku tidak bisa menjadi Kakak yang terbaik untuk Kimiko...tapi aku berusaha yang terbaik untuknya...menjadi Kakak yang terbaik dicaraku sendiri ! “ Lanjut Ryuga


“ Katsuki...Katsuya...Shinore...mereka bertiga memiliki kepribadian yang berbeda dan terkadang punya konflik dengan satu sama lain...terutama Katsuki dan Katsuya ! “ Cerita Tazuya tentang ketiga adik perempuannya


“ Konflik ? Katsuki dan Katsuya itu yang kembar bukan ?“


“ Ho’oh ! Kata Yoshi jika tidak ada aku...mereka selalu diskusi tentang rivalitas mereka disekolah ! Katsuya memang sangat feminin...tapi punya emosi yang cukup tinggi ! Mereka terkadang ribut karena Katsuki malas dalam bersih-bersih atau memasak...dan Shinore...dia selalu senang dengan aktifitasnya sendiri. Bahkan diantara kami berlima...kelihatannya hanya Shinore yang bisa move on dari tragedi yang menyebabkan orang tua kami tewas...atau mungkin dia terlalu muda untuk mengingat betapa mengerikannya itu karena saat itu ia masih 4 tahun “ Jawab Tazuya


“ Apa menurutmu...jika kita beritahu kepada saudara kita soal identitas sebagai El-Fighter...itu akan membuat kita dipandang sempurna dimata mereka ? “ Tanya Ryuga sambil menghadap kearah Tazuya


“ Ah ! M-mungkin ? “ Jawab Tazuya dengan nada keraguannya sambil kembali memperhatikan siswa lain yang sedang latihan


“...”


“ Aku sih juga ada niat mau memberitahu mereka...tapi aku tidak yakin jika mereka siap menerima atau tidak ! Aku tidak bisa kebayang seperti apa reaksi mereka ?! Entah mereka bakal senang...atau malah semakin mencemaskan aku “ Jelas Tazuya dengan nada kecemasannya


“ Sedangkan aku...aku tidak yakin bagaimana harus mengatakan ini kepada Ayah “ Ujar Ryuga sambil menundukkan kepalanya sedikit

__ADS_1


*****


__ADS_2