
Mendengar perkataan dari Rough Polly, Argus dan yang lainnya terkejut mendengar berita tersebut. Rough Polly dengan santai apa yang terjadi saat mereka menemukan Zozo dalam keadaan kritis dan akhirnya dia terlambat diselamatkan oleh tim medis. Dengan apatisnya, ia menjelaskan bahwa Zozo meninggal karena frutasi akan ulah Dullart yang membuat ia mati karena stress yang ia alami
“ Apa. . . yang. . . kau. . .katakan barusan ? “ Tanya Oxtoroo
“ Yang Mulia meninggal ?! Jangan bercanda, Rou ! “ Bentak Swift Polly
“ Jika itu benar, apa yang membuat ia bisa mati dengan cepat tanpa sepengetahuan yang lain ?! “ Tanya Argus dengan nada tinggi dan tegasnya
“ Oooh. . . kronologinya ? Kami menemukan Yang Mulia dalam keadaan kritis saat salah satu kadet memanggilnya untuk acara pertemuan yang diselenggarakan Pangeran Gretue. Kami berusaha menolong beliau. . . tapi sayangnya semuanya sudah terlambat “ Jelas Rough Polly
“ Apa kau tahu apa penyebab beliau meninggal ? “ Tanya Swift Polly
“ Yaaa. . .seperti yang kalian tahu . . . Yang Mulia sepertinya mengalami stress karena ulah dari Tuan Muda. Aku tidak tahu sih apa yang beliau pikirkan, tapi ini sudah jelas bahwa beliau meninggal karena terlalu frustasi memikirkan anak terakhirnya yang menjadi pengkhianat ketimbang ia harus menerimanya bahwa Tuan Muda itu tidak bisa berbuah menjadi orang yang baik dan memikirkan kedua anak lainnya. Aku tidak menyangka Yang Mulia ternyata adalah orang naif yang tidak bisa menerima kenyataan yang ia hadapi “ Rough Polly kembali menjelaskan dengan nada apatisnya
Argus dan yang lainnya masih tidak percaya dengan perkataan dari Rough Polly. Namun wanita itu hanya menjawab bahwa ia berkata apa yang baru saja ia lihat dari matanya sebelum ia pergi meninggalkan ruang kendali pesawat
“ Apa kau yakin itu membuat beliau meninggal ? Jangan sembarangan bicara kamu, ya ! “ Kata Oxtoroo dengan nada tegas
“ Hei ! Hei ! Aku hanya bicara tentang apa yang aku lihat dari mataku. Lagipula, aku ini juga bukan pihak medis jadi aku tidak tahu secara detail tentang penyebab kematian Yang Mulia dan kedua Pangeran juga tidak memberitahu kami alasannya. Aku disini hanya untuk memberikan berita duka mengingat Jenderal sedang berada dalam misi diluar kapal. Jadi bagaimana. . . tuan penasehat ? “ Jawab Rough Polly dengan santai sambil melirik kearah Oxtoroo
“ . . . . “
“ Rough Polly . . . bagaimana situasi didalam kapal ? “ Tanya Jenderal Argus
“ Sedikit sepi. Dan sepertinya kedua Pangeran sedang berbicara tentang keputusan nasib Tuan Muda Dullart selanjutnya. Jadi untuk sementara, Jenderal bisa melanjutkan untuk sementara waktu sampai menunggu keputusan dari kedua Pangeran. . . apakah kalian terus mencarinya dalam keadaan hidup. . . atau eksekusi dia diplanet ini “ Jawab Rough Polly
“ Hmmm begitu. Baiklah. . . terima kasih atas laporanmu, Rough Polly. Tolong beritahu lagi jika kamu sudah tahu keputusan dari kedua Pangeran “ Kata Argus
“ Baiklah, Jenderal. Permisi “
“ Astagaaaa. . .astagaaaaa. . .aku benar-benar tidak percaya Yang-Mulia bisa pergi dengan mendadak seperti ini ! Ini bisa celakaaaaaaaa ! “ Kata Pak Louss dengan penuh kepanikan sambil berjalan mondar-mandir diruang kendali
“ Tenang, Pak Louss. Kita tidak boleh panik. Yaaa. . . aku tahu ini benar-benar sulit untuk dipercaya. . . tapi yang jelas. . . kita harus tetap melanjutkan misi kita sampai kita tahu keputusan dari kedua Pangeran itu “ Kata Argus sambil menenangkan Pak Louss
Melihat Rough Polly berjalan menuju mesin portal dimensi, Oxtoroo langsung mengejarnya. Sambil mendorongnya dan menahannya didinding ruangan tersebut. Oxtoroo merasa yakin bahwa Rough Polly sebenarnya tahu penyebab kematian dari Kaisar Zozo
“ HEI ! “
“ Ah. . .Oxto- “
( BRAK )
“ Eh . . . Apa-apan ? Kau tahu tidak baik memperlakukan wanita seperti ini ‘kan ?” Tanya Rough Polly dengan membuat seolah dia panik karena Oxtoroo
“ Hei, kau ! Aku merasa curiga dengan apa yang kau katakan tentang kematian Yang Mulia. Apa benar kau tidak tahu apa-apa soal penyebab kematian beliau, hah ?! “ Tanya Oxtoroo dengan nada tegasnya
“ Sudah kubilang ‘kan aku hanya bicara tentang apa yang aku lihat serta apa yang aku dengar. Dikarena’kan kau sendiri adalah penasehat kekaisaran, tanya saja dengan Pangeran Morsdan dan Pangeran Gretue jika kau penasaran “ Kata Rough Polly
“ Hooo. . . tapi jika dilihat dari cara kamu menyampaikan berita duka tadi, aku merasa ada sesuatu yang kamu simpan. Lagipula. . . akhir-akhir ini bahwa ada kudeta untuk menggulingkan Kaisar Zozo beberapa hari sebelum Tuan Muda lari. Jadi. . . beritahu aku yang sesungguhnya ! “
“ Hmph ! Begitu ! Jadi kau sudah mulai berani untuk mencurigai orang disekitarmu ? Aku takjub dengan perubahanmu selama kau menjadi penasehat kekaisaran, Oxtoroo “ Kata Rough Polly sambil melepaskan cengkragam Oxtoroo di kerah pakaiannya
“. . . . . “
“ Tidak ada yang namanya kudeta disini. Pangeran Morsdan hanya merasa kecewa dengan keputusan dari Yang Mulia untuk meneruskan misi tidak berguna ini walau ia sudah tahu bahwa Tuan Muda. Jika seandainya Yang Mulia tahu bahwa mustahil untuk membujuk Tuan Muda kembali bersama kita. . .aku yakin beliau tidak akan mati seperti ini. Apa kau tidak siap untuk menerima Kaisar baru setelah kepergian Yang Mulia ? “ Rough Polly melanjutkan kata-katanya sambil mendekati wajahnya Oxtoroo
“ Itu. . . . “
“ Sebagai penasehat Kaisar yang baru, kamu seharusnya tahu bahwa kamu harus menerima seperti apa Kaisarmu saat mereka berkuasa. Apa ayahmu tidak bercerita soal itu ?” Rough Polly melanjutkan perkataannya sambil berbisik ketelingan Oxtoroo
“. . . .”
“ Nah. . . jangan ragu soal posisimu dan siapa yang akan menjadi Kaisar selanjutnya. Untuk sementara, jalankan misi tidak berguna itu sebelum kau tahu siapa penerus selanjutnya. Bye-bye~ ”
Saat melihat Rough Polly dengan cerianya pergi meninggalkan Oxtoroo, pemuda tersebut hanya bisa terdiam dengan ekspresi kagetnya dan kemudian ia melihat kearah wanita tersebut dengan ekspresi curigaannya
“ Wanita itu. . . . “
Di saat yang bersamaan saat kedatangan Rough Polly, di SMA Internasional Shinjitsu, terlihat Energateez sambil mempersiapkan tombak listriknya, ia langsung menyerang Tazuya dan yang lain saat Tazuya bertanya tentang apa maunya
“ Apa-apaan dia ? “ Tanya Jubei
“ Hei kau. . . mau apa kau disini ? “ Tazuya bertanya kepada Energateez
“ Apa kalian pekak ? Sudah kubilang ‘kan. . . aku disini diperintahkan untuk menghabisi kalian berlima ! Hyaaaaaaaahhhh ! “
“ Hati-hati ! “ Teriak Tazuya kepada yang lain
“ AH ! “
“ Uwaaaaaaa ! “
( Zyaaaaaaaaaassssss )
“ Sialan ! “ Gerutu Energateez saat mengetahui tombaknya tidak mengenai kearah mereka berlima
“ Celaka ! “ Kata Inuya
“ Hyaaaaaahh ! “
( Syat! Syat! Syat! Syat! Syat! )
“ Terima Ini ! “Energateez langsung menyerang kearah Tazuya
( Grep ! )
“ Ah ! “
“ Hyaaaaaaaaaaaahhh ! “ Sambil mengambil tombak tersebut dan melempar Energateez dengan tombak tersebut kearah pohon taman
“ Uwaaaaaaa ! “
( Braaaaak ! )
“ Uuuuggggh ! “
“ Kurasa kita tidak punya pilihan, teman-teman. Kita harus menghadapi orang ini disini ! “ Kata Tazuya
“ Kau yakin ? Bukan kah kita- “
“ Ya Inuya. . . . kita sudah mendapatkan latihan dari Tuan Rigel ‘kan ? Makanya. . . kita tidak perlu ragu jika ingin bertarung tanpa battlesuit “
*****
Energateez berusaha bangkit, dan menembakkan laser kearah Tazuya dan yang lain dengan tombak listrik tersebut. Melihat serangan dari Alien tersebut, V-FIGHTER langsung menghindarinya
“ Ayo ! “
( Syat ! Syat ! Syat ! Syat ! Syat ! )
“ Uwaaa ! Aku tidak menyangka kalian berlima secepat i- “
“ Hyaaaaaaaaaaah “
“ Ah ! “
(DUAGH ! )
“ Agh. . . tanganku ! “ Keluh Ataru karena tangannya kesakitan saat terkena tombak dari Energateez
“ Kalau begini terus . . . aku tidak punya pilihan lain ! “
“ Ryuga. . .tunggu ! “
__ADS_1
Ryuga menyerang Energateez dengan serangan Manna-nya. Melihat serangan tersebut, Energateez langsung menangkis semua serangan tersebut, dan Inuya mengambil kesempatan emas untuk menyerang Alien tersebut dari belakang
( Syat! Syat! Syat! Syat! Syat! Syat! )
“ Bagus ! “
“ Heh ! Bodoh ! “
“ Cela-“
( Zyaaaasssh !)
“ Agh ! “ Inuya merintih kesakita saat terkena serangan dari Energateez
“ Inuya ! “ Teriak Tazuya
Disisi lain, satpam sekolah mereka, Pak Torikage tidak sengaja melihat pertarungan mereka dan berpikir bahwa Energateez adalah siswa berandalan yang mencari gara-gara dengan bertarung melawan Tazuya dan yang lain
“ Ah. . . apaaaaaaaaaaaa ! Berani-beraninya ada anak berandalan mengganggu siswa lain ! Ini sudah saatnya untuk menghentikan siswa berkulit abu-abu itu ! “ Kata Pak Torikage dengan penuh semangat
(Di tempat pertarungan )
“ Hahahahahahaaaaaaaaa. . . rasakaaaaaaaaann “
( Zyuuung! Zyuuung! Zyuuung! Zyuuuung! )
“ Uwaaaaaa ! Kalau begini terus ini bisa mencelakai siswa lain ! “ Kata Jubei dengan penuh kepanikan
“ Ayo . . . kita tidak punya lain lagi. Ayo. . . Kusanagi ! “
“ Tidjbreker ! “
“ Estrella ! “
“ Haaaahh . . . baiklah. . . kurasa aku harus menggunakan Anthos Delfiniku juga ! “
“ Naaaaahh begitu dong. Ini akan jadi sangat seru ! “ Puji Energateez
Disaat Tazuya dan yang lainnya mengeluarkan Possession mereka untuk melawan Energateez, tiba-tiba, Pak Torikage sambil menggunakan helm sirine-nya datang dengan meniupkan peluit sekeras mungkin untuk berusaha menghentikan pertarungan mereka
( Priiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit )
“ Aaaahh “
“ Siapa lagi dia ? “ Tanya Energateez dengan geram
“ Heeeeeeeeeeeeeeeeeeiiii anak-anak nakal ! Sekolah ini bukan tempat untuk berkelahi dan jadi sok jagoan ! Dan kau si pendek berkulit abu-abu. . . katakan kau dari sekolah mana, hah ?! “ Teriak Pak Torikage yang berusaha untuk menegur V-FIGHTER dan Energateez
“ Hah ? “ Ataru dan Jubei kaget setelah mendengar apa yang dikatakan Pak Torikage
“ Uuuum. . . . Pak Torikage. . . seperti yang anda lihat, dia itu-“ Ryuga berusaha menjelaskan siapa itu Energateez namun malah dipotong oleh sang pak Satpam tersebut
“ Aku tidak peduli, anak muda~ Aku disini hanya untuk menjalankan tugas untuk menjaga keamanan dan ketentraman disekolah i-“
( Blaaaaaaaar ! )
“-ni”
“ Aaaaaaahhhh. . . manusia kau memang membuatku jengkel ! Sana pergi ! “ Ancam Energateez sambil menembakkan laser dari tombaknya
“ Awas Pak ! “ Jubei berusaha melindungi Pak Torikage dengan mendorongnya
( Blaaaaaaaar ! )
“ Apa ?! Senjata apaan itu ?! “ Tanya Pak Torikage
“ Ummmm maaf, Pak. Nanti semuanya akan kami jelaskan dan dia bukan tantangan anda. Ayo, menghindar dari sini pak ! “ Kata Inuya sambil menarik tangan Pak Torigake untuk mengevakuasinya ketempat yang aman
“ First Dance : Kazami ! “
( Zyaaaaaaaassssshhh )
Tazuya langsung menyerang Energateez dengan Kusanagi dengan menciptakan hembusan angin untuk menghentikan gerakannya sebelum ia menyerang Inuya dan Pak Torikage. Saat Energateez berusaha menahan hembusan angin tersebut, Tazuya kemudian mendorong jauh Alien tersebut dengan Psikokinesis kesebuah lapangan dekat kolam renang umum
“ Hyaaaaah ! “
( BUAGH ! )
“ Aaaaaaaaaahhh ! “
“ Ayo ! “
“ Tunggu. . . kamu mendorongnya kemana ?! “ Tanya Jubei
Inuya mengajak Pak Torikage kedalam pos penjaganya, dan meminta kepadanya untuk tidak memberitahu kepada pihak guru tentang kedatangan dari alien tersebut
“ Hei ! Hei ! Apa-apaan ini ?! “
“ Maaf, Pak Torikage ! Tolong jangan beritahu kedatangan dia dan aksi kami kepada para guru. Seperti yang anda lihat. . . dia sudah jelas bukan berasal dari bumi. Jadi kumohon jangan beritahu kepada para guru soal ini. Kami akan menanganinya“ Jelas Inuya yang langsung pergi saat Pak Torikage berniat ingin bertanya soal Energateez
“ Apaaaaaaaa ?! Jangan bercanda kamu- HEI . . KEMBALI ! “
Inuya kemudian menggunakan kontak spiritualnya untuk melacak keberadaan Tazuya dan yang lain. Disaat yang bersamaan, ia melihat DECA-I yang baru saja sampai kelapangan sekolah dan robot tersebut langsung menghampiri remaja bermata emas tersebut
“ Tuan Robot ! “ Panggil Inuya sambil melambaikan tangannya
“ Aaaahh ketemu juga~ Mana yang lain ? “
“ Kalau menurut sih mereka ada diarea kolam renang sekolah ini “ Jawab Inuya sambil menuju ketempat V-FIGHTER berada
“ Haaaaa . . . apa tidak ada tempat lain agar orang lain tidak ada melihat aksi kalian ? ” Tanya DECA-I
Energateez berusaha untuk bangun, dan kemudian ia langsung disambut V-FIGHTER dengan serangan Pointer dari Jubei Fujieda
“ Adudududuh ! “
( SYAT ! TAAAK !)
“ Ah ! “
“ Jangan lari kau ! Ayo kita selesai urusan kita disini ! “ Ancam Tazuya dengan Kusanagi
“ Baik ! Jika itu mau kalian, ayo kita lakukan disini ! “ Kata Energateez yang kembali bangkit
“ Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh “
*****
Tazuya dan Energateez saling menyerang satu sama lain. Saat ia menahan serangan dari Tazuya dengan tombak listriknya, ia langsung memerintahkan Boo-Boo untuk menembak kearah Ryuga, Ataru dan Jubei untuk menghentikan pergerakan mereka sebelum mereka menyerang kearahnya
( Syat! Syat! Syat! Syat! Syat! )
( TRAAAAAAAAAANG !)
“ Bantuan ?! Boo-boo . . . tembak mereka bertiga ! “
“ Dimengerti ! “
“ Hati-hati ! Ryuga-san. . . lindungi kami ! “ Peringat Ataru
( Zyuuung ! Zyuuung ! Zyuuung ! Zyuuuung ! Zyuuuung ! )
“ Cih ! Robot ini ! “ Keluh Ryuga saat merasakan serangan dari Boo-Boo begitu kuat untuk sebuah robot-buddy
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Inuya dan DECA-I datang ketempat mereka, sambil memperhatikan Ataru dan yang lain diserang oleh Boo-Boo sedangkan Tazuya sedang menghadapi Energateez seorang diri
“ Robot. . . tolong bebaskan Ataru dan yang lain. Lawan robot itu, kami akan menghadapi alien itu “
“ Ahahaaaaa~ ini keciiiil~ Hei kau ! “
“ Siapa itu ?! “ Tanya Boo-Boo saat melihat kedatangan DECA-I
“ Siapa aku ? Kau bisa lihat aku sama seperti dirimu~ Hyaaaaaaaaaaahhh “ Kata DECA-I sambil langsung menyerang Boo-Boo dengan serangan listriknya
“ Apa ?! “
( Zyaaaaaaaassssshhh)
“ Brrlrlrlrlrrlrlrlrllrlrlrllrr “
( BUUUM )
DECA-I berhasil melumpuhkan Boo-Boo dengan sengatan listriknya, yang membuat robot buddy tersebut mengalami kerusakan dan sistemnya berhenti. Menyadari bahwa DECA-I telah menangani Boo-Boo,Tazuya meminta kepada Inuya dan yang lain untuk segera membantunya karena ia memiliki sedikit masalah untuk menghadapi Energateez
“ Fyuh! Untungnya kamu ada disini. Apa Pak Rigel yang menyuruh datang kemari ? “ Tanya Jubei
“ Ya. Tidak lama setelah Tuan Rigel menutup panggilannya, tiba-tiba saja ada musuh yang terdeteksi dari sekolah kalian. Makanya aku datang kemari “ Jelas DECA-I
“ Hei ! Hei! Hei ! Kalian sudah selesai hadapi robot itu, sekarang cepat tolong aku dari orang gila ini ! “ Panggil Tazuya kepada mereka berempat dengan kontak telepatinya
“ Oh ya. . . ayo ! “
Tazuya dan Energateez masih melanjutkan pertarungan mereka, dan terlihat Tazuya mengalami kesulitan untuk melawan sang prajurit elit tersebut seorang diri. Mendengar panggilan dari Tazuya, Inuya dan yang lain langsung bergegas pergi menolong pemuda pendek bermata biru tersebut
( Syat ! Syaaaaaat ! Syaaaaat ! )
“ Cih ! “
( Syaaaaaaat ! )
“ Tangguh juga manusia ini ! Dilihat dari kekuatanmu tadi ini membuat aku punya satu pertanyaa kepadamu! Apa kau benar-benar manusia, hah ?! “ Tanya Enegateez
( Syaaaat! Duagh ! )
“ Agh ! “
“ Hyaaaaaaaaaaahhhh “
( Zyuuuuung! )
“ Ah ! “
“ Tazuya-kun ! “ Panggil Ataru disaat bersamaan ia menembak kearah Energateez
“ Labeja ! Ayo ! Hyaaaaaaaaaaaaaahhh “
Inuya langsung mengaktifkan Labeja dan menyerang kearah Energateez. Walau terlihat ceroboh, Energateez mampu bertarung melawan siapa saja satu lawan satu dan membuat Tazuya dan yang lain kewalahan untuk mengalahkannya. Morsdantaque memang cukup selektif dalam memilih prajurit elitnya
(Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! )
“ Terima ini ! “
“ Ah ! “
( DUAAAAAAAAAAGGH!)
“ Kkkkkkh ! “ Energateez berusaha menahan serangan Inuya dengan tombak listriknya
“ Cepaaaat. . . aku tidak bisa menahannya lebih lama ! “ Kata Inuya
“ Ryuga ! Sekarang ! “ Perintah Tazuya
“ Namidashi ! Tutup matamu ! Third act : Troubled Vi- “
“ HAAAAH ! “ Energateez mengeluarkan Bio-Taser dan melemparkannya kearah Ryuga
( ZYAAASSSHH )
“ Agh ! “ Rintih Ryuga
“ Sialan kau ! Teriak Tazuya yang bersiap untuk menebasnya bersama dengan Ataru dan Jubei yang bersiap untuk menembak kearahnya
Melihat ia tidak bisa menahan situasi saat ini, Energateez tidak punya pilihan lain selain lari dari mereka dengan menggunakan medali teleportasi yang ia simpan disakunya
“ Terima ini ! “ Teriak Ataru sambil menembak Energateez dengan spirit pistolnya
“ Hyaaaaaaaaahhh ! “ Ryuga berusaha menyerang si alien tersebut dengan sihir Manna-nya
( Zyuuuuung ! )
“ Second Dance ! Kaze no Shizuku ! “
“ First Target ! Pointer ! “
“ Third Sting ! Dandelion ! “
“ Cela- “
(BUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUM)
Para V-FIGHTER menggabungkan semua serangan mereka dan menyerang kearah Energateez secara bersamaan. Sayangnya, disaat yang bersamaan, Energateez berhasil menggunakan medali teleportasinya yang membuat ia dan Boo-Boo berhasil menghindari dari kejaran mereka, membuat serangan yang mereka arahkan membuahkan hasil yang sia-sia
“ Ah . . . celaka ! “ Tazuya dan Inuya kaget secara bersamaan saat melihat Energateez sudah tidak ada ditempat
“ Dia lariiiiiiiiiii “ Teriak Jubei dengan panik
“ Cepat sekali larinya makhluk itu “ Gerutu Ryuga
“ Kurasa dia bisa lari karena medali yang ia keluarkan barusan “ Kata Ataru
“ Medali ? “ Tanya Inuya
“ Ataru . . . apa kau tahu dimana ia sekarang ? “ Tazuya bertanya kepadanya
Sebelum Ataru menjawab pertanyaan Tazuya, Pak Shuyo Fukushima, sang wakil kepala sekolah, menghampiri mereka sambil menegur aksi mereka yang disangka sebagai perkelahian antar pelajar. Karena itu, ia meminta untuk mereka berlima pergi menghadap kepala sekolah dan kepala kesiswaan untuk menjelaskan semuanya
“ Berhenti ! “
“ Ah ! Pak Fukushima ! “ kata mereka berlima
“ Ce. . . cepat lari ! “ Bisik Tazuya kepada DECA-I dari belakang punggungnya untuk lari dari sini
“ Kalian berlima ikut aku menghadap kepala sekolah dan kesiswaan, sekarang ! “ Perintah Pak Fukushima
“ Apa ? “ Tanya Inuya dengan heran
“ Tunggu pak. . . anda pasti- “
“ Nak Iga. . . simpan semua alasanmu untuk kepala sekolah ! Dan bawa semua senjata kalian kekantor ! “ Kata Pak Fukushima sambil memotong perkataan Tazuya
“ . . . . “
“ Baiklah. . . ayo ! “ Kata Tazuya dengan nada pelan
Dengan perasaan kecewa dan tidak enak mereka, akhirnya Tazuya dan yang lain mau tidak mau mengikuti perkataan Pak Fukushima keruang kepala sekolah untuk menjelaskan semua apa yang terjadi
*****
__ADS_1