El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
Latihan Dilanjutkan


__ADS_3

Sore harinya disaat yang bersamaan jam pulang sekolah di SMA Internasional Shinjitsu, Rigel dan Dullart masih melanjutkan latihan mereka di arena pelatihan sembari menunggu kedatangan Tazuya dan yang lain. Pertarungan mereka cukup sengit, terlebih Rigel sering bertindak agak keras semasa pelatihan yang membuat Dullart kewalahan untuk menangani semua serangan dari Rigel


“ Haaaah ! Haaaaah ! Haaaaah ! Haaaaah ! “


( Syaaaaaaaaat ! )


“ Ah ! “


( TRAAAAAAAAAAAAANG! )


“ Bagus ! Tidak kusangka kau cukup tangguh juga untuk menjadi lawanku ! “


“ Dan aku tidak menyangka bahwa teknik pelatihanmu agak kasar. Aku agak sedikit kasihan dengan Tazuya dan yang lain karena metodemu ini “


“ Mereka calon El-Fighter ! Jadi mereka harus diberi pelatihan yang pas untuk mereka karena suatu saat mereka berlima akan menghadapi musuh tangguh yang berpotensi menghancurkan masa depan ! “ Jelas Rigel


“. . .”


“ Jadi bagaimana ? masih bisa bertahan ! “


“ Haaah ! Haaaah ! Tentu ! Ayo ! Lanjutkan ! “


“ Hmph ! “


( Syaaaaaaaat ! )


“ Cela- “


( Traaaaaaaaang ! )


“Third Step : Heavenly Ice Wind ! “


Rigel mengeluarkan teknik ketiga Anthemusa dan menciptakan hembusan angin es yang cukup kuat. Melihat kakinya perlahan membeku karena efek dari angin tersebut, Dullart terus berjalan untuk tidak membuat kakinya terperangkap oleh es dikakinya


“ Ugggh ! Anginya kuat sekali ! Diatas ! “


“ Haaaaaaaaaaaahh ! “


( Draaaaaaaaaaagg ! )


“ Bagus ! Cekatan juga kamu ! “ Puji Rigel


“ Hampir saja ! “ Kata Dullart yang terduduk dan kelelahan saat menghindar serangan dari Rigel yang bersiap kembali menyerangnya


“ Ayo ! Fokus ! Fokuuuuus ! Ini tidak sebrutal apa yang kamu kira ! “ Kata Dullart kepada dirinya sendiri sebelum kembali melanjutkan latihannya


“ Hyaaaaaaaaaaaaah ! “


( Syaaaat ! Syaaaaat ! Syaaaat ! )


“ TERIMA INI ! “ Teriak Dullart sambil menyerang kearah Rigel


( TRAAAAAAAAAAAANG ! )


Di SMA Internasional Shinjitsu, terlihat Tazuya bersama dengan Inuya dan Jubei pergi duluan kerumahnya Rigel untuk melanjutkan latihan. Kali ini, mereka pergi bertiga karena Ryuga ada keperluan mendadak dengan ayahnya, serta Ataru ada keperluan bersama dengan teman sesama Dewa Kematiannya. Sambil berjalan, mereka bertiga membahas tentang aktivitas sekolah mereka dan apa yang mereka temukan saat berada diperpustakaan


“ Jubei ! “


“ Ah ! Kalian ! “ Kata Jubei saat dipanggil Inuya


“ Mana Ataru dan Ryuga ? “ Tanya Inuya


“ Mereka berdua ada keperluan mendadak. Ryuga ditelpon oleh Tuan Hugo untuk pergi kekantornya  dan Ataru . . . katanya ada keperluan dengan teman-temannya di Freidkin Inn “ Jelas Jubei


“ Begitu ya. Oke . . . kalau begitu ayo kita pergi duluan~ “ Ajak Tazuya


“ Jadi, Jubei. . . kamu sudah menemukan buku literatur klasik untuk tugas kita ? “ Lanjut Tazuya dengan bertanya ke Jubei


“ Belum. Tapi sepertinya kami akan memilih antara Romeo and Juliet sama Pride and Prejudice. Kalian ? “


“ Frankenstein dan To Kill a Mockingbird “ Jawab Tazuya


“ Yang kedua sepertinya menarik “


“ Nanti akan kami kirimkan hardcopy-nya “ Kata Inuya kepada Jubei


“ Hei ! Ayo mampir dulu kekedai es krim yang bersebelahan dengan minimarket arah rumahnya Tuan Rigel. Katanya siiiih~ itu kedai baru ! “Ajak Jubei kepada Tazuya dan Inuya


“ Ah boleh juga ! Kamu mau Inuya ? “


“ Hu’uh ! “


Tazuya dan Inuya memutuskan untuk mengikuti Jubei yang mampir ke kedai es krim. Disaat yang bersamaan, Energateez dan Boo-Boo kembali datang kebumi untuk melacak keberadaan mereka dan mendarat disebuah gang yang tidak jauh dari kedai es krim tersebut


( Zyuuuuuuuuuuuuuuuuung ! Zaaaaasssshhhh ! )


“ Uaaaaaaah ! Aduh ! Uuuugggh “


“ Anda tidak apa-apa ? Anda tidak apa-apa ? “ Tanya Boo-Boo


“ Sialaaaaaaaan ! Bisakah Meteo-san untuk tidak melakukan ini ! “ Gerutu Energateez


( Energateez melihat situasi dari gang )


“ Hmmm. . . hmmmm. . . oke ! Kalau menurut titik koordinatnya, ketiga bocah sialan itu ada disekitar sini. Mereka berlima berpencar ketiga tempat yang berbeda, dan tiga dari mereka katanya ada disekitar sini “ Ujar Energateez sambil melihat alat komunikatornya


( Biiip ! Biiip ! Biiiip ! Biiip ! )


“ Mereka disini ?! Aaaaaaahh . . . itu dia ! Aku tidak menyangka mereka bisa bersenang-senang sambil menyantap es krim ! Oke, Boo-Boo. . . mari kita- eh ? “


Saat Energateez berniat ingin mengejar Tazuya dan yang lain, tiba-tiba, ia tidak sengaja melihat Spidaro melintas didepan gang tersebut. Melihat robot kecil tersebut, Energateez langsung menangkapnya dan ia menyadari bahwa robot tersebut dikendalikan oleh pihak Swift Polly


“ Spidaro ?! “


“ Eeeeh ! Aku tidak ingat kapan anda meletakan ini “ Kata Boo-Boo


“ HAP ! Spidaro ini. . . milik Kapten Swift Polly ! “


Energateez mengambil robot laba-laba tersebut dan langsung mengaktifkan sistem holocomm di robot tersebut. Swift Polly kaget saat melihat sistem holocomm milik Spidaro diaktifkan. Dan saat dicek, ia agak lega dan kaget disaat yang bersamaan karena ternyata Energateezlah yang mengaktifkan sistem tersebut


“ Polly-chan ! Spidaro ! “ Panggil Oxtoroo


“ Ah ! Celaka ! Holocomm Spidaro aktif ! Sepertinya ada seseorang yang menangkap Spidaro !  “


( Klik ! )


“ Oooooh ! Energateez ! Kau rupanya ! “ Kata Oxtoroo


“ Hei ! Apa yang kau lakukan dibumi sendirian ?! Apa Pangeran Morsdantaque tahu kau ada disini ! “ Tanya Swift Polly


“ Errrr. . . sudah pasti beliau tahu ! Aku disini karena disuruh oleh dia ! “ Jelas Energateez


“ Ah ! Jadi. . . pangeran sudah tahu soal ini ?! “ Tanya Oxtoroo


“ Tentu~ “


“ Darimana dia tahu soal misi ini ?! “ Oxtoroo kembali bertanya ke Energateez


“ Yaaa mana kutahu ! Aku hanya menjalankan tugas dari beliau “


“. . . “


“ Dan lihat apa yang kau lakukan ! Kau kehilangan jejak mereka LAGI ! “ Teriak Pak Louss yang datang secara tiba-tiba dibelakang Swift Polly dan Oxtoroo


“ Eggh ! Pak Louss ! “


“ KAAAAUUU ! Gara-gara kecerobohan dan keisenganmu untuk mengambil Spidaro kita akhirnya kehilangan anak-anak itu ! Lepaskan robot itu ! Kau hanya memperlambat misi kita ! “ Tegur Pak Louss


“ Ah anuuu . . . aku minta maaf, Pak Louss ! “ Kata Energateez


“ Cepat cari mereka sebelum hilang ! Cepaaaaaaaaaaaat ! “


“ Aaaaaah oke oke ! “


( Klik ! )


Energateez keluar dari gang bersama dengan Boo-Boo dan langsung mematikan Holocomm milik Spidaro sebelum ia melepaskannya. Saat melakukan pencarian dan pandangannya terfokus dalam alat pelacaknya, ia tidak sengaja menabrak Hassan yang mengenakan jaket kulit dan kacamata hitam, sedang berjalan disekitar pertokoan tersebut


“ Cih ! Sial ! Anak-anak itu cepat sekali perginya ! Kalau mereka kutemukan, maka aku akan- “


( BRUK ! )


“ Adudududududuuuuuh ! “


“ Hei anak kecil ! Pakai matamu saat sedang berjalan ! “ Tegur Hassan


“ Oi ! Jika aku jadi kau, aku sudah pasti akan membuang kacamata itu dan menghindar karena orang didepanku sedang sibuk dengan urusannya ! Jadi menyingkirlah dasar manusia ! “ Energateez membalasnya dengan teriak sambil menunjukan tangan kearah Hassan dan pergi meninggalkannya


Sambil melihat Energateez pergi, Hassan memperhatikan langkah dari pemuda kecil tersebut. Dengan melihat penampilan dengan mendengar perkataannya, Hassan tahu bahwa Energateez bukanlah penduduk bumi


“ Hmmm ! Dia mirip dengan si Jenderal alien itu ! “ Ujar Hassan


Sementara itu, Rigel dan Dullart terlihat masih melanjutkan latihan mereka. Setelah berusaha menahan, menangkis, serta menyerang balik Rigel, Dullart akhirnya sudah tidak tahan lagi dan tumbang dipertarungan mereka


“ Uaaaaaaah ! “


( DRAAG ! )


“ Uwaaa ! Woah ! Kau mengagetkan aku ! “ Gerutu Dullart saat Rigel menancapkan Anthemusa tepat disamping kepalanya


“ Hmmmm ! Bagus ! Kurasa aku akan meningkatkan tingkat pertarunganku agar kamu bisa- “


“ Tuan Rigel Orionis ! Tazuya Hideyuki Iga dan teman-temannya sudah datang “ FAIS memotong pembicaraan mereka dengan mengatakan bahwa Tazuya dan yang lain telah sampai


“ Oh ! Baiklah ! Oke Dullart-san. . . kurasa sudah cukup pelatihan kita hari ini “ Kata Rigel saat menyadari kedatangan Tazuya dan lain


“ Yaaa~  Ayo ! Tolong bantu aku berdiri ! Uaagggh ! “ Pintah Dullart yang kesulitan untuk berdiri


“ Sini-sini ! “


Diruang tamu, terlihat Tazuya dan yang lain disambut oleh DECA-I dan mereka bertiga menunggu Rigel diruangan tersebut. Rigel dan Dullart menyadari mereka tidak datang bersama Ryuga dan Ataru. Tazuya mengatakan bahwa mereka akan menyusul dan sedang ada keperluan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan


“ Aaaah itu dia ! “ Kata DECA-I saat melihat Rigel dan Dullart datang dari ruang pelatihan


“ Oh, DECA-I ! Baguslah kamu menyambut dan membukakan pintu untuk mereka “ Kata Rigel kepada robot tersebut


“ Hanya 3 orang ? Mana yang lain ?! “ Tanya Dullart


“ Uuuh. . . Ryuga dan Ataru ada urusan mendadak. Katanya sih mereka akan kesini jika sempat “ Jelas Tazuya


“ Begitu ya. Baiklah kalau begitu, kurasa aku akan memulainya dari kalian bertiga. Ayo, gantilah pakaian kalian ! Kami akan menunggu kalian diruang latihan “


“ Okeeee ! “


“ Ah Pak Rigel ! Pak Dullart ! Aku bawa ini untuk kalian berdua~ “ Kata Jubei sambil memberikan kantong plastik berisi es krim kepada mereka


“ Es krim ? Tumben sekali. Terima kasih nak Jubei “ Kata Rigel

__ADS_1


“ Yaaaa~ “


“ Nah, Rigel-san ! Mari kita makan ini dulu sembari menunggu mereka “ Kata Dullart sambil membukakan bungkusan es krim rasa stroberi


“ Hu’uh ! “


“ Aaaaah es krim~ es krim~ mengingatkan aku dengan tuan Dennias yang saat bekerja dia tidak pernah terpisahkan dengan es krim~ “ Kata DECA-I sambil teringat akan penciptanya


Sambil memakan es krimnya, Rigel teringat akan masa lalu dimana Dennias memberikannya es krim saat mereka selesai menjalankan misi mereka


“ Ah~ Dennias “ Kata Rigel dari dalam hati


*****


Diruang latihan, Rigel menjelaskan bahwa pelatihan yang selanjutnya yaitu untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan Possession mereka dan membuat kontak dengan jiwa dari Possession mereka agar mereka bisa bekerjasama untuk menguasai  teknik Possession mereka dengan baik


“ Baik anak-anak ! Dikarenakan kalian semua telah mengaktifkan Possession, latihan kita hari ini yaitu untuk membuat kalian bisa mengontrol dan menciptakan teknik Possession kalian. Dalam latihan kalian sebelumnya, aku pernah menjelaskan tentang teknik Convergence dan Alternate. Dan aku tidak menyangka kalian bisa tahu cara penggunaan Convergence dengan mudah saat menghentikan pesawat itu “ Jelas Rigel


“ . . . ”


“ Walau demikian, aku ingin kalian semua meningkatkan kemampuan kalian untuk menggunakan Possession. Seperti yang kalian tahu, kalian baru berhasil mengunakan tahap ke-2 dari Possession. Sebagai El-Fighter, ada beberapa hal yang harus kalian tahu sebelum menguasai tahap ke 3 dan ke 4 dari Possession ! “


“ Apa itu ? “ Tanya Jubei


“ Pertama, kalian harus tahu cara menggunakan Alternate dan Convergence. Cobalah untuk lebih kreatif dalam menciptakan teknik utama dan teknik alternasi dari teknik utama tersebut. Contoh, dalam teknik pertama Anthemusa aku bisa menciptakan pilar es raksasa. Dalam alternasinya, aku bisa menciptakan tangga es untuk menghindari musuh “ Jelas Rigel


“ Yang kedua, kalian harus bisa kerjasama dengan jiwa pada Possession kalian. Jika kalian mampu bekerjasama dengan mereka, maka potensi kalian untuk bisa terhubung dengan jiwa para El-Fighter pendahulu jika kalian bisa memusatkan Flow dengan mudah “


“ Flow ? “ Tazuya bertanya kepada Rigel


“ Cara untuk kalian memusatkan suatu “kebanggaan” kalian dengan kemampuan yang kalian miliki dan pusatkan kepada alasan kalian menjadi Fighter “ Jelas Rigel


“ Jadi Flow itu tidak akan bekerja jika kita dalam tekanan ? “ Inuya bertanya


“ Hmph ! Benar ! Karena itu aku akan melihat perkembangan kalian dalam menggunakan teknik Possession kalian. Termasuk dalam penggunaaan Alternate dan Convergence. Bagaimana, cukup dimengerti ‘kan ? “


“ Ya ! Cukup dimengerti ! “ Kata Tazuya yang diikuti oleh Inuya dan Jubei dengan anggukkan kepala mereka


“ Bagus. Ayo kita mulai ! “


Tazuya, Inuya dan Jubei mengeluarkan semua Possession mereka. Rigel kemudian memberi mereka waktu satu jam untuk melakukan Sparring satu sama lain untuk meningkatkan teknik kemampuan Possession mereka


“ Waktu kalian 1 jam untuk melakukan Sparring ! Mulai ! “


“ Selamat berjuang~ “ Kata Dullart sambil memberikan semangat kepada Tazuya dan yang lain


“ Okeeeee~ Jadi sekarang yang mana dulu kita akan mulai ? Convergence ? Alternate ? dua-duanya ? “ Tanya Tazuya kepada Inuya dan Jubei


“ Alternate ? Karena kalau menurutku Convergence cukup mudah untuk dipelajari. Kalau kita menguasai Alternate, maka itu bisa menjadi pengecoh untuk musuh karena mereka tidak menyadari bahwa kita bisa mengubah teknik Possession kita “ Jelas Inuya


“ Boleh juga ! Ayo kita coba~ “ Kata Jubei dengan penuh semangat


“ Baiklah ! Dua lawan satu ? sepertinya menarik ! Kalian berdua lawan aku ! “ Tazuya menantang Inuya dan Jubei


“ Oke ! “


“ Bagus ! Mereka akan memulainya ! “ Kata Rigel yang memantau dari atas


Tazuya, Inuya dan Jubei bersiap untuk melakukan Sparring. Mereka memulainya dengan Tazuya yang menyerang kearah mereka


“ Haaaaaaaaahhh ! “


( SYAAAAT ! )


“ Ah ! “


( Syat ! Syat ! Syat ! Syat ! )


“Uaaaaaaah ! “


( Traaaang ! )


“ Hei Tazuya ! Jangan cepat-cepat dooong~ “ Kata Jubei sambil menahan Kusanagi-nya Tazuya dengan Estrellanya


“ Apa ? Padahal ini sudah terkategori sebagai lambat loh~ “


“ Yaaaa ! Tapi aku belum ahli dalam melakukan ini ! Apa ada metode lain ?! “ Tanya Jubei yang akhirnya berhasil mendorong Tazuya


( SYAT ! )


“ Woah ! Kuat juga kamu Jubei ! “ Puji Inuya


“ Ayo, Inuya ! “  Teriak Tazuya yang langsung pergi kearah sahabatnya


“ Haaaaaaaaaaaaaaaaaaahh ! “


“ Huff ! Mungkin saja tadi aku kurang fokus ! “ Kata Jubei yang ikut melanjutkan latihannya


( TRANG ! Syat ! Syat ! Syat ! Syat ! Syat !)


“ Haaaaaaaaah ! )


( SYAT ! )


“ Saatnya ! First Target : POINTER ! “


“ Oh ho ! “


( SYAAAT TAAAAK ! )


“ Sial “


“ Alternate ! Pointer : SCALE ! “


“ Ah ! “


( ZAAAAAAAAAAAAAAASSSSHHH )


“ Woah ! “


“ Baiklah kalau begitu ! First Dance : Kazami ! “  Tazuya mempersiapkan diri untuk menangkis serangannya Jubei


“ Alternate !  Kazami : Kiri ! “


“ Uwaaaaaaaaaa ! “


( Wuuuuuuuuuuuuuuuuussssshhhh)


“ Menciptakan kabut untuk menghindari serangan Nak Jubei ? Hmmm. . . mari kita lihat bagaimana keputusannya Inuya dan Jubei “ Kata Rigel sambil memantau Sparring mereka


Tazuya berhasil menciptakan teknik Alternate-nya untuk menghindari serangan dari Jubei  dengan menciptakan kabut tebal yang menyelemuti seisi ruang latihan. Hal membuat Jubei mengalami kesulitan untuk menemukan Tazuya dan Inuya


“ DATANG ! “ Kata Jubei yang terkejut saat merasakan Tazuya mulai menyerangnya


( TRAAAAANG ! TRAAAAAANG ! TRAAAAAAANG ! )


“ Cih ! Tazuyaaaaaaa~ cerdiknya juga kamu ya ! “ Gerutu Jubei sambil memperhatikan sekitarnya


“. . .” Inuya tidak berkata apa-apa saat melihat disekitarnya


“ Ayo ! Siapa yang akan duluan yang menyerang ?! “ Kata Tazuya dari dalam hati sambil menghindari Inuya dan Jubei


“ Hmmmm ! First Target : POINTER ! “


( syaaaaaat ! )


“ Haaaaaaaaaaaaaaaaah “


( syaaaat ! syaaaat ! syaaaaat ! syaaaaat ! )


“ Tidak kena ! Baiklah Tazuya ! Jika itu yang kau mau akan kugunakan ini ! “ Kata Jubei saat menyadari semua serangannya tidak mempan


“ Third Target : Arrow Trick ! “ Jubei menembakan Estrella dari atas


( Syaaaat ! )


“ Alternate ! Arrow Trick : Rain ! “


“ APA ?! “ Tazuya dan Inuya kaget saat tahu teknik apa yang dikeluarkan oleh Jubei


“ Third Sting : Dandelion ! “ Inuya mengeluarkan teknik ketiganya untuk menghadapi hujan anak panahnya Estrella


“ Alternate ! Dandelion : Spread ! “


( Wuuuuuuuuuuuuussssssshhh )


( Zyaaaaaaassssssshhh)


“ AH ?! “ Jubei panik saat melihat teknik yang dikeluarkan oleh Inuya


“Woah Inuya ! Kupikir akan lebih bagus jika kita menggabungkannya dalam Convergence” Puji Tazuya saat melihat anah panah Estrella lenyap karena teknik dari Labeja


Tazuya akhirnya bisa melihat Jubei dari kejauhan walau agak samar-samar. Disisi yang berlawanan, Jubei juga dapat melihat Tazuya yang agak samar-samar. Melihat ada kesempatan untuk menyerang pemuda pendek tersebut, Jubei mengambil anak panah Estrella dan berusaha untuk menyerang Tazuya dengan anak panah tersebut dari jarak dekat


“ Itu dia ! “ Kata Tazuya saat melihat Jubei


“ Disana ! “ Kata Jubei saat ia melihat Tazuya


“ Saatnya ! “


( SAAAT ! )


“ HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHH “


Disaat Tazuya dan Jubei memulai untuk menyerang satu sama lain, tiba-tiba, portal yang diciptakan Ataru dari Tidjbreker terbuka tepat ditengah area latihan yang membuat Ataru dan Ryuga muncul tepat ditengah mereka


( Zyaaaaaaaaasssssssh )


“ Ataru ?! “


“ Uwaaaaaa ! “ Tazuya yang kaget melihat kedatangan Ataru dan Ryuga tidak sengaja menggunakan Psikokinesis kearah Jubei dan mendorongnya


“ HYAAH “


( BRUK )


“ Ah ! Jubei ! “


Tazuya dan yang lain kaget saat melihat Jubei terdorong dengan psikokinesis dengan kuat dan membentur dinding. Mereka berempat termasuk Rigel langsung menghampirinya sambil mengecek kondisi Jubei


“ Jubei ! Kamu tidak apa-apa ?! “ Tanya Tazuya


“ Uuugggh ! Hei ! Apa-apaan tadi ? “ Jubei bertanya kepada yang lain sambil merintih kesakitan


“ Ma-maaf. Tadi itu. . . aku tidak sengaja “ Tazuya menjawab pertanyaan Jubei dengan langsung meminta maaf kepadanya


“ Eh ? Hah ? Kenapa ? “

__ADS_1


“ Jubei-chan. . .Kamu mengalami cidera bagian mana ? Tangan ? Kepala ? Kaki ? Punggung ? “ Tanya Ataru


“ Auuuh ! Ataru ! Aku tidak apa-apa~ justru jika kalian banyak bertanya tubuhku malah bertambah sakit oouh ! “ Gerutu Jubei


“ Kamu yakin ? “ Tanya Ryuga dan kemudian langsung dijawab Jubei dengan anggukannya


“ Jadi bagaimana, Nak Jubei ? Masih ingin lanjut ? “ Tanya Rigel dengan nada pelan


“ Ummm. . .kurasa aku butuh duduk sebentar diruang pertemuan selama 15 menit dan nanti aku akan kembali kesini “ Jawab Jubei


“ Okeee. Nak Ataru dan Ryuga, selagi kalian pergi keruang ganti tolong antarkan Jubei keruang pertemuan biar dia bisa istirahat sebentar “ Perintah Rigel


“ Baik Tuan “


“ Nah, Jubei-chan. . . ayo sini. . .biar kugendong kamu kesana. Jangan harap Ryuga-san mampu menggendongmu untuk kesana~ “ Ataru menawarkan kepada Jubei sambil duduk jongkok membelakanginya


“ Tidak usah. Aku jalan sendiri “ Jubei langsung menolak tawarannya Ataru


Saat Jubei pergi bersama Ataru dan Ryuga, Tazuya terlihat terdiam sambil melihat kearah telapak tangannya, merasa tidak percaya akan apa yang baru saja terjadi. Saat memikirkan masalah kekuatannya, Rigel memanggil Tazuya sambil memegang pundaknya dan bertanya tentang psikokinesisnya


“ Ada masalah ? “ Tanya Rigel


“ Ah ! Ti-tidak ada “


“ Kamu yakin ?! Dilihat dari ekspresimu kelihatannya kamu merasa ini bukan pertama kalinya itu terjadi “ Jelas Rigel yang sontak membuat mata Tazuya melebar dan teringat akan sesuatu


“ Soal itu. . . itu. . . “


“ Baiklah~ jangan terlalu overthinking ! Kamu sendiri lihat ‘kan Jubei baik-baik saja ? Dia cuma ingin meluruskan kakinya diruang pertemuan “ Kata Inuya


“ Jika kamu tidak mau membicarakannya itu tidak masalah.Yang penting kamu harus berhati-hati untuk menggunakannya “ Lanjut Rigel kepada Tazuya


“ Ya Tuan Rigel ! Aku minta maaf “


“ Baiklah~ Lanjutkan Sparring kalian selagi menunggu yang lain “


“ Oke ! “


Rigel kembali bagian atas ruang pelatihan untuk melihat kelanjutan dari Sparring antar V-FIGHTER. Saat bersiap untuk melanjutkan Sparring, Tazuya melihat refleksi dirinya dari Kusanagi dan kemudian melihat kearah tangannya yang menggenggam pedang tersebut sambi berusaha untuk melupakan kejadian sebelumnya


*****


Hassan terlihat sedang melintasi sebuah gedung bernama “Love Empire” sambil mengetik sebuah pesan kepada Ramone Grace tentang kedatangan dari Energaatez. Saat melintas, ia tidak sengaja berpapasan dengan Rocco Maarten yang keluar dari gedung Love Empire dan Rocco yang melihat Hassan langsung mengikutinya


“ Ah ! Kau ternyata ! “


“ Hei Hassan ! Apa yang kamu lakukan disini ? Mau coba pelayanan di tempat ini ? “ Tanya Rocco dengan nada sarkastisnya


“ Oh ! Jangan bodoh ! Aku disini hanya kebetulan lewat ! “ Kata Hassan sambil melihat nama gedung didepannya


“ Kau sendiri ngapai disini ? Apa Tomoka mau menerimamu ? “ Lanjut Hassan sambil bertanya kepada Rocco


“ Ah ! Dia malah menyuruh asistennya yang menyebalkan untuk diajak jadi teman bicara. Sebelum pulang Tomoka menanyakan kepadaku perkembangan misi kita. Dan saat aku jelaskan semuanya, ia malah mengejekku dan mengatakan “kembalilah saat ada panggilan dari Boss !“ kepadaku “ Jelas Rocco


Mereka kemudian melihat siluet wanita berpakaian kimono dari atas gedung yang tidak lain ialah Tomoka. Wanita tersebut memperhatikan dengan tatapan tajamnya dan kemudian ia menutup kaca jendelanya


“ Nah ! Tidak seperti kita, Tomoka dan Arashi adalah anggota tambahan yang digunakan untuk mencari informasi dan “solusi terakhir” yang sama seperti Baxter “ Kata Hassan


“ Kenapa kau terlihat sedang sibuk hari ini ? Apa ada sesuatu ? “


“ Oh ! Tadi aku tidak sengaja berpapasan dengan alien yang mirip dengan si Jenderal yang sempat bekerjasama dengan kita. Dia marah denganku saat ia tidak sengaja menabrakku dijalan “ Jelas Hassan sambil teringat ia tidak sengaja bertemu Energateez


“ Hmmm ! Jadi Jenderal Alien itu memutuskan untuk tidak melanjutkan kerjasamanya dengan kita ? “


“ Sudah pasti ! Apa kau masih ingat dengan penyerangan pesawat luar angkasa dikota ini ? Kelihatannya mereka memutuskan untuk memilih menggunakan cara mereka untuk menghentikan anak-anak itu “


“ Dan apa kata Boss ? “


“ Hmmmm. . .untuk saat ini beliau belum memutuskannya “ Jawab Hassan sambil memperhatikan Smartphone-nya


Di gedung Love Empire, Tomoka berbicara dengan wanita misterius yang memakai kimono berwarna hijau dengan suara yang cukup berat. Tomoka menjelaskan kepada wanita tersebut bahwa mereka sepertinya belum mendapat panggilan dari Ramone dan menyayangkan bahwa Boss-nya memilih untuk mengandalkan Hassan dan yang lain ketimbang dirinya


“ Jadiiii~ Boss masih mengandalkan mereka untuk mencari El-Fighter ? Hah ! Aku penasaran apa mereka bisa belajar dari kekalahan mereka yang memalukan itu ! Menyedihkan. . .sungguh menyedihkan ! “ Kata Tomoka


“ Yaaaa~ itu karena Boss tidak mau mengeluarkan banyak uang untuk membiayai kita. Jadi tidak heran jika dia mengandalkan mereka terus-menerus “ Jelas wanita berkimono hijau


“ Hmph ! Baiklah kalau begitu~ jika memang belum ada panggilan, mari kita lanjutkan pekerjaan kita “ Jelas Tomoka sambil memperbaiki riasan wajahnya sambil tersenyum


Energateez terlihat masih melacak keberadaan V-FIGHTER dengan pelacaknya dan sistem Spidaro yang ia retas. Saat sedang melacak, ia kembali teringat akan pertarungannya dengan kelima V-FIGHTER di SMA dan saat dimana Tazuya menggunakan Psikokinesisnya untuk mendorongnya ke area kolam renang


“ Kemana anak-anak nakal itu ! Hmmmm ! Kekuatan itu. . .untuk kekuatan seorang Fighter itu cukup berbeda ! Ini serupa dengan kekuatan yang dimiliki oleh Kazenoid ! Ini sangat mirip dengan kekuatan Kazenoid kriminal bernama Anodyne ! Kazenoid yang dijuluki sebagai “Pemburu yang Tak Tersentuh” karena psikokinesisnya ! “ Kata Energateez kepada dirinya sendiri sambil membuka file info tentang Anodyne dari alat pelacaknya


“ Jangan-jangan. . . apa dia ada hubungannya dengan wanita itu ya ? Bisa celaka kalau itu benar ! “ Lanjutnya dengan ekspresi kecemasannya


Dirumah Rigel, Tazuya dan Inuya melanjutkan Sparring mereka. Disaat mereka ingin mengakhirinya, Inuya menggunakan salah satu teknik Labejanya. Karena familiar dengan teknik itu, Tazuya kembali panik dan berusaha menahannnya dengan “Perisai Mental” miliknya


( Syaaaat ! Syaaat ! Syaaaat ! Syaaaat ! )


( TRAAAAAAAAAAAAANG ! )


“ First Dance : Kazami ! “


( Syaaaaaaaaaaaaaaassssshh)


“ Uuuuuuhhh ! “


“ Hyaaaaaaaaaaaaah ! “


( Traaaaaang ! )


“ Woah ! Inuya ! Serius juga kamu rupanya ! Padahal kita sedang sesi latihan loh ! “ Puji Tazuya


“ Kau juga ! Tidak kusangka kamu serius ingin menyerangku seperti ini ! “ Balas Inuya sambil menahan Kusanagi-nya Tazuya


“ Ayo ! Kita selesaikan latihan ini ! “


“ Okeeeeee ! “


( Traaaaang ! )


“ Second Sting : Heracleum ! “


“ Celaka ! “


“ Alternate ! Heraleum : Collision !


“ AH ! “


( TRAAAAAAAANG ! )


“ Dia menahannya dengan “perisai mental”-nya ? “ Tanya Rigel yang kaget saat melihat apa yang dilakukan Tazuya


“ Perisai mental ? “ Tanya Dullart


“ Ya ! Itu adalah kemampuan khususnya selain dari Psikokinesis ! Namun dalam pengguanaannya, ini akan sangat efektif jika Tazuya dalam keadaan emosi yang agak stabil. Jika tidak- “


Tazuya sudah tidak bisa menahan serangan dari Inuya. Disaat ia mulai kewalahan untuk menghadapi Inuya, emosi Tazuya menjadi tidak stabil yang membuat ia secara tidak sadar mengubah Perisai Mentalnya menjadi Psikokinesis. Yang membuat Inuya terdorong kuat oleh Tazuya dan membentur dinding ruang latihan


“ Hyaaaaaaaaaaaahh ! “


“ AH ! “


( DUAGH ! )


“ AGH ! “


( BRUG ! )


“ Hah ! Inuya ! “


“ Uuuuugggh ! “ Rintih Inuya


“ Lihat’kan apa yang terjadi jika Tazuya tidak bisa berfokus dengan Perisai Mentalnya ? Inilah akibatnya jika Tazuya tidak bisa menyeimbangkan emosi positfinya yang membuat ia tidak bisa mengendalikan Perisai Mental tersebut ! “ Jelas Rigel kepada Dullart


“ Begitu ya ! Bahaya juga jika ia tidak berhati-hati “ Kata Dullart sambil memperhatikan Tazuya yang menghampiri Inuya


“ Ya ! Apalagi jika ini adalah Psikokinesis yang setipe dengan para Kazenoid ! Karena kekuatan mereka sangat terikat dengan emosi mereka “ Rigel menambahkan


Tazuya menghampiri Inuya untuk memeriksa jika ia mengalami cidera serius karena kekeliruannya. Inuya mengatakan bahwa ia baik-baik saja dan meminta Tazuya untuk berhati-hati dalam menggunakan kekuatannya


“ Inuya ! Kau tidak apa-apa ?! “


“ Aduuuuuh ! Yeah~ hanya saja aku merasakan ada benjol dikepalaku ! “


“ Kau yakin ? Tadi itu bisa dikatakan sebagai benturan yang sangat keras ! Bahkan lebih dari saat aku tidak sengaja mendorong Jubei ! “ Jelas Tazuya dengan nada kepanikan sambil membantu Inuya untuk beridir


“ Yaaaa~ Sudah deeeeh~ jangan jadi pencemas seperti itu ! Hup ! Lihat ! Aku baik-baik saja ! Lain kali kamu harus hati-hati dalam mengontrol kekuatanmu itu ! Kurasa yang lebih baik kita akan melatih mengontrol psikokinesismu ketimbang latihan Possession “ Ujar Inuya


“ Hmmmm “


“ Hei ! “ Panggil Ataru yang baru saja datang bersama Ryuga dan Jubei


“ Ah ! Kalian ! “


“ Jadiiii kita hari latihan apa ? “ Tanya Ryuga


“ Kita akan menciptakan Convergence dan Alternate. . . dan juga mengontrol kekuatan lainnya “ jelas Tazuya


“ Kekuatan lainnya ? “ Tanya Jubei


“ Apa kamu kembali kesulitan untuk mengontrol kekuatanmu ? “ Tanya Ataru


“ Sepertinya begitu. . .tapi syukurlah Inuya baik-baik saja “ Jelas Tazuya


Disisi lain kota Shinjitsu, terlihat sosok wanita bertubuh jangkung dan berpakaian serba hitam melangkah bersama dengan pasangannya yang memiliki ukuran tubuh yang kecil dan sangat feminim. Disaat ia menginjakkan kakinya kekota. Wanita tersebut bisa merasakan bahwa ia merasa tidak sendirian karena ia bukanlah penduduk asli dari bumi


“ Heh ! Sudah lama kita tidak kesini iya’kan Devleen “


“ Hmmm. . . kerusakan ini. . .sepertinya baru saja terjadi pertarungan besar ya~ “


“ Ya ! Lihat ! Thetoid ternyata sudah tahu tentang planet ini “ Kata wanita tinggi tersebut sambil memperhatikan sebuah televisi yang memberitakan tentang penyerangan Superbia-07


“ Itu artinya-“


“ Si Kaisar sialannya itu kelihatannya tertarik untuk menjadikan planet ini sebagai koleksinya ! “


“. . .”


“ Ayo ! Kita pergi Devleen ! “


“ Ya “


Dengan cepatnya, kedua wanita tersebut langsung melesat pergi kesuatu tempat. Disaat yang bersamaan, Tazuya sekilas merasakan sebuah firasat yang aneh seperti merasa bahwa ia merasakan ada angin yang masuk keruangan pelatihan


“ Perasaan ini. . .” Gumam Tazuya dari dalam hati


*****

__ADS_1


 


 


__ADS_2