El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
142. (No) Honor Among Soldier II


__ADS_3

Tazuya dan Glabe sama-sama terpental karena serangan mereka berdua yang membuat mereka menembus keruangan lain. Galaztis yang baru saja sampai keruangan dimana mereka bertarung terkejut saat melihat Tazuya terpental dari ruangan tersebut dan menembus keruangan lain


“ Ah ! Dia… “ Galaztis memperhatikan Tazuya yang melewatinya


( BRUAK ! )


“ Apa yang baru saja terjadi ?! “ Tanya Galaztis yang melihat seisi ruangan tersebut sudah porak-poranda dan menghasilkan sebuah lubang besar berkat serangan dari Tazuya


Sementara itu, Energateez dan Meteoralez juga ikut terkejut saat mendengar suara ledakan dari belakang mereka yang ternyata itu adalah Glabe yang terpental dan menembus kesebuah ruangan mesin utama Kapal Induk


“ Siapa tadi ?! “ Tanya Energateez yang berhenti sesaat


“ Glabe ?! Jadi dia sudah dikalahkan oleh si Kazenoid cebol itu ?! “ Tanya Meteoralez yang memperhatikan statusnya Glabe melalui FYBER SUIT Detectornya


“ Hah ?! “


“ Okee ! Jika dia memang sudah dikalahkan dan pertarungan mereka sudah usai… kurasa kita juga harus menyelesaikannya ! “ Gumam Meteoralez


“ Jangan cemas sepupuku ! Kita akan segera menyelesaikannya… agar kamu bisa menggapai kapten kita yang tercinta “


“ Hmph ! “


( SYAAT! DUAGH ! DUAGH ! DUAGH ! DUAGH ! )


“ HAAAARRGGH ! FYBER HOT PUNCH ! “ Meteoralez mengarahkan teknik andalannya kearah Energateez


( BWOOOSSH ! )


“ FYBER CRYSTAL PUNCH ! “ Energateez berusaha melindungi dirinya dengan tinjuan FYBER CRYSTALnya


( BUUUUUUMM ! )


“ Kkkkkhhhh ! “


“ Eeerrrgggh ! HAAAAAAH ! “


( DUG ! DUG ! DUG ! DUG ! DUG ! DUG ! DUG ! )


“ FYBER CLOUT PUNCH ! “ Energateez dan Meteroalez mengeluarkan teknik yang sama secara bersamaan kepada satu sama lain


( BUUUUUUUUUMMMM !!! )


Disaat yang bersamaan dimana Energateez dan Meteoralez melanjutkan pertarungan mereka, Tazuya kembali bangkit dan mencari keberadaan Glabe untuk memastikan keberadaannya dan apakah dia sudah menyelesaikan pertarungannya


“ Uuggh ! Sialan ! Tadi itu… serangan yang sangat kuat ! Apa dia masih hidup ya ?! “ Keluh Tazuya yang berusaha untuk bangkit dan kemudian menggunakan pelacaknya untuk mencari Glabe


“ Ah ! Ruangan ini… ruang mesin utama Kapal Induk ! “ Gumam Tazuya


Tidak lama setelah itu, suara peringatan dari LetJen Levirra mulai bergema dari seluruh ruangan Kapal Induk dan alat komunikasi para Thetoid untuk memberitahu kondisi yang dalam bahaya dikarenakan kerusakan dari ruang mesin utama yang disebabkan oleh pertarungan dari Tazuya dan Glabe


“ Perhatian untuk semua ! Kita mendapat masalah serius dari ruang mesin utama Kapal Induk ! Para teknisi diharapkan untuk pergi kesana untuk memeriksa ! Jika terlambat… maka Kapal Induk akan jatuh dan mendarat tepat diatas kota ini ! “


“ Ah ! Celaka ! “ Dengan panik Tazuya mengaktifkan medali teleportasi yang diberikan Borg dan bergegas mencari keberadaan Glabe untuk memastika kondisinya


( ZYAAASSSH !!! )


Tazuya memasuki ruang mesin utama dan disana ruangan tersebut pencahayaannya berubah menjadi warna merah sebagai tanda jika kondisi ruangan tersebut dalam keadaan berbahaya dan kecil kemungkinan bisa diperbaiki dalam waktu singkat


“ Diaman dia ?! “ Tanya Tazuya sambil melihat seisi ruangan mesin utama


“ Heh ! Kupikir kau akan segera lari… tidak kusangka…  kau masih ingin mencariku kemari ! “ Bisik Glabe yang sudah kelelahan sambil bersiap untuk menembak Tazuya dari belakang dalam keadaan FYBER SUITnya sudah rusak


“ Mati kau… bocah Kazenoid… “ Kata Glabe sambil bersiap untuk mengeluarkan tembakan laser dari belakang


( ZYUUUUUNG ! )


“ Ah ! Celaka ! “ Tazuya yang panik akan serangan dari Glabe langsung mnggunakan Psychokinesis untuk membelokan laser tersebut dan tidak sengaja laser tersebut mengenai mesin utama Kapal Induk


( BUUUUUUUUM ! )


“ Cih ! Siala- “ Glabe berniat untuk kembali menyerang Tazuya namun malah tertimpa oleh puing mesin tersebut


( BRUAGH ! )


“ Aaaah ! “ Tazuya melihat ada beberapa puing mesin yang terjatuh dan dengan cepat berhasil menghindarinya


( BRUGH ! BRUGH ! )


“ Kkkh ! Dia…. “ Tazuya bisa melihat setengah dari tubuh Glabe tertimpa oleh puing mesin tersebut dan berniat untuk mengeluarkannya


“ Hentikan ! “

__ADS_1


Galaztis akhirnya berhasil menyusul mereka dan menghentikan Tazuya untuk mendekati Glabe dalam situasi ruangan mesin menjadi lebih buruk dan tidak lama lagi mesin disana akan meledak


“ Ah ! Kau ini…. Temannya Glabe ? Yang bernama Galaztis itu bukan ? “ Tanya Tazuya sambil memperhatikan kedatangan Galaztis


“ Kau… apa kau tidak puas akan kemenanganmu ?! Dia sudah kalah dan tidak mungkin bisa diselamatkan ! Dan ruangan ini… akan segera meledak ! Larilah ! “ Gumam Galaztis yang meminta Tazuya untuk segera meninggalkan Glabe


“ Apa ?! “ Dengan rasa penasaran dan curiganya, Tazuya menolak untuk pergi dari ruangan tersebut


“ Sudah ! Pergi dari sini ! “ Mengetahui Tazuya tidak mau meninggalkan mereka, Galaztis memutuskan menggunakan Medali Teleportasi dan mendorong Tazuya kedalam portal tersebut dengan memindahkannya keruang yang agak jauh dari ruang mesin utama


( ZYAAASH ! DUAGH ! )


“ Hei ! Tunggu seben- “ dengan cepat Galaztis menutup portal tersebut sebelum Tazuya dalam mengejarnya


( ZYAAASSH ! )


Galaztis kemudian memperhatikan Glabe yang masih terjebak dan bergegas untuk mengeluarkannya dari ruangan tersebut. Saat didekati, benar saja dugaan Tazuya dan Galalztis jika Glabe sebenarnya masih  hidup


“ Kkkkh… kau… apa yang… kau lakukan…. “ Tanya Glabe yang mulai melemah


“ Kau… tidak boleh mati seperti ini… kau harus… kau harus… mati ditanganku…. Sebelum aku yang mati duluan…. “ Gumam Galaztis dengan nafasnya yang terburu karena masih kelelahan dan efek dari serangannya Inuya


“ Apa ?! Apa kau gila ?! “


“ Kkkhhh ! Sudah di- “


( BUUUUUUUMMM !!! )


“ AAAHHH ! “ Galaztis terpental karena ledakan tersebut


Tidak lama setelah ledakan tersebut, sebuah puing mesih yang cukup besar tiba-tiba terjatuh dan dengan tenaga yang tersisa, Glabe mendorong Galaztis agar terhindar dari puing besar tersebut


“ FYBER PUSH ! HAAAAH ! “


( BUUUUUMM ! )


“ TIDAAAAK !!! “ Teriak Galaztis


Galaztis melihat kearah Glabe yang mendorongnya menjauh darinya. Tidak lama kemudian, puing besar tersebut terjatuh dan menimpa tubuhnya Glabe yang membuatnya tewas seketika karena tertimpa puing tersebut


( BUUUUUUUUMMM !!! )


“ Haaaah ! Haaaah ! Haaaah ! Ledakan lagi “ Kata Tazuya yang bisa mendengar suara ledakan tersebut


“ Tapi yang dikatakan si Galaztis itu… sebenarnya benar… Aku sudah menang… dan seharusnya aku jangan pedulikan dia atau pertarungan itu lagi… tapi kenapa… dia malah tetap disana ? “ Tazuya berpikir sambil memperhatikan medali teleportasi Borg yang hampir mencapai batas pemakaiannya


“ Hmmm… “ Tazuya memutuskan untuk menggunakan medali teleportasi untuk melihat keadaan Galaztis dan Glabe


( ZYAAAASSSSH ! )


Tazuya kembali membukakan portal dimensi untuk melihat keberadaan kedua musuhnya. Saat dibuka, dia bisa melihat Galaztis keluar dari ruangan tersebut dalam keadaan terluka dan dia bisa melihat ruang mesin utama telah dilalap api yang cukup besar


“ Ah ! “


“ Jangan kaget ! Sudah kubilang… jangan pedulikan dia lagi… dia sudah mati… dan harusnya… kau bangga karena urusanmu dengan dia… sudah selesai “ Gumam Galaztis yang mulai terkapar dihadapannya


“ Begitu…. “ Gumam Tazuya dengan nada kecilnya sambil memperhatikan kondisi Galaztis


Tazuya Hideyuki Iga vs Glabe


Tazuya Hideyuki Iga Dinyatakan Menang


*****


Tazuya membawa Galaztis kesebuah kamar kosong yang agak dekat dari ruang medis kedua. Beberapa menit kemudian, Galaztis perlahan membuka matanya dan dia sedikit terkejut saat melihat Tazuya duduk disampingnya dan menyambutnya


“ Hah ? “


“ Hei ! “ Sapa Tazuya


“ Kau… kau tidak lari ?! “ Tanya Galaztis


“ Menarik nafas dulu ! Setelah itu aku akan mencari yang lain diluar Kapal Induk ! Aku tidak sengaja melihat kamar kosong ini… dan saat menyadari jika ada ruang medis kedua didekat ini… aku bergegas untuk mengambil perban dan obat luka “ Jelas Tazuya sambil membalutkan kedua tangannya


“ Aaah~ jadi begitu ya… “


“ Ternyaa kamu tidak berbohong ya… soal temanmu itu… dan juga dirimu… “ Kata Tazuya dengan nada pelannya


“ Maksudmu… apa ? “


“ Saat kuperiksa… ternyata kau mengalami luka yang sangat parah karena sebuah racun… aku bisa menebak ini pasti dari racunnya Labeja milik Inuya ! Tidak kusangka… kau masih bisa menahannya seperti itu… karena efek dari racun Labeja itu sangat berbahaya “ Jelas Tazuya tentang kondisi dari Galaztis

__ADS_1


“ Yaaa… karena itulah… aku mengejar Glabe… karena aku ingin sekali menghabisinya akan apa yang baru saja dia lakukan… kepadaku “ Gumam Galaztis yang membuat Tazuya semakin penasaran dengan apa maksudnya


“ Hmm ? “


“ Aku dan Glabe… tidak pernah rukun… dan saling membenci satu sama lain ! Dia menyingkirkan posisiku sebagai kapten… dan aku diberikan kesempatan sebagai wakilnya ! Aku… tidak bisa menerima diriku… disingkirkan oleh anak nakal dari keluarga kriminal… dia dan keluarganya… seharusnya berada dipenjara… dan dihukum setimpal mungkin ! “ Jelas Galaztis tentang hubungannya dengan Glabe


“ …. “ Tazuya tidak berkata apa-apa dan  tetap mendengar semua perkataannya


“ Dan saat aku tahu… aku tidak akan lama lagi mati… aku berusaha untuk mencarinya… jika dia berhasil mati ditanganku… aku bisa pergi dan beristirahat dengan tenang… dan sekarang dia sudah mati karena kecerobohannya… karena terbutakan oleh amarah karena pertarungan kalian… aku tidak tahu… apa yang bisa kukatakan kepadanya sekarang… dan tidak tahu kenapa sekarang aku benar-benar… kosong “ Lanjut Galaztis sambil mengangkat tangannya keatas


“ Dan kau tahu… sebenarnya aku sedikit kagum dengan kalian… yang bisa akur satu sama lain… walau perbedaan moralitas kalian… aku telah salah menilaimu dan berpikir jika kau tidak ada bedanya… dengan Glabe ! Berbeda dengan kami… yang tidak pernah akur ! Kami tetapi profesional demi reputasi ! Pada akhirnya… kami juga tidak bisa seperti Prajurit Elit milik Pangeran Gretue… mereka tidak sekuat kami… tapi mereka bisa akur dan menjalani pertemanan dengan baik… “ Galaztis melanjutkan perkataannya sambil memperhatikan Tazuya


“ Keinginan… yang tidak bisa tercapai… dan akhirnya membuat dirimu menjadi sangat hampa… aku bisa merasakannya…. Dan paham akan kekosongan dirimu saat ini…. “ Kata Tazuya sambil menunjukan simpatinya kepada Galaztis


Tazuya lalu teringat akan janjinya dengan semua orang termasuk untuk membantu Dullart untuk mengalahkan Morsdantaque diatas Kapal Induk. Dia memutuskan untuk segera pergi dari Kapal Induk


“ Tunggu ! “


“ Ada apa ?! “


“ Kau sendiri… punya keinginan yang ingin dicapai bukan ? “ Tanya Galaztis


“ Yaa ! Tentu saja ! “


“ Kalau begitu… capailah ! Capailah keinginan terpendamu itu dengan cara apapun ! Jangan ditunda lagi… segera kejar sebelum kau menyesal dan hidupmu menjadi hampa ! Dan yang terpenting…. Tetaplah hidup… hiduplah dengan umur yang panjang… agar kau bisa mencari cara untuk menggapai keinginanmu…. “ Galaztis memberi semangat kepada Tazuya untuk terus hidup dan tidak melupakan keinginannya


“ Aaaah… “ Tazuya tiba-tiba teringat akan keinginannya untuk balas dendam dan mengubah masa depannya dan keluarganya untuk menjadi lebih baik


“ Jangan patah semangat…. Karena kau harus tahu… keinginan setiap orang itu… sama luasnya dengan angkasa “ Lanjut Galaztis


“ Yaaa… terima kasih ! Aku… aku sudah pasti… akan terus hidup… dan aku akan menggapai keinginan terpendamku… dengan cara apapun ! Terima kasih ! “ Balas Tazuya dan dia pun bergegas untuk meninggalkan Galaztis seorang diri


Sambil memperhatikan Tazuya, Galaztis perlahan menunjukan senyuman kepada remaja bertubuh pendek tersebut dan merasa bangga jika dia bisa bertemu dengan orang yang tidak pantang menyerah sepertinya


“ Kau mengingatkan aku seperti diriku yang lama ! Walau berasal dari keluarga ternama… namun bukan berarti aku hanya mengandalkan status keluargaku untuk mencapai keinginanku ! Keinginanku yang lama kebanyakan sudah tercapai… kecuali satu… yaaa… aku akan berusaha untuk menerima kenyataan… bahwa aku tidak bisa mencapainya… “ Gumam Galaztis sambil teringat akan masa lalunya yang mengikuti latihan menjadi Prajurit Elit


“ Jika kau sempat putus asa… ingatlah lagi apa yang kukatakan kepadamu ! Mimpi itu luas… bagaikan galaksi… tidak ada batasnya ! Buruk atau indahnya perjuangan… itu akan kau hadapi… dan hadapilah… dengan penuh semangat…. Jangan sampai hidupmu jadi hampa… karena kau gagal… menggapai keinginanmu “ Lanjut Galaztis yang perlahan menutup matanya sambil tersenyum dan meneteskan air mata di mata sebelah kanannya dan memberikan sinyal kepada yang lain bahwa dia perlahan akan segera mati


Sambil pergi mencari jalan untuk keluar dari Kapal Induk dengan teknik kamuflase dari Battlesuit. Tazuya kembali teringat akan apa yang dikatakan Galaztis dan kemudian berterima kasih kepadanya karena memberikan motivasi kepadanya


“ Terima kasih… “ Gumam Tazuya sambil memperhatikan kaca jendela dan kemudian menggunakan Kusanagi untuk menebas kaca tersebut untuk bisa keluar dari Kapal Induk


( ZYAAAAT ! PRAAAANG ! )


“ Ah ! Tazuya ! “ Panggil Jubei yang tidak sengaja bertemu dengannya


“ Jubei ! “


“ Oooooh~ syukurlah kamu selamat ! Jadi kau sudah menyelesaikan pertarunganmu dengan si Kapten itu ? “ Tanya Jubei sambil memeluk Tazuya karena lega bisa bertemu dengan Tazuya kembali dalam keadaan selamat


“ Yaaa~ akhirnya selesai juga ! Kenapa kau bisa ada disini ?! Mana yang lain ?! “ Tanya Tazuya tentang keberadaan yang lain


“ Inuya dan Ataru-kun kelihatannya selesai menghadapi Galaztis… Ryuga-kun sedang beristirahat bersama dengan Oxtoroo-san dan Swift-san pasca bertarung melawan Kakaknya Swift-san… dan Tuan Rigel beserta Dullart-san… masih belum menyelesaikan pertarungan mereka “ Jelas Jubei disaat yang bersamaan mereka melihat Rigel terjatuh dan mendarat disayap kanan Kapal Induk bagian atas


“ Okeee ! Kelihatannya kita harus bergegas membantu beliau sekarang ! “ Kata Tazuya sambil mengajak Jubei untuk keluar dari Kapal Induk


“ Eeeh ! Uuum… aku akan tetap disini sebentar ! “ Jubei menolak ajakan dari Tazuya


“ Apa ?! Kita harus segera cepat menolong beliau… sebelum Kapal Induk ini akan mendarat ke Kota karena kerusakan mesinnya ! “ Jelas Tazuya yang bingung dengan penolakan Jubei


“ Aku disini sebenarnya… tidak hanya ingin mencarimu… “


“ Hah ? “


“ Energateez-san… dia masih belum selesai dengan urusannya “ Lanjut Jubei yang mencemaskan keberadaan Energateez


“ Oh ya ! Kacau… gara-gara pertarungan tadi aku hampir lupa soal dia ! “ Keluh Tazuya


“ Jadi… “


“ Kamu yakin bisa membantunya seorang diri ?! “ Tanya Tazuya tentang kemauan Jubei untuk membantu Energateez


“ Yaaa ! Aku yakin bisa membantunya… walau tidak terlalu banyak…. “ Jawab Jubei dengan nada keraguannya


“ Okeee ! Kamu sekarang sudah cukup jago dalam penyerangan secara bersembunyi ! Jadi aku percayakan dirimu… untuk bisa mencari Energateez seorang diri di Kapal Induk ! Dan ingat…. Jangan kikuk dan muda panik… itulah kunci dari strategi penyerangan secara bersembunyi ! “ jelas Tazuya sambil memberi kepercayaan kepada Jubei untuk menghadapi Energateez


“ Y- Yaaa ! Serahkan kepadaku ! “


“ Bagus ! Ayo… kita bergerak ! “


*****

__ADS_1


__ADS_2