
Tazuya dan Jubei mendengar panggilan dari Dullart. Saat melihat kearah Astraser, Tazuya menarik tangan Jubei untuk segera lari menghindari serangan tersebut dengan melompar dari atas sayap pesawat yang diikuti oleh Dullart bersama dengan DECA-I. Astraser mulai menembak laser tipis agar tidak mematahkan sayap pesawat tersebut, dan perlahan laser tersebut menjadi cukup kuat. Karena Tazuya dan Jubei berhasil menghindari serangan tersebut, laser Astraser mengenai suatu gedung perkantoran dibagian lantai atas, yang membuat para korban yang tidak sempat menyelamatkan diri tewas sekita tanpa tersisa dan bagian atas gedung tersebut lenyap
( Zyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnggg)
“ Apa ?! “
“ Kamu lihat itu, Jubei ! Kurasa mereka benar-benar serius untuk membunuh kita tanpa meninggalkan apapun ! “
Kata Tazuya yang terkejut saat melihat serangan dari Astraser
“ Anak-anak ! Kalian tidak apa-apa ? “ Tanya Dullart dari alat komunikasi mereka berdua
“ Ya. . . kami tidak apa-apa “
“ Kalian lihat barusan ? Itulah serangan dari Astraser. Jadi . . . kumohon. . .berhati-hatilah “ Kata Dullart dengan nada kecemasannya sambil melihat kearah Superbia-07
Dari bawah, Rigel dan yang lainnya juga melihat serangan dari laser Astraser. Ataru, dengan menggunakan kekuatan penglihatan masa depannya menjelaskan bahwa laser tersebut berasal dari Superbia-07, dan serangan tersebut sebenarnya diperuntunkan untuk menembak Tazuya dan Jubei
“ Ah. . . serangan apa itu ? “ Rigel bertanya-tanya sambil melihat keatas
“ Beta. Aku barusan mendengar suara laser lain yang begitu besar dari udara. Apa itu?” Tanya Ryuga kepada Inuya
“ Entahlah. . .aku. . . juga tidak tahu itu berasal dari a- Ah. . . Delta. . . Tunggu ! “
“ Tuan Rigel ! “ Panggil Ataru
“ Ya ? “
“ Laser itu. . . .aku bisa melihatnya ! Mereka berusaha menembak Tazuya-kun dan Jubei-chan dengan senjata
satelit saat keluar bersama Dullart-san dan DECA-I. Lalu. . . karena mereka berhasil menghindarinya, laser itu. . . menembak kearah gedung yang ada didepannya. Gedung bagian atas. . . bersama orang didalamnya. . . hilang tanpa sisa “ Jelas Ataru dengan nada kecemasannya
“ Celaka ! Tazuya dan Dullart mendarat digedung yang berbeda tapi tidak begitu jauh. Ataru. . .Gunakan teleportasi ketempat Tazuya dan juga Dullart ! “ Perintah Rigel kepada Ataru sambil memperhatikan GPS dari jamnya
“ Oke . . . Vijfde : Beweging ! . . . Alternate : Beweging ! Dubbele Portaal ! “Ataru membukakan portal
ganda untuk bisa ketempat Tazuya dan Dullart
“ Kapten. . . permisis sebentar. Kami akan mencari sumber asal dari serangan laser tersebut. Tolong bantu beberapa pihak kepolisian untuk mengevakuasi orang disekitar“ Kata Rigel kepada sang kapten Neo-Asia untuk pergi meninggalkan mereka
“ Ya, Tuan El-Fighter. Aku mempercayai kalian untuk bisa mengalahkan Alien itu “
Setelah mengakhiri komunikasinya kepada sang Kapten dari militer Neo-Asia, Rigel berserta dengan Ryuga dan Inuya pergi kearah portal tempat Tazuya dan Jubei, sedangkan Ataru menuju portal tempatnya Dullart dan DECA-I
“ Ataru Kurenai ? “
“ Ayo, Dullart-san ! Ikut aku kesini ! “
Ataru kemudian membukakan portal ketiga untuk pergi menuju lokasi Tazuya, dimana disana, Rigel dan yang lainnya sudah menunggu diatap gedung pertokoan
“ Rigel-san. . . maafkan aku. Aku gagal menjalankan rencana kita “ Kata Dullart dengan ekspresi kesedihannya
“ Tidak masalah. Yang terpenting mereka tidak bisa menggunakan Drone lain yang ada didalam pesawat tersebut. Walau demikian-“
( Zyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnng)
“ Celaka, Tuan Rigel ! Senjata satelit itu mulai menghancurkan jalan yang ada dikota ! ” Kata Inuya dengan
panik saat melihat Astraser mengerahkan laser kesebuah jalan raya yang membuat penduduk yang ada disana panik
“ Rigel-san ! Mereka menggunakan laser tersebut dalam kapasitas 15% ! Jika mereka menggunakannya diatas 30%, kota ini bisa hancur ! “ Jelas Dullart dengan nada kepanikannya
“ Cih ! Anak-anak . . . ayo . . .kita kembali berbagi tugas untuk menghentikan senjata itu. Ingat. . . kalian jangan
gegabah ! Sekali kalian gegabah, maka kalian dapat mencelakakan orang-orang yang ada dibawah “ Kata Rigel kepada para V-FIGHTER
“ Baik, Tuan ! “
“ Bagus ! Ayo kita mulai ! “
Superbia-07 terlihat masih mengarahkan Astraser dan menembakan laser kejalan trotoar. Yang membuat para penduduk yang ada disekitar berlari ketakutan untuk menghindari dari serangan laser tersebut. Pak Louss sengaja menembakannya kearah jalan di kota untuk memancing keluar Rigel beserta V-FIGHTER. Disaat yang sama, Jenderal Argus terlihat sedang membawa Swift Polly dan Oxtoroo keruang kesehatan dan ditangani oleh Doctor-Bot yang berjaga disana. Kelihatannya, ia membiarkan Pak Louss untuk melakukan apa yang ia lakukan sedangkan ia menangani Swift Polly dan Oxtoroo yang masih tidak sadarkan diri
“ Apa ini tidak terlalu berlebihan, Pak ? “ Tanya Sampson
“ Hah ! Jika berlebihan, Jendera tidak mungkin akan mengizinkan aku melakukan ini ! ” Kata Pak Louss
“ Yaaaaa. . . jika anda berkata seperti itu sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain melakukan apa yang anda mau, pak “Jawab Sampson dengan nada sarkastis dan ekspresi bosannya
“ Sudah ! Jangan banyak bicara ! Kerjakan saja demi mencari Tuan Muda yang nakal itu ! “
“ Siap Pak ! “
Setelah berpikir sesaat, Rigel akhirnya memulaikan rencana mereka. Pertama, ia meminta Ryuga dan Ataru untuk kembali menggunakan Firebird untuk mengacaukan sistem pelacak pada Astraser
“ Ryuga Mangetsu ! Ataru Kurenai ! Apa kalian pernah menggunakan Convergence sebelumnya ? “
“ Ya. Firebird adalah teknik Convergence antara Swan Lake dan Verandering. Tapi saat kami ingin menggunakan itu digagalkan oleh pihak musuh. Itu adalah teknik untuk memperganda serangan Verandering dengan menggunakan Swan Lake sebagai media penggandaannya “ Jelas Ataru
“ Hmmmm. . . Oke. Kalau begitu coba kalian gunakan lagi untuk mengacau sistem pelacak senjata itu “
“ Baik ! “ Ryuga dan Ataru menyetujui perintah Rigel
“ Ayo. . .Kurenai ! Fourth Act : Swan Lake ! “
“ Vierde : Verandering ! “
“ Convergence : FIREBIRD ! “
( Syaaaaaaaaaaaaaaatttt)
Ryuga dan Ataru menggabungkan teknik Possession mereka dan menciptakan sepuluh angsa api yang langsung terbang kearah Superbia-07. Sampson dan Pak Louss melihat kedatangan angsa api tersebut, dan langsung menembakannya dengan Astraser dengan menggunakan kapasitas laser 7%. Yang membuat senjata satelit tersebut bisa menembakkan banyak peluru laser kearah targetnya
“ Eeeeeeh Pak. . . lihat ini “
“ Ah. Hoooooooo. . . menarik ! Heh, mereka pikir bisa mengalahkan kita dengan itu ? Jangan bikin aku tertawa !
Sampson . . . tembaaaaaaaakkk ! “
“ Kapasitas Astraster diubah 7% diaktifkan ! “
( Zyuuuung ! Zyuuuung ! Zyuuuuung ! Zyuuuuunng ! Zyuuuuung ! Zyuuuuung ! )
“ Hahahahaaaaaaaaa~ Apa tidak ada lagi teknik yang lebih bagus untuk menyerang kami, haaaaaaaaah~ “ Ejek Pak Louss
“ Sekarang, Ryuga-san ! “
“ OKE ! “
Ataru dan Ryuga secara bersamaan mengubah angsa api tersebut menjadi sebuah ledakan kecil yang langsung mengenai Astraser. Pak Louss dan Sampson terkejut, dan mereka menjadi semakin kaget saat melihat ledakan tersebut yang membuat sistem pelacak di Astraser menjadi terganggu
(Buuuuum! Buuuuuum! Buuuuum! Buuuuum!)
“ Sialan ! Mereka sengaja mengacaukan sistem pelacaknya ! “
“ A. . .Apaaaaaa ?! “
Saat melihat Ryuga dan Ataru berhasil menjalankan rencana tahap awal mereka, Rigel akhirnya memerintahkan Tazuya, Inuya dan Jubei untuk maju mendekati Superbia-07
“ Tazuya, Inuya, Jubei. . . maju ! “
“ Oke ! “ Kata mereka bertiga secara bersamaan
“ Bagaimana dengan kita ? “ Dullart bertanya
“ Kita ikuti mereka untuk memantau aksi mereka. Seandainya mereka dapat masalah, kita akan bantu. Ayo ! “ Jelas Rigel sambil mengajak Dullart dan yang lain untuk mengikuti mereka bertiga
Tazuya, Inuya dan Jubei berlari kearah Superbia-07, dimana mereka melihat Astraser belum dikerahkan karena gangguan sistem pelacak senjata tersebut
“ Itu dia senjatanya “ Kata Tazuya kepada Inuya
“ Oke. . . tidak begitu besar dari yang duga “ Jawab Inuya saat ia melihat kearah Astraser
“ Yaaa. . . dan dirumorkan ini bisa menghancurkan kota dalam sekejap. . .dan kemungkinan besar planet~ “ Kata Jubei yang tiba-tiba langsung panik
“ Baiklaaaah. . . jangan panik. Semua akan baik-baik saja jika kalian mematuhin arahanku. Bisakah kita
memulainya, anak-anak ? “ Rigel bertanya melalui kontak telepati mereka bertiga
“ Sepertinya, iya. Ayo. . . kita mulai operasinya ! “ Jawab Tazuya sambil kembali melihat kearah Astraser
*****
Rigel memperhatikan kearah Astraser secara sekilas, dan kemudian ia meminta Inuya untuk mengecoh pergerakan
Astraser agar senjata tersebut tidak menyerang kearah tempat yang banyak penduduk berkeliaran dikota. Dikarenakan pelacak tersebut akan kembali berfungsi dalam beberapa menit lagi. Maka dari itu, Rigel meminta Inuya untuk kembali membuat pengacau di pelacak Astraser
“ Maju, Inuya ! “
“ Oke ! Third Sting : Dandelion ! “
Inuya mengumpulan enerji berwarna kuning dan kemudian menghempaskannya tepat kearah Astraser. Bola enerji tersebut langsung menciptakan sebuah bola cahaya kecil yang langsung menyentuh ke Astraser
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnng)
__ADS_1
“ Mereka menggunakan teknik lain untuk mengacaukan sistem pelacak dari Astraser, Pak ! “ Lapor Sampson saat melihat kearah monitornya
“ Kurang ajar ! Jika mereka masih berani untuk menantang kita, maka kita harus beri anak-anak ini hukuman karena telah menantang orang yang lebih tinggi dari mereka. Sampson ! Tembakkan saja Astraser kearah mana saja dengan kapasitas laser 10% ! “ Perintah Pak Louss
“ Baik, Pak ! “
Sampson akhirnya mengerahkan Astraser dalam kapasitas laser 10% kearah gedung yang berada dibawah Superbia-07. Rigel dan yang lain terkejut saat melihat Astraser menembak suatu atap gedung yang menyebabkan puing gedung tersebut jatuh
( Zyuuuuuuuuuunng! Buuuuuuummm! )
“ Astaga ! “
“ Tuan Rigel, Bagaimana ini ? “ Tanya Jubei
“ Hati-hati ! “ Dullart mendorong Rigel untuk melindunginya dari serangan dari Astraser
“ Aaah “
( Zyuuuuuuuuuuuung! Buuuuuuuummm! )
“ Cih . . . Tazuya ! Jubei ! Gabungkan teknik Possession kalian, sekarang ! “
“ Baik ! “ Kata Tazuya dan Jubei secara bersamaan
“ Tazuya. . . kumohon. . . jangan gegabah “ Kata Inuya dalam hati
“ Inuya ! Tetaplah disini ! Akan kuizinkan kamu ikut membantu mereka jika mereka dalam kesulitan “ Peringat Rigel
“ Baiklah ! “
Jubei dan Tazuya akhirnya maju secara bersamaan, dan bersiap untuk menggabungkan teknik dari Possession mereka. Rigel memperingatkan kepada mereka untuk tidak gegabah dalam menyerang Astraser karena ditakutkan jika mereka menyerang disaat Astraser dalam keadaan aktif, laser tersebut akan terpental kearah daerah lain
“ Itu dia ! “
(Zyuuuuuuung! Buuuuuuummm!)
“ Anak-anak ! Serang senjata itu saat dalam keadaan tidak aktif. Karena jika diserang dalam keadaan seperti itu, ini bisa menambahkan kekacauan lain dikota ! “
“ Okeeee ! “
“ Nah Tazuya. Ayo kita- “
( Zyuuuuuung! Buuuuuuuummm! Zyuuuuuuung! Buuuuuuuummm!)
“ Senjatanya mulai berhenti . . . SEKARANG ! “ Teriak Jubei
“ Oke ! Third Dance : Ippen Kaze ! “
“ Third Target :Arrow Trick ! “
(Biiiip! Biiiiip! Biiiiiip! Biiiiip! )
“ Ada serangan ? Celaka. . . itu menuju ke Astraser ! “ Kata Sampson yang panik saat melihat alarm bahaya dari
layar
“ CONVERGENCE : SOKON ! “
( Zyuuuuuuuuuunng)
( Syaaaaaaaaaaaaatt)
Disaat yang bersamaan Sampson mengerahkan laser Astraser kearah Tazuya dan Jubei, mereka berdua berhasil menggabungkan teknik Possession mereka yang menyebabkan serangan dari laser tersebut bisa di “tebas” oleh angin yang mereka ciptakan. Pak Louss yang melihat ini mulai panik
“ Aaaaaaaaahh ! Sialaaaaaaannn ! Bocah-bocah manusia sialan ini akan ku- “
( Braaaaagggh !)
“ Ciiiih ! Sekali lagi, Jubei ! “
“ Okeeeeeee “
“ CONVERGENCE : SOKON ! “
( Zyuuuuuuuuuuung )
( Syaaaaaaaaaaaaat )
“ Oh-oh. . .tidak ! Ini serangan yang lebih besar dari yang sebelum- “
( Zyuuuuuuuuuuuuung )
“ Aaaah ! “
( BRAAAGGH ! )
Saat laser dari Astraser kembali menyerang mereka dan tidak ada waktu untuk mengeluarkan Sokon, Ryuga dengan cepat menggunakan sihir pelindungnya untuk melindugi Tazuya dan Jubei. Disaat yang bersamaan mereka menyadari bahwa kapasitas laser Astraser ditingkatkan untuk menyerang mereka, Sampson kembali menembakan serangan tersebut kearah Tazuya dan Jubei yang masih terlindungi oleh sihinya Ryuga
“ Fyuh ! “
“ Kalian tidak apa-apa ? “ Ryuga bertanya dari kontak telepatinya
“ Ya. . . terima ka- “
( Zyuuuuuuuuuunng! BRAAAAGGGH !)
“ Serangannya. . .terus menembak kearah ki-“
( Zyuuuuuuuuuuung ! BRAAAGGGH ! )
“ Tazuya. . . Pak Rigel. . . bagaimana ini ?! “ Tanya Jubei dalam keadaan panik
( Zyuuuuuuuuuuung ! BRAAAGGGH ! )
“ Cih. .. aku tidak bisa menahannya lebih lama ! “ Kata Ryuga yang mulai mencemaskan keberadaan Tazuya dan Jubei
“ Ataru. . . Inuya. . .Maju ! “ Perintah Rigel
“ Oke ! “
Ataru dan Inuya akhirnya maju untuk melindungi Tazuya dan Jubei. Dikarenakan sistem pelacak dari Astraser akhirnya kembali berfungsi dengan normal, Sampson dan Pak Louss menyadari kedatangan mereka dari jauh, lalu mengarahkan Astraser kearah Inuya dan Ataru
“ Mereka datang ! “
“ Sampson ! Arahkan kependatang sialan itu ! “
“ Baik, pak ! “
( Sampson mengarahkan Astraser kearah Inuya dan Ataru )
“ Celaka ! Hati-hati, Inuya-kun ! “
“ Ya ! “
Sampson menembakan laser Astraser kearah Inuya dan Ataru. Mereka berdua berhasil menghindarinya. Namun, mereka sadar bahwa Sampson mempercepat gerakan dari Astraser sehingga mereka sedikit kewalahan untuk menghindarinya
“ Zesde : Naar Voren ! “
( Sriiiiiiiiiiiiiinng )
“ Tadi itu apa ?! “ Tanya Inuya
“ Sekarang tidak ada perlu yang kita cemaskan ! “ Kata Ataru sambil tersenyum
Laser Astraser kembali menyerang kearah mereka. Berkat kekuatan dari Tidjbreker, Ataru dan Inuya bisa dengan mudah menghindari serangan tersebut. Melihat hal itu, Sampson menjadi kewalahan untuk menyerang mereka
“ Sial ! Kenapa mereka bisa jadi secepat ini ?! “ Tanya Sampson
“ Bagus ! Alternate : Naar Voren ! Spiegel ! “
Ataru kemudian mengubah teknik Naar Voren ke versi terkuatnya. Yang membuat setiap tempat dimana mereka berpindah untuk menghindari Laser akan menciptakan sebuah klon berdesir versi mereka. Inuya beserta Tazuya dan Jubei yang berada dibawah yang melihat hal ini menjadi kaget
“ Woah . . .apa-apaan ini ?! “
“ Spiegel ! Klon berdesir yang diciptakan karena gerakan dari Naar Voren. Inuya-kun, pakaikan kembali teknik Dandelion-mu sekarang “
“ Ah. . . Umm. . . baiklah. Third Sting : Dandelion !
“ Third Sting : Dandelion ! Third Sting : Dandelion ! Third Sting : Dandelion ! “
“ A-apa ? “
Disaat Inuya mengerahkan Labejanya kearah Astraser, semua klon berdesir efek dari Speigel juga mengikuti gerakannya Inuya. Disaat Inuya dan semua klon tersebut mengerahkan Dandelion, Ataru kemudian membuat klon tersebut menjadi nyata. Alhasil, serangan Dandelion dari klon tersebut menjadi sama aslinya dengan milik
“ Aanzetten ! “
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnng ! )
“ Uwaaaaa. . .apa-apaa ini ?! “ Kata Sampson yang kaget karena serangan dari Inuya
“ Apa. . . ada apa dengan Astraser ?! “ Tanya Pak Louss
“ Sistem pelacaknya kembali terganggu dengan teknik mereka dalam skala yang besar. Jika terus begini. . . ini akan mengganggu sistem optikal pada Astraser dan perlahan memutuskan sistem luar senjatanya “
__ADS_1
“ Sialaaaaaaaaaaaaannn ! “ Geram Pak Louss sambil meninju kearah monitor kendali disampingnnya
Rigel dan Dullart melihat bahwa Ataru dan Inuya berhasil menggunakan Possession mereka untuk mengacaukan pendeteksi dari Astraser. Saat Dullart memberitahu kondisi terkini dari senjata tersebut, Rigel akhirnya meminta Tazuya dan Jubei untuk kembali menggabungakn Possession mereka untuk menghancurkan senjata tersebut
“ Mereka berhasil ! “
“ Menurut kondisi dari Astraser yang kudapatkan bahwa senjata tersebut perlahan akan mengalami kerusakan pada bagian luar senjata. Ayo, Rigel-san. . . panggil Tazuya-san untuk kembali menjalankan tugas mereka “ Kata Dullart sambil melihat status kondisi dari Astraser dari DECA-I
“ Baiklah. Tazuya. . .Jubei. . .kalian siap ? “ Tanya Rigel dari kontak telepatinya
“ Ya. . . kami siap ! “
“ Ayo, Tazuya. Kita lakukan lagi ! “
*****
Dari kejauhan, sang kapten dari Neo-Asia sedang ikut melakukan proses evakuasi didaerah yang cukup jauh dari keberadaan Rigel dan V-FIGHTER. Terlihat, disana banyak penduduk yang sedang kepanikan akan serangan dari Astraser. Bahkan diantara mereka terluka karena terkena puing dari gedung yang tertembak oleh senjata satelit tersebut
“ Kapten Ito ! Lihat ! “ Panggil salah satu prajuritnya
“ Ah. . . itu. . . “
“ Mereka kembali berusaha untuk menghancurkan senjata itu ! “
“ Tapi mereka sempat kewalahan untuk menanganinya ! Apa kita harus membantu mereka ?! “
“ Tidak ! “
“ Eh. . . Kenapa ? Apa anda yakin mereka bisa menanganinya ? “
“ Sementara ini. . . kita percayakan kepada mereka “ Jawab Kapten Ito
Tazuya terlihat kembali melompat tinggi dan terbang kearah Astraser dengan sistem pembantu dari Fighter Battlesuitnya, yang juga diikuti oleh Jubei dari belakangnya. Sebelum memulainya, Tazuya menghembuskan nafasnya dan menutup matanya sekilas. Ia kemudian berfokus kearah Astraser, dan siap untuk menghentikan senjata satelit tersebut
“ Hmmm. . . Ayo ! “
( Syaaaaaaaaattt ! )
Tazuya kemudian berpikir bahwa mustahil jika ia hanya mengandalkan Jubei untuk membantunya. Akhirnya, Tazuya memutuskan untuk meminta bantuan kepada semua anggota V-FIGHTER untuk memberi kontribusi untuk menghancurkan Astraser
“ Ataru ! Keluarkan teknikmu yang terakhir tadi dan arahkan ke aku ! “ Perintah Tazuya kepada Ataru melalui
kontak telepatinya
“ Ah. . . dimengerti ! Zesde : Naar Voren ! “
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinng )
“ Bagus ! “
Rigel yang memperhatikan keputusan Tazuya cukup kaget. Walau tahu meminta bantuan kepada Ataru bukanlah perintah darinya, tapi Rigel berharap Tazuya membuat keputusan yang tepat untuk mengandalkan bantuan kepada semua teman-temannya
“ Dia meminta Ataru juga ? Baiklah. . . kurasa aku hanya bisa mempercayai Tazuya akan keputusannya “ Kata Rigel sambil memperhatikan para V-FIGHTER
“ Anda yakin ? “
“ Seandainya mereka masih tetap punya masalah. . .aku akan kembali turun tangan. Untuk saat ini aku akan
melihat seperti apa perkembangan kerjasama mereka “
Sampson kemudian melihat Tazuya dengan melesat pergi kearah Astraser, dan ia langsung menyambut kedatangan Tazuya dengan menembakinya laser dari Astraser
“ Heh. . .si kecil ini besar sekali nyalinya ! Oke. . . jika kau berani, hadapi ini ! “ Kata Sampson sambil memperhatikan Tazuya dari monitornya
“ Mulai ! “
( Zyuuuuuuuuung ! Zyuuuuuuuuung ! Zyuuuuuuuuuung ! Zyuuuuuuuuung ! )
“ Ryuga ! Gunakan sihir atau Possessionmu untuk lindungi yang lain dan juga aku “ Perintah Tazuya menggunakan kontak telepatinya kepada Ryuga
“ Dimengerti ! Fifth Act : Mirrohild ! . . . Alternate : Mirrohild ! KOPIERA ! “
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )
( Zyuuuuuuuuuuuuung ! )
Ryuga mengerahkan teknik dari Anthos Delfini kepada Tazuya dan yang lain untuk bisa terlindungi dari serangan Astraser. Disaat berhasil menembakan laser tepat kearah Tazuya, Sampson terkejut saat serangan laser Astraser tidak mempan kearah Tazuya
“ APA ?! “
“ BA. . .BAGAIMANA BISA ?! “ Tanya Pak Louss dengan penuh kepanikan
“ Jubei. . .bersiap ! “ Perintah Tazuya kepada Jubei
“ Baik ! “
“ Ya. . . Inuya. . .kamu juga. . . tolong kami ! “
“ Heeh ? Apa teknik Convergence bisa dilakukan dengan lebih dari dua orang ? “ Inuya bertanya kepada Tazuya
“ Coba saja ! Ayo. . . kita tidak punya banyak waktu ! “
Inuya tidak berkata apa-apa kepada Tazuya, dan langsung mengikuti apa yang ia perintahkan. Ia kemudian melihat kearah Jubei dan mereka berdua langsung menggangguk satu sama lain
“ Oke ! Bersiaplah Tazuya ! Second Sting : Heracleum !”
“ Oke Jubeii. . .fokuuuuus. . . fokuuuuuus ! First Target : Pointer !”
“Third Dance : Ippen Kaze !”
Tazuya mengangkat Kusanaginya sambil mengeluarkan teknik Ippen Kaze. Kemudian semua serangan dari Inuya dan Jubei diserap oleh pedang tersebut, yang membuat Kusanagi menjadi bercahaya berwarna kuning keemasan
“ Itu tidak akan mempan ! Sampson ! Naikan kembali kapasitas laser menjadi 15% ! “
“ Oke ! Saatnya kita selesaikan saja pertempuran ini “
( Sriiiiiiiiiiiiiiing )
“ Cepat Hideyuki ! Durasi Mirrohild sebentar lagi akan mencapai batas ! “ Kata Ryuga
“ Okeeeeeee ! CONVERGENCE- “
( Zyuuuuuuuuuung )
“ CELESTIAL BLADE ! “
Tazuya mengayunkan Kusanaginya disaat yang bersamaan Sampson menembakan Astraser kearahnya. Saat diayunkan, Kusanagi menciptakan laser kuning-keemasan yang terang, dan seketika serangan tersebut langsung mengenai laser Astraser, kemudian mengenai tepat ke senjata satelit tersebut
( Sriiiiiiiiiiiiing! Zaaaaaaaaaaaaaaaasshh! )
“ Cela- “
( Buuuuuuuuuuuuummm ! )
“ Aaaaaaaahh ! “
“ Tazuya ! “ Panggil Inuya yang langsung menangkap tubuh kecilnya yang terpental karena dentuman dari Celestial
Blade
“ Be. . .Berhasil !!! “ Kata Dullart saat melihat aksi Tazuya dari kejauhan
Serangan Celestial Blade menciptakan dentuman yang sangat kuat, sampai bisa terdengar hampir sepenjuru kota. Ledakan dari Astraser menyebabkan senjata tersebut mengeluarkan berbagai laser kecil kesegala arah dan kerusakan sedang dibagian bawah Superbia-07
( BIIIIIIP ! BIIIIIIP ! BIIIIIIP !)
“ Ah ! Celaka. . . Astraser telah dihancurkan oleh mereka ! Dan serangan mereka mengenai bagian bawah dari Superbia-07
“ Cih ! Terkutuklah kaaaaaaauuuu. . .FIGHTEEEEEEEEERR ! “ Pak Louss berteriak dengan murka
“ Pak Louss ! Kita pergi ! Sampson. . . cari titik koordinasi tempat yang aman dari mereka di planet ini ! Kita mundur ! “ Perintah Jenderal Argus yang baru saja tiba diruang kendali
“ Tapi. . . Tuan Muda- “
“ Kerjakan saja ! Itu urusan yangnmudah ! Yang penting kita larikan Superbia-07 ketempat yang aman sebelum jatuh kekota ! Sampson ! Buka sistem teleportasi ! Sekarang ! “
“ Baik Jenderal ! “
Sampson langsung mengaktifkan sistem koordinasi dan teleportasi Superbia-07 untuk mencari tempat yang aman untuk bisa lari dari kejaran V-FIGHTER. Rigel melihat mereka mengaktifkan portal, namun memilih untuk tidak mengejar mereka karena akan sangat berbahaya jika mereka mengejar mereka tanpa persiapan yang matang
“ Ah. . . Pesawatnya ! Tuan Rigel, bagaimana ini ? “ Tanya Ataru
“ Hmmm. . . biarkan mereka pergi “
“ Eh. . .Apa ? “ Kelima V-FIGHTER kaget akan keputusan dari Rigel dari alat komunikasi mereka
“ Tapi mereka-“
“ Inuya. Mereka tidak akan menyerang tempat lain selain kota ini karena Dullart masih bersama dengan kita. Jika kita mengejarnya tanpa persiapan, ini akan jadi kesempatan besar mereka untuk menangkap kita semua. Dan akan lebih mengerikan jika mereka memanggil prajurit lain untuk menguasai planet ini disaat kita berhasil ditangkap “ Jelas Rigel
Mendengar penjelasan dari Rigel, para V-FIGHTER akhirnya mengikuti apa yang ia perintahkan. Disaat yang bersamaan, mereka bisa melihat pesawat tersebut melesat cepat masuk kedalam portal dan menghilang dari kota dalam sekejap
*****
__ADS_1