El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
104. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) I


__ADS_3

Hari sudah memasuki Golden Week. Di Jepang, Golden Week ialah hari  periode di akhir bulan April hingga minggu pertama di bulan Mei di Jepang yang memiliki serangkaian hari libur resmi. Golden Week bergantung pada tahunnya, tetapi dimulai sekitar 29 April dan berakhir sekitar 5 Mei. Saat memasuki Golden Week, mayoritas sekolah diliburkan, beberapa instansi meliburkan pekerja mereka, dan orang yang tidak terikat dengan instansi apapun memilih untuk libur sepenuhya dari pekerjaan mereka


Di Asrama siswa, para siswa kelas 1-LA-A sedang berdiskusi tentang aktifitas yang akan mereka lakukan selama libur Golden Week. Karena mereka tidak setujuh jika selama liburan seminggu penuh mereka harus mengisi hari dengan latihan terus dan butuh waktu untuk bersantai


“ Hei hei heeeeeeeei~ minggu ini ‘kan kita libur Golden Week ! Apa ada ide untuk mengisi hari libur kita selama seminggu penuh ? “ Tanya Kiko yang terlihat bosan sambil memakna senbeinya diruang tamu bersama Vladimir, Inuya, dan Shan-Lee


“ Tentu saja kita akan mengisinya dengan latihan drama “ Ujar Vladimir sambil memainkan video games dari Smartphone


“ APA ?! LATIHAN LAGI ! Bosaaaaaaaaaaaan ! “ Teriak Kiko yang tidak terima akan perkataannya Vladimir


“ Bagaimana kalau kita mabar dengan siswa kelas lain untuk main “Luchador Supreme League “ ? Aku lihat sekarang games ini ada event dan turnamen khusus untuk memperingatin Golden Week dan semua skin sama karakternya dapat diskon besar-besaran “ Jelas Inuya sambil menunjukan smartphonenya dan aplikasi yang ia maksud


“ Tapi kita tidak mungkin ‘kan terus-terusan main game online selama liburan~ yaaa sama aja bohong “ Kata Shan-Lee disaat tang bersamaan Tazuya datang keruang tamu sambil membawa Teh Hijau dan Hanami Dangonya


“ Kalian kelihatannya tidak ada niatan untuk pergi keluar ya ! “ Gerutu Tazuya sambil meminum teh hijaunya


“ Oh Iga ! Apa itu teh hijau ? “ Tanya Vladimir


“ Apa kamu tahu tentang upacara minum teh khas orang Jepang juga ? “ Tanya Shan-Lee


“ Tentu ! Ini sangat bagus untuk menenangkan pikiran kita ! Jika kondisi emosi kita dalam keadaan stabil... maka teh yang akan kita buat rasanya akan sangat bagus ! “ Jelas Tazuya dengan nada santainya


“ Okee~ dari perkataanmu kelihatannya kamu sangat tahu tentang kebudayaan Jepang “ Ujar Kiko dengan rasa penasarannya


“ Tentu ! Saat aku tinggal dirumah Paman Hideo selama 2 tahun pasca kematian orang tua kami... Bibi Honoka mengajariku tentang tata cara upacara minum teh serta beberapa kebudayaan lainnya seperti memainkan Shamisen dan terkadang kami berlima selalu melihat beliau latihan dengan para Maiko lainnya untuk melakukan sebuah tarian tradisional “ Jelas Tazuya sambil teringat tentang Bibi Honoka


“ Maiko ? Apa itu artinya Bibimu adalah seorang Geisha ? “ Tanya Vladimir yang familiar dengan istilah Maiko yang ada kaitannya dengan Geisha


“ Tepat sekali ! Para wanita di Klan kami kebanyakan bekerja sebagai Geisha dan Maiko untuk melestarikan kebudayaan ! Karena itulah kenapa Bibi Honoka juga mengajari anak perempuan pertamanya yang bernama Kyoko untuk menjadi Maiko “ Jawab Tazuya sambil menyebutkan nama sepupu tertuanya


“ Okeeee~ aku bisa merasakan jika sepupumu bernama Kazuya itu orangnya juga kenal dengan budaya “ Sahut Inuya yang teringat akan sepupu Tazuya yang bernama Kazuya


“ Hahaha... tentu saja ! Walau dia itu selalu cemberut, penggerutu dan menyebalkan... dia sangat ahli dalam memainkan Shamisen dan tahu beberapa kebudayaan Jepang ! Juga sama sepertiku dan Kak Kyoko... ia juga dilatih tentang Kendo dan Ninpo... dan terbukti cukup ahli dalam menguasainya dalam tempo waktu yang cukup singkat “ Cerita Tazuya tentang keahlian Kazuya sambil teringat momen dimana ia dan Kazuya berlatih bersama dimasa kecil


Mendengar perkataan Tazuya tentang keluarganya, Vladimir memiliki ide yang bagus untuk mengisi waktu liburan mereka dengan mempelajari budaya Jepang dengan anggota Klan Iga. Dan menurutnya ini akan bagus untuk para siswa Non-Jepang bisa mempelajari budaya Jepang


“ Hmmmm~ kayaknya bakal bagus jika kita semua pergi ketempat Paman dan Bibimu untuk belajar kebudayaan Jepang “ Sahut Vladimir


“ Tidak bisa “ Kata Tazuya dengan singkat


“ Ke- kenapa ? “ Tanya Vladimir dan Shan-Lee secara bersamaan


“ Karena minggu ini Golden Week... jadi Paman Hideo dan Bibi Honoka sedang punya kesibukan di Kuil Nagano... mereka disana adalah salah satu panitia untuk pameran Golden Week di area kuil sana ! Yaaaa~ otomatis mereka bersama dengan para Maiko ikut serta dalam acara tersebut “ Jelas Tazuya tentang festival Golden Week di Kuil Nagano


“ Jarak dari Asrama ini dan Kuil Nagano tidak begitu jauh dan membutuhkan waktu 20 menit jika naik Bus... bagaimana kalau kita kesana ? “ Danmari memberi usulan sambil membuka Smartphonenya


“ Ide yang bagus ! Festival di Kuil Nagano selalu ramai !  Kalian mau kesana ? “ Tanya Inuya kepada Vladimir dan yang lain


“ Hmm ! Tentu ! Ayo kita kesana ! “ Jawab Vladimir dengan anggukannya


“ YAAAAAAY ! “ Teriak Kiko dengan penuh semangat


“ Okee~ kalau begitu aku panggil Ryuga dan yang lain dulu ya ! “ Kata Inuya yang beranjak dari sofa untuk memberitahu yang lain


“ Perlu ‘kah kita ajak para cewek ? “ Tanya Kiko sambil memakan Dangonya Tazuya tanpa seizinnya


“ Tidak usah... ini adalah agenda “Boys-only time” kelas 1-LA-A... Eh ? AAAAH ! HEI KAAAAUUUUUU BERANI MEMAKAN DANGOKU HAH ?! “ Jawab Tazuya yang menyadari jika Kiko memakan Dangonya


“ Aish~ Makan satu aja~ ikhlaskan sajaaa~ jangan pelit deh jadi orang ! “ Celetuk Kiko sambil terus memakan Dango tersebut


“ Sudah maling makan orang malah ngeyel ! “ Gerutu Tazuya sambil mencubit pipi kanannya Kiko


Sementara itu, Jubei terlihat bersama dengan Vlada dan Haku sedang berada di toko roti “Amai Bakery”. Jubei ingin membeli beberapa roti dan kue yang akan ia bawa pulang ke apartemennya karena kedua orang tua Jubei yang berasal dari Kijishi akan sampai ke Shinjitsu. Orang tua Jubei datang kota karena ingin mengurus beberapa berkas untuk persiapan pernikahan dari Jiyu


“ Ummmmm~ kira- kira mana nih yang paling enak ? Red Velvet ? Strawberry Shortcake ? Kue Buah ? Mini Pie ? “ Tanya Jubei tentang kue yang akan dibeli untuk kedua orang tuanya


“ Aah~ itu sih tergantung dengan selerah orang tuamu Jubei-chan ? Kalau kami yang memilih... takutnya itu adalah rasa yang tidak disukai mereka “ Gumam Vlada


“ Hmmm~ oke deh ! Ayah bilang ia tidak suka rasa yang terlalu manis... sepertinya Kue Buah adalah pilihan yang terbaik ! “ Ujar Jubei yang memutuskan membeli kue buah yang berukuran 25 X 25 centimeter


“ Ada yang lain ? “ Tanya Vlada tentang tambahan yang akan dibeli Jubei


“ Croissant ! Aku akan beli 8 ! Sedangkan kalian ? “


“ Sepertinya beli donat atau macaron saja~ kamu suka yang mana Haku-chan ?  “ Sahut Vlada sambil menanyakan roti favoritnya Haku


“ Macaron ? Aku suka Macaron Markisa dan Lemon “ Jawab Haku


“ Ternyata kamu suka rasa buah yang cukup asam ya~ okeee kita beli Macaron untuk di Asrama saja sebanyak 2 kotak “ Gumam Vlada yang memutuskan untuk membeli Macaron

__ADS_1


“ Ini dia Nyonya Namidashi “ Ujar Jubei sambil memberikan semua kue dan roti yang ia beli


“ Kamu pasti salah satu dari teman terdekatnya Inuyari ? Baiklah kuberikan kamu potongan 50% “ Ujar Toshi sambil membantu Ringo


“ Teman perempuan ? EEEEEEH ! APA INUYARI SUDAH PUNYA PACAR ?! “ Tanya Ringo yang berpikir jika Jubei adalah pacarnya Inuya


“ Eeeeeh~ bukan bukan ! Cuma teman dekat kok ! “ Ujar Jubei


“ Ringo-chan ? Kelihatannya kamu sudah lupa tentang salah satu teman Inuyari yang pernah ia bawa bersama dengan Tazuya saat dia masih SMP “ Gumam Toshi sambil mengingatkan Ringo tentang Inuyari membawa Tazuya dan yang lain pergi kerumahnya untuk pertama kalinya


“ Ahaaaa~ baru ingat ! Hehehe ! Silahkan ambil semua pesananmu dan kamu masih mendapatkan 50% ! Maaf sudah salah tingkah ehehehe “ Ujar Ringo


“ Tidak apa-apa Nyonya Namidashi~ terima kasih banyak “


Saat mereka bertiga selesai membeli roti di “Amai Bakery”, Jubei langsung menjelaskan kepada mereka berdua jika hari ini ia tidak bisa ikut bepergian bersama dengan para siswi untuk ke sebuah festival Golden Week di Cassa and Nova Mall


“ Untungnya kita tidak mengajak Ichinose-san “ Gumam Haku


“ Yaaa~ bisa kebayangkan seperti apa dia nanti mengoceh karena kita terlalu lama di toko roti dengan suaranya yang cempreng ! Wajar jika Inuyari anggap dia menyebalkan~ “ Celetuk Vlada yang bersyukur tidak mengajak Hikari Ichinose bersama mereka


“ Oh ya ! Maaf’kan aku... kurasa hari ini aku benar- benar tidak bisa ikut pergi jalan-jalan dengan kalian ! Soalnya orang tuaku akan datang kesini dan menetap diasrama selama sehari... jadi kemungkinan besar untuk hari ini aku tidak akan pulang keasrama “ Jelas Jubei kepada Vlada dan Haku bahwa ia tidak bisa kembali keasrama selama sehari


“ Okeee~ jadi Kakakmu sebentar lagi akan menikah ? “ Tanya Vlada


“ Yaaa ! Hari ini adalah giliran keluarga kami untuk mengisi beberapa berkas untuk melakukan registrasi pernikahan Kak Jiyu... besoknya baru deh pergi ke kantor birokrasinya bersama dengan orang tua dari keluarga Kak Mamoru ! Jadiii~ bisakah kalian bicara dengan yang lain ? “ Jelas Jubei tentang agenda orang tuanya


“ Tenang saja~ nanti akan aku jelaskan dengan yang lain ! Jadi tidak perlu cemas ! “ Ujar Vlada


“ Ummm~ salam buat keluargamu Kak Jubei “ Sahut Haku kepada Jubei yang akan segera pergi menuju Apartemennya


“ Okeee~ terima kasih ! Baiklah aku pergi dulu yaaa~ byeeeeee~ “ Jubei berpamitan dengan mereka berdua sambil berlari menuju halte bus yang berada didekat mereka


“ Hati- hati dijalan ! “


*****


Para siswa kelas 1-LA-A akhirnya pergi menuju ke Kuil Nagano untuk melihat festival Golden Week. Didalam bus terlihat Alessander tidak suka dengan keputusan Vladimir untuk tidak mengizinkan Edward Rozenberg untuk ikut bersama mereka


“ Hei ! Kau masih cemberut karena tidak diizinkan mengajak Rozenberg ikut bepergian bersama kita ? “ Tanya Tazuya kepada Alessander yang duduk disebelahnya


“ Ini tidak adil ! Kalian bilang ini adalah “Boys-only time” ! Kok aku tidak boleh mengajak Dar- maksudku Edward bersama dengan kita ?! Dia’kan juga cowok ! “ Keluh Alessander


“ Kamu dengar Big Al ?! Lagipula temanmu itu ‘kan pasti ada teman lain dikelasnya bukan ? Jadi biarkan dia menghabiskan waktu bersama dengan teman cowok lainnya~ okeee~ “ Gumam Kiko sambil menepuk pundaknya Alessander yang hanya bisa cemberut sepanjang jalan menuju Kuil Nagano


“ Yaaa~ tidak baikloh terus- terusan mengisolasi teman baikmu dengan orang lain Cuma karena kamu ingin selalu bersamanya “ Ataru menambahkan perkataannya Kiko


“ Ah ! Itu dia ! “ Ujar Danmari melihat ada papan penunjuk arah Kuil Nagano


“ Yaaaaaay sudah sampaaaaai~ “ Ujar Kiko dengan penuh kegirangan


Para siswa kelas 1-LA-A sampai ketempat tujuan dan mereka langsung berjalan ketempat Kuil Nagano. Kuil ini sangat besar dan memiliki area yang lebih luas ketimbang Kuil shinto lainnya yang pernah Tazuya dan Inuya kunjungi saat menghentikan Oxtoroo dan Swift Polly. Terlebih Kuil Nagano adalah salah satu objek wisata yang terkenal di area dekat kota Shinjitsu


“ Woaaaah~ ramai ya ! “ Ujar Kenneth yang takjub dengan suasana di area Kuil Nagano


“ Sudah pasti ! Karena ini adalah salah satu tempat iconic yang dikunjungi para turis “ Sahut Ataru


“ Ayooooo~ kita berpencaaaaaaaaaaaaar “ Teriak Kiko dengan penuh semangat yang langsung pergi meninggalkan mereka untuk melihat- lihat area disekitar Kuil


“ HEI ! JANGAN TERLALU JAUH ! SMARTPHONEMU KALAU BISA SELALU AKTIF AGAR KAMI BISA MENGHUBUNGIMU ! “ Teriak Vladimir sambil mengingatkan Kiko


“ Kalau begitu aku akan ikut dengan Komarih saja~ “ Ujar Kenneth yang langsung menyusul Kiko


“ Tazuya... Jadi dimana Paman dan Bibimu berada ? “ Tanya Inuya


“ Ikut aku ! “


Tazuya mengajak yang lainnya untuk pergi ketempat Hideo dan keluarganya. Tempat mereka berada dibelakang kuil. Dimana Area tersebut terdapat beberapa stand tambahan penjualan pernak-pernik khas Jepang serta sebuah rumah Minka yang dikhususkan untuk pementasan tarian tradisional khas Jepang


“ Aku yakin jika para cewek-cewek datang kemari pasti mereka akan menyewa kimono untuk bisa berfoto ria bersama “ Gumam Shan-Lee dengan senyumannya


“ Ahaha~ tentu ! “


“ Ah ! Itu dia ! Paman Hideo~ “ Tazuya langsung memanggil Hideo yang terlihat memantau situasi diarea sekitarnya


“ Oooh ! Tazuya ! Jadi ini adalah teman sekolahmu ? “ Hideo balik menyapa sambil bertanya tentang siswa kelas 1-LA-A dibelakangnya


“ Yaaa~ selagi minggu ini Golden Week jadi mereka semua ingin datang kemari sembari menikmati beberapa acara tradisional yang ada di kuil ini untuk mempelajari budaya “ Jelas Tazuya tentang maksud kedatangan mereka datang kemari


“ Bagus ! Kebetulan Honoka sedang melakukan pertunjukan Tarian bersama dengan para Maiko didalam... silahkan langsung masuk saja kesana “ Sahut Hideo sambil mengajak para siswa untuk memasuki rumah Minka yang berada disebelahnya

__ADS_1


Tazuya dan para siswa kelas 1-LA-A memasuki rumah Minka untuk menuju kesebuah ruangan dimana Honoka dan para Maiko sedang melakukan pementasan tarian Tradisional. Selama berjalan didalam Minka, mereka terlihat sangat takjub melihat beberapa pajangan tradisional khas Jepang


“ Kyoko ! “ Panggil Hideo kepada anak perempuan pertamanya yang selesai bertelponan dengan teman satu kampusnya


“ Ayah ! Aaaah~ Tazuya juga ada disini bersama dengan teman- temannya ?! Kereen ! “ Sahut Kyoko yang senang dengan kedatangan Tazuya dan yang lainnya


“ Hai Aneue ! Lama tidak bertemu denganmu ! Dan itu benar mereka semua adalah teman sekelasku “ Sapa Tazuya kepada Kyoko sambil memperkenalkan teman sekelasnya


“ Kyoko ! Tolong ajak Tazuya dan teman- temannya kedalam “ Gumam Hideo


“ Kalian tertarik untuk melihat pentas tarian tradisional ? Ikut aku sekarang ! Mumpung acaranya baru saja berjalan disini “ Ajak Kyoko untuk masuk kedalam ruangan


Tazuya tidak sengaja melihat Kazuya yang sedang mempersiapkan alat untuk sesi belajar kaligrafi disebuah ruangan khusus untuk belajar seni kaligrafi Jepang. Tazuya langsung meminta izin kepada Kyoko untuk menghampiri sepupunya tersebut dan iapun langsung mengizinkannya untuk menemaninya diruang kaligrafi


“ Hei sepupuku~ “ Sapa Tazuya yang sudah duduk didepan Kazuya


“ HUAAAA ! Ah ! T- TAZUYA ?! Kau masih selamat dalam keadaan utuh ?! Ooooh~ syukurlah kalau begitu ! Untuk kesekian kalinya aku peringatkan kepadamu untuk tidak selalu bikin keluarga kita mencemaskanmu ! “ Ujar Kazuya dengan nada tegasnya yang sangat cepat


“ Yaaaa~ aku senang ternyata kamu masih peduli denganku “


“ Tentu saja ! Aku ini sepupumu dan bagian dari keluargamu ! Jadi sudah pasti aku masih bisa peduli denganmu ! “ Gumam Kazuya sambil melanjutkan aktifitas kaligrafinya


“ Boleh aku menemanimu disini ? “


“ Silahkan ! Tidak ada yang melarangmu kok ! Nanti ajak juga temanmu kemari jika acara tariannya sudah selesai ! “ Jawab Kazuya


“ Kamu tidak mengundang temanmu datang kemari ? “ Tanya Tazuya sambil mengambil alat lukis yang berada dipojok ruang kaligrafi


“ Mereka akan datang sebentar lagi ! Apa Yoshino dan yang lainnya semuanya sehat ? “ Kazuya bertanya tentang keempat adik-adiknya Tazuya


“ Syukurlah mereka semua sehat ! Mereka tidak lagi merasa kesepian karena mereka sudah bisa move-on dari tragedi itu... karena mereka memiliki teman- teman yang baik “ Jelas Tazuya tentang adik- adiknya


“ Ooooh~ Baguslah~ Kamu mau bikin lukisan tema apa ? “ Tanya Kazuya dengan tenang sambil menanyakan lukisan yang akan dilukis Tazuya


“ Nanti kamu lihat saja nanti “


Saat Tazuya memulai membuat sebuah lukisanya, Kazuya memulai pembicaraan baru mereka sambil menanyakan kejadian yang ada di Museum Grand-Knowledge beberapa hari yang lalu dan mengatakan jika akhir-akhir ini jika Tazuya sudah sering mendapatkan serangan dari para penjahat baik itu dari pihak Atraco dan para Alien


“ Kau tahu... akhir- akhir ini kota Shinjitsu selalu mengalami kejadian yang aneh !  Mulai dari perampokan dan penyerangan yang dilakukan oleh para monster hewan raksasa itu... dan penyerangan Alien itu ! “ Ujar Kazuya


“ Yaaa ! Kamu benar... akhir- akhir ini kota kita diserang orang aneh ! “ Sahut Tazuya sambil membuat sketsa kasarnya


“ Dan sudah dua kali... kau berada di berita tersebut dalam serangan tersebut ! Pertama serangan monster raksasa yang melawan mantan El-Fighter itu... dan sudah tiga kali kau menjadi salah satu korban penyerangan Alien tersebut ! “ Jelas Kazuya sambil mengingat beberapa kejadian yang menimpa kota mereka yang ia baca dari berita Internet


“... “


“ Apa itu karena... kau punya darah Alien ? “ Tanya Kazuya yang membuat Tazuya terkejut


“ Da- darimana kau tahu ?! “ Tazuya balik bertanya


“ Sudah pasti dari ayah ! Tapi tenang saja... aku bisa mengunci mulutku tentang itu ! Ayah bilang jika Nenek dari pihak Bibi Sayuri datang menemuimu dan berniat untuk membawamu dan Yoshino bersama dengannya hanya karena kamu menurunkan darah Aliennya! Jadi ini bikin aku penasaran apakah itu ada hubungannya dengan penyerangan dikota kita ? “ Jelas Kazuya sambil teringat penjelasan Hideo tentang kedatangan Anodyne Trueax


“ Sudah pasti tidak ada ! Si Mantan El-Fighter itu bilang jika penyerangan Alien itu karena mereka ingin menguasai bumi ! Jadi tidak ada hubungannya denganku dan juga darah Kazenoidku ! Mereka juga tidak akan berani melawan Nenek Anodyne karena dia adalah sosok yang ditakuti digalaksi ! “ Jelas Tazuya dengan nada tegasnya sambil berusaha untuk tidak membongkar identitas rahasia sebagai calon El-Fighter


“ Dan yang Grand-Knowledge itu ? “ Tanya Kazuya yang masih menaruh curiga dengan Tazuya


“ Mereka datang sebelum momen dimana aku tidak sengaja melepaskan ledakan psikokinesisku ! Dan wanita alien itu berusaha menjadikan aku sebagai sanderaannya untuk memancing si El-Fighter itu “ Jawab Tazuya yang tetap santai agar gerak- geriknya tidak dicurigai oleh sepupunya


“ Jadi kau sempat lepas kendali ? “


“ Yaaaa ! Gara- gara Karin dan teman laki-laki sialannya itu ! “ Jawab Tazuya dengan nada ketus


Kazuya terdiam sesaat dan kemudian bertanya tentang perasaan Tazuya saat mengetahui akan asal- usul kekuatan Psikokinesisnya. Sama seperti Yoshino, ia juga tahu tentang kekuatan Tazuya karena sejak kecil ia sudah cukup dekat dengannya


“ Jadi bagaimana perasaanmu saat mengetahui tentang asal- usul kekuatanmu ? Apa kamu jadi semakin percaya diri ? “


“ Aku tidak tahu harus berkata apa ! Ayahku bilang aku tidak boleh keseringan untuk menggunakannya ! Jika tidak aku bisa dalam masalah “ Jawab Tazuya yang masih berfokus dengan lukisannya


“ Kalau aku jadi kau... aku sangat senang memilikinya dan bisa menggunakannya untuk menolong orang lain dan menjadi Superhero... atau Fighter “ Jelas Kazuya dengan nada sedikit malu-malunya


“ Pffft Khuhuhu “ Tazuya yang merasa Kazuya masih menyimpan rasa iri dengannya berusaha untuk menahan tawa


“ Apa ?! Apa yang lucu ?! “ Tanya Kazuya dengan ketus


“ Ehehee~ Katamu kamu sudah tidak ingin cemburuan denganku dan mencari kehidupanmu sendiri tanpa harus cemburu dengan  seseorang ! Tapi nyatanya kamu masih bisa cemburuan juga rupanya ! Dasar kamu ini masih belum berubah ya ! “ Ujar Tazuya dengan nada cerianya yang membuat Kazuya jadi jengkel dan wajahnya memerah


“ Aaaaaaahh berhentilah menertawakan aku ! Aku ini sedang dalam krisis identitas ! “ Ujar Kazuya dengan nada jengkelnya


“ Iya iya iyaaaa~ maafkan aku~ maafkan aku~ “ Tazuya dengan tawa kecilnya langsung meminta maaf kepada sepupunya yang hanya dijawab Kazuya dengan wajah cemberutnya

__ADS_1


*****


__ADS_2