
Dikapal induk Thetoid, terlihat Morsdantaque sudah puas untuk melihat semua aktivitas Tazuya dan yang lain dari Spidaro yang sistemnya berhasil mereka retas tanpa sepengetahuan Jenderal Argus dan yang lain. Melihat Anodyne dan Delveen sudah pergi meninggalkan bumi, Morsdantaque akhirnya kembali memutuskan untuk kembali melakukan tugas mereka untuk melacak Dullart dan mengalahkan V-FIGHTER agar mereka bisa menguasai planet bumi dengan menjadikannya bagian koloni umat Thetoid
“ Anodyne Trueax akhirnya sudah pergi meninggalkan planet itu...hmph...syukurlah ! Tidak ada yang perlu kita cemaskan sekarang “ Kata Morsdantaque sambil tersenyum menghadap layar monitor bersama Letjen Levirra dan Letkol Denzell
“ Anda punya prajurit yang tangguh ! Kenapa kirimkan salah satu dari mereka untuk mencari Tuan Muda ? Jika mereka bertemu Anodyne Trueax...mereka bisa mengalahkan wanita itu dengan mudah ! “ Tanya Letjen Levirra dari layar monitor
“ Apa kamu sudah lupa akan nasib para prajurit elit sebelumnya milik Gretue saat melakukan ekspedisi di planet Dia-moon ? Mereka tidak sengaja menghadapinya disebuah gunung di planet itu...dan saat menemukan sebuah Rockdia berwarna biru...mereka dikejutkan dengan kedatangan Anodyne yang sudah duluan ada disana ! Dengan percaya dirinya mereka melawan wanita itu tanpa bantuan siapapun...dan itu membuat mereka semua tidak ada yang selamat “ Jelas Morsdantaque sambil teringat saat ia dan Gretue melakukan ekspedisi ke planet Dia-Moon bersama dengan prajurit elit lama milik Gretue
“ Aaaaah yaaah...waktu itu ! Walau itu yang pertama kalinya kita menghadapinya, dia langsung menunjukan berapa berbahayanya dia kepada kita “ Kata Levirra
“ Jadi...anda sebenarnya ragu untuk menghadapi wanita itu secara langsung ? “ Tanya Letkol Denzell
“ Hahaha ! Jangan salah ! Aku mau saja menghadapi wanita itu karena aku yakin dia pasti suka menghadapi lawan yang kuat dan tangguh karena itu sudah menjadi hobinya ! Hanya saja aku tidak ingin membuang waktu berhargaku untuk mencari pengganti prajurit elitku jika mereka mati konyol karena menghadapinya ! “ Jelas Morsdantaque
“ Heh ! Begitu ya “
“ Jadi itulah kenapa aku berpikir sangat disayangkan jika aku membuang prajurit terbaikku untuk melawan wanita itu ! Nanti pertarungan antara kita dan Prisman beserta pengikut El-Fighternya akan sangat membosankan “ Lanjut Morsdantaque
Saat sedang berdiskusi,Gretue memasuki ruangannya tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu. Setelah mendengar sebuah kabar bila Morsdantaque diam-diam pergi kebumi untuk menghadapi Rigel dan Dullart seorang diri, Gretue ingin mengetahui apa saja yang ia lakukan disana dan kenapa ia bertindak tanpa sepengetahuan dirinya
“ Morsdan ! Bisa kita bicara ?! “
“ Hei ! Apa-apaa kau masuk kekamar orang tanpa harus mengetuk pintu dulu hah ?! “ Gerutu Morsdantaque kepada Gretue
“ Maaf Letjen...Letkol...aku terpaksa mengakhiri ini karena ada yang ingin kubicarakan sebentar dengannya “
“ Ba- Baiklah ! “ Kata Levirra dan Denzell secara bersamaan sebelum mengakhiri panggilan mereka
(klik)
“ Nah ! Apa yang ingin kita bicarakan Kak Gree ? “ Tanya Morsandatque yang belum membalikan kursinya kearah Gretue
“ Aku dengar kamu secara pribadi menghadapi Dullart dan Prisman itu seorang diri di planet itu...apa itu benar ?! “ Tanya Gretue
“ Iyaaaap ! Bukan masalah besar karena aku bisa kembali dalam keadaan sehat sentosa !” Jawab Morsdantaque
“ Kita belum tahu seberapa berbahayanya planet itu dan juga kemampuan Fighter dan Prisman itu secara seutuhnya ! Aku yakin jika mereka sebenarnya sengaja berpura-pura lemah hanya untuk tahu seberapa tangguhnya kita ! Jadi aku tidak ingin kau meremehkan kekuatan musuh jika kau sudah belajar dalam menghadapi Anodyne Trueax ! “ Jelas Gretue sambil memberi peringatan kepada Morsdantaque untuk tidak tergesa-gesa
“ Khuhuhuhu ! “ Tawa kecil Morsdantaque
“ Apa ada yang lucu ?! “ Tanya Gretue
“ Karena kamu berlagak seperti orang tua yang cemas dengan anak-anak mereka ! Apalagi kamu sendiri tahu bahwa aku itu lebih tua darimu ! Heh...tak ada yang kau perlu cemaskan tentang aku pergi seorang diri ke planet lain ! “ Ejek Morsdantaque
“ Jadi...”
“ Aku hanya mencoba untuk menggunakan cara damai dengan mengajaknya berbicara dengannya...namun usaha itu berbuah sia-sia karena ia tiba-tiba marah saat aku memberikan kabar duka tentang ayah...dan seperti yang kamu tahu...dia bersama Prisman itu yang hanya membuat suasana menjadi kacau dan aku tidak punya pilihan lain selain lari dari mereka “ Jelas Morsdantaque
“ Sudah pasti ‘kan ?! Karena dia berpikir bahwa ayah yang menginginkan dia kembali ! “
“ Soal tingkat kemampuan mereka...apa yang kamu dikatakan itu benar ! Kita memang tidak bisa membiarkan mereka membuka kemampuan mereka secara sepenuhnya...tapi saat melihat bagaimana Prisman itu menghadapi aku dan Meteoralez...kurasa aku tahu bagaimana cara menghentikan mereka membukan kemampuan penuh mereka untuk menghadapi kita “ Jelas Morsdantaque dengan senyuman liciknya
“ Kau yakin sudah mempertimbangkan itu ? “
“ Hmph ! “ Jawab si pangeran sulung dengan singkat
Di Superbia-07, terlihat Pak Louss bersama dengan Jenderal Argus sedang mengecek beberapa sistem yang ada di pesawat tersebut dan berdiskusi akan robot yang akan mereka gunakan. Merasa bahwa Pak Louss dan PROTO-EVA membutuhkan bantuan ekstra dalam perbaikan dan menciptakan sistem, persenjataan dan lain sebagainya, Argus memutuskan untuk memanggil orang terpercaya dari laboratorium kapal induk untuk mendampinginya selama Swift Polly dan Sampson tidak bersama mereka
“ Semua sistem perlahan kembali berfungsi normal termasuk dengan Astraser, jadi yang perlu kita lakukan adalah menunggunya saja ! Dan kondisi para “ Kata Pak Louss sambil memperhatikan layar monitor
“ Hmmm...kita tidak bisa menunggu dalam waktu yang lama ! Karena Pangeran sudah pasti ingin cepat bergerak secepat mungkin ! Jika para Pangeran menginginkan menaklukan planet ini disaat Tuan Muda masih ada, ini akan membuat ia semakin susah didekati ! “ Jelas Argus sambil berpikir situasi di Shinjitsu
“ Naaaah...apa kita bisa meminta Pangeran Gretue untuk meminta B.R.O lainnya di kapal induk ? Dengan itu anak-anak Fighter itu akan kembali kesulitan untuk menghadapi robot itu dipertarungan selanjutnya ! “ Pak Louss memberi usulan
“ Mereka memang mengalami kesulitan untuk menghancurkan B.R.O...namun mereka masih bisa mengatasinya bersama-sama...lagipula B.R.O bukanlah robot yang pas untuk dijalankan dalam misi kecil ini karena mereka digunakan untuk berperang dengan sistem persenjataan yang cukup mematikan ! “ Jelas Argus
“ Jadi bagaimana ? “
“ Kita percayakan dulu Swift Polly dan yang lain untuk menjalankannya dikota itu ! Untuk pesawat ini...aku akan panggil petugas laboratorium penelitian dan teknisi untuk mencari siapa yang bisa dipercaya untuk datang kemari “
Dari ruang utama laboratorium dan penelitian di kapal induk, terlihat Kean sedang mengecek beberapa persenjataan baru yang belum diselesaikan oleh Pak Louss. Tiba-tiba, Argus langsung menghubungi dari ruangan tersebut dan ia langsung bertanya tentang apa yang Argus inginkan kepada mereka
( Biiip! Biiip! Biiip! Biiip!)
“ Panggilan ? “
(Klik)
“ Jenderal Argus ! Ohooo~ Apa yang bisa saya bantu dengan anda ? “ Tanya Kean sambil memberikan hormat kepada sang Jenderal
“ Kean ! Bagaimana dengan para staf yang ada di laboratorium penelitian ? Apa mereka semua sedang sibuk ?! “
“ Tidak juga~ karena kami sedang meneliti dan melanjutkan beberapa teknologi dan senjata yang belum diselesaikan oleh Pak Louss. Karena itu kami belum mengerjakan beberapa proyek besar. Ngomong-ngomong ada sesuatu yang ingin anda bicarakan ? “
Disaat yang bersamaan, Rough Polly memasuki ruangan tersebut sambil membawa minumannya.Melihat Kean sedang berbicara dengan Argus, Rough Polly yakin Argus membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan misi di Bumi. Tanpa berpikir panjang Rough Polly langsung menyingkirkan Kean dengan alasan untuk mengerjakan beberapa proyek yang belum selesai dan memintanya untuk mempercayakan semua permintaan Argus kepadanya
“ Je-jenderal ?! Hmmmm “ Pikir Rough Polly
“ Keaaaaaaaaan~ “ Panggil Rough Polly
“ Nyonya Polly ? “
“ Ooooooh Kean-ku tersayaaaaang~ Apa kamu sudah menyelesaikan tugasmu ? “
“ Belum Nyonya...itu karena-“
“ Iya yaaaa~ aku tahu~ Jenderal sedang memanggilmu~ itu bukan alasan yang keren untuk dijadikan jawaban kenapa butuh waktu lama untuk mengerjakannya~ “ jelas Rough Polly dengan tingkah pasif-agresifnya sambil memeluk Kean
“ Tapi-“
“ Sekarang pergilaaah~ dan jangan cari alasan untuk menjadi pemalas yaaa~ Daaah “ Kata Rough Polly yang langsung mendorongnya keluar dari ruangan tersebut
Setelah mendorong Kena keluar dari ruang utama Laboratorium Penelitian, melihat ekspresi dinginnya Argus, Rough Polly langsung meminta maaf kepadanya sebelum ia bertanya apa yang membuat ia memanggilnya ke ruangan tersebut
“ Ma-maafkan atas tingkah lakuku Jenderal ! Itu karena Kean bukanlah orang yang pas untuk menjalankan misi dari anda...dia bukanlah orang yang istimewa ! Karena itu jika anda memerlukan sesuatu anda bisa mengandalkan aku karena aku jauh lebih istimewa dan dipercaya Pangeran Morsdantaque ! Ada perlu apa Jenderal ? “
“ Pak Louss sedang dalam masalah untuk mengecek sistem yang ada di Superbia-07...dikarenakan kita tidak bisa menunggu sistem tersebut bisa kembali pulih dengan sendirinya karena A.I pesawat tersebut...maka aku membutuhkan keahlianmu yang luar biasa untuk membantu Pak Louss disini “ Jelas Argus tentang perintahnya
“ Anda...membutuhkan aku ? Ummm...mana Swift Polly ? Juga Sampson...kemana mereka semua ? “
“ Aku menyuruh mereka untuk membantu Oxtoroo dan para robot untuk kembali mencari Tuan Muda Dullart...dan karena Pak Louss sedang dalam masalah serta kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi...maka aku ingin kamu datang kemari untuk membantu kami “ Lanjut Argus
“ Anda...ingin aku kemari ? “
“ Tentu ! Apa kamu punya misi lain ? “
“ Tentu saja tidak ada ! Ummm...sebelum aku meminta izin dengan Pangeran...bisa aku bicara soal sesuatu ? “
“...”
“Saat aku datang kemari untuk membantu Pak Louss disanasana...Aku ingin membawa SISTER ke planet itu “
“ SISTER-unit adalah sub-type dari B.R.O...jadi tidak cocok untuk dibawa kemari kecuali saat ada pertempuran besar atau dimedan pertempuran ! “
“ Aku tahuuu~ tapi dikarenakan anda mengerahkan semua robot untuk misi mencari Tuan Muda takutnya jika Fighter dan Prisman itu mengetahui tempat anda...bisa celaka jadinya nanti...itu siiih yang aku takutkaaan~ terlebih Superbia-07 masih dalam tahap perbaikan~ bagaimana Jenderal ? “
“ Haaaah ! Baiklaaah jika kau mencemaskan itu ! Tapi hanya SISTER-unit saja ! “
“ Ba-baik Jenderal ! Terima kasih Jenderal ! Aku akan beritahu ini kepada Pangeran Morsdantaque terlebih dahulu ! “
“ Yaaa ! “
(klik)
“ Terima kasih Jenderal ! Aku suka untuk dipercayai seperti ini ! “ Kata Rough Polly dengan senyuman liciknya sambil mengaktifkan komunikator
Setelah mengakhiri pembicaraan mereka, Rough Polly langsung mengaktifkan komunikator untuk memberitahu perintah ini kepada Morsdantaque. Sementara itu, Morsdantaque terlihat masih berbicara dengan Gretue diruang pribadinya. Saat pesan dari Rough Polly tersampaikan ke komunikatornya, Morsdantaque meminta Gretue untuk keluar dari ruangannya dengan alasan bahwa ia ada pertemuan khusus dengan salah satu anak buahnya
“ Hmmmm! Begitu ! “
“ Ada apa Morsdan ?! “
“ Gree ! Kurasa kita akan lanjutkan pembicaraan kita dilain hari ! Karena aku ada pertemuan khusus dengan salah satu anak buahku disini “
“ Pertemuan apa ? Apa yang ingin ia bicarakan “
“ Hmmm Entahlah~ Ia bilang bahwa ada sesuatu yang penting yang ingin ia bicarakan kepadaku ! Karena itulah aku penasaran apa yang ingin ia bicarakan disini “
*****
Keesokan harinya dirumah kediaman Rigel Orionis pada jam 9.30 pagi, terlihat para V-FIGHTER sedang melanjutkan sesi latihan mereka sejak jam 8 pagi. Terlihat ruang area pelatihan tersebut dibuat berupa sebuah areaa hutan yang sangat lebat. Dikarenakan Rigel merasa Tazuya dan yang lainnya belum ada keberanian untuk menghadapi musuh sendirian dan hanya mengandalkan kerjasama tim, Rigel akhirnya ingin melatih mereka untuk menghadapi Holonemy sendirian di arena tersebut dengan meletakan mereka berlima ketitik tempat yang berbeda agar mereka tidak bisa bertemu satu sama lain
“ Ayo kita lakukan sekali lagi ! Anggaplah kalian semua berpencar disuatu tempat karena musuh kalian ! Jangan takut! Gunakan insting dan tekad dalam hati kalian bahwa kalian harus selamat dalam keadaan utuh! Tetaplah fokus ! Gunakan Flow untuk membuka potensi kalian yang lain ! ” Jelas Rigel dengan alat komunikasi yang ada diruang pelatihan tersebut
“ Okeeee~ aku sedikit gugup untuk latihan yang ini~ “ Keluh Jubei
“ Pssst ! Tenang Jubei~ jika kamu bisa menghadapi ini maka tidak ada yang perlu kamu cemas saat menghadapi musuh yang sesungguhnya “ Kata Tazuya dari komunikator battlesuit mereka
“...” Jubei terdiam dengan ekspresi cemasnya
“Mulai ! “ Rigel memulai sesi pelatihan mereka
(kelima Holonemy muncul dihadapan mereka)
“ Ayo! Haaaaaaaaaaaah ! “ V-FIGHTER mengeluarkan Possession mereka dan memulai pelatihan dengan langsung menyerang para Holonemy
( SYAAT! SYAAT! SYAAAT! SYAAAT! BUG! BUG! BUG! BUG! )
“ Jubei ? Dia mau kemana ? “ Tanya Dullart yang heran melihat Jubei menghindari serangan Holonemy
“ Ayo kita lihat ! “ Jawab Rigel
Di area pelatihan, terlihat Jubei berlari dan bersembunyi menghindari serangan kelima para Holonemy. Menyadari ia hampir memasuki wilayah pelatihannya Inuya, menyadari kedatangan Holonemy yang begitu cepat membuat Jubei terpaksa memanjat pohon yang ada disekitarnya
“ Ah ! Sial ! “ Gerutu Jubei sambil langsung memanjat pohon tersebut
“ Mana dia ?! Mana dia ?! Mana dia ?! “ Para Holonemy kebingungan mencari jejak Jubei yang tiba-tiba menghilang dari pencarian mereka
Jubei memperhatikan kelima Holonemy yang kebingungan mencari keberadaannya. Melihat ada kesempatan besar untuk menyerang hologram tersebut, Jubei memutuskan untuk menyerang mereka dari atas dengan berpindah dari pohon satu ke pohon yang lain
“ Bagus ! “
( Syaaat! Syaaat! )
“ Dimana ?! Dimana ?! Dimana ?! Dimana ?! “
( Syaaat! Syaaat! Syaaat! Syaaat! )
“ Itu dia ! Kejar ! Kejar ! Kejar ! Kejar ! “
“ Okeee ! Mereka kemari ! “
__ADS_1
( Syaaat! Syaaat! Syaaat! )
“ Uwaaaa ! “ Jubei kaget saat hampir terkena beberapa serangan dari para Holonemy
Tiga dari lima Holonemy menyerang Jubei dengan Crossbow yang membuat Jubei kesulitan untuk menembak salah satu dari mereka. Saat Jubei bersiap ingin menggunaan teknik Estrellanya, dua Holonemy menaiki pohon dari arah berlawanan untuk mencegat langkahnya dan memanahi Jubei dengan Crossbow
“ Cela-“
( Syaat! Syaaat! )
“ Uwaaaaa ! Hyaaaaaaa !“
( Bruuuk )
“ Aduuuuh ! “Rintih Jubei yang terjatuh dari pohon
“ Tangkap dia ! Tangkap dia! Tangkap dia ! “ Kata para Holonemy
“ Ah! Aduuh! Uwaaaaaaaaaaaaaa !“ Jubei yang berusaha lari dari Holonemy tiba-tiba masuk kedalam perangkap Rigel yang membuat ia bergantungan dipohon oleh jeratan perangap tersebut
“ Okeeee kelihatannya Nak Jubei masih terlalu kikuk untuk bertarung seorang diri “ Keluh Rigel sambil menutup mulutnya
“ Aaaaaahhh~ kepalakuuuu~ “ Keluh Jubei yang merasa pusing dan bergantungan diatas pohon
Disisi lain, dengan kemampuan Dowsingnya, Ryuga bisa merasakan bahwa ada jebakan yang dipasang Rigel disekitar mereka serta Jubei yang akhirnya mengenai jebakan tersebut. Mengetahui bahwa ia tidak bisa terus menerus menggunakan teknik perlindungan untuk menghindari serangan dari Holonemy, Ryuga akhirnya menggunakan teknik serangannya untuk menyerang kelima hologram tersebut
“ Jubei ! Baiklaaaah aku tidak bisa lengah dan berdiam diri dengan perisai ini ! “ kata Ryuga yang mulai mematikan teknik perlindungan dari Anthos Delfini
( Syaaaaaaaaaaaat )
“ Dia datang! Dia datang ! “
(Syaaat! Syaaat! Syaaaat! Syaaat! )
“ Seraaang! Seraaang! Seraaaang! “
( Syaaat! Syaaat! Syaaat! Syaaaaaat! )
“ Haaaaaaaah ! “ Ryuga melemparkan perisai Delfini kearah mereka berlima
( Wuuuuuuusssh )
“ Percuma ! Percuma ! Percuma ! “
“ Oooooh~ Lihat ini ! First act : Turbo !
(Wuuuuuuuuuusssh! Braaaaaak! )
“ Heh ! Akhirnya- uwogh ! “
( BRUGH ! )
Saat Ryuga bangga akan hasil latihannya, ia tiba-tiba terdorong oleh dua Holonemy yang menjadi target dari Tazuya yang terdorong oleh salah satu teknik dari Kuro Kusanagi. Melihat Holonemynya mengenai Ryuga, Tazuya langsung minta maaf kepadanya. Namun itu semua malah dibalas Ryuga dengan keluhan karena Tazuya yang tidak berhati-hati dalam sesi latihan mereka
“ Maaf ! Aku tidak-“
“ Aaaahh Hideyuki ! Jika matamu lebih bagus daripada milikku maka harusnya kau pakai itu dengan benar ! “ Gerutu Ryuga
“ Hei ! Aku tadi benar-benar tidak sengaja dan tidak tahu ini adalah wilayahmu ! “ Jawab Tazuya dengan nada kesalnya
“ Hmph ! Terserah ! Kelihatannya matamu tidak sejernih apa yang aku pikirkan ya ! Atau pada dasarnya kamu yang-“
“ Masih mending ! Daripada kamu yang- maaf...” Tazuya menahan dirinya untuk tidak mengejek kebutaanya Ryuga
(Dari ruang pemantau area pelatihan)
“ Baik ! Nak Ryuga dan Tazuya mulai kehilangan fokus pertarungan mereka “ Kata Rigel sambil memutarkan bola matanya dan mengarahkan sepuluh Holonemy kearah Tazuya dan Ryuga
Melihat Tazuya dan Ryuga berdebat karena kecerobohan Tazuya dan mulai kehilang fokus latihan mereka, Rigel mengarahkan semua Holonemy mereka kearah kedua remaja tersebut. Menyadari mereka berdua terkepung oleh para hologram musuh, Tazuya dan Ryuga akhirnya kembali berfokus pada latihan mereka
“ Oh ho ! “
“ Sepertinya Tuan Rigel benar-benar tidak suka kita lengah sedikit saja yaa~ “ Komentar Tazuya sambil memperhatikan sekelilingnya
“ Serang! Serang! Serang! Serang! Serang! “ Kesepuluh Holonemy akhirnya menyerang kearah Tazuya dan Ryuga secara bersamaan
“ Huoooo ! “
( Syaat! Syaat! Syaaat! Syaat! Syaaaat! )
“ Ayo kemari ! “ Ajak Tazuya sambil menarik lengan Ryuga
“ Tunggu ! Kau mau kema-“
“ Sudah pasti membawamu kembali kearea pelati- “
( Tang ! )
“ UWAAAAAAAAAAAA “
Saat Tazuya berusaha menghindari dari para Holonemy dan membawa Ryuga kembali kearea pelatihannya, tiba-tiba, Tazuya dengan cerobohnya tidak sengaja menginjak perangkap lain yang dipasang Rigel.Yang membuat Tazuya dan Ryuga terjebak dalam jaring perangkap dan digantung diatas pohon
“ Ha! Ha! Ha! Rasakan! Rasakan! Rasakan! Rasakan! “ Ejek para Holonemy dari bawah sebelum mereka semua dihilangkan oleh Rigel
“ Kkkkh ! Bagus Hideyuki ! Ini semua karena kau ! “ Tuduh Ryuga
“ Hei jangan salahkan aku ! Karena tadi aku benar-benar panik ! “ Gerutu Tazuya
“ Aaaakh sial ! Possession kita ada dibawah sana ! “
“ Oi ! Jangan berkata seolah kau tidak tahu cara mengambilnya dari bawah sana Hideyuki ! Gunakan Psikokinesismu karena aku sulit konsentrasi untuk menggunakan sihir dikondisi seperti ini ! “
“ Iyaaa iyaaa ! Akan kucoba ! “
Tazuya menggunakan Psikokinesisnya untuk membawa Kuro Kusanagi. Saat ia berhasil mengarahkan Kuro Kusanaginya, Tazuya kembali konsentrasi untuk memotong tali perangkap tersebut
“ Uuuuuuugggghhh ! Ayoooooooo ! “
( Kuro Kusanagi berhasil dibawa oleh Tazuya )
“ Bagus ! Ayoooo ! Potooong ! Potoooong ! “
( Kuro Kusanagi perlahan memotong tali jari perangkap)
“ Kkkkkkkkhhhh ! “
“ Ayo ! Cepaaaat “
“ Bagus !”
( ZYAT )
“ UWAAAAAAAA “ Tazuya dan Ryuga akhirnya terjatuh saat terbebas dari perangkap Rigel
(BRUGH)
“ Aduuuuuuh “ Rintih mereka berdua
“ Sudah selesai perdebatan kalian ?! “ Tanya Inuya yang mampir kearea pelatihan mereka
“ Jadi kau selama ini memperhatikan kami ?! Kenapa kau tidak menolong kami saat terjebak diatas sana ?! “ Tanya Tazuya dengan nada tingginya
“ Ayolaaah ! Kalian sendiri juga sadar ‘kan bahwa yang menggerakan Holonemy ini adalah Tuan Rigel karena beliau tidak ingin kalian lengah dalam pelatihan ? Kalau aku ingin menolong kalian apa yang harus kulakukan ? Mendorong pohon ini sampai tumbang ? “ Jelas Inuya dengan nada sarkastisnya
“ Sudah sudah ! Aku tidak mau mendengar penjelasanmu ! Ayo kita lanjutkan pelatihan kita ! “ Kata Ryuga yang baru saja bangkit dan meminya mereka semua untuk melanjutkan pelatihan mereka
“ Okeee ! “
Sementara itu, Ataru Kurenai terlihat sedang berfokus dengan latihannya di area miliknya dan untuk sementara ia belum memiliki masalah dalam menghadapi hologram tersebut. Saat ia mulai terkepung oleh para Holonemy, Ataru berpikir sebentar untuk mengalahkan mereka berlima. Ataru tidak sengaja melihat Jubei yang masih bergantungan oleh jeratan perangkap Rigel dan berusaha untuk melepaskannya dengan pisau saku yang ia simpan di Battlesuitnya. Melihat hal itu Ataru punya ide
(Syaaat! Syaaat! Syaaat! Syaaat! )
“ Woah ! Kelihatannya mereka tidak bisa memberi toleransi lagi ! “
“ Kejar ! Kejar ! Kejar ! Kejar ! “
“ Siaaal ! “ Keluh Ataru sambil lari dan bersembunyi dari Holonemy
( Ataru melihat kearah Jubei yang bergantungan dipohon )
“ Jubei-chan ! Hmmmmm...HAH ! “
( ZYUUUUNG ! BLAAAR ! )
“ Disana ! Disana ! Disana ! “ Melihat Ataru berhasil menembak salah satu Holonemy dari atas, keempat Holonemy langsung menembak dan mengejarnya
(Zyuuung! Zyuuuung! Zyuuuung! )
“ Derde : Hou Op ! “
(SYAAAAAAAAAT )
“ Keer Om : Richiting ! “ Ataru mengarahkan semua serangan laser Holonemy
( Zyuuuuuuuuuung )
Ataru berhasil menghentikan serangan tembakan laser para Holonemy dan mengarahkannya kearah yang berbeda, yang membuat serangan tersebut terkena kearah lain tidak hanya kearah dua Holonemy, termasuk ke arah tali perangkap Jubei dan dihadapan Inuya yang bersiap untuk menyerang Holonemy-nya
“ Okeee~ Sedikit lagi pasti-“
( ZYUUUUNG )
“Uwaaaaaaa ! “
( Bruk ! )
“ Adududududuuuh “ Rintih Jubei
(Ditempat Inuya memulai latihannya)
“ Oke para musuh palsu~ ayo kita-“
(BLAAAAR)
“ Ooooh Ayolaaaaaaaaaah ! “ Teriak Inuya yang kesal karena Holonemy-nya dihancurkan oleh serangannya Ataru
Mengetahui bahwa itu adalah serangan dari Ataru, Inuya pikir bahwa Ataru iseng mengerjainya dalam sesi pelatihan. Inuya pergi ketempat pelatihan Ataru secara diam-diam. Saat ia melihat sebuah perangkap diarea tersebut berupa kayu gelondongan besar yang digantung dari atas, Inuya menggunaan Labeja untuk memutus tali perangkap tersebut. Ataru yang sedang berfokus tidak menyadari aksi Inuya. Yang akhirnya membuat Ataru terkena perangkap tersebut
“ Ah ! “
( DUAGH )
__ADS_1
“ Agh ! Uuuuggh ! “ Rintih Ataru yang terpental oleh perangkap kayu tersebut dan mengenai pohon
“ Ta-tadi itu...kenapa perangkapnya bisa mengenaiku walau aku tidak menyentuhnya ?! “ Tanya Ataru yang terheran akan perangkap tersebut
“ Heh ! Mungkin kau sudah tahu ‘kan rasanya diiseng orang saat sedang berfokus ! “ Ejek Inuya
“ Iseng ? Sejak kapan ?! “
“ Hoooo ! Jadi kau pura-pura tidak tahu apa yang kau lakukan tadi dengan menembak kearah Holonemy-ku ?! “
“ Itu ? Akkh! Aku tidak sengaja ! Dan aku-“
“ Yaaa~ yaaaa~ tidak sengaja~ aku tidak akan terpengaruh dengan aksimu yang- Uwaaaaa !“
( Zyuuuuung ! )
“ HEEEEI ! SIAL KAU ATARU BENAR-BENAR BIKIN AKU SAKIT ?! “ Teriak Inuya yang kesal dengan aksi Ataru yang menembak kearahnya yang bersiap untuk menyerangnya
“ Tidak Inuya-kun ! Akulah yang bikin aku sakit ! “
“ Hyaaaaaaaaaaah “
(BUUUG ! )
“ Owh ! Baik kau yang minta ya ! Haaaaaaah ! “
( BUAGH !)
“ UWADUH !”
Inuya dan Ataru akhirnya bertengkar satu sama lain karena Ataru tidak terima dituduh Inuya karena iseng mengerjainya. Rigel yang melihat hal ini meresponnya dengan menepuk jidatnya dan memutuskan untuk mengentikan pelatihan mereka untuk meredamkan situasi
“ Haaaaah ! Ada-ada saja mereka ! Dullart...kita hentikan ini dulu pelatihan ini ! “ Keluh Rigel yang langsung pergi kearea pelatihan
( Di area pelatihan )
“ Anak-anak ! Hentikan ! “ Kata Rigel dengan nada tegas kepada Inuya dan Ataru
“ Di-dia yang mulai ! “ Kata Inuya dan Ataru secara bersamaan dan saling menyalahkan satu sama lain
“ Haaaaah! Aku tidak menyangka diusia kalian yang sekarang bisa bertingkah seperti anak SD berandalan ! Oke ! Kalau kalian tidak bisa tenang dan masih menyalahkan satu sam alain maka aku putuskan untuk menghentikan sesi pelatihan kita hentikan ! FAIS...ubah arena sekarang “ Jelas Rigel sambil memberikan perintah kepada FAIS untuk mengubah arena latihan
“ Dimengerti Tuan Rigel Orionis “
(FAIS Mengubah area pelatihan menjadi kembali normal)
“ Eh ? Sudah selesai ? “ Tanya Tazuya yang kebingungan
“ Ada apa Tuan Rigel ? “ Tanya Jubei
“ Ayo ikut aku anak-anak ! Ada yang ingin kubicarakan kepada kalian diruang pertemuan sekarang “ Ajak Rigel
*****
Diruang pertemuan, Rigel dengan jujur menjelaskan kepada V-FIGHTER bahwa ia merasa bahwa mereka belum memiliki keberanian untuk menghadapi musuh seorang diri dan kurangnya rasa saling percaya satu sama lain bahkan kepada diri sendiri saja mereka berlima belum bisa. Tazuya berusaha untuk menyangkal perkataan Rigel bahwa mereka bisa melakukannya, tapi Rigel dengan santai mengatakan bahwa walau dari perkataan mereka bisa tetapi kenyataannya dalam diri mereka belum sepenuhnhya siap
“ Bagaimana nak Inuya dan nak Ataru ? Kalian sudah bisa tenang sekarang ? “ Tanya Rigel sambil menyilang lengannya
“...” Inuya dan Ataru hanya bisa diam dan Inuya terlihat melirik Ataru dengan tatapan kesalnya
“ Nak Inuya ! Sebenarnya apa yang dikatakan Ataru itu benar ! Karena aku memantau pelatihan kalian dari atas jadinya aku bisa tahu bahwa apa yang dilakukan Ataru itu tidak sengaja...jadi aku ingin kamu minta maaf dengan Ataru “ Jelas Rigel sambil meminta Inuya untuk minta maaf karena kesalahpahamannya
“ Be-benarkah itu ? “ Tanya Inuya yang sedikit kaget
“ Yaaa buat apa aku berbohong dengan kalian “ Kata Rigel sambil mengangkat alisnya
“ Eeeeh...maaf karena sudah menuduhmu...Ataru “ Kata Inuya dengan nada sedikit malunya kepada Ataru
“ Kamu memang sama keras kepala dengan Golomanov-san ! Setidaknya aku suka karena kamu akhirnya sadar tentang kebodohanmu ! “ Jawab Ataru
“ Jadi itu artinya kau menerima atau-“
“ Jangan cemas...aku memaafkanmu kok “
“ Ooooh...okeee “ Balas Inuya dengan senyuman kecilnya
“ Fyuuuh! Syukurlah kalian mau berteman lagi “ Kata Jubei
“ Hmmm...Baiklah ! Jika masalah kalian sudah beres...kurasa kalian semua siap untuk mendengar pendapatku tentang pelatihan kalian barusan ! Dengarkan baik-baik ! “ Kata Rigel kepada kelima V-FIGHTER
(Rigel terdiam sesaat)
“ Dilihat dari pelatihan kalian barusan...aku tahu dimana titik kelemahan kalian semua! Kalian semua memiliki kelemahan yang sama...kalian semua belum memiliki keberanian dan kesiapan kalian tidak sesuai dengan apa kata hati kalian ! “ Jelas Rigel dengan nada tegasnya
“ Hah ? “
“ T-tapi Tuan Rigel...kami merasa tidak ada permasalah dalam melakukan pertarungan 1 lawan 1...dan kami merasa bisa melakukan itu karena-“
“ Itu karena apa yang kalian katakan tidak sesuai dengan apa yang ada didalam hati kalian...mungkin itu terasa mudah mengatakan “kami bisa melakukannya !” kepada diri sendiri dan juga orang lain...tapi jika hati kalian mengatakan “Tidak ! aku tidak tahu apa kau bisa melakukannya! Bagaimana dengan yang lain ?! Musuhnya kuat sekali !”...maka itulah membuat kalian merasa bimbang dan kurang saling mempercayai satu sama lain dalam pertarunga ! Dan itulah yang akan membuat kalian semua tidak bisa menghadapi musuh seorang diri ! “ Lanjut Rigel
“ Ma-maksud anda...kami sebenarnya belum bisa mempercayai satu sama lain ? “ Tanya Jubei
Rigel berpikir sebentar dan tidak lama ia langsung bertanya sejak kapan Tazuya dan yang lain pertama kali bertemu. Saat Inuya menjawab mereka sudah bertemu sejak SMP, Rigel akhirnya menjelaskan alasan kenapa ia bertanya itu kepada mereka dan maksud semua perkataan sebelumnya
“ Hmmmmm...anak-anak ! Sudah berapa lama kalian saling kenal satu sama lain ? “ Tanya Rigel kepada mereka berlima
“ Ummm...kami sudah saling kenal sejak kelas 1 SMP “ Jawab Inuya
“ Dan apa kalian sudah saling memahami dan percaya satu sama lain ? “ Rigel kembali bertanya
“...”
“Tentu...saja ! Kami bahkan sudah saling kenal dengan keluarga kami yang lain “ Jelas Tazuya
“Bahkan mendengar perkataanmu saja aku bisa melihat bahwa kalian sebenarnya belum bisa saling memahami dan mempercayai satu sama lain “ Kata Rigel sambil tersenyum
“ Eh ? “
“Aku bisa mengerti bahwa kalian sudah saling kenal dalam waktu yang cukup lama...bahkan itu membuat kalian sudah paham seperti apa situasi keluarga kalian satu sama lain. Walau demikian...aku belum bisa melihat kalian bisa saling mempercayai dan memahami satu sama lain dalam suatu kemampuan atau menjalankan suatu aktifitas saat kalian terjebak disituasi yang kritis “ Jelas Rigel
“ Itu...”
“ Aku tahu kerjasama bisa membuat usaha dan pertarungan kita bisa selesai dengan cepat dan tanpa hambatan. Namun disaat tertentu yang tidak bisa kita duga... kita pasti akan menghadapi situasi dimana kita tidak bisa menemui rekan-rekan kita dan harus menghadapi sesuatu dengan cara kita sendiri tanpa bantuan orang lain “ Lanjut Rigel
“ Yeah ! Aku selalu tahu itu pasti akan terjadi ! Tapi aku akui saat aku berpisah dengan yang lain dan mencoba untuk berfokus aka apa yang aku hadapi...aku juga bisa merasakan bahwa aku masih bimbang karena aku tidak mempercayai kemampuan mereka untuk bisa menghadapi apa yang sedang mereka hadapi ! “ Kata Ataru yang mengerti akan apa yang dijelaskan Rigel
“ Dan itu artinya kami harus merelakan yang lain dalam masalah ? “ Tanya Tazuya
“ Tentu saja tidak ! “
“ Eh ? Caranya ? “
“ Jika kalian bisa fokus dalam pertarungan dan mempercayai kemampuan diri kalian dan yang lain dalam menghadapi situasi itu...maka kalian bisa fokus untuk menanganinya tanpa ada hambatan ! Intinya kalian harus fokus dan saling percaya akan potensi dan batasan kalian masing-masing “ Jelas Rigel
“ Dan jika kita gagal...maka habislah kita “ Ujar Tazuya sambil tertunduk yang membuat Inuya dan yang lain terdiam
“ Kedengarannya agak sedikit...berat ya “ Kata Jubei dengan nada keraguan
“ Yaaa~ seperti inilah dunia...tidak semua apa yang disini bisa memenuhi ekspetasi kita...aku yakin kalian bisa menghadapinya “ Kata Rigel sambil meletakan tangannya kepundak Jubei
Mendengar perkataan Rigel, kelima V-FIGHTER masih belum bisa berpindah dari keraguan mereka. Mereka sadar bahwa apa yang dikatakan Rigel itu benar. Walau Rigel mempercayai bahwa suatu saat mereka bisa menghadapinya, mereka berlima masih meragukan diri mereka sendiri untuk menghadapi Morsdantaque dan para musuh yang berpotensi akan menghancurkan masa depan umat manusia
“ Eeeeeh~ Eeeeh~ Kenapa kalian semua pada terdiam ? “ Tanya DECA-I yang kebingungan
“ Baiklah anak-anak, kalian tidak usah cemas ! Sebagai calon El-Fighter...itu sudah seharusnya kalian bisa saling mempercayai satu sama lain. Karena itu adalah salah satu kunci untuk membuka potensi kalian dalam menghadapi sang ‘musuh yang sesungguhnya’ “
“ Yaaa...Tuan Rigel...kami cukup mengerti “ Kata Tazuya dengan nada setengah keraguannya
“ Okeee ! Nah kalian masih ada aktifitas lain diluar sana bukan ? Kita akan melanjutkan latihan dihari selasa ! Tetaplah waspada disana dan jangan bertindak seenaknya...kita harus saling mempercayai satu sama lain “
“ Ya Tuan Rigel ! “
“ Tunggu Tuan Rigel ! “ Kata Tazuya yang teringat sesuatu yang ingin ia sampaikan
“ Ada apa ?”
“ Ada sesuatu yang ingin kutunjukan kepadamu ! “
Tazuya langsung saja mengeluarkan Shiro Kusanagi. Saat ia melihat Rigel kaget melihat Tazuya mendapatkan Possession keduanya, Tazuya langsung saja menjelaskan kepada Rigel akan kenapa ia bisa mendapatkannya
“ Ini ? “
“ Ya...tidak lama saat Nenek pergi meninggalkan bumi...Shinai pemberian ayahku tiba-tiba berubah menjadi ini ! Disaat kami berlima berpikir ini apa...tiba-tiba...pedang ini memunculkan seorang wanita muda yang mengatakan bahwa ia juga adalah Fighter Possession yang bernama Kusanagi...ia lahir karena keputusanku untuk memilih tinggal bersama keluargaku dibumi ketimbang mengikutinya “ Jelas Tazuya
“ Tuan Rigel...apa itu artinya kami juga bisa mendapatkan Possession ganda ? “ Tanya Inuya
“ Aku sejujurnya kurang tahu soal itu. Tapi kami pernah dengar dari info yang kami dapatkan dari para Fighter di Dimensi 13...ada kemungkinan Fighter bisa mendapatkan Possession ganda jika...Possession tersebut sebenarnya bisa disatukan dan menjadi satu Possession seperti Anthos Delfini...atau kemungkinan Kusanagi hitam milik Tazuya dulu pernah dimiliki oleh anggota keluarganya dan Kusanagi putih ini adalah Possession aslinya “ Jelas Rigel sambil mengingat apa yang dikatakan para Fighter yang pernah mereka temui
“ Jadi itu bisa saja terjadi ? “ Tanya Jubei
“ Oh ya~ tapi...itu jarang terjadi “ Jawab Rigel sambil matanya sedikit melirik kearah kanannya
“ Hmmmm...Ayah dan Ibu pernah bilang mereka pernah berteman dengan Fighter tapi mereka tidak pernah bilang jika mereka adalah Fighter...sama seperti mereka...paman bilang bahwa ia juga bukan Fighter “ Pikir Tazuya
“ Mungkin itu pedang dari Almarhum Kakek atau leluhurmu ? “ Tanya Ryuga
“ Hmmmm bisa jadi sih iya “
“ Naaah Nak Tazuya...jika itu juga Kusanagi kurasa tidak ada salahnya kamu mencoba menggunakan semua teknik di Kusanagi hitammu ke Kusanagi putih ini. Aku yakin jika yang warna putih ini akan menghasilkan serangan yang lebih kuat ketimbang yang warna hitam “ Rigel memberikan saran kepada Tazuya
“ Atau mungkin bisa digunakan dua-duanya ? “ Tanya Tazuya
“ Boleh juga “
“ Baiklah kalau begitu...mungkin nanti aku akan mencobanya dihari selasa ! Oke Tuan Rigel...kami pulang dulu ya~ semoga harimu menyenangkan “ Kata Tazuya sambil berpamitan dengan Rigel
“ Tungguuuu~ aku ikuuuut~ “ Kata DECA-I yang berusaha mengejar V-FIGHTER
“ Yaaa ! Semoga hari kalian menyenangkan juga “
Sambil memperhatikan Tazuya dan yang lainnya keluar dari rumahnya, mengetahui bahwa Tazuya mendapatkan Possession keduanya dan mereka berlima sudah banyak belajar dari pelatihan yang mereka lalui, ekspresi Rigel yang semulanya datar perlahan menunjukan senyum kebanggan kepada para kelima remaja tersebut
“ Suatu saat kalian akan tahu “ Gumam Rigel
*****
__ADS_1