
Oxtoroo berjalan kembali ke apartemen yang ia sewa. Sambil memasuki apartemen tersebut, Oxtoroo teringat akan perkataan Argus untuk tidak mengkhawatirkan kondisi Sampson dan tetap mencari keberadaan Dullart berserta El-Fighter untuk diajak berunding karena ia ingin bekerjasama dengan mereka demi menjatuhkan Morsdantaque
“ Syukurlah tidak berdebu ! “ Gumam Oxtoroo saat memasuki apartemennya dan menghidupkan lampu ruangan tersebut
“ Hmmm~ ini kelihatannya benar-benar sebuah teknologi baru ciptaannya Polly-chan yang terbaru ! “ Ujar Oxtoroo sambil memperhatikan kacamata yang ia pakai saat ini
(Flashback On )
“ Jadi begitu Oxtoroo... yaaaa itu benar-benar tidak terduga... terlebih mereka sudah tahu sejak awal dari Spidaro... mereka benar-benar sudah mempersiapkan semuanya ! Dan aku yakin Rough Polly punya alasan lain kenapa ia sering mengunjungi kita juga ada kaitannya dengan ditahannya Swift Polly “ Jelas Argus pasca mendengar laporan dari Oxtoroo
“ Sekarang bagaimana Jenderal ? juga dengan Sampson... “
“ Sampson tidak apa-apa... luka yang ia alami tidak parah... tapi untuk sementara waktu pergilah kekota itu untuk mencari keberadaan El-Fighter itu... apa kamu tahu dimana tempat dimana mereka sering muncul ? “
“ Ya Jenderal ! Di sekolah mereka ! Mereka berlima tinggal di sebuah Asrama ! Walau aku belum bisa mencari keberadaan Tuan Muda dan Prisman Beta itu... setidaknya kita bisa tahu tempat dimana mereka bersekolah dan itu bisa menjadi tempat pendekatan yang bagus untuk kembali membicarakan tujuan kita “ Jelas Oxtoroo sambil teringat asrama siswa-siswi SMA Internasional Shinjitsu
“ Asrama sekolah ?! Hmmm... oke... kelihatannya itu adalah target yang pas untuk mencari keberadaan mereka ! “
“... “
“Mulai sekarang... pergilah ke area Asrama dan SMA mereka... jika kamu menemukan waktu yang pas untuk mendekati mereka... gunakan waktu itu ! “ Ujar Argus sambil memberi kacamata khusus untuknya
“ Ya Jenderal ! Ah ! Ini... “
“ Lebih baik bergegaslah pergi sebelum prajurit elit lainnya tahu keberadaanmu ! Aku ingin kamu menggunakan kacamata ini untuk memastikan jika tidak ada Spidaro yang terpasang dikota itu karena sudah diretas oleh mereka ! Jika ada teknologi Theta yang terpasang disana bukan dari arahanku... segera matikan sistemnya dengan ini ! Aku takutnya jika itu adalah bagian dari rencana Morsdantaque dan antek-anteknya untuk memata-matai pergerakan kita !“ Jelas Argus tentang teknologi yang dipinjamkan untuk Oxtoroo sebelum kembali kekota Shinjitsu
“ Dimengerti ! Aku terima alat ini untuk misiku Jenderal “ Ujar Oxtoroo yang langsung paham dengan misi dan teknologi yang diberikan kepadanya
Oxtoroo pergi keruang perawatan utama untuk mengecek kondisi Sampson. Saat memasuki ruangan ia melihat Sampson sudah bisa mulai duduk dan langsung menyapanya saat sedang memakan biskuit pemberian dari Pak Louss
“ Sampson ! “
“ Hooo~ Oxto “
“ Hehei~ Syukurlah kamu baik-baik saja Sam~ “ Ujar Oxtoroo sambil menghampiri pemuda tersebut
“ Yaaa begitulah~ Aku lega karena Enetan tidak menyerangku begitu serius “ Jelas Sampson sambil memakan biskuitnya
“ Tidak serius katamu ? “ Tanya Oxtoroo yang sedikit terheran dengan apa yang dikatakan Sampson
“ Hmmm... yaaaa... “ Ujar Oxtoroo
Oxtoroo dan Sampson kembali mengingat gerakan Energateez saat ia berusaha untuk menyerang Dullart. Oxtoroo setujuh dengan apa yang dikatakan Sampson jika Energateez sebenarnya tidak serius dalam menyerangnya dan menduga jika Energateez melakukan itu karena ia takut dengan Morsdantaque
“ Saat senjata kami saling berhadapan satu sama lain... aku bisa merasakan sensasi keraguan dan ketakutannya ! Dia sepertinya menyerang karena ia takut akan kehadiran Pangeran Morsdantaque ! Bahkan saat kita mengatakan bahwa kita bertarung untuk Tuan Muda... aku bisa melihat jika Ene terlihat terkejut dan ragu akan memikirkan apa yang harus ia lakukan “ Lanjut Oxtoroo sambil mengingat pertarungan sebelumnya
“ Naaah~ itu mudah ketebak ! Apalagi dilihat dari kata-kata ! Sudah jelas dia itu sebenarnya takut ! “ Gumam Sampson dengan nada jengkelnya
( Terdiam sesaat )
“ Oh ya ! Kacamata itu... “
“ Ah yaaaa~ ini adalah pemberian dari Jenderal ! Katanya ini untuk membantu meretas teknologi yang dianggap mencurigakan dan berasal dari umat kita... karena itu ditakuti jika itu berasal dari para para prajurit elit “ Jelas Oxtoroo tentang kacamata tersebut
“ Hmmmm~ kalau dilihat ini adalah ciptaannya Kapten Swift Polly “ Ujar Sampson sambil melihat kacamata itu
“ Kamu yakin ? “
“ Yaaaa~ aku sering mendengar kabar jika ada salah satu ciptaannya yang baru saja selesai yang ia bawa kemari tapi tidak sempat ia coba... dan aku yakin ini salah satunya ! Kamu bisa lihat logo itu ‘kan ? “ Jelas Sampson sambil menunjukan logo huruf “S” di tangkai kacamata tersebut
“ Oh ya ! Aku melihatnya ! “
Oxtoroo menekan logo tersebut dan seketika monitor hologram muncul dihadapan mereka yang membuat Oxtoroo takjub dengan teknologi tersebut. Sampson kembali menjelaskan kepada Oxtoroo bahwa kacamata tersebut secara rahasia terhubung dengan anting-antingnya Swift Polly dan meminta Oxtoroo untuk mencoba menghubunginya dengan kacamata itu
“ Keren seperti biasanya ! Polly-chan benar-benar keren ! “ Puji Oxtoroo
“ Aku dengar ini sebenarnya terhubung dengan anting-antingnya Kapten yang selalu ia gunakan... dan mungkin... itu bisa menjadi alat untuk menghubunginya di kapal induk ! “ Gumam Sampson
“ Kamu yakin ? Dima-“
“ HEEEEEEEEEEI NAK OXTOROO JUNIOOOR~ “ Panggil Pak Tom Louss dengan kuat dipintu ruang perawatan yang sontak membuat mereka terkejut
“ P-PAK LOUSS ! “ Ujar Oxtoroo dan Sampson secara bersamaan
“ Hei hei heeeeeeeei~ kenapa kau masih bersantai-santai disini ! Bukan’kah kau harusnya bersiap untuk kembali kekota itu hah ?! Biarkan Nak Sampson beristirahaaaaat~ karena dia harus memulihkan semua luka yang ia alami~ pahaaaaaaam~ “ Sahut Pak Louss yang menganggap Oxtoroo sedang asyik bersantai diruang perawatan
“ Chronos ! “
“ Eh ? “ Oxtoroo bingung dengan apa yang dimaksud Sampson
“ Jangan lupa Chronos ! “ Ujar Sampson sekali lagi
“ Ah ! Um ! Oke ! Baik Pak ! Nak Sampson... aku permisi untuk mundur dulu yaa~ jaga dirimu baik-baik ! “ Sahut Oxtoroo sambil keluar dari ruang perawatan
“ Yaa ! Hati-hati disana ! “
(Oxtoroo bergegas meninggalkan ruang perawatan)
“ Nah Nak Sampson ! Sekarang beristirahatlah dengan tenang dan tampan gangguan dari siapapun ! “ Sahut Pak Louss kepada Sampson dengan menyuruhnya untuk beristirahat
“ Pak ! Suara andalah yang besar sehingga bikin lukaku berdenyut karena mendengar getaran suara anda ! “ Gerutu Sampson sambil kembali membaringkan dirinya
(Flashback Off )
__ADS_1
Oxtoroo kembali mengaktifkan program layar hologram dikacamata tersebut untuk mencari program rahasia apa yang dimaksud oleh Sampson. Saat membuka layar hologram kacamata tersebut, Oxtoroo memeriksa isi dari program tersebut secara perlahan dan berhati-hati agar tidak ada yang terlewatkan. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah file yang berisi program pemanggil yang disimpan di file khusus dengan file terkunci
“ Hmmmm... Chronos ? Mungkinkah itu... “ Pikir Oxtroo tentang kata Chronos yang diucapkan Sampson
“ Chronos ! “ Ucap Oxtoroo dengan membuka sistem kunci suara tersebutn
(Klik)
“ Terbuka ! “
Oxtoroo melihat file catatan yang tertulis “Buka itu disaat dalam keadaan genting ! –SP” yang dilihat dari inisialnya sudah pasti ditulis oleh Swift Polly. Oxtoroo akhirnya membuka program pemanggil tersebut yang langsung membuat anting-anting Swift Polly bergetar yang membuat wanita tersebut yang sedang mencari celah untuk keluar dari tahanan agak terkejut
“ Ah ! Jangan-jangan... sinyal Chronos ? “ Ujar Swift Polly
(klik)
“ O-Oxto ! “ Swift Polly terkejut saat yang mengaktifkan sinyal tersebut adalah Oxtoroo
“ P-Polly-chan ! Dimana ka- “
“ Sssssst ! Akan kupanggil sekali lagi saat situasi aman ! Maaf... permisi dulu ! “ Swift Polly yang melihat ada penjaga yang masuk langsung mematikan sinyal tersebut yang sontak membuat Oxtoroo terkejut dan mencemaskan Swift Polly
(Klik)
“ Polly-chan ! “ Panggil Oxtoroo yang kaget
Diruang tahanan kapal induk, salah seorang petugas yang berjaga masuk keruang tersebut. Saat memasuki ruang tahanan, sang petugas melihat Swift Polly yang berpura-pura kejang-kejang dan ia bergegas langsung membantunya
“ Ah ! Kapten ! Celaka... ayo kita keruang- “
“ HAH ! “
( ZYAASH )
“ Aaahh ! “ Rintih si petugas yang akhirnya pingsan karena kejutan listrik dari gelang milik Swift Polly
“ Maafkan aku... tapi ini demi masa depan umat kita “ Ujar Swift Polly yang menyembunyikan petugas yang tidak sadarkan diri didalam lemari
*****
Keesokan harinya, siswa-siswi kelas 1-LA-A terlihat sedang mengikuti pelajaran Bahasa Inggris bersama Pak Raymundo Gracia. Karena merasa banyak siswa-siswi yang lupa tentang penggunaan Tenses pada tugas merangkum sastra klasik mereka membuat Pak Gracia memutuskan untuk mengajari mereka beberapa Tenses yang sering digunakan terutama dalam pelajaran Bahasa Inggris, terutama dengan siswa-siswi yang berasal dari negara yang bukan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama mereka
“ Baiklah~ saya disini akan kembali menjelaskan tentang beberapa Tenses kepada kalian semua, karena aku bisa melihat ada beberada diantara kalian masih lupa tentang penggunaan Tenses dalam menulis sebuah kalimat~ “ Jelas Pak Gracia sambil memperhatikan semua tugas yang dikumpulkan oleh para siswa-siswi
“ Apa disini ada yang masih ingat dalam penggunaan Text yang mana saja penggunaan Present Tense dan Past Tense ? “ Lanjut Pak Gracia sambil bertanya kepada siswa-siswi kelas 1-LA-A tentang Tenses
“ Ummm... menurutku hampir semua Text menggunakan Present Tense kecuali dalam Recount dan Narrative karena kedua Text itu menggunakan Past Tense “ Jelas Tazuya sambil mengangkat tangannya
“ Uh’hu ! Ada lagi ? “ Tanya Pak Gracia
“ Benar ! Tepat Sekali ! Aku senang karena kalian masih ingat posisi Tenses dalam penulisan Text ! Untuk hari ini aku akan menjelaskan sekilas tentang Tenses yang perlu kalian pelajari di sekolah... tolong diperhatikan baik-baik seksama “
“ Yaaa Pak ! “
“ Syukurlah kamu masih ingat pelajaran tentang Tenses Tazuya “ Puji Inuya sambil mengeluarkan buku mata pelajarannya
“ Yaaa~ sebenarnya itu bukanlah yang yang sulit kok “ Ujar Tazuya dengan senyuman diwajahnya
“ Kecuali hanya satu kaaan~ “ Ledek Inuya
“ Iyaaaa~ bisanya kau tahu aku paling tidak suka Matematika ! “ Sahut Tazuya
“ Aku sahabatmu dan yang terdekat denganmu... jadi wajar jika aku tahu~ “ Celetuk Inuya
“ Hehe~ Yaaaa~ kira-kira tugas kita dapat nilai apa ya ? “
“ A- ? “ Jawab Inuya dengan singkat
“ Tiap kali aku bertanya soal itu kamu selalu menjawab A- ! “ Gumam Tazuya
“ Hei ! Orang-orang tahu itu adalah nilai tertinggiku ! “ Celetuk Inuya dengan santainya
“ A- adalah nilai tertinggimu ? Tanggung banget ! Bilang saja kamu selalu dapat B ! Atau jkau ini berusaha untuk tidak sombong kalau kamu sebenarnya sering dapat A ! “ Balas Tazuya yang tidak percaya akan perkataan Inuya
“ Dua-duanya boleh ! “ Sahut Inuya dengan senyuman menyeringainya
Satu setengah jam kemudian, siswa-siswi kelas 1-LA-A belajar seni musik dan mereka semua memasuki pelajaran paduan suara untuk melihat siapa saja yang memiliki bakat menyanyi yang akan digunakan dalam pentas sandiwara mereka nanti
“ Jadi kami harus menyanyikan lagu apa Pak Monroe ? “ Tanya Shan-Lee
“ Bebas ! Asalkan disana ada suara nada tingginya “ Ujar Pak Monroe
“ I Have a Dream ? Apa ada yang tahu ? “ Ataru memberikan usulan lagu
“ Boleh ! Siapa yang akan mainkan Keyboard dan gitar akustik ? “
“ Aku Keyboard ! “ Ataru menawarkan diri untuk memainkan Keyboard
“ Aku gitar ! “ Alessander juga menawarkan dirinya untuk memainkan gitar
“ Akhirnya kamu mau juga menunjukan bakat terpendammu Al ! “ Ujar Kiko sambil memberi semangat kepada Alessander Hartoless
“ Iga-san... kamu pimpin paduan suaranya sebagai dirigen “ Kata Pak Monroe sambil menunjukan Tazuya sebagai dirigen
__ADS_1
“ Eh ? Ta-Tapi Pak aku belum pernah menjadi dirigen ! “ Sahut Tazuya yang kaget dengan pilihan Pak Monroe
“ Tidak masalah Iga-san~ namanya juga belajar~ nanti akan saya ajarkan bagaimana caranya oke ! “ Ujar Pak Monroe yang berusaha membujuk Tazuya untuk menjadi dirigen
“ Hmmm~ baik Pak ! “ Tazuya dengan senyuman menyeringainya setujuh dengan ajakan Pak Monroe untuk menjadi dirigen paduan suara
“ Ayooo~ Ayoooo Tazuyaaa~ “ Jubei memberi semangat dengan Haku yang memberikan senyuman kepadanya berdiri didekat Jubei
“ Jangan dibawa kaku~ nikmati saja~ “ Gumam Inuya kepada Tazuya
“ Anak-anak sudah siap ?! “ Tanya Pak Monroe kepada siswa-siswi lainnya
“ Yaaaa Pak ! “ Teriak semua siswa-siswi kelas 1-LA-A
“ Nak Iga-san... jangan tegang “ Kata Pak Monroe sambil memegan pundak Tazuya
“ I-iya pak ! “
“ Oke ! Mulai ! 3... 2... 1... ! “
Setelah Pak Monroe memberikan beberapa arahan dalam pelajaran paduan suara mereka, para siswa-siswi akhirnya memulai menyanyikan lagu I Have a Dream secara bersama-sama. Karena Tazuya masih kaku walau sudah dibimbing sebagai dirigen oleh Pak Monroe, membuat siswa-siswi yang bernyanyi terlihat bosan dan nyanyian mereka menjadi sangat datar. Namun tiba-tiba mereka dikejutkan dengan Kurniawan Komarih alias Kiko yang bisa bernyanyi gaya seriosa yang sontak bikin semua siswa-siswi dan Pak Monroe terkejut
“ Nak Kurniawan ?! Apa itu barusan suaramu ?! “ Ujar Pak Monroe dengan nada bangganya kepada Kiko
“ Ya Tuhan Kiko ! Jadi itu benar-benar bakat terpendamu ?! “ Sahut Alessander yang tidak percaya mendengar suara barusan adalah suara teman sebangku dan sekamarnya
“ Ah ? Eh ? Eeeeh... uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ “ Kiko yang terheran-heran dan canggung dengan reaksi teman sekelasnya akan suara seriosanya membuat ia lari terbirit-birit dari ruang kesenian karena merasa malu
“ Aaaah ! Nak Kurniawan ! Kembali ! “ Panggil Pak Monroe
“ Ke-kenapa dia lari ?! “ Tanya Inuya yang heran melihat Kiko
“ Mungkin itu adalah rahasia memalukannya... atau mungkin dia juga tidak suka jadi pusat perhatian sama sepertiku~ “ Jawab Kenneth dengan nada datarnya
“ Alaaa~ dia itu orang yang suka cari perhatian loooh~ “ Celetuk Hikari
Bel jam istirahat akhirnya berbunyi. Tazuya, Inuya dan Vladimir mendapat panggilan dari Ibu Mei Xia Ping keruang guru. Saat diruang guru, Ibu Ping meminta tolong kepada mereka berdua untuk membelikan sebuah obat yang berada di sebuah apotek yang tidak begitu jauh dari Asrama mereka
“ Heh ? Kalian kenapa datang kemari ? “ Tanya Vladimir yang heran melihat kedatangan Tazuya dan Inuya
“ Yaaa~ Ibu Ping memberitahu kami di pesan pribadi “ Jawab Tazuya sambil menunjukan pesan yang dikirim Ibu Ping
“ Kau sendiri kenapa datang kemari ? “ Tanya Inuya
“ Dasar bodoh ! Aku ini ketua kelas kalian ! Jadi wajar jika aku yang dipanggil di ruang guru ! “ Keluh Vladimir dengan nada jengkelnya
“ Oooh~ kupikir karena kau sering bermasalah disini ! “ Celetuk Inuya dengan frontal
“ Hmph ! Oke ayo masuk ! “ Kata Vladimir yang mulai percaya dengan perkataan Tazuya dan meminta mereka untuk masuk keruang Guru
(Diruang Guru)
“ Aaah~ syukurlah kalian sudah datang~ “ Sambut Ibu Ping yang sedang dalam kondisi tidak enak badan
“ Ada apa Ibu Ping ? “ Tanya Inuya
“ Aku sedang tidak enak badan hari ini... karena itu kemungkinan besar aku tidak bisa mengajar kelas kalian setelah jam istirahat ! Golomanov... tolong beri teman-teman sekelasmu tugas ini saat jam masuk yang kedua... dikumpulkan hari ini dan tidak ada yang boleh dibawa kerumah “ Jelas Ibu Ping sambil memberikan file di flashdisk
“ Baik Bu ! “
“ Iga dan Namidashi... aku ingin kalian berdua untuk membelikan obat paracetamol di apotek dekat asrama kalian ! Ini adalah uangnya dan resep obat sebelumnya... karena kalian harus membeli obat ini dan jika tidak ada tolong jangan beli obat lain... karena aku ada alergi dengan obat-obatan tertentu ! “ Jelas Ibu Ping kepada Tazuya dan Inuya
“ Dimengerti Bu ! Jadi jika tidak ada obat yang dimaksud apa itu artinya kami harus mencarinya ke apotek lain ? “ Tanya Tazuya
“ Hmmm... boleh juga ! Tapi jangan terlalu jauh ! “ Gumam Ibu Ping yang setujuh dengan apa yang dikatakan Tazuya
“ Oke ! Kami mengerti Bu ! “
“ Bagus ! Sekarang bergegaslah untuk pergi ! “
“ Yaaa ! “
“ Vlad... kami pergi dulu ! “ Sahut Inuya kepada Vladimir sebelum meninggalkan ruang guru
“ Hati-hati yaaa ! “ Kata Vladimir kepada Tazuya dan Inuya
Disisi lain, Oxtoroo terlihat sedang bersiap untuk pergi menuju SMA Internasional Shinjitsu dan sedang keluar dari kamar apartemennya. Sambil menghela nafasnya, Oxtoroo langsung membuka kacamatanya dan langsung pergi menuju lift
“ Oke ! Aku siap ! “ Ujar Oxtoroo sambil mengaktifkan pelacak dikacamatanya
Oxtoroo keluar dari gedung apartemen. Namun, belum sampai 5 menit ia keluar dari apartemen, ia tidak sengaja bertemu dengan Hassan dan Rocco yang berjalan diarah yang berlawanan, yang sontak bikin mereka bertiga kaget satu sama lain karen kembali bertemu dijalanan umum
“ AH ! “
“ Di-dia ! “ Oxtoroo yang terkejut langsung lari menghindari Hassan dan Rocco
“ Hassan ! Orang itu- “
“ Itu si Alien anak buah si Jenderal yang pernah kita temui ! Tidak kusangka dia masih berani menunjukan wajahnya setelah membatalkan kerjasama kita dengan tidak terhormat !” Jelas Hassan yang masih mengenal Oxtoroo
“ Ayo Hassan ! Kejar dia dan kita beri si brengsek itu pelajaran ! “ Ujar Rocco dengan percaya diri sambil langsung mengejar Oxtoroo
“ Hei ! Cih dasar kau Rocco ! “ Hassan yang tidak bisa memanggil Rocco untuk kembali memutuskan untuk pergi kembali kemobil mereka untuk mengambil Biofuse-linknya
__ADS_1
*****